0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Deteksi Kesalahan dan Subnet Jaringan

Dokumen ini membahas tentang penghitungan bobot Hamming dan deteksi kesalahan dalam sistem komunikasi data menggunakan sandi ASCII dan EBCDIC. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang subnetting jaringan, termasuk jumlah subnet, host per subnet, dan alamat IP. Terakhir, terdapat pembahasan mengenai pengiriman pesan menggunakan polinomial dan metode Hamming untuk memeriksa keakuratan data yang dikirim.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Deteksi Kesalahan dan Subnet Jaringan

Dokumen ini membahas tentang penghitungan bobot Hamming dan deteksi kesalahan dalam sistem komunikasi data menggunakan sandi ASCII dan EBCDIC. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang subnetting jaringan, termasuk jumlah subnet, host per subnet, dan alamat IP. Terakhir, terdapat pembahasan mengenai pengiriman pesan menggunakan polinomial dan metode Hamming untuk memeriksa keakuratan data yang dikirim.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rifqi Albaqi

3TD
062330330822

1. Sebuah informasi yang terkirim TX hitunglah bobot hamming serta bagaimana cara melihat
deteksi dan koreksi kesalahan dalam sistem. Gunakan sandi ASCII untuk NIM genap dan
EBCDIC untuk nim ganjil. Huruf X menyatakan kelas dari mahasiswa
Jawab:
TD = 1010100 1000100
n=0, 20> 14 + 0 + 1 maka 1<15 tidak terpenuhi
n=1, 21> 14 + 1 + 1 maka 2<16 tidak terpenuhi
n=2, 22> 14 + 2 + 1 maka 4<17 tidak terpenuhi
n=3, 23> 14 + 3 + 1 maka 8<18 tidak terpenuhi
n=4, 24> 14 + 4 + 1 maka 16<19 tidak terpenuhi
n=5, 25> 14 + 5 + 1 maka 32>20 memenuhi

jumlah data dalam hamming code adalah 14+5= 19 bit didapat dari m+n
kedudukan bobot hamming adalah:
b19b18b17b16b15b14b13b12b11b10b9b8b7b6b5b4b3b2b1 10101001000100
H adalah kode hamming:
H10H1H010H010H00100
Untuk mendapatkan kondisi logika bobot hamming:

Bit position Binary Number


3 00011
8 01000
Exor 01011
12 01100
Exor 00111
15 01111
Exor 01000
18 10010
Exor 11010

Hamming kode= 11010


Maka pengkodean 19 bit diatas:
H10H1H010H010H00100
1101100101010000100

Pemeriksaan data diterima:


Rifqi Albaqi
3TD
062330330822
Bit position Binary Number
Hamming bit 11010
3 00011
Exor 11001
8 01000
Exor 10001
12 01100
Exor 11101
15 01111
Exor 10010
18 10010
Exor 00000

Maka data tidak ada kesalahan.

Jika bit 3 mengalami kesalahan:


H10H1H010H010H00000

Bit position Binary Number


Hamming bit 11010
8 01000
Exor 10010
12 01100
Exor 11110
15 01111
Exor 10001
18 10010
Exor 00011 = dalam desimal adalah 3.
Menandakan bit 3 mengalami kesalahan.
Rifqi Albaqi
3TD
062330330822
2). Sebuah jaringan memiliki alamat 168.59.125.9X/18 tentukanlah jumlah subnet, jumlah host
per subnet, subnetmask, tabel rentang IP Address, dan IP Address yang digunakan. X adalah
angka terkhir dari NIM mahasiswa/i yang ikut ujian.

Jawaban:
[Link]/18 10101000.00111011.01111101.01011110
[Link] 11111111.11111111.11000000.00000000

Jumlah host : 232-prefix -2 = 16.384-2=16.382


Jumlah Network : 22 = 4 Kelas B NNHH

Prefix : /18
Network 1
Subnet mask : 11111111.11111111.11000000.00000000 ([Link])
Network address : 10101000.00111011.00000000.00000000 ([Link])
First host address : 10101000.00111011.00000000.00000001 ([Link])
Last host address : 10101000.00111011.00111111.11111110 ([Link])
Broadcast address : 10101000.00111011.00111111.11111111 ([Link])

Network 2
Subnet mask : 11111111.11111111.11000000.00000000 ([Link])
Network address : 10101000.00111011.01000000.00000000 ([Link])
First host address : 10101000.00111011.01000000.00000001 ([Link])
Last host address : 10101000.00111011.01111111.11111110 ([Link])
Broadcast address : 10101000.00111011.01111111.11111111 ([Link])

Network 3
Subnet mask : 11111111.11111111.11000000.00000000 ([Link])
Network address : 10101000.00111011.10000000.00000000 ([Link])
First host address : 10101000.00111011.10000000.00000001 ([Link])
Last host address : 10101000.00111011.10111111.11111110 ([Link])
Broadcast address : 10101000.00111011.10111111.11111111 ([Link])

Network 4
Subnet mask : 11111111.11111111.11000000.00000000 ([Link])
Network address : 10101000.00111011.11000000.00000000 ([Link])
First host address : 10101000.00111011.11000000.00000001 ([Link])
Last host address : 10101000.00111011.11111111.11111110 ([Link])
Broadcast address : 10101000.00111011.11111111.11111111 ([Link])

Network Network Address Host Address Broadcast Address


1 [Link] [Link]– [Link] [Link]
Rifqi Albaqi
3TD
062330330822
2 [Link] [Link]– [Link] [Link]
3 [Link] [Link]– [Link] [Link]
4 [Link] [Link]– [Link] [Link]

3). Sebuah jaringan memiliki alamat 211.125.68.8X/26 tentukanlah tabel rentang IP address
network address, his address dan broadcast address. X adalah angka terkhir dari NIM
mahasiswa/i yang ikut ujian.

Jawaban:
[Link]/26 11010011.01111101.01000100.01010100
[Link] 11111111.11111111.11111111.11000000

Jumlah Host : 232-prefix – 2 = 232-26-2 = 62.


Jumlah Network : 22 = 4

Prefix : /26
Network 1
Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11000000 ([Link])
Network address : 11010011.01111101.01000100.00000000 ([Link])
First host address : 11010011.01111101.01000100.00000001 ([Link])
Last host address : 11010011.01111101.01000100.00111110 ([Link])
Broadcast address : 11010011.01111101.01000100.00111111 ([Link])

Network 2
Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11000000 ([Link])
Network address : 11010011.01111101.01000100.01000000 ([Link])
First host address : 11010011.01111101.01000100.01000001 ([Link])
Last host address : 11010011.01111101.01000100.01111110 ([Link])
Broadcast address : 11010011.01111101.01000100.01111111 ([Link])

Network 3
Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.10000000 ([Link])
Network address : 11010011.01111101.01000100.10000000 ([Link])
First host address : 11010011.01111101.01000100.10000001 ([Link])
Last host address : 11010011.01111101.01000100.10111110 ([Link])
Broadcast address : 11010011.01111101.01000100.10111111 ([Link])

Network 4
Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11000000 ([Link])
Network address : 11010011.01111101.01000100.11000000 ([Link])
First host address : 11010011.01111101.01000100.11000001 ([Link])
Last host address : 11010011.01111101.01000100.11111110 ([Link])
Broadcast address : 11010011.01111101.01000100.11111111 ([Link])
Rifqi Albaqi
3TD
062330330822

Network Network Address Host Address Broadcast Address


1 [Link] [Link]– [Link] [Link]
2 [Link] [Link]– [Link] [Link]
3 [Link] [Link]– [Link] [Link]
4 [Link] [Link]– [Link] [Link]

4. Sebuah pesan dalam sistem komunikasi data dikirimkan kesuatu tempat dimana kode tersebut
sudah dikonversikan ke data 2 polinomial dengan pesan nyang terkirimkan adalah M(X) =
X6+X4+X3+1 dimana generator polynomial G(X) = X5+X2+[Link] data yang ditansmisikan
dan buktikan data dikirimkan benar serta deteksi bila ada [Link] jawabannya
dengan menggunakan metode biner.

DIK:
M(X)= x8+x4+x3+1
G(X)= x6+x2+1
C= x6
M(X).C= x6+(x8+x4+x2+1)
= x14+x10+x9+x6
R(X)= M(X) . C/G(X)

Polinominal:
X6+x2+1 / x14+x10+x9+x6
X14+x11+x8
X13+x10+x9+x6
X13+x10+x7
X11+x8
X11+x8+x5
X5
5
R(x)= x maka:
T(x)= M(x) . C+R(x)= x14+x10+x9+x6+x5
Pemeriksaan data diterima dengan metode:
Polinomial dengan formulasi T(x)/G(x)
X6+x2+1 / x14+x10+x9+x6
X14+x11+x8
X13+x10+x9+x6
X13+x10+x7
X11+x8
X11+x8+x5
0

Dari metode polinomial terbukti bahwa T(x)/G(x)= 0, hal ini berarti data yang terkirim benar.
Rifqi Albaqi
3TD
062330330822

5). Kalimat yang diterima dalam proses komunikasi data antar dua user terbentuk tabel dibawah
ini, carilah kode apa digunakan, kata apa yang diterima dan pada huruf apa terjadi kesalahan.
Setelah didapat kalimat yang dikirimkan buktikan bahwa baris data b2 terkirim benar dengan
menggunakan metode hamming.

Jawaban:

Yang digunakan adalah Kode ASCII


LRC Odd parity
S E L A M A T U J I A N S E M E S T E R 3
Even Parity

b7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1
b6 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1
b5 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1
b4 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1
b3 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0
VRC

b2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0
b1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1
0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1
Huruf/angka 3 terjadi kesalahan, kode yang benar seharusnya 0110011

Membuktikan baris data b2 terkirim benar menggunakan metode hamming :


1000000001001010001001010
M=25
n = 0,1,2,3,4,5.....~
n = 0 dimana 2n > m+n+1 = 20 > 25+0+1 maka 1< 26 tidak memenuhi
n = 1 dimana 2n > m+n+1 = 21 > 25+1+1 maka 2 < 27 tidak memenuhi
n = 2 dimana 2n > m+n+1 = 22 > 25+2+1 maka 4 < 28 tidak memenuhi
n = 3 dimana 2n > m+n+1 = 23 > 25+3+1 maka 8 < 29 tidak memenuhi
n = 4 dimana 2n > m+n+1 = 24 > 25+4+1 maka 16 < 30 tidak memenuhi
n = 5 dimana 2n > m+n+1 = 25 > 25+5+1 maka 32 > 31 memenuhi.
n = 6 dimana 2n > m+n+1 = 26 > 25+6+1 maka 64 > 32 memenuhi
Jumlah data dalam Hamming Code adalah 25+5=30 bit didapat dari m+n.

Kedudukan bobot hamming:


b25b24b23b22b21b20b19b18b17b16b15b14b13b12b11b10b9b8b7b6b5b4b3b2b1
1000000001001010001001010
b30b29b28b27b26b25b24b23b22b21b20b19b18b17b16b15b14b13b12b11b10b9b8b7b6b5b4b3b2b1
HH10000H0000H1001010000H1001010
Rifqi Albaqi
3TD
062330330822

Untuk mendapatkan logika bobot hamming:


Bit position Binary Number
2 00010
4 00100
Exor 00110
7 00111
Exor 00001
12 01100
Exor 01101
14 01110
Exor 00011
17 10001
Exor 10010
28 11100
Exor 01110
Maka perbedaan 30 bit diatas:
011000010000110010100001001010
Pemeriksaan data terkirim:
Bit position Binary Number
Hamming bit 01110
2 00010
Exor 01100
4 00100
Exor 01000
7 00111
Exor 01111
12 01100
Exor 00011
14 01110
Exor 01101
17 10001
Exor 11100
28 11100
Exor 00000
Rifqi Albaqi
3TD
062330330822
Dari hasil data diatas menunjukkan data yang dikirim benar.

Anda mungkin juga menyukai