0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan17 halaman

Penyuluhan Keluarga Berencana di RW 7

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) yang ditujukan untuk ibu di RW 7 Kelurahan Bandar Harjo. Tujuan penyuluhan adalah untuk memberikan pengetahuan tentang alat kontrasepsi, jenis, keuntungan, kerugian, dan efek sampingnya. Metode yang digunakan mencakup ceramah, tanya jawab, dan pembagian leaflet.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan17 halaman

Penyuluhan Keluarga Berencana di RW 7

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) yang ditujukan untuk ibu di RW 7 Kelurahan Bandar Harjo. Tujuan penyuluhan adalah untuk memberikan pengetahuan tentang alat kontrasepsi, jenis, keuntungan, kerugian, dan efek sampingnya. Metode yang digunakan mencakup ceramah, tanya jawab, dan pembagian leaflet.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KB (KELUARGA BERENCANA)

Topik : Asuhan Kebidanan Komunitas


Pokok bahasan : KB (Keluarga Berencana)
Sasaran : Ibu yang tidak ber- KB di RW 7 Kelurahan Bandar
Harjo
Hari/Tanggal : Minggu , 9 Februari 2025
Waktu : 30 menit
Tempat : Posyandu RW 7 kelurahan Bandarharjo

A. Tujuan Intruksional Umum (TIU)

Memberikan pengetahuan dan pemahaman keluarga berencana agar


mengerti tentang alat kontrasepsi yang sesuai. Setelah diberikan penyuluhan
selama 15 menit diharapkan sasaran mengetahui tentang alat kontrasepsi.

B. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit, sasaran diharapkan dapat:

1. Menjelaskan kembali pengertian KB dengan tepat

2. Menyebutkan jenis KB dengan tepat

3. Menyebutkan keuntungan dan kerugian KB dengan tepat

4. Menyebutkan efek samping KB dengan tepat

C. Materi

Terlampir

D. Media
1. Materi SAP

2. Leaflet

E. Metode

1. Ceramah dan tanya jawab


F. Rincian Kegiatan Penyuluhan

G.
No. Acara Waktu Kegiatan Penyuluhan Evaluasi
1. Pembukaan 5 mnt 1. Mengucap salam dan Menjawab
terima kasih atas salam,
kesediaan ibu. mendengarkan
2. Memperkenalkan diri dengan
dan seksama.
apresiasi.
2. Inti 15 mnt Menjelaskan tentang Mendengarkan
konsep dasar dan
kontrasepsi, jenis memperhatikan
kontrasepsi, keuntungan
dan efek samping
kontrasepsi, dan kontra
indikasi
3. Diskusi 15 mnt • Mengadakan Tanya Peserta
jawab untuk mengajukan
mengetahui seberapa pertanyaan
jauh peserta paham
tentang materi yang
disampaikan
• Membagikan leaflet
• Menyimpulkan hasil
penyuluhan
• Ucapan terima kasih
dan salam penutup

EVALUASI
1. Peserta dapat menyebutkan jenis KB dengan benar
2. Peserta dapat menyebutkan keuntungan dan kerugian KB dengan benar
3. Peserta dapat menjelaskan efek samping KB dengan tepat
MATERI PENYULUHAN KB (KELUARGA BERENCANA)

