Project Charter
Project Title: Sistem Aplikasi Rekap Data Penjualan Toko Kelontong Fusion
Project Start Date: 10 Desember 2023
Projected Finish Date: 10 Maret 2024
Budget Information: Perusahaan Toko milik Pak Affandi menganggarkan lebih dari Rp
500.000.000,- untuk proyek [Link] usaha menargetkan aplikasi ini akan bisa
digunakan dalam 2-3 bulan.
Project Manager: Ericko Putra Samudra, 085823452499, ericputra12@[Link]
Project Objectives: Membuat aplikasi berbasis web service untuk membantu mengelola
pelayanan transaksi Toko dimana Seorang pemilik toko tersebut menginginkan sebuah
sistem yang memungkinkan bisa menarik data hasil penjualan selama sebulan terakhir dari
10 toko yang [Link] yang dibuat tersebut harus bisa mengumpulkan data
penjualan secara “realtime” agar pemilik toko bisa mengupdate dan menganalisa hasil
penjualan produknya, sehingga dapat mendapat keuntungan lebih dengan mengetahui
produk yang terjual paling banyak dan produk yang tidak laku.
Main Project Success Criteria
1. Ketersediaan Data Real-time
Sistem mampu mengumpulkan dan menyajikan data penjualan dari 10 toko secara
real-time sehingga pemilik toko dapat mengakses informasi terkini.
2. Akurasi dan Kualitas Data
Data penjualan yang dikumpulkan harus akurat, lengkap, dan tidak bermasalah agar
informasi yang dihasilkan bisa dipercaya.
3. Kemudahan Penggunaan (Usability)
Aplikasi harus mudah digunakan oleh pemilik toko dan stafnya tanpa memerlukan
pelatihan khusus.
4. Analisis Penjualan yang Komprehensif
Sistem harus menyediakan fitur analisis yang memungkinkan pemilik toko untuk
menganalisis produk yang terjual paling banyak, produk yang kurang laku, tren
penjualan, dll.
5. Ketersediaan Laporan dan Statistik
Sistem harus memberikan laporan dan statistik yang jelas dan terperinci tentang
performa penjualan dari masing-masing toko serta secara agregat.
6. Ketersediaan Pembaruan Produk yang Cepat
Sistem harus memungkinkan pemilik toko untuk dengan cepat mengubah informasi
produk, harga, dan stok untuk meningkatkan penjualan.
7. Keamanan Data yang Terjamin
Keamanan data harus menjadi prioritas untuk melindungi informasi penjualan yang
sensitif dari toko-toko tersebut.
8. Skalabilitas Sistem
Sistem harus dapat berkembang dan menangani penambahan toko atau peningkatan
transaksi tanpa mengalami penurunan performa.
9. Ketepatan Waktu (Timeframe)
Proyek harus diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
10. Kepuasan Pengguna
Tingkat kepuasan pengguna, dalam hal ini pemilik toko dan stafnya, terhadap
fungsionalitas dan kegunaan sistem yang dibuat.
Approach:
1. Pemahaman Kebutuhan
Melakukan analisis kebutuhan yang komprehensif dengan melibatkan pemangku
kepentingan utama, seperti pemilik toko, manajer, dan staf yang akan
menggunakan [Link] kebutuhan inti, termasuk fungsionalitas, integrasi
dengan sistem yang ada, dan persyaratan keamanan.
2. Perencanaan Proyek
Menetapkan tujuan proyek secara jelas dan definisikan cakupan
[Link] sumber daya yang dibutuhkan, termasuk anggaran, personel,
dan [Link] jadwal proyek dengan tahapan yang jelas.
3. Analisis Risiko
Identifikasi potensi risiko yang mungkin muncul selama proyek. Evaluasi dampak
dan probabilitas masing-masing [Link] strategi mitigasi untuk
mengurangi risiko.
4. Desain Sistem
Buat desain sistem yang mencakup arsitektur perangkat lunak, basis data, dan
antarmuka [Link] desain memenuhi kebutuhan fungsional dan
keamanan.
5. Pengembangan Prototipe
Implementasikan prototipe atau versi awal sistem untuk mendapatkan umpan balik
dari pemangku [Link] siklus pengembangan yang iteratif untuk
memastikan perubahan dapat diakomodasi dengan cepat.
