PENGUKURAN
FISIKA
20 September 2022
Kelompok Saturnus
Anggota:
1. I Gede Aditya Artha Pratama Putra (1)
2. Ni Luh Putu Sri Meryandani (30)
3. Ni Putu Tasya Daging Natalia Dewi (34)
4. I Gede Putra Tresna (4)
5. I Wayan Abi Darma Indra Kumara (16)
6. I Wayan Edy Widnyana (18)
Kelas X B
SMA NEGERI 1 SELAT
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi,
atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau
satuan ukur. Pengukuran juga dapat diartikan sebagai
pemberian angka terhadap suatu atribut atau karakteristik
tertentu yang dimiliki oleh seseorang, hal, atau objek
tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas dan
disepakati. Pengukuran dapat dilakukan pada apapun
yang dibayangkan, tetapi dengan tingkat kompleksitas
yang berbeda. Pengukuran merupakan kegiatan yang
sangat penting dalam setiap percobaan ilmiah seperti
penelitian dan praktikum.
Kegiatan pengukuran yang akurat merupakan
kunci keberhasilan dalam pengolahan data dan penyedia
informasi. Namun, dalam setiap pengukuran selalu ada
ketidakpastian nilai pengukuran. Hal itu dapat
diakibatkan oleh keterbatasan alat maupun ketidaktelitian
orang yang melakukan pengukuran. Untuk mendapatkan
ketepatan nilai yang akurat pengukuran biasanya
dilakukan menggunakan alat ukur yang memiliki nilai
keakuratan tinggi dan dilakukan secara berulang-ulang
sehingga didapatkan sejumlah data yang mendekati nilai
sebenanya yang kemudian dapat diolah kembali
menggunakan kaidah-kaidah statistika.
Pada laporan kegiatan praktikum ini, siswa
diharapkan mampu memahami dan mempraktikkan
proses pengukuran dengan alat dan prosedur yang tepat
dan benar, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan
sehari-hari ataupun dalam kegiatan percobaan ilmiah
seperti penelitian dan praktikum.
1.2. Tujuan
1. Mengetahui fungsi dari suatu alat ukur.
2. Mengetahui cara penggunaan dari suatu alat ukur.
3. Mengetahui cara menentukan satuan ukur suatu
objek menggunakan alat ukur.
4. Mampu mempraktikkan cara penggunaan suatu
alat ukur sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
1.3. Tinjauan Pustaka
Kami mencantumkan beberapa literatur yang
terasa relevan sebagai berikut:
Pengukuran penelitian merupakan proses yang
dilakukan seorang peneliti untuk menguji hipotesis
dan teori. Seorang peneliti menyimpulkan
berdasarkan hipotesis bahwa kondisi tertentu harus
ada dalam dunia nyata dan kemudian mereka
melakukan pengukuran untuk kondisi-kondisi
nyata tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa
hipotesis masih bersifat abstrak yang perlu
diterjemahkan secara operasional dalam bentuk
kondisi-kondisi yang bisa diukur di lapangan. Jika
kondisi-kondisi nyata tersebut ditemukan berarti
peneliti akan mendukung hipotesis tersebut , tetapi
sebaliknya, jika kondisi-kondisi tersebut tidak
ditemukan berarti hipotesisnya tidak berlaku.
Pertanyaannya adalah apa yang harus diukur
seorang peneliti tersebut?
Banyak definisi pengukuran yang telah
disampaikan oleh beberapa ahli, diantaranya
adalah sebagai berikut:
Pengukuran (measurement) adalah suatu
proses pengumpulan data melalui pengamatan
empiris untuk mengumpulkan informasi yang
relevan dengan tujuan yang telah ditentukan
(Cangelosi : 1995)
Pengukuran (measurement) sebagai
kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan
ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi
kuantitatif. (Arikunto, Jabar : 2004)
BAB II
ALAT DAN BAHAN
2.1. Alat
1. Mikrometer Sekrup
2. Neraca Ohaus
3. Jangka Sorong
4. Meteran
2.2. Bahan
1. Meja belajar siswa
2. Pulpen
3. Tembaga
4. Baterai
5. Hp
6. Karton
7. Rambut
8. Gelas ukur
9. Pohon
BAB III
PROSEDUR KERJA
1. Pertama siswa membentuk kelompok yang terdiri dari
6 orang
2. Guru menerangkan materi guna mengarahkan dan
meminimalisir kekeliruan dalam kegiatan praktikum
3. Guru membagikan alat yang berbeda pada masing-
masing kelompok untuk digunakan secara bergilir
Berikut adalah tata cara menggunakan alat yang
diberikan:
3.1. Jangka Sorong
3.1.1. Cek dan pastikan bahwa pada saat kedua
rahang tertutup, skala menunjukkan angka
nol.
3.1.2. Kendurkan baut pengunci dan tarik rahang
geser ke kanan.
3.1.3. Tarik sampai benda yang ingin diukur bisa
diletakkan diantara 2 rahang (tetap dan
geser).
3.1.4. Tarik rahang geser ke kiri sampai
mengapit benda yang mau diukur,
kemudian putar baut pengunci
3.1.5. Baca dan hitung hasil pengukuran yang
diperoleh.
