REPORT TEXT
A. Pengertian Report Text
Report text is a text that presents information about something in general based on
research. Dalam bahasa Indonesia, report text adalah teks yang berisikan informasi
mengenai sesuatu secara umum berdasarkan suatu penelitian. Report text bisa juga
diartikan sebagai teks laporan. Contoh report text, antara lain artikel-artikel ilmiah yang
ada pada ensiklopedia.
B. Tujuan Report Text
Tujuan utama dari report text adalah untuk menginformasikan tentang suatu objek
berdasarkan fakta, sebagai hasil dari pengamatan atau analisis, atau dalam bahasa
Inggris, the purpose of report text is to inform about certain functions of a
participant.
C. Apa Bedanya Report Text dengan Descriptive Text?
Banyak yang salah mengidentifikasi antara report text dengan descriptive text, nih.
Alasannya karena kedua text ini, punya karakteristik atau ciri-ciri yang hampir mirip.
Makanya, kamu jangan sampai ikutan keliru juga, ya!
Lalu, apa sih yang membedakan antara report text dengan descriptive text? Jika
dilihat dari pengertian dan tujuannya, baik report text maupun descriptive text, sama-
sama digunakan untuk menjelaskan suatu hal, termasuk apa dan bagaimana hal itu bisa
terjadi.
Tapi, descriptive text akan menjelaskan hal secara lebih spesifik,
sementara report text hanya sebatas informasi umum saja.
Misalnya, kalau kamu ingin menjelaskan tentang kucing peliharaan, dalam descriptive
text akan digambarkan mengenai karakteristik rincinya, mulai dari nama, warna bulu,
warna mata, bentuk tubuh, ekor, ras, sifat, makanan dan minuman kesukaan, dan
sebagainya. Sedangkan dalam report text, hanya membahas tentang kucing secara umum
(bukan peliharaan), meliputi gambaranan umumnya saja.
D. Struktur Report Text
Sama seperti teks lainnya, report text juga memiliki struktur tersendiri. Berikut adalah
penjelasan mengenai struktur report text:
1. General Classification
General classification atau klasifikasi umum adalah bagian struktur report text
yang berisi pengelompokan umum dari objek yang dibicarakan. Bagian ini
biasanya berisi informasi dasar dari objek tersebut.
Misalnya, jika report text-nya membahas tentang hewan, pengelompokkan
umumnya dapat meliputi nama ilmiahnya, jenis makanannya, dan hal atau aspek
yang paling dikenal dari objek tersebut.
2. Description
Description atau deskripsi adalah bagian struktur report text yang
berisi penggambaran dari objek yang dibicarakan secara lebih rinci. Misalnya,
fisik dan fungsinya, habitat, dan lama masa hidupnya. Contoh
bagian description dalam sebuah report text:
It can grow up to 30 m high. They have a single cylindrical trunk. At the top
of the trunk there are pinnate leaves. They are about 3 to 4 m long and the pinnate 60
to 90 cm long. The fruit is oval and the diameter is about 30 cm long. It has thick
husk and a hard shell. Inside the shell there is white meat and sweet liquid.
E. Kaidah Kebahasaan Report Text
Dalam membuat report text, ada beberapa kaidah kebahasaan yang perlu kamu
perhatikan, di antaranya:
1. Simple Present Tense
Report text akan menggunakan Simple Present Tense, atau keadaan yang
terjadi di masa sekarang. Cirinya, terdapat kata-kata seperti often, usually, always,
today, dan sebagainya.
2. General Nouns
Report text akan menjelaskan informasi secara umum berdasarkan fakta. Oleh
karena itu, noun yang digunakan juga bentuknya general. Contohnya, lion, cat, dog,
dan sebagainya.
3. Linking Verb
Linking verb adalah kata kerja yang berfungsi untuk menghubungkan kata-
kata lainnya. Contohnya, is, are, am, dan sebagainya.
4. Technical Terms
Dalam report text juga sering menggunakan istilah yang berkaitan dengan
topik yang dibahas. Misalnya, ketika kamu membuat report text tentang hewan, maka
dalam text tersebut harus terdapat istilah mengenai hewan tersebut.
F. Contoh Report Text
Cats
General classification
Cats are one of the members of Felidae, an animal family that consists of lions, tigers,
bobcats, and cats. They are also called domestic cats or house cats, and their latin name
is Felis catus. The domesticated cats have been human companions for around 9,500 years.
Nowadays, they are very popular. Many people keep them as pets,
Description
On average, the weight of domestic cats ranges from 2.7 to 4.5 kg. The average
lengths are 71.1 cm for male cats and 50.8 cm for female cats. In addition, cats maintain their
energy by sleeping a lot. They can sleep for 12 to 16 hours a day.
Cats possess sharp claws on their feet that they use to catch their prey, fight, and
climb. Despite having a sensitive vision, they cannot see very dark surroundings very well.
However, they have a good balance. They are able to quickly pick themselves up when they
fall. One of the unique characteristics of cats is they walk on their toes. Moreover, cats like to
keep themselves clean by licking their body,
PROCEDURE TEXT
A. Definisi Teks Prosedur (Procedure Text)
Procedure text is a type of text that provides instructions or directions on how to
perform a specific task. Atau dalam bahasa Indonesia, teks prosedur dapat diartikan
sebagai jenis teks yang menginformasikan tentang bagaimana cara melakukan,
membuat sesuatu, menyelesaikan suatu pekerjaan atau kegiatan secara bertahap.
B. Purpose of the Text
Pada dasarnya tujuan dari teks prosedur adalah untuk menjelaskan bagaimana
membuat, melakukan atau mengoperasikan sesuatu dengan langkah demi langkah
atau instruksi yang jelas dan berurutan. Procedure text atau prosedur teks dalam
bahasa Inggris biasanya memiliki judul teks yang diawali dengan “How to..”, “How to
operate..”, dan “How to make”.