6. Pengembangan Sistem:
Implementasikan sistem secara menyeluruh berdasarkan desain yang telah
[Link] pengujian fungsional secara berkala selama pengembangan
untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah sejak dini.
7. Pengujian dan Kualitas:
Selenggarakan pengujian unit, integrasi, dan sistem untuk memastikan kualitas
perangkat [Link] dan perbaiki bug atau kelemahan yang ditemukan
selama pengujian.
8. Pelatihan Pengguna:
Sediakan pelatihan yang memadai kepada pengguna akhir untuk memastikan
pemahaman yang baik tentang cara menggunakan [Link] materi
pelatihan dan dokumentasi yang mudah dipahami.
9. Implementasi:
Rencanakan implementasi sistem dengan hati-hati untuk meminimalkan dampak
pada operasi [Link] dukungan teknis tersedia selama dan setelah
implementasi.
10. Evaluasi dan Pemeliharaan:
Lakukan evaluasi setelah implementasi untuk mengevaluasi sejauh mana sistem
memenuhi tujuan [Link] proses pemeliharaan rutin dan rencanakan
peningkatan berkelanjutan.
Roles and Responsibilities
Role Name Organization/ Contact
Information
Position
1 Ericko Putra Project Manager ericputra12@mhs.d
[Link]
2 Julang Tahta Programmer 1 julangtahta123@mh
Pratangga [Link]
3 Ardyan Wahyu Programmer 2 ardyan1945@mhs.d
Anggoro [Link]
4 Dwi Prayoga Softwere Analyst prayogadwi10@mh
[Link]
5 Affandi Client 1 affandi124@gmail.
com
6 Ginanjar Prayono Client 2 bapur.mo1298@gm
[Link]
Sign-off: (Signatures of all above stakeholders. Can sign by their names in table above.)
Comments: (Handwritten or typed comments from above stakeholders, if applicable)
Business Case for Project Name
Date
Prepared by:
1.0 Introduction/ Background
Sebuah toko berbasis keluarga yang bergerak di bidang sembako dan ATK menginginkan
sebuah sistem yang bisa meng-update kondisi toko seperti rekap pemasukan &
pengeluaran, stock barang, dan memiliki sajian informasi yang dapat dibaca secara
mudah. Sebelumnya, toko ini hanya menggunakan Excel dan disajikan secara mentah
melalui Excel. Toko ini memiliki 10 toko di 1 provinsi yang sama. Pemilik
menginginkan agar nantinya toko tersebut membutuhkan aplikasi yang bisa memantau
semua administrasi pada 10 toko untuk bisa melakukan pemantauan secara langsung.
Sebelumnya, pemilik toko hanya hanya bisa melakukan pemantauan selama 1 bulan
sekali yang terkadang membuat adanya keterlambatan seperti keterlambatan rekap
transaksi penjualan dan juga update stock.
2.0 Business Objective
Seorang pemilik toko tersebut menginginkan sebuah sistem yang memungkinkan bisa
menarik data hasil penjualan selama sebulan terakhir dari 10 toko yang
[Link] yang dibuat tersebut harus bisa mengumpulkan data penjualan secara
“realtime” agar pemilik toko bisa mengupdate dan menganalisa hasil penjualan
produknya, sehingga dapat mendapat keuntungan lebih dengan mengetahui produk yang
terjual paling banyak dan produk yang tidak laku.
3.0 Current Situation and Problem/Opportunity Statement
Pemilik toko mengeluhkan adanya keterlambatan informasi data penjualan real time dari
beberapa titik cabang dikarenakan padatnya kinerja karyawannya yang menyebabkan
under stok / over stok barang
4.0 Critical Assumption and Constraints
Critical Assumption & Constrains yang dihasilkan dari hasil analisa proyek Sistem
aplikasi pengelolaan toko harus bisa memberikan sebuah manfaat yang baik dan
memiliki sistem & fitur yang mumpuni yang mana aplikasi tersebut bisa menunjang
segala aktivitas dan pekerjaan yang ada pada toko tersebut. Selain itu, aplikasi ini juga
harus dapat digunakan dengan mudah oleh para pengguna / pekerja yang terdapat pada
toko tersebut. Pemilik toko / perusahaan harus selalu sigap dan up to date dengan
perkembangan transaksi pada toko / update pada stok barang. Selain itu, perangkat keras
juga harus diperhatikan dalam proses installasi dan pengaplikasian pada tempat (toko)
5.0 Analysis of Option and Recommendation
1. Frekuensi Pemantauan yang Rendah:
2. Masalah: Pemilik hanya dapat melakukan pemantauan administrasi sekali sebulan,
menyebabkan keterlambatan dalam mengatasi masalah dan mengelola stok dengan
cepat.
