SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPERTENSI
Di Susun Oleh :
AMBAR NURHUDAYANI
SN.201087
PROFESI STUDI PROFESI NERS PROGRAM PROFESI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI
A. LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg
atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg (Sylvia Price, 2005 dalam Reny,
2014).
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dari arteri yang
bersifat sistemik alias berlangsung terus menerus untuk jangka
waktu lama. Hipertensi tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui
proses yang cukup lama. Tekanan darah tinggi yang tidak
terkontrol untuk priode tertentu akan menyebabkan tekanan
darah tinggi permanen yang disebut hipertensi (Lingga, 2012).
Data World Health Organisation (WHO) tahun 2011
menunjukkan 1 milyar orang didunia menderita hipertensi, 2/3
diantaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan
rendah samopai sedang. Selain itu, hipertensi banyak terjadi
pada umur 35-44 tahun (6,3%), umur 45-54 tahun (11,9%) dan
umur 55-64 tahun (17,2%).
Hipertensi adalah suatu keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan
tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan
(mordibitas) dan angka kematian (mortalitas) (Kushariyadi, 2008 dalam Reny,
2014). Menurut Iskandar (2010), tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah
keadaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di dalam
arteri.
Menurut data sample registration system (SRS) Indonesia
tahun 2014, hipertensi dengan komplikasi merupakan penyebab
kematian nomor 5 pada semua umur.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan
klien mengetahui tentang penyakit hipertensi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit, diharapkan
klien dapat :
a. Setelah mendapatkan penyuluhan, klien dapat
menyebutkan kembali definisi hipertensi dengan
bahasanya sendiri.
b. Setelah mendapatkan penyuluhan, klien dapat
menyebutkan kembali minimal 3 penyebab hipertensi.
c. Setelah mendapatkan penyuluhan, klien dapat
menyebutkan kembali minimal 3 tanda dan gejala
penyakit hipertensi.
d. Setelah mendapatkan penyuluhan, klien dapat
menyebutkan kembali minimal 3 komplikasi penyakit
hipertensi.
e. Setelah mendapatkan penyuluhan, klien dapat
menyebutkan kembali penatalaksanaan dari hipertensi
C. MATERI
Terlampir
D. MEDIA
Leaflet
E. METODE
Ceramah dan Tanya Jawab
F. PESERTA
Keluarga Tn.S
G. SETTING TEMPAT
Keterangan :
: Narasumber : Fasilitator
: Penyaji : Audience
: Observer
H. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari/Tanggal : Rabu, 28 Juli 2021
2. Waktu : 16.00 WIB
3. Tempat : Rumah keluarga Tn.S
I. RENCANA PELAKSANAAN
Tahap Pembagian Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audien
Waktu
Pembukaan 3 menit a. Salam a. Menjawab salam
b. Perkenalan b. Mendengarkan
c. Menjelaskan waktu dan tujuan c. Mendengarkan
d. Kontrak waktu d. Persepsi
e. Menyepakati kontrak e. Menjawab
Pelaksanaan 10 menit Menjelaskan pada warga tentang : a. Mendengarkan
a. Pengertian hipertensi
b. Penyebab hipertensi b. Bertanya
c. Tanda dan gejala hipertensi
d. Komplikasi hipertensi c. Mendengarkan
e. Cara pencegahan hipertensi
f. Memberi kesempatan bertanya
g. Menjawab pertanyaan
Penutup 7 menit a. Mengevaluasi dengan a. Menjawab
menanyakan kembali apa yang
sudah dijelaskan
b. Menyimpulkan materi b. Mendengarkan
c. Salam penutup c. Menjawab salam
J. KRITERIA EVALUASI YANG DIHARAPKAN
1. Warga dapat menyebutkan kembali definisi hipertensi dengan
bahasanya sendiri.
2. Warga dapat menyebutkan kembali minimal 3 penyebab
hipertensi.
3. Warga dapat menyebutkan kembali minimal 3 tanda dan
gejala penyakit hipertensi.
4. Warga dapat menyebutkan kembali minimal 3 komplikasi
penyakit hipertensi.
