0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Mekanisme Penegakan HAM di Indonesia

Dokumen ini menjelaskan mekanisme penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia melalui berbagai lembaga seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Setiap lembaga memiliki tugas dan fungsi spesifik untuk melindungi dan memajukan HAM, termasuk pemantauan, penelitian, dan mediasi. Selain itu, Ombudsman juga berperan dalam meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Diunggah oleh

Ryona
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Mekanisme Penegakan HAM di Indonesia

Dokumen ini menjelaskan mekanisme penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia melalui berbagai lembaga seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Setiap lembaga memiliki tugas dan fungsi spesifik untuk melindungi dan memajukan HAM, termasuk pemantauan, penelitian, dan mediasi. Selain itu, Ombudsman juga berperan dalam meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Diunggah oleh

Ryona
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MEKANISME PENEGAKAN

HAM NASIONAL
kelompok 7
Anisa Bella Nurainin
Imroatul Mufidah
Inviona Ratu Imayuri
Wilda Amalia Putri
MAHKAMAH KONSTITUSI
Menurut pasal 28I ayat (4) UUD 1945, negara berkewajiban untuk melindungi,
memajukan, menegakkan dan memenuhi HAM. Wewenang Mahkamah Konstitusi
bisa dikenal sebagai constituional review. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat
final dan mengikat. Sebagai lembaga yang diamanatkan oleh perubahan ketiga
UUD 1945 (tahun 2001) dan baru bekerja sejak akhir tahun 2003, mekanisme
nasional penegakan HAM oleh MK masih harus ditunggu kecenderungannya.
Selain itu, pengujian UU belum merupakan tradisi yang mapan dan kehidupan
kostitusional yang baru, pasca amandemen kontitusi, masih dalam tahap
pembentukan.
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia awal berdirinya dibentuk
berdasarkan Keppres No.50 tahun 1993 dan dalam
perkembangannya diperkuat dengan Undang-Undang No.39
tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Keberadaan lembaga ini
secara internasional dipandu oleh Prinsip-Prinsip Paris 1991,
mengenai status dan fungsi institusi nasional untuk melindungi
hak asasi manusia. Di dalamnya mencakup yuridiksi lembaga,
kemandirian lembaga dan pluraritas yang tercermin dalam
komposisi maupun cara beroperasi.
PRINSIP-PRINSIP PARIS
1. Prinsip independensi
2. Prinsip Pluralisme

FUNGSI KOMNAS HAM


Pemantauan
Penelitian
Mediasi
Pendidikan
STRUKTUR ORGANISASI KOMNAS HAM, DIATUR DALAM PASAL 78-82 YANG
TERDIRI ATAS :

Sidang Paripurna
Sub Komisi
1. Sub komisi pengkajian dan penelitian
2. Sub komisi penyuluhan
3. Sub komisi pemantauan
4. Sub komisi mediasi
Sekretariat jendral sebagai unsur
pelayanan
KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI)

KPAI adalah lembaga independen yang dibentuk berdsarkan UU Nomor


23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dalam rangka meningkatkan
efektifitas penyelenggaraan perlindungan anak. KPAI dibentuk untuk
merespon berbagai laporan tentang adanya kekerasan, pelantaran dan
belum terpenuhinya hak-hak dasar anak di Indonesia. Banyaknya kasus
pekerja anak, pelibatan anak dalam konflik sejata (childs soldier), dan
lain sebagainya telah menarik perhatian komunitas Internasional untuk
menekankan pemerintah Indonesia agar membuat lembaga khusus yang
bertugas memantau kondisi perlidungan anak d Indonesia. Dorongan
komunitas internasional tersebut kemudian memaksa pemerintah
Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto untuk mengesahkan UU
Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang mengamanatkan
pembentukan KPAI.
TUGAS KPAI
a. Melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan
perundang undangan yang berkaitan dengan perlindungan
anak, mengumpulkan data dan informasi, menerima
pengaduan masyarakat, melakukan penelaahan,
pemantauan, evaluasi, dan pengawasan terhadap
penyelenggaraan perlindungan anak
b. Memberikan laporan, saran, masukan, dan pertimbangan
kepada Presiden dalam rangka perlindungan anak.
1. KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Komnas Perempuan didirikan pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan


Presiden No. 181 tahun 1998, sebagai jawaban atas desakan kelompok
Perempuan terkait dengan peristiwa yang dikenal sebagai tragedi Mei
1998
a. Mandat Komnas Perempuan
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 181 tahun 1998 yang diperbaharui
dalam Peraturan Presiden (PerPres) No 65 Tahun 2005, maka keberadaan
Komas Perempuan bertujuan untuk
1. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk
kekerasan terhadap perempuan dan penegakan hak-hak asasi perempuan di
Indonesia;
2. Meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan segala bentuk
kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.
1. KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Dalam mencapai tujuan tersbut, PerPres No. 65 tahun 2005 meletakkan 5


tugas yang harus dijalankan oleh Komnas Perempuan
1. Penyebarluasan pemahaman
2. Kajian dan Penelitian
3. Pemantauan
4. Rekomendasi
5. Kerjasama regional dan internasional

B. Pendekatan dan kerangka kerja


Sebagai Lembaga HAM Nasiobal, dalam menjalankan tugasnya Komnas
Perempuan bersandar kepada
1. Instrumen HAM internasional yang ditegaskan dalam Deklarasi Wina
(1993)
2. Konvensi Perempuan yang sudah diratifikasi dalam UU No 7 Tahun 1984
1. KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

C. Prinsip
Paris Principles, prinsip yang terkait dengan status dan fungsi komisi-
komisi HAM Nasional untuk promosi dan perlindungan HAM
Prinsip kompetensi dan tanggung jawab
Prinsip komposisi anggota yang independen dan menunjukkan pluralitas

D. Struktur dan perangkat


Struktur
1. Komisi Paripurna
2. Badan Pekerja
1. KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Perangkat
Digunakan untuk memastikan sejauh mana negara telah bertanggung jawab
memenuhi dan melindungi Perempuan korban kekerasan dan pelanggaran
HAM
· Perangkat pemantauan kasus pelanggaran hak Perempuan dan
kekerasan terhadap Perempuan
· Perangkat pemantauan kebijakan daerah
OMBUDSMAN

Ombudsman dapat dibedakan menjadi:


1. Ombudsman Parlementer, yaitu Ombudsman yang dipilih oleh
parlemen dan bertanggungjawab (laporan) kepada Parlemen.
2. Ombudsman Eksekutif, yaitu Ombudsman yang dipilih oleh
Presiden, Perdana Manteri atau Kepala Daerah, dan bertanggungjawab
(laporan) kepada Presiden, Perdana Manteri atau Kepala
Daerah.
Di Indonesia, Komisi Ombudsman Nasional dibentuk pada tanggal
10 Maret 2000 dengan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000 tentang
Komisi Ombudsman Nasional. Komisi Ombudsman Nasional dibentuk
dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan
negara serta untuk menjamin perlindungan hak-hak masyarakat.
TUJUAN, TUGAS DAN STRUKTUR KELEMBAGAAN KOMISI OMBUDSMAN

Presiden Abdurrahman Wahid mendirikan Komisi Ombudsman


Nasional dengan dua tujuan, pertama, untuk membantu menciptakan dan
mengembangkan kondisi yang kondusif dalam melaksanakan pemberantasan
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kedua, untuk meningkatkan perlindungan hak-hak
masyarakat agar memperoleh pelayanan umum, keadilan dan kesejahteraan
secara lebih baik.
Tujuan tersebut diharapkan akan tercapai dengan cara:
a. Melakukan sosialisasi dan diseminasi pemahaman mengenai
lembaga Ombudsman kepada masyarakat luas;
b. Melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan Instansi
Pemerintah, Perguruan Tinggi, lembaga Swadaya Masyarakat, Para
Ahli, Praktisi, Organisasi Profesi dan lain-lain;
c. Melakukan langkah untuk menindaklanjuti laporan atau informasi
mengenai terjadinya penyimpangan oleh penyelenggaraan negara
dalam melaksanakan tugasnya maupun dalam memberikan
pelayanan umum
OMBUDSMAN

Ombudsman memiliki susunan organisasi sebagai berikut:


(a) Rapat Paripurna
Rapat Paripurna adalah rapat tertinggi yang memegang otoritas
memutuskan persoalan yang dihadiri oleh seluruh Anggota
Ombudsman
Nasional.
(b) Sub Komisi Kegiatan
(c) Sekretariat
(D)Tim Asistensi dan Staf Administrasi
SAMPAI JUMPA

Terima
kasih
APAKAH ADA PERTANYAAN GUYSSS???

Anda mungkin juga menyukai