Solusi: Implementasi sistem manajemen toko berbasis aplikasi yang
memungkinkan pemantauan langsung untuk sepuluh toko sekaligus, meningkatkan
frekuensi pemantauan secara efisien.
3. Keterlambatan Rekapitulasi:
Masalah: Keterlambatan dalam rekapitulasi transaksi penjualan dan pembaruan
stok karena pemilik hanya dapat melakukan pemantauan sekali sebulan.
Solusi: Penggunaan sistem manajemen toko yang dapat mengotomatiskan proses
rekapitulasi pemasukan, pengeluaran, dan pembaruan stok secara real-time.
4. Ketergantungan pada Keterampilan Excel:
Masalah: Bergantung pada tingkat keterampilan Excel dapat menyulitkan pemilik
dan staf toko untuk mengoptimalkan potensi alat ini.
Solusi: Pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan menggunakan Excel
atau pilihan yang lebih canggih seperti mengimplementasikan aplikasi manajemen
toko yang lebih ramah pengguna.
5. Pemantauan Terbatas pada Satu Provinsi:
Masalah: Pemilik hanya dapat memantau administrasi untuk sepuluh toko di satu
provinsi, yang mungkin tidak efisien untuk pertumbuhan bisnis.
Solusi: Implementasi sistem manajemen toko berbasis aplikasi yang
memungkinkan pemantauan dari jarak jauh untuk setiap toko, memfasilitasi
pertumbuhan dan manajemen yang lebih efektif.
6. Keterlambatan dalam Keputusan Bisnis:
Masalah: Keterlambatan dalam mendapatkan data menyebabkan pemilik kesulitan
membuat keputusan bisnis yang cepat dan tepat waktu.
Solusi: Implementasi sistem manajemen toko berbasis aplikasi dengan fungsi
pelaporan yang cepat dan akurat, memungkinkan pemilik untuk mengambil
keputusan bisnis yang lebih cepat.
6.0 Preliminary Project Requirements
Fitur utama pada proyek pengembangan aplikasi Manajemen Toko adalah :
1. Aplikasi dapat berguna untuk pemilik untuk memantau secara langsung kondisi
10 toko secara real-time, termasuk rekap pemasukan, pengeluaran, dan status stok
barang.
2. Aplikasi secara otomatis menyusun rekap pemasukan dan pengeluaran
berdasarkan transaksi, menghilangkan kebutuhan untuk rekap manual dan
meminimalkan potensi kesalahan
3. Aplikasi memiliki design UI/UX yang baik sehingga semua orang mudah dalam
menggunakan aplikasi tersebut
4. Aplikasi berbasis website sehingga lebih ringan & memiliki dua opsi yang mana
aplikasi tersebut dapat di akses menggunakan jaringan lokal / publik
5. Dapat melakukan pengolahan data mentah hingga dapat dibaca dengan mudah &
dapat disajikan sebagai sebuah informasi yang berguna bagi pengguna
7.0 Budget Estimate and Financial Analysis
Estimasi biaya proyek yang diberikan pemilik toko sebesar Rp 500.000.000,-. Kisaran
tersebut didasarkan pada waktu yang diluangkan anggota tim (termasuk project manager)
untuk mengerjakan proyek
8.0 Schedule Estimate
Pemilik menginginkan estimasi pembuatan projek selama 2-3 bulan. 2-3 Bulan ini akan
digunakan sebagai berikut :
9.0 Potential Risks
Terdapat beberapa resiko yang bisa terjadi pada pengembangan proyek ini baik saat
sebelum pengerjaan, saat pengerjaan maupun pada saat setelah pengerjaan dan program
telah jadi (penggunaan program) diantaranya :
1. Tidak stabilnya harga pada barang-barang elektronik. Sebelum dimulainya
pengerjaan pada saat akan dilakukan pengadaan barang biasanya terdapat
beberapa masalah / resiko yang terjadi, diantaranya adalah adanya barang yang
harganya telah disesuaikan atau ditetapkan justru malah terjadi kenaikan
2. Pada saat pengerjaan aplikasi dan pengaplikasian alat / hardware, terkadang ada