C. Jenis-Jenis Procedure Text
Terdapat juga beberapa jenis umum prosedur teks dalam bahasa Inggris, di antaranya
adalah sebagai berikut:
1. Directions atau Petunjuk arah
Ini jenis teks prosedur yang membahas petunjuk arah. Di dalamnya terdapat
nama jalan, nama lokasi, dan tentu saja menggunakan bahasa yang formal. Ditambah
dengan adanya denah juga arah mata angin, akan dapat membuat para pembaca
mudah memahami petunjuk yang diberikan.
2. Instructions atau instruksi
Teks ini memberikan instruksi terhadap pertanyaan umum, seperti “How to
cut your own hair”, “How to take care of a cat” dan sebagainya. Biasanya dalam jenis
teks ini terdapat bahasa sederhana yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan para
pembaca tentang langkah-langkah melakukan sesuatu. Juga tersedia diagram apabila
penjelasannya terdapat proses yang rumit.
3. Recipes atau resep
Jenis procedure text ini biasanya merupakan resep makanan atau minuman,
merupakan adalah salah satu teks prosedur yang paling umum. Kita sering
menemukannya di buku resep makanan, atau di internet. Di teks ini akan tersedia
petunjuk yang detail, seperti alat dan bahan apa saja yang kita butuhkan, hingga cara
memasak secara berurutan dan metode khusus yang disampaikan agar hasil masakan
sesuai dengan ekspektasi pembaca.
4. Rules for games atau Peraturan permainan
Jenis teks prosedur ini akan ditemukan di produk khusus, yaitu produk
mainan. Pembuat permainan ini akan menulis peraturan yang disesuaikan dengan
kemampuan memahami pembaca. Karena ada saja beberapa permainan yang cukup
rumit untuk dipahami oleh beberapa orang.
5. Manuals atau buku manual
Jika kita sudah membeli gadget, membeli lemari rakitan sendiri, kita akan
mendapatkan buku yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana kita
mengoperasikan produk-produk tersebut. Penjelasan yang ada dalam teks ini akan
spesifik, guna kita yang sudah membeli produknya tidak salah dalam menggunakan
atau salah dalam mengoperasikan.
6. Agenda
Sedikit berbeda dari teks prosedur pada umumnya, agenda akan menyebutkan
tahap dalam melakukan kegiatan yang akan kita lakukan, kapan kita melaksanakan
atau melakukan kegiatan, di mana pelaksanaan aktivitas atau kegiatan, juga siapa
pihak yang bertanggung jawab. Biasanya akan kita temui di surat kegiatan yang
dibuat oleh sekolah, atau ketika sedang menghadiri sebuah acara.
D. Struktur Teks Prosedur (Procedure Text)
1. Aim/Goal atau Tujuan
Di dalam teks prosedur bahasa Inggris, terdapat bagian aim/goal yang berarti
tujuan pelaksanaan dari apa yang akan disampaikan dalam teks. Biasanya, tujuan
yang ada pada teks merupakan judul dari teks tersebut. Misalnya: “How to Cook
Nasi Goreng”
2. Ingredients/Materials atau Alat/Bahan
Setelah tujuan, akan ada bagian ingredients/materials yang berarti alat/bahan
yang akan diperlukan dalam membuat sesuatu yang ada dalam teks prosedur dalam
bahasa Inggris tersebut.
3. Steps/Methods atau Langkah-langkah
Bagian steps/methods adalah bagian yang berisi langkah-langkah yang harus
kita lakukan untuk membuat sesuatu sesuai teks prosedur. Pada bagian ini, langkah-
langkahnya akan ditulis secara spesifik dan berurutan. Agar membantu pembaca
dapat mengikuti instruksi dengan baik. Contohnya:
E. Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Prosedur (Procedure Text)
Berikut adalah kaidah kebahasaan yang umum digunakan dalam procedure text atau teks
prosedur dalam bahasa Inggris:
1. Menggunakan simple present tense
Procedure text menggunakan simple present tense untuk menggambarkan
keadaan di saat yang bersamaan dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Contoh
dari simple present pada teks prosedur adalah sebagai berikut:
2. Menggunakan imperative sentence atau kalimat perintah
Karena mayoritas isi teks ini merupakan instruksi, maka akan ditemukan imperative
sentence yang dalam kalimatnya diawali oleh verb atau kata kerja.
Lihat contoh procedure text berikut ini:
3. Menggunakan connectives atau kata penghubung
Langkah-langkah atau instruksi yang ada pada teks prosedur dalam bahasa
Inggris disusun secara berurutan, sehingga dari langkah satu ke langkah selanjutnya
menggunakan connectives atau kata hubung, seperti first, then, next, after that,
finally, until, etc.
4. Menggunakan adverb of manner atau kata keterangan cara
Terakhir, selain menggunakan kata hubung dan kalimat perintah, di dalam teks
prosedur akan ada adverb of manner atau kata keterangan cara untuk
memperjelas instruksi agar dapat memberikan hasil yang diharapkan oleh
orang yang mengikuti beberapa langkah saja. Misalnya: evenly, finely, smoothly, etc.
Also adverb of time, such as for 5 minutes, etc.
F. Ciri-ciri Teks Prosedur (Procedure Text)
Teks prosedur atau Procedure text memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Memiliki tujuan teks sebagai judul.
2. Secara umum langkah-langkahnya atau metode berbentuk poin atau diberi nomor
untuk menunjukkan instruksi yang berurutan.
3. Instruksi disusun secara sistematis, dan detail. Selain perintah, terkadang ada larangan
dan syarat sebagai tambahan instruksi.
4. Informasi yang disajikan bersifat objektif.
ANNOUNCEMENT TEXT
Announcement atau pengumuman adalah pernyataan yang berisikan informasi tentang
peristiwa atau event yang akan terjadi untuk diketahui masyarakat
umum. Announcement dibuat dengan tujuan untuk mengumumkan suatu informasi penting
yang harus diketahui oleh orang banyak.
