0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan45 halaman

Memahami Bhineka Tunggal Ika 1945

Dokumen ini menjelaskan serangkaian aktivitas pembelajaran mengenai makna dan implementasi Bhineka Tunggal Ika untuk siswa kelas XII F3. Aktivitas mencakup pengenalan konsep, diskusi kelompok, presentasi, dan penilaian, dengan tujuan agar siswa memahami pentingnya keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai sejarah dan fungsi semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam konteks persatuan Indonesia.

Diunggah oleh

richarddwikurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan45 halaman

Memahami Bhineka Tunggal Ika 1945

Dokumen ini menjelaskan serangkaian aktivitas pembelajaran mengenai makna dan implementasi Bhineka Tunggal Ika untuk siswa kelas XII F3. Aktivitas mencakup pengenalan konsep, diskusi kelompok, presentasi, dan penilaian, dengan tujuan agar siswa memahami pentingnya keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai sejarah dan fungsi semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam konteks persatuan Indonesia.

Diunggah oleh

richarddwikurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Aktivitas 1 / Tahapan Pengenalan

Hari/Tanggal Senin, 3 Februari 2023


Materi Memahami Makna dan Arti Bhineka Tungaal Ika
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 2, 3
Tujuan 1. Peserta didik memahami makna Bhineka Tunggal Ika dalam
kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Bahan dan Alat LCD. GF asesmen, Tayangan Video, stiky note 4 warna
Dimensi P1

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Menkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Pengenalan projek oleh fasilitator tentang tujuan, profil yang dinilai, rangkaian kegiatan,
proses dan penilaian (lihat panduannya).
3. Guru mengajak berefleksi tentang kegiatan projek yang pernah dilakukan sebelumnya utnuk
melihat kekuatan dan kelemahan, serta apa yang dapat ditingkat dalam melaksankan projek
selanjutnya. Terutama dari karakter yang ditunjukan peserta didik.
4. Melakukan permaianan SSCC, dengan tahapan sbb.
 Guru menjelaskan apa itu SSCC, yaitu berasal dari kata STAR, STOP, CHANGE dan
CONTINU.
 STAR berarti menunjukkan hal-hal positif dalam memulai kegiatan
 STOP menunjukkan perilaku atau sikap yang harus dihentikan dalam pembelajaran
 CHANGE menunjukkan hal-hal yang perlu diubah
 CONTINU menunjukkan sikap atau perilaku positif yang perlu dipertahankan dan
dilanjutkan
5. Guru membagi papan tulis menjadi 4 bagaian

STAR STOP CHANGE CONTINU


A B C D A B C D A B C D A B C D

6. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok berdasarkan barisan, yaitu kelompok A, B,
C dan D, serta guru membagikan stiky note berbeda warna pada setiap kelompok.
7. Peserta didik menuliskan SSCC pada stiky note dan menempelkan dipapan tulis pada kolom
yang tersedia.
8. Guru meminta peserta didik untuk membacakan dan memilah hal-hal yang sesuai dengan
judul kolom dan memfinalkan menjadi kesepakatan kelas yang harus ditunjukkan selama
belajar projek.
9. Guru memberikan asesmen awal melalui Google Form dengan link
[Link]
ChNbIlmxgtnh04LaySd261CRuPm2cZ1w/viewform?usp=sharing
10. Guru memberikan pertanyaan pemantik tentang Bhineka Tunggal Ika.
a. Apa yang kamu ketahu tentang Bhineka Tunggal Ika!
b. Apakah kamu bisa menyebutkan keragaman budaya yang ada dilingkunganmu ?
c. Adakah cara yang dapat kamu lakukan untuk menghindari terjadinya konflik dalam
kehidupan bermasyarakat karena adanya perbedaan!
d. Bagaimana pandanganmu tentang budaya merupakan salah satu cerminan bangsa?
11. Guru menayangkan video tentang:
- Bhineka Tunggal Ika
Link [Link]
- Arti dan makna Bhineka Tunggal Ika
Link [Link]
12. Guru mengajak peserata didik untuk melakukan Tanya jawab tentang video yang telah
tonton, dengan mengajukan pertanyaan:
a. Membahas tentang apa video tersebut?
b. Apa arti Bhinka Tunggal Ika?
c. Bagaiman Asal usul munculnya Bhineka Tunggal Ika?
d. Apa nama kitab yang memuat kalimat Bhineka Tungal Ika? Dan siapa pengarangnya?
e. dll
13. Guru meminta peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
14. Guru memberikan Penilaian P1 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
15. Guru menutup pelajaran pada sesi ini.
Aktivitas 2
Hari/Tanggal Senin, 3 Februari 2023
Materi Arti, Makna dan Fungsi BhinekaTunggal Ika
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 3 JP Jam ke 4,5,6
Tujuan 1. Peserta didik memahami arti, makna dan fungsi Bhineka Tunggal Ika
dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Bahan dan Alat LCD. Tayangan Video, Sumber Bacaan, LKPD
Dimensi P3

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan, apa arti
Bhineka Tunggal Ika .
3. Guru memberikan respon terhadap jawaban pesera didik dan memberikan motivasi untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
4. Guru menjelaskan aktivitas hari ini, yaitu menonton video, diskusi, mengerjakan LKPD 1 dan
presentasi.
5. Guru menyajikan tayangan berupa video Makna dan Fungsi Bhineka Tunggal Ika pada link
[Link]
6. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok 6 yang terdiri dari 5-6 orang (metode
pengelompokkan diserahkan kepada guru).
7. Guru meminta peserta didik untuk duduk sesuai dengan kelompoknya.
8. Guru membagikan LKPD 1
9. Peserta didik berdiskusi di kelompoknya masing-masing
10. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
11. Guru memfasilitasi dan mendampingi sepanjang jalannya diskusi.
12. Guru meminta peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari
13. Guru memberikan Penilaian P3 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
14. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini.
LKPD 1

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Pengertian, Arti, Makna dan Sejarah Bhineka Tunggal IKa
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Nama Kelompok :

Kegiatan Peserta didik:


A. Peserta didik menyimak Simaklah tayangan video pada link [Link]
si=v1ZqEcvvkxuVG-V6
B. Peserta didik duduk dalam kelompoknya untuk berdiskusi menjawab beberapa pertanyaan-
pertanyaan berikut;
1. Apa yang anda ketahui tentang Bhineka Tunggal Ika?
2. Makna apa yang terkandung dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika?
3. Apa peran atau fungsi Bhineka Tunggal Ika dalam persatuan dan kesatuan bangsa?
4. Jelaskan secara singkat, bagaimana sejarah Bhineka Tunggal Ika sampai menjadi
semboyan NKRI?

