0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Keterampilan Manajerial Penting untuk Sukses

Seorang manajer harus memiliki keterampilan interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan untuk berperan secara maksimal. Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk menjadi role model, mengarahkan tim, menyebarkan informasi dengan baik, serta merencanakan dan mengalokasikan sumber daya secara efisien. Contoh penerapannya termasuk menjadi penengah dalam konflik dan merumuskan strategi bisnis yang adaptif selama krisis seperti pandemi.

Diunggah oleh

Yanuar Hartanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan2 halaman

Keterampilan Manajerial Penting untuk Sukses

Seorang manajer harus memiliki keterampilan interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan untuk berperan secara maksimal. Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk menjadi role model, mengarahkan tim, menyebarkan informasi dengan baik, serta merencanakan dan mengalokasikan sumber daya secara efisien. Contoh penerapannya termasuk menjadi penengah dalam konflik dan merumuskan strategi bisnis yang adaptif selama krisis seperti pandemi.

Diunggah oleh

Yanuar Hartanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Agar manajer bisa berperan dengan maksimal, ada beberapa keterampilan

manajerial yang harus dimiliki oleh seorang manajer Menurut Saudara,


keterampilan manajerial apa yang harus dimiliki seorang manajer? Jelaskan dan
berikan contoh serta cantumkan sumber referensi atau tinjauan teoritis yang
jelas. Sumber belajar : Modul 1 Selamat berdiskusi.
Jawaban :
Agar dapat berperan dengan maksimal, seorang manajer harus mempunyai
keterampilan interpersonal yang didalamnya meliputi ketokohan.,
kepemimpinan, dan penghubung.
Seorang manajer harus bisa menjadi role model bagi para bawahannya. Dengan
membangun citra yang positif akan membuat seorang manajer menjadi lebih
dihargai oleh bawahannya.
Seorang manajer juga harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik agar
mampu mengarahkan dan mengkoordinasikan semua bawahannya, sehingga
tujuan dari organisasi akan mudah tercapai.
Seorang manajer juga harus mampu menjadi penghubung yang unggul, baik ke
dalam maupun keluar organisasi. Apabila ini bisa dijalankan maka akan tercipta
suasana yang kondusif sehingga organisasi akan lebih mudah untuk tumbuh dan
berkembang, dampaknya adalah semua tujuan organisasi akan lebih mudah
untuk tercapai.
Keterampilan lain yang harus dimiliki oleh seorang manajer adalah keterampilan
informasional,
Seorang manajer harus mampu menyeleksi dan memvalidasi setiap informasi
yang diterima sehingga akan tepat dalam mengambil keputusan.
Manajer harus mampu menyebarkan informasi kepada pihak internal maupun
ekstenal dengan baik dan terarah, sehingga akan lebih mudah diterima dan
meminimalisir mispersepsi. Tentunya dalam penyampaian informasi, seorang
manajer harus mempunyai kemampuan bicara/komunikasi yang baik dan
mumpuni.
Selain dua kemampuan di atas, diperlukan juga kemampuan pengambilan
keputusan yang baik dan tepat sehingga setiap keputusan yang diambil akan
dapat menyelesaikan setiap permasalahan.
Dalam menyelesaikan masalah juga diperlukan perencanaan yang matang
sehingga solusi yang diberikan bisa tepat sasaran.
Perencanaan dapat meliputi perencanaan jangka pendek, menengah, maupun
jangka panjang.
Seorang manajer juga harus mampu dalam mengalokasikan setiap sumber daya
yang dimiliki sehingga dapat bekerja secara maksimal dan efisien sesuai dengan
kebutuhan.
Dalam banyak hal, manajer harus mampu menjadi seorang negosiator ulung
agar dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan dan memberikan win
win solution.

Contoh dari penerapan kemampuan tersebut adalah sebagai berikut :


Ketika terjadi perseteruan diantara bawahannya, maka manajer harus mampu
memposisikan diri sebagai penengah, dengan melihat fakta dan mendengarkan
dari semua sumber. Tentu pula harus menjadi negosiator agar problem yang ada
bisa selesai dan pihak yang berseteru tidak ada yang merasa dirugikan ( win win
solution).
Ketika terjadi pandemic covid 19, seorang manajer harus mampu membuat
strategi yang tidak biasa, karena semua serba cepat dan terbatas serta . Bisnis
harus tetap berjalan, karyawan harus tetap bisa bertahan. Meskkipun harus
melakukan banyak efiseiensi, seperti melakukan PHK namun mungkin itu adalah
hal terbaik untuk menyelamatkan bisnis.
Referensi :
BMP Perilaku Organisasi Universitas Terbuka
[Link]
%20Insights/Leadership%20in%20a%20crisis%20Responding%20to%20the
%20coronavirus%20outbreak%20and%20future%20challenges/Leadership-in-a-
[Link]
[Link]
%20Insights/Leadership%20in%20a%20crisis%20Responding%20to%20the
%20coronavirus%20outbreak%20and%20future%20challenges/Leadership-in-a-
[Link]

Anda mungkin juga menyukai