0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan37 halaman

SAP Penyuluhan Diabetes Melitus 2025

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Diabetes Mellitus yang akan dilaksanakan di Kelurahan Tambak Wedi, Surabaya pada 28 Januari 2025. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Diabetes Mellitus, termasuk definisi, etiologi, gejala, dan perawatan. Kegiatan ini akan melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai pelaksana dan menggunakan metode ceramah serta tanya jawab.

Diunggah oleh

Hana Marshadita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
227 tayangan37 halaman

SAP Penyuluhan Diabetes Melitus 2025

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Diabetes Mellitus yang akan dilaksanakan di Kelurahan Tambak Wedi, Surabaya pada 28 Januari 2025. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Diabetes Mellitus, termasuk definisi, etiologi, gejala, dan perawatan. Kegiatan ini akan melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai pelaksana dan menggunakan metode ceramah serta tanya jawab.

Diunggah oleh

Hana Marshadita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIABETES MELLITUS

DI WILAYAH RT 01 – 13 RW 02 KEL. TAMBAK WEDI


KEC. KENJERAN SURABAYA

Dosen Pembimbing :
Rini Ambarwati, [Link].,Ns.,Msi

Oleh :
1. Zhenif Galang Sakti 12. Ina Mufiana
2. Dita Indriantika 13. Andini Reka Yuniarti
3. Safira Firda Amalia 14. Muhammad Syukron Towil
4. Octavia Salsyabilla Hartono 15. Nurul Azmil Ratman Putri
5. Alfi Lutfiya 16. Sabrina Aracely Della Nabilah
6. Ahmad Rofiq Wahyu Kurniawan 17. Hana Marshadita Yowanda Sari
7. Elyana Intan Lestari 18. Mochammad Wildanil Ulya
8. Nada Bulan Pertiwi 19. Savitri
9. Sefiari Indra Cahyani 20. Wulan Fatimatuzzahra
10. Lilis Handayani 21. Diny Amalia Putri Prameswari
11. Haniatul Fuadah 22. Lisania Ikhsani Rozi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELLITUS

Topik Kegiatan : Diabetes Mellitus


Sub Topik : Penyuluhan masyarakat tentang Diabetes Mellitus
Hari/Tanggal : Selasa, 28 Januari 2025
Waktu : 08.00 WIB - Selesai
Tempat Pelaksanaan: Balai RW 02 Kel. Tambak Wedi Kec. Kenjeran Kota
Surabaya
Sasaran : Masyarakat RT 01-13 RW 02 Kel. Tambak Wedi Kec.
Kenjeran Kota Surabaya
Pelaksana : Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi
Pendidikan Profesi Ners
1. Tujuan
[Link] Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan 1 kali pertemuan selama 35 menit tentang
Diabetes Mellitus, diharapkan masyarakat dapat memahami dan
menambah wawasan mengenai Diabetes Mellitus.
[Link] Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 kali pertemuan selama 35 menit
diharapkan masyarakat dapat memenuhi kriteria hasil di bawah ini :
a. Menjelaskan Definisi Diabetes Mellitus
b. Menjelaskan Etiologi Diabetes Mellitus
c. Menjelaskan Klasifikasi Tipe Diabetes Mellitus
d. Menyebutkan Gejala Diabetes Mellitus
e. Menyebutkan Faktor Risiko Diabetes Mellitus
f. Menjelaskan Komplikasi Diabetes Mellitus
g. Menjelaskan Cara Perawatan Diabetes Mellitus
h. Menjelaskan Pencegahan Diabetes Mellitu
i. Diit Diabetes Melitus

2. Sasaran
Sasaran penyuluhan kesehatan adalah masyarakat RT 01 – RT 13 RW 02
Kelurahan Tambak Wedi.

3. Metode
Metode penyuluhan yang digunakan adalah :
a. Ceramah
b. Tanya jawab

4. Media dan Alat Peraga


a. PPT
b. Leaflet
c. Laptop
d. LCD
e. Screen Proyektor
f. Sound System
g. Mic

5. Pengorganisasian
Pembimbing Pendidikan : Rini Ambarwati, [Link].,Ns.,Msi
Pembimbing Puskesmas : Peni Uswatun H, [Link]
Kepala Puskesmas : Drg. Ilfin Martiana
Moderator : Savitri
Penyaji : Zhenif Galang S, Hana Marshadita
Operator : Nada Bulan
Notulensi : Wulan Fatimatuzzahra
Dokumentator : Elyana Intan
Job Description
- Moderator : Mengarahkan jalannya acara.
- Penyaji : Menyampaikan materi penyuluhan dan menjawab
pertanyaan.
- Operator : Memfasilitasi dan mengoperasikan penayangan materi.
- Notulensi : Mengamati dan mencatat proses jalannya penyuluhan,
mengevaluasi jalannya penyuluhan.
- Dokumentator : Membantu mendokumentasikan selama kegiatan
penyuluhan berlangsung.

