“ BASIC MACHINE ELEMENT ”
ELEMEN DASAR MESIN
[Link]
Learning & Development Dept.
“DAFTAR ISI”
KATA PENGANTAR
BAB I. MECHANICAL ELEMENT
A. FASTENER
B. BEARING
C. SEALS
D. BELTS
2 Learning & Development Dept.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat tersusun buku “BASIC
MACHINE ELEMENTS “ / ”ELEMEN DASAR MESIN”. Buku ini disusun untuk melengkapi bahan
pelatihan.
Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan
lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik di bidang Alat-alat Berat.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna,
maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para
pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk
pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga terselesaikannya buku ini.
Jakarta, 20 Maret 2019
Penyusun
Mechanic Development
BASIC MACHINE ELEMENTS
3 Learning & Development Dept.
A. FASTENERS.
Fastener, pengikat atau pengencang digunakan untuk menggabungkan beberapa parts atau
komponen menjadi suatu komponen assembling. Fastener dipergunakan karena komponen
assembling tidak mungkin dibuat utuh dari satu bagian, sehingga dibuat dari beberapa parts atau
komponen untuk mempermudah manufacturing pemasangan, perawatan dan perbaikan. Bab ini
membabas beberapa jenis fasteners yang sering dipergunakan pada alat berat.
1. Bolt
Bolt adalah fastener yang digunakan sebagai pengikat berpasangan dengan nut. Bentuk lain bolt
adalah cap screw. Disebut cap screw apabila dalam pemakaian sebagai fasteners berpasangan
terhadap lubang ulir. Dengan demikian bolt dan cap screw dibedakan berdasarkan aplikasi
pemakaiannya sebagai fastener. Berbagai macam bolt dan cap screw ditunjukan pada gbr
berikut:
Gbr. 1. Macam - macam Bentuk bolt
BASIC MACHINE ELEMENTS
4 Learning & Development Dept.
1. Macam-Macam Bolt (Baut)
BASIC MACHINE ELEMENTS
5 Learning & Development Dept.
a. Spesifikasi bolt .
Bentuk bolt terdiri atas Head body dan threat. Ukuran head berdasarkan jarak bidang
rata pada bagian Head. Ukuran head bolt menentukan beberapa ukuran kunci atau
socket yang dipergunakan. Ukuran bolt ditentukan oleh diameter puncak threat,
sedangkan panjang bolt diukur dan bagian bawah head ke bagian ujung thread ( bolt ).
Beberapa bentuk bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda
menunjukkan penunjukkan ukuran bolt.
Gbr. 2. Dimensi Bolt
BASIC MACHINE ELEMENTS
6 Learning & Development Dept.
Ukuran bolt ditentukan juga oleh ukuran thread. Berdasakan standarisasi Unifled Screw Thread
Standard, thread diukur dengan menghitung jumlah puncak ulir setiap inchi. Berdasarkan Unifield
screw Thread standard tersebut dinyatakan ukuran bolt dengan notasi seperti berikut :
Thread dibedakan atas coarse thread ( kasar ) dan fine thread ( halus ) yang ditandai dengan notasi
UNC untuk coarse thread dan UNF untuk fine thread. Coarse thread memiliki alur yang lebih dalam
dan aplikasinya banyak digunakan. Fine thread memiliki alur thread kecil aplikasinya pada
permukaan tertentu, misal untuk pengikat parts yang tipis. Pada Standarisasi Metric, ukuran ulir
ditemukan dengan ukuran jarak antara puncak ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk
menyatakan ukuran ulir metric adalah sebagai berikut :
BASIC MACHINE ELEMENTS
7 Learning & Development Dept.
b. Tingkat ( Grade ) kekuatan bolt
Society of Automotive Engineers (SAE) menerbitkan standarisasi mrtuk
mengklasifikasikan united ( inch-series ) bolt can capscrew pada beberapa grade
berdasar material, treatment dan tensiIe strength ( kekuatan tariknya ).Klasifikasi
grade ditunjukan dengan tanda pada permukaan atas head bolt Tabel berikut
menunjukan spesifikasi dan tanda bolt berdasarkan standarisasi SAE.
