RENCANA TATA RUANG
(STRUKTUR & POLA RUANG)
Desain Lanskap & Perkotaan
Semester Gasal 2024/2025
PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOTA
PEMBANGUNAN
PEMBANGUNAN SEKTOR PERTAMBANGAN
PEMBANGUNAN SEKTOR PENDIDIKAN
PEMBANGUNAN DI INDONESIA
• Pembangunan di Indonesia dilalui melalui sebuah proses
perenancaan
• Perencanaan terdiri dari:
– Rencana Kegiatan: Kegiatan Pendidikan, Kegiatan Pertanian, Kegiatan
Peribadatan, Kegiatan Perekonomian, dlsb. Rencana ini disebut sebagai
Rencana Pembangunan (Development Plan)
– Rencana Tata Ruang: Rencana Tata ruang merupakan rencana tempat
pelaksanaan dari Rencana Pembangunan (di mana kegiatan Pendidikan? Di
mana kegiatan pertanian? Di mana kegiatan pertambangan? Dsb. (Spatial
Plan)
• Karena negara Indonesia sangat luas, maka Rencana Pembangunan
maupun Rencana Tata Ruang disusun secara berjenjang, mulai dari
Tingkat nasional sampai Tingkat daerah.
SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DI INDONESIA
• Sistem Perencanaan Pembangunan di Indonesia adalah sebuah
kerangka yang terintegrasi dan terstruktur untuk menghasilkan
rencana-rencana pembangunan yang efektif dan efisien.
• Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) di
Indonesia didasarkan pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(SPPN) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah
• Tujuan utama SPPN adalah untuk memastikan tercapainya
penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan,
dan berkelanjutan. Selain itu, SPPN juga bertujuan untuk
menciptakan integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar daerah,
antar ruang, antar waktu, antarfungsi pemerintah, serta antara
pusat dan daerah
• Sistem perencanaan pembangunan di Indonesia terbagi
menjadi beberapa tahapan berdasarkan jangka waktu:
– Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP Nasional):
Dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20
tahun. RPJP Nasional untuk tahun 2005-2025 diatur dalam Undang-
Undang Nomor 17 Tahun 2007
– Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional):
Dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun. RPJM Nasional dibagi
menjadi beberapa periode, seperti RPJM Nasional I (2005-2009),
RPJM Nasional II (2010-2014), RPJM Nasional III (2015-2019), dan
RPJM Nasional IV (2020-2024)
– Rencana Kerja Pemerintah (RKP): Rencana pembangunan tahunan
nasional yang memuat prioritas pembangunan nasional, rancangan
kerangka ekonomi makro, serta program kementerian/lembaga dan
lintas kementerian/Lembaga.
• Perencanaan pembangunan daerah juga memiliki struktur
yang terintegrasi dengan perencanaan nasional:
– Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP Daerah):
Dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 20
tahun, yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan daerah sesuai
dengan RPJP Nasional
– Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah):
Dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 tahun,
yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala
daerah berdasarkan RPJP Daerah dan RPJM Nasional
• Koordinasi dan evaluasi perencanaan pembangunan
dilakukan melalui beberapa proses, seperti:
– Rapat Koordinasi Pembangunan (RaKorBang): Proses penetapan
program dan kegiatan pembangunan daerah yang dilakukan melalui
rapat koordinasi mulai dari tingkat pemerintahan paling bawah, yaitu
desa.
– Evaluasi Rencana Pembangunan: Evaluasi rencana pembangunan
dilakukan oleh Menteri/Kepala Bappeda berdasarkan hasil evaluasi
pimpinan Kementerian/Lembaga dan evaluasi Satuan Kerja Perangkat
Daerah. Hasil evaluasi ini digunakan sebagai bahan penyusunan
rencana pembangunan nasional/daerah untuk periode berikutnya.
