0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan29 halaman

Timer dan Counter pada PLC FX5U

Dokumen ini membahas tentang penggunaan timer dan counter pada PLC Mitsubishi FX5U-32MR/ES. Tujuan praktikum adalah untuk memahami dan mengimplementasikan berbagai jenis timer dan counter dalam pemrograman menggunakan GX-Works 3. Terdapat penjelasan mendetail mengenai tipe-tipe timer (TON, TOF, TP) dan counter, serta cara penggunaannya dalam aplikasi industri.

Diunggah oleh

ZIA ARTA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan29 halaman

Timer dan Counter pada PLC FX5U

Dokumen ini membahas tentang penggunaan timer dan counter pada PLC Mitsubishi FX5U-32MR/ES. Tujuan praktikum adalah untuk memahami dan mengimplementasikan berbagai jenis timer dan counter dalam pemrograman menggunakan GX-Works 3. Terdapat penjelasan mendetail mengenai tipe-tipe timer (TON, TOF, TP) dan counter, serta cara penggunaannya dalam aplikasi industri.

Diunggah oleh

ZIA ARTA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lab.

Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

PLC Mitsubishi FX5U-32MR/ES


Timer dan Counter

A. Materi

1. Pengertian dan tipe Timer pada FX5U


2. Pengertian dan tipe Counter pada FX5U

B. Tujuan

Tujuan praktikum adalah mahasiswa memiliki kemampuan:

a. Menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis timer pada PLC Mitsubishi FX5U-


32MR/ES
b. Menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis counter pada PLC Mitsubishi FX5U-
32MR/ES
c. Mengimplementasikan fungsi timer dan counter dalam aplikasi pemrograman GX-
Works 3

C. Jumlah Pertemuan

Praktikum dilaksanakan 1 kali pertemuan

D. Pengantar

1. Timer

Pewaktuan sangat dibutuhkan pada banyak sistem kendali. Contohnya sebuah motor
atau pompa terkadang harus dikendalikan untuk beroperasi pada interval waktu tertentu saja
atau mungkin harus menyala setelah sekian interval waktu. Oleh karena itu, mayoritas PLC
dilengkapi oleh perangkat timer built-in. Timer menghitung tiap detik atau per-sekian detik
menggunakan clock internal CPU.

Produsen PLC berbeda-beda dalam menerjemahkan timer dalam pemrograman.


Pendekatan paling umum, sebuah timer dianggap sebagai relai yang jika koil-nya diaktifkan
(energized) maka akan menyebabkan kontak terbuka/tertutup setelah beberapa waktu yang
telah ditentukan. Sebuah timer pada pemrograman ladder dianggap sebagai keluaran dari anak

Elektronika Industri 1
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

tangga (rung) dengan kontak sebagai input yang ditempatkan pada rung yang lain (Gambar 2. 1
a). Ada juga yang memerlakukan timer seperti blok tundaan yang jika dimjasukkan pada rung
akan menunda sinyal mencapai keluaran (Gambar 2. 1 b).

Gambar 2. 1 bagaimana sebuah timer diperlakukan

Menurut standar IEC 6113101 ada tiga buah tipe timer: on delay timer (TON), off-delay
timer (TOF) dan pulse timer (TP). Simbol ketiga timer dapat diliha pada Gambar 2. 2.

Gambar 2. 2 Simbol IEC 61311-1 untuk timer

 IN : masukan boolean, sebagai pemicu aktifnya timer


 PT : durasi waktu tundaan panjang pulse yang diinginkan
 Q : status timer, ON jika timer selesai
 ET : waktu yang terlampaui

Guna memperjelas cara operasi timer, pada Gambar 2. 3 ditunjukkan diagram pewaktuan
masing-masing timer.

Gambar 2. 3 Diagram pewaktuan: TON (kiri), TOF (tengah), dan TP (kanan)

Karakter masing-masing timer berdasarkan Gambar 2. 3:

Elektronika Industri 2
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

 TON : timer ON jika input ON dan output akan ON setelah pewaktuan timer
selesai
 TOF : output ON jika input ON dan jika input OFF timer akan ON dan output
akan OFF setelah pewaktuan selesai
 TP : timer ON jika input ON dan sekaligus membuat output ON, kemudian
output OFF jika pewaktuan timer selesai

Secara umum, jenis timer yang tersedia pada PLC FX5U mengikuti standar IEC 61131-1
yaitu: TON, TOF, dan TP dengan tambahan retentive timer. Semua timer ini tersedia dalam
bahasa ladder, FBD/LAD dan structured text (ST).