tempat / infrastruktur yang tidak mendukung, maka dari itu diperlukan agar
nantinya infrastrukur & hardware yang akan diletakan di tempat harus
disesuaikan dengan baik agar pengoperasionalannya dapat digunakan &
dijalankan dengan baik
3. Terjadinya kesalahan penginputan pada saat penggunaan aplikasi. Biasanya
kesalahan / resiko ini sangat sering terjadi pada saat pengguna menggunakan
aplikasi yang digunakan pada saat penginputan data. Maka dari itu, hal ini perlu
diantisipasi dan dpipikirkan dengan matang agar nantinya paling tidak
pengembang aplikasi bisa meminimalisir supaya pengguna tidak salah dalam
melakukan penginputan data seperti melakukan validasi / konfirmasi sebelum
melakukan penginputan data
10.0 Exhibits
Exhibit A: Financial Analysis
Barang Harga Kuantitas Total Harga Keterangan
Monitor 5000000 2 10000000
Paket CPU 30000000 2 60000000 Layanan 1 tahun
Hosting 3600000 1 3600000
Cloud Storage 30000000 1 30000000 Layanan 1 tahun
Installasi Jaringan 15000000 1 15000000
Pengembangan
aplikasi 200000000 1 200000000
Pemeliharaan
aplikasi 50000000 1 50000000 Layanan 1 tahun
UPS 15000000 3 45000000
Pelatihan/Workshop 30000000 1 30000000
Genset 26400000 1 26400000
Ovwerhead 30000000 1 30000000
Total 500000000
Profile Company
Sistem Aplikasi Rekap
Data Penjualan Toko
Perenca Desai Mengemban Implement Evaluasi
naan n gkan web- asi
konsep web- site
Evaluasi Mendefinisik Mendefinisika Mengemban Koordin
sistem an n fungsi-fungsi gkan asi tim
saat ini kebutuhan yang rencana proyek
diperlukan proyek
Mendef.
resiko
Mendefinisik Mendefinisik Mendefinisik Mendefinisik
ankebutuha an an an
n user kebutuhan kebutuhan kebutuhan
konten
Perencanaan konsep
1.1 Evaluasi sistem saat ini
1. Pemahaman Terhadap Sistem Saat Ini:
a. Identifikasi komponen utama dari sistem yang sedang berjalan, termasuk
antarmuka pengguna, basis data, logika bisnis, dan modul-modul terkait
lainnya.
b. Tinjau dokumentasi yang ada, jika ada, untuk memahami arsitektur dan
fungsionalitas sistem saat ini.
2. Analisis Kelebihan dan Kekurangan:
a. Identifikasi kelebihan dari sistem saat ini yang harus dipertahankan atau
ditingkatkan.
b. Tinjau kendala atau kelemahan yang ditemui dalam penggunaan sistem
saat ini, baik dari perspektif pemilik toko maupun pengguna lainnya.
3. Ketersediaan Data Penjualan Selama Sebulan Terakhir:
a. Pastikan sistem saat ini memiliki kemampuan untuk menyimpan data
penjualan selama sebulan terakhir dari 10 toko yang dimiliki.
b. Periksa apakah data tersebut dapat diakses dan diekspor dengan mudah
untuk keperluan analisis.
4. Analisis Kinerja:
a. Lakukan evaluasi terhadap kinerja sistem saat ini. Apakah sistem dapat
menangani volume transaksi yang besar?
b. Tinjau waktu respon sistem, terutama saat mengakses data penjualan.
5. Kemampuan Realtime:
a. Identifikasi apakah sistem saat ini memiliki kemampuan untuk
mengumpulkan data penjualan secara realtime.
b. Tinjau kemampuan sistem dalam memberikan pembaruan secara instan
kepada pemilik toko.
6. Keamanan Sistem:
a. Evaluasi tingkat keamanan sistem saat ini, khususnya terkait dengan data
transaksi dan informasi pelanggan.
b. Tinjau protokol keamanan yang sudah diimplementasikan, seperti
enkripsi data.
7. Fleksibilitas dan Skalabilitas:
a. Tinjau apakah sistem saat ini dapat dengan mudah diubah atau
ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan yang baru.
b. Pertimbangkan skalabilitas sistem untuk memastikan bahwa dapat
menangani pertumbuhan bisnis dan jumlah toko yang mungkin
bertambah.
