0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan25 halaman

Program Kerja Sarana Prasarana 2018-2019

Dokumen ini adalah program kerja Sarana Prasarana untuk tahun ajaran 2018-2019 di SMK Daarul Abroor, yang mencakup pengesahan, kata pengantar, dan pendahuluan mengenai pentingnya sarana dan prasarana dalam pendidikan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan administrasi sarana dan prasarana serta prinsip-prinsip yang harus diikuti dalam pengelolaannya.

Diunggah oleh

dedi kuswandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan25 halaman

Program Kerja Sarana Prasarana 2018-2019

Dokumen ini adalah program kerja Sarana Prasarana untuk tahun ajaran 2018-2019 di SMK Daarul Abroor, yang mencakup pengesahan, kata pengantar, dan pendahuluan mengenai pentingnya sarana dan prasarana dalam pendidikan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan administrasi sarana dan prasarana serta prinsip-prinsip yang harus diikuti dalam pengelolaannya.

Diunggah oleh

dedi kuswandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR PENGESAHAN

PROGRAM KERJA SARANA PRASARANA


TAHUN 2018 – 2019

Program kerja Sarana Prasarana ini telah disetujui dan disahkan


Oleh

Tasikmalaya, Juli 2018


Kepala Sekolah Waka/PP Sarpras

Iip Zakiah, [Link]. Dedi Kuswandi, [Link].


NIP 19750221 200903 2003

TIM PENYUSUN PROGRAM KERJA SARPRAS


NO NAMA JABATAN/GOL
1 Azid Tosin, [Link]. Staf Sapras
2 Ai Yulianti Staf Sapras
3 Tatan Bihul Khoer Staf Sapras
4
5

Program Sarana Prasarana Page 1


Program Sarana Prasarana Page 2
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamualaikum [Link].
Puji syukur kehadirat Allah SWT , bahwasanya sampai saat ini kita senantiasa dalam
keadaan sehat walafiat. Tidak lain karena Rahmat, taufik serta hidayah Allah Swt. Mudah-
mudahan kita senantiasa berjalan pada Jalan Allah , yang Insya Allah akan menyelamatkan
kita sampai yaumul akhir dan semoga dalam keseharian kita dalam lindunganya, Amiin.
Selanjutnya kita ucapkan syukur Alhamdulillah bahwa tahun pelajaran 2017/2018
telah berakhir dengan selamat dan sukses, tidak lain karena partisipasi, kerjasama, bantuan
dan do’a restu dari semua pihak, terutama pihak yang menangani urusan sarana dan
prasarana. Begitu pula sampai saat ini dengan bekal, petunjuk saran dan pengarahan dari
kepala SMK Daarul Abroor Kab. Tasikmalaya, kami dapat menyelesaikan program sarana
dan prasarana sekalipun sangat sederhana dan masih banyak kekuranganya.
Sesuai dengan keterbatasan kemampuan kami, tentu saja banyak kekurangan dan
kelemahanya. Oleh karena itu teguran kritik dan saran yang bersifat membangun dari
berbagai pihak sangat kami harapkan.
Atas segala bantuan, do’a dan restu para teman sejawat, disampaikan terima kasih.
Wassalamualaikum [Link].

Tasikmalaya, Juli 2018


Waka/PP Sarpras

Program Sarana Prasarana Page 3


DAFTAR ISI

Program Sarana Prasarana Page 4


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Dasar Pemikiran


Bertolak dari penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berupa desentralistik,
maka hal ini berdampak pula terhadap reorientasi visi dan misi pendidikan nasional yang
didalamnya menyangkut pula tentang Standar Pengelolaan Sistem Pendidikan Nasional,
yang berimbas pada prinsip penyelenggaraan pendidikan, pendanaan, dan strategi
pembangunan pendidikan nasional.
Hal-hal tersebut di atas terutama dilandasi sifat desentralistik itu sendiri,
mengingat kondisi geografis, sosial kultural, dan ekonomi setiap wilayah berbeda satu
sama lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih
optimal, efektif, efesien dan berhasil, memerlukan keterkaitan elemen yang ada dalam
membangun sarana dan prasarana sekolah.
Implementasi otonomi terhadap lembaga pendidikan terwujud dalam School
Based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah adalah suatu upaya kemandirian,
kreativitas sekolah dalam peningkatan kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan
akuntabilitas dalam peningkatan mutu pendidikan melalui kerjasama antara pemerintah,
sekolah dan masyarakat dalam membantu melengkapi sarana dan prasarana yang
dibutuhkan sekolah.
Pelaksanaan pendidikan nasional menjamin pemerataan dan peningkatan mutu
pendidikan di tengah perubahan global agar warga Indonesia menjadi manusia yang
bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berahlak mulia, cerdas, produktif dan berdaya
saing dalam pergaulan nasional maupun internasional. Untuk menjamin tetcapainya
tujuan pendidikan tersebut, pemerintah telah mengamanatkan penyusunan delapan
setandar nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria
minimum tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan
Repblik Indonesia.
Pelaksanaan pembelajaran dalam pendidikan nasional berpusat pada peserta didik
agar dapat:
a) Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

Program Sarana Prasarana Page 5


b) Belajar untuk menghayati dan memahami,
c) Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain,
d) Belajar untuk mampu mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
e) Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif,
kreatif, efektif dan meyenangkan.
Untuk menjamin terwujudnya hal tersebut, diperlukan adanya sarana dan
prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang memadai tersebut harus memenuhi
ketentuan minimum yang ditetapkan dalam standar sarana [Link] sarana dan
prasarana ini untuk lingkup pendidikan formal, mencakup:
a) Kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media
pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan
telekomunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah.
b) Kriteria minimum sarana prasana terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan
instalasi daya dan jasa, yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah.
Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolok ukur dari mutu
sekolah. Tetapi fakta dilapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak
dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk itu diperlukan pemahaman dan
pengaplikasian manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan berbasis
sekolah. Bagi pengambil kebijakan di sekolah pemahaman tentang sarana dan prasarana
akan membantu memperluas wawasan tentang bagaimana ia dapat berperan dalam
merencanakan, menggunakan dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang ada sehingga
dapat dimanfaatkan dengan optimal guna mencapai tujuan pendidikan.
1.2 Landasan Program Kerja
1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
3) Peraturan pemerintah RI No. 36 Tahun 2005 tentang peraturan pelaksanaan UU No.
28 Tahun 2002 tentang bangunan dan gedung

Program Sarana Prasarana Page 6


4) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007,
tentang Standar Sarana Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah ( SD/MI
) Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah ( SMP/Mts ), Dan Sekolah
Menegah Atas /Madrasah Aliyah ( SMA/MA )
1.3 Maksud, Tujuan dan sasaran Program
1) Maksud
Sebagai pedoman kerja wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selama tahun pelajaran 2018./2019.
2) Tujuan
a. Meningkatkan rencana dan program kerja yang akan di laksanakan sehingga
dapat mencapai tujuan yang optimal.
b. Sebagai bahan masukan bagi penyusunan program dan pertimbangan kepala
sekolah dalam menetapkan kebijakan serta langkah–langkah pengembangan
sekolah selanjutnya.
c. Agar dapat melaksakan tugas secara rinci, efektif dan efisien sesuai dengan
bidang tugas wakasek urusan sarana dan prasarana.
3) Sasaran
Sasaran dari program tahunan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana
adalah untuk membantu sebagian tugas-tugas kepala sekolah dalam kelancaran
kegiatan proses belajar mengajar di SMK Daarul Abroor Kab. Tasikmalaya.

Program Sarana Prasarana Page 7


BAB II
ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

2.1 Pengertian Sarana Prasarana Pendidikan


Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untukmencapai
tujuan dalam pendidikan. misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olah
raga, uang dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan
pendidikan. misalnya; Ruang, Buku, Perpustakaan, Laboratorium dsb.
Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan
prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak
langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam
pendidikan itu sendiri. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975, sarana
pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu :
a) Bangunan dan perabot sekolah
b) Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan , alat-alat peraga dan laboratorium.
c) Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang
menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil.
Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan
sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. Sedangkan
administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting
bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan
pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum.
Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di
antaranya adalah :
a) Berdasarkan konsepsi lama dan modern
Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai
sebuah system yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah . Menurut
konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi
dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Guru menurut konsepsi
lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah, menurut

Program Sarana Prasarana Page 8


konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada
kepala sekolah.
b) Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu
1. Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan
prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter )
2. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana
sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi
3. Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana
sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif)
4. Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana
sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional)
5. Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah
6. Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana
dan prasarana yang ada di sekolah.
Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di
arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan
serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan
kelengkapan sarana yang ada.
Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk
mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi
lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan .
2.1.1 MACAM – MACAM SARANA DAN PRASARANA
Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah
demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah :
a) Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
b) Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah
siswa dapat menambah pengetahuan.
c) Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan
sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada
untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .
d) Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai
keterampilan tertentu.

Program Sarana Prasarana Page 9


e) Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni
f) Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga.
2.1.2 Pemeliharaan sarana dan prasarana
Untuk menyempurnakan pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana para ahli
menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, diantaranya adalah
sebagai berikut :
a) Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan diri secara langsung dengan urusan
pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pengajaran.
b) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan.
c) Senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan
program pengajaran.
Adapun masalah yang sering timbul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di
sekolah adalah pengrusakan yang di lakukan oleh siswa – siswa di sekolah itu sendiri.
Namun ada beberapa upaya yang bisa di lakukan dalam menangani masalah tersebut
diantaranya adalah :
a) Membangkitkan rasa memiliki sekolah pada siswa –siswi
b) Sarana dan prasarana sekolah di siapkan yang prima sehingga tidak mudah di rusak
c) Membina siswa untuk disiplin dengan cara yang efektif dan di terima oleh semua
siswa .
d) Memupuk rasa tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga dan memelihara
keutuhan dari sarana dan prasarana sekolah yang ada.
Koordinasi dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar
tetap prima adalah tugas utama dari administrator , oleh karena itu para petugas yang
berhubungan dengan sarana dan prasarana sekolah bertanggung jawab langsung kepada
kepala sekolah Adapun kebijaksanaan yang di perlukan dalam memelihara dan
mengelola sarana dan prasarana sekolah adalah :
a) Membina hubungan kerja sama yang baik dengan petugas
b) Memimpin kerja sama dengan staf yang membantu petugas.
c) Memberikan pelatihan pada petugas untuk peningkatan kerjanya.
d) Mengawasi pembaharuan dan perbaikan sarana dan prasarana
e) Mengadakan inspeksi secara periodik dan teliti terhadap sarana dan prasarana.
2.1.3 Prinsip dan Tata Tertib

Program Sarana Prasarana Page 10


Setiap sekolah memiliki prinsip-prinsip dan tata tertib mengenai penggunaan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, hal itu bertujuan untuk mempermudah
administrator dalam mengawasi dan mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah
tersebut.
2.2 KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
PENDIDIKAN
2.2.1 Lahan
Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda
bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat), adapun jenis lahan tersebut harus
memenuhi beberapa kriteria antara lain :
a) Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya berisi bangunan ,
b) Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada bangunan diatasnya.
c) Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan
praktek
d) Lahan pengembangan adalah lahan yang di butuhkan untuk pengembangan bangunan
dan kegiatan praktek.
e) Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan cakupan
wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana alam dan
lingkungan yang kurang baik.
2.2.2 Ruang
Secara umum jenis ruang ditinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam
beberapa jenis, diantaranya :
a) Ruang pendidikan
Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar
teori dan praktek antara lain :
Tabel Ruang Pendidikan
Kondisi/
No Nama Ruang Jumlah Ukuran Ket.
Keadaan
1 Ruang Teori 8 72 m2 Baik

Program Sarana Prasarana Page 11


2 Ruang Laboratorium
a. Lab. TKR 1 144 m2 Baik
2
b. Lab TSM 1 144 m Baik
c. Lab RPL 2 144 m2 Baik
d. Lab Komputer 1 72 m2 Baik
e. Lab AP 1 144 m2 Baik
2
3 Ruang olah raga 1 650 m Baik
2
4 Ruang Perpustakaan 1 72 m Baik
5. Ruang Kesenian

b) Ruang administrasi
Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. Ruang
administrasi terdiri dari :
Tabel Ruang Administrasi
Kondisi/
No Nama Ruang Jumlah Ukuran Ket.
Keadaan
1 Ruang Kepala Sekolah 1 72 m2 Baik
2
2 Ruang Wakasek 1 72 m Baik
3 Ruang Guru 1 72 m2 Baik
4 Ruang Tata Usaha 1 72 m2 Baik
5 Gudang 1 72 m2 Baik

c) Ruang penunjang
Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses
kegiatan belajar mengajar antara lain :
Tabel Ruang Penunjang
Kondisi/
No Nama Ruang Jumlah Ukuran Ket.
Keadaan
1 Ruang Ibadah
a. Mesjid 1 m2 Baik

Program Sarana Prasarana Page 12


b. Mushola 1 144 m2
2 Ruang Osis 1
3 Ruang BP 1
4 Ruang UKS 1
5 WC / Kamar Mandi 8 baik Kekurangan 8

2.2.3 Perabot
Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan,
fungsi administrasi, fungsi penunjang. Jenis perabot sekolah di kelompokkan menjadi 3
macam :
a) Perabot pendidikan
Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses
kegiatan belajar mengajar. Adapun Jenis, bentuk dan ukurannya mengacu pada
kegiatan itu sendiri.
b) Perabot administrasi
Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung kegiatan
kantor. jenis perabot ini hanya tidak baku/terstandart secara internasional.
c) Perabot penunjang
Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan/dibutuhkan dalam ruang
penunjang. seperti perabot perpustakaan, perabot UKS, perabot OSIS dsb.
Berikut merupakan data beberapa perabotan yang terdapatr di smk Daarul Abroor
adalah sebagai berikut:
Tabel Perabot Pendidikan, Administrasi dan Penunjang
No Jenis Ruang Jumlah Kondisi Keterangan

01. Meja Kepala Sekolah 1 Baik

02. Kursi Kepala Sekolah 1 Baik

03. Kursi dan Meja Tamu KS. I set Baik

04. Kursi dan Meja Guru 20 set Baik

05. Kursi dan Meja Karyawan 3 set Baik

Program Sarana Prasarana Page 13


06. Meja Siswa 193 Baik

07. Kursi Siswa 386 Baik

08. Almari 24 Baik

09. Mesin Ketik

10. Mesin Stensil

11. TV

12. Tape Recorder 1 Baik

13. Dispenser 5 Baik

14. Brankas -

15. Mesin Hitung 1 Baik

16. Meja Kursi Tamu 1 set Baik

17. Komputer Baik

18. Printer 3 Baik

19. LCD Projector 5 Baik

20. Lap Top 10 Baik

21. Amplifire 1 Baik

22. Toa 1 Baik

23. Papan tulis 13 Baik

24. Papan Data Kelas 13 set Baik

25. Papan Data di Ruang Guru Baik

26. Papan Informasi 2

27 Foto Presiden dan Wakil 25 set


Presiden, Garuda

28 Jam Dinding 8

Program Sarana Prasarana Page 14


29 Komputer

30 Server 1 set

2.2.4 Alat dan Media Pendidikan


Setiap mata pelajaran sekurang – kurangnya memiliki satu jenis alat peraga
praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran, sehingga dengan
demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal.
2.2.5 Buku atau Bahan Ajar
Bahan ajar adalah sekumpulan materi/bahan pelajaran yang di gunakan dalam
kegiatan proses belajar mengajar. Semua bahan yang dapat digunakan oleh guru dan
siswa, semua tersimpan di perpustakaan. Di sana terdapat berbagai jenis buku sumber
berupa buku paket pelajaran samapi bacaan yang dapat digunakan sebagai sarana
penunjang dalam kegitan belajar sisw. Buku atau Bahan ajar ini terdiri dari:
a. Buku Pegangan Guru dan Siswa
Buku pegangan di gunakan oleh guru dan sisswa sebagai acuan dalam pembelajaran
yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif.
b. Buku Pelengkap
Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam penguasaan
materi
c. Buku Sumber
Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan siswa untuk memperoleh kejelasan
informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan.
d. Buku Bacaan
Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan
tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai
bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.
2.3 HUBUNGAN ANTARA SARANA DAN PRASARANA DENGAN PROGRAM
PENGAJARAN
Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-
cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses

Program Sarana Prasarana Page 15


belajar mengajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses
belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi
kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan
perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun, yang lebih penting dari itu
semua adalah penyediaan sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak
didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang.
2.4 PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan
suatu barang, sehingga barang tersebut selalu dalam kondisi baik dan siap pakai.
Pemeliharaan dilakukan secara continue terhadap semua barang-barang inventaris
kadang-kadang dianggap sebagai suatu hal yang sepele, padahal pemeliharaan ini
merupakan suatu tahap kerja yang tidak kalah pentingnya dengan tahap-tahap yang lain
dalam administrasi sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang sudah dibeli dengan
harga mahal apabila tidak dipelihara maka tidak dapat dipergunakan.
Pemeliharaan dimulai dari pemakai barang, yaitu dengan berhati-hati dalam
menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas
professional yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud.
Pelaksanaan barang inventaris meliputi:
a. Perawatan
b. Pencegahan kerusakan
c. Penggantian ringan
Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi, rehabilitasi adalah perbaikan berskala
besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.
2.5 FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya
kondisi sekolah yang optimal, administrasi sarana dan prasarana sekolah
berfungsi sebagai berikut:
a. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam
proses belajar mengajar.
b. Memelihara agar tugas-tugas siswa yang diberikan oleh guru dapat terlaksana dengan
lancar dan optimal.

Program Sarana Prasarana Page 16


Fungsi administrasi yang dipandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala
sekolah adalah :
2.5.1 Perencanaan
Perencanaan dapat di pandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan
rencana dan program-program kegiatan yang akan di lakukan pada masa yang akan
dating secara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan, prinsip-prinsip dasar dan data
atau informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya dalam
rangka mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya.
Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sbb
a. Harus jelas
Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran yang hendak di capai, jenis dan
bentuk, tindakan (kegiatan) yang akan di laksanakan, siapa pelaksananya, prosedur,
metode dan teknis pelaksananya, bahan dan peralatan yang di perlukan serta waktu
dan tempat pelaksanaan
b. Harus realistis
Hal ini mengandung arti bahwa:
1) Rumusan, tujuan serta target harus mengandung harapan yang memungkinkan
dapat di capai baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatifnya.
Untuk itu harapan tersebut harus di susun berdasarkan kondisi dan kemampuan
yang di miliki oleh sumberdaya yang ada.
2) Jenis dan bentuk kegiatan harus relevan dengan tujuan dan target yang hendak di
capai.
3) Prosedur, metode dan teknis pelaksanaan harus relevan dengan tujuan
yangnhendak di capai serta harus memungkinkan kegiatan yang telah di pilih
dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
4) Sumberdaya manusia yang akan melaksanakan kegiatan tersebut harus memiliki
kemampuan dan motivasi serta aspek pribadi lainnya yang memungkinkan
terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya .
c. Rencana harus terpadu
1) Rencana harus memperlihatkan unsur-unsurnya baik yang bersifat insani
maupun non insani sebagai komponen-komponen yang bergantung satu sama

Program Sarana Prasarana Page 17


sama lain., berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya
tujuan dan target yang telah di tetapkan sebelumnya.
2) Rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan di susun berdasarkan skala
prioritas.
2.5.2 Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian
pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada
orang-orang yang memiliki kesanggupan dan kemampuan melaksanakannya sebagai
prasyarat bagi terciptanya kerjasama yang harmonis dan optimal ke arah tercapainya
tujuan secara efektif dan efisien. Pengorganisasian ini meliputi langkah-langkah antara
lain :
a. Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya.
b. Mengkaji kembali pekerjaan yang telah di rencanakan dan merincinya menjadi
sejumlah tugasdan menjabarkan menjadi sejumlah kegiatan.
c. Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk
melaksanakan tugas dan kegiatan tersebut.
d. Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas kegiatan yang harus di
laksanakan, mengenai waktu dan tempatnya, serta hubungan kerja dengan pihak
yangn terkait.
2.5.3 Menggerakkan
Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan
pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugas
dan kegiatannya secara bersama-bersama dalam rangka mencapai tujuan secara efektif
dan efisien.
2.5.4 Memberikan arahan
Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi,
petunjuk, serta bimbingan kepada guru yang di pimpinnya agar terhindar dari
penyimpangan, kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. Fungsi ini berlaku
sepanjang proses pelaksanaan kegiatan.
2.5.5 Pengkoordinasian
Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langkah
dan memelihara prinsip taat asas (konsisten) pada setiap dan seluruh guru dalam

Program Sarana Prasarana Page 18


melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat tujuan dan sasaran yang telah di
rencanakan .Hal ini di lakukan oleh kepala sekolah melalui pembinaan kerja sama antar
guru, dan antar guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. Di samping itu penyelarasan
dan ketaatan pada sas diupayakan agar fungsi yang satu gengan yang lainnya dapat
mercapai dan memenuhi target yang di tetapkan sebelumnya.
2.5.6 Pengendalian
Fungsi ini mencakup upaya kepala sekolah untuk:
a. Mengamati seluruh aspek dan unsur persiapan dan pelaksanaan program-program
kegiatan yang telah di rencanakan
b. Menilai seberapa jauh kegiatan-kegiatan yang ada dapat mencapai sasaran-sasaran
dan tujuan.
c. Mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan beserta
faktor-faktor penyebabnya.
d. Mencari dan menyarankan atau menentukan cara-cara pemecahan masalah-masalah
tersebut.
e. Mengujicobakan atau menerapkan cara pemecahan masalah yang telah dipilih guna
menghilagkan atau mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
Dengan demikian dalam melaksanakan fungsi ini kepala sekolah dapat
menggunakan sekurang-kurangnya 3 pendekatan yaitu :
a. Pengendalian yang bersifat pencegahan
b. Pengendalian langsung
c. Pengendalian yang bersifat perbaikan.
2.5.7 Inovasi
Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisi-kondisi
yang memungkinkan bagi para guru untuk melakukan tindakan-tindakan atau usaha-
usaha yang bersifat kreatif dana inovatif. Dengan demikian, kepala sekolah dan guru
perlu mencari atau menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai
dengan kebutuhan. Sekurang-kurangnya mereka di harapkan mampu dan mau
memodifikasi hal-hal atau cara-cara yang lebih baik atau lebih efektif dan efisien, agar
pembaharuan pendidikan dapat muncul dari warga sekolah. Hal ini juga akan dapat
menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah itu sendiri.

Program Sarana Prasarana Page 19


Dalam melakukan fungsi ini, kepala sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
a. Harus di sadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama.
b. Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal atau cara baru, ia tidak perlu
memandang rendah yang lama
c. Perlu di konsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang.
2.6 TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah agar
semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Administrasi sarana
dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga
menyangkut masyarakat atau orang tua murid, yang terlibat langsung dalam pendidkan
tersebut. Oleh karena itu, apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik
maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik.
Mengingat sekolah itu merupakan sub-sistem pendidikan nasional, maka tujuan
dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu
sendiri. Sedangkan sub-sistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah
bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut, baik tujuan
secara khusus maupun tujuan secara umum.

Program Sarana Prasarana Page 20


BAB III
PROGRAM KERJA SARANA PRASARANA.

3.1 Target Bidang Sarana Prasaran


Contoh
1. Penjelasan Program Kerja
2. Terinventaris kebutuhan sarana prasana pendidikan dengan baik
3. Terpelihara sarana prasarana pendidikan dan lingkungan
4. Terpenuhi Sarana pembelajaran dan laboratorium yang masih kurang
5. Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih , asri .
6. Perbaikan Ruang......
7. Perbaikan Meja dan Kursi
8. Pengadadaan ........
9. Mengevaluasi keterlaksanaan program kerja untuk refleksi kegiatan tahun berikutnya.
[Link] Laporan hasil kegiatan pengelolaan sarana prasarana selama satu tahun
[Link].....

Program Sarana Prasarana Page 21


3.2 Program Kerja Bidang Sarana Prasarana
PENANGUNG
INDIKATOR BATAS SUMBER
No. KEGIATAN TUJUAN SASARAN JAWAB/ KET
KEBERHASILAN WAKTU DAYA
PELAKSANA
1. Penyusunan Meningkatkan  Rincian Program Terlaksananya  KS/Waka/ 
Program Kerja program kegiatan Kerja Tahunan Penjelasan Program PP Sarpras
Tahunan bidang sarpras Kerja
3.3 Rencana Kerja/Action Plan
PENANGUNG WAKTU PELAKSANAAN
INDIKATOR
No. KEGIATAN KEGIATAN JAWAB/ Tahun 2018/Bulan Tahun 2018/Bulan
KEBERHASILAN
PELAKSANA 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
1. Membuat  Meningkatkan  Adanya program  Waka bidang
program kerja program kerja Waka Sarpras
tahunan kegiatan bidang Sarpras
bidang sarpras

Program Sarana Prasarana Page 22


BAB IV
RENCANA ANGGARAN BIAYA PROGRAM SARANA PRASARANA

Biaya penyelenggaraan seluruh kegiatan sekolah khusus yang menyangkut kegiatan


Administrasi, Pengadaan dan pemeliharaan bidang sarpras untuk Tahun Pelajaran 2014 /
2015 dengan perkiraan rinciannya adalah :

JENIS
NO KEGIATAN / Volume Harga Satuan Jumlah KETERANGAN
BARANG
1 Penyusunan
Program Kerja 1
Kurikulum
2
JUMLAH

Program Sarana Prasarana Page 23


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
a. Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam
pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut
dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai
dengan pengelolaan secara optimal.
b. Seiring dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang
lebih dikenal dengan istilah KTSP dimana penerapan desentralisasi pengambilan
keputusan, memberikan hak otonomi penuh terhadap setiap tingkat satuan
pendidikan, untuk mengoptimalkan penyedian, pendayagunaan, perawatan dan
pengendalian sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah dituntut untuk memiliki
kemandirian untuk mengatur dan mengurus kebutuhan sekolah menurut kebutuhan
berdasarkan aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada
peraturan dan perundang undangan pendidikan nasional yang berlaku.
c. Sarana Prasarana yang ada di sekolah seharusnya dikelola dengan sebaik-baiknya,
pengelolaan yang dimaksud meliputi:
1) Perencanaan
2) Pengadaan
3) Inventarisasi
4) Penyimpanan
5) Penataan
6) Penggunaan
7) Pemeliharaan
8) Penghapusan
5.2 Saran-saran
Diharapkan program kerja Bidang Sarana Prasarana ini dapat dijadikan acuan
dan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan di SMK Daarul Abroor Kab.
Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2018 / 2019 dan untuk tahun pelajaran yang akan datang.
Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif agar dalam tahun
pelajaran 2019 / 2020 lebih baik lagi.

Program Sarana Prasarana Page 24


LAMPIRAN 1

Program Sarana Prasarana Page 25

Anda mungkin juga menyukai