Pada GX-Works 3, timer disediakan dalam 2 jenis:

 Instruksi OUT : bersifat TON


 Blok fungsi : TON, TOF, TP dan blok fungsi khusu timer

Akses ke timer sebagai instruksi OUT bisa diakses melalui panel “Element Selection”
di sebelah kanan layar kerja GX-Works 3 kemudian scroll mouse untuk mencari “Sequence
Instruction” dan klik pada pilihan “Output Instructions” dan pilih OUT[2] Timer/Retentive
timer (Gambar 2. 4).

Akses ke timer sebagai blok fungsi pada GX-Works 3 bisa dilakukan pada panel
“Element Selection” di sebelah kanan layar kerja GX-Works 3 kemudian scroll mouse untuk
mencari “Standar Function/Function Block” dan klik pada pilihan “Timer” (Gambar 2. 5).

Elektronika Industri 3
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 4 Timer sebagai instruksi OUT di GX-Works 3

Gambar 2. 5 Timer sebagai fungsi blok di GX-Works 3

Elektronika Industri 4
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Timer sebagai Instruksi OUT

Timer sebagai instruksi OUT memiliki karakteristik seperti Timer On-Delay. Saat kondisit
eksekusi True, timer akan menjalakan pewaktuan hingga nilai yang sudah ditentukan. Jika
pewaktuan sudah mencapai nilai tersebut maka keluaran timer (coil) akan ON. Timer ini dapat
dituliskan dalam bahasa ladder dan structured text () maupun FBD ().

Gambar 2. 6 Timer sebagai instruksi OUT (ladder dan ST)

Gambar 2. 7 Timer sebagai instruksi OUT (FBD/LD)

Penjelasan parameter Timer ditunjukan pada Tabel 2. 1.

Tabel 2. 1 Parameter Timer

Operand Deskripsi Jangkauan Tipe data Tipe data (label)


D Nomer timer T0 – T511 Bit ANY
(Tx = timer, STx = retentive ST0 – ST15
timer)
Set Value Nilai pengaturan timer 0 – 65535 16-bit unsigned ANY16
Coil =d Bit ANY
Value = set value 16-bit unsigned ANY16
EN Kondisi eksekusi Bit BOOL
(True: eksekusi, False: stop)
ENO Status keluaran Bit BOOL
(True: normal, False: abnormal)

Basis pewaktuan untuk timer ini ada beberapa jensi yaitu:

 OUT : 100 ms
 OUTH : 10 ms

Elektronika Industri 5
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

 OUTHS : 1 ms

Timer ON-Delay (TON)

Timer ini akan mengaktifkan sinyal setelah pewaktuan selesai dikerjakan. Basis
pewaktuan TON ada 2 yaitu: 100ms (TON_ atau TON_E_) dan 10ms (TON_10_ atau TON_10_E_).
Fungsi TON bisa diterjemahkan dalam ladder diagram, FBD (functional block diagram) maupun
structured text (ST) seperti pada Gambar 2. 8.

Gambar 2. 8 TON dalam FBD/LD dan ST

Penjelasan parameter TON ditunjukkan pada Tabel 2. 2.

Tabel 2. 2 Parameter TON

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


EN Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL
s(IN) Penggunaan timer Input Variable BOOL
n(PT) Nilai pengaturan tundaan/delay Input variable TIME
ENO Status keluaran (True: normal, False: abnormal) Output variable BOOL
d1(Q) Output Output variable BOOL
d2(ET) Waktu yang terlampaui Output variable TIME
Timing diagram TON tanpa EN/ENO ditunjukkan oleh Gambar 2. 9. Jika terjadi error
selama eksekusi TON maka nilai d1 dan d2 tidak terdefinisikan.

Gambar 2. 9 Timing diagram TON tanpa EN/ENO

Elektronika Industri 6
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Timing diagram TON dengan EN/ENO (Gambar 2. 10). Syarat eksekusi adalah EN True,
jika selama eksekusi terjadi kesalahan maka nilai d1 dan d2 adalah nilai keluaran yang
sebelumnya.