Jawaban :
Aktivitas 3
Hari/Tanggal Senin, 3 Februari 2023
Materi Mengimplementasikan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 7, 8
Tujuan 1. Peserta didik mengimplementasikan Bhineka Tunggal Ika dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Bahan dan Alat LCD. Tayangan Video, Sumber Bacaan, LKPD
Dimensi P2

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan tentang
fungsi Bhineka Tunggal Ika dalam persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Guru memberikan respon terhadap jawaban pesera didik dan memberikan motivasi untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
4. Guru menjelaskan aktivitas hari ini, yaitu membaca materi, diskusi, mengerjakan LKPD 2
dan presentasi.
5. Guru mengajak peserta didik melakukan ice breaking tebak gambar dengan menonton video
pada link [Link]
6. Guru meminta peserta didik untuk duduk sesuai dengan kelompoknya.
7. Guru membagikan materi dan LKPD 2 yang akan didiskusikan
8. Peserta didik berdiskusi dikelompoknya masing-masing
9. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
10. Guru memfasilitasi dan mendampingi sepanjang jalannya diskusi.
11. Guru meminta peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajarai
12. Guru memberikan Penilaian P2 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
13. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini.
LKPD 2

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Implementasi Bhineka Tunggal Ika dalam Kehidupan Bermasyarakat dan
Bernegara.
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Nama Kelompok :

Petunjuk:
Bacalah lembaran materi yang dibagikan guru untuk setiap kelompok.

Kegiatan Peserta didik:


Peserta didik duduk dalam kelompoknya untuk berdiskusi menjawab beberapa pertanyaan-
pertanyaan berikut;
1. Kapan dan dimana Istilah Bhineka Tunggal Ika di tmukan?
2. Di mana terdapat aturan mengenai Bhinneka Tunggal Ika sebagai persatuan bangsa
maupun negara Indonesia? Sebutkan Isi aturan tersebut?
3. Mengapa Bhineka Tunggal Ika tertulis pa da lambang negara Indonesia Garuda Pancasila?
4. Jelaskan makna pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika pada lambang negara Indonesia
Garuda Pancasila?
5. Bagaimana konsep “ Bhineka Tunggal Ika” tercermin dalam keberagaman budaya, agama
dan suku di Indonesia?
6. Tuliskan contoh-contoh sikap yang mncerminkan penerapan Bhineka Tunggal Ika dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara!
7. Tuliskan contoh-contoh sikap yang melanggar Bhineka Tunggal Ika
JAWABAB LKPD 2

1. Kapan dan dimana Istilah Bhineka Tunggal Ika di temukan?


Bhineka Tunggal Ika ditemukan pertama kali pada abad XIV pada masa Kerajaan
Majapahit dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular.

2. Di mana terdapat aturan mengenai Bhnneka Tunggal Ika sebagai persatuan


bangsa maupun negara Indonesia?
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara Republik
Indonesia. Diundangkan pada tanggal 28 November 1951 dan dimuat dalam Lembaran
Negara No. II tahun 1951.

3. Mengapa Bhineka Tunggal Ika tertulis pada lambang negara Indonesia Garuda Pancasila?
Makna dari Bhineka Tunggal Ika menggambarkan kesatuan dan persatuan bangsa
Indonesia, meskipun terdapat berbagai keberagaman budaya, suku, bahasa, kepercayaan,
ras, hingga agama.

4. Jelaskan makna pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika pada lambang negara Indonesia
Garuda Pancasila?
Nusantara memiliki segudang deretan suku, budaya, bahasa, hingga ras yang unik.
Keanekaragaman di setiap daerah tersebut menjadi kekayaan yang patut dibanggakan.
Meskipun Indonesia berbeda-beda, tapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan.
Menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

5. Bagaimana konsep “ Bhineka Tunggal Ika” tercermin dalam keberagaman budaya, agama
dan suku di Indonesia?
Konsep "Bhinneka Tunggal Ika" tercermin dalam keanekaragaman budaya di Indonesia
melalui toleransi, harmoni, dan persatuan dalam perbedaan. Meskipun Indonesia memiliki
beragam suku, agama, bahasa, dan tradisi, masyarakatnya mampu hidup berdampingan
secara damai. Ini tercermin dalam adat istiadat yang beragam, upacara keagamaan yang
dihormati oleh berbagai komunitas, serta pluralitas bahasa dan seni yang menjadi warisan
budaya yang kaya. Dengan menjunjung nilai "Bhinneka Tunggal Ika", Indonesia mampu
mempertahankan identitas nasionalnya sambil menghargai dan menghormati keberagaman
budaya yang ada.