8. Kepuasan Pengguna:
a. Dapatkan umpan balik dari pemilik toko dan pengguna lainnya terkait
pengalaman pengguna dengan sistem saat ini.
b. Identifikasi area-area yang mungkin menyebabkan frustrasi atau
kesulitan dalam penggunaan.
1.2 Mendefinisikan kebutuhan
1.2.1 Mendefinisikan kebutuhan user
1. Akses Data Penjualan: Memiliki kemampuan untuk mengakses data
penjualan selama sebulan terakhir dari setiap toko yang dimiliki.
2. Realtime Updates: Menginginkan kemampuan untuk menerima
pembaruan data penjualan secara realtime untuk dapat melakukan analisis
yang cepat.
3. Analisis Penjualan: Memerlukan fitur analisis penjualan yang intuitif,
termasuk informasi tentang produk terlaris dan produk yang tidak laku.
[Link] Letak yang User-Friendly: Mengharapkan antarmuka pengguna
yang mudah digunakan dan dapat diakses dengan cepat.
1.2.2 Mendefinisikan kebutuhan konten
1. Dashboard
● Menampilkan gambaran umum data penjualan dan
statistik penting.
● Grafik visual tentang performa toko-toko.
2. Laporan Bulanan
● Rincian transaksi penjualan selama sebulan terakhir
untuk setiap toko.
● Kategori produk terlaris dan yang tidak laku.
3. Realtime Update
● Area yang menampilkan pembaruan langsung tentang
penjualan setiap saat.
1.2.3 Mendefinisikan kebutuhan sistem
1. Pengumpulan Data Penjualan
● Mampu mengumpulkan dan menyimpan data penjualan
dari masing-masing toko.
● Menyediakan antarmuka untuk input data penjualan.
1.2.4 Mendefinisikan kebutuhan Server
1. Kapasitas dan Kinerja:
● Server harus mampu menangani beban data dari 10 toko
dan memberikan performa tinggi dalam pengumpulan
dan analisis data.
● Dapat diukur dan diatur untuk memastikan skalabilitas.
2. Keamanan Server
● Perlindungan terhadap serangan keamanan seperti SQL
injection dan serangan berbasis web lainnya.
● Implementasi enkripsi data untuk melindungi informasi
sensitif.
3. Konektivitas Realtime:
● Koneksi yang stabil dan cepat untuk mendukung
pembaruan data secara realtime.
● Penanganan yang baik terhadap koneksi yang kurang
stabil atau putus-putus.
4. Manajemen Database
● Pengelolaan basis data yang efisien untuk penyimpanan
dan pengambilan data penjualan dengan cepat.
1.3 Mendefinisikan fungsional yang dibutuhkan
1. Pengumpulan Data Penjualan
Membuat antarmuka atau API untuk menginput data penjualan, menyimpannya
dalam basis data, dan menyusunnya sesuai dengan toko yang bersangkutan.
2. Analisis Penjualan
Melakukan analisis data penjualan, termasuk perhitungan total penjualan, produk
terlaris, dan produk yang tidak laku. Menyajikan hasil analisis dalam bentuk grafik
atau laporan yang mudah dimengerti.
3. Manajemen Toko
Memberikan opsi untuk menambah, mengubah, atau menghapus informasi toko.
Informasi yang dapat dikelola meliputi alamat, kontak, dan detail lainnya.
1.4 Mendefinisikan resiko dan Pendekatan manajemen resiko
1. Kegagalan Server atau Jaringan
Server atau jaringan yang mengalami kegagalan dapat mengakibatkan pemutusan
layanan, sehingga pemilik toko tidak dapat mengakses data penjualan secara
realtime.
Pendekatan Manajemen Risiko: Implementasi backup server dan pemulihan
bencana untuk memastikan ketersediaan data dan mengurangi downtime.
2. Kesalahan Input Data
Kesalahan input data oleh pengguna atau kegagalan sistem dalam mengelola data
input dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat.
Pendekatan Manajemen Risiko: Implementasi validasi input data dan mekanisme
verifikasi ganda untuk meminimalkan kesalahan input. Penyediaan fitur
pengeditan data untuk koreksi.
3. Keamanan Data
Potensi kebocoran atau akses tidak sah terhadap data penjualan yang bersifat
rahasia dapat merugikan bisnis dan merusak reputasi.
