B.
Infografis
Menjadi Generasi Toleran Membangun
Harmoni intern dan Antar Umat Beragama
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama
C. Pantun Pemantik
Marilah selalu jaga kebersihan
Penyakit tak pandang tua atau muda
Cobalah bersama kalian pikirkan
Mengapa manusia berbeda-beda?
Jangan bercanda saat berkendaraan
Tepikan kendaraanmu di pinggiran
Di tengah-tengah beragam perbedaan
Haruskah mengembangkan sikap toleran?
Ke kota membeli intan berlian
Untuk dipakai di hari lebaran
Silahkan tulis di buku kalian
Cara mengembangkan sikap toleran
Tugu monas menjadi kebanggaan
Dari orang tua sampai belia
Bagaimana hargai perbedaan?
Contoh Rasul manusia mulia
Aktivitas 1
Diskusikan dengan teman sekelompok tentang cara mengembangkan
sikap toleran.
196 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
D. Mari
Bertafakur
Siswa yang budiman, di sebuah desa yang jauh di perkotaan, tepatnya di
desa Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, kalian
dapat menemukan praktik toleransi antar umat beragama yang sangat
menginspirasi. Di desa tersebut ada sebuah masjid dan kapel (gereja kecil),
yaitu Masjid al-Muttaqin dan Kapel Fransiskus Xaverius XVII yang saling
berhadapan dan hanya dipisahkan oleh jalan setapak.
Setiap satu bulan sekali, Warga Desa Gedong bergotong royong
bersama-sama membersihkan dua tempat ibadah itu. Biasanya saat gotong
royong membersihkan tempat ibadah itu, warga desa dibagi dalam dua
kelompok. Semua saling membantu membersihkan area tempat ibadah tanpa
memandang agama satu dengan yang lain.
Kegiatan rutin tersebut sempat terhenti selama pandemi Covid-19
beberapa waktu lalu. Disebabkan adanya pandemi, masyarakat dihimbau
beribadah di rumah. Oleh karena itu masjid dan gereja sempat tidak
digunakan selama beberapa waktu. Setelah penyebaran covid-19 mulai
terkendali, pada Hari Jumat, 25 September 2020, warga Desa Gedong
kembali bergotong royong membersihkan dua tempat ibadah itu.
Masjid al-Muttaqin dan Kapel Fransiskus Xaverius XVII dibangun
pada tahun 1980-an. Berdirinya dua tempat ibadah itu tidak menyebabkan
masyarakat tersekat dalam kelompok agama masing-masing. Selama tiga
puluh tahun setelah berdirinya dua rumah ibadah itu, masyarakat Desa
Gedong hidup saling tolong menolong dan hidup berdampingan secara
harmonis.
Sumber: Dikutip dari hnps://[Link]/berita-jawa-tengah/d-5188530/
indahnya-toleransi-warga-semarang-gotong-royong-bersihkan-masjid-kapel
Aktivitas 2
Apakah di tempat tinggalmu ada kegiatan gotong royong seperti cerita
di Desa Gedong tersebut? Ceritakan kepada teman satu kelompokmu!
Pilihlah satu cerita yang paling inspiratif kemudian buatlah ringkasan
ceritanya!
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 197
E. Kata Kunci
Generasi toleran, toleransi, harmoni antar dan intern umat beragama
F. Ṭalab Al-Ilmi
Siswa yang budiman, di bab VI yang lalu, kalian sudah belajar tentang
Indahnya Beragama Secara Moderat. Salah satu perilaku beragama
secara moderat itu adalah sikap toleran terhadap perbedaan yang terdapat
dalam kehidupan sehari-hari. Pada bab ini, kalian akan belajar lebih
dalam lagi tentang makna toleransi dalam Islam, baik secara teori
maupun yang sudah dipraktikkan oleh umat Islam dari waktu ke waktu.