A. Jenis-Jenis Announcement
Jenis-jenis announcement antara lain yaitu:
1. Public service announcements
2. High school graduation announcements
3. Job announcements
4. Promotion announcements
5. Marriage and wedding announcements
B. Struktur Announcement
Teks announcement terdiri atas tiga bagian, yaitu Opening, Content, dan Closing.
Kamu bisa lihat infografik berikut untuk mengetahui contoh announcement beserta
strukturnya. Check it out!
1. Opening
Opening merupakan bagian pembuka pada teks announcement.
Bagian opening berisi judul serta tujuan dibuatnya pengumuman tersebut
atau garis besar informasi yang akan disampaikan dalam pengumuman tersebut.
2. Content
Selanjutnya, yaitu bagian content. Content merupakan bagian isi pada
teks announcement. Bagian content berisi informasi lengkap mengenai hal yang
ingin disampaikan kepada khalayak umum melalui pengumuman tersebut. Misalnya
mau mengumumkan suatu event, berarti bagian content-nya akan berisi
tentang waktu dan tempat pelaksanaan acara, hingga ketentuan lain mengenai
acara, misalnya dresscode yang harus dikenakan atau persyaratan yang harus
dibawa.
3. Closing
Terakhir, yaitu bagian closing. Closing merupakan bagian penutup pada
teks announcement. Bagian closing berisi informasi mengenai contact person yang
bisa dihubungi terkait pengumuman tersebut apabila pembaca butuh informasi lebih
lanjut. Pada bagian ini, kamu bisa juga mencantumkan website atau social
media dari event yang diumumkan.
INVITATION LETTER
Invitation letter adalah surat yang berisi ajakan atau permintaan pada seseorang
ataupun kelompok untuk hadir ke acara tertentu.
Fungsi invitation letter adalah untuk mengundang, memanggil, atau mengajak
seseorang atau suatu instansi untuk dapat mengikuti acara yang akan diselenggarakan.
A. Apa Saja Jenis Invitation Letter?
Ada banyak macam invitation letter yang penting untuk Sobat Pijar ketahui,
yaitu invitation formal atau surat undangan resmi, dan juga invitation informal atau surat
undangan tidak resmi. Penasaran, apa aja sih bedanya? Ini dia ulasannya:
1. Formal Invitation
Definisi dari invitation letter formal, yaitu surat undangan resmi yang ditulis
untuk tujuan tertentu secara profesional. Jadi, sifat surat ini, nih, umumnya ditulis
oleh perwakilan suatu instansi atau lembaga tertentu, dan diperuntukkan buat
perorangan atau instansi lainnya.
2. Informal Invitation
Nah, kebalikan dari surat undangan formal, invitation letter informal ini adalah
surat undangan yang sifatnya gak resmi atau santai. Jadi, jangan heran kalau Sobat
Pijar sering baca surat undangan jenis ini lewat pesan singkat, ya.
B. Bagaimana Struktur Invitation Letter?
1. Struktur Formal Invitation
Surat undangan resmi dalam bahasa Inggris ternyata ada strukturnya
sendiri, lho! Sobat Pijar juga wajib mengikuti aturannya karena struktur formal
invitation bersifat strict. Kalau mau tau apa aja, sih, strukturnya, simak ulasannya di
bawah ini, ya.
Pegirim surat: nama dan alamat pengirim surat.
Tanggal dan tempat: tanggal dan tempat surat undangan tersebut ditulis.
Penerima surat: nama dan alamat penerima surat.
Salam: sapaan kepada penerima, seperti “Dear Mr/ Mrs”.
Pendahuluan: penjelasan singkat tentang tujuan surat undangan yang dibuat dan
menyatakan acara yang akan diselenggarakan.
Isi surat: informasi detail tentang acara tersebut, bisa berupa tanggal, lokasi,
waktu kedatangan acara, ataupun instruksi khusus lainnya.
Penutup: Pada formal invitation letter, penutup harus ditulis dengan profesional
dan sopan.
Sign: Bubuhkan tanda tangan yang dilengkapi dengan nama lengkap pengirim
atau cap lembaga.
2. Struktur Informal Invitation
Walaupun sifatnya lebih santai, namun Sobat Pijar juga perlu mencantumkan
informasi penting terkait acara yang ingin diselenggarakan tersebut. Jadi, dalam
informal invitation letter, setidaknya mencakup beberapa hal berikut ini:
Event name: nama acara yang akan diadakan.
Receiver: penerima surat undangan.
Day and date: hari dan tanggal acara tersebut.
Time: waktu kedatangan, atau kamu juga bisa memberikan estimasi kapan acara
selesai.
Place: tempat diadakannya acara tersebut.
Event sender: pengirim atau penyelenggara acara.
C. Apa Saja Language Feature of Invitation Letter?
1. Language Features of Formal Invitation
Ketika Sobat Pijar ingin membuat invitation letter formal, tentunya ada kaidah
kebahasaan yang harus diikuti. Nah, ini dia beberapa language features pada surat
undangan formal yang harus dipatuhi:
Hindari penggunaan contraction, atau penggabungan satu kata dengan kata lainnya
dalam bahasa Inggris, Misalnya, do not menjadi don’t, atau have not menjadi haven’t.
Jangan menyingkat kata karena terkesan tidak resmi dan tidak profesional.
Jangan menggunakan adverb of degree, atau kata keterangan yang menyatakan
sebuah tingkatan. Misalnya, so atau really.
Hindari mencantumkan informal discourse markers, atau wacana informal,
seperti anyhow, by the way, dan lain-lain.
Sebaiknya tidak menggunakan slang/ bahasa gaul dalam bahasa Inggris, frasa,
atau idiom yang tidak pantas kamu cantumkan di formal invitation letter.