Pendekatan Manajemen Risiko: Implementasi keamanan data yang ketat,
termasuk enkripsi data, pengaturan akses yang tepat, dan pemantauan aktivitas
yang mencurigakan.
1.5 Mengembangkan rencana proyek
1. Analisis Perencanaan Awal
● Identifikasi kebutuhan dan persyaratan sistem bersama dengan pemilik
toko.
● Tentukan tujuan dan batas waktu proyek.
● Evaluasi teknologi yang akan digunakan.
2. Pembuatan Rincian Fungsionalitas
Identifikasi dan dokumentasikan setiap fungsi dan fitur yang dibutuhkan,
termasuk pengumpulan data, analisis penjualan, dan pembaruan realtime.
3. Perancangan Antarmuka Pengguna (UI/UX):
● Buat rancangan antarmuka pengguna yang intuitif dan responsif.
● Dapatkan umpan balik dari pemilik toko untuk memastikan antarmuka
memenuhi harapan mereka.
4. . Pembangunan Backend dan Frontend
● Implementasikan backend untuk pengumpulan dan analisis data
penjualan.
● Bangun frontend untuk presentasi data dan interaksi pengguna.
● Pastikan integrasi antara frontend dan backend.
5. . Uji Coba dan Pemeliharaan
● Lakukan uji fungsionalitas, keamanan, dan kinerja.
● Perbaiki bug dan tanggapi umpan balik dari pengguna.
● Persiapkan dokumen pemeliharaan dan dukungan.
6. Implementasi Server dan Database
● Siapkan server dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
● Konfigurasi dan siapkan database untuk penyimpanan data penjualan.
7. Peluncuran dan Pemantauan Awal
● Peluncuran aplikasi secara resmi.
● Lakukan pemantauan awal terhadap kinerja sistem dan tanggapan
pengguna.
8. Evaluasi dan Perbaikan
● Lakukan perbaikan atau peningkatan berdasarkan umpan balik pengguna
dan hasil analisis data penjualan.
1.6 Penjelasan Tim Proyek
1. Manajer Proyek
Peran dan Tanggung Jawab
● Mengoordinasikan seluruh proyek dan memastikan pencapaian tujuan
sesuai jadwal.
● Mengelola anggaran proyek.
● Menangani komunikasi dengan pemilik toko.
2. Pengembang Backend
Peran dan Tanggung Jawab
● Membangun backend aplikasi untuk mengumpulkan dan mengelola data
penjualan.
● Implementasi logika bisnis dan modul analisis.
● Menangani koneksi server dan database.
3. Pengembang Frontend
Peran dan Tanggung Jawab
● Membuat antarmuka pengguna yang responsif dan mudah digunakan.
● Memvisualisasikan data penjualan dengan grafik dan tata letak yang
intuitif.
● Mengelola interaksi pengguna dan pembaruan realtime.
4. Spesialis Database
Peran Dan Tanggung Jawab
● Menerjemahkan desain antarmuka pengguna menjadi kode frontend yang
berfungsi.
● Memastikan responsivitas dan kompatibilitas lintas perangkat.
● Berkolaborasi dengan pengembang backend untuk integrasi yang mulus.
5. Ahli Keamanan Sistem
Peran dan Tanggung Jawab
● Menentukan kebijakan keamanan yang diperlukan.
● Melakukan audit keamanan terhadap sistem.
● Menangani perlindungan terhadap serangan siber dan pengelolaan hak
akses.
6. Pemimpin QA (Quality Assurance)
Peran dan Tanggung Jawab
● Mengembangkan rencana uji fungsional dan performa.
● Melakukan uji coba terhadap seluruh aspek aplikasi.
● Menanggapi bug dan menyediakan laporan uji.
2.0 Desain Web Site
3.0 Mengembangkan Website
4.0 Implementasi
1. Pengembangan Backend
● Implementasikan API backend untuk mengumpulkan data penjualan dari toko-
toko.
● Pastikan API mendukung operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) untuk
data transaksi.
2. Pengembangan Frontend
● Implementasikan frontend untuk menampilkan data penjualan dan hasil analisis.
● Koneksikan frontend dengan API backend untuk mendapatkan data secara
dinamis.
3. Implementasi Realtime Updates
● Gunakan WebSocket atau teknologi realtime lainnya untuk memberikan
pembaruan data secara langsung ke pemilik toko.