Gambar 2. 10 Timing diagram TON dengan EN/ENO

Timer OFF-Delay (TOF)

Berkebalikan dengan TON, timer ini akan menonaktifkan sinyal setelah pewaktuan
selesai dikerjakan. Basis pewaktuan TOF ada 2 yaitu: 100ms (TOF_ atau TOF_E_) dan 10ms
(TOF_10_ atau TOF_10_E_). Fungsi TOF bisa diterjemahkan dalam ladder diagram. FBD
(functional block diagram) maupun structured text (ST) seperti terlihat pada Gambar 2. 11.

Gambar 2. 11 TOF dalam FBD/LD dan ST

Penjelasan paramter TOF ditunjukan pada Tabel 2. 3.

Tabel 2. 3 Parameter TOF

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


EN Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL

Elektronika Industri 7
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

s(IN) Penggunaan timer Input Variable BOOL


n(PT) Nilai pengaturan tundaan/delay Input variable TIME
ENO Status keluaran (True: normal, False: abnormal) Output variable BOOL
d1(Q) Output Output variable BOOL
d2(ET) Waktu yang terlampaui Output variable TIME
Timing diagram TOF tanpa EN/ENO ditunjukan oleh Gambar 2. 12. Jika terjadi error
selama eksekusi TOF maka nilai d1 dan d2 tidak terdefinisikan.

Gambar 2. 12 Timing diagram TOF tanpa EN/ENO

Timing diagram TOF dengan EN/ENO (Gambar 2. 13). Syarat eksekusi adalah EN True.
Jika selama eksekusi terjadi kesalahan maka nilai d1 dan d2 adalah nilai keluaran yang
sebelumnya.

Gambar 2. 13 Timing diagram TOF dengan EN/ENO

Timer Pulse (TP)

Elektronika Industri 8
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Fungsi timer pulse adalah mengaktifkan sinyal keluaran selama periode waktu yang telah
ditentukan. Basis pewaktuan TP ada 2 yaitu: 100ms (TP_ atau TP_E_) dan 10ms (TP_10_atau
TP_10_E_). Fungsi TP bisa diterjemahkan dalam ladder diagram, FBD (functional block diagram)
maupun structured text (ST) seperti terlihat pada Gambar 2. 14.

Gambar 2. 14 TP dalam FBD/LD dan ST

Penjelasan parameter TP ditunjukkan oleh Tabel 2. 4.

Tabel 2. 4 Parameter TP

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


EN Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL
s(IN) Penggunaan timer Input Variable BOOL
n(PT) Nilai pengaturan tundaan/delay Input variable TIME
ENO Status keluaran (True: normal, False: abnormal) Output variable BOOL
d1(Q) Output Output variable BOOL
d2(ET) Waktu yang terlampaui Output variable TIME

Timing diagram TP tanpa EN/ENO ditunjukkan pada Gambar 2. 15. Jika terjadi error
selama eksuksi TOF maka nilai d1 dan D2 tidak terdefinisikan.

Gambar 2. 15 Timing diagram TP tanpa EN/ENO

Elektronika Industri 9
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Timing diagram TP dengan EN/ENO ditunjukkan pada Gambar 2. 16. Eksekusi TP dimulai
jika EN True. Jika terjadi error selama ekskusi TP maka nilai d1 dan d2 tidak terdefinisikan.

Gambar 2. 16 Timing diagram TP dengan EN/ENO

Blok Khusus Fungsi Timer

Selain blok TON, TOF dan TO, GX-Works 3 juga menyediakan blok khusus Timer Function.
Timer ini berfungsi sebagai pewaktu secara umum namum karakteristiknya mirip dengan TON,
jika kondisi eksekusi True maka timer akan menjalankan pewaktuan hingga nilai yang sudah
ditentukan (present value). Jika pewaktuan sudah mencapai nilai tersebetu, maka output akan
ON. Timer ini memiliki nilai awal pewaktuan yang bisa diatur dan basis pewaktuan blok timer
ini lebih bervariasi:

TIMER_1_FB_M dan TIMER_CONTHS_FB_M : basis waktu 1 ms

TIMER_10_FB_M : basis waktu 10 ms

TIMER_100_FB_M dan TIMER_CONT_FB_M : basis waktu 100 ms

Blok fungsi timer bisa dituliskan dalam ladder, FBD maupun structured text seperti
ditunjukkan oleh Gambar 2. 17.

Elektronika Industri 10
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 17 Blok fungsi timer

Penjelasan parameter blok fungsi timer ditunjukkan oleh Tabel 2. 5.