A. Pengertian KB
Keluarga Berencana (KB) adalah suatu upaya yang dilakukan manusia untuk
mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum
dan moral Pancasila untuk kesejahteraan keluarga. Tujuan KB adalah membentuk
keluarga bahagia dan sejahtera sesuai keadaan sosial ekonomi suatu keluarga dengan
cara pengaturan kelahiran anak, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan
ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
(Maritalia, 2012)
B. Macam-macam Metode Kontrasepsi
1) Kontrasepsi non hormonal
a) Metode amenorea laktasi
Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan
pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan, artinya
periode ketika bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan dan minuman
tambahan lainnya. MAL mampu dijadikan metode kontrasepsi bila Ibu
menyusui secara penuh, Ibu dalam keadaan belum haid (masa nifas), usia
bayi kurang dari 6 bulan, MAL harus dilanjutkan menggunakan jenis
kontrasepsi lainnya setelah berjalan lebih dari enam bulan (BKKBN, 2022)
Evidence based practice yang berkaitan dengan KB yaitu menurut
Endah Purwaningsih, Sumarmi, Deffy Lolita HS (2015) dalam jurnal
Hubungan Frekuensi Menyusui dengan Keberhasilan Metode MAL di
Kelurahan Ringin Putih Karangdowo Klaten, bahwa sebagian besar
responden yang menyusui >8x perhari dan teratur berhasil menggunakan
KB MAL. (Purwaningsih and Yeniatun Kusumah, 2011)
MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu
(ASI) secara eksklusif kepada bayi dan cocok untuk ibu nifas. Ada 3 syarat
yang harus dipenuhi yaitu:
 Ibu harus menyusui bayi secara ekslusif (minimal 8x sehari, dengan
jarak menyusui lebih kurang 4jam),
 bayi harus berusia kurang dari 6 bulan, dan
 ibu harus dalam masa belum mengalami menstruasi setelah persalinan.
(1) Cara Kerja :
Menyusui eksklusif atau penuh selama enam bulan tanpa memberikan
tambahan makanan dan minuman lainnya pada bayi, proses ini akan
menghambat pelepasan hormon kesuburan yang mengakibatkan tidak
akan terjadinya kehamilan (BKKBN, 2022)
(2) Keuntungan
Bagi bayi : Mendapat kekebalan pasif (mendapatkan antibodi
perlindungan lewat ASI), Sumber asupan gizi yang terbaik dan
sempurna untuk tumbuh kembang bayi optimal, Terhindar dari
keterpaparan terhadap kontaminasi dari air, susu lain atau susu formula,
atau dari bahan peralatan minum yang digunakan
Bagi ibu : Mengurangi pendarahan pascapersalinan, Mengurangi risiko
anemia, Meningkatkan hubungan psikologik ibu dan bayi (BKKBN
2022)
(3) Keterbatasan
 Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui
dalam 30 menit pascapersalinan
 Dalam kondisi tertentu metode ini sulit dilaksanakan karena
kondisi sosial atau psikologis Ibu dan bayi
 Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai
dengan periode 6 bulan
 Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus Hepatitis B, HIV
dan AIDS. (BKKBN.2022)
b) Kondom
Merupakan selubung/sarung karet yang berbentuk silinder dengan
muaranya berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau
mempunyai bentuk seperti putting susu yang dipasang pada penis saat
hubungan seksual (Kemenkes RI, 2020)Cara kerjanya yaitu mencegah
bertemunya sel sperma dan sel telur pada saat sanggama (BKKBN, 2022).
(1) Keuntungan
 Sebagai alat kontrasepsi yang secara efektif mencegah dengan
angka kegagalan kondom yaitu terjadinya 3-14 kehamilan per 100
wanita pada 1 tahun penggunaan pertama.
 Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang dapat
mencegah penularan IMS, HIV, dan AIDS.
 Aman sebagai alat kontrasepsi khususnya bagi Ibu yang sedang
menyusui.
(BKKBN, 2022)
(2) Keterbatasan
 Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi
 Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan
langsung),
 Bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
 Malu membelinya di tempat umum
(Kemenkes RI. 2020)
(3) Indikasi
 Seseorang yang memerlukan kontrasepsi sementara
 Pasangan yang ingin menjarangkan anak
 Pasangan yang mengkhawatirkan efek samping metode lain
 Klien yang pernah atau sedang menderita PMS termasuk AIDS
 Wanita hamil dengan atau punya resiko menderita PMS selama
hamil
(4) Efek samping
Pernah dilaporkan kondom yang tertinggal di vagina, Infeksi ringan,
Reaksi alergi terhadap kondom karet
c) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
AKDR atau IUD bekerja dengan menghambat kemampuan sperma untuk
masuk ke saluran telur karena tembaga pada AKDR menyebabkan reaksi
inflamasi steril yang toksik buat sperma (Kemenkes RI 2020) Pemakaian IUD
Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran saat ini dapat dilakukan sebagai
berikut:
(1) IUD Post Placenta : IUD dapat dipasangkan kepada Ibu langsung setelah
bayi lahir dilakukan dalam tenggang waktu 10 menit setelah placenta/ari-
ari lahir
(2) IUD Post Partum: IUD dapat dipasang dalam kurun waktu sampai 48 jam
pertama pascapersalinan
(3) IUD Post Seksio: IUD dapat dipasang segera setelah operasi seksio sesaria
(operasi caesar)
(4) IUD Pasca Keguguran: IUD dapat dipasang segera atau dalam waktu 7 hari
dengan syarat tidak adanya infeksi setelah Ibu mengalami keguguran/
tindakan setelah keguguran
Keuntungan dan keterbatasan AKDR :
Keuntungan :
 IUD memiliki efektivitas tinggi sebagai kontrasepsi segera setelah dipasang
 Metode kontrasepsi jangka panjang dapat digunakan dalam jangka waktu 10
tahun proteksi dari CuT-380 A dan tidak perlu diganti.
 Sangat efektif karena tidak perlu untuk mengingat waktu pemakaian atau
disiplin penggunaan seperti minum pil atau menggunakan suntikan
 Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu cemas pada
terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan
 AKDR dengan Cu AKDR (CuT-380A) tidak memiliki efek samping
hormonal karena tidak mengandung hormon
 Tidak menghambat produksi ASI bagi Ibu yang sedang menyusui
 Dapat langsung digunakan segera setelah melahirkan (pascapersalinan) atau
sesudah abortus (pascakeguguran) dengan syarat tidak terjadi infeksi
 Tidak terindikasi mengkonsumsi obat-obatan atau zat adiktif lainnya
 Membantu mencegah kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)
(BKKBN, 2022)
Keterbatasan
 Efek samping yang sering terjadi pada siklus haid yang berubah pada
umumnya 3 bulan pertama dengan ciri sebagai berikut: haid lebih lama,
terasa sakit, dan adanya pendarahan (spotting) antar menstruasi.
 Adanya komplikasi lainnya: merasakan sakit atau kejang 3-5 hari setelah
pemasangan, pendarahan berat pada saat haid akan berisiko anemia,
pemasangan yang tidak benar akan menimbulkan perforasi dinding uterus.
 Klien tidak dapat melepas AKDR dengan sendirinya sehingga
membutuhkan bantuan petugas kesehatan terlatih yang harus melepaskan
AKDR
 Risiko menimbulkan kehamilan ektopik yaitu kehamilan di luar rahim atau
di luar kandungan, sel telur yang telah dibuahi menempel pada tempat selain
uterus (dapat di leher rahim, tuba falopii, rongga perut atau indung telur)
 Klien harus memeriksa posisi benang AKDR secara periodik dengan cara
memasukkan jarinya ke dalam vagina tetapi sebagian perempuan enggan
melakukan hal ini.
(BKKBN, 2022)
Efek Samping