2. Language Features of Informal Invitation
Pada dasarnya pada surat undangan tidak resmi tidak memiliki aturan kebahasaan
yang baku dan ketat. Oleh karena itu, Sobat Pijar cenderung dibebaskan menuliskan
apapun asalkan tetap sopan dan tidak menimbulkan informasi yang ambigu pada
penerima surat.
DESCRIPTIVE TEXT
A. Definition of Descriptive Text (Pengertian Teks Deskripsi)
Descriptive text is a text that describes a particular object in detail. Dalam bahasa
Indonesianya, descriptive text atau teks deskripsi adalah sebuah teks yang
mendeskripsikan objek tertentu secara rinci. Jadi, seperti yang sudah disinggung di awal,
pada teks ini, kamu akan menggambarkan objek secara jelas. Bisa ukurannya, warna,
bentuk, bau, dan lain sebagainya.
B. Purpose of Descriptive Text (Tujuan Teks Deskripsi)
The purpose of descriptive text is to describe an object in detail. Tujuan
dari descriptive text adalah mendeskripsikan atau menggambarkan suatu objek secara
detail (rinci). Objek-objek ini bisa berupa orang, hewan, benda, atau tempat.
C. Structure of Descriptive Text (Struktur Teks Deskripsi)
Setiap teks pasti terdiri dari beberapa bagian yang menyusunnya
ya, guys. Struktur descriptive text terdiri dari dua bagian,
yaitu identification (identifikasi) dan description (deskripsi).
Bagian identification berisi pengenalan objek yang akan dideskripsikan. Contohnya
seperti, ‘objek itu apa?’ atau ‘dari mana objek itu berasal?’. Sedangkan
bagian description berisi penjelasan yang lebih spesifik dari objek yang sedang
dideskripsikan. Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan tentang penampilan maupun
kepribadian objek tersebut.
D. Language Features of Descriptive Text (Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi)
Dalam menulis descriptive text, ada kaidah kebahasaan yang harus kamu
gunakan. Language features of descriptive text terdiri dari tiga, yaitu adjective, Simple
Present Tense, dan adverb of frequency. Ayo kita bahas satu per satu!
1. Adjective
Descriptive text tidak terlepas dari adjective atau kata sifat. Saat
mendeskripsikan suatu objek, kita pasti menggunakan kata sifat, seperti besar, kecil,
tinggi, pendek, pintar, ramah, dan lain sebagainya.
2. Simple Present Tense
Simple Present Tense biasa digunakan untuk menyatakan fakta atau kebenaran
umum, serta kebiasaan. Saat mendeskripsikan suatu objek, kita akan
menggunakan tense jenis ini karena apa yang kita jabarkan dari objek tersebut adalah
fakta.
3. Adverb of Frequency
Adverb of frequency adalah kata keterangan yang berguna untuk
menunjukkan seberapa sering suatu kegiatan dilakukan. Nah, dalam descriptive
text, kita bisa menjelaskan kebiasaan objek menggunakan ini.
RECOUNT TEXT
A. Definition of Recount Text (Pengertian Recount Text)
Dalam bahasa Inggris, recount text is a text which retells events, or experiences in the
past. Artinya, recount text adalah teks yang menceritakan kembali kejadian atau
pengalaman yang terjadi di masa lalu. Nah, kejadian yang diceritakan kembali
dalam recount text bisa berupa pengalaman pribadi, seperti liburan, lomba, atau ulang
tahun.
B. The Purpose of Recount Text (Tujuan Recount Text)
Ada beberapa tujuan recount text, di antaranya:
1. Memberikan Informasi
Recount text dapat bertujuan untuk memberi informasi tentang suatu rangkaian
kejadian atau pengalaman pribadi di masa lalu kepada orang lain.
2. Memotivasi
Recount text juga bisa dijadikan bahan refleksi diri mengenai suatu kejadian atau
peristiwa tertentu. Dengan begitu, penulis bisa sekalian mengabil hikmah positif dan
memotivasi diri apabila ada kejadian yang kurang mengenakkan.
3. Mendokumentasikan Kejadian
Karena recount text ini berisi cerita tentang kejadian dan pengalaman yang pernah
terjadi di masa lalu, maka penulis bisa menjadikannya sebagai media untuk
mendokumentasikan peristiwa yang dianggap penting. Bisa dalam bentuk
buku diary atau jurnal pribadi.
4. Menghibur Pembaca
Seperti layaknya jenis teks yang lain, recount text juga berfungsi untuk menghibur
pembaca. Karena recount text, bisa menceritakan pengalaman yang menyenangkan,
contohnya cerita liburan.
C. Generic Structure of Recount Text (Struktur Recount Text)
Struktur recount text terdiri dari 3 bagian, yaitu Orientation, Series of Event,
dan Reorientation. Kita bahas satu per satu, ya!
1. Orientation
Bagian ini merupakan bagian pembuka teks atau pendahuluan yang berisi latar
belakang dari suatu kejadian, seperti siapa yang terlibat, atau kapan dan di
mana kejadian tersebut terjadi.
2. Series of Events
Bagian ini merupakan bagian isi teks yang berisi serangkaian kejadian
berurutan yang dialami penulis. Misalnya, jika Recount Text tersebut menceritakan
tentang pengalaman lomba, maka bagian Series of Event-nya berisi serangkaian
kejadian yang dialami secara berurutan, mulai dari awal persiapan lomba hingga
lomba berakhir.
3. Reorientation
Bagian ini merupakan penutup teks yang berisi kesimpulan, pesan, kesan, atau
perasaan penulis atas kejadian yang dialami. Misalnya, penulis menceritakan
tentang pengalaman lombanya dan ternyata ia menang juara 1 dalam lomba tersebut,
maka penulis bisa menceritakan bagaimana gembiranya ia ketika tahu bahwa ia
berhasil menang juara 1.