( BOLT / BAUT HARUS SESUAI GRADENYA, TIDAK BOLEH DIGANTI SECARA ASAL)
BASIC MACHINE ELEMENTS
8 Learning & Development Dept.
1. BOLT GRADES
BASIC MACHINE ELEMENTS
9 Learning & Development Dept.
Standarisasi Klasifikasi Grade bolt metric ditetapkan oleh International Standardization of
Organization (ISO). Klasifgikasi berdasarkan atas kekuatan tensile dan yield. Tanda angka pada
permukaan atas bolt menandakan klasifikasi kekuatannnya. Semua bolt dan capscrew berdiameter
diatas 4-mm memiliki tanda angka pada permukaan atas head bolt. Tabel berikut menunjukkan
klasifikasi dan tanda yang digunakan pada bolt metric.
2. Nuts
Nuts merupakan fastener aplikasi pemakaian sebgaai pengikat berpasangan dengan bolt. Nut
berbentuk segi enam (Hexagon) atau segi empat dengan lubang berulir kasar atau halus pada
bagian tengahnya sesuai dengan bolt pasangannya. American Society For Testing Material (ASTM)
dan SAE memberikan standarisasi untuk kelas kekuatan nuts. Metric nuts yang biasa digunakan di
USA klasifikasikan menjadi 5,9 dan 10. Angka ini ditujukan kekuatan tarik (tensile stregth) tertinggi
dari screw atau bolt yang harus digunakan untuk mencegah kerusakan. Nut memiliki tiga dimensi
penting yaitu ketebalan lebar ( ukuran kunci ) dan diameter dalam. Gambar berikut menunjukkan
berbagai jenis bentuk nuts.
BASIC MACHINE ELEMENTS
10 Learning & Development Dept.
Gbr. 3. Bentuk - bentuk nuts
3. Washer.
Washer merupakan cincin penutup yang dipergunakan antara bolt ataupun terhadap parts atau
component yang diikat. Berdasarkan fungsinya washer terdapat dalam beberapa bentuk.
a. Flat (plain) washer, mendistribusikan beban pengikat dengan permukaan yang lebih luas
dibanding bolt atau nut, juga mencegah permukaan part yang diikat.
b. Split lock (spring) washer digunakan untuk menjamin agar bolt atau nut kencang ( tidak mudah
kendor ) pada parts atau component yang menerima getaran atau vibrasi.
c. Tooth lock washer digunakan untuk menjamin agar bolt atau nut tidak mudah kendor akibat
getaran atau vibrasi. Aplikasi penggunaannya mirip dengan washer spring. Tooth lock washer
ini banyak digunakan pada pemasangan nut pada terminal kabel.
Gambar berikut ini menunjukkan berbagai macam jenis washer :
Gbr. 4. Berbagai macam jenis washer.
BASIC MACHINE ELEMENTS
11 Learning & Development Dept.
1. NUTS (MUR)
BASIC MACHINE ELEMENTS
12 Learning & Development Dept.
4. Screw.
Screw merupakan salah satu jenis fastener bentuknya hampir sama dengan bolt, tetapi memiliki
ukuran kecil. Sebagai pengencang screw berpasangan dengan nut atau lubang tread. Driver yang
digunakan sebagai pengencang berupa screw driver,
Gbr. 5. Macam – macam screw.
5. Studs.
Studs merupakan salah satu jenis fastener berupa steel rod yang memiliki ulir atau thread pada
kedua bagian ujungnya. Salah satu thread dikencangkan pada parts atau komponen, sedangkan
salah satu ujungnya mengikat part dengan menggunakan nut. Gambar berikut menunjukkan
bentuk stud dan pemasangannya sebagai pengikat.
Gbr. [Link] bolt
BASIC MACHINE ELEMENTS
13 Learning & Development Dept.
SCREW & STUDS
BASIC MACHINE ELEMENTS
14 Learning & Development Dept.
6. Pins.
Secara umum pin digunakan sebagai fastener pada bagian part atau komponen yang saling bergerak
selain itu pin juga digunakan sebagai lock, sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan.