● Pastikan implementasi ini dapat mengatasi skenario koneksi yang buruk.
4. Analisis Penjualan
● Implementasikan modul analisis untuk menghitung keuntungan, produk terlaris,
dan produk yang tidak laku.
● Pastikan hasil analisis tersedia dengan cepat dan dapat diakses.
5. Manajemen Toko
● Sediakan fungsi untuk menambah, mengubah, dan menghapus informasi toko.
● Pastikan perubahan pada data toko dapat diakses dan tercermin secara langsung.
6. Pemantauan dan Dukungan
● Pemantauan kinerja aplikasi setelah peluncuran.
● Berikan dukungan teknis dan tanggapi masukan atau masalah pengguna dengan
cepat.
5.0 Evaluasi
WEBSITE DESIGN
1. Login View
2. Dashboard View
3. Karyawan Menu View
4. Laporan Menu View
SURAT KONTRAK PEMBUATAN APLIKASI WEB
Nomor : 001/URY/I/2023
Pada hari Senin 18 Desember 2023 telah dibuat kesepakatan oleh kedua belah pihak yakni
perjanjian kerjaantara
· InovaSolution
Nama : Ericko Putra Samudra
Jabatan : Direktur
Alamat : Jl Nakula Raya No. 10,Semarang
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA
· Toko KelontongFution
Nama : Affandi
Alamat : Jl Marmut Merah,No. 239
Telepon : 087635263722
Jabatan : Pemilik Toko
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA
Terikat dalam suatu perjanjian kerjasama Sistem Aplikasi Rekap Data Toko Untuk Toko
Kelontong Affandi.
Gant Chart
Kegiatan dan Januari Februari Maret
Waktu
pelaksanaan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Analisis
Kebutuhan
Design Fungsi
Pemrograman
Pengujian
Instalasi
Pelatihan
Pemeliharaan
Dokumentasi
Critical Path
Network Diagram Critical Path
Network diagram membantu memvisualisasikan alur dan ketergantungan antar
kegiatan selama 3 bulan ke depan. Dengan memahami jalur kritis, manajer proyek dapat
fokus pada kegiatan yang kritis untuk menjaga jadwal proyek sesuai estimasi waktu. Jalur
merah tersebut merupakan jalur kritis yang mana setiap bulannya memiliki
ketergantungan yang sama. Setiap node atau bagian yang terletak pada network diagram
di atas menandakan bahwa setiap kegiatan maupun aktivitas sangat berpengaruh bagi
plan atau kegiatan kedepannya (saling bergantung)
Proyek ini terdiri dari beberapa kegiatan utama yang membentuk jalur kritis atau
Critical Path. Estimasi waktu untuk setiap kegiatan adalah 3 bulan, dan aktivitas-aktivitas
ini membentuk ketergantungan satu sama lain untuk menyelesaikan proyek.
1. Bulan Pertama: Penyusunan Proposal Proyek
Kegiatan 1: Penyusunan Proposal Proyek (Durasi: 1 bulan) Kegiatan ini dimulai
pada bulan pertama dan merupakan titik awal proyek. Proposal ini mencakup
identifikasi kebutuhan dan tujuan proyek.
2. Bulan Kedua: Pembagian Tim dan Divisi, serta Pengembangan Aplikasi dan
Infrastruktur
Kegiatan 2: Pembagian Tim dan Divisi (Durasi: 1 bulan)
Setelah selesai Penyusunan Proposal, proyek melanjutkan dengan pembagian tim
dan divisi untuk tugas yang lebih spesifik.
3. Kegiatan 3: Pengembangan Aplikasi dan Infrastruktur (Durasi: 2 bulan)
Dimulai bersamaan dengan Pembagian Tim dan Divisi, kegiatan ini mencakup
pengembangan aplikasi dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk sistem.
Bulan Ketiga: Maintenance dan Evaluasi Program
4. Kegiatan 4: Maintenance dan Evaluasi Program (Durasi: 1 bulan)
Setelah selesai Pembagian Tim dan Divisi serta Pengembangan Aplikasi dan
Infrastruktur, proyek fokus pada maintenance dan evaluasi program. Ini
mencakup pelatihan pengguna, evaluasi keseluruhan proyek, dan pemeliharaan
sistem.