D. Types of Recount Text (Jenis-Jenis Recount Text)
Recount text terbagi menjadi beberapa jenis, nih, di antaranya personal recount text,
factual recount text, dan imaginative recount text. Berikut masing-masing penjelasannya:
1. Personal Recount Text
Personal recount text adalah text yang berisi pengalaman pribadi penulis.
Jenis recount text satu ini merupakan yang paling sering ditemukan dalam
contoh recount text.
2. Factual Recount Text
Factual recount text adalah text yang berisi peristiwa yang benar-benar terjadi
(faktual), misalnya seperti laporan mengenai suatu percobaan ilmiah, laporan forensik,
atau laporan dari kepolisian. Pada factual recount text, tidak terpaku pada kejadian
pribadi ya, tapi bisa juga kejadian yang dialami orang lain.
3. Imaginative Recount Text
Imaginative recount text adalah jenis recount text yang berisi cerita imajinatif yang
dialami seseorang. Cerita imajinatif ini bisa berupa khayalan/imajinasi, atau mimpi.
E. Language Features of Recount Text (Kaidah Kebahasaan Recount Text)
Dalam membuat recount text, kamu perlu memperhatikan beberapa kaidah kebahasaan
atau language features yang ada, salah satunya yakni menggunakan Simple Past Tense.
Nah, selain itu, ada beberapa kaidah kebahasaan recount text yang perlu kamu perhatikan,
di antaranya:
1. Menggunakan Simple Past Tense
Kenapa harus Simple Past Tense? Karena kejadian yang diceritakan adalah kejadian
yang terjadi di masa lampau, jadi kita harus menggunakan tense yang berfungsi
untuk mengungkapkan kejadian yang terjadi di masa lampau yakni Simple Past
Tense.
2. Menggunakan Adverb of Time dan Adverb of Sequence
Selain itu, dalam membuat recount text, kamu juga bisa menggunakan
berbagai adverb atau kata keterangan, seperti kata keterangan waktu (Adverb of
Time) dan kata keterangan urutan (Adverb of Sequence).
Adverb of Time (Keterangan Waktu) digunakan untuk menunjukkan masa
lalu. Contohnya antara lain: Yesterday, Last week, Last month, An hour ago, A year
ago
Sedangkan Adverb of Sequence (Keterangan Urutan) digunakan untuk
menunjukkan urutan terjadinya kejadian. Contohnya antara lain: First, Then, After
that, At last, Finally
NARRATIVE TEXT
A. Definition of Narrative Text (Pengertian Teks Narasi)
What is narrative text? Narrative text is a the type of text that tells a chronological
story in the past tense. Kalo dalam bahasa Indonesia-nya nih, teks narasi adalah suatu
cerita yang dibuat runut dalam kalimat lampau. Narrative text menceritakan cerita
imajinatif ataupun cerita nyata yang dimodifikasi, dan disusun melalui urutan
kejadian yang terjadi di masa lalu.
B. The Purpose of Narrative Text (Tujuan Teks Narasi)
The aim of narrative text is to entertain the readers through the amusing story. Jika
diartikan, tujuan narrative text adalah untuk menghibur para pembaca dengan
ceritanya yang menarik.
C. Types of Narrative Text (Jenis-Jenis Teks Narasi)
Nah, narrative text ini terdiri dari beberapa macam. Jenis-jenis teks narasi di
antaranya ada cerita khayalan (fairytales), misteri (mysteries), cerita seram (forror
stories), sci-fi (science fiction), romansa (romance), dan masih banyak lagi.
D. Generic Structure of Narrative Text (Struktur Teks Narasi)
Ada 4 generic structure of narrative text (struktur teks narasi) yang perlu kamu ketahui
jika ingin menyusun atau membuat sebuah teks narasi (narrative text), yaitu:
1. Orientation
Merupakan bagian pembuka dari sebuah cerita teks narasi. Bagian ini mengenalkan
tokoh dalam cerita (characters) serta latar terjadinya cerita yang meliputi latar
tempat, waktu, suasana, dan keadaan sosial (setting).
2. Complication
Bagian ini berisi permasalahan yang terjadi di dalam sebuah cerita. Secara lebih
detail, complication terbagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu:
Rising action: Masalah mulai muncul
Climax: Puncak permasalahan
Falling action: Tensi permasalahan mulai menurun, dan mulai menemukan titik
penyelesaian.
3. Resolution
Bagian ini berisi penyelesaian atau akhir dari sebuah cerita teks narasi. Sebuah cerita
bisa ditutup dengan akhir yang menyenangkan (happpy ending), akhir yang
menyedihkan (sad ending), atau akhir yang menggantung (cliffhanger).
4. Re-orientation
Bagian terakhir dari struktur teks narasi (narrative text) ini biasanya berisi
kesimpulan, pesan moral (moral value), atau perubahan watak tokoh di akhir
cerita. Reorientation ini sifatnya opsional karena tidak harus selalu ada pada suatu
teks naratif.
E. Language Features of Narrative Text (Kaidah Kebahasaan Teks Narasi)
Kalau kamu ingin membuat contoh narrative text, ada baiknya pahami dulu kaidah
kebahasaannya, ya. Karena, unsur inilah yang menjadi ciri khas narrative text. Lalu, apa
aja sih language features of narrative text, atau kaidah kebahasaan teks narasi itu?
1. Menggunakan Simple Past Tense
Narrative text biasanya menggunakan simple past tense karena akan menceritakan
peristiwa atau kisah yang telah terjadi. Dengan begitu, pembaca bisa memahami
urutan peristiwa secara jelas, dan membantu mereka untuk hanyut ke dalam cerita.
2. Menggunakan Adverb of Time
Adverb of time adalah kata yang memberi keterangan terkait kapan peristiwa
terjadi, berapa lama, dan berapa sering peristiwa itu berlangsung. Pada narrative
text, adverb of time membantu memperjelas konteks urutan peristiwa dalam cerita. Ini
memungkinkan pembaca untuk lebih mudah mengikuti alur cerita dan merasa terbawa
masuk ke dalam cerita yang mereka baca.