Berbagai bentuk pin ditunjukkan pada gambar berikut :
Cotter pin dowel pin qiuck lock pin tapper pin clevis pin spring pin spring locking pin grooved pin
Gbr. [Link]-macam pins
Fungsi masing – masing pin :
a. Cotter pin berfungsi sebagai lock pada clevis pin, stopped nut dan caste nut.
b. Dowel pin berfungsi sebagai pelurus ( alignment ) terhadap komponen yang diikat.
c. Clevis pin digunakan sebagai pin engsel untuk u yoke pada linkage dalam pemasangan dilengkapi
cotter pin sebagai lock.
d. Spring pin berfungsi sebagai pengikat yang bersifat self locked pin, spring pin berbentuk cylinder
spring yang berukuran oversize terhadap lubang pin sehingga pada saat dipasang terhadap gaya
tekan dari spring pin terhadap lubang.
e. Quick lock pin digunakan sebagai lock terhadap pin dengan kemudahan untuk membuka atau
melepas pin.
f. Tapper pin digunakan sebagai lock terhadap dua komponen yang dipasang tetap.
g. Grooved pin digunakan sebagai fastener seperti spring pin.
h. Spring lock pin merupakan fastener digunakan berpasangan dengan clevis pin mempermudah
melepas dan memasang bagian yang saling berhubungan.
BASIC MACHINE ELEMENTS
15 Learning & Development Dept.
PINS
BASIC MACHINE ELEMENTS
16 Learning & Development Dept.
[Link] ring.
Snap ring merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (
retainer ), contoh menempatkan dan menahan posisi shaft pada hole. Macam – macam bentuk snap
ring ditunjukkan pada gambar berikut :
External hole type External “E” type Wire type Internal hole type
Gbr. 8. Snap ring.
[Link].
Clamp yang digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam, clamp digunakan
sebagai pengikat agar tidak terjadi kebocoran cairan atau udara, clamp ini disebut hose clamp.
Bentuk clamp lain yang digunakan adalah wire rope clamp yang digunakan sebagai clamp untuk
penyambungan wire rope. Gambar berikut menunjukkkan berbagai jenis clamp.
Gbr. 9. Clamps.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 17
SNAP RING & CLAMPS
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 18
9. Key.
Key atau pasak digunakan sebgai lock antara roda sisi atau pulley terhadap shaft. Trehadap dua
jenis key yaitu rectangular atau square key dan woodruff key seperti ditunjukkan pada gambar
dibawah ini :
Gbr. 14. Keys.
B. BEARING.
Bearing berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat
bagian yang saling berputar. Macam – macam type bearing dibedakan menjadi dua type :
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 19
1. Plain Bearing.
Plain bearing mengurangi gesekan dengan adanya sliding contact antara permukaan yang
saling bergesekan plain bearing disebut juga dengan bushing atau bearing. Antara bearing dan
bushing memiliki pengertian sinonim sehingga untuk segala jenis bisa disebut bearing. Secara
umum bisa dibedakan berdasar kriteria berikut ini
Plain bearing disebut bushing bila :
a. Berbentuk sleeve satu lingkaran penuh dengan pemasangan di press terhadap lubang.
b. Memungkinkan proses finishing pada bagian dalam dari bushing untuk mendapatkan suaian
yang tepat.
c. Digunakan untuk putaran lambat dengan tingkat beban ringan sampai berat atau putaran
sedang dengan beban ringan
Plain bearing disebut split bearing bila :
a. Berbentuk sleeve setengah lingkaran sehingga untuk mendukung dibutuhkan satu pasang
terdiri dari 2 ( dua ) buah sleeve setengah lingkaran.
b. Digunakan untuk putaran tinggi.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 20
PLAIN BEARINGS
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 21
Gbr. 15. Bushing.