• Dengan demikian, sistem perencanaan pembangunan di
Indonesia terintegrasi dan terstruktur untuk mencapai tujuan
pembangunan yang efektif dan efisien, serta memastikan
harmonisasi antara kebijakan pembangunan nasional dan
daerah
RENCANA TATA RUANG
• Rencana Tata Ruang (RTR) adalah suatu sistem proses perencanaan,
pemanfaatan, dan pengendalian pemanfaatan ruang yang
bertujuan untuk mengatur dan mengelola penggunaan ruang
secara efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa aspek penting
tentang RTR:
– RTR adalah wujud susunan dari suatu tempat berkedudukan yang
berdimensi luas dan isi, memperhatikan struktur dan pola dari tempat
tersebut
– Merupakan ekspresi geografis yang merupakan cermin lingkup kebijakan
yang dibuat masyarakat terkait dengan ekonomi, sosial, dan kebudayaan
• Fungsi RTR:
– Acuan dalam Penyusunan Rencana Pembangunan: RTR digunakan
sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD)
– Pemanfaatan Ruang: RTR berfungsi sebagai acuan dalam
pemanfaatan ruang dan pengembangan wilayah kota, serta
mewujudkan keseimbangan pembangunan dalam wilayah kota
– Pengendalian Pemanfaatan Ruang: RTR digunakan untuk menerapkan
zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta
pengenaan sanksi untuk mengendalikan pemanfaatan ruang
• Jenis RTR
– Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN): Arahan kebijakan
dan strategi pemanfaatan ruang wilayah negara yang dijadikan acuan
untuk perencanaan jangka panjang. Jangka waktu RTRWN adalah 20
tahun dengan peninjauan kembali setiap 5 tahun
– Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP): Tata ruang yang
bersifat umum dari wilayah provinsi, harus mengacu pada RTRWN
dan pedoman bidang penataan ruang
– Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota: Penataan ruang yang
dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten, meliputi perencanaan
tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan
ruang
Integrasi Rencana Pembangunan & Rencana Tata Ruang
RENCANA TATA RUANG
RENCANA
PEMBANGUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG RENCANA RINCI TATA RUANG
PENGERTIAN MENURUT UU NO 26/2007
TENTANG PENATAAN RUANG
• Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut,
dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu
kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup,
melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.
• Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.
• Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan
sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai
pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara
hierarkis memiliki hubungan fungsional.
ISI
WADAH
TIPE STRUKTUR
RUANG
BAGAIMANA TEORI TERSEBUT
DIIMPLEMENTASIKAN DALAM SISTEM JARINGAN
LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN?
PUSAT-PUSAT PERMUKIMAN
Pusat Kegiatan Nasional yang selanjutnya disebut PKN adalah kawasan
perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional,
nasional, atau beberapa provinsi.
Pusat Kegiatan Wilayah yang selanjutnya disebut PKW adalah kawasan
perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala provinsi atau
beberapa kabupaten/kota.
Pusat Kegiatan Lokal yang selanjutnya disebut PKL adalah kawasan
perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten/kota
atau beberapa kecamatan.
PKW PKL
KOLEKTOR-4
KOLEKTOR-1/2/3
LOKAL
KOLEKTOR-4
PKW ARTERI PKL
LOKAL
ARTERI
PKN PKN
STRUKTUR RUANG DIY
RENCANA POLA RUANG
• Rencana pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam
suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi
lindung dan fungsi budi daya.
• Distribusi Peruntukan Ruang:
– Rencana pola ruang melibatkan pengaturan dan penggunaan ruang secara
sistematis, membagi ruang menjadi dua fungsi utama: fungsi
lindung dan fungsi budi daya
• Fungsi Lindung:
– Kawasan lindung meliputi area yang harus dilindungi dari aktivitas manusia
untuk menjaga keberlangsungan lingkungan alam, seperti kawasan hutan,
badan air, dan ekosistem mangrove
• Fungsi Budi Daya:
– Kawasan budi daya meliputi area yang digunakan untuk kegiatan ekonomi
dan sosial, seperti pertanian, perikanan, industri, pariwisata, dan
pertambangan
• Kriteria Penyusunan:
– Rencana pola ruang harus disusun berdasarkan strategi penataan
ruang wilayah, mempertimbangkan alokasi ruang wilayah dalam
mendukung kegiatan sosial ekonomi dan pelestarian lingkungan,
serta memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan
hidup.
