SATUAN ACARA PENYULUHAN( SAP)
DIABETES MELITUS
DI
Di susun oleh :
Indah nurjana 1490124136
Syaiful rochim 1490124137
Vera tiara sany 1490124138
Agung setia lestari 1490124139
Salsabilla hutammy ailin 1490124140
Markus tonny nugroho Amk 1490124141
Claudia deviana hestiwi 1490124142
Fitrisia agni 1490124143
Anita yessi aryanti hutapea 1490124144
Rentiana deny manulang 1490124145
Hetty [Link] 1490124146
Arginanti sinaga 1490124148
Yunika 1490124149
Ignasius yogi pratama 1490124150
Andrias herda 14901241451
PROGRAM STUDI PROFESI NERS XXXIII
INSTITUT KESEHATAN IMMANUEL BANDUNG
2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELITUS
TopikPembahasan :Diabetes Melitus
Sasaran : Pasien
Tempat :
Hari/tanggal :
Waktu : 30 menit
1. Latar belakang
Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik, dan dapat
mengenai pada semua orang. Penyakit ini ada empat tipe yaitu tipe I, dan
tipe II. Diabetes tipe I merupakan penyakit keturunan sedangkan tipe II
adalah dikarenakan oleh gaya hidup. Diabetes Mellitus sangat berbahaya
bila tidak terkontrol dan tidak ada pengobatan. Oleh karenanya penyakitini
perlu pengobatan dan perawatan yang baik guna untuk meminimalkan
komplikasi.
Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah serius dengan angka
kejadian yang meningkat tajam. DM dapat menyerang hamper semua
golongan masyarakat di seluruh dunia. Jumlah penderita DM terus
bertambah dari tahun ketahun karena pola hidup manusia zaman sekarang
yang cenderung jarang bergerak dan pola makan yang tidak sehat.
2. Tujuan instruksional umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini diharapkan pasien dapat
mengetahui dan memahami tentang penyakit Diabetes Melitus.
3. Tujuan instruksional khusus Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini
diharapkan pasien dapat menjelaskan kembali tentang :
a. Menjelaskan Pengertian Diabetes Mellitus.
b. Menjelaskan Klasifikasi Diabetes Mellitus.
c. Menjelaskan Penyebab Diabetes Meliitus.
d. Menjelaskan Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus.
e. Menjelaskan Komplikasi Diabetes Mellitus.
f. Menjelaskan Pencegahan dan Pengobatan Diabetes Mellitus.
g. Menjelaskan Gizi Seimbang pada Diabetes Mellitus.
4. Metode
a. Ceramah.
b. Tanya jawab.
5. Media
a. Power point.
b. Leaflet.
6. Strategi pelaksanaan
N Wa Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
o. ktu
1. 5 Pembukaan:
me a. Mengucapkan salam. Menjawabsalam.
nit b. Memperkenalkan diri. Mendengarkan.
c. Menjelaskan tujuan dari kegiatan Memperhatikan.
penyuluhan.
d. Menyebutkan materi yang Memperhatikan.
Akan disampaikan.
2. 10 Pelaksanaan:
me a. Menjelaskan Pengertian Diabetes Mendengarkan dan memp
nit Mellitus. erhatikan.
b. Menjelaskan klasifikasi Diabetes
Melitus.
c. Menjelaskan Penyebab Diabetes
Meliitus.
d. Menjelaskan Tanda dan Gejala
Diabetes Mellitus.
e. Menjelaskan Komplikasi
Diabetes Mellitus.
f. Menjelaskan Pencegahan dan
Pengobatan Diabetes Mellitus.
g. Menjelaskan Gizi Seimbang pada
Diabetes Mellitus.
3. 5 Evaluasi:
me a. Memberi kesempatan kepada Bertanya dan menjawab
nit masyrakat untuk bertanya. pertanyaan.
b. Memberi kesempatan kepada
masyarakat untuk menjawab
pertanyaan yang dilontarkan.
4. 5 Terminasi:
me a. Mengucapakan terima kasih atas Mendengarkan dan
nit waktu yang diluangkan membalas ucapan
pasien, perhatian serta peran aktif terimakasih.
pasien selama mengikuti
kegiatan penyuluhan
b. Mengucapkan salam penutup.
Membalas salam.
7. Pengorganisasian.
Pembicara/Fasilitator:
8. Kriteria evaluasi
- Evaluasi struktur: Pasien ikut dalam
kegiatan penyuluhan.
Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan dirumah pasien
- Evaluasi proses :
Pasien antusias terhadap materi penyuluhan. Pasien terlibat langsung
dalam kegiatan penyuluhan(diskusi).
- Evaluasi hasil:
Pasien mengerti tentang Diabetes mellitus dan mampu menjelaskan
ulang tentang :
a. Pengertian Diabetes Mellitus.
b. Klasifikasi Diabetes Mellitus.
c. Penyebab Diabetes Mellitus.
d. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus.
e. Komplikasi Diabetes Mellitus.
f. Pencegahan dan Pengobatan Diabetes Mellitus.
g. Gizi Seimbang pada Diabetes Mellitus.
Lampiran materi
1. Pengertian diabetes mellitus
DM adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala
yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glokusa darahdiatas
nilai normal. Peningkatan kadar glokusa darah tersebut diakibatkan karena adanya
gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Riskesdas, 2013).
Diabetes mellitus merupakan penyebab hiperglikemi. Hiperglikemi
disebabkan oleh berbagaihal, namun hiperglikemi paling sering disebabkan oleh
diabetes melitus. Pada diabetes mellitus gula menumpuk dalam darah sehingga
gagal masuk kedalam sel. Kegagalan tersebut terjadi akibat hormone insulin
jumlahnya kurang atau cacat fungsi. Hormon insulin merupakan hormon yang
membantu masuknya gula darah (WHO, 2016).
2. Klasifikasi
Klasifikasi dari Diabetes Melitus berdasarkan PERKENI (2011) adalah
sebagai berikut :
a. Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes tipe 1 terjadi bila pancreas tidak dapat memproduksi insulin sama
sekali. Pada Diabetes Mellitus tipe 1 sel-sel β pancreas yang secara normal
menghasilkan hormon insulin dihancurkan oleh proses autoimun, sebagai
akibatnya penyuntikan insulin diperlukan untuk mengendalikan kadar
glukosa darah. Diabetes mellitus tipe I ditandai oleh awitan mendadak yang
biasanya terjadi pada usia 30 tahun
b. Diabetes Melitus Tipe 2
Bila insulin yang tersedia tidak cukup atau tidak dapat berfungsi secara
efektif. Diabetes mellitus tipe II terjadi akibat penurunan sensitivitas
terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi
insulin.
3. Penyebab Diabetes Mellitus.
Dari hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh pariahli kedokteran,
dikemukakan teori baru yang menyatakan bahwa penyakit diabetes mellitus tidak
hanya disebabkan oleh factor keturunan, tetapi juga kebiasaan hidup dan
lingkungan. Factor lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit diabetes
mellitus yaitu :
a. Makan yang berlebihan menyebabkan gula dan lemak dalam tubuh
menumpuk secara berlebihan. Kondisi tersebut menyebabkan kelenjar
pancreas terpaksa harus bekerja keras memproduksi hormone insulin untuk
mengolah gula yang masuk. Jika suatu saat pancreas tidak mampu
memenuhi kebutuhanhormoneinsulin yangterus menerusbertambah,maka
kelebihan gula tidak dapat diolah lagi dan akan masuk kedalam darah serta
urine.
b. Pada saat tubuh melakukan aktivitas / gerakan, maka sejumlah gula akan
dibakar untuk dijadikan tenaga gerak. Sehingga jumlah gula dalam tubuh
akan berkurang dan dengan demikian kebutuhan akan hormone insulin juga
berkurang. Pada orang yang kurang gerak dan jarang berolahraga, zat
makanan menjadi lemak dan gula. Proses pengubahan zat makanan menjadi
lemakdan gula, [Link],jikahormoneinsulin
kurang mencukupi, maka akan timbul gejala penyakit diabetes mellitus.
c. Pada saat hamil, untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janinnya seorang
ibu secara naluri akan menambah jumlah konsumsi makanannya sehingga
umumnya berat badan ibu hamil akan naik sekitar 7-10 kg. pada saat
penambahan jumlah konsumsi makanan tersebut terjadi, jika ternyata
produksi insulin kurang mencukupi, maka akan timbul gejala penyakit
diabetes mellitus.
d. Hipersekresi hormon GH pada akromegali dan sindrom Cushing sering
berakibat pada resistansi insulin, baik pada hati dan organ lain, dengan
simtomahi perinsulinemia dan hiperglisemia, yang berdampak pada
penyakit kardiovaskular dan berakibat [Link] memang memiliki
Peran penting dalam metabolism glukosa dengan menstimulasi glukogenesis
dan lipolisis, dan meningkatkan kadar glukosa darah dan asamlemak.