6. Materi
Terlampir

7. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan penyuluhan di Wilayah RT 01 – RT 13 RW 02 Kelurahan Tambak
Wedi Kota Surabaya mengenai Diabetes Mellitus
Tabel 1.1. Kegiatan Penyuluhan
Pelaksana/
Tahap Kegiatan
No Waktu Sasaran Media
kegiatan penyuluhan
/Metode
1. Pra 5 menit 1. Mengucapkan 1. Merespon Pelaksana :
Interaksi salam petugas Moderator
2. Memperkenalk 2. Menyatakan Metode :
an diri pendapat Ceramah
3. Menjelaskan
kontrak waktu
4. Menjelaskan
tujuan
penyuluhan
dan pokok
materi yang
akan
disampaikan
5. Mengkaji
pengetahuan
keluarga klien
tentang
Diabetes
Mellitus
2. Tahap 15 Menjelaskan Mendengarkan, Pelaksana :
kerja menit materi mengenai memperhatikan, Penyaji,
Diabetes Mellitus, dan mencermati Operator,
antara lain: pemaparan Notulensi,
1. Definisi materi yang Dokumentato
Diabetes diberikan r
Mellitus petugas Media :
2. Etiologi Leaflet dan
Diabetes PPT
Mellitus Metode :
3. Klasifikasi Ceramah dan
Tipe Diabetes tanya jawab
Mellitus
4. Gejala
Diabetes
Mellitus
5. Faktor Risiko
Diabetes
Mellitus
6. Komplikasi
Diabetes
Mellitus
7. Cara
Perawatan
Diabetes
Mellitus
8. Pencegahan
Diabetes
Mellitus
9. Diit Diabetes
Melitus
3. Terminasi 15 1. Memberikan 1. Mengajukan Pelaksana :
menit kesempatan pertanyaan Moderator
pada Peserta 2. Menjawab Metode :
untuk pertanyaan Ceramah
mengajukan [Link]
pertanyaan n,
kemudian di mendengarkan
diskusikan dan menjawab
bersama dan salam
menjawab
pertanyaan.
2. Meminta
peserta untuk
menjelaskan
kembali materi
yang telah di
berikan dengan
singkat.
Terminasi :
1. Menyimpulkan
hasil
penyuluhan
2. Mengucapkan
terimakasih
kepada peserta
3. Mengakhiri
dengan salam

Rundown Kegiatan
N WAKTU KEGIATAN ACARA PENGISI PJ
O ACARA

1 08.00 - Persiapan kegiatan acara Seluruh Panitia Seluruh


08.05 Penyuluhan Panitia
2 08.06 - Pembukaan dan Kontrak Waktu Moderator Seluruh
08.10 Panitia
3 08.11 - Penjelasan materi mengenai Penyaji, Seluruh
08.20 Diabetes Mellitus Operator, Panitia
Dokumentator

