Case-Based Learning (CBL) adalah metode pembelajaran yang menggunakan studi kasus
nyata atau simulasi sebagai bahan utama untuk mengembangkan pemahaman dan
keterampilan berpikir kritis. Dalam metode ini, siswa atau peserta didik diberikan kasus
yang mencerminkan situasi dunia nyata dan diminta untuk menganalisis, mendiskusikan,
serta mencari solusi berdasarkan konsep dan teori yang telah dipelajari.
Ciri-Ciri Case-Based Learning:
1. Berbasis Kasus Nyata – Kasus yang digunakan sering kali berasal dari kejadian
dunia nyata agar pembelajaran lebih relevan.
2. Pembelajaran Aktif – Mendorong siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi, dan
menyelesaikan masalah secara mandiri atau berkelompok.
3. Interdisipliner – Dapat diterapkan di berbagai bidang seperti kedokteran, bisnis,
hukum, teknik, dan lainnya.
4. Berpusat pada Siswa – Guru atau dosen berperan sebagai fasilitator, sementara
siswa menjadi penggerak utama dalam pembelajaran.
5. Meningkatkan Keterampilan Analisis – Membantu siswa mengembangkan
keterampilan pengambilan keputusan, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Manfaat Case-Based Learning:
✅ Meningkatkan pemahaman konsep melalui penerapan langsung.
✅ Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis.
✅ Mempersiapkan siswa untuk menghadapi situasi dunia nyata.
✅ Meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi.
Metode ini banyak digunakan di pendidikan kedokteran, bisnis, hukum, serta bidang lain
yang membutuhkan analisis kasus untuk pengambilan keputusan.