0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan38 halaman

Manajemen Pelatihan Efektif

Dokumen ini membahas kerangka kerja manajemen pelatihan yang mencakup analisis kebutuhan pelatihan (TNA) menggunakan model ADDIE, serta evaluasi efektivitas pelatihan melalui empat level. Selain itu, terdapat penjelasan tentang pengukuran Return on Training Investment (ROTI) untuk menilai keuntungan dari investasi pelatihan. Fokus utama adalah pada peningkatan kinerja karyawan dan dampak positif terhadap produktivitas organisasi.

Diunggah oleh

ON ChannelID
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan38 halaman

Manajemen Pelatihan Efektif

Dokumen ini membahas kerangka kerja manajemen pelatihan yang mencakup analisis kebutuhan pelatihan (TNA) menggunakan model ADDIE, serta evaluasi efektivitas pelatihan melalui empat level. Selain itu, terdapat penjelasan tentang pengukuran Return on Training Investment (ROTI) untuk menilai keuntungan dari investasi pelatihan. Fokus utama adalah pada peningkatan kinerja karyawan dan dampak positif terhadap produktivitas organisasi.

Diunggah oleh

ON ChannelID
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Training Management

Fajar Riadi Dwi Sasongko, [Link], CPHRM, CI


HR FRAMEWORK Business Needs
Sustain, Profit and Agile

Aligment & Organization Development


Organization Effectiveness & Productivity
Integration

Compensation
Development
Management
Performance
Recruitment

Benefit
People
People Management

Ground Rules Industrial Relation


Compliance & Condusive Working Climate

Foundation Values
High People Performance & Engagement
ADDIE MODEL
ADDIE MODEL
STEP BY STEP TNA
1 2 3 4 5
IDENTIFIKASI DOKUMENTASI ANALISIS SOLUSI EVALUASI
Keluhan Customer Dokumentasi : Analisa Terhadap Desain Training tertentu Penetapan indikator
Laporan Internal Hasil Observasi Kinerja Sebagai SOLUSI Keberhasilan Training
Permintaan Bos Hasil Wawancara Kompetensi
Informasi Terkait Penilaian Kinerja Faktor Pendukung
Form Training Need Analysis (TNA)

Diisi data diri karyawan

KOMPETENSI :
Diisi poin kompetensi yang menjadi
sorotan / target utama

LEVEL:
Diisi level kompetensi seharusnya bagi
seseorang

KONDISI SAAT INI :


Diisi realitas level kompetensi saat ini

GAP :
Diisi poin selisih Level & Kondisi

TREATMENT :
Diisi perlu diikutkan training apa?
Form Training Need Analysis (TNA)
Cristiano Budi
Admin Finance
Finance Accounting Dept

Excel 3 2 1 Training Excel Advance


• Analisa organisasi
• Analisa pekerjaan
• Analisa individu
• Rencana strategis organisasi
• Ada sistem/standar baru
• Tingkat turn-over tinggi
• Turunnya moral karyawan
• Perubahan lingkungan eksternal
• Memperjelas pemahaman mengenai
apa yang disepakati sebagai kinerja
suatu pekerjaan
• Memperjelas pemahaman mengenai
lingkungan kerja yang dibutuhkan
pelaku pekerjaan agar dapat berprestasi
• Menganalisis pengetahuan, ketrampilan,
dan perilaku kerja yang dibutuhkan pelaku
pekerjaan agar berprestasi
• Adanya perubahan tugas dalam
sebuah pekerjaan/jabatan
• Perubahan tersebut berdampak pada
perubahan kompetensi yang
dibutuhkan untuk melaksanakan tugas
Mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan,
ketrampilan, sikap, dan perilaku kerja yang dimiliki oleh
pelaku pekerjaan, dengan yang dituntut.
• Karyawan baru atau transfer karyawan
• Kenaikan jabatan
• Skill yang dimiliki tidak memenuhi tugas
yang ada
• Kebutuhan karyawan untuk terus
mengembangkan kemampuannya
DESIGN
&
DEVELOPMENT
Sasaran Lingkungan

Bahan

Metode

Peserta Instruktur
SASARAN TRAINING

• Peserta dapat menyerap materi dengan baik apabila


memahami sasaran/tujuan dari training
• Sasaran/tujuan mengacu pada maksud diadakanya
pelatihan serta hasil yang diharapkan dari aktifitas training
• Sasaran sangat berguna untuk mengidentifikasikan hasil
apa yang akan diukur untuk mengevaluasi efektifitas
program training
Komponen Sasaran Training :

1. Pernyataan berupa apa yang di-harapkan dari peserta (kinerja atau


perilaku yg di-harapkan)
2. Pernyataan berupa level atau kualitas kinerja yang dapat di-terima
(standard/kriteria)
3. Pernyataan berupa persyaratan/kondisi yang harus dipatuhi dalam
mencapai hasil yang diinginkan (persyaratan/kondisi) Dimana, kapan, atau
apa yang di-butuhkan ?
Riset menyarankan perlunya di-cantumkan ukuran waktu penyelesaian
TOPIK : Supervision Skill
Sasaran :
Memahami tugas dan tanggungjawab pemimpin dalam men-supervisi
bawahan
Mengetahui langkah-langkah supervisi yang efektif
Mampu mengidentifikasikan kebutuhan supervisi bawahan
Mampu membangun komunikasi yang efektif dengan bawahan
Mampu mengukur kinerja bawahan dengan akurat
Agenda :
Peranan Pimpinan dalam Supervisi
 Role & resposibilities
Goal Setting
 Sasaran jangka panjang dan jangka pendek
 Breakdown
Performance Management
 Performance Appraisal
 Evaluasi PA
Komunikasi yang efektif
 Mengkomunikasikan tugas dan tanggungjawab
Coaching & Counseling
 Mengidentifikasikan kebutuhan coahing atau konseling