4 08.21 - Tanya Jawab dan Moderator, Seluruh


08.30 Evaluasi Penyaji, Panitia
Notulensi,
Dokumentator
5 08.30 - Penutup Moderator Seluruh
08.35 Panitia

Denah

Keterangan
= Moderator
= Media
= Pemateri
= Peserta
= Operator
= Notulensi
= Dokumentator
8. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a. Persiapan dan pengecekan alat yang akan digunakan, dilakukan 1 hari
sebelum penyuluhan.
b. Materi dipersiapkan dan dipelajari 1 hari sebelum penyuluhan.
c. Pengecekan lokasi penyuluhan dilaksanakan 1 hari sebelum
penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Moderator memulai dan mengarahkan jalannya acara selama kegiatan
berlangsung.
b. Penyaji menjelaskan materi penyuluhan dan menjawab pertanyaan
peserta dengan baik.
c. Observer mengamati dan mencatat proses jalannya penyuluhan,
mengevaluasi jalannya penyuluhan.
d. Fasilitator membantu dan memfasilitasi pasien dan keluarga selama
kegiatan berlangsung.
e. Dokumentator melakukan dokumentasi selama kegiatan berlangsung.
f. Masyarakat mengikuti penyuluhan hingga penyuluhan selesai.
g. Masyarakat kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses
penyuluhan.
h. Pertemuan dengan masyarakat berjalan dengan lancar.
3. Evaluasi Hasil
a. Masyarakat lebih memahami materi yang disampaikan.
b. Masyarakat dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan
setelah penyuluhan selesai dilakukan.
c. Masyarakat merespon positif kegiatan penyuluhan yang berlangsung.
d. Masyarakat aktif menyampaikan pendapat dan mengajukan
pertanyaan terkait materi yang disampaikan.
Lampiran
Lampiran Kegiatan Penyuluhan dengan Materi Diabetes Mellitus di Wilayah
RT 01-13 RW 02 Kel. Tambak Wedi Kec. Kenjeran Kota Surabaya