6. Tuliskan contoh-contoh sikap yang mncerminkan penerapan Bhineka Tunggal Ika dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara!
 Bentuk kerja sama dalam keluarga.
 Gotong royong dalam hidup bermasyarakat.
 Tidak bersikap rasis dan mengucilkan karena perbedaan suku, marga, maupun agama.
 Rasa kasih saying dan reela berkorban untuk kepentingan orang banya

7. Tuliskan contoh-contoh sikap yang melanggar Bhineka Tunggal Ika


 Saling membantu untuk mencuri.
 Saling membantu bisnis narkoba.
 Menyogok pihak berwajib untuk perlindungan.
ARTI BHINEKA TUNGGAL IKA, TUJUAN IMPLEMENTASINYA DALAM
KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA

Sebait Sajak

Rwâneka dhâtu winuwus Buddha Wiswa,


Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.


Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Terjemahan ini didasarkan, dengan adaptasi kecil, pada
edisi teks kritis oleh Dr. Soewito Santoso.

A. Makna Semboyan Bhineka Tunggal Ika


Berdasarkan jurnal berjudul Kajian Analitik Terhadap Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
karya I Nyoman Pursika, menjelaskan tentang sejarah semboyan negara. Kata arti Bhinneka
Tunggal Ika diambil dari kutipan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Semboyan negara
ini diambil dari bahasa Jawa kuno. Kata “Bhinneka” artinya beraneka ragam atau berbeda-
beda, kata “Tunggal” artinya satu, sedangkan “Ika” artinya itu. Secara harfiah, Bhinneka
Tunggal Ika diterjemahkan menjadi “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-
beda, tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.
Semboyan ini dipakai sebagai gambaran persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indonesia sendiri terdiri atas beraneka ragam budaya,
bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Fungsi mendasar arti Bhinneka
Tunggal Ika adalah landasan persatuan dan kesatuan. Pada dasarnya, setiap kelompok
memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing. Peran semboyan negara untuk
membentuk dan menamkan pada masyarakat tentang keberagaman, sehingga tidak memicu
konflik.

B. Semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam Aturan Negara


Semboyan ini terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66/1951, Lambang Negara.
Ditetapkan di Jakarta tanggal 17 Oktober 1951 oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri,
Sukiman Wirjosandjojo. Tertuang dalam Pasal 5 yang berbunyi, “Di bawah lambing tertulis
dengan huruf latin sebuah semboyan dalam bahasa Jawa-Kuno, yang berbunyi: BHINEKA
TUNGGAL IKA”.
Penjelasan dari Pasal 5 tersebut, perkataan Bhinneka adalah gabungan dua perkataan,
yaitu bhinna dan ika. Kalimat seluruhnya itu bisa disalin, “berbeda-beda, tetapi tetap satu
juga”. Kalimat tersebut telah tua dan dipakai oleh pujangga ternama, Empu Tantular dalam
arti, “di antara pusparagam adalah kesatuan”.

C. Pita Bertuliskan Semboyan Bhineka Tunggal Ika


Makna lambang Pancasila berikutnya pada bagian paling bawah, terdapat pita putih
yang digenggam oleh cakar burung Garuda. Pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” dengan
tinta warna hitam. Diambil dari penggalan kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Bhinneka
berarti berbeda-beda, tunggal artinya satu, dan ika berarti itu. Sehingga secara bahasa,
bhinneka tunggal ika, memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Nusantara memiliki segudang deretan suku, budaya, bahasa, hingga ras yang unik.
Keanekaragaman di setiap daerah tersebut menjadi kekayaan yang patut dibanggakan.
Meskipun Indonesia berbeda-beda, tapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan. Menggambarkan
persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

D. Sejarah Perumusan dan Lahirnya Pancasila


Pada 1 Maret 1945, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI), yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman
Wedyodiningrat. Dalam pidato pembukaannya, dr. Radjiman antara lain mengajukan
pertanyaan kepada anggota-anggota sidang, “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita
bentuk ini?“
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-
usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia, yaitu:
Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato tanggal 29 Mei 1945. Yamin
merumuskan lima dasar sebagai berikut:
1. Perikebangsaan.
2. Perikemanusiaan.
3. Periketuhanan.
4. Perikerakyatan.
5. Kesejahteraan rakyat.
Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar kepada sejarah,
peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.
Namun, Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
Soekarno kemudian mengusulkan Panca Sila yang dikemukakan pada 1 Juni 1945
dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”.
Soekarno mengemukakan dasar-dasarnya, yaitu:
1. Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme.
2. Kemanusiaan atau internasionalisme.
3. Mufakat atau demokrasi.
4. Kesejahteraan sosial.
5. Ketuhanan yang berkebudayaan.
Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan
ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini
dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya
asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan
abadi.
Sebelum sidang pertama itu berakhir, dibentuk suatu Panitia Kecil untuk merumuskan
kembali Pancasila sebagai dasar negara berdasarkan pidato yang diucapkan Soekarno pada 1
Juni 1945 dan menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia
Merdeka.
Dari Panitia Kecil itu dipilih sembilan orang yang dikenal dengan Panitia Sembilan,
untuk menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945
yang kemudian diberi nama Piagam Jakarta.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa
dokumen penetapannya ialah:
Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945.
Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 – tanggal 18 Agustus 1945.
Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27
Desember 1949.
Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus
1950.
Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan merupakan suatu
rangkaian kesatuan dengan Konstitusi (merujuk Dekret Presiden 5 Juli 1959).
Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2016 telah menandatangani Keputusan Presiden
(Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, sekaligus menetapkannya
sebagai hari libur nasional yang berlaku mulai tahun 2017.

