0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan7 halaman

Analisis Statistik Pretest dan Posttest

Dokumen ini menjelaskan perhitungan rata-rata, standar deviasi, varians, range, banyak kelas, dan panjang kelas untuk pretest dan posttest kelas eksperimen dan kontrol. Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah data berdistribusi normal, dengan hasil menunjukkan bahwa semua data berdistribusi normal. Hasil perhitungan menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi yang berbeda antara kelas eksperimen dan kontrol.

Diunggah oleh

fernando
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan7 halaman

Analisis Statistik Pretest dan Posttest

Dokumen ini menjelaskan perhitungan rata-rata, standar deviasi, varians, range, banyak kelas, dan panjang kelas untuk pretest dan posttest kelas eksperimen dan kontrol. Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah data berdistribusi normal, dengan hasil menunjukkan bahwa semua data berdistribusi normal. Hasil perhitungan menunjukkan nilai rata-rata dan standar deviasi yang berbeda antara kelas eksperimen dan kontrol.

Diunggah oleh

fernando
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERHITUNGAN RATA-RATA, STANDAR DEVIASI, DAN VARIANS

1. Pretest Kelas Eksperimen


∑ X 1 = 773 ∑ X 21= 22207
Nilai rata-rata dari pretest kelas eksperimen adalah :
∑ X1 773
x= = = 25,76
n 30
Standar deviasinya adalah:

S=
√ n∑ X 21−(∑ X )2
n(n−1)

S=
√ 30 ( 22207 )−(773)2
30(30−1)

S=
√ 666210−597529
870

S=
√ 68681
870
S = √ 78 , 94 = 8,88
2. Posttest Kelas Eksperimen
∑ X 1= 2078 ∑ X 21 = 146598
Nilai rata-rata dari posttest kelas eksperimen adalah :
∑ X 1 2078
x= = = 69,26
n 30
Standar deviasinya adalah:

S=
√ n∑ X 21−(∑ X )2
n(n−1)


2
30 ( 146598 )−(2078)
S=
30(30−1)

S=
√ 4397940−4318084
870

S=
√ 79856
870
S = √ 91 ,78 = 5,9
3. Pretest Kelas Kontrol
∑ X 1= 686 ∑ X 21 = 17936
Nilai rata-rata dari pretest kelas eksperimen adalah :
∑ X 1 686
x= = = 22,86
n 30
Standar deviasinya adalah:

S=

n∑ X 21−(∑ X )2
n(n−1)

S=

30 ( 17936 )−(668)2
30(30−1)

S=
√ 538080−1336
870

S=
√ 536744
870
S = √ 616 , 94 = 24,83
4. Posttest Kelas Kontrol
∑ X 1= 1779 ∑ X 21 = 108829
Nilai rata-rata dari pretest kelas eksperimen adalah :
∑ X 1 1779
x= = = 22,86
n 30
Standar deviasinya adalah:

S=
√ n∑ X 21−( ∑ X )2
n(n−1)

S=
√ 30 ( 17936 )−(668)2
30(30−1)

S=
√ 538080−1336
870

S=
√ 536744
870
S = √ 616 , 94 = 24,83
PERHITUNGAN RANGE, BANYAK KELAS, DAN PANJANG KELAS
1. Pretest Kelas Eksperimen
 Range : Data terbesar−Data terkecil
: 40−7=33
 Banyak Kelas : 1+(3.3)log N
: 5,8
rentang
 Panjang Kelas :
banyak kelas
33
: = 5,68
5 ,8
2. Pretest Kelas Kontrol
 Range : Data terbesar−Data terkecil
: 40 – 7 = 33
 Banyak Kelas : 1+(3.3)log N
: 5,8
rentang
 Panjang Kelas :
banyak kelas
33
: = 5,68
5 ,8
3. Posttest Kelas Eksperimen
 Range : Data terbesar−Data terkecil
: 87 – 53 = 34
 Banyak Kelas : 1+(3.3)log N
: 5.8
rentang
 Panjang Kelas :
banyak kelas
34
: = 5,86
5 ,8
4. Posttest Kelas Kontrol
 Range : Data terbesar−Data terkecil
: 73 – 33 = 40
 Banyak Kelas : 1+(3.3)log N
: 5,8
rentang
 Panjang Kelas :
banyak kelas
40
: = 6,89
5 ,8
UJI NORMALITAS

Uji normalitas ini bertujuan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau
tidak. Maka digunakan rumus-rumus sebagai berikut :

1. Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen

Prosedur :

a) Mencari skor baku dengan rumus :


X 1−X
Zi =
S

Dimana X 1 = nilai rata-rata dan S = simpangan baku

Contoh perhitungan X 1 = 7 ; X = 25,76 ; S =8,88

7−25 , 76
Zi =
8 ,88
Zi = - 2,1126

b) Untuk setiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku,
kemudian dihitung peluang F ¿ ¿) = P ¿).