3.2. Mikrometer Sekrup
3.2.1. Jepitkan benda yang akan diukur pada
rahang mikrometer sekrup, tepatnya di
antara anvil dan spindle
3.2.2. Putar thimble dan rachet sampai objek
benar-benar terjepit
3.2.3. Putar pengunci pada lock nut sehingga
pemutar dan objek tidak bergerak lagi
3.2.4. Baca hasil pengukuran pada skala utama
dan skala nonius.
3.3. Meteran
3.3.1. Posisikan ujung pita meteran ini tepat pada
titik awal objek yang ingin diukur.
3.3.2. Tarik pita meteran menuju titik akhir dari
objek yang akan diukur.
3.3.3. Lihatlah di bagian kanan pita ukur yang
sejajar dengan tepi benda yang Anda ukur
dan catat angkanya.
4. Catat hasil kegiatan praktikum untuk kemudian
dituangkan dalam bentuk laporan
5. Dokumentasikan proses kegiatan sebagai tanda bukti
telah melakukan kegiatan praktikum
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah melakukan praktikum, dan mengumpulkan data
sesuai dengan tata cara dan aturan pengukuran yang berlaku
secara internasional. Kelompok kami medapatkan hasil
sebagai berikut:
1. Neraca Ohaus
Data yang diperoleh:
No. Objek Berat/Massa
1 Pulpen 8,1 gram
2 Kubus 62,4 gram
Tembaga
3 Baterai 93,5 gram
Berikut rincian dari data diatas:
Massa pulpen = 8 gram + 0,1 gram = 8,1 gram
Massa kubus tembaga = 60 gram + 2 gram + 0,49 gram =
62,49 gram
Massa baterai = 90 gram + 3 gram + 0,5 gram = 93,5
gram
2. Mikrometer Sekrup
N O S S
o b k k
. j a a
e l l
k a a
U N
t o
a n
m i
u
a
s
9
H
1 , 5
p
5
K
a
r 2
2 0
t 0
o
n
R
a
m
3 0 1
b
u
t
Berikut rincian dari data diatas:
Hp = SU = 9,5
SN = 5
Karton = SU = 8,4
SN = 20
Rambut = SU = 0
SN = 1
3. Jangka Sorong
N Ba S S
o gia k k
. n a a
l l
a a
U N
t o
a n
m i
a u
s
1 Dia 8 5
met ,
er 4
Dal
am
2 Dia 8 2
met , 0
er 4
Lu
ar
3 Ke 1 1
dal 2
am ,
an 3
Berikut rincian data diatas:
Diameter dalam : SU = 8,4
: SN = 7
Diameter luar : SU = 8,4
: SN = 6
Tinggi pohon : SU = 12,3
: SN = 3
4. Meteran
No. Sisi Satua
meja n
1 Panja 145
ng cm
2 Lebar 75
cm
3 Luas 10.87
5 cm
1. Ukuran meja
Berikut rincian data diatas:
Panjang meja : 145 cm
Lebar meja : 75 cm
Luas meja :PxL
= 145 x 75
= 10.875 cm
2. Mencari tinggi pohon
Rumus yang digunakan
h 1. b
H2 =
a
161.590
H2 =
190
H2 = 499,94 cm
H2 = 4,9994 m
Keterangan:
B = keseluruhan
a = jarak dari tongkat ke mata
h1 = tinggi tongkat
h2 = tinggi pohon
BAB V
KESIMPULAN
Simpulan dari praktikum ini adalah dengan
melakukan percobaan dengan alat-alat yang berbeda kita
dapat mengetahui fungsi dan cara penggunaan dari alat-
alat tersebut .dari praktikum ini pula kita dapat menarik
hasil dari prespektif yang berbeda-beda .
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil
berdasarkan hasil praktikum kami sebagai berikut:
1. Pengukuran dapat diukur menggunakan berbagai alat
ukur yang sesuai dan memiliki ketelitian yang cocok
dengan objek yang diukur
2. Alat ukur memerlukan perhitungan dan ketelitian yang
tepat untuk menghindari kekeliruan
3. Pengukuran tidak harus dilakukan secara langsung, bisa
menggunakan benda pembanding dan penghitungan
matematika
4. Kerjasama dan solidaritas tim juga diperlukan dalam
proses pengukuran sehingga hasil yang didapatkan saat
praktikum dapat dipertanggungjawabkan bersama-sama
DAFTAR PUSTAKA
1. Sitanggang, Debora. (Senin, 22 Agu 2022 05:00 WIB)
Contoh Pendahuluan Makalah: Apa Itu dan Cara
Membuatnya”. [Link].
[Link]
pendahuluan-makalah-apa-itu-dan-cara-membuatnya
2. Wiki. (30 Januari 2022, pukul 01.16.). “Pengukuran”.
[Link].
[Link]
3. Budhiman, Ilham. (1 Juli 2022). ”8 Contoh Tinjauan
Pustaka Penelitian (Makalah, Proposal, Skripsi, Hingga
Jurnal) Disertai Penjelasan Dan Landasan Teori”.
[Link]
pustaka-penelitian/
Lampiran Dokumentasi Foto Kegiatan Praktikum