E. Sejarah Lambang Garuda Pancasila


Usai kemerdekaan, selang antara tahun 1945-1949, Indonesia membutuhkan sebuah
lambang negara. Sehingga dibentuklah tim Panitia Lencana Negara dibawah koordinator
mentri negara, Sultan Hamid II. Mereka bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang
negara untuk diajukan pada pemerintah. Akhirnya terpilih dua lambang usulan dari Sultan
Hamid II dan M Yamin. Tetapi karya milik M Yamin ditolak pemerintah, sebab menyertakan
sinar-sinar matahari, seraya simbol mengikuti Jepang.
Setelah diskusi panjang dan koordinasi dengan presiden Republik Indonesia Serikat
(RIS), Soekarno dan perdana menterinya M Hatta, Sultan Hamid II berupaya untuk
menyempurnakan lambang burung Garuda Pancasila. Hingga akhirnya resmi dipakai tanggal
11 Februari 1950 dalam sidang RIS. Serta sang presiden mulai memperkenalkan pada
masyarakat Indonesia saat di hotel Des Indes, pada tanggal 15 Februari 1950.
Setelah diresmikan, Sultan Hamid II dan Soekarno tetap berusaha memperbaiki
Lambang Garuda Pancasila. Berawal dari burung Garuda yang gundul telah diganti oleh
Soekarno, karena dinilai menyerupai simbol negara Amerika Serikat. Serta sebelumnya cakar
burung Garuda yang memegang bendera merah putih. Kini telah berganti menjadi pita putih
bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.
Burung garuda menggunakan perisai, sebagai bentuk lambang tenaga pembangun
(creatif vermogen), seperti dikenal pada peradaban Indonesia. Burung garuda dari mitologi,
bersanding erat dengan burung elang rajawali. Burung yang terlukis pada beberapa candi,
termasuk Dieng, Prambanan dan Panataran.
Umumnya makna garuda terkenal baik oleh archeologi dan kesusasteraan Indonesia.
Lencana garuda juga pernah dikenakan oleh perabu Airlangga pada abab 11, bernama
Garudamukha. Alasan kuat lainnya, pergerakan Indonesia Muda tahun 1928 pernah memakai
panji-panji sayap garuda. Bagian tengahnya berdiri sebilah keris di atas tiga gurisan.

F. Implementasi Bhineka Tunggal Ika


1. Perilaku Influsif
Semboyan arti Bhinneka Tunggal Ika memandang dirinya sebagai individu atau kelompok
masyarakat. Kelompok ini menjadi satu kesatuan dalam masyarakat luas.
2. Sifat Pluralistik
Bangsa Indonesia bersifat plural ditinjau dari keragaman agama, budaya, dan suku. Meski
berbeda diperlukan menjalin kerukunan, toleran, dan saling menghormati, sehingga tidak
ada orang yang memandang remeh pihak lain. Contoh saling membantu ketika terkena
musibah.
3. Tidak Mencari Menang Sendiri
Mengutip dari jurnal Peranan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam Menanggulangi
Politik Identitas karya Rizal Habi Nugroho penerapan semboyan untuk menghormati dan
menghargai pihak lain. Menghargai ini bisa menerima dan memberi pendapat dalam
kehidupan yang beragam.
4. Musyawarah
Musyawarah membentuk kesatuan dan mencapai mufakat. Dalam hal ini ada istilah
common denominator, yakni inti kesamaan yang dipilih untuk mencapai mufakat.
Beberapa kelompok bisa menemukan solusi dari musyawarah.
5. Rasa Kasih Sayang dan Rela Berkorban
Bhineka Tunggal Ika perlu dilandasi rasa kasih sayang kehidupan bangsa dan negara.
Tanpa kasih sayang dan rela berkorban tanpa pamrih kesatuan tidak terwujud.
6. Toleran menjadi pandangan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, menyebarkan
kerukunan, dan menyuburkan toleransi pada individu.

G. Keberagaman dan Contoh Bhineka Tunggal Ika


1. Keberagaman Suku
Dari ensiklopedia Indonesia, suku bangsa adalah kelompok sosial dalam sistem sosial atau
kebudayaan yang memiliki garis keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.
Kelompok suku ini mmeiliki kesamaan dalam sejarah, sejarah atau keturunan, bahasa,
sistem nilai, adat istiadat, serta tradisi. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa merupakan
sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat kesadaran akan identitas.
Contoh suku di Indonesia garis keturunan ayah (paternalistik) adalah suku Jawa dan suku
Batak. Suku yang mengikuti garis maternalistik (ibu/perempuan) contohnya Suku
Minangkabau.
2. Keberagaman Agama
Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar dan ideologi negara. Di
Indonesia, agama berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Negara memberikan
jaminan untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Jaminan
beragama ada di pasal 29 ayat (2) UUD negara RI tahun 1945. Di Indonesia ada 6 agama
resmi yang diakui Pemerintah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
3. Keberagaman Ras
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ras adalah goolongan bangsa
berdasarkan ciri-ciri fisik, dan rumpun bangsa. Ras dikelompokan dari bentuk badan,
muka, hidung, dan warna kulit. Contoh ras di Indonesia adalah ras Mongoloid, di
Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Ras Melanesoid
banyak tinggal daerah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu di Indonesia
ada keturunan ras Ras Asiatic Mongoloid seperti orang-orang Tionghoa, Jepang, dan
Korea.
4. Keberagaman Antar Golongan
Golongan merupakan kelompok dalam masyarakat yang beragam. Dalam sosiologi
dikenal istilah Stratifikasi Sosial. Istilah ini adalah pengelompokan masyarakat dalam
kelas-kelas sosial tertentu. Meski terjadi keberagaman antar golongan, adanya semboyan
negara dapat menorong kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Keberagaman
antargolongan bisa menumbuhkan kesadaran bagi setiap warga negara. Contoh
keberagaman golongan adalah bantuan perusahaan memberi bantuan pada pengusaha kecil
yang terdampak Covid-19. Kelompok mahasiswa memberikan buku gratis dan ilmu pada
anak yatim piatu.
5. Integrasi Nasional
Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Dalam jurnal
Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Benteng terhadap Risiko Keberagaman Bangsa Indonesia
yang diterbitkan Institut Agama Islam Negeri Kudus, identitas nasional sebagai wujud
usaha mempersatukan keberagaman serta pencegahan konflik.

