Nama : Salsabillah
Nim : 22591178
Prodi : PGMI 5D
RESUME PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
DI SD/MI
1. Jurnal: "Implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar: Sebuah Kajian
Deskriptif"
Penulis: Dwi Lestari, Siti Rahmawati, & Eko Prasetyo
Tujuan:
Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka
dilakukan di tingkat sekolah dasar (SD), khususnya dalam perubahan pendekatan pembelajaran
dan peran guru.
Hasil Penelitian:
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PBL): Dalam Kurikulum
Merdeka, pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu metode yang banyak diterapkan di
SD. Proyek-proyek ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempelajari topik secara
mendalam, yang dikaitkan dengan kehidupan nyata. Siswa didorong untuk memilih proyek yang
sesuai dengan minat mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna.
Fleksibilitas dalam Pembelajaran: Salah satu keunggulan utama dari Kurikulum Merdeka
adalah adanya fleksibilitas yang memungkinkan sekolah menyesuaikan materi pembelajaran
dengan karakteristik siswa. Waktu untuk menyelesaikan materi juga lebih fleksibel,
memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri tanpa terburu-buru mengejar
target tertentu.
Peran Guru sebagai Fasilitator: Dalam model ini, guru tidak lagi hanya berperan sebagai
pengajar, melainkan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam proses belajar. Guru
memberikan dukungan dan bimbingan untuk membantu siswa menggali dan memahami materi
melalui pendekatan berbasis proyek.
Tantangan:
Kesiapan Guru: Banyak guru yang masih kesulitan dalam menerapkan pendekatan berbasis
proyek dan kompetensi ini, karena terbiasa dengan metode pembelajaran yang lebih
konvensional. Dibutuhkan pelatihan dan workshop yang lebih intensif agar guru dapat
beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Penyusunan Proyek yang Tepat: Guru perlu merancang proyek yang relevan dan sesuai
dengan tingkat kemampuan siswa. Kurangnya pemahaman terhadap cara menyusun proyek yang
efektif seringkali menjadi kendala dalam implementasi pembelajaran berbasis proyek.
2. Jurnal: "Pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD"
Penulis:
Ahmad Zainudin, Nurul Hidayah, & M. Fadhil
Tujuan:
Jurnal ini berfokus untuk menilai dampak Kurikulum Merdeka terhadap motivasi belajar
siswa di tingkat sekolah dasar.
Hasil Penelitian:
Peningkatan Motivasi Siswa: Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa
Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan motivasi siswa. Hal ini disebabkan oleh kebebasan
yang diberikan kepada siswa untuk memilih topik atau pendekatan pembelajaran yang sesuai
dengan minat mereka. Dengan adanya pilihan tersebut, siswa merasa lebih terlibat dalam proses
belajar.
Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran: Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk
menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Mereka didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan
menemukan solusi dalam proyek yang mereka pilih.
Integrasi Profil Pelajar Pancasila: Pembelajaran yang dilakukan di SD tidak hanya berfokus
pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada penguatan karakter melalui nilai-nilai
Pancasila. Melalui pendekatan ini, siswa diajarkan untuk menjadi pribadi yang memiliki
integritas, rasa tanggung jawab sosial, dan cinta tanah air.
Tantangan:
Pengelolaan Waktu: Siswa yang terbiasa dengan pembelajaran yang lebih terstruktur sering
kesulitan untuk mengatur waktu mereka dalam pembelajaran berbasis proyek. Hal ini
memerlukan pengawasan yang lebih intensif dari guru dan orang tua untuk memastikan proses
belajar berjalan dengan baik.
3. Jurnal: "Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kurikulum Merdeka di
MI"
Penulis:Fitriani, Muhammad Yunus, & Laila Azizah
Tujuan:
Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek (PBL)
dalam Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Hasil Penelitian:
Pengembangan Keterampilan Abad 21: Penerapan pembelajaran berbasis proyek (PBL) di MI
terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan abad 21 siswa, seperti kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah. Proyek yang diberikan tidak
hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan soft skills yang sangat
dibutuhkan di masa depan.
Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran: Siswa merasa lebih terlibat dalam kegiatan
pembelajaran yang berbasis proyek, karena mereka diberi kesempatan untuk mengambil peran
aktif dalam menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proyek tersebut. Ini juga
memupuk rasa tanggung jawab dan kepemimpinan.
Keterkaitan dengan Kehidupan Sehari-hari: Pembelajaran berbasis proyek sering kali
melibatkan isu-isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini membuat
pembelajaran lebih aplikatif dan memberikan siswa kesempatan untuk mengaitkan pengetahuan
yang mereka pelajari dengan dunia nyata.
Tantangan:
Keterbatasan Fasilitas: Beberapa MI yang berada di daerah pedesaan atau terpencil
mengalami kesulitan dalam menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek
yang efektif. Misalnya, keterbatasan ruang kelas dan alat pendukung pembelajaran membuat
proyek yang lebih kompleks menjadi sulit untuk dilaksanakan.
4. Jurnal: "Analisis Pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap Kinerja Guru dan Siswa
di SD"
Penulis:Ardiansyah, Fajar Purnama, & Titisari Kusuma
Tujuan:
Jurnal ini menganalisis pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap kinerja guru dan siswa di SD,
terutama dalam hal peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Hasil Penelitian:
Peningkatan Kinerja Guru: Guru yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
menunjukkan peningkatan dalam kreativitas dan keterampilan dalam merancang pembelajaran.
Mereka tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan
pengembangan keterampilan siswa.
Perubahan pada Kinerja Siswa: Siswa menunjukkan peningkatan dalam hal keterampilan
sosial, seperti kerja sama dalam kelompok dan komunikasi. Keterlibatan siswa dalam
pembelajaran berbasis proyek mengarah pada peningkatan hasil belajar, baik dalam aspek
kognitif maupun non-kognitif.
Penguatan Karakter Siswa: Kurikulum Merdeka juga berfokus pada pembentukan karakter
siswa melalui pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran.
Tantangan:
Pelatihan Guru yang Berkelanjutan: Meskipun guru menunjukkan peningkatan kinerja, masih
banyak yang memerlukan pelatihan berkelanjutan untuk dapat mengimplementasikan pendekatan
baru ini secara optimal.
5. Jurnal: "Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di
Sekolah Dasar"
Penulis: Suryani, Eka Pradipta, & Yanti Oktaviani
Tujuan:
Jurnal ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sekolah dasar dalam
implementasi Kurikulum Merdeka dan mencari solusi yang dapat diambil untuk mengatasi
hambatan-hambatan tersebut.
Hasil Penelitian:
Tantangan Infrastruktur dan Teknologi: Banyak sekolah, terutama yang terletak di daerah
terpencil, menghadapi keterbatasan fasilitas dan teknologi untuk mendukung pembelajaran
berbasis digital. Hal ini menghambat penggunaan teknologi secara maksimal dalam proses
pembelajaran.
Solusi untuk Mengatasi Tantangan: Beberapa sekolah mengatasi tantangan ini dengan
memanfaatkan sumber daya lokal, seperti menggunakan bahan pembelajaran yang lebih
sederhana dan mengadakan pelatihan untuk guru guna meningkatkan kompetensi mereka dalam
menggunakan teknologi pembelajaran.
Pentingnya Dukungan Pemerintah: Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan dukungan
penuh dari pemerintah, baik dalam hal penyediaan fasilitas maupun dalam hal pelatihan
profesional bagi para guru.