1. Pengertian Toleransi
Toleransi dalam bahasa Arab berarti tasāmuḥ. Tasāmuḥ sendiri berasal
dari kata dasar dalam bahasa Arab samaḥa yang berarti mengizinkan atau
memperbolehkan. Salah satu contoh penggunaan kata samaḥa dalam bentuk
kata sifat (al-samḥah) terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Imam Ahmad dari sahabat Ibnu Abbas.
Rasulullah saw. bersabda;
َأ
ُّي اأْل َْدَياِن: ِقيَل ِلَر ُس وِل اَِّلل َصَّلى اُلل َعَلْيِه َوَس َّلَم: َعِن اْبِن َعَّباٍس َقاَل
( اْلَح ِنيِفَّيُة الَّسْمَح ُة )”رواه أحمد:“ َأَحُّب ِإلَى اَِّلل َقاَل
Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus lagi
memperkenankan.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari (Hadis no. 1312) pernah
dikisahkan, suatu kali Rasulullah Saw berdiri (memberi hormat) ketika
sebuah iring-iringan jenazah yang lewat di hadapannya. Kemudian salah
seorang sahabat beliau mengingatkan bahwa jenazah itu adalah jenazah
orang Yahudi, yang tak layak mendapat penghormatan. Rasulullah Saw
langsung menjawab, “Bukankah ia juga manusia ?”
Perilaku Rasulullah Saw tersebut menyiratkan perkenanan atau
kebolehan untuk memberikan penghormatan kepada jenazah seorang
198 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
Yahudi. Inilah penerapan dari istilah al-samḥah. Pesan yang tersirat pada
riwayat tersebut adalah bahwa keteguhan iman ditandai bukan dengan sikap
angkuh terhadap orang yang berbeda keyakinan. Justru sebaliknya, kuatnya
iman itu memantulkan sikap-sikap tawaḍu, rasa hormat, tasāmuḥ
(toleran) dan terbuka terhadap yang lain.
Secara istilah toleransi
diartikan sebagai sikap
menghormati orang lain atas
pelaksanaan hak-haknya.
Toleransi mengarahkan kepada
sikap terbuka dan mengakui
adanya perbedaan, baik suku,
agama, ras, maupun antar
golongan (SARA). Toleransi Gambar 8.1. lihatlah lingkungan sekitar kalian.
mengajarkan bahwa setiap Banyak perbedaan yang ada di sekeliling kalian.
orang, dalam berbagai Di tengah perbedaan seperti itu sangat
diperlukan sikap toleran
perbedaan itu, memiliki hak yang harus dihormati. Selain hak untuk
dihormati, setiap orang juga memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya
dalam perbedaan masing-masing.
Aktivitas 3
Temukan ragam perbedaan di lingkungan kalian masing-masing, seperti
suku, agama, ras, organisasi sosial, politik, cara beribadah dan lain-lain.
Isikan temuan kalian di tabel berikut!
2. Mengembangkan Toleransi Antar dan Intern umat beragama
a. Kebebasan Beragama dalam Islam dan Toleransi Antar Umat beragama
Sikap toleran dalam kehidupan beragama akan dapat terwujud apabila
ada kebebasan dalam masyarakat untuk memeluk agama sesuai dengan
keyakinannya. Prinsip kebebasan beragama ini sangat dianjurkan dalam
ajaran agama Islam. Islam melarang secara tegas untuk melakukan
pemaksaan agama terhadap orang lain. Ajaran tentang kebebasan beragama
ini terdapat dalam Q.S. al-Baqarah/2:256 sebagai berikut.
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 199
ٓاَل ِاْكَر اَه ِفى الِّدي ِْْۗن َقْد َّتَبَّيَْن الُّر َْش ُد ِمَن اْلَغ َِّۚي َفَمْن َّيْكُفْر ِبالَّطاُغْوِت َوُيْؤِم ْۢن ِبّٰاِلل
/2: ) البقرة٦٥٢ َفَقِد اْس َتْمَس َك ِبالُعْرَوِة الُوْٰثقى ال اْنِفَصاَم لَه ۗا َوّٰاُلل َس ِمْيٌع َعِلْيٌم
٦٥٢ (
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah
jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang
siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia
telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.
Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Al-Baqarah/2:256)
Ayat tersebut turun berkaitan dengan riwayat seorang sahabat anṣar
dari Bani Salim bin Auf yang bernama Husein. Ia memiliki dua anak yang
masih beragama Nasrani. Sedangkan ia sendiri sudah memeluk agama Islam.
Husein bertanya kepada Rasulullah Saw, apakah ia harus memaksa dua
anaknya itu agar masuk Islam. Kemudian turunlah surah al-Baqarah/2:256
tersebut.
Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada paksaan dalam menganut
keyakinan agama. Kebebasan beragama adalah kehendak Allah. Karena jika
seandainya Allah berkehendak agar semua orang beriman kepada-Nya,
maka semuanya akan beriman. Namun hal ini tidak dikehendaki, karena
tujuan utama manusia diciptakan dengan diberi kebebasan adalah untuk
memberikan ujian kepada manusia. Allah memberikan manusia potensi akal.
Allah menguji apakah manusia menggunakan akal pikirannya sehingga
beriman kepada Allah ataukah tidak.
Dengan demikian segala bentuk
pemaksaan terhadap manusia
untuk memeluk suatu agama tidak
dibenarkan dalam Islam. Allah Swt
menghendaki iman yang tulus tanpa
pamrih dan paksaan. Tentu kalian
masih ingat tugas para nabi dan
rasul pada bab VII. Para nabi dan
rasul itu bertugas sebatas memberi
kabar gembira, peringatan, dan Gambar 8.2. Allah menghendaki manusia
menyampaikan ajakan, serta di beriman dengan tulus tanpa paksaan. Iman
yag tulus menghasilkan ibadah yang
hari akhir kelak menjadi saksi atas berkualitas
keimanan umatnya.
20 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
0
Nabi tidak bertugas untuk memaksa manusia memeluk agama Islam.
Umat manusialah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh
Allah Swt tentang sikapnya dalam merespon seruan para nabi dan rasul.
Demikian juga para ulama, kyai, guru, ustadz, dan kita semua, yang
hanya bertugas menyampaikan dakwah. Tidak ada paksaan kepada orang
lain untuk mengikuti dakwah kita. Mereka memiliki kebebasan yang
akan dipertanggung jawabkan kelak di hari akhir.
Meskipun demikian, yang perlu kalian pahami adalah prinsip kebebasan
beragama tersebut tidak berhubungan dengan kebenaran suatu agama.
Prinsip kebebasan agama bukan berarti Islam mengakui semua agama adalah
benar. Sebagai seorang muslim, kita harus yakin bahwa Islamlah agama
yang benar. Adapun prinsip kebebasan beragama kebebasan seseorang
dalam beragama yang didasarkan pada kerelaan dan ketulusan hati tanpa
paksaan.
Berdasarkan prinsip kebebasan beragama ini, Islam mengajarkan
bentuk-bentuk toleransi sebagai berikut.
1) Menghargai keberadaan agama selain Islam
Penghargaan Islam terhadap keberadaan agama lain didasarkan pada
pengakuan Islam terhadap kemajemukan. Islam mengakui bahwa
kemajemukan merupakan kehendak Allah Swt. Allah menciptakan
manusia dengan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, berbeda warna kulit,
dan juga berbeda agama. Perbedaan ini adalah sunnatullah. Maksudnya
Perbedaan-perbedaan itu merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang
terjadi secara alamiah sesuai dengan kehendak Allah Swt.
Gambar 8.3. Di
Indonesia ada 6
agama yang
diakui oleh
pemerintah,
yaitu Islam,
Katolik,
Protestan,
Hindu, Budha,
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 201
Di tengah kemajemukan ini, Islam mengajarkan untuk menegakkan
prinsip persaudaraan dan mengikis habis segala bentuk fanatisme
golongan maupun kelompok. Dengan persaudaraan masyarakat
dapat melakukan kerjasama sekalipun terdapat perbedaan-perbedaan,
termasuk perbedaan akidah. Perbedaan yang ada tidak dimaksudkan
untuk menunjukkan superioritas terhadap yang lain, melainkan untuk
saling mengenal dan menegakkan prinsip persatuan, persaudaraan,
persamaan, dan kebebasan.