H. Bentuk-Bentuk Identitas Nasional dalam Bhineka Tunggal Ika


1. Ideologi negara adalah Pancasila.
2. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia.
3. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya.
4. Semboyan negara adalah Bhinneka Tunggal Ika.
5. Bendera negara adalah Sang Merah Putih.
6. Hukum dasar negara (konstitusi) adalah UUD 1945.
7. Bentuk negara dan pemerintahan adalah Republik
8. Beragam kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.
Aktivitas 4
Hari/Tanggal Senin, 3 Februari 2023
Materi Keberagaman dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 9-10
Tujuan Peserta didik menganalisis makna keberagaman dalam Bhineka Tunggal
Ika
Bahan dan Alat LCD. Tayangan Video, Sumber Bacaan, LKPD
Dimensi P3

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan tentang
bentuk-bentuk identitas nasional dalam Bhineka Tunggal Ika.
3. Guru memberikan respon terhadap jawaban pesera didik dan memberikan motivasi untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
4. Guru menjelaskan aktivitas hari ini, yaitu menonton video, diskusi, mengerjakan LKPD 3 dan
presentasi.
5. Guru menyajikan tayangan video tentang Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia pada
link [Link]
Dan Sang Bhineka Tunggal Ika pada link
[Link]
usp=sharing
6. Guru meminta peserta didik untuk duduk sesuai dengan kelompoknya.
7. Guru membagikan materi dan LKPD 3 yang akan didiskusikan
8. Peserta didik berdiskusi dikelompoknya masing-masing
9. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
10. Guru memfasilitasi dan mendampingi sepanjang jalannya diskusi.
11. Guru meminta peserta didik menyimpulkan materi yang telah sipelajarai
12. Guru memberikan Penilaian P3 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
13. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini
LKPD 3

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Makna Keragaman dalam Bhineka Tunggal
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Nama Kelompok :

Kegiatan Peserta didik:


Peserta didik duduk dalam kelompoknya untuk berdiskusi menjawab beberapa pertanyaan-
pertanyaan berikut:
1. Jelaskan pemahaman Anda tentang konsep keberagaman!
2. Apa pentingnya memahami dan menghargai keberagaman di Indonesia!
3. Menurut anda adakah dampak yang ditimbulkan dari keberagaman!
4. Sebutkan keberagaman apa saja yang anda temukan dalam kelompok anda! Buatlah
rincian keberagaman tersebut sehingga anda dapat memahami latar belakang kelompok
anda?

No Jenis Nama Peserta Didik dalam Kelompok


Keberagaman 1 2 3 4 5 6
1.
2.
3.
4.
5.
6.
dst

5. Jika anda sudah mengetahui dan memahami keberagaman dalam kelompok anda, langkah
apa yang selanjutnya anda ambil agar terbentuk tim yang solid dan kompak?
6. Apakah anda sudah menerapkan nilai-nilai dalam keberagaman dalam kehidupan sehari-
hari? Jelaskan alasannya.
Aktivitas 5
Hari/Tanggal Selasa 4 Februari 2025
Materi Keberagaman Budaya Indonesia dalam Bhineka Bingksi Tunggal Ika
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 3-4
Tujuan 1. Peserta didik mengidentifikasi keberagaman budaya Indonesia dalam
Bhineka Tunggal Ika
2. Peserta didik mengkonunikasikan keberagaman budaya Indonesia
dalam Bhineka Tunggal Ika
Bahan dan Alat LCD. Tayangan Video, LKPD, Spidol warna, karton, stiky note, kertas
origami, gunting, lem kertas, kardus,
Dimensi P4

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan tentang
siakap-sikap apa saja yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika dalam dalam kehidupan
bermasyarakat.
3. Guru menjelaskan aktivitas hari ini, yaitu mencari reverensi terkait materi keragaman budaya
Indonesia, menonton video, diskusi, mengerjakan LKPD 4 dan presentasi.
4. Guru dan peserta didik melakukan Tanya jawab terkait keragaman budaya yang ada di
Indonesia dengan mengajukan pertanyaan:
a. Berapa jumlah Provinsi yang ada di Indonesia pada saat ini!
b. Sebutkan Provinsi yang ada di Indonesia?atau tuliskan di papan tulis!
c. Sebutkan suku bangsa yang terbesar di Indonesia!
5. Guru meminta peserta didik untuk duduk sesuai dengan kelompoknya.
6. Guru menyajikan tayangan video tentang cara pembuatan Book Pop Up pada link
[Link]
7. Guru membagikan LKPD 4 yang akan didiskusikan
8. Guru menjelaskan petunjuk dan langkah-langkah dalam kegiatan diskusi (baca di LKPD 4)
9. Peserta didik berdiskusi dikelompoknya masing-masing dan membuat Book Pop Up .
10. Persentase hasil Book Pop Up dilakukan pada aktivitas 6
11. Guru memberikan Penilaian P4 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
12. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini
LKPD 4

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Keberagaman budaya Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Anggota Klompok :

Petunjuk:
1. Peserta didik diminta mencari reverensi dari berbagai sumber di internet tentang keragaman
budaya Indonesia, yang akan membantu dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran.
2. Peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok untuk membahas keberagaman budaya Indonesia
berdasarkan Provinsi yang ada di Indonesia (metode pengelompokkan diserahkan kepada
guru).
3. Materi diskusi yaitu keragaman budaya Indonesia yang tedapat dalam 38 Provinsi yang ada
di Indonesia:
a. Sumatera
b. Kalimantan
c. Jawa
d. Nusa Tenggara, Bali dan Maluku
e. Sulawesi
f. Papua
NB: Untuk pembagian kelompok dapat menggunakan aplikasi spin/diserahkan kepada guru.
4. Masing-masing kelompok membuat Keragaman budaya berasarkan Daerah yang telah
dibagai
5. Peserta didik diberikan beberapa gambar terkait keragaman budaya Indonesia..