Contoh adverb of time, antara lain today, yesterday, one day, tomorrow, last year,
later, dan sebagainya.
3. Menggunakan Adjective
Adjective adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan noun (kata benda)
dan pronoun (kata ganti), yang bisa berupa orang, tempat, hewan, benda, warna, bau,
atau konsep abstrak lainnya. Adjective bisa kita sebut juga sebagai kata sifat.
Dalam narrative text, adjective membantu menciptakan cerita yang lebih rinci atau
deskriptif. Dengan begitu, ini akan menstimulasi imajinasi pembaca, sehingga mereka
dapat ikut hanyut ke dalam cerita.
4. Menggunakan Noun Phrase
Noun phrase adalah kata-kata yang berfungsi sebagai kata benda. Bisa berupa tempat,
orang, makhluk hidup, dan lain-lain. Nah, sama halnya dengan adjective, noun
phrase digunakan untuk memberi deskripsi yang lebih rinci dari sebuah narrative text.
Contohnya yaitu the bright morning sun and the calm waters of the lake, yang
membantu memberikan gambaran lebih rinci terkait suasana dan waktu dalam cerita.
NEWS ITEM
Pengertian News Item Text
News item text adalah jenis tulisan yang memberikan informasi
teraktual mengenai kejadian yang penting untuk diberitakan.
Mengutip dari British Course, dalam bahasa Inggris, news item text is a text which informs
readers about events of the day. The events are considered newsworthy or important.
Dari dua pengertian di atas, kurang lebih maknanya sama, ya. News item text atau teks berita
bahasa Inggris akan menyampaikan informasi kepada pembaca mengenai suatu kejadian
penting yang baru saja berlangsung berdasarkan fakta.
Sebenarnya, news item dibedakan menjadi dua, yaitu news item yang disampaikan
secara tulisan (text) dan news item yang disampaikan secara lisan.
Kalau news item tulisan atau teks, biasanya sering kita temui di koran, majalah, atau tabloid.
Sedangkan, news item lisan akan kita dengarkan melalui televisi, radio, hingga platform
seperti YouTube.
Tujuan News Item Text
News item text bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca atau
pendengar. The purpose of news item text is to inform the readers about newsworthy events
of the day.
Biasanya, news item text akan memberikan informasi mengenai peristiwa terbaru/terkini dan
faktual. Dengan begitu, masyarakat bisa selalu update mengenai kejadian di suatu tempat.
Struktur News Item Text
Seperti jenis teks lainnya, news item text tentunya juga memiliki struktur yang menyusun
semua elemen-elemennya. Struktur news item text (generic structure of news item
text) terdiri dari tiga bagian, yaitu main event/newsworthy event (Kejadian
inti), background event/elaboration (latar belakang peristiwa), dan source (sumber). Terus,
masing-masing bagian tersebut gimana tuh penjelasannya?
1. Main Event/Newsworthy Event
Struktur news item text yang pertama adalah main event. Nah, yang dimaksud dengan main
event/newsworthy event adalah inti berita. Main event tersebut menjelaskan ringkasan berita
yang akan dijelaskan.
2. Background Event/Elaboration
Lalu, bagaimana dengan background event/elaboration? Background
event/elaboration menceritakan secara rinci mengenai latar belakang kejadian tersebut.
Detail yang harus kamu cantumkan di bagian ini adalah pelaku, lokasi, waktu kejadian,
pihak-pihak lain yang terlibat, dan latar belakang terjadinya kejadian.
3. Sources
Terakhir adalah sources. Dalam menulis news item text, jangan lupa untuk mencantumkan
sumber, ya! Dalam bahasa Inggris, sumber disebut dengan source. Sumber yang dimaksud di
sini bisa merupakan pernyataan, komentar, atau pendapat dari pihak-pihak yang terkait
dengan peristiwa tersebut.
Kaidah Kebahasaan News Item Text
Nah, secara garis besar, ada tiga kaidah kebahasaan yang dimiliki news item text. Apa
saja, ya? Yuk, simak di bawah ini!
1. Menggunakan Action Verbs
Action verbs adalah kata kerja yang menunjukkan aksi (action) yang dilakukan oleh Subjek
dan terlihat oleh orang lain. Contoh action verbs, antara lain study, play, run, eat, sleep, dan
masih banyak lagi. Action verbs bisa disebut juga dengan dynamic verbs. Pada news item
text, kita akan sering menggunakan action verbs, misalnya pada kalimat ini:
Ginting and Kevin are playing badminton in Tokyo Olympics 2020.
(Ginting dan Kevin sedang bertanding badminton pada Olimpiade Tokyo 2020).
Nah, pada kalimat tersebut, terdapat action verb, yaitu playing badminton yang dilakukan
oleh Subjek –> Ginting dan Kevin.
2. Menggunakan Saying Verbs
Saying verbs adalah kata kerja yang identik terjadi saat percakapan (saying). Biasanya, saying
verbs akan mencantumkan hasil percakapan antara wartawan atau si pembawa berita dengan
narasumber. Contohnya:
Head of the local search and rescue agency, Wayan Suyatna said that, “So far, 34 people
have died and 16 are still being searched”.
(Kepala SAR setempat, Wayan Suyatna mengatakan, “Sampai saat ini, 34 orang tewas dan 16
masih dalam pencarian”).
3. Menggunakan Present Tense
News item text biasanya ditulis menggunakan kaidah simple present tense karena informasi
yang disampaikan masih baru/hangat dan bersifat penting (urgent).
Selain itu, news item text ditulis dengan simple present tense untuk menggambarkan kejadian
yang masih berlangsung hingga saat ini. Namun, tidak jarang juga, news item text ditulis
menggunakan simple past tense. Karena, berita baru ditulis saat peristiwa sudah terjadi.