Efek samping adalah akibat yang ditimbulkan atau reaksi yang disebabkan
oleh benda asing yang masuk kedalam tubuh dan tidak diharapkan. Efek
samping IUD menurut Saifuddin 2012 antara lain: Haid lebih banyak dan
lama. Saat haid terasa sakit. Perdarahan spoting. Terjadinya pedarahan yang
banyak. Kehamilan insitu
Indikasi

Menurut Glasier. 2005 yang merupakan indikasi pemakaian kontrasepsi


IUD adalah: Wanita yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang.
Multigravida. Wanita yang mengalami kesulitan menggunakan kontrasepsi
lain.
Kontraindikasi
Menurut Saifuddin 2012 dan Burns. 2000 yang merupakan kontra indikasi
pemakaian kontrasepsi IUD adalah: Wanita yang sedang hamil. Wanita
yang sedang menderita infeksi alat genitalia. Perdarahan vagina yang tidak
diketahui. Wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi IUD. Wanita
yang menderita PMS. Wanita yang pernah menderita infeksi rahim. Wanita
yangpernah mengalami pedarahan yang hebat.
2) Kontrasepsi Hormonal
a) Suntikan Progestin
Terdapat 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin,
yaitu:
(1) Depo Medroksiprogesteron Asetat (Depo Provera) mengandung 150
mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik
intramuskuler (di daerah bokong)
(2) Depo Neoretisteron Enantat (Depo Noristerat) yang mengandung 200
mg Noretindron Enantat diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik
intramuskuler (di daerah bokong) ▪Mencegah ovulasi dengan cara
mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan sperma
untuk membuahi.
Keuntungan
(1) Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap
beberapa efek samping, penyakit jantung, dan gangguan pembekuan
darah
(2) Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
(3) Klien tidak perlu menyimpan atau menyediakan obat suntik
(4) Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai
perimenopause
(5) Membantu mencegah kanker endometrium, kehamilan ektopik,
penyakit jinak payudara, penyakit radang panggul, dan krisis anemia
bulan sabit
Keterbatasan
(1) Sering ditemukan gangguan haid seperti: siklus haid yang memendek
atau memanjang, pendarahan banyak atau sedikit, pendarahan tidak
teratur, tidak haid sama sekali
(2) Klien sangat bergantung pada tempat pelayanan kesehatan (harus
kembali untuk memperoleh suntikan kembali)
(3) Efek samping yang paling sering dirasakan adalah permasalahan berat
badan
(4) Terlambatnya kesuburan pascapenggunaan kontrasepsi yang banyak
disebabkan oleh obat suntikan dari deponya (tempat suntikan)
(5) Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada
vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, dan jerawat.
Indikasi
Indikasi kontrasepsi suntik adalah usia reproduksi, telah mempunyai anak,
ibuyang menyusui, ibu post partum, perokok, , nyeri haid yang hebat dan
ibu yang sering lupa menggunakan kontrasepsi pil. (Saifuddin, 2011).
Kontra indikasi
Kontra indikasi kontrasepsi adalah ibu yang dicuriagai hamil, perdarahan
yangbelum jelas penyebabnya, menderita kanker payudara dan ibu yang
menderita diabetes militus disertai komplikasi.
Efek samping
Efek samping kontrasepsi suntik adalah sakit kepala, kembung, depresi,
berat badan meningkat, perubahan mood, perdarahan tidak teratur dan
amenore.

