1
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
Makalah bahagian budaya yang universal
Oleh
ELSHA DINI RAHMAD
NIM : 41037006111021
Fakultas : ekonomi
Jurusan : manajemen
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI HARAPAN
MEDAN
2014
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT. karena atas
hidayah-Nya lah makalah ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam
kita tunjukan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, para
keluarganya, para sahabatnya, para tabi’it tabi’in serta kepada kita
semua selaku umatnya di akhir zaman.
Makalah ini penulis sampaikan kepada Pembina mata kuliah Ilmu
social Dasar. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak
yang berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis.
Penulis mohon kepada Bapak dosen kususnya, umumnya kepada
pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam
makalah ini, baik dari segi bahasanya maupun isinya, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada
semua pembaca demi lebih baiknya Makalah yang akan datang.
Medan, 13 januari 2015
3
DAFTAR ISI
Halaman
Cover 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
BAB II PEMBAHASAN 5
A. Pengertian kebudayaan 5
B. Unsur-Unsur kebudayaan 6
C. Pengaruh Unsur-Unsur Budaya Terhadap Masyarakat 10
D. Cara Pandang Terhadap Kebudayaan 12
BAB III PENUTUP 15
DAFTAR PUSTAKA 16
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kebudayaan merupakan faktor penting dalam kehikdupan manusia.
Sebab kebudayaan memberikan arah kepada tindakan dan karya
manusia. Kebudayaan yang telah ada akan tetap berjalan meski
kadang-kadang wujudnya dapat berubah. Kebudayaan bukan hanya
kesenian dan benda-benda budaya, akan tetapi mencakup seluruh
sendi kehidupan manusia untuk menciptakan sebuah tatanan yang
diharapkan. Unsur-unsur yang mempengaruhi keberadaan budaya
akan terus memberikan arah bagaimana wujud dari kebudayaan itu
untuk masa yang akan datang, maka dalam makalah ini akan dibahas
tentang unsur-unsurkebudayaantersebut
B. Rumusan Masalah
5
• Pengertian kebudayaan
• Unsur-Unsur kebudayaan
• Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan
• Pengaruh Unsur-Unsur Budaya Terhadap Masyarakat
• Cara Pandang Terhadap Kebudayaan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kebudayaan
Definisi Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat (2000:181) kebudayaan dengan kata dasar
budaya berasal dari bahasa sangsakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk
jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi
Koentjaraningrat, mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang
berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil
dari cipta, karsa dan rasa itu.
Koentjaraningrat juga menerangkan bahwa pada dasarnya banyak
sarjana yang membedakan antara budaya dan kebudayaan, dimana
budaya merupakan perkembangan majemuk budi daya, yang berati
daya dari budi. Namun, pada kajian Antropologi, budaya dianggap
merupakan singkatan dari kebudayaan, tidak ada perbedaan dari
definsi.
6
Jadi, kebudayaan atau disingkat “budaya”, menurut Koentjaraningrat
merupakan “keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar.”
Lalu, dilain pihak Clifford Geertz mengatakan bahwa kebudayaan
merupakan sistem mengenai konsepsi-konsepsi yang diwariskan
dalam bentuk simbolik, yang dengan cara ini manusia dapat
berkomunikasi, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan dan
sikapnya terhadap kehidupan. (Abdullah, 2006:1)
Lebih sepesifik lagi, E. B Taylor, dalam bukunya “Primitive Cultures”,
mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang
di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan
yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.” (Setiadi,
2007:27)
Dari berbagai definisi diatas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa
kebudayaan atau budaya merupakan sebuah sistem, dimana sistem
itu terbentuk dari perilaku, baik itu perilaku badan maupun pikiran.
Dan hal ini berkaitan erat dengan adanya gerak dari masyarakat,
dimana pergerakan yang dinamis dan dalam kurun waktu tertentu
akan menghasilkan sebuah tatanan ataupun sistem tersendiri dalam
kumpulan masyarakat.
B. Unsur-Unsur Kebudayaan
7
Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai,
serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi
muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat,
dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam
memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan
yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam
teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur
kebudayaan fisik), yaitu:
* alat-alat produktif
* senjata
* wadah
* alat-alat menyalakan api
* makanan
* pakaian
* tempat berlindung dan perumahan
* alat-alat transportasi
Sistem mata pencaharian hidup
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus
pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di
antaranya:
* berburu dan meramu
* beternak
8
* bercocok tanam di ladang
* menangkap ikan
sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam
struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem
kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk
menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.
Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa
keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan.
Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu,
kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian
sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan
dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga
ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum
kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti,
keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia
untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan,
lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan
menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya
atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri
dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan
sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk
masyarakat.
9
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi
umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah
sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk
mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa
secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan
sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah
kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kesenian dan Agama
Karya seni dari peradaban Mesir kuno.
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari
ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata
ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi,
manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang
sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
Sistem kepercayaan
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik
manusia dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap
rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul
keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini,
yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad
raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup
bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem
kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama Samawi
Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan
10
sebagai agama Samawi atau agama Abrahamik Ketiga agama
tersebut memiliki sejumlah tradisi yang sama namun juga perbedaan-
perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya. Ketiganya telah
memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di
berbagai belahan dunia.
Namun ada beberapa ahli yang mengemukakan unsur-unsur
kebudayaan yang lain,
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur
pokok, yaitu:
* alat-alat teknologi
* sistem ekonomi
* keluarga
* kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang
meliputi:
* sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para
anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
sekelilingnya
* organisasi ekonomi
* alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk
pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
* organisasi kekuatan (politik)
D. Pengaruh Unsur-Unsur Budaya Terhadap Masyarakat
11
Unsur-unsur kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan
yang digunakan. Raph Linton mengemukakan bahwa kebudayaan
merupakan warisan sosial dari anggota masyarakat.
Pengaruh unsur-unsur kebudayaan terhadap kehidupan masyarakat
adalah:
Goodman dan Marx melihat kebudayaan sebagai warisan yang
dipelajari dan ditranmisikan, jadi kebudayaan dalam hal ini
berpengaruh terhadap perkembangan generasi-generasi berikutnya.
Misalnya: bahasa dari sebuah suku akan terus dipakai oleh generasi
yang akan datang pada suku tersebut.
M.J. Herskovits, bahwa kebudayaan merupakan sesuatu yang
superorganic, yakni individu yang tinggal pada tempat budaya
tersebut secara langsung atau tidak langsung akan memiliki dan
menjadi anggota dari kebudayaan tersebut. Misalnya:seseorang yang
tinggal di sebuah suku, maka secara otomatis akan menjadi putra
suku tersebut.
Theodore M. Newcom, bahwa kepribadian menunjuk pada
organisasi sikap-sikap seseorang untuk berbuat, mengetahui, berpikir,
dan merasakan secara khusus. Jadi Newcomb menganggap
kebudayaan lebih ke arah keindividuan sebagai salah satu kreator
dari kebudayaan. Disini pengaruh kebudayaan adalah bagaimana
seorang individu itu menerapkan dan mengembangkan kebudayaan
yang ia anut.
Dari pengaruh-pengaruh di atas, dapat kita simpulkan bahwa
12
unsur-unsur budaya sebagai pembentuk budaya sangat berpengaruh
dalam kehidupan sebuah masyarakat, karena unsur-unsur budaya
akan tetap dipakai dalam kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya:
bahasa, kesenian, dan lain sebagainya.
Meskipun begitu akan terjadi pergeseran-pergeseran dalam
kebudayaan. Misalnya pada teknologi dan mata pencaharian, namun
konsep dasar dari sebuah budaya akan sulit sekali untuk dihilangkan.
E. Cara Pandang Terhadap Kebudayaan
Kebudayaan sebagai peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya"
yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19.
Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya
ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-
daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai
"peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini,
kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan;
salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar
Degas.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan
aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine
art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan
digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan
13
mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika
seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang
"berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional
dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman,
maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah
"berkebudayaan".
Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara
ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya
bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan
nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang
memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang
"berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan";
bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak
berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali
mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture)
untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature)
Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum"
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman,
khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme -
seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman,
dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran
Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan
dalam "sudut pandang umum". Pemikiran ini menganggap suatu
budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan
masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan.
14
Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan
antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau
kebudayaan "primitif."
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai
kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori
evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan
berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku
yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan
subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi
popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat
dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.
15
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan adalah suatu sistem pengetahuan yang meliputi
sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
OPINI
Kebudaayaan sudah ada sejak dulu ,banyak sekali macam-macam
budaya yang dikembangkan oleh nenek moyang kita seperti adat
istiadat,kesenian,dll. Sehingga tugas kita sebagai generasi muda
harus ikut serta dalam melestarikan kebudayaan yang sudah ada agar
16
kebudayaan yang sudah ada tidak punah begitu saja akibat generasi
muda sekarang lebih condong mengikuti budaya [Link] orang
barat sendiri lebih menyukai budaya Negara kita sendiri
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
Supartono W. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia.
[Link]
[Link]
kebudayaan/[Link]
[Link]
[Link]
17