Contoh News Item Text
Okeh! setelah membahas mengenai pengertian, tujuan, struktur, dan kaidah kebahasaan news
item text, sekarang kita lihat contoh news item text singkat berikut ini, yuk!
Death Toll from Indonesia’s Volcano Eruption Climbs to 34
Search and rescue operations are still under way to find 16 people missing after the eruption
of Java’s Mount Semeru. The death toll from the eruption on Saturday of the highest volcano
on Indonesia’s Java island has risen to at least 34, local officials said, and rescue operations
are still under way. Mount Semeru, in the Lumajang district of East Java province, spewed
thick columns of ash more than 12,000 metres (40,000 feet) into the sky, with searing gas and
lava flowing down its slopes after the sudden eruption. The disaster left entire streets filled
with mud and ash, swallowing homes and vehicles in several villages.
“So far, 34 people have died and 16 are still being searched [for],” Wayan Suyatna, head of
the local search and rescue agency, told state media on Tuesday, raising an earlier death toll
of 14. He added that nearly 3,700 people have been evacuated from the affected area.
Rescuers have been battling dangerous conditions since the eruption, searching for survivors
and bodies in the volcanic debris, wrecked buildings and destroyed vehicles. Search crews
deployed dogs on Tuesday to aid the operation.
Mount Semeru has remained active since Saturday, with small eruptions keeping emergency
workers and residents on edge. On Tuesday, there were three small eruptions, each spewing
ash about a kilometre (3,300 feet) into the sky, authorities said. Officials have advised locals
not to travel within 5km (3.1 miles) of Semeru’s crater, as the nearby air is highly polluted
and could affect vulnerable groups.
Indonesia, an archipelago of more than 270 million people, is prone to earthquakes and
volcanic activity because it sits along the Pacific “Ring of Fire”, a horseshoe-shaped series
of fault lines.(This article was published in Al Jazeera Creative Commons)
ANALYTICAL EXPOSITION
Pengertian Analytical Exposition Text
What is analytical exposition text? Sebelumnya, kita breakdown dulu. Pertama adalah, apa
itu exposition text? Jadi, secara sederhananya, exposition text adalah sebuah teks yang
menyajikan satu sudut pandang tentang sebuah isu. Exposition text umumnya dapat kita temukan
di artikel ilmiah, jurnal, majalah, dan bagian tajuk rencana atau editorial suatu koran / media
massa
Sedangkan analytical exposition text adalah sebuah teks yang berisikan pendapat penulis tentang
hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Baik itu suatu benda, tempat, ataupun kejadian, tanpa mengajak
pembaca untuk melakukan sesuatu.
Dari pengertian di atas, kita bisa tahu kalau analytical exposition text berisi pemikiran penulis
tentang hal-hal yang terjadi di sekitarnya, baik benda, kejadian, ataupun tempat. Teks ini termasuk
dalam argumentative text karena menunjukkan suatu pendapat (argumen) terhadap sesuatu. .
Tujuan Analytical Exposition Text
Oke, kita udah tau tentang apa itu analytical exposition text. Tapi mungkin kamu bertanya-tanya, what
is the purpose of analytical exposition text? Well, the main purpose of analytical exposition text is to
persuade the reader that the issue is an important matter.
Singkatnya tujuan dari analytical exposition text yakni untuk meyakinkan pembaca bahwa topik
yang dihadirkan adalah topik yang penting untuk dibahas. Kamu perlu ingat, kalau analytical
exposition text tidak “berusaha” untuk mengubah sudut pandang pembacanya, ya. Jadi, teks ini murni
hanya berisi pendapat penulis.
Struktur Analytical Exposition Text
“Terus, kalau aku mau buat analytical exposition text, gimana caranya?” Tenang aja guys! Sekarang
kita akan membahas struktur atau generic structure analytical exposition text. Analytical exposition
text terdiri dari 3 bagian, yakni thesis, arguments, dan reiteration. Simak penjelasannya masing-
masing bagian ini ya:
1. Thesis
Pada bagian ini, thesis adalah bagian yang memberitahu pembaca tentang topik utama dan sudut
pandang penulis. Thesis selalu bisa kamu temukan di paragraf pertama teks.
Di bagian ini, pembaca juga bisa melihat mengapa penulis memberikan pendapat terhadap hal yang
menjadi topiknya.
2. Arguments
Di paragraf selanjutnya, kamu bisa menemukan bagian arguments. Arguments adalah pendapat
untuk mendukung topik utama yang telah disampaikan sebelumnya. Biasanya dalam analytical
exposition terdapat lebih dari dua argumen.
Semakin banyak argumen yang ditampilkan, pembaca akan semakin percaya bahwa topik yang
dibahas adalah topik yang penting atau membutuhkan perhatian.
3. Reiteration
Setelah bagian thesis dan arguments sudah dipaparkan, tentu saja ditutup dengan kesimpulan
atau reiteration. Bagian ini selalu terletak di akhir teks dan menjadi paragraf penutup tulisan.
Reiteration adalah penegasan kembali posisi dan pendapat penulis terhadap topik
utama. Reiteration juga sering disebut sebagai conclusion, yang mana artinya adalah kesimpulan.
Kaidah Kebahasaan Analytical Exposition Text
Selain struktur, kamu juga harus tahu tentang kaidah kebahasaan atau language features dalam
penulisan analytical exposition text. Kaidah kebahasaannya adalah berikut ini:
1. Penulisan analytical exposition text menggunakan simple present tense.
2. Menggunakan kata-kata yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulis,
contohnya: experience, feel, know, realize, sense, think, dll.
3. Menggunakan connective words yaitu kata penghubung. Penggunaan connective words bertujuan
untuk menghubungkan antar ide, baik itu frasa, klausa, kalimat, maupun paragraf.