Tantangan:
Keterbatasan Akses ke Teknologi: Kurangnya akses ke perangkat keras dan perangkat lunak
yang diperlukan untuk pembelajaran berbasis digital menjadi hambatan signifikan di beberapa
daerah
KESIMPULAN
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD/MI telah menunjukkan hasil yang positif meski
menghadapi berbagai tantangan. Pembelajaran berbasis proyek (PBL) dan fleksibilitas dalam
kurikulum memungkinkan siswa untuk lebih aktif dan terlibat dalam pembelajaran,
mengembangkan keterampilan abad 21, serta memperkuat karakter mereka. Namun, tantangan
dalam hal infrastruktur, kesiapan guru, dan pelatihan yang berkelanjutan masih perlu diatasi agar
kurikulum ini dapat terlaksana dengan optimal.
RANGKUMAN PELAKSANAAN EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DI SD/MI
1) Jurnal: “Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Perspektif
Guru dan Siswa”
Penulis: Dwi Lestari, Rina Suhartini, & Faridah Sari
Tujuan:
Jurnal ini mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar dengan fokus
pada persepsi guru dan siswa terhadap efektivitas dan tantangan dalam penerapannya.
Hasil Evaluasi:
Keberhasilan Implementasi: Secara umum, Kurikulum Merdeka diterima dengan baik oleh
sebagian besar guru dan siswa. Pendekatan yang fleksibel, berbasis proyek, dan fokus pada
pembelajaran yang lebih kreatif menjadi hal yang sangat dihargai.
Peningkatan Keterlibatan Siswa: Siswa lebih aktif terlibat dalam pembelajaran karena diberi
kebebasan memilih proyek yang mereka minati. Ini berdampak positif pada motivasi dan hasil
belajar siswa.
Tantangan:
Kesiapan Guru dan Infrastruktur: Beberapa guru masih kesulitan dalam mengadaptasi metode
baru dan membutuhkan pelatihan berkelanjutan. Selain itu, keterbatasan fasilitas di beberapa
sekolah menjadi kendala dalam penerapan teknologi yang diharapkan oleh kurikulum.
Rekomendasi:
Pelatihan Guru yang Terus Menerus: Diperlukan pelatihan intensif bagi guru untuk lebih
menguasai pendekatan berbasis proyek dan teknologi pendidikan.
Peningkatan Infrastruktur: Penyediaan sarana dan prasarana yang lebih baik di sekolah
menjadi langkah penting dalam mendukung implementasi kurikulum ini.
2) Jurnal: “Evaluasi Kurikulum Merdeka di MI: Perubahan dan Dampaknya
Terhadap Hasil Belajar”
Penulis:Fitriani, Muhammad Yunus, & Hilda Eka
Tujuan:
Jurnal ini mengevaluasi perubahan yang dibawa oleh Kurikulum Merdeka di Madrasah
Ibtidaiyah (MI) dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa.
Hasil Evaluasi:
Peningkatan Hasil Belajar: Pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan fleksibel yang
ditawarkan oleh Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa,
terutama dalam aspek keterampilan dan pemecahan masalah.
Pembelajaran yang Lebih Kontekstual: Siswa diberi kesempatan untuk belajar sesuai dengan
konteks kehidupan sehari-hari mereka, yang membuat materi lebih relevan dan mudah dipahami.
Tantangan:
Kesulitan dalam Mengukur Pencapaian Kompetensi: Evaluasi kompetensi siswa menjadi
lebih kompleks karena menggunakan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis proyek. Ada
kesulitan dalam menyusun rubrik penilaian yang objektif dan adil.
Rekomendasi:
Pengembangan Sistem Penilaian yang Lebih Fleksibel: Sekolah perlu mengembangkan sistem
penilaian yang lebih fleksibel untuk menilai keterampilan dan karakter siswa, bukan hanya hasil
tes akademik.
3) Jurnal: “Evaluasi Dampak Kurikulum Merdeka terhadap Kinerja Guru di SD”
Penulis: Ardiansyah, Fajar Purnama, & Titisari Kusuma
Tujuan:
Jurnal ini menganalisis dampak Kurikulum Merdeka terhadap kinerja guru di tingkat sekolah
dasar (SD).
Hasil Evaluasi:
Peningkatan Kinerja Guru: Guru menunjukkan peningkatan dalam hal kreativitas dan
keterampilan dalam merancang pembelajaran yang lebih berbasis pada kompetensi dan karakter
siswa.
Kendala dalam Pengelolaan Pembelajaran: Banyak guru yang merasa kesulitan dalam
mengelola waktu pembelajaran yang fleksibel, dan mereka membutuhkan panduan yang lebih
jelas mengenai alokasi waktu dan penilaian.
Tantangan:
Keterbatasan Pengalaman Guru dalam Kurikulum Baru: Banyak guru yang kurang memiliki
pengalaman dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek dan kompetensi.
Rekomendasi:
Penyusunan Panduan Pembelajaran yang Lebih Jelas: Diperlukan panduan atau modul yang
lebih praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran, terutama terkait waktu dan penilaian.
4) Jurnal: “Evaluasi Kurikulum Merdeka: Dampak pada Pembelajaran dan
Pengembangan Karakter Siswa”
Penulis: Suryani, Eka Pradipta, & Yanti Oktaviani
Tujuan:
Jurnal ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Kurikulum Merdeka terhadap pembelajaran
dan pengembangan karakter siswa di SD.
Hasil Evaluasi:
Pengembangan Karakter Siswa: Kurikulum Merdeka berfokus pada penguatan karakter siswa,
seperti kerja sama, rasa tanggung jawab, dan kedisiplinan. Pembelajaran berbasis proyek
memungkinkan siswa untuk mengasah keterampilan sosial dan karakter dalam konteks
kelompok.
Peningkatan Keterampilan Abad 21: Selain pembelajaran akademik, siswa juga diajarkan
keterampilan abad 21 seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Tantangan:
Kesulitan dalam Menilai Aspek Karakter: Mengukur pengembangan karakter siswa dalam
sistem penilaian yang lebih berbasis pada nilai numerik menjadi tantangan yang cukup besar
bagi banyak sekolah.
Rekomendasi:
Integrasi Penilaian Karakter dalam Sistem Evaluasi: Diperlukan evaluasi yang lebih holistik
yang bisa mencakup aspek karakter siswa, bukan hanya berdasarkan tes akademik.
5) Jurnal: “Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah Terpencil: Studi
Kasus di Sekolah Dasar”
Penulis: Ahmad Zainudin, Nurul Hidayah, & Muhammad Fadhil
Tujuan:
Jurnal ini mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar yang terletak di
daerah terpencil, dengan fokus pada keberhasilan, tantangan, dan solusi yang diterapkan.
Hasil Evaluasi:
Keberhasilan dalam Menumbuhkan Kreativitas Siswa: Di sekolah-sekolah terpencil,
meskipun terbatas dalam hal fasilitas, Kurikulum Merdeka berhasil mendorong siswa untuk lebih
kreatif dan aktif dalam pembelajaran berbasis proyek.
Tantangan Akses Teknologi: Akses terhadap teknologi menjadi tantangan utama, terutama di
daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga pembelajaran digital tidak bisa diterapkan secara
maksimal.
Tantangan:
Keterbatasan Infrastruktur: Sekolah di daerah terpencil menghadapi kendala besar terkait
kurangnya akses terhadap teknologi dan fasilitas pendidikan yang memadai.
Rekomendasi:
Pemanfaatan Sumber Daya Lokal: Sekolah dapat memanfaatkan sumber daya lokal untuk
mendukung proses pembelajaran. Selain itu, pelatihan guru perlu difokuskan pada cara-cara
inovatif dalam menggunakan sumber daya yang terbatas.
KESIMPULAN
Evaluasi Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa implementasi kurikulum ini memberikan
dampak positif terhadap pembelajaran, terutama dalam hal peningkatan kreativitas dan
keterlibatan siswa. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas dan
kesiapan guru dalam mengadaptasi metode baru. Pelatihan berkelanjutan untuk guru dan
penyusunan sistem penilaian yang lebih fleksibel dan holistik menjadi rekomendasi yang paling
sering muncul dari hasil evaluasi ini.