2) Menghormati keyakinan dan simbol kesucian agama lain
Toleransi beragama akan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat
apabila ada sikap saling menghormati terhadap keyakinan agama
masing- masing. Karena itulah Islam melarang untuk melakukan
penghinaan terhadap keyakinan dan simbol-simbol kesucian agama
lain. Keyakinan dan simbol kesucian agama lain harus dihormati oleh
umat Islam.
Menghormati keyakinan dan simbol agama lain pada dasarnya
merupakan penghormatan terhadap keyakinan dan simbol kesucian
agama Islam. Manusia sangat mudah terpancing emosinya bila
agama dan kepercayaannya dicemooh orang lain. Emosi itu dapat
menyebabkan orang yang dicemooh membalas dengan cemoohan yang
sama. Akibatnya keyakinan dan simbol kesucian Islam pun
dicemooh oleh orang. Karena itulah Islam melarang mencemooh
keyakinan dan simbol kesucian agama lain sehingga tercipta rasa aman
serta hubungan yang harmonis antar umat beragama.
3) Bekerjasama dengan pemeluk agama lain
Islam mendorong umat Islam untuk bekerjasama dengan pemeluk agama
lain. Perbedaan yang ada dalam keyakinan dan praktik keagamaan
tidak perlu dipertentangkan. Islam mengajarkan untuk mencari suatu
pandangan yang sama dengan umat beragama lain agar bisa saling
bekerjasama dan berkompetisi menuju kebaikan. Gotong royong
yang dipraktikkan warga Desa Gedong dalam rubrik Mari Bertafakur
merupakan salah satu contoh dari kerjasama ini.
202 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
Gambar 8.4. Suasana gotong
royong yang harmonis antar
umat beragama
Perlu juga untuk kalian ketahui bahwa kerjasama yang dibangun
Islam adalah sikap saling menghormati antar umat beragama tanpa
mencampuradukkan persoalan akidah. Kerjasama yang dikembangkan
berada dalam wilayah muamalah, yaitu hubungan yang bersifat
horisontal antar sesama manusia, masalah-masalah kemanusiaan, atau
persoalan sosial kemasyarakatan. Jika sudah berhubungan dengan
keyakinan dan ibadah, maka prinsip yang berlaku adalah “bagiku agamaku
dan bagimu agamamu”.
b. Keragaman Umat Islam dan Toleransi Intern Umat beragama
Siswa yang budiman, bangsa Indonesia adalah bangsa dengan jumlah
pemeluk Islam yang terbesar di dunia. Ada keragaman di tengah jumlah
pemeluk Islam yang sangat besar itu. Umat Islam Indonesia
mengekspresikan keislamannya dengan cara yang berbeda-beda. Ada
kemajemukan yang sangat kompleks, mulai dari cara beragama, budaya,
organisasi, sosial, sampai keragaman politik.
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 203
Gambar 8.5. Umat Islam di Indonesia sangat beragam.
Perlu dikembangkan sikap toleransi inter umat Islam di
Indonesia agar bisa harmonis dan produktif.
Di tengah keragaman yang sangat kompleks ini, perlu dikembangkan
sikap toleran intern umat Islam. Toleransi dalam keragaman ini bisa
diwujudkan dengan ikatan persaudaraan yang disebut dengan al-ukhuwwah
al-islāmiyyah atau persaudaraan Islam. Prinsip-prinsip dalam persaudaraan
Islam dijelaskan di dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 - 14 sebagai berikut.
1) Di antara sesama orang yang beriman adalah saudara. Jika ada
perselisihan, maka damaikanlah di antara keduanya.
