Diskusikan kasus di bawah ini
Toko kosmetik ternama di dunia, The Body Shop telah menutup ratusan tokonya di Amerika
Serikat (AS) dan Kanada. Perusahaan yang berbasis di Inggris itu tidak lagi mengoperasikan
ratusan toko-tokonya sejak 1 Maret 2024 di AS termasuk toko online, setelah mengajukan
kebangkrutan. Sementara itu, di Kanada sebanyak 33 toko dari 105 tokonya dijual. Inflasi
yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir telah merugikan toko-toko seperti The Body
Shop yang sebagian besar beroperasi di luar mal dan ditujukan untuk kelas menengah. The
Body Shop didirikan tahun 1976 di Inggris oleh aktivis lingkungan dan hak asasi manusia
Anita Roddick. Perusahaan ini memasarkan produk kosmetik yang diklaim alami, dan ramah
lingkungan. Perusahaan itu bahkan dikenal sebagai salah satu perusahaan pertama yang
melarang uji coba produk kosmetik terhadap hewan.
Dalam perjalanannya, The Body Shop telah beberapa kali pindah kepemilikan. Pada 2006,
perusahaan itu dibeli oleh L'Oreal dengan harga lebih dari US$ 1 miliar. Lalu pada 2017
dibeli perusahaan Brasil, Natura & Co seharga US$ 1 miliar. Selanjutnya, pada akhir tahun
2023, The Body Shop dijual oleh Natura ke perusahaan manajemen aset Aurelius seharga
US$ 266 juta setelah laporan keuangannya mencatat penurunan bisnis 13,5% secara
tahunan pada 2022. (Kronologi Kebangkrutan The Body Shop, Ratusan Toko Dijual, CNBC
Indonesia, 2024)
Pertanyaan:
Dengan menggunakan pendekatan model ekonomi industri buatlah analisis Lingkungan
Industri (ALI) industri skin care. Uraikan masing-masing komponen ALI, dan hubungkan
dengan industri skin care saat ini!
Silahkan gunakan berbagai sumber yang dapat Anda akses, jangan lupa untuk menulis
sumber kutipan. Pastikan untuk menghindari plagiarism, jangan copy paste, formulasikan
jawaban Anda sendiri, hal ini untuk menghindari jawaban yang sama persis antar peserta.
Baca jawaban yang telah diposting terlebih dahulu. Anda dapat memperkaya jawaban yang
telah diposting sebelumnya dengan menambah informasi atau memberikan pendapat Anda.
Jawaban :
Analsisi Lingkungan Industri (ALI) memungkinkan perencana untuk memutuskan strategi
terbaik yang akan memastikan kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan di industri
tertentu, dengan mempertimbangkan komponen industri tertentu.
Komponen analisis lingkungan industry meliputi :
a. Persaingan dalam industri
Komponen ini digunakan untuk memahami tingkat ancaman yang diberikan oleh
pesaing sehingga perusahaan dapat Menyusun Langkah strategis dalam menghadapi
para pesaing dan mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Industri skincare di Indonesia mengalami pertumbuhan akan penggunaan produk
kecantikan sebesar 7 persen di tahun 2021 dan akan terus mengalami pertumbuhan
yang diberaengi dengan tren dan jenis produk terbaru.
Berdasarkan data dari Statista, industry Skincare di Indonesia mengalami
pertumbuhan yang cukup pesat, dan diprediksi akan tumbuh 3,7 % di tahun 2024
sampai dengan 2029.
Di Indonesia, Paket kecantikan menjadi kategori yang mendominasi nilai penjualan
dengan mencapai lebih dari Rp 900 miliar di Q1 tahun 2024.
Ini tentu menjadi ladang yang sangat hijau bagi para pengusaha untuk melakukan
bisnis di bidang skincare. Akibatnya akan semakin banyak pesaing dalam industry ini.
Diferensiasi produknya juga akan semakin kecil karena pada dasarnya semuanya
akan menjual produk yang hampir sama, hanya berbeda merk belaka.
b. Ancaman Masuknya Pendatang Baru
Komponen ini digunakan untuk menganalisis kemungkinan masuknya perusahaan
baru ke dalam industri yang dapat meningkatkan daya saing sehingga mengancam
potensi keuntungan dalam industry.