2. Material Plain Bearing.
Plain bearing terbuat dari berbagai macam material tergantung pada kecepatan putaran
shaft, beban yang didukung dan type pelumasan yang digunakan plain bearing terbuat dari
material kayu, karet, plastik, besi tuang, tembaga, kuningan, perunggu dan babied.
Berdasarkan lubrikasinya plain bearing digolongkan pada type pelumasan kering (dryfriction ),
pelumas terbatas dan pelumas penuh.
a. Pelumas kering : Tidak terdapat lubrikasi antara permukaan yang saling bersinggungan.
b. Pelumas terbatas : Pelumas derngan kondisi lapisan film tipis antara bagian yang saling
bergesekan.
c. Pelumas penuh :Keseluruhan permukaan yang bersinggung dipisahkan oleh lapisan.
Gbr. 16. Type pelumasan.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 22
3. Anti Friction Bearing.
Anti friction bearing memiliki dua jenis bentuk dasar bearing yaitu :
a. Ball Bearing.
b. Roller Bearing.
Gbr. 17. Bentuk dasar anti friction bearing.
Anti friction bearing terbuat dari baja yang dikeraskan (hardened steel). Bagian – bagian utama anti
friction bearing adalah :
a. Race adalah cincin bagian dalam (inner races) dan cincin bagian luar (outer races) sebagai tempat
dudukan elemen gelinding.
b. Ball, rollers atau needle adalah element gelinding untuk mengurangi gesekan.
c. Separator atau cages adalah pengartur jarak antar element gelinding.
Gbr. 18. Basic parts of anti friction bearings.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 23
Single row deep groove
Maximum capacity
Single row angular
Duplex angular contact
Radial ball bearings
Double row angular contact
Four point contact
Self aligning
BALL BEARINGS
Single direction thrust with flat back face
Single direction thrust with sealing rings
Thrust ball bearings Double direction thrust with flat back face
Double direction thrust with sealing rings
Double direction angular contact thrust
BEARINGS Single row cylindrical
Double row cylindrical
Needle
Radial roller bearings
Single row tapered
Double tapered
ROLLER BEARINGS Spherical
Cylindrical
Needle
Thrust roller bearings
Tapered
Spherical
Learning & Development Dept. 24
Radial ball bearings
Single row deep groove Maximum capacity Single row angular Duplex angular contact Double row angular contact Four point contact Self aligning
Thrust ball bearings
Single direction thrust with flat back face Single direction thrust with sealing rings Double direction thrust with flat back face Double direction thrust with sealing rings Double direction angular contact thrust
Radial roller bearings
Single row cylindrical Double row cylindrical Needle Single row tapered Double row tapered Spherical
Thrust roller bearings
Cylindrical Needle Tapered Spherical
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 25
Roller bearing hanya memiliki dua macam race yaitu split race dan continuos race bearing. Ball
bearing bearing race:
Gbr. 19 Bentuk – bentuk ball bearing race.
Berdasarkan beban yang diterima ball bearing dibedakan atas 4 macam:
a. Radial Load bearing
b. Radial and axial Load bearing
c. Self Aligning radial Load
d. Axial Load bearing
Gbr. 20 Type –Type load Ball Bearing.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 26
Roller bearing untuk menumpu beban yang lebih besar dibanding ball bearing jenis dasar roller
bearing digolongkan :
[Link] Load, straight roller bearing.
b. Radial and Axial Load, tapered roller.
c. Self aligning, radial and axial load
d Self aligning, radial and axial concave roller bearing.
e. Axial load
Gbr. 21. Type –Type load roller bearing.
Gbr. 21. Type load bearing.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 27
C. SEALS.
Seal digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap
kebocoran cairan udara, debu dan menjaga tekanan terhadap dua jenis dasar bentuk seals yaitu :
1. Dynamic Seals.
Digunakan sebagai perapat pada parts yang bergerak, contoh :
~ Radial lip seal
~ Clearance seal
~ Ring seal
~ Face seal
~ Compression packing
~ Molded packing
~ Diaphragm seal
2. Static Seals.
Digunakan sebagai perapat pada parts statis
( fixed parts ), contoh :
~ Static o - ring
~ Metallic gasket
~ Non Metallic gasket
~ Sealant
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 28
a. Radial lip seal ( Oil seal ).
