6.
Asal Usul Padi (Sumatera Utara)
Alkisah, di Tanah Karo, Sumatera Utara, berdiri sebuah negeri yang mengalami
kemarau panjang. Di antara penduduk negeri tersebut, tampak seorang anak laki-
laki yang sudah yatim bernama si Beru Dayang, sedang menangis meminta makan
di pangkuan ibunya. Ibunya sedih tetapi tidak bisa melakukan apa-apa. Semakin
lama tubuh si Beru Dayang semakin lemas hingga akhirnya meninggal. Sejak
kepergian anaknya, kesedihan sang ibu semakin bertambah. la pun memutuskan
untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai yang dalam. Tak seorang pun
warga yang mengetahui kejadian itu.
Beberapa bulan telah berlalu, musim kemarau belum juga berakhir. Di tengah
padang yang kering kerontang tampak dua orang anak kecil sedang mengais-ngais
tanah mencari umbi-umbian. Tiba-tiba, salah seorang dari mereka menemukan buah
berbentuk bulat sebesar buah labu. Akhirnya, kedua anak tersebut membawa pulang
buah itu untuk ditunjukkan kepada orangtua mereka. Ternyata orangtua maupun
seluruh warga negeri itu tidak ada yang mengenali buah itu. Sang raja yang
mendapat laporan dari salah seorang warga pun berkenan datang untuk melihatnya.
Saat raja dan para penduduk berkumpul melihat buah itu, tiba-tiba terdengar suara
dari angkasa yang mengatakan bahwa buah itu adalah jelmaan seorang anak laki-
laki kecil yang bernama si Beru Dayang. Suara itu juga memerintahkan penduduk
untuk menanamnya dengan baik agar kelak bisa menjadi makanan. Tidak hanya itu,
suara tersebut juga mengatakan bahwa Beru Dayang sangat merindukan ibunya
dan meminta untuk dipertemukan dengan ibunya yang telah menjelma menjadi ikan
di sungai. Jika semua itu dilakukan, maka seluruh penduduk negeri itu tidak akan
kelaparan lagi, ujar suara ajaib itu. Sang raja pun memerintahkan untuk
melaksanakan pesan yang disampaikan oleh suara itu. Setelah genap tiga bulan,
buah tanaman itu pun menguning dan siap untuk dipanen. Setelah dipanen, buah itu
kemudian mereka jemur dan tumbuk untuk memisahkan kulit dengan isinya,
kemudian dimasak. Ternyata, buah tanaman itu adalah padi. Untuk mempertemukan
si Beru Dayang dengan ibunya, masyarakat Tanah Karo menyantap makanan
bersama dengan ikan yang dipercaya sebagai penjelmaan dari ibu Beru Dayang.
Baca artikel detiksumut, "20 Contoh Cerita Rakyat Pendek dari Berbagai Daerah di
Nusantara" selengkapnya [Link]
cerita-rakyat-pendek-dari-berbagai-daerah-di-nusantara.
Download Apps Detikcom Sekarang [Link]