1. Daftar Hadir Peserta


2. PPT
3. Leaflet
4. Materi Penyuluhan
I. Diabetes Mellitus
1. Definisi Diabetes Mellitus
Diabetes Melitus (DM) atau yang di kenal dengan penyakit gula atau
kencing manis adalah suatu gangguan tubuh yang menyebabkan kadar
gula darah menjadi tinggi. Diabetes mellitus juga merupakan suatu
kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya
peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin
progresif dilatar belakangi oleh resistensi insulin. Menurut sumber lain
juga dijelaskan, diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit
metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau keduaduanya. Etiologi penyakit ini dapat berasal
dari kombinasi faktor genetik dan faktor pengaruh lingkungan.
2. Etiologi Diabetes Mellitus
1. Diabetes melitus tipe 1
a. Faktor genetic
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi
mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah
terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada
individu yang memiliki tipe antigen HLA.
b. Faktor-faktor imunologi
Adanya respons autoimun yang merupakan respons abnormal
dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara
bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah
sebagai jaringan asing. Yaitu autoantibodi terhadap sel-sel pulau
Langerhans dan insulin endogen.
c. Faktor Lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang
menimbulkan destruksi sel beta
2. Diabetes Melitus tipe 2
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas
65th)
Sekitar 90% dari kasus diabetes yang didapati adalah diabetes tipe
2. Pada awlanya, tipe 2 muncul seiring dengan bertambahnya usia
dimana keadaan fisik mulai menurun.
b. Obesitas
Obesitas berkaitan dengan resistensi kegagalan toleransi glukosa
yang menyebabkan diabetes tipe 2. Hal ini jelas dikarenakan
persediaan cadangan glukosa dalam tubuh mencapai level yang
tinggi. Selain itu kadar kolesterol dalam darah serta kerja jantung
yang harus ekstra keras memompa darah keseluruh tubuh menjadi
pemicu obesitas. Pengurangan berat badan sering kali dikaitkan
dengan perbaikan dalam sensivitas insulin dan pemulihan toleransi
glukosa.
c. Riwayat keluarga
Indeks untuk diabetes tipe 2 pada kembar monozigot hamper
100%. Resiko berkembangnya diabetes tipe 3 pada saudara
kandung mendekati 40% dan 33% untuk anak cucunya. Jika orang
tua menderita diabetes tipe 2, rasio diabetes dan nondiabetes pada
anak adalah 1:1 dan sekitar 90% pasti membawa carer diabetes
tipe 2
3. Klasifikasi Diabetes Mellitus
a. DM Tipe 1
DM Tipe 1 disebabkan kekurangan produksi insulin. Pada DM Tipe 1
organ pankreas tidak dapat memproduksi insulin sehingga mereka harus
menerima supply insulin dari luar tubuh secara rutin. DM ini dapat terjadi
karena kerusakan sel beta langerhans dikelenjar pankreas akibat proses
kekebalan tubuh (autoimun) terjadi pelisisan (pembunuhan) sel tubuh oleh
sistem imunitasnya sendiri. Biasanya terdiagnosis di bawah umur 35
tahun, klien tidak selalu tampak gemuk.
b. DM Tipe 2
Pada DM Tipe 2 gaya hidup tidak sehat yang andil besar seperti: makan
berlebihan, dan kurang berolahraga. DM tipe 2 juga disebabkan oleh
faktor keturunan. DM Tipe 2 terjadi akibat kegagalan relatif sel beta
langerhans dikelenjar pankreas sehingga produksi insulin yang terjadi
dengan kualitas rendah tidak mampu merangsang sel tubuh agar menyerap
gula darah. Misalnya karena obesitas, pola makan yang tidak benar.
Diabetes tipe 2 yang mana disebabkan oleh kombinasi faktor genetik yang
berhubungan dengan gangguan sekresi insulin, resistensi insulin dan faktor
lingkungan seperti obesitas, makan berlebihan, kurang makan, olahraga
dan stres, serta penuaan.
c. Diabetes Gestasional
Diabetes yang muncul pertama kali dalam kehamilan. Setelah melahirkan,
umumnya diabetes gestasional akan mereda dengan sendirinya.
Diabetes melitus disebabkan penyakit lain misalnya: sirosis hati, penyakit
kelenjar pankreas, infeksi, obat-obatan. Diabetes melitus gastrointestinal,
gejala-gejala yang muncul menyertai penyakit ini adalah polifagia (makan
banyak), poliuria (kencing banyak) dan polidipsi (minum banyak). Kondisi
lain yang muncul biasanya dapat berupa penurunan berat badan, gatal,