Tabel 2. 5 Parameter blok fungsi timer

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


s1 (Coil) Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: stop) Input Variable BOOL
s2 (Preset) Nilai pengaturan timer Input Variable BOOL
s3 (ValueIn) Nilai awal timer Input Variable BOOL
d1 (VariableOut) Nilai timer saat ini Output variable ANY16
d2 (Status) Output Ouput Variable BOOL
Jenis timer dikelompokkan lagi menjadi 2 yaitu:

 Non retentive timer : TIMER_1_FB_M, TIMER_10_FB_M dan


TIMER_100_FB_M
 Retentive timer : TIMER_CONT_FB_M dan TIMER_CONTHS_FB_M

Retentive timer memiliki sifat mempertahankan nilai pewaktuan (d1) paling akhir ketika
timer memperoleh kondisi eksekusi False. Jika kondisi eksekusi menjadi True kembali, timer
akan melanjutkan pewaktuan dengan nilai timer yang tersimpan tersebut. Perintah Reset (RST)
bisa digunakan untuk memaksa nilai pewaktuan kembali ke nilai awal pengaturan (nol atau sama
dengan s3).

Beberapa contoh timing diagram ditunjukan oleh Gambar 2. 18 (TIMER_1_FB_M) dan


Gambar 2. 19 (TIMER_CNT_FB_M).

Elektronika Industri 11
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 18 Timing diagram TIMER_1_FB_M

Gambar 2. 19 Timing diagram TIMER_CNT_FB_M

2. Counter

Counter (pencacah) merupakan elemen yang disediakan secara built-in pada kebanyakan
PLC. Counter akan menghitung banyaknya sinyal masukan yang diberikan. Penggunaan counter
misalnya pada jumlah produk yang harus dihitung ketika produk tersebut melewati conveyor
belt. Jumlah putaran shaft, atau banyaknya orang yang melewati sebuah pintu.

Terdapat dua tipe dasar counter: up-counter dan down counter. Up-counter akan
mencacah dari nilai awal (intial value, biasanya nol) hingga ke nilai yang telah ditentukan (preset
value), saat itulah status keluarannya akan berubah, sedangkan down-counter akan mencacah
dari nilai preset value hingga mencapai nol, saat itulah status keluarannya akan berubah.
Beberapa PLC, mempunyai up-down-counter. Simbol counter sesuai IEC 61131-1 ditunjukkan
oleh Gambar 2. 20.

Elektronika Industri 12
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 20 Simbol IEC 61131-1 untuk counter (a) down-counter (b) up-counter (c) up-down-counter

Manufaktur PLC seperti Mitsubishi menganggap counter terdiri dari dua elemen dasar
yaitu: satu koil relai untuk menghitung pulsa/sinyal masukan dan satu koil relai untuk me-reset
counter itu sendiri. Kontak relai yang terkait, bisa digunakan di rung yang lain. Ilustrasi metode
ini ditunjukkan oleh Gambar 2. 21.

Gambar 2. 21 Ilustrasi metode operasi counter (pada PLC Mitsubishi)

Secara umum, counter yang tersedia pada PLC FX5U mengikuti standar IEC 61131-1,
yaitu: up-counter (CTU), down-counter (CTD), up-down-counter (CTUD) dan ditambah blok
khusus Fungsi Counter. Semua counter ini tersedia dalam bahasa ladder, FBD/LAD dan
structured text (ST).

Pada GX-Works 3, counter disediakan dalam 2 jenis:

 Instruksi OUT : bersifat CTU


 Blok Fungsi : CTU, CTD, CTUD dan blok fungsi khusus counter

Elektronika Industri 13
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Akses ke counter sebagai Instruksi OUT pada GX-Works 3 bisa dilakukan pada panel
“Element Selection” di sebelah kanan layar kerja GX-Works 3 kemudian scroll mouse untuk
mencari ”Sequence Instruction” dan klik pada pilihan “OUT Counter” (Gambar 2. 22).

Akses ke counter sebagai blok fungsi pada GX-Works 3 bisa dilakukan pada panel
“Element Selection” di sebelah kanan layar kerja GX-Works 3 kemudian scroll mouse untuk
mencari “Standard Function/Function Block” dan klik pada pilihan “Counter” (Gambar 2.
23).