● Jalur Kritis:
Jalur kritis adalah serangkaian kegiatan yang harus diselesaikan dengan tepat
waktu agar proyek dapat selesai sesuai jadwal. Dalam kasus ini, jalur kritis
melibatkan semua kegiatan dari awal hingga akhir proyek, dan total durasinya
adalah 3 bulan.
● Analisis Critical Path:
Analisis Critical Path menjadi penting untuk memahami kegiatan yang paling
kritis dalam proyek. Dalam konteks proyek ini, setiap keterlambatan dalam jalur
kritis dapat menyebabkan penundaan dalam penyelesaian keseluruhan proyek.
Manajer proyek harus memantau jalur kritis ini dengan cermat dan mengelola
sumber daya dan kegiatan sesuai untuk menjaga jadwal proyek tetap terkendali.
Maka dari itu, pembuatan Network Diagram Critical Path sangat penting guna
memantau jalur kritis pada tahapan sebuah project.
Alternatif Balancing
Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis web service yang
memungkinkan manajemen toko berbasis keluarga yang memiliki 10 cabang di satu
provinsi untuk mengelola transaksi, memantau stok barang, dan menganalisis hasil
penjualan secara real-time. Sebelumnya, toko ini menggunakan Excel untuk administrasi,
menyebabkan keterlambatan dan ketidakakuratan dalam rekapitulasi data.
1. Tantangan dan Keinginan Pemilik Toko:
● Sebelumnya, pemantauan dilakukan hanya sekali sebulan, menyebabkan
keterlambatan dalam rekap transaksi dan update stok.
● Pemilik toko ingin memiliki akses langsung dan real-time terhadap informasi
dari 10 toko, memungkinkan analisis hasil penjualan produk secara lebih
efektif.
2. Proyek Objectives:
Membuat aplikasi berbasis web service dengan fitur utama:
● Pemantauan Real-Time: Memungkinkan pemilik toko untuk memantau kondisi
10 toko secara real-time, termasuk rekap pemasukan, pengeluaran, dan status
stok barang.
● Automasi Rekapitulasi: Aplikasi secara otomatis menyusun rekap pemasukan
dan pengeluaran berdasarkan transaksi, menghilangkan kebutuhan untuk rekap
manual dan meminimalkan potensi kesalahan.
● UI/UX User-Friendly: Desain UI/UX yang baik agar aplikasi mudah digunakan
oleh semua pengguna, termasuk pemilik toko dan staf di setiap cabang.
● Akses Fleksibel: Aplikasi berbasis website agar dapat diakses melalui jaringan
lokal atau publik, memberikan fleksibilitas dalam penggunaan.
● Pengolahan Data yang Efisien: Dapat melakukan pengolahan data mentah
hingga dapat dibaca dengan mudah, memberikan informasi yang berguna bagi
pengguna.
Alternatif Balancing:
Penerapan konsep "alternatif balancing" pada proyek ini mencakup beberapa aspek
kunci:
● Penyeimbangan Beban Pekerjaan: Aplikasi memungkinkan distribusi beban kerja
yang lebih baik dengan otomatisasi tugas administratif. Ini menghilangkan
kebutuhan untuk pemantauan manual dan rekapitulasi, memberikan staf toko
lebih banyak waktu untuk fokus pada layanan pelanggan dan strategi penjualan.
● Distribusi Sumber Daya: Aplikasi memastikan sumber daya toko, termasuk stok
barang, dikelola secara efisien dan merata. Ini membantu menghindari
kekurangan stok atau pemborosan, yang dapat terjadi tanpa pemantauan yang
tepat.
● Fleksibilitas dalam Pengelolaan Toko: Dengan kemampuan memantau seluruh
jaringan toko secara real-time, pemilik dapat menanggapi dinamika pasar atau
masalah operasional dengan cepat. Ini menciptakan kesempatan untuk
menyesuaikan strategi dan mengoptimalkan kinerja toko.
● Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Dengan pengolahan data yang efisien,
pemilik toko dapat mengambil keputusan yang lebih baik. Analisis hasil
penjualan, tren produk, dan perilaku pelanggan memberikan wawasan yang
dibutuhkan untuk mengarahkan strategi bisnis.
Proyek ini bukan hanya sekadar implementasi teknologi, tetapi juga merupakan
inovasi dalam manajemen toko. Dengan menggabungkan teknologi dengan konsep
alternatif balancing, toko dapat mencapai efisiensi dan keberlanjutan yang lebih baik,
membantu mereka bersaing di pasar yang dinamis.