Kegiatan Peserta didik:


Peserta didik dalam kelompok membuat Book Pop Up mengenai keberagaman budaya Indonesia
berdasarkan Provinsi yang ada di Indonesia yang meliputi:
1. Suku dan Bahasa Daerah
2. Rumah Adat
3. Pakaian Adat
4. Tarian Tradisional
5. Alat musik tradisional
6. Makana Khas
7. Upacara Adat
8. Senjata Tradidional
9. dll

Jawaban :
PROVINSI DI INDONESIA

Peta 38 Provinsi di Indonesia

38 PROVINSI DI iNDONESIA

No Provinsi Ibu Kota Bahasa Daerah Suku Bangsa


1 Nanggroe Aceh Banda Aceh Aceh, Gayo  Aceh
Darussalam  Gayo
 Alas
 Kluet
 Tamiang
 Singkil
 Anak Jame

2 Sumatera Utara Medan Batak  Batak Toba


 Batak Karo
 Mandailing
 Nias
 Melayu

3 Sumatera Slatan Palembang Palembang, Melayu  Ogan


 Komering
 Lematang
 Kayu Agung

4 Sumatera Barat Padang Minang  Minangkabau


 Melayu
 Tanjung Kato
 Caniago
 Sikumbang

5 Bengkulu Bengkulu Serawai Lebak  Muko-muko


 Pekal
 Serawai
 Pasemah

6 Riau Pekan Baru Melayu  Melayu


 Akit
 Talang Mamak
 Sakai
 Bunoi

7 Kepulauan Riau Tanjung Jabung Melayu  Melayu


 Orang Laut

8 Jambi Melayu Melayu Jambi  Bayin


 Kerinci
 Pedah
 Jambi
 Kubu
 Bajau

9 Lampung Bandar Lampung Melayu  Lampung


 Pesisir
 Pasemah

10 Bangka Belitung Pangkal Pinang Melayu Bangja  Bangka


 Melayu
 Tionghoa

11 Kalimantan Barat Pontianak Dayak, Tionghoa  Dayak


Kanayatn
 Dayak Ot
Danum

12 Kalimantan Timur Samarinda Dayak Kuatai, Banjar  Ngaju


 Ot Danum
 Apokayan
 Punan
 Murut
 Kutai

13 Kalimantan Selatan Banjar Baru Bugis, Banjar  Banjar


 Dayak Maanyan
 Dayak
Bakumpai

14 Kalimantan Tengah Palangkaraya Dayak  Kapuas


 Ot Danum
 Ngaju
 Lawangan
 Dusun

15 Kalimantan Utara Tanjung Selor Tidung Dayak  Tidung


 Bulungan
 Dayak Kenyah
 Dayak
Lundayeh
16 Banten Sang Banyumasam . Jawa, Badui  Baduy
 Sunda
 Banten

17 DKI. Jakarta Jakara Betawi  Betawi

18 Bandung Sunda Sunda  Sunda

19 Jawa Tengah Semarang Jawa  Jawa


 Karimun
 Samin

20 DI. Yogyakarta Yogyakarta Jawa  Jawa

21 Jawa Timur Surabaya Jawa, Madura  Jawa


 Madura
 Osing
 Tengger
 Bawean

22 Bali Denpasar Bali, Sasak  Bali Aga


 Bali Majapahit

23 Nusa Tenggara Timur Kupang Alor, Beku  Alor


 Rote
 Manggarai
 Dawan
 Tewa
 Sumba

24 Nusa Tenggara Barat Mataram Sumbawa, Bima  Sasak


 Bima
 Sumbawa

25 Gorontalo Gorontalo Gorontalo, Atinggola  Gorontalo


 Polahi

26 Sulawsi Barat Mamuju Makassar, Toraja  Mandar


 Mamuju
 Bugis Mamasa

27 Sulawesi Tenggah Palu Balantak  Buol


 Toli-toli
 Tomini
 Dompelas
 Kulawi
 Lore
 Suluan

28 Sulawesi Utara Manado Minahasa, Sangir, Talaud  Minahasa


 Sangiher Talaud
 Sangir
 Ternate
 Tidore
 Togite
 Obi

29 Sulawesi Tenggara Kendari Bungku-Laki. Muna Butung  Mapute


 Mekongga
 Landawe
 Tolaiwiw
 Tolaki
 Kabaina

30 Sulawesi Selatan Makassar Tangkonan  Makassar


 Bugis
 Toraja

31 Maluku Utara Sofifi Bacan, Damar, Balela, Fayo  Ternate


 Bacan
 Buli
 Patani
 Sawai
 Tobelo

32 Maluku Ambon Banda, Buru, Furu, Aru  Kei


 Bacan
 Buru
 Alifuru
 Aru
 Tanimbar
 Balakeu

33 Papua Barat Monokwari Mann, Morwap, Molof, Mooi  Mey Brat


 Arfak
 Asmat
 Dani
 Sentani

34 Papua Jayapura Dera, Kaure, Kentuk Bresi  Membramo


 Asmat
 Bantuni
 Kapauku
 Biak
 Numfor

35 Papua Tengah Nabire Auye  Mee


 Kamoro
 Damal
 Kewete
 Wolani
 Dem

36 Papua Pegunungan Jayawijaya Ngalum  Dani


 Dem
 Nduga
 Ngalik
 Nimbora
 Lani
37 Papua Selatan Marauke Makleu  Asmat
 Marind
 Wambon
 Korowai
 Kombai