• Implementasi:
– Rencana pola ruang dapat ditransformasikan ke dalam penyusunan
indikasi program utama jangka menengah lima tahunan untuk 20
tahun dan harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-
undangan
• Contoh Implementasi:
– Di Provinsi Bali, Rencana pola ruang wilayah provinsi mencakup
kawasan lindung, badan air, kawasan perlindungan, kawasan
konservasi, dan kawasan ekosistem mangrove sebagai kawasan
lindung, serta kawasan hutan produksi, pertanian, perikanan, dan
industri sebagai kawasan budi daya.
Dengan demikian, rencana pola ruang merupakan suatu sistem
yang kompleks yang bertujuan untuk mengatur dan mengelola
penggunaan ruang secara efektif dan berkelanjutan.
CATATAN UNTUK DIDISKUSIKAN
• Mana yang harus diwujudkan lebih dahulu? Struktur Ruang
dulu? Atau Pola Ruang dulu? Atau bersamaan?
• Seandainya Pola Ruang terbentuk lebih dulu baru kemudian
disusul dengan Struktur Ruang, apa keuntungan dan
kerugiannya?
• Sebaliknya jika Struktur Ruang dibuat lebih dahulu kemudian
disusul dengan Pola Ruang, apa keuntungan dan kerugian?
➔ TOD (Transit Oriented Development) menjadi pilihan karena
mengintegrasikan Struktur dan Pola Ruang sekaligus.
TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT/ TOD
• TOD is a mixed-use residential and commercial area designed
to maximize access to public transport, and often incorporates
features to encourage transit ridership.
• TOD adalah kawasan campuran antara hunian dan komersial
yang dirancang untuk memaksimalkan akses ke transportasi
umum, disertai dengan fitur-fitur yang mendorong
penggunaan kendaraan tidak bermesin (termasuk jalan kaki).
• A TOD neighborhood typically has a center with a transit
station or stop (train station, metro station, tram stop, or bus
stop), surrounded by relatively high-density development with
progressively lower-density development spreading outward
from the center.
• Kawasan TOD pada umumnya memiliki suatu pusat dengan
stasiun atau halte transit (stasiun kereta, stasiun metro, halte
trem, atau halte bus), yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan
dengan kepadatan relatif tinggi di bagian pusat dan semakin
jauh dari pusat kepadatan semakin rendah.
Mengapa TOD?
• Mendorong munculnya pusat kegiatan baru di kawasan yang
direncanakan sehingga diharapkan dapat mengurangi alih
fungsi lahan pertanian yang tinggi
• Mengurangi kemacetan karena berkurangnya penggunaan
kendaraan pribadi
• Mendekatkan jarak pelayanan
• Penghematan energi
• Mengurangi ketimpangan wilayah
• Efisiensi penyediaan sarpras permukiman
• Mewujudkan pembangunan berkelanjutan
ILUSTRASI KONSEP TOD
Peluang Pengembangan Kawasan Sekitar
Koridor Bandara
TOD Sentolo
TOD Patukan
TOD Wates
Stasiun
Palbapang
TOD Kedundang 39 39
Lokasi Potensi TOD/ROD di Koridor Temon - Prambanan
Stasiun KEDUNDANG merupakan stasiun utama
yang menghubungkan antara trase jalan rel lintas
selatan Pulau Jawa dengan akses ke Bandara
( masih perlu konfirmasi terkait pemanfaatan
stasiun ini )
Stasiun PATHUKAN merupakan stasiun interchange
sisi barat sebagai simpul antara jalan rel at grade
timur – barat dengan elevated loopline. Stasiun ini
juga berfungsi sebagai stasiun check-in
STASIUN PATHUKAN
Stasiun TUGU sebagai stasiun keberangkatan
antar kota
STASIUN TUGU
40
KRIDOSONO – LEMPUYANGAN
MAIN TRANSIT
KRIDOSONO MAIN TRANSIT merupakan pusat
perpindahan dan pergerakan angkutan umum di
Kota Yogyakarta. Peralihan dari moda jalan rel ke
moda bus dapat dilakukan disini seiring dengan
pemanfaatan stasiun Lempuyangan.
STASIUN MAGUWO
Stasiun MAGUWO merupakan stasiun
interchange sisi timur sebagai simpul antara
jalan rel at grade timur – barat dengan elevated
loopline. Stasiun ini juga berfungsi sebagai
stasiun check-in
41
ATURAN PEMBANGUNAN
Rencana Tata Ruang (RTR) memiliki hubungan yang sangat erat
dengan hirarki aturan pembangunan dalam penataan ruang di
Indonesia.