Contoh, untuk f (−2,1126 ) =0,0158. Cara melihatnya dengan memberi tanda pada
kolom pertama untuk angka -2,1 (daftar tabel wilayah luas diabwah kurva normal)
sedangkan pada baris teratas ditandai dengan 0,05, sehingga koordinat keduanya
memberikan luasan di bawah kurva normal baku sebesar 0,0158.

c) Menghitung proposi Z1 , Z 2 , Z 3 , … … … … … . Z n yang lebih kecil atau sama dengan


Zi jika proporsi ini dinyatakan dengan S Z i, maka : contoh untuk
fk 1
S (−2,1126 )=0,0333 yang diperoleh dengan menghitung = = 0,0333.
∑ f i 30

d) Menentukan selisih F ¿ ¿ ) - S(Z ¿¿ i)¿ kemudian menghitung harga mutlak dengan


¿ = |0,0158−0 , 03| = 0,0142.
Data perhitungan diperoleh seperti pada tabel berikut :
𝑿𝒊 𝒇𝒊 𝒇𝒌 𝒁𝒊 𝑭(𝒁𝒊) 𝑺(𝒁𝒊) |𝑭(𝒁𝒊) −
𝑺(𝒁𝒊) |
No

1 7 1 1 -2,1126 0,0158 0,03 0,0142


2 13 5 6 -1,4369 0,0735 0,2 0,1265
3 20 4 10 -0,6486 0,2578 0,33 0,0722
4 27 10 20 0,1396 0,5596 0,66 0,1004
5 33 7 27 0,8153 0,8023 0,9 0,0977
6 40 3 30 1,6036 0,9505 1 0,0495

𝑋̿ 𝑳𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 𝑳𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍
Σ𝑋 773 30
25,76 0,126 0,161
S 8,88 𝑳𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 < 𝑳𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍

𝑆 78,94 Data berdistribusi normal


2

Kemudian, untuk n = 30 diperoleh harga Ltabel =0,161 yaitu α = 0,05 (daftar nilai kritis
untuk uji liliesfors). Dari tabel di atas diperoleh Lhitung =0,126 . Dari uji liliefors dengan taraf
nyata = 0,05 dan n = 30 maka diperoleh Ltabel . Jadi diperoleh Lhitung < Ltabel( 0,126< 0,161¿ ,
sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

2. Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak.
Maka digunakan rumus-rumus sebagai berikut :

Prosedur perhitungan :

a) Mencari skor baku dengan rumus :


X 1−X
Zi =
S

Dimana X 1 = nilai rata-rata dan S = simpangan baku

Contoh perhitungan X 1 = 7 ; X = 22,86 ; S =8,80

7−22 , 86
Zi =
8 ,8 0
Zi = - 1,8022
b) Untuk setiap bilangan baku ini menggunakan daftar distribusi normal baku,
kemudian dihitung peluang F ¿ ¿) = P ¿).

Contoh, untuk f ( 1,8022 ) =0,0322. Cara melihatnya dengan memberi tanda pada
kolom pertama untuk angka 1,8 (daftar tabel wilayah luas diabwah kurva normal)
sedangkan pada baris teratas ditandai dengan 0,05, sehingga koordinat keduanya
memberikan luasan di bawah kurva normal baku sebesar 0,0322.

c) Menghitung proposi Z1 , Z 2 , Z 3 , … … … … … . Z n yang lebih kecil atau sama dengan


Zi jika proporsi ini dinyatakan dengan S Z i , maka : contoh untuk S (−1,8022 )=0 , 1
fk 3
yang diperoleh dengan menghitung = = 0,1.
∑f i 30

d) Menentukan selisih F ¿ ¿ ) - S(Z ¿¿ i)¿ kemudian menghitung harga mutlak dengan


¿ = |0 , 0 322−0 ,1| = 0,0678.

e) Mengambil harga yang paling besar dari selisih F ¿ ¿) - S(Z ¿¿ i)¿ sebagai L0.

Data perhitungan diperoleh seperti pada tabel berikut


𝑿𝒊 𝒇𝒊 𝒇𝒌 𝒁𝒊 𝑭(𝒁𝒊) 𝑺(𝒁𝒊) |𝑭(𝒁𝒊) −
𝑺(𝒁𝒊) |
No

1 7 3 3 -1,8022 0,0322 0,1 0,0678


2 13 3 6 -1,1204 0,1251 0,2 0,0749
3 20 9 15 -0,325 0,3632 0,5 0,1368
4 27 9 24 0,4704 0,6736 0,8 0,1264
5 33 4 28 1,1522 0,8749 0,93 0,0551
6 40 2 30 1,9477 0,9744 1 0,0256

𝑳𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 𝑳𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍
Σ𝑋 686
𝑋̿
30

𝑳𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 < 𝑳𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍


22,86 0,1264 0,161
S 8,80
𝑆 77,56 Data Berdistribusi Normal
2

Kemudian untuk n = 30 diperoleh harga Ltabel = 0,161 yaitu α =0 , 05 (daftar nilai kritis
untuk uji liliefors). Dari tabe di atas, diperoleh Lhitung = 0,1368. Dari uji liliefors dengan taraf
nyata = 0.05 dan n = 30 maka diperoleh Ltabel . Jadi diperoleh Lhitung < Ltabel (0,1368< 0,161¿ ,
sehingga dapat disimpulkan bhawa data berdistribusi normal.

Anda mungkin juga menyukai