38 Papua Barat Daya Sorong Abun, Ambel  Moi


 Maibarat
 Tehit
 Maya
 Alkuki
 Birau

RUMAH ADAT
PAKAIAN ADAT
TARIAN TRADISIONAL
ALAT MUSIK
MAKANAN KHAS
UPACARA ADAT
SENJATA TRADISIONAL
Aktivitas 6
Hari/Tanggal Selasa 4 Februari 2025
Materi Keberagaman Budaya Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 5-6
Tujuan 1. Peserta didik mengidentifikasi keberagaman budaya Indonesia dalam
Bhineka Tunggal Ika
2. Peserta didik mengkonunikasikan keberagaman budaya Indonesia
dalam Bhineka Tunggal Ika
Bahan dan Alat Laptop, LCD, HDMI, SPEAKER
Dimensi P P3

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Guru menanyakan kesiapan tugas pada pertemuan sebelumnya, apakah Book Pop Up sudah
selesai. Jika belum guru memberikan waktu untuk menyelesaikan.
3. Guru mengajak peserta didik melakukan ice breaking dengan menonton video pada link
[Link]
4. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, Pemilihan kelompok presentasi dengan
menggunakan link [Link]
5. Guru meminta peserta didik menyimpulkan pembelajaran sesi ini.
6. Peserta didik mengerjakan TTS Keberagaman Budaya Indonesia, pada lembaran yang telah
disediakan
7. Guru memberikan Penilaian P3 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
8. Guru menutup pelajaran pada sesi ini.
TTS KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA
TTS KUNCI JAWABAN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA
Aktivitas 7
Hari/Tanggal KAMIS, 6 Februari 2025
Materi Keberagaman Budaya Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 1, 2
Tujuan 1. Peserta didik mengindentifikasi berbagai cerita rakyat di berbagai
daerah Indonesia
2. Peserta didik menganalisis nilai-nilai atau pesan yang terkandung
dalam cerita rakyat di berbagai daerah Indonesia
3. Peserta didik mengkomunikasikan 4nilai-nilai atau pesan yang
terkandung dalam cerita rakyat di berbagai daerah Indonesia
Bahan dan Alat Laptop, LCD, HDMI, SpeakerR, Video, LKPD
Dimensi P3

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan tentang
keragaman budaya Indonesia.
3. Guru memberikan respon terhadap jawaban pesera didik dan memberikan motivasi untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
4. Guru menjelaskan aktivitas hari ini, yaitu menonton video, mencari cerita rakyat daerah,
diskusi mengerjakan LKPD 5 dan presentasi.
5. Guru meminta peserta didik untuk duduk sesuai dengan kelompoknya.
6. Guru membagikan LKPD 5 yang akan didiskusikan
7. Peserta didik berdiskusi dikelompoknya masing-masing
8. Guru menampilkan ice breaking dengan menyaksikan tayangan video pada link
[Link]
9. Peserta didik mempersentasekan hasil diskusinya
10. Guru memfasilitasi dan mendampingi sepanjang jalannya diskusi.
11. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajarai
12. Guru memberikan Penilaian P3 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
13. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini
LKPD 5

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Keberagaman Budaya Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
(Cerita Rakyat Daerah di Indonesia)
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Anggota Kelompok :

Kegiatan Peserta Didik:


1. Peserta didik duduk di kelompokya
2. Peserta didik menggali informasi dengan brosing di internet terkait certa rakyat yang
terdapat diberbagai daerah di wilayah Indonesia.
3. Peserta didik memilih salah satu cerita rakyat
4. Peserta didik mebuat deskripsi singkat tentang cerita rakyat tersebut.
5. Peserta didik menganalisis nilai-nilai atau pesesan yang terdapat dalam cerita rakyat
tersebut.
6. Masing-masing kelompok mempersentasekan hasil diskusinya

Jawaban:
Aktivitas 8
Hari/Tanggal Kamis, 6 Februari 2025
Materi Dampak atau permasalahan yang terjadi di tengah keberagaman
Kelas XII F3
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 3,4
Tujuan 1. Peserta didik menganalisis dampak atau permasalahan yang terjadi di
tengah keberagaman
Bahan dan Alat Laptop, LCD, HDMI, SPEAKER, video, LKPD
Dimensi P2

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan tentang
keragaman budaya Indonesia.
3. Guru memberikan respon terhadap jawaban pesera didik dan memberikan motivasi untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
4. Guru menjelaskan aktivitas hari ini, yaitu menonton video, membaca materi/artikel di
internet, diskusi, mengerjakan LKPD 6 dan presentasi.
5. Guru menayangkan video tentang Permasalah di tengah keberagaman masyarakat pada link
[Link]
6. Peserta didik duduk berdasarkan kelompoknya untuk membahas link berisi artikel terkait
dampak dan permasalahan yang terjadi ditengah keberagaman:
a. Kelompok 1: [Link]
b. Kelompok 2: [Link]
era-orde-baru-f9Kb
c. Kelompok 3: [Link]
diskriminasi-ras-dan-etnis-di-indonesia
d. Kelompok 4: [Link]
perempuan-di-industri-hadapi-diskriminasi-upah-hingga-jabatan
e. Kelompok 5: [Link]
indonesia-dan-pentingnya- kesetaraan-gender-di-lingkungan-kerja-133010
Kelompok 6: [Link]
perempuan-terjadi-hampir-di-semua-sektor#google_vignette
7. Guru membagikan LKPD 6 yang akan didiskusikan:
8. Peserta didik berdiskusi dikelompoknya masing-masing
9. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
10. Guru memfasilitasi dan mendampingi sepanjang jalannya diskusi.
11. Peserta didik dan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajarai
12. Guru memberikan Penilaian P5 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
13. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini
LKPD 6

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Dampak atau Permasalah yang Terjadi di Tengah Kebaragam
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Anggota Kelompok :

Kegiatan Peserta Didik:


1. Peserta didik duduk berdasarkan kelompoknya untuk membahas link berisi artikel terkait
dampak dan permasalahan yang terjadi ditengah keberagaman:
a. Kelompok 1: [Link]
b. Kelompok 2: [Link]
era-orde-baru-f9Kb
c. Kelompok 3: [Link]
diskriminasi-ras-dan-etnis-di-indonesia
d. Kelompok 4: [Link]
perempuan-di-industri-hadapi-diskriminasi-upah-hingga-jabatan
e. Kelompok 5: [Link]
indonesia-dan-pentingnya- kesetaraan-gender-di-lingkungan-kerja-133010
f. Kelompok 6: [Link]
pekerja-perempuan-terjadi-hampir-di-semua-sektor#google_vignette

2. Setelah membaca salah satu artikel di atas, jawablah pertanyaan berikut


a. Deskripsikan secara singkat isi artikel tersebut!
b. Bagaimana perasaanmu jika menjadi subjek dalam berita tersebut?
c. Mengapa menurutmu hal tersebut bisa terjadi?
d. Apakah hal tersebut bisa dihindari?
e. Apa yang perlu dilakukan jika hal tersebut terjadi kembali? Apakah cara
tersebut memungkinkan untuk dilakukan?
f. Bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi kembali?
g. Siapa saja yang bisa berkontribusi untuk melakukan perubahan?
h. Kesimpulan apa yang kamu peroleh
Aktivitas 9
Hari/Tanggal Kamis, 6 Februari 2024
Materi Dampak atau permasalahan yang terjadi di tengah keberagaman
Kelas XII
Jam Pelajaran 3 JP Jam ke 5,6,7
Tujuan 1. Peserta didik dapat menuangkan ide dalam membuat poster digital
dengan tema keberagaman
2. Peserta didik mengkomunikasikan poster yang dibuat
Bahan dan Alat Laptop, LCD, HDMI, SPEAKER, video, petunjuk kerja
Dimensi P5

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar
2. Menanyakan aktivitas pembelajaran sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan tentang
keragaman budaya Indonesia.
3. Guru memberikan respon terhadap jawaban pesera didik dan memberikan motivasi untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
4. Guru menyampaikan materi atau kegiatan yang akan dilakukan pada sesi ini “menuangkan
ide karya dalam bentuk Poster digital tentang keberagaman”
5. Peserta didik berdiskusi dikelompoknya masing-masing
6. Guru membagikan petunjuk kerja pembuatan poster digital kepada masing-masing kelompok:
7. Guru memfasilitasi dan mendampingi sepanjang jalannya diskusi.
8. Guru memberikan Penilaian P5 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
9. Guru menutup kegiatan pembelajaran pada sesi ini
Aktivitas 10
Hari/Tanggal Dampak atau permasalahan yang terjadi di tengah keberagaman
Materi Keberagaman Budaya Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika
Kelas XII
Jam Pelajaran 2 JP Jam ke 7,8
Tujuan 1. Peserta didik dapat menuangkan ide dalam membuat poster digital
dengan tema keberagaman
2. Peserta didik mengkomunikasikan poster yang dibuat
Bahan dan Alat Laptop, LCD, HDMI, Speaker
Dimensi P5

KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar


2. Guru menanyakan kesiapan tugas pada pertemuan sebelumnya, apakah poster digital sudah
selesai. Jika belum guru memberikan waktu untuk menyelesaikan.
3. Guru mengajak peserta didik melakukan ice breaking pada link
[Link]
4. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, Pemilihan kelompok presentasi dengan
menggunakan link [Link]
5. Peserta didik dan guru menyimpulkan pembelajaran sesi ini.
6. Peserta didik mengerjakan TTS permasalahan dalam keberagaman, pada lembaran yang
telah disediakan
7. Guru memberikan Penilaian P3 dengan mengisi buku daftar nilai yang sudah disediakan
8. Guru menutup pelajaran pada sesi ini.
PETUNJUK KERJA PEMBUATAN FOSTER DIGITAL

Hari, Tanggal :
Tema : Bhineka Tunggal Ika
Materi : Keragaman Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika
Kelas : XII Fase F
Kelompok :
Nama Kelompok :

Kegiatan Peserta Didik:


1. Peserta didik dibagi menjadi 6 Kelompok.
2. Peserta didik duduk dalam kelompoknya mencari reverensi tentang pembuatan poster digital.
3. Pserta didik dalam kelompoknya berdiskusi untuk menentukan judul atau topik yang akan
dibuat poster
4. Peserta didik menyusun peta konsep dan resume terkait topik yang akan diangkat dalam
pembuatan poster.
5. Peserta didik dengan didampingi guru berkerja dalam kelompoknya membuat dan
menyelesaikan portes dengan topik yang telah dipilih.
6. Setiap kelompok menampilkan dan mempersentasekan poster yang telah dibuat
7. Topik poster yang dibuat (boleh memilih salah satu topik) :
d. Keberagaman budaya Indonesia
e. Cara/ajakan untuk melestarian budaya
f. Persatuan dan kesatuan bangsa
g. Masalah-masalah yang timbul akibat keberagaman

CONTOH POSTER
TTS PERMASALAHAN DI TENGAH KEBERAGAMAN
KUNCI JAWABAN TTS PERMASALAHAN DI TENGAH KEBERAGAMAN
FORMAT PENILAIAN POSTER DIGITAL
TEMA KERAGAMAN DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA
SMA NEGERI 11 KOTA JAMBI TAHUN 2025

Hari,Tanggal :
Kelas :
Kelompok :

NILAI KET
N
ASPEK YANG DINILAI Skor Skor
O
Maksimum Perolehan
Penggunaan bahasa yang
a. menarik dan dapat 20
1 Isi/teks memberikan informasi
b. Sesuai dengan tema 10

a. Kesesuaian warna yang 10


digunakan
Pesan yang ingin
b. disampaikan mudah 10
2 Desain
dipahami
c. Jelas keterbacaan tulisan 10
dan baground
d. Tata Letak gambar 10

3 Gambar a. Kesesuaian gambar dengan 30


tema
TOTAL SKOR 100

Anda mungkin juga menyukai