Connective words ini banyak fungsinya. 3 fungsi dari kata hubung yang paling sering dipakai
dalam analytical exposition text adalah:
Adding information, yaitu menambahkan informasi. Contohnya seperti and, moreover, in
addition, dan also.
Contrasting information, yaitu mengkontraskan sesuatu. Contohnya seperti but,
however, dan even though.
Causality, yaitu menunjukkan sebab-akibat. Contohnya seperti because, therefore, thus,
consequently, despite, due to, for that reason, dll.
HORTATORY EXPOSITION
Definisi dan Pengertian Hortatory Exposition Text
Sebelum belajar tentang cara membuat hortatory exposition text yang benar, kamu harus
paham dulu, nih, apa itu hortatory exposition.
Hortatory exposition text adalah jenis teks yang digunakan untuk meyakinkan atau
mengajak pembaca atau pendengar agar melakukan sesuatu atau mengambil
tindakan tertentu. Teks ini bertujuan untuk mempengaruhi pemikiran dan sikap orang lain
melalui argumen yang kuat dan logis.
The purpose is to persuade the reader or listener that something should or should not be the
case.
Hortatory exposition text bisa berupa pidato akademis, editorial, artikel, jurnal ilmiah, dan
iklan. Namun, dalam membuat hortatory exposition text harus disertai argumentasi yang
logis.
Fungsi Hortatory Exposition Text
Fungsi teks ini adalah untuk meyakinkan orang lain tentang pendapat atau tindakan tertentu.
Dengan menggunakan fakta, data, dan informasi yang relevan, hortatory exposition juga
memberikan informasi yang mendukung argumen yang disampaikan.
Selain itu, teks hortatori juga bertujuan untuk mengajak pembaca atau pendengar agar
melakukan tindakan tertentu. Dengan memberikan rekomendasi atau ajakan yang didukung
oleh argumen yang persuasif, hortatory exposition dapat mempengaruhi pandangan dan sikap
orang lain. Tapi teks hortatory exposition tidak memaksa pembaca.
Dalam hortatory exposition text, pembaca diajak untuk menganalisis argumen-argumen yang
disajikan dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahannya. Teks ini juga biasanya digunakan
sebagai sarana untuk mendorong perubahan sosial yang positif.
Rumus atau Struktur Hortatory Exposition Text
Struktur hortatory exposition biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pendahuluan
(introduction/thesis), argumen (arguments), dan penutup (recommendation). Berikut
penjelasan lengkapnya!
1. Introduction atau Thesis
Dalam bagian awal ini, kamu harus memperkenalkan topik atau permasalahan yang
akan dibahas. Pendahuluan ini bertujuan untuk menarik perhatian pembaca atau
pendengar dan membuat mereka tertarik untuk melanjutkan membaca atau mendengarkan
teks.
Selain itu, bagian ini juga menyajikan pernyataan pendapat atau posisi penulis terkait
topik yang sedang dibahas. Pernyataan pendapat ini menjadi fokus utama teks dan
menjadi dasar untuk menyusun argumen-argumen yang akan disajikan selanjutnya.
Biasanya alasan mengapa topik ini perlu dibahas juga masuk ke
bagian introduction/thesis.
2. Arguments
Selanjutnya, bagian arguments dalam hortatory exposition berisi argumen-argumen
yang mendukung pernyataan pendapat penulis, dan mengapa tindakan tertentu harus
dilakukan. Argumen-argumen ini disajikan dengan menggunakan fakta, data, logika, dan
alasan yang kuat. Setiap argumen biasanya diberikan dalam paragraf terpisah, dengan
argumen yang paling kuat disajikan terlebih dahulu.
Dalam bagian ini biasanya juga menjelaskan mengapa solusi yang ditawarkan masuk
akal atau bermanfaat bagi banyak orang yang terlibat
3. Recommendation
Bagian akhir hortatory exposition ditutup dengan rekomendasi atau ajakan kepada
pembaca. Bagian ini mengajak pembaca untuk mengambil tindakan atau mengubah sikap
mereka sesuai dengan pernyataan pendapat yang telah disampaikan.
Pada recommendation bisa dimasukkan himbauan dan pentingnya untuk
mempertimbangkan argumen-argumen yang sudah disebutkan sebelumnya. Harapannya,
pembaca bisa terpengaruh dan melakukan tindakan sesuai dengan topik masalah dan
rekomendasi solusi yang ditawarkan.
Karakteristik dan Kaidah Kebahasaan / Language Features Hortatory Exposition Text
Dalam menulis hortatory exposition text, kamu harus memenuhi kaidah kebahasan yang
terdiri dari komponen-komponen berikut:
1. Tulisan berfokus pada penulis dan menggunakan sudut pandang orang pertama, yaitu
penulis.
2. Menggunakan abstract noun (culture, courage, hope, policy, advantage, dll).
3. Menggunakan action verb (ask, tell, argue, implement, dll).
4. Menggunakan thinking verb (reflect, consider, evaluate, analyze, dll).
5. Menggunakan modal adverb (surely, certainly, definitely, clearly, dll).
6. Menggunakan temporal connectives (firstly, secondly, thirdly, dll).
7. Menggunakan evaluative words (effective, efficient, trustworthy, valuable, dll).
8. Menggunakan simple present tense.
9. Menggunakan passive voice.
10. Menggunakan modal auxiliaries
Dalam menulis Hortatory Exposition, biasanya menggunakan expression of stance atau
pendirian, ungkapan dalam menyatakan sudut pandang, atau posisi penulis terhadap suatu isu.
Beberapa ungkapan principle umumnya digunakan, di antaranya:
In formal scenario:
My purpose of read regarding … is …
Personally, I think …
I powerfully believe that …
From my purpose of reading, …
In informal scenario:
If you asked Maine, …
I guess …
You understand what I think? (I think) …