Radial lip seal digunakan sebagai penyekat untuk menahan pelumas pada sistem yang memiliki shaft
berputar. Radial lip seal ini bisa disebut juga oil seal. Penyekatan atau perapatan ( sealing )
berdasarkan perbedaan ukuran antara elemen seal yang flexible terhadap ukuran shaft. Interferensi
diameter dalam seal dan diameter luar shaft merupakan dasar prinsip sealing, juga ditambahkan
tekanan spring dibelakang lip seal. Antara lip seal dengan shaft harus terdapat lapisan film sebagai
perapat dan pelumas. Bila lapisan film terlalu tebal, cairan akan bocor tetapi bila terlalu tipis akan
timbulnya gesekan dan keausan pada lip seal. Tebal tipisnya lapisan film dipengaruhi oleh tekanan lip
seal. Gambar berikut menunjukkan bentuk dasar lip seal atau oil seal.
Gbr. 28. Struktur dasar oil seal.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 29
Oil Seal dibedakan berdasarkan bentuk lip seal gambar berikut menunjukkan bentuk oil seal.
Gbr. 29. Oil seal.
Single lip
Lip tidak menggunakan spring loaded. Untuk sealing cairan kental seperti grease pada shaft
kecepatan lambat.
Single lip spring loaded
Spring loaded membantu kerapatan seal, digunakan untuk sealing cairan dengan viskositas yang
rendah pada shaft kecepatan putar tinggi, pada daerah yang tidak berdebu.
Double lip
Lip seal menghadap berlawanan arah dan memiliki spring loaded pada kedua sisi atau salah satu
sisi saja. Seal ini digunakan sebagai sealing terhadap cairan lip yang dilengkapi spring loaded,
sedangkan sisi lip yang lain melakukan sealing terhadap debu atau partikel.
Dual lip
Lip seal menghadap berlawanan arah dan memiliki spring loaded pada kedua sisinya. Digunakan
sebagai sealing terhadap pelumas kental pada salah satu sisi dan sebagai sealing terhadap cairan
pada sisi yang lain.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 30
SEALS
FLOATING SEAL
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 31
Pemasangan oil seal
Penanganan dan pemasangan oil seal perlu diperhatikan utuk mencegah kerusakan dini atau
kebocoran oli akibatnya rusaknya lip seal. Lip mudah – mudahan sobek dan rusak. Sebelum dipasang
seal harap disimpan secara aman, jauh dari panas dan debu.
[Link].
Packing dibedakan atau digolongkan menjadi dua tipe yaitu compression packing dan molded
packing. Compression packing membentuk seal ketika packing tersebut dipasang dan tertekan antara
alur poros dan housing. Gaya tekan akan mengakibatkan packing mengembang sealing terhadap alur
dan poros maupun housing, terdapat tiga jenis compressioon packing yaitu : fabric ( serat ) metalic
dan plastic. Gambar berikut menunjukkan bentuk compression packing.
SOFT CORE BRAIDED CORE DIAGONAL LAMINATED METAL CORE BRAIDED CORE
Gbr. 30. Compression packing.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 32
Molded packing merupakan dynamic seals terdiri dari dua tipe yaitu lip type dan squeeze type. Jenis –
jenis lip type yaitu flange, cup, u-cup, u-ring dan v-ring. Jenis squeeze type adalah o-ring dalam berbagai
bentuk. Lip type packing melakukan sealing karena adanya gaya tekan fluida atau udara yang
menyebabkan lip mengembang.
Gbr. 31. u-cup packing.
c. O-ring.
O-ring berfungsi sebagai seal akibat tertekan ( squeezed ) akibat proses pemasangan dan proses sealing
terjadi akibat tekanan cairan menekan o-ring. Static o-ring memberikan sealing terhadap komponen static
( tidak ) bergerak untuk mencegah kebocoran fluida atau [Link] o-ring digunakan sebagai sealing
terhadap fluida pada bagian komponen yang saling bergerak. Terdapat tiga penggunaan dynamic o-ring
yaitu :
~ Reciprocating, bila digunakan sebagai seal piston ring atau sealing pada sekitar piston rod.