b) Kontrasepsi PIL

Kontrasepsi Pil adalah metode kontrasepsi hormonal yang digunakan


wanita,berbentuk tablet. Pada dasarnya kontrasepsi pil terbagi menjadi tiga
bagian, yaitu pilkombinasi, pil yang mengandung progesteron dan pil yang
mengandung estrogen. Kontrasepsi Pil adalah salah satu kontrasepsi yang
paling banyak digunakan kontrasepsi pil mengandung hormon ekstrogen
dan progesterone serta dapatmenghambat ovulasi. Kontrasepsi pil ini harus
diminum setiap hari secara teratur. Uji klinis terhadap pil memperlihatkan
angka kegagalan pada tahun pertama 2,7 5di Indonesia.
(1) Jenis – jenis pil kombinasi ada 3 macam yaitu :

 Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet


mengandung hormone estrogen/progesterone dalam dosis yang
sama, dengan 7 tablet tanpa hormon.
 Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormone Estrogen/progesterone dengan dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon.
 Trifasi : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormone estrogen/progesterone dengan tiga dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon.
(2) Efektivitas
Pada pemakaian yang seksama, pil kombinasi 99 % efektif mencegah
kehamilan. Namun, pada pemakaian yang kurang seksama,
efektivitasnya masih mencapai 93 %.(Everett. 2007).
(3) Keuntungan

Keuntungan menggunakan kontrasepsi pil adalah dapat diandalkan jika


pemakaiannya teratur, meredakan dismenorea, mengurangi resiko
anemia mengurangi resiko penyakit payudara, dan melindungi terhadap
kanker endometrium dan ovarium.
(4) Kerugian