Gambar 2. 22 Counter sebagai instruksi OUT di GX-Works 3

Elektronika Industri 14
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 23 Counter sebagai blok fungsi di GX-Works 3

Counter Sebagai Instruksi OUT

Counter sebagai bagian instruksi OUT memiliki karakteristik seperti up-counter. Saat
kondisi eksekusi counter True dan masukan counter menerima rising signal maka counter akan
mencegah naik hingga nilai tertentu. Jika nilai ini tercapai maka status keluaran counter akan
ON. Counter ini dapat dituliskan dalam bahasa ladder dan structured text (Gambar 2. 24)
maupun FBD/LD (Gambar 2. 25).

Gambar 2. 24 Counter sebagai instruksi OUT (ladder dan ST)

Gambar 2. 25 Counter sebagai Instruksi OUT (FBD)

Penjelasan parameter Timer ditunjukkan pada Tabel 2. 6.

Elektronika Industri 15
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Tabel 2. 6 Parameter Counter

Operand Deskripsi Jangkauan Tipe data Tipe data (label)


d Nomer counter Bit ANY
Set Value Nilai pengaturan counter 0 – 65535 16-bit unsigned ANY16
Coil =d Bit ANY
Value = set value 16-bit unsigned ANY16
EN Kondisi eksekusi Bit BOOL
(True: eksekusi, False: stop)
ENO Status keluaran Bit BOOL
(True: normal, False: abnormal)

Up-Counter (CTU)

Up-counter akan mencacah naik setiap kali muncul rising signal pada masukkannya. Up-
counter bisa dituliskan dalam ladder diagram, FBD (functional block diagram) maupun
structured text (ST) seperti ditunjukkan pada Gambar 2. 26.

Gambar 2. 26 CTU dalam LD/FBD dan ST

Penjelasan parameter CTU ditunjukkan pada Tabel 2. 7.

Tabel 2. 7 Parameter CTU

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


EN Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL
s1(CU) Sinyal masukan counter Input Variable BOOL
s2 (R) Reset nilai counter Input Variable BOOL
n(PV) Nilai cacahan maksimum Input variable INT
ENO Status keluaran (True: normal, False: abnormal) Output variable BOOL
d1(Q) Pencacahan selesai (status counter) Output variable BOOL
d2(CV) Nilai cacahan saat ini Output variable INT

Elektronika Industri 16
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Contoh timing diagram CTU tanpa EN/ENO (dengan n = 3) ditunjukkan oleh Gambar 2.
27. Jika nilai d2 sudah mencapai n maka d1 akan ON. Counter akan kembali ke keadaan awal
jika sinyal s2 (reset) di-ON-kan.

Gambar 2. 27 Timing diagram CTU tanpa EN/ENO

Contoh timing diagram CTU dengan EN/ENO (dengan n = 3) ditunjukkan oleh Gambar 2.
28. Counter bekerja jika EN di-ON-kan selain itu nilai d1 dan d2 berisi nilai pada operasi
sebelumnya. Counter akan kembali ke keadaan awal jika sinyal s2 (reset) di-ON-kan.

Gambar 2. 28 Timing diagram CTU dengan EN/ENO

Elektronika Industri 17
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Down-Counter (CTD)

Down-counter akan mencacah turun setiap kali muncul rising signal pada masukannya.
Down-counter bisa dituliskan dalam bahasa ladder diagram, FBD (functional block diagram)
maupun structured text (ST) seperti ditunjukkan pada Gambar 2. 29.

Gambar 2. 29 CTD dalam LD/FBD dan ST

Penjelasan parameter CTD ditunjukan pada Tabel 2. 8.

Tabel 2. 8 Parameter CTD

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


EN Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL
s1(CD) Sinyal masukan counter Input Variable BOOL
s2 (LD) Set nilai counter Input Variable BOOL
n(PV) Nilai cacahan maksimum Input variable INT
ENO Status keluaran (True: normal, False: abnormal) Output variable BOOL
d1(Q) Pencacahan selesai (status counter) Output variable BOOL
d2(CV) Nilai cacahan saat ini Output variable INT
Contoh timing diagram CTD tanpa EN/ENO (dengan n = 3) ditunjukkan oleh Gambar 2.
30. Eksekusi dimulai dengan me-toggle s2. Jika d2 sudah mencapai nol maka d1 akan ON. Untuk
kembali ke proses counter awal, s2 kembali di-toggle.