kesemutan, mata kabur, mudah lelah, luka yang tidak sembuh, dan sering
timbul infeksi kulit
4. Gejala Diabetes Mellitus
Gejala yang muncul pada penderita diabetes mellitus diantaranya :
a. Poliuri (banyak kencing)
Poliuri merupakan gejala awal diabetes yang terjadi apabila kadar gula
darah sampai di atas 160-180 mg/dl. Kadar glukosa darah yang tinggi
akan dikeluarkan melalui air kemih, jika semakin tinggi kadar glukosa
darah maka ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang banyak.
Akibatnya penderita diabetes sering berkemih dalam jumlah banyak.
b. Polidipsi (banyak minum)
Polidipsi terjadi karena urin yang dikeluarkan banyak, maka penderita
akan merasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum.
c. Polifagi (banyak makan)
Polifagi terjadi karena berkurangnya kemampuan insulin mengelola
kadar gula dalam darah sehingga penderita merasakan lapar yang
berlebihan.
d. Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan terjadi karena tubuh memecah cadangan energi
lain dalam tubuh seperti lemak. Ketika tubuh tidak mampu
mendapatkan energi yang cukup dari gula karena kekurangan insulin,
tubuh akan bergegas mengolah lemak dan protein yang ada di dalam
tubuh untuk diubah menjadi energi. Dalam sistem pembuangan urine,
penderita DM yang tidak terkendali bisa kehilangan sebanyak 500 gr
glukosa dalam urine per 24 jam (setara dengan 2000 kalori perhari
hilang dari tubuh). Kemudian gejala lain atau gejala tambahan yang
dapat timbul yang umumnya ditunjukkan karena komplikasi adalah
kaki kesemutan, gatal-gatal, atau luka yang tidak kunjung sembuh,
pada wanita kadang disertai gatal di daerah selangkangan (pruritus
vulva) dan pada pria ujung penis terasa sakit
e. Pandangan Kabur/Retinopati
Retinopati sendiri merupakan mata kabur akibat diabetes. Pembuluh
darah yang rusak akibat penyempitan saluran darah ke mata atau
kurangnya nutrisi yang diterima oleh mata menyebabkan kekurangan
penglihatan hingga kebutaan.
f. Mudah lelah
Ketika tubuh tidak cukup insulin atau insulin tidak bekerja efektif,
gula dalam darah tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh. Akibatnya, sel
tubuh tidak menerima energi yang dibutuhkan. Inilah yang membuat
Anda lebih mudah lelah dan lemas.
g. Kadar gula dalam darah tinggi
Hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi adalah kondisi ketika
kadar gula di dalam darah melebihi batas normal. Terdapat 4 macam
pengecekan gula darah berikut batas gula darah yang normal :
a) Gula Gula darah puasa (setelah tidak makan selama 8 jam): 70-99
mg/dL.
b) Satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL.
c) Gula darah sewaktu: kurang dari 200 mg/dL.
d) Gula darah sebelum tidur: 100-140 mg/Dl
e) Luka lebih lama sembuh
Jumlah kadar gula dalam darah adalah faktor utama seberapa
cepat luka akan sembuh. Ketika kadar gula darah lebih tinggi dari
biasanya, maka akan mencegah sistem kekebalan tubuh berfungsi
secara efisien. Pada pasien DM juga berisiko mengalami sakit pada
saraf atau dikenal dengan neuropati perifer. Hal ini dapat
menyebabkan hilangnya sensasi atau tidak merasakan rasa sakit dari
luka yang dialami. Karena saraf yang mengalami kerusakan, akan
berdampak juga pada suplai darah yang kaya akan nutrisi dan oksigen
akan terhambat. Padahal, nutrisi dan oksigen adalah bagian penting
dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, pada proses
penyembuhan luka, sel darah putih memiliki peran penting dalam
sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah putih tidak berfungsi dengan
baik, tubuh akan kesulitan untuk melawan bakteri dan menyebabkan
lambatnya proses penyembuhan luka atau bahkan bertambah parah.
Semakin tinggi kadar gula darah dalam darah dapat meningkatkan
infeksi pada luka tersebut. Hal ini terjadi karena bakteri dapat
berkembang biak dengan cepat ketika kadar gula darah tinggi. Kondisi
tersebut akan menyebabkan infeksi dan proses penyembuhan luka
akan semakin lama
5. Faktor Risiko Diabetes Mellitus
Menurut Yunus (2015) penyebab diabetes mellitus yaitu :
1) Sering stres
2) Kurang berolahraga
3) Usia
4) Jenis kelamin
5) Faktor genetik/keturunan
6) Obesitas (Berat Badan Berlebih)
7) Pola makan yang berlebih
8) Konsumsi rokok dan minuman beralkohol