Kerugian menggunakan kontrasepsi pil adalah harus diminum secara


teratur, cermat, dan konsisten, tidak ada perlindungan terhadap
penyakit menular, peningkatan resiko hipertensi dan tidak cocok
digunakan ibu yang merokok pada usia 35 tahun. (Everett, 2007).
(5) Indikasi
Indikasi penggunaan kontrasepsi pil adalah usia reproduksi, telah
memiliki anak, Ibu yang menyusui tapi tidak memberikan asi esklusif,
ibu yang siklus haid tidak teratur, riwayat kehamilan ektopik.
(Sifuddin. 2003).
(6) Kontra indikasi
Kontra indikasi pengguna kontrasepsi pil adalah ibu yang sedang
hamil, perdarahan yang tidak terdeteksi, diabetes berat dengan
komplikasi, depresiberat dan obesitas.(Everett, 2007).
(7) Efek Samping
Efek samping kontrasepis pil Kombinasi adalah pertambahan berat
badan, perdarahan diluar siklus haid, mual, pusing dan amenorea.
(Hanifa. 2003).
(8) Cara pemakaian
Pil pertama dari bungkus pertama diminum pada hari kelima siklus
haid, dapat juga dimulai pada suatu hari yang diinginkan, misalnya hari
minggu, agar mudah diingat lalu diminum terus – menerus pada pil
yang berjumlah 28 tablet.(Hanifa. 2019).
c) Kontrasepsi implant
Implant adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam bawah kulit,
yang memiliki keefektivitas yang cukup tinggi, dan merupakan kontrasepsi
jangka panjang 5 tahun serta efek perdarahan lebih ringan tidak menaikan
tekanan darah. Sangat efektif bagi ibu yang tidak boleh menggunakan obat
yang mengandung estrogen. (Kemenkes, 2020)
(1) Mekanisme kerja
Mekanisme kerja implant adalah dapat menekan ovulasi, membuat
getah serviks menjadi kental, membuat endometrium tidak siap
menerima kehamilan. Dengan konsep kerjanya adalah progesteron
dapat mengahalangi pengeluaran LH sehingga tidak terjadi ovulasi dan
menyebabkan situasi endometrium tidak siap menjadi tempat nidasi.
(2) Jenis – jenis
Jenis – jenis kontrasepsi susuk adalah : Norplan dari 6 batang silastik
lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm,
yang di isi dengan 36 mg levonolgestrel dengan lama kerjanya 5 tahun.
Implanon terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira –
kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang di isi dengan 68 mg 3-keto
desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun. Jedenadan indoplan Terdiri dari
2 batang yang di isi dengan 75 mg levonolgester dengan lama kerjanya
3 tahun. (Saifuddin, 2011)
(3) Keuntungan
 Kandungan jangka panjang karena bisa mencapai lima tahun
 Pengembalian kesuburan tergolong cepat setelah pencabutan
 Tidak mengganggu kegiatan hubungan suami istri
 Tidak mempengaruhi ASI
 Bebas dari pengaruh estrogen
 Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan
 Klien hanya perlu kembali ke klinik/dokter jika ada keluhan.
(BKKBN, 2022)
(4) Kerugian
 Dapat menyebabkan perubahan pola haid
 Dapat menimbulkan bercak darah diantara haid, atau disebut juga
spotting
 Bisa saja terjadi peningkatan jumlah darah haid, atau malah tidak
haid sama sekali (amenorea)
 Akan timbul keluhan-keluhan seperti sakit kepala, nyeri payudara,
perasaan mual
 Efektifitas akan menurun jika anda menggunakan obat tuberkulosis
atau obat epilepsi
 Memerlukan tindakan pembedahan minor (bedah lokal) untuk
pemasangan dan pencabutannya
 Anda tidak bisa mencabut implan sembarangan, tapi harus atas
bantuan dokter atau bidan atau petugas yang terlatih
 Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000
perempuan per tahun).