5. Warga dapat menyebutkan kembali pencegahan dari
hipertensi.
Lampiran Materi
A. Pengertian
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140
mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg (Sylvia Price, 2005 dalam
Reny, 2014).
B. Penyebab
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan
yaitu:
a. Hipertensi Primer (Esensial)
Disebut juga hipertensi idiopatik karena tidak diketahui
penyebabnya. Faktor yang mempengaruhi yaitu genetik,
lingkungan, hiperaktifitas saraf simpatis sistem renin
angiotensin, peningkatan Na + Ca intraseluler. Faktor yang
meningkatkan resiko obesitas, merokok, alkohol dan
polisitemia
b. Hipertensi Sekunder
Penyebabnya yaitu penggunaan estrogen, penyakit ginjal,
sindrom cushing dan hipertensi yang berhubungan dengan
kehamilan
Hipertensi pada lansia dibedakan atas:
a. Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari
140 mmhg dan atau tekanan diastolik sama atau lebih besar
dari 90 mmhg
b. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih
besar dari 160 mmhg dan tekanan diastolik lebih rendah dari
90 mmhg
Penyebab hipertensi pada lansia adalah terjadi perubahan pada:
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap
tahun sesudah berumur 20 tahun
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
e. Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
Secara klinis derajat hipertensi dapat digolongkan sebagai
berikut:
N Kategori Sistolik (mmhg) Diastolik
o (mmhg)
1 Optimal < 120 < 120
2 Normal 120-129 80-84
3 High normal 130-139 85-89
5 Hipertensi Grade 140-159 90-99
1 (ringan)
6 Hipertensi Grade 160-179 100-109
2 (sedang)
7 Hipertensi Grade 180-209 109-119
3 (berat)
8 Hipertensi Grade >210 > 200
4 (sangat berat)
C. Tanda dan Gejala
a. Tidak ada gejala: tidak ada gejala yang dapat dihubungkan
dengan peningkatan tekanan darah selain penentuan
tekanan darah melalui pemeriksaan.
Gejala yang lazim: gejala yang lazim yang menyertai
hipertensi meliputi nyeri kepala, kelelahan, dan rasa kaku pada
leher bagian belakang.
b. Beberapa pasien yang menderita hipertensi juga
mengeluhkan: sakit kepala, pusing, kelelahan, rasa kaku
pada leher bagian belakang, penglihatan kabur,jantung
berdebar, gelisah, sesak napas, mual muntah, epistaksis,
bahkan sampai penurunan kesadaran.
D. Komplikasi Hipertensi
Stroke dan kelumpuhan
Penyakit jantung koroner
Gagal ginjal
Kerusakan pada otak
Gangguan gerak dan keseimbangan
kematian
E. Cara mencengah Hipertensi dirumah
Menghindari makanan berlemak dan berminyak
Menghindari makanan yang tinggi garam
Menghindari rokok dan alkohol
Melakukan olahraga yang teratur
Istirahat yang cukup
Kurangi stress dan ciptakan keadaan yang rileks
Seimbangkan gizi
Awasi tekanan darah
DAFTAR PUSTAKA
Chung, Edward.K. Penuntun Praktis Penyakit Kardiovaskuler, Edisi III,
diterjemahkan oleh Petrus Andryanto, Jakarta, Buku Kedokteran EGC, 1995
Gunawan, Lany.2011. Hipertensi : Tekanan Darah Tinggi , Yogyakarta, Penerbit
Kanisius.
Kemenkes RI, (2013). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013
Nanda, 2015 Nursing Diagnosis: Definition and Classificaions 2009-
2012. Indianapolis. IN: WilleyBlackwell.
Reny, N. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diit Dengan Kepatuhan
Diit 18 Penderita Hipertensi di Klinik 24 jam Mardi Mulyo Semarang.
Skripsi Tidak diterbitkan. FIK Universitas Diponegoro Semarang
Suddarth, Brunner. 2010. Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner
&Suddarth. Alihbahasa:YasminAsihS,kep. Jakarta: EGC.