6. Komplikasi Diabetes Mellitus


1) Komplikasi akut (komplikasi yang segera terjadi dalam waktu
pendek) : hipoglikemi (kekurangan glukosa/gula). Gejalanya: lapar,
gemetar, keringat dingin, pusing. Penanggulangan : makan makanan
yang mengandung karbohidrat tinggi dan mudah dicerna seperti :
makan roti dan pisang.
2) Komplikasi kronis (komplikasi yang muncul dalam waktu yang lama,
bila kadar gula tidak terkontrol). Seperti :
a. Telinga : pendengaran menurun
b. Mata : pengelihatan berkurang
c. Ginjal : mudah terkena penyakit ginjal
d. Urat syaraf : tegang, kesemutan, rasa baal, keram
e. Pembuluh darah : mengecil dan mudah timbul luka
7. Cara Perawatan Diabetes Mellitus
a. Edukasi
Pembelajaran bagaimana pola hidup sehat dilakukan sebagai upaya
pencegahan dan pengelolaan terhadap diabetes secara menyeluruh. Pola
makan, komplikasi, cara minum obat dan tanda kegawatdaruratan adalah
hal-hal yang perlu diketahui oleh penderita dan anggota keluarga..Mitos
dan fakta terkait Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) juga perlu diajarkan
oleh petugas kesehatan kepada penderita diabetes dan keluarganya.
Pendidikan ini diperlukan agar penderita dan keluarganya bisa
memahami penyakit ini dengan baik.
Tujuan jangka panjang dari edukasi adalah untuk memberikan hidup
yang lebih lama kepada para penderita diabetes. Diharapkan penderita
bisa hidup lebih bahagia dengan meningkatnya kualitas hidup. Penderita
juga akan bisa merawat diri sendiri, selain untuk mengurangi komplikasi
yang timbul, juga untuk menekan jumlah hari sakit si penderita.
Mobilitas penyandang diabetes diharapkan juga akan meningkat,
sehingga mereka tetap bisa berperan dengan sebaik-baiknya di tengah
masyarakat.
b. Perencanaan makan (diet)
Pasien diabetes sering kali membayangkan betapa beratnya
menjalankan diet menu makanan karena harus berbeda dengan menu
anggota keluarga lainnya. Diet mau tidak mau memang harus dilakukan,
karena pengaturan makanan menjadi bagian penting dari keberhasilan
dalam pengelolaan diabetes secara umum. Kunci dari keberhasilan diet
adalah keterlibatan aktif dari anggota keluarga dan lingkungan sekitar
penderita. Sebenarnya para penderita diabetes masih bisa mengkonsumsi
semua jenis makanan seperti orang tanpa diabetes, namun tetap harus
dikontrol menggunakan prinsip 3J yang meliputi: Jumlah, konsumsilah
makanan sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh,
jangan kurang dan tidak boleh lebih. Jenis, perhatikan jenis makanan
yang dikonsumsi, hendaknya sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang
yang diperlukan si [Link], makanlah secara teratur (pagi,
siang, malam) dan bisa diselingi dengan makanan kecil/camilan di
antara jam makan besar.
- Jangan mengurangi jadwal makan atau menunda waktu makan
karena hal ini akan menyebabkan fluktuasi (ketidakstabilan) kadar
gula darah.
- Hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan yang mengandung
banyak kolesterol LDL, antara lain: daging merah, produk susu,
kuning telur, mentega, saus salad dan makanan pencuci mulut
berlemak lainnya, dan minuman yang beralkohol serta kaar tinggi
garam.
c. Kontrol glukosa darah sewaktu
- Pemeriksaan gula darah secara rutin
- Gula darah sewaktu
- Gula darah puasa
- Gula darah 2 jam setelah puasa
d. Olahraga
Bergerak aktif bisa menjadi pilar sukses selanjutnya dalam pengobatan
diabetes melitus. Olahraga secara teratur berperan penting dalam
pengaturan gula darah dalam tubuh. Berolahragalah secara rutin sebanyak
3-5 kali seminggu, selama 30-45 menit dengan total 150 menit/minggu.
Jangan lupa jeda antara aktivitas tidak lebih dari 2 hari berturut-
[Link] juga untuk melakukan pemeriksaan gula darah sebelum
berolahraga. Perhatikan apabila gula darah <100 mg/dL, maka pasien
harus mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu. Namun apabila
kadarnya >250 mg/dL, maka dianjurkan untuk menunda dulu melakukan
aktivitas fisik. Perlu diingat, aktivitas sehari-hari walau dianjurkan tetapi
tidak terhitung sebagai olahraga. Olahraga diperlukan selain menjaga
kebugaran juga untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki
sensitivitas insulin agar pengendalian gula darah bisa diperbaiki. Latihan
jasmani yang dianjurkan adalah latihan yang bersifat aerobik dengan
intensitas sedang seperti jalan cepat, sepeda santai, jogging, dan berenang.
Sedangkan untuk penderita diabetes tanpa kontraindikasi sesuai
petunjuk dokter dianjurkan untuk melakukan latihan berat sebanyak 2-3
kali/minggu. Perlu diperhatikan latihan yang dilakukan sebaiknya
disesuaikan dengan umur dan status kebugaran jasmani penderita. Untuk
para penyandang diabetes yang relatif sehat, latihan jasmani bisa
ditingkatkan porsinya. Sebaliknya, untuk penyandang diabetes dengan
komplikasi aktivitasnya perlu dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi
tubuhnya.
e) Pengobatan
Kadang, diet dan olahraga belum cukup untuk mengendalikan kadar
gula darah di tubuh penderita diabetes. Jika sudah seperti ini biasanya
dokter akan meresepkan obat untuk diminum. Biasanya juga, obat akan
diberikan bersamaan dengan program diet dan olahraga, hal ini dilakukan
untuk mengendalikan kadar gula darah tubuh ke ambang normal
8. Pencegahan Diabetes Mellitus