Durasi dan Metode :


Durasi 2 hari ( 16 jam )

Metode :
Pengajaran
Games
Role Play
Simulasi
Studi Kasus

Peserta :

Manager II – IV (persyaratan memegang minimal 3 bawahan)


Type of Training Evaluation
Be r da s a r ka n r u a n g l i n g k u p tujuannya, evaluasi di ba gi menjadi:
Key Metrics & Indicators
K a p a n di l a kuka n? B a g a i m a n a m e t o de nya ?
Empat Level Evaluasi
Level 1 - Reaction

Level 2 - Learning
Empat level
Efektivitas
Level 3 – Behaviour Training
Application

Level 4 – Bussiness
Impact
Level 1 - Reaksi

Evaluasi reaksi peserta


pelatihan terhadap
program: Apakah mereka
Level 1 - menyukai program
Reaction tersebut ? Apakah mereka
menyukasi fasilitator ?
Apakah mereka menyukai
akomodasi dan fasilitas
pelatihan?
Level 2 - Learning

• Measuring Learning
mencakup hal-hal berikut :
• Pengetahuan apa
Level 2 - yang telah dipelajari?
Learning • Kemampuan apa yang
telah dibangun atau
dikembangkan?
Pedoman untuk Evaluasi Level 2 - “Measuring
Learning”

1. Gunakan kontrol grup jika dirasa perlu


2. Evaluasi pengetahuan, kemampuan, dan/atau sikap
baik sebelum dan sesudah program dilaksanakan
3. Gunakan tes tertulis untuk mengukur pengetahuan
4. Gunakan tes kinerja untuk mengukur kemampuan
5. Dapatkan 100% response dengan segera
6. Gunakan hasil evaluasi untuk mengambil tindakan
yang tepat
Tingkat 3 – Behaviour Application

• Frekuensi penerapan
atau aplikasi keahlian/
Tingkat 3 – pengetahuan/ attitude
Behaviour baru yang telah dipelajari
Application dalam training
• Efektivitas penerapan
keahlian/ pengetahuan/
attitude
Panduan untuk Evaluasi Level 3

1. Gunakan kontrol grup jika memungkinkan


2. Sediakan jarak waktu – minimal 6 bulan – guna
memberikan kesempatan bagi adanya perubahan perilaku
dan penerapan materi pelatihan
3. Evaluasi dilakukan sebelum dan 6 bulan sesudah program
4. Lakukan survei atau interview kepada supervisor langsung
atau bawahan peserta pelatihan
5. Ulangi evaluasi pada waktu yang tepat
Tingkat 4 – Business Impact

• Menunjukkan sejauh mana


program pelatihan
memberikan dampak bagi :
• Produktifitas
Level 4 – • Kualitas
Business • Waktu Respon terhadap
Impact Keluhan
• Kontrol Beaya
• Kepuasan Pegawai
• Kepuasan Customer
• Lainnya
Contoh : Mengukur Hasil Pelatihan

Program : 200.00

Pelatihan TQM

Hasil setelah 6 150.00


120 unit
bulan pelatihan,
jumlah
100.00
80 unit
kerusakan turun
menjadi 80
unit/hari
50.00

0.00

Sebelum Pelatihan Setelah pelatihan


Contoh : Mengukur Hasil Pelatihan

Program : 50.00

Pelatihan
Penjualan
40.00

Hasil setelah 6 30 unit


bulan pelatihan, 30.00

jumlah penjualan 20 unit


dari setiap 20.00

salesman
meningkat menjadi 10.00
30 unit/bulan.

0.00

Sebelum pelatihan Setelah pelatihan


ROTI
"(Return On Training Investment) adalah m e r up a k a n L E VE L 5
yang d i k e m b a ng k a n oleh Ja c k Phi l l i p s yang m e r up a k a n
pengukuran seberapa banyak keuntungan perusahaan dari
investasinya dalam pelatihan. Ini adalah pengukuran k e ua ng a n
yang melihat ma n f a a t dan hasil bisnis dari adanya program
pelatihan.
Keuntungan dari ROI Pelatihan

• Mengukur kontribusi

• Mengatur prioritas

• Fokus pada hasil

• Mengubah persepsi manajemen tentang


makna pelatihan
Rumus Hitung ROTI

X100%
Hitung Benefit Hitung Cost
SEMUA D A M P A K YANG MUNCUL P A S C A TRAINING SEMUA BIAYA-BIAYA YANG DIKELUARKAN :
YANG DAPAT DIKONVERSI MENJADI NILAI UANG
(contoh):
1. MATERIAL TRAINING (MODUL, TRAINER, dll)
1. A N G K A PENJUALAN 2. BIAYA KEGIATAN (AKOMODASI, KONSUMSI, dll)
Peningkatan penjualan sebesar Rp 150juta 3. WAKTU KERJA
2. PRODUKTIVITAS 4. TRANSPORTASI
Peningkatan hasil produksi sebesar Rp 100juta
3. EFISIENSI
Penghematan b a h a n baku sebesar Rp 25 juta
Bikin ROTI hanya untuk program training yang:

[Link]
[Link]
[Link] besar Manajemen

Tidak perlu bikin ROTI untuk program training yang:


[Link] Soft
[Link]
[Link] Pemerintah

Anda mungkin juga menyukai