Elektronika Industri 18
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 30 Timing diagram CTD tanpa EN/ENO

Contoh timing diagram CTD dengan EN/ENO (dengan n = 3) ditunjukkan oleh Gambar 2.
31. Syarat supaya counter bisa dieksekusi dengan normal, EN dan ENO harus ON jika tidak maka
nilai d1 dan d2 akan berisi nilai operasi sebelumnya.

Gambar 2. 31 Timing diagram CTD dengan EN/ENO

Up-Down-Counter (CTUD)

Counter ini akan mencacah naik atau turun setiap kali muncul rising signal pada
masukannya. Berbeda dengan counter CTU dan CTD yang hanya memilki 1 masukkan, CTUD

Elektronika Industri 19
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

memilki 2 buah masukan: untuk cacahan naik dan untuk cacahan turun. CTUD bisa dituliksan
dalam ladder diagram, FBD (functional block diagram) maupun structured text (ST) seperti
ditunjukkan pada Gambar 2. 32.

Gambar 2. 32 CTUD dalam LD/FBD dan ST

Penjelasan parameter CTUD ditunjukkan pada Tabel 2. 9.

Tabel 2. 9 Parameter CTUD

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


EN Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL
s1(CU) Sinyal masukan counter naik Input Variable BOOL
s2 (CD) Sinyal masukan counter turun Input Variable BOOL
s3 (R) Reset nilai CTU Input Variable BOOL
s4 (L) Set nilai CTD Input Variabel BOOL
n(PV) Nilai cacahan maksimum/nilai awal Input variable INT
ENO Status keluaran (True: normal, False: abnormal) Output variable BOOL
d1(QU) Pencacah naik selesai (status CTU) Output variable BOOL
d2(QD) Pencacah turun selesai (status CTD) Output variable BOOL
d3(CV) Nilai cacahan saat ini Ouput variable INT
Contoh timing diagram CTD tanpa EN/ENO (dengan n = 3) ditunjukkan oleh .

 Counter akan mencacah naik jika rising signal terjadi di s1. Jika nilai d3 telah
mencapai n maka d1 akan ON dan counter berhenti mencacah. Untuk kembali ke
keadaan awal, s3 di-ON-kan, d1 akan OFF dan d3 kembali ke nol.
 Counter akan mencacah turun jika rising signal terjadi di s2. Jikai nilai d3 nol, d2
akan ON dan counter berhenti mencacah. Untuk mengembalikan counter ke
keadaan awal, s4 di-ON-kan, d2 akan OFF dan nilai d3 akan sama dengan n.
 Jika rising signal terjadi pada s1 dan s2 bersmaan maka s1 akan diprioritaskan,
counter akan menambah 1 pada nilai d3.

Elektronika Industri 20
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

 Jika s3 dan s4 bersamaan ON maka s3 akan diprioritaskan sehingga nilai d3 akan


menjadi nol.

Gambar 2. 33 Timing diagram CTUD tanpa EN/ENO

Contoh timing diagram CTUD dengan EN/ENO (dengan n = 3) ditunjukkan oleh . Pada
dasarnya sama dengan CTUD tanpa EN/ENO. Untuk beroperasi dengan normal diperlukan EN
dan ENO ON, jika tidak maka d1, d2, dan d3 akan berisi nilai yang dihasilkan oleh operasi
sebelumnya.

Elektronika Industri 21
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Gambar 2. 34 Timing diagram CTUD dengan EN/ENO

Blok Khusus Fungsi Counter (COUNTER_FB_M)

Blok fungsi counter akan mulai mencacah naik jika kondisi eksekusi pada masukanya
berubah dari OFF menjadi ON (rising signal). Khusus pada blok ini, nilai awal pencacahan dapat
ditentukan/diatur. Blok fungsi counter ini juga bisa diterjemahkan dalam ladder diagram, FBD
(functional block diagram) maupun structured text (ST) seperti ditunjukkan oleh Gambar 2. 35.

Gambar 2. 35 COUNTER_FB_M dalam LD/FBD dan ST

Elektronika Industri 22
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

Penjelasan parameter COUNTER_FB_M ditunjukkan pada Tabel 2. 10.