~ Oscilating, bila seal berputar bolak – balik pada derajat yang terbatas atau seal berputar beberapa
kali putaran pada saat proses sealing.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 33
~ Rotating, apabila o-ring memberikan sealing terhadap shaft yang berputar pada dynamic
dalam o-ring.
Gambar berikut menunjukkan berbagai macam pemasangan o-ring:
INCORRECT CORRECT INCORRECT CORRECT
Gbr.32. O-ring squeeze Gbr.33. O-ring rolling action
d. Gasket.
Gasket merupakan static, mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang kontaknya
terhadap komponen yang dirakit. Faktor utama dalam penggunaan gasket adalah seal material
dapat menyesuaikan bentuk ( conform ) terhadapa ketidak sempurnaan kontak antara bidang
permukaan bentuk gasket terhadap perrmukaan kontak.
Gbr.34. Gasket to flange.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 34
O-RING
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 35
Pada pemasangan gasket sebagai penyekat perlku diperhatikan besarnya tekanan pada saat
pemsaangan. Semakin kuat tekanan diberikan pada gasket tidak berarti akan menghasilkan
kemampuan sealing yang semakin [Link] minimum yang diperlukan gasket tergantung :
~ Jenis material gasket. ~ Width / Thickness ratio.
~ Tekanan dalam ( internal pressure )
~ Fluida yang di sealing
Jenis material gasket:
Kemampuan sealing minimum tergantung pda tingkatan jenis material gasket yang umum
digunakan sebagai gasket asbestos cork, rubber, plastic sand paper atau campuran dari beberapa
material tersebut.
~ Internal pressure
Internal pressure cenderung menekan fluida keluar melalui seal assembly. Hal penting untuk
menentukan beberapa besar tekanan flange diperlukan untuk menekan seal.
~ Sealed fluida.
Viskositas fluida yang terdapat pada tempat dimana gasket berfungsi sebagai penyekat
menentukan tekanan yang diperlukan untuk mengencangkan gasket.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 36
CYLINDER HEAD GASKET SET
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 37
D. BELTS
Belt memindahkan power melalui kontak antara belt dengan pulley penggerak dan pulley yang
digerakkan. Belt digerakkan oleh gaya gesek penggerak, kemampuan bolt untuk memindahkan
tenaga tergantung pada :
~ Tegangan belt terhadap pulley.
~ Gesekan antara belt dan pulley.
~ Sudut kontak antara belt dan pulley.
~ Kecepatan belt.
Terdapat tujuh macam bentuk belt yang umum dipergunakan :
~ Round belt
~ V-ribbed belt
~ Flat belt
~ Timing belt
~ V-belt
~ Linked V -belt
~ Banded V -belt
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 38
Gambar berikut menununjukkan berbagai macam type belt :
ROUND BELT FLAT BELT V-BELT BANDED V-BELT LINKED V-BELT TIMING BELT V-RIBBED BELT
Gbr. 35. Belts
1. Round Belt
Round belts terbuat dari solid rubber dengan cord. Belt ini hanya digunakan untuk beban ringan
seperti untuk sewing machine projector films.
2. Flat Belt
Penggunaan flat belts semakin berkurang dengan dipergunakan v-belts pada sistem pemindahan
tangan. Flat belts terbuat dari leather ruberized fabric dan cord. Flat belts semakin tidak
dipergunakan karena membutuhkan pulley yang lebih besar, tempat yang lebih luas dan kurang
flexible. Flat belts juga dipergunakana sebagai pemindahan tenaga high power untuk mesin
penggerak yang terpisah dengan mesin yang dipergerakkan. Contoh : sawmils.
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 39
V-BELTS
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 40
V-BELTS
BASIC MACHINE ELEMENTS
Learning & Development Dept. 41