Sebaliknya, insulin-like growth factor 1 (IGF-I) meningkatkan kepekaan
terhadap insulin, terutama pada ototlurik. Walaupun demikian, pada
akromegali, peningkatan rasio IGF-I tidak dapat menurunkan resistansi
insulin, oleh karena berlebihnya GH.
e. Hipersekresi hormone kortisol pada hiperkortisolisme yang menjadi
penyebab obesitas viseral, resistansi insulin, dan dislipidemia, mengarah
pada hiperglisemia dan turunnya toleransi glukosa, terjadinya resistansi
insulin, stimulasi glukoneogenesis dan glikogenolisis. Saat bersinergis
dengan faktor hipertensi, hiperkoagulasi, dapat meningkatkan risiko
kardiovaskular. Hipersekresi hormone juga terjadi pada kelenjar tiroid
berupa tri-iodotironina dengan hipertiroidisme yang menyebabkan
abnormalnya toleransi glukosa.
f. Pada penderita tumor neuroendokrin, terjadi perubahan toleran siglukosa
yang disebabkan oleh hiposekresi insulin, seperti yang terjadi pada pasien
bedah pankreas, feokromositoma, glukagonoma dan somatostatinoma.
4. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus
Berikut adalah tanda dan gejala Diabetes Mellitus:
a. Berat badan menurun.
b. Banyak makan banyak minum.
c. Banyak kencing.
d. Luka sulit sembuh.
e. Cepat lelah dan mengantuk.
f. Kesemutan pada jari.
g. Penglihatan kabur.
5. Komplikasi Diabetes Mellitus
a. Penyakit jantung
b. Penyakit stroke
c. Gangguan saraf
d. Gangguan mental
e. Kerusakan ginjal
f. Infeksi pada kulit
g. Kebutaan
h. Sirkulasi darah pada kaki menjadi buruk.
6. Pencegahan danPengobatan Diabetes Mellitus
a. Mengatur makanan yang sehat
b. Menjalani pemeriksaan gula darah
c. Berolahraga secara teratur
d. Menjagakeseimbanganberatbadan.
e. Menggunakan obat sesuai anjuran dokter.
7. Gizi Seimbang Untuk Penderita DM
a. Makanlah aneka ragam makanan
- Sumber zat tenaga (Karbohidrat,lemak )
- Sumber zat pembangun( Protein)
- Sumber zat pengatur (vitamin,air dan mineral)
b. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupa nenergy
c. Makanlah makanan sumber karbohidrat komplek dan serat
d. Batasi konsumsi lemak
e. Gunakan garam beryodium 1 sendok teh perhari
f. Makanlah sumber zat besi
g. Biasakan makan pagi
h. Minum air bersih dan cukup (krg lebih 8 gelas perhari)
i. Olahraga teratur
j. Makanlah makanan yang aman kesehatan
k. Hindari minuman alcohol dan merokok
Cara Mengatur Diet.
a. Makanlah secara teratur.
b. Aturlah penggunaan makanan sumber karbohidrat kompleks.
c. Makanlah anekaragam sayuran sebanyak- banyaknya.
d. Semua macam buah boleh dimakan.
e. Gunakanlah daftar bahan makanan penukar.
Makanan Yang Diperbolehkan.
a. Karbohidrat (nasi, roti,singkong) . Protein (ikan, ayam tanpa kulit, tempe,
tahu, kacang-kacangan).
b. Lemak (makanan yang dipanggang,dikukus,direbus,atau dibakar).
c. Buah-buahan tinggi serat (jeruk,papaya,mangga,dll).
d. Sayur-sayuran (bayam,buncis,kacang panjang,wortel,dll).
DAFTARPUSTAKA
Brunner &Suddarth.2002. KeperawatanMedikalBedah Volume 2. Jakarta: EGC
[Link]:
Vol. VII
Heitzman,[Link] Care for Patients with [Link]&Wilkins.
[Link].
World Health Organization. 2016. Global Report on Diabetes. France: World
Health Organization. [Link] [Sitasi: 29
Mei 2017].
WolterKluwerHealthvol26,No.3,pp.250-263 [Link]
Leaflet :