1) Jangan merokok atau berhenti merokok.
2) Mengatur pola makan. Seimbangkan kadar gula darah dengan diet dan
ikuti cara memasak yang sehat
3) Kurangi asupan kalori: kurangi porsi makan bukan frekuensi makan
4) Batasi makanan yang kaya karbohidrat dalam makanan yaitu 55%
sampai 60%
5) Pilih karbohidrat kompleks bukan karbohidrat sederhana.
6) Perbanyak makanan yang kaya serat
7) Batasi konsumsi lemak < 30% dari komposisi makanan
8) Pilih makanan yang rendah kadar lemak, misal : ikan, daging tak
berlemak, ayam tanpa kulit. Masak makanan dengan cara direbus atau
dipanggang, bukan digoreng.
9) Jika ingin membuat kue/cake, gunakan margarine sebagai pengganti
mentega.
10) Jika mengkonsumsi susu, pilih susu non-fat, low-fat atau skim (susu
segar yang bagian batasnya / kepala susu sudah dibuang).
11) Batasi / hindari makanan yang kaya lemak, misal: daging berlemak
(pada sate kambing), sop buntut, soto sulung, cake, keju dan makanan
yang rasanya gurih bukan karena penyedap rasa (MSG).
12) Melakukan aktifitas fisik
Lakukan olahraga setiap hari selama 30 menit, misal: jalan kaki
pagi hari. Olahraga terbukti membantu menurunkan kadar gula darah.
Agar tidak terjadi hipoglikemia (kadar glukosa turun terlalu rendah)
pada saat atau setelah berolahraga, maka penderita dianjurkan untuk
makan dulu 1 – 2 jam sebelum melakukan olahraga. Tetapi perlu
diingat bahwa olahraga tidak dianjurkan jika kondisi penderita sebagai
berikut:
- Kadar gula darah puasa > 250 mg/dL: ada bahaya dehidrasi atau
denyut jantung terlalu cepat
- Kadar gula darah sewaktu < 100 mg/dL: ada bahaya hipoglikemia
- Sakit: ada bahaya cedera atau hipoglikemia.
13) Menjaga berat badan ideal
Jika mengalami kegemukan atau obesitas maka diperlukan usaha
untuk menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal.
Turunkan berat badan agar tercapai rentang yang sehat. Berat badan
yang berlebihan dengan timbunan lemak akan menyebabkan insulin
tidak mampu bekerja efektif. Periksa gula darah dan kadar HbA1c
secara rutin Deteksi dini Diabetes Melitus melalui pemeriksaan gula
darah dapat dilakukan melalui Posbindu PTM atau memeriksakan diri
langsung ke layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah
sakit. Pemeriksaan setidaknya dilakukan satu kali dalam setahun agar
dapat mengenali secara dini penyakit Diabetes Melitus.
II. Diit Pada Penderita Diabetes Mellitus
1. Definisi Diit DM
Diit diabetes mellitus merupakan pengaturan pola makan bagi penderita
diabetes mellitus berdasarkan jumlah, jenis, dan jadwal pemberian makanan
(Sulistyowati, Lilis, 2011). Prinsip pengaturan makan pada diabetisi hampir
sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang
seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing
individu. Perlu ditekankan betapa pentingnya keteraturan makan dalam hal
jadwal makan, jenis dan jumlah makanan, terutama bagi yang menggunakan
obat penurun glukosa darah atau insulin.
Pengaturan porsi makanan sedemikian rupa sehingga asupan zat gizi
tersebar sepanjang hari. Penurunan berat badan ringan atau sedang (5-10 kg)
sudah terbukti dapat meningkatkan kontrol diabetes, walaupun berat badan
idaman tidak dicapai. Penurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan
baik dengan penurunan asupan energi yang moderat dan peningkatan
pengeluaran energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 kkal
lebih rendah dari asupan rata-rata sehari.
2. Tujuan Diit DM
1. Memberikan makanan sesuai kebutuhan
2. Mempertahankan kadar gula darah sampai normal/mendekati normal
3. Mempertahankan berat badan menjadi normal
4. Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang dapat
menyebabkan
pingsan
5. Mengurangi/ mencegah komplikasi
3. Syarat Diit DM
1) Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk
metabolisme basal sebesar 25-30 kkal/kg BB normal, ditambah kebutuhan
untuk aktivitas fisik dan keadaan khusus, misalnya kehamilan atau lakatasi
dan adanya komplikasi.
2) Kebutuhan protein 10-15% dari kebutuhan energi total.
3) Kebutuhan lemak 20-25% dari kebutuhan energi total (<10%) dari lemak
jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh ganda, sisanya dari lemak tidak jenuh
tunggal).
4) Kolesterol makanan dibatasi maksimal 300 mg/hari.
5) Kebutuhan Karbohidrat 60 -70% dari kebutuhan energi total.
6) Penggunaan gula murni tidak diperbolehkan, bila kadar gula darah sudah
terkendali diperbolehkan mengkonsumsi gula murni sampai 5 % dari
kebutuhan energi total.
7) Serat dianjurkan 25 gr / hari.
4. Pola Pemberian Diit DM
Pola pemberian makan yaitu : 3 kali makanan utama (pagi, siang, malam) dan
3x makanan selingan (pagi, sore, malam) dengan jarak interval: 3 jam serta
pembagian kalori yaitu makan pagi : 20% dari total kalori, makan siang dan
malam masing-masing 25% dari total kalori, serta makanan selingan masing-
masing 10% dari total kalori.
Penentuan kalori (menghitung Relative Body Weight)
RBW = BB X 100%
TB – 100
RBW : Relative Body Weight
BB : Berat Badan (kg)
TB : Tinggi Badan (m) Kriteria :
1. Kurus (Underweight) : BBR < 90%
2. Normal (Ideal) : BBR 90 - 110%
3. Gemuk (Over Weight) : BBR > 110%
4. Obesitas : BBR > 120%
Kategori tingkat kerja klien apakah ringan sedang berat
Tabel 1.2. Kategori Berat Badan
Kategori Kal/Kg BB