(5) Indikasi
Indikasi kontrasepsi implant adalah wanita usia subur, wanita yang
ingin kontrasepsi jangka panjang, ibu yang menyusui, pasca keguguran
(6) Kontra indikasi
Kontra indikasi kontrasepsi implant adalah ibu yang hamil, perdarahan
yang tidak diketahui penyebabnya, adanya penyakit hati yang berat,
obesitas dan depresi. (Everett. 2007).
(7) Efek samping
Efek samping kontrasepsi implant adalah nyeri gatal atau infeksi pada
tempat pemasangan, sakit kepala, mual, perubahan moot, perubahan
berat badan, jerawat, nyeri tekan pada payudara, rambut rontok. (
Everett. 2007).
d) Kontrasepsi Mantap (metode Sterilisasi)
Kontap adalah kontrasepsi permanen yang digunakan untuk mencegah
kehamilan
(1) Metode Operasi Wanita (MOP)
Cara Kerja Terdiri dari dua jenis proses tubektomi pada seorang
perempuan yaitu melalui cara sebagai berikut:
 Laparoskopi Prosedur ini memerlukan tenaga spesialis kebidanan dan penyakit
kandungan yang terlatih agar mampu dilaksanakan secara aman dan efektif.
Teknik ini dapat dilakukan pada 6-8 minggu pascapersalinan atau
pascakeguguran (tanpa komplikasi).
 Minilaparotomi Metode ini merupakan penyederhanaan teknik laparotomi yang
telah dilakukan selama ini. Teknik minilaparotomi dilakukan dengan membuat
sayatan kecil (sekitar 3 cm) baik pada daerah perut bawah maupun pada lingkar
pusat bawah
Keuntungan:
 Metode kontrasepsi yang sangat efektif dan tidak menimbulkan efek samping
baik jangka panjang maupun jangka pendek
 Mempunyai efek perlindungan terhadap kehamilan dan penyakit radang panggul
(PID), serta kanker ovarium
 Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
 Pembedahan sederhana dapat dilakukan dengan anestesi lokal
 Tidak ada perubahan pada fungsi seksual
Keterbatasan:
 Perlu dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini (tidak dapat
dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi
 Klien perlu mendapat dukungan dari keluarga atau pasangan karena dapat
merasa menyesal di kemudian hari
 Rasa sakit atau ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
 Hanya dapat dilakukan oleh tenaga terlatih (dokter spesialis ginekologi atau
dokter spesialisasi bedah untuk proses laparoskopi)
 Tidak melindungi klien dari IMS, HIV dan AIDS.
Kontraindikasi
 Sudah terdeteksi atau dicurigai bahwa klien sedang hamil
 Adanya pendarahan vaginal
 Tidak sedang menjalani proses pembedahan
 Masih ragu untuk memutuskan berhenti memiliki keturunan
 Belum melakukan persetujuan tertulis
Indikasi
Indikasi tubektomi adalah wanita usia subur, sudah mempunyai anak, wanita
yang tidak menginginkan anak lagi.
Kontra indikasi
Kontra indikasi adalah ketidak setujuan terhadap operasi dari salah satu
pasangan, penyakit psikiatik, keadaan sakit yang dapat meningkatkan resiko saat
operasi.
Efek samping
Efek samping tubektomi dalah jika ada kegagalan metode maka ada risiko tinggi
kehamilan ektopik, meras berduka dan kehilangan.(Everett. 2007).
(2) Metode Operasi Pria (MOP)
Metode vasektomi membuat sperma (yang disalurkan melalui vasdeferens) tidak
dapat mencapai vesikula seminalis yang pada saat ejakulasi dikeluarkan
bersamaan dengan cairan semen.
Keuntungan:
 Sangat efektif sebagai metode kontrasepsi jangka panjang
 Tidak membuat klien lemah libido karena tidak mengganggu fungsi seksual
atau disfungsi ereksi
 Tidak ada efek samping jangka pendek dan jangka panjang
Keterbatasan:
 Bersifat permanen (non-reversibel) dan timbul masalah bila klien mau
menikah kembali atau ingin memiliki anak
 Perlu persiapan psikologis yang matang karena ada kemungkinan
penyesalan di kemudian hari
 Perlu tenaga pelaksana terlatih
 Tidak melindungi klien terhadap PMS, HIV dan AIDS
Kontra indikasi : Kontra indikasi adalah ketidak mampuan fisik yang serius,
masalah urologi, tidak didukung oleh pasangan.
Efek samping : Efek samping adalah infeksi, hematoma, granulose sperma
DAFTAR PUSTAKA

BKKBN, 2022. Program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, jakarta


timur: BKKBN

Handayani, R., Fajarsari, D., & Suryani, E. S. (2010). Hubungan Lamanya


Pemakaina Kontrasepsi Unsik DMPA dengan Kembalinya Kesuburan pada
Post Akseptor KB Suntik DMPA. Bidan Prada : Jurnal Ilmiah Kebidanan,
1(1), 16–27..

Kemenkes RI, 2020. Pedoman pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana.


Kemenkes RI

Kemenkes. (2020). Pedoman Bagi Ibu Hamil, Ibu Nifas Dan Bayi Baru Lahir.
Pedoman Bagi Ibu Hamil , Ibu Nifas Dan Bayi Baru Lahir Selama Covid-19,
8– 9.

Maritalia, D. (2012). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui (S. Riyadi


(Ed.)).

Pratiwi, D. (2013). Hubungan Antara Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik


DMPA dengan Peningkatan Berat Badan di Puskesmas Lapai Kota Padang.
Jurnal Universitas Andalas, 3(3), 367–371.

Purwaningsih, E., & Yeniatun Kusumah. (2011). Hubungan Pengetahuan Akseptor


KB Pil Oral Kombinasi dengan Kepatuhan Dalam Mengonsumsi KB Pil di
Desa Karang Kecamatan Delanggu Klaten. 000, 88–92.

Saifuddin, A. B. (2011). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan


Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
MEDIA PENYULUHAN

Ade Justin

Anda mungkin juga menyukai