0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Perbedaan Coaching dan Counseling

Coaching adalah proses terencana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan individu, sedangkan counseling adalah interaksi antara konselor dan klien untuk mengatasi masalah pribadi. Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan komunikasi, kepuasan kerja, dan kinerja, serta mengidentifikasi kandidat promosi. Aspek yang dievaluasi meliputi konteks, input, proses, dan output dari program.

Diunggah oleh

Yanuar Hartanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Perbedaan Coaching dan Counseling

Coaching adalah proses terencana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan individu, sedangkan counseling adalah interaksi antara konselor dan klien untuk mengatasi masalah pribadi. Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan komunikasi, kepuasan kerja, dan kinerja, serta mengidentifikasi kandidat promosi. Aspek yang dievaluasi meliputi konteks, input, proses, dan output dari program.

Diunggah oleh

Yanuar Hartanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Apa yang dimaksud Coaching?

2. Apa yang dimaksud dengan Counseling?

3. Mengapa Perlu melakukan evaluasi?

4. Apa yang perlu di evaluasi?

Jawaban

1. Coaching merupakan kegiatan pembinaan yang dilakukan secara terencana dan terarah
dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan subjek yang dilakukan
dengan pengarahan dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan melalui pengembangan
strategi, dan pemberian feedback guna membantu individu mencapai potensinya.
2. Conseling adalah suatu proses interaktif antara seorang konselor (ahli konseling) dan klien
(individu yang mencari bantuan) yang bertujuan untuk membantu klien memahami,
mengatasi, dan mengatasi masalah pribadi, emosional, sosial, atau psikologis yang sedang
dihadapinya.
3. Evaluasi sangat perlu dilakukan karena dapat
a. meningkatkan komunikasi antara manajer dan karyawan
b. meningkatkan kepuasan dan retensi kerja
c. meningkatkan kinerja dan profitabilitas
d. mengidentifikasikan kandidat untuk promosi
e. memberikan bantuan bagi karyawan yang membutuhkan pelatihanDapat
meningkatkan budaya Perusahaan

4. Aspek-aspek yang dievaluasi meliputi pencapaian tujuan, umpan balik serta perubahan pada
perilaku atau kinerja mereka. Secara umum, aspek yang perlu dievaluasi ada;ah sebagai
berikut :
a. Evaluasi konteks
Evaluasi konteks mencakup analisis masalah yang berkaitan dengan lingkungan program
atau kondisi obyektif yang dilaksanakan
b. Input evaluasi
Aspek ini meliputi 1) Sumber daya manusia, 2) Sarana dan peralatan pendukung, 3) Dana
atau anggaran, dan 4) Berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan
c. Evaluasi proses
Aspek ini dilakuakan untuk mengetahui sampai sejauh mana rencana telah diterapkan
dan komponen apa yang perlu diperbaiki.
d. Evaluasi Output
Evaluasi output merupakan penilaian yang dilakukan guna melihat ketercapaian/
keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Referensi :
BMP Manajmen SDM Universitas Terbuka

Anda mungkin juga menyukai