2) Hindari perbuatan menghina kelompok yang lain, karena bisa jadi
kelompok yang dihina itu lebih baik dari pada yang menghina
3) Hindari perbuatan saling mencela
4) Berbaik sangka terhadap sesama
5) Hindari perbuatan saling mencari kesalahan
6) Hindari perbuatan membicarakan kejelekan sesama
7) Saling berta’aruf di antara sesama
Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip ini, keragaman tidak akan
menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya keragaman bisa menjadi kekuatan
204 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
dalam menghasilkan kebaikan untuk sesama. Jika persaudaraan Islam
ini bisa dijaga dengan baik, umat Islam bisa meneruskannya dengan
membangun persaudaraan kemanusiaan dengan umat beragama lain dalam
mengembangkan kehidupan yang saling berdampingan secara harmonis.
Aktivitas 4
Siswa yang budiman, apakah kalian punya pengalaman
mengembangkan toleransi antar dan intern umat beragama?
Ceritakan pengalaman kalian kepada teman satu kelompok.
Pilihlah satu cerita yang paling inspiratif di kelompok kalian untuk
dinarasikan dan dipresentasikan kepada kelompok lain.
3. Praktik Toleransi Umat Islam Sepanjang Masa
Siswa yang budiman, kalian harus tahu bahwa toleransi merupakan ajaran
yang sangat mendasar dalam Islam. Toleransi dipraktikkan oleh Nabi
Muhammad Saw dan para sahabat semenjak awal. Banyak praktik toleransi
yang bisa kalian pelajari pada masa itu. Toleransi juga dipraktikkan pada
masa-masa setelah Rasulullah Saw, yaitu pada saat Islam berkembang ke
berbagai penjuru dunia melalui para penguasa Islam di setiap zamannya.
Dengan mempelajari praktik toleransi sepanjang sejarah Islam, diharapkan
kalian terinspirasi untuk mengembangkan kehidupan yang toleran sehingga
mampu menghargai dan menghormati ragam perbedaan dan kemajemukan.
Berikut ini disajikan contoh-contoh toleransi yang dipraktikkan umat
Islam semenjak masa Nabi Muhammad Saw.
a. Nabi Muhammad Saw tidak memaksa Abu Ṭalib memeluk Islam
Abu Ṭalib adalah paman Nabi Muhammad Saw yang mengasuh Nabi
Muhammad Saw semenjak berusia delapan tahun. Pada saat Nabi
Muhammad Saw mendakwahkan Islam, Abu Ṭalib menjadi pelindung dan
pembela beliau. Meskipun demikian Abu Ṭalib tetap memeluk agama nenek
moyangnya. Sampai meninggal dunia, Abu Ṭalib tetap pada agama yang
dipeluknya.
Nabi Muhammad Saw tidak pernah memaksa pamannya itu untuk
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 205
memeluk agama Islam. Sebagai seorang nabi, Muhammad Saw hanya
206 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
mendakwahkan risalah yang diamanahkan kepadanya. Nabi Muhammad
Saw menghormati pilihan pamannya itu. Nabi Muhammad Saw bersikap
toleran terhadap pilihan Abu Ṭalib untuk tetap pada agama nenek
moyangnya sampai akhir hayat.
b. Kaum muslimin hidup berdampingan dengan umat Nasrani di Habasyah
Pada awal masa kenabian, tepatnya pada tahun ke-5 kenabian, ada
sekelompok umat Islam yang tinggal di Habasyah (sekarang bernama
Ethiopia). Mereka datang ke Habasyah dalam dua gelombang. Gelombang
pertama berjumlah 16 orang. Gelombang kedua berjumlah lebih besar lagi,
yaitu 83 laki-laki dan 11 perempuan. Mereka pergi (hijrah) ke Habasyah
karena situasi Mekah yang tidak kondusif bagi umat Islam. Rombongan
kaum muslimin ini tinggal di Habasyah dalam waktu yang cukup lama, yaitu
sampai mendengar kabar Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, pada
tahun ke-13 kenabian.
Selama tinggal di Habasyah kaum muslimin hidup berdampingan secara
harmonis dengan umat Nasrani. Tidak ada catatan dalam sejarah tentang
adanya konflik antara umat Nasrani dan umat Islam yang hijrah ke
Habasyah. Kehidupan yang harmonis ini bisa terjadi dikarenakan adanya
sikap saling menghormati dan menghargai di antara mereka. Umat Islam dan
umat Nasrani tetap berada dalam keyakinannya masing-masing meskipun
mereka saling bekerjasama dalam banyak hal.
Gambar 8.6. Umat Islam
yang hijrah dari Mekah
hidup
berdampingan secara harmonis
dengan kaum Nasrani di
Habasyah dengan saling
menghormati keyakinan
206
Bab 8Pendidikan Agama Islam
| Menjadi Generasi danMembangun
Toleran Budi PekertiHarmoni
untuk SMP Kelas
Intern danVIII
Antar Umat Beragama 207
c. Rasulullah membolehkan umat Nasrani kebaktian di masjid
Pada suatu ketika, Rasulullah Saw didatangi oleh serombongan orang-orang
Nasrani Najran yang berjumlah enam puluh orang. Mereka dipimpin oleh
Pendeta Abu al-Harīṡah bin Alqamah. Mereka masuk masjid untuk menemui
Nabi Muhammad Saw saat sedang bersiap untuk salat Asar berjamaah.
Mengetahui hal tersebut, rombongan Nasrani itu pun menyampaikan
keinginan untuk melaksanakan kebaktian dan menghadap ke arah timur.
Melihat gelagat itu, para sahabat hendak melarang mereka. Namun Nabi
Muhammad Saw memberi isyarat untuk membiarkan mereka.
Kisah ini menunjukkan kebolehan orang-orang non-muslim untuk
memasuki masjid. Mereka juga diperbolehkan melakukan ibadah di area
masjid di hadapan kaum muslimin. Namun kebolehan itu tidak boleh
dijadikan sebagai suatu aktivitas yang bersifat rutin. Sebab kejadian saat itu
bersifat spontan dan insidental. Kebolehan itu merupakan bentuk toleransi
Islam terhadap pemeluk agama lain. Toleransi itu sifatnya memperkenankan.
Prinsipnya adalah memberi izin, kebebasan, dan penghormatan. Karenanya
contoh-contoh toleransi yang kasuistik seperti ini tidak dapat dijadikan dalil
untuk menjadikannya sebagai suatu kerutinan.
d. Nabi Muhammad Saw memiliki mertua beragama Yahudi
Pada tahun 7 H, Nabi Muhammad Saw menikahi Ṣāfiyah binti Huyai, putri
dari salah seorang kepala suku Yahudi Bani Quraiḍah yang bernama Huyai
bin Akhtab. Ṣāfiyah masuk Islam dan bahkan kemudian mendapat gelar
ummu al-mu’minīn. Namun orang tuanya masih tetap beragama Yahudi.
Nabi Muhammad Saw tidak memaksa mertuanya masuk Islam. Sampai
meninggal dunia, Huyai tetap beragama Yahudi.
Kisah ini menunjukkan sikap toleran yang dipraktikkan oleh Nabi
Muhammad saw. Betapa Nabi Muhammad Saw memiliki sikap toleransi
yang sangat tinggi. Nabi Muhammad Saw mengembangkan hubungan
kekeluargaan melalui pernikahan meskipun keluarga besar istri masih tetap
memeluk agama Yahudi.
e. Para penguasa muslim menjamin kebebasan beragama
Kalian tentu masih ingat Bab V yang membicarakan bagaimana Khalifah al-
Mansur dari Daulah Abbasiyah dalam membangun Baghdad. Banyak di
antara para pelukis dan pemahat yang bekerja membangun Baghdab berasal
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 207
dari umat Nasrani. Mereka bebas menjalankan agama dan keyakinan di
wilayah yang diperintah oleh Daulah Abbasiyah. Tidak ada pemaksaan
kepada para penganut agama Nasrani itu agar berpindah memeluk agama
Islam.
Demikian halnya dengan
umat Nasrani dan Yahudi
di wilayah yang dikuasai
oleh Daulah muslim yang
lain. Misalnya di Turki yang
diperintah oleh Daulah Usmani.
Umat Yahudi dan Nasrani
pun dijamin kebebasannya
dalam menjalankan agamanya. Gambar 8.7. Ilustrasi Masjid Hagia Sophia Turki.
Suatu ketika pada saat Sultan Saksi sejarah Islam sebagai agama yang
menjunjung tinggi toleransi dan kebebasan
Muhammad al-Fatih berhasil beragama
menaklulkan Konstantinopel (ibu kota Kekaisaran Romawi Timur) pada
tahun 1453 M, Sultan menjamin keamanan penduduk Konstantinopel. Sultan
membebaskan mereka untuk memeluk agama dan menjalankan agama yang
diyakini dengan penuh kedamaian.
f. Umat Islam Indonesia bersedia menghapus 7 kata dalam Piagam Jakarta
Toleransi juga dipraktikkan oleh umat Islam Indonesia. Tentu kalian masih
ingat sejarah Pancasila pada bab VI. Para pemimpin umat Islam Indonesia,
seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Wachid Hasyim,
dan Teuku Hasan, menyepakati penghapusan kalimat “dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” untuk menghargai dan
menghormati keberadaan agama non Islam demi persatuan Indonesia.
Sikap toleran yang dipraktikkan oleh para pemimpin umat Islam
Indonesia itu memberikan pengaruh besar bagi terciptanya persatuan dan
kesatuan bangsa Indonesia. Salah satu faktor keutuhan bangsa Indonesia
yang majemuk sampai saat sekarang ini adalah karena toleransi yang selalu
dijaga dari waktu ke waktu. Toleransi beragama menjadi warisan para
pemimpin umat di masa lalu yang kini menjadi karakteristik bangsa
Indonesia. Bahkan toleransi beragama di Indonesia mampu menjadi
inspirasi dunia.
208 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII
Aktivitas 5
Buatlah kliping tentang liputan (3 berita) yang menginformasikan
praktik toleransi beragama di masyarakat!
Buatlah analisis terhadap kliping tersebut dengan tabel analisis berikut!
G.
Rangkuman
1. Toleransi merupakan sikap menghormati orang lain atas pelaksanaan
hak-haknya. Toleransi mengarahkan kepada sikap terbuka dan mengakui
adanya perbedaan, baik suku, agama, ras, maupun antar golongan
(SARA). Toleransi mengajarkan bahwa setiap orang, dalam berbagai
perbedaan itu, memiliki hak yang harus dihormati. Selain hak untuk
dihormati, setiap orang juga memiliki hak untuk menjalankan
keyakinannya dalam perbedaan masing-masing.
2. Sikap toleran dalam kehidupan beragama akan dapat terwujud apabila
ada kebebasan dalam masyarakat untuk memeluk agama sesuai dengan
keyakinannya. Prinsip kebebasan beragama sangat dianjurkan dalam
ajaran agama Islam. Islam melarang secara tegas untuk melakukan
pemaksaan agama terhadap orang lain.
3. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan jumlah pemeluk Islam yang
terbesar di dunia. Ada keragaman di tengah jumlah pemeluk Islam yang
sangat besar itu. Umat Islam Indonesia mengekspresikan keislamannya
dengan cara yang berbeda-beda. Ada kemajemukan yang sangat
kompleks, mulai dari cara beragama, budaya, organisasi, sosial, sampai
keragaman politik. Di tengah keragaman yang sangat kompleks ini, perlu
dikembangkan sikap toleran intern umat Islam.
4. Toleransi merupakan ajaran yang sangat mendasar dalam Islam. Toleransi
dipraktikkan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabat semenjak awal.
Banyak praktik toleransi yang bisa kalian pelajari pada masa itu.
Toleransi juga dipraktikkan pada masa-masa setelah Rasulullah Saw,
yaitu pada saat Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia melalui para
penguasa Islam di setiap zamannya.
Bab 8 | Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni Intern dan Antar Umat Beragama 209