• Hirarki RTR:
– RTRW Nasional
– RTRW Provinsi
– RTRW Kabupaten/ Kota
• Kewenangan Administratif:
– Kewenangan dalam mengatur pemanfaatan ruang dibagi menjadi tiga
tingkatan: Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Setiap tingkatan
memiliki kewenangan yang berbeda dalam penyusunan dan implementasi
RTR.
• Peraturan dan Payung Hukum:
– RTR harus merujuk pada pranata pembangunan yang lebih tinggi, baik
pada lingkup nasional, provinsi, atau kabupaten/kota. Hal ini memastikan
konsistensi dan harmonisasi dalam penataan ruang
• Pengendalian Pemanfaatan Ruang:
– Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui zonasi, perizinan,
pemberian insentif dan disinsentif, serta sanksi. Hal ini memastikan bahwa
pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang telah
ditetapkan
Dengan demikian, hirarki aturan pembangunan dalam penataan
ruang di Indonesia terstruktur secara hierarkis dari tingkat nasional
hingga kabupaten/kota, dengan setiap tingkatan memiliki
kewenangan dan tanggung jawab yang berbeda dalam penyusunan
dan implementasi RTR
PERATURAN ZONASI
• Peraturan Zonasi (PZ) adalah suatu ketentuan yang mengatur tentang
persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya.
• Fungsi:
– Pengendalian Pemanfaatan Ruang: Peraturan Zonasi berfungsi sebagai
perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang, memastikan bahwa
penggunaan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
– Acuan dalam Pemberian Rekomendasi: Peraturan Zonasi digunakan sebagai
acuan dalam pemberian rekomendasi keseuaian kegiatan pemanfaatan ruang,
termasuk pemanfaatan air dan ruang di bawah tanah.
– Pemberian Insentif dan Disinsentif: Peraturan Zonasi juga digunakan sebagai
acuan dalam pemberian insentif dan disinsentif untuk mengatur penggunaan
ruang.
– Pengenaan Sanksi: Peraturan Zonasi digunakan untuk mengenaan sanksi jika
terjadi pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan ruang
PEMANFAATAN PERATURAN ZONASI
Penggunaan ITBX:
• “I” (Diperbolehkan/Diizinkan): Kegiatan atau penggunaan lahan
yang diperbolehkan tanpa syarat khusus.
• “T” (Bersyarat Secara Terbatas): Kegiatan atau penggunaan lahan
yang diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu yang dapat
dipenuhi dalam bentuk inovasi atau penyesuaian.
• “B” (Bersyarat Tertentu): Kegiatan atau penggunaan lahan yang
diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi
sebelum kegiatan atau penggunaan lahan tersebut diizinkan.
• “X” (Tidak Diperbolehkan): Kegiatan atau penggunaan lahan yang
tidak diperbolehkan sama sekal
CONTOH TABEL PERATURAN ZONASI
INFORMASI RDTR INTERAKTIF
• Pemerintah RI telah menyediakan data terkait dengan Rencana
Detail Tata Ruang ([Link]
• Informasi meliputi:
– Zonasi
– Daftar Kegiatan (yang diijinkan)
– Intensitas Ruang (Koefisien Dasar Bangunan, Koefisien Lantai Bbangunan,
Koefisien Dasar Hijau)
– Tata Bangunan (Ketinggian Bangunan, Koefisien Tapak Basement, Garis
Sempadan Bangunan)
• Silakan mencoba akses…
TUGAS M3
Dengan memanfaatkan informasi yang terdapat pada
[Link] lakukan Langkah-Langkah sebagai
berikut:
1. Pilih 1 titik di Wilayah Kota Yogyakarta
2. Gali informasi terkait dengan Regulasi Pembangunan di titik tersebut
3. Berdasar informasi (No. 2) buat usulan bangunan sesuai ketentuan
regulasi
4. Buat Sketsa3 Dimensi Massa Bangunan
5. Gunakan data tambahan dari sumber lain, jika perlu.
6. Tugas di kumpul di Situs Kuliah paling lambat hari Rabu, 18 September
2024 pk 12:00.