Dari tahun ke tahun, jumlah pelaku usaha skincare terus mengalami pertumbuhan.
Berdasarkan data Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), terjadi
peningkatan pertumbuhan jumlah pelaku usaha kosmetik dari jumlah 819 pada 2021
menjadi 913 pada 2022 ( 20,6% ) dan sebesar 1010 perusahaan ( 21,9%) tahun
2023.
Industri kosmetik nasional juga mampu menembus pasar ekspor di mana secara
kumulatif untuk periode Januari--November 2023 nilai ekspor untuk produk
kosmetik, wewangian, dan essential oils tercatat mencapai USD770,8 juta.
Dengan mudahnya proses produksi skincare di Indonesia membuat pendatang baru
semakin mudah, didukung dengan sistem produksi maklon, menyebabkan siapapun
bisa membuat skincare dengan mudah. Namun pada prinsipnya jika merk / brand
kita semakin bear, kita akan lebih mudah dalam menguasai pasar, didukung dengan
modal yang bear sehingga ekspansi dan promosi bisa menjadi lebih massif.
c. Daya Tawar pembeli
Komponen ini digunakan untuk menentukan apakah perusahaan dapat secara efektif
menjual produk mereka dengan margin keuntungan yang tinggi.
Berdasarkan data dari Dinar Standard yang dikeluarkan tahun 2021, Indonesia
menjadi negara konsumsi kosmetik halal terbesar setelah India. Pengguna kosmetik
halal di Indonesia mencapai 4,19 miliar dolar AS sedangkan yang terbesar dari India
yang mencapai sebesar 5,88 miliar dolar AS.
Tentu ini menjadi peluang yang sangat besar bagi produsen untuk ikut andil dalam
bisnis ini. Jumlah penduduk Indonesia yang besar ditambah semakin meningkatnya
kesadaran untuk memakai skincare di Indonesia membuat industry ini semakin seksi.
Dikarenakan banyak produk skincare yang beredar menyebabkan semakin sedikit
diferensiasi antar merk. Kebanyakan konsumen hanya terpaku terhadap satu brand
yang telah dianggap “besar” sehingga mereka cenderung untuk enggan untuk
berpindah ke lain hati.
d. Daya Tawar Pemasok
Komponen ini digunakan untuk memahami keseimbangan kekuatan antara pemasok
dan perusahaan yang beroperasi di dalam industri,.
Kita mengetahui realita bahwa pada dsarnya pemasok skincare di Indonesia tidaklah
banyak, dan hamper semua dilakukan di tempat yang sama. Dengan menggunakan
sistem maklon maka pemasok dapat memproduksi skincare untuk beberapa merk.
Para pemasok / produsen juga menawarkan kemudahan dalam pengurusan izin
BPOm sehingga ini menjadi value yang lebih dan memudahkan bagi siapapun yang
akan terjun ke bisnis ini.
Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Persatuan
Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menunjukkan bahwa jumlah pelaku
usaha kosmetik terus bertambah dari 819 pada 2021 menjadi 1.039 pada akhir
2023. Pada tahun 2024, jumlah IKM kosmetik di Indonesia telah mencapai lebih
dari 1.500 unit usaha yang tersebar di berbagai daerah.
e. Ancaman Produk Subtitusi
Komponen ini digunakan untuk memahami jika ada kemungkinan pelanggan
menggunakan produk pengganti.
Kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan skincare di Indonesia
semakin meninggat.
masayrakat mulai aware terhadap isu isu kesehatan dan dampak yang ditimbulkan
saat menggunkan skincare berbahan kimia. Banyak temuan merkuri di dalam
skincare membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih skincare.
Ada banyak yang justru beralih ke skincare herbal yang mengusung kearifan local
Indonesia.
Skincare kimia dpaat tergantikan oleh produk skincare yang dicap sebagai produk
berbahan herbal, alami, dan sejenisnya. Tentu semuanya mempunyai target market
sendiri-sendiri.
Referensi :
BMP Manjemen Strategik Universitas Terbuka
[Link]
[Link]
[Link]
indonesia-LcQed
[Link]
9403618fbc7c690/ini-produk-kecantikan-terlaris-di-e-commerce-indonesia-kuartal-i-
2024