Status Gizi Kerja Ringan Kerja Sedang Kerja Sedang


Gemuk 25 30 30

Normal 30 35 35

Kurus 35 40 40

Menghitung kebutuhan karbohidrat, lemak, dan protein untuk penderita


diabetes mellitus
1) Kebutuhan protein
15% x total energi harian
4
2) Kebutuhan karbohidrat
60% x total energi harian
4

3) Kebutuhan lemak
25% x total energi harian
9
5. Jenis Makanan Diit DM
Pada diit diabetes mellitus, penderita diperbolehkan dan dilarang
mengonsumsi buah dan sayur tertentu. Berikut jenis buah tersebut .
1. Buah golongan A
Buah pada golongan ini merupakan klasifikasi buah-buahan yang
dilarang pada penderita diabetes mellitus karena dianggap memiliki
indeks glikemi yang tinggi akibat fruktosa yang terkandung didalam
buah tersebut, contohnya : jeruk, durian, nangka (yang sudah masak),
nanas, sawo, sirsak, manga, anggur, duku, rambutan, pisang raja,
Pisang emas.
2. Buah golongan B
Buah pada golongan B merupakan klasifikasi buah-buahan yang
diperbolehkan dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus karena
kandungan glukosa dan fruktosanya tidak sesignifikan pada buah
golongan A, contohnya : alpukat, apel, salak, papay, jambu air,
kedondong, jambu bool, semangka, bengkoang, belimbing, pisang
(selain jenis pisang yang terdaftar dalam buah golongan A)
Selain konsumsi buah, konsumsi sayur juga perlu diperhatikan mulai dari
jumlah dan kandungannya, sehingga pada diit diabetes mellitus sayuran
dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
1. Sayur golongan A
Sayur golongan A merupakan sayur yang diperhatikan jumlahnya
karena kandungan karbohidrat dan protein didalam sayur ini dapat
memengaruhi kadar gula darah penderita diabetes mellitus apabila
dikonsumsi secara berlebihan, contohnya : bayam, buncis, daun
beluntas, daun talas, daun ubi jalar, daun melinjo, daun papaya, labu
siam, daun singkong, nangka muda, jagung muda, kacang panjang,
jantung pisang, pare, wortel, kacang kapri.
2. Sayuran golongan B
Sayuran golongan B merupakan jenis sayuran yang tidak dibatasi
jumlah konsumsinya, sehingga berapapun jumlah yang dimakan tetap
aman bagi penderita diabetes mellitus, contohnya : oyong, lembayung,
kubis, kecipir, lobak, ketimun, tomat, kangkung, kembang kol, papaya
muda, terong, tauge, cabai hijau besar, selada, seledri, sawi
Tabel 1.3. Pengaturan makanan
Bahan
Dianjurkan Dibatasi Dihindari
Makanan
Sumber Semua sumber
Karbohidrat karbohidrat
dibatasi : nasi,
bubur, roti, mie,
kentang,
singkong, ubi,
sagu, gandum,
pasta, jagung,
talas, sereal,
havetmout,
ketan, makaroni.
Sumber protein ayam tanpa kulit, hewani tinggi
hewani ikan, telur lemak jenuh
rendah kolesterol (kornet, sosis,
atau putih telur, sarden, otak,
daging tidak jeroan, kuning
berlemak telur)
sumber protein tempe, tahu, keju, abon,
nabati kacang hijau, dendeng, susu
kacang merah, full cream
kacang tanah,
kacang kedelai
sayuran sayuran tinggi bayam, buncis,
serat: kangkung, daun melinjo,
daun kacang, labu siam, daun
oyong, ketimun, singkong, daun
tomat, labu air, ketela, jagung
kembang kol, muda, kapri,
lobak, sawi, kacang panjang,
selada seledri, pare, wortel,
terong daun katuk
buah-buahan jeruk, apel, nanas, anggur, buah buahan
pepaya, jambu mangga, sirsak, yang manis dan
aiar, salak, pisang, alpukat, diawetkan=
belimbing sawo, semangka, durian, nangka,
(sesuai nangka masak alpukat, kurma,
kebutuhan) manisan buah
minuman miunuman yang
mengandung
alkohol, susu
kental manis,
soft drink, es
krim yogurt,
susu (kecuali
susu khusus
penderita diabet)
lain-lain makanan yang gula pasir, gula
digoreng dan merah, gula batu,
yang madu, makanan
menggunakan atau minuman
santan kental, yang manis: