LAPORAN PENDAHULUAN
PADA KLIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI
1. Masalah Utama
Resiko bunuh diri
2. Proses Terjadinya Masalah
a. Pengertian
Bunuh diri adalah suatu keadaan dimana individu mengalami resiko untuk
menyakiti diri sendiri atau melakukan tindakan yang dapat mengancam
nyawa (Stuart dan Sudden, 1995 dalam Fitria 2011).
b. Tanda dan Gejala
1. Mempunyai ide untuk bunuh diri
2. Mengungkapkan keinginan untuk mati
3. Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan
4. Menunjukkan perilaku yang mencurigakan
5. Memiliki riwayat percobaan bunuh diri
6. Berbicara tentang kematian, menanyakan obat dosis mematikan
7. Terlihat depresi, psikosis, dan menyalahgunakan alcohol
8. Terlihat panik, cemas, marah, dan mengasingkan diri
9. Klien memiliki penyakit kronis atau terminal
10. Klien adalah pengangguran atau kegagalan karier atau kehilangan
pekerjaan
11. Umur 15-19 tahun atau diatas 45 tahun
12. Mengalami kegagalan dalam pernikahan
13. Konflik interpersonal
14. Menjadi korban perilaku kekerasan saat kecil
c. Rentang respon
1. Peningkatan diri
2. Berisiko destruktif
3. Destruktif diri tidak langsung
4. Pencederaan diri
5. Bunuh diri
d. Perilaku
1. Upaya bunuh diri
Sengaja melakukan kegiatan menuju bunuh diri, dan apabila kegiatan
itu sampai tuntas akan mengakibatkan kematian. Kondisi ini terjadi
setelah tanda peringatan yang terlewatkan atau diabaikan.
2. Isyarat bunuh diri
Bunuh diri yang direncanakan untuk usaha mempengaruhi perilaku
orang lain.
3. Ancaman bunuh diri
Suatu peringatan baik secara langsung atau tidak langsung, verbal atau
non verbal bahwa seseorang sedang mengupayakan bunuh diri.
e. Faktor predisposisi
1. Diagnosis psikiatrik
Lebih dari 90% orang dewasa yang mengakhiri siklus hidupnya dengan
bunuh diri mempunyai riwayat gangguan jiwa.
2. Sifat kepribadian
Tiga tipe kepribadian yang erat hubungannya dengan resiko bunuh diri
adalah antipasti, impulsive, dan depresi.
3. Lingkungan psikososial
Pengalaman kehilangan, kehilangan dukungan sosial, kejadian negative
dalam hidup, penyakit kronis, perpisahan, atau bahkan perceraian.
4. Riwayat keluarga
Riwayat keluarga yang pernah melakukan bunuh diri merupakan faktor
penting yang dapat menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh
diri.
5. Faktor biokimia
Terjadi peningkatan zat-zat kimia yang terdapat dalam otak.
f. Faktor Presipitasi
Biasanya berupa kejadian hidup yang sangat memalukan bagi dirinya atau
dengan melihat atau mebaca pada media mengenai orang yang melakukan
bunuh diri atau percobaan bunuh diri bagi orang yang labil emosinya dapat
menjadi pencetus terjadinya bunuh diri.
3. Pohon Masalah
Bunuh diri
Resiko bunuh diri
Isolasi sosial
Harga diri rendah kronis
4. Masalah Keperawatan
a. Resiko bunuh diri
b. Bunuh diri
c. Isolasi sosial
d. Harga diri rendah kronis
5. Data yang Perlu Dikaji
a. Subjektif
1. Mengungkapkan keinginan bunuh diri
2. Mengungkapkan keinginan untuk mati
3. Mengungkapkan rasa bersalah atau keputusasaan
4. Ada riwayat berulang percobaan bunuh diri
5. Berbicara tentang kematian, menanyakan tentang dosis obat yang
mematikan
6. Mengungkapkan konflik interpersonal
7. Mengungkapkan telah menjadi korban perilaku kekerasan sejak kecil
b. Objektif
1. Impulsif
2. Menunjukkan perilaku yang mecurigakan
3. Ada riwayat penyakit mental
4. Ada riwayat penyakit fisik
5. Pengangguran, kehilangan pekerjaan, kegagalan karier
6. Umur 15-19 tahun atau diatas 45 tahun
7. Status pernikahan tidak harmonis
6. Diagnosis Keperawatan
Resiko bunuh diri
7. Rencana Tindakan Keperawatan
a. Tindakan keperawatan pada klien
Tujuan :
1. Klien tetap aman dan selamat
2. Klien mendapat perlindungan dari lingkungan
3. Klien dapat mengungkapkan perasaannya
4. Klien dapat meningkatkan harga dirinya
Tindakan :
1. Tetap menemani klien sampai dipindahkan pada tempat yang aman
2. Menjauhkan semua benda yang berbahaya
3. Memastikan klien benar-benar telah minum obat
4. Meningkatkan harga diri klien
5. Memmberikan kesempatan pada klien dalam mengungkapkan
perasaannya
6. Berikan pujian bila dapat mengungkapkan perasaannya
7. Meyakinkan klien bahwa dirinya berarti untuk orang lain
8. Mendiskusikan tentang keadaan yang sepatutnya disykuri klien
9. Merencanakan aktivitas yang dapat klien lakukan
10. Mendiskusikan cara menyelesaikan masalah
b. Tindakan keperawatan pada keluarga
Tujuan :
1. Keluarga berperan serta melindungi klien
2. Keluarga mampu merawat klien
Tindakan :
1. Mengajurkan keluarga turut serta mengawasi klien
2. Mengajurkan keluarga untuk membantu perawat menjauhkan benda-
benda yang berbahaya
3. Mendiskusikan dengan keluarga untuk menjaga klien
4. Menjelaskan pada keluarga tentang pentingnya klien minum obat secara
teratur
5. Menjelaskan pada keluarga tentang cara melindungi klien
6. Mengajarkan pada keluarga tentang hal-hal yang dapat dilakukan
apabila klien melakukan percobaan bunuh diri
8. Daftar Pustaka
Fitria, Nita. 2011. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan
dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP) untuk 7
Diagnosis Keperawatan Jiwa Berat bagi Program S-1 Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.