Tabel 2. 10 Parameter fungsi block counter

Argument Deskripsi Tipe Tipe data


s1(Coil) Kondisi eksekusi (True: eksekusi, False: Stop) Input variable BOOL
s2(Preset) Nilai akhir counter Input Variable INT
s3(ValueIn) Nilai awal counter Input Variable INT
d1(ValueOut) Nilai cacahan saat ini Output variable ANY16
d2(Status) Keluaran Output variable INT
Contoh penggunaan blok fungsi counter dan timing diagramnya ditunjukkan pada .
Counter mulai mencacah jika ada rising signal pada masukannya. Cacahan dimulai dari nilai s3
(ValueIn). Ketika nilai d1 (ValueOut) sudah mencapai nilai s2 (Preset) maka d2 (Status) akan ON.
Untuk me-reset counter dapat digunakan perintah RESET.

Gambar 2. 36 Timing diagram blok fungsi counter


(label seharusnya: COUNTER_FB_M_1)

E. Kebutuhan Praktikum

 Komputer PC/Laptop

Elektronika Industri 23
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

 Sistem operasi Windows 7 atau lebih baru + GX-Works 3


 Trainer PLC FX5U-32MR/ES

F. Kegiatan Praktikum

1. Timer sebagai instruksi ouput

a. Buka GX-Works 3, buat New Project dengan CPU FX5U dan bahasa ladder, simpan
sebagai timer01.gx3
b. Buatlah ladder berikut ini:

Komponen ladder:
 Masukan : X0 dan X1
 Keluaran : Y0, Y1 dan Y3
 Timer : T1, T2 dan T3 (masing-masing dengan set value 100)
 Konstanta : K100 (nilai set timer)
c. Setelah di-build dan di-write to PLC, tahapan kerja program:
 ON-kan X0
 Catat urutan aktifnya Y0
 Setelah semua keluaran ON, OFF-kan X0
 ON dan kemudian OFF-kan X1
d. Setelah melakukan percobaan diatas:
1. Jelaskan mengapa keluaran tidak ON serentak, padahal Set Value timer
sama semua yaitu 100 (K100)!

Elektronika Industri 24
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

2. Berapakah nilai SetValue jika diinginkan keluaran Y ON secara bersamaan?


Jelaskan alasannya!

2. Timer sebagai blok fungsi

a. Buka GX-Work 3, buat New Project dengan CPU FX5U dan bahasa ladder, simpan
sebagai timer02.gx3.
b. Buatlah ladder berikut ini:

Komponen ladder:
 Masukan : X0, X1 dan X2
 Keluaran : Y0, Y1 dan Y2
 Timer : TON_1, TOF_1 dan TP_1 (preset value all timer 10 s)
 Label : ton_elapsed, tof_elapsed dan tp_elapsed (semuanya local
label bertibe TIME)
 Konstanta : nilai timer t#10s = 10s
c. Proses kerja timer:
 Masing-masing timer bekerja independen
 Pelajarilah bagaimana masukan dan proses pewaktuan mempengaruhi
status keluaran
d. Jelaskan masing-masing karakter timer, lengkapi dengan timing diagram yang
lebih mendetail.

3. Counter sebagai instruksi OUT

Elektronika Industri 25
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

a. Buka GX-Works 3, buat New Project dengan CPU FX5U dan bahasa ladder, simpan
sebagai counter01.gx3.
b. Buatlah ladder berikut ini:

Komponen ladder:
 Masukan : X0 dan X1
 Keluaran : Y0
 Counter : C0 dengan cacahan 10 (=K10)
 Konstanta : K10 (nilai set cacahan = 10)
c. Jelaskanlah program counter01.gx3 dengan dilengkapi timing diagram!

4. Counter sebagai blok fungsi

a. Buka GX-Works 3, buat New Project dengan CPU FX5U dan bahasa ladder, simpan
sebagai counter02.gx3.
b. Buatlah ladder berikut ini:

Komponen ladder:
 Masukan : X0 (pencacah), X1 (select counter), X2 (reset counter)
 Keluaran : Y0 dan Y1
 Counter : CTD dan CTU (masing-masing preset value = 10)
 Konstanta : K10 (untuk preset value = 10)

Elektronika Industri 26
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

 Label : ctu_count dan ctd_count (semua local label bertipe


“Word [Unsigned]/Bit String [16-bit]”)
c. Penjelasan program:
 User memiliki 3 buah toggle yang terhubung ke masukan PLC
 X0 = digunakan untuk mencacah
 X1 = memilih jenis counter, X1 OFF = Up counter, X1 ON = Down counter
 X2 = digunakan untuk mereset counter
d. Amati program dan jelaskan bagaimana masing-masing counter beroperasi,
lengkapi dengan timing diagram.

G. Tugas

1. Timer

Buatlah program ladder dengan komponen utama TON dan TOF dan ketentuan seperti
berikut:

i. Memiliki satu masukan (misal X0)


ii. Memiliki satu keluaran (misal Y0)
iii. Pada kondisi awal, X0 dalam posisi OFF dan Y0 juga OFF
iv. Saat X0 di-ON-kan maka setelah 15 detik kemudian, Y0 akan ON
v. Saat Y0 ON dan X0 di-OFF-kan, maka 15 detik kemudian Y0 akan kembali OFF
vi. Proses kembali berulang ke [Link]
vii. Catatan: jika terjadi perubaha pada X0 sebelum timer selesai maka nilai
pewaktuan yang terjadi tetap digunakan untuk proses selanjutnya (retentive
timer).

2. Counter

Buatlah program ladder dengan komponen utama CTU dan CTD atau boleh
menggunakan CTUD dan ketentuan seperti berikut:

i. Memiliki dua masukan saja yaitu pencacah dan reset counter.


ii. Memiliki dua keluaran, sebagai status CTU dan CTD, keduanya pada kondisi awal
OFF.
iii. Keadaan awal, counter akan mencacah naik hingga 10 cacahan. Saat mencapai
10 cacahan keluaran status CTU ON.

Elektronika Industri 27
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

iv. Jika pencacahan dilanjutkan maka counter akan mencacah turun dari 15 hingga
0. Saat mencapai nol, status CTD ON.
v. Reset counter supaya status CTU dan CTD OFF.
vi. Proses kembali ke [Link].

3. Studi Kasus

Gambar 2. 37 Mesin penyedia teh

Keterangan IO:

 Input:
i. Pendeteksi cangkir X000 (ON ketika cangkir ada)
ii. Tombol penyedia teh X001
iii. Tombol konfirmasi daun teh X002
iv. Saklar batas minimal tangki pengisi air X003
v. Saklar batas maksimal tangki pengisi air X004
 Output:
i. Lampu indikator pengganti daun teh Y000
ii. Output penyedia teh Y001
iii. Output pengisi air Y003

Penejelasan operasi:

i. Apabila deteksi cangkir X000 ON, dan ketika kita menekan tombol penyedia teh
X001, maka output penyedia teh Y004 akan beroperasi, dan air panas tertuang

Elektronika Industri 28
Lab. Instrumentasi Timer dan Counter | Modul 2

ke cangkir. Air panas akan tertuang hanya saat cangkir sudah berada di
tempatnya.
ii. Apabila air di tabung berkurang, batas minimal LS X003 akan menjadi ON, dan
output penyedia air Y003 akan beroperasi, tombol ditekan (X003), dan ketika
tombol dilepaskan maka air panas akan berhenti. Saat deteksi cangkir X000 OFF,
air panas tidak akan tertuang walaupun tombol penyedia teh X001 ditekan.
Apabila output penyedia air Y003 beroperasi dan air tertuang ke tabung, tidak
lama kemudian batas maksimal LS X004 menjadi ON (tombol ditekan), dan output
penyedia air Y003 menjadi tidak beroperasi.
iii. Apabila pengoperasian penyedia air telah dilaksanakan sebanyak 5 kali, lampu
tanda pengganti daun teh akan menyala.
iv. Apabila menekan tombol konfirmasi, lampu tanda pengganti daun teh akan mati.

H. Pembahasan

Berisi penjelasan mengenai:

a. Kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan.


b. Tugas

I. Penutup

Pada penutup, berikan kesimpulan mengenai praktikum yang telah dilaksanakan.

J. Refrensi

Bolton, W. 2009. “Chapter 9 – Timers.” In Programmable Logic Controllers (Fifth


Edition), edited by W Bolton, Fifth Edition, 219 – 38. Boston: Newnes.
Doi:https//[Link]/10.1016.B978-1-85617-751-1.00009-4.

Bolton, W. 2009. “Chapter 10 – Counters.” In Programmable Logic Controllers (Fifth


Edition), edited by W Bolton, Fifth Edition, 239 – 59. Boston: Newnes.
Doi:https//[Link]/10.1016.B978-1-85617-751-1.00010-0.

MELSEQ iQ-F FX5 Programming Manual (Instructions, Standar Functions/Function Blocks)


Revisi E.

Elektronika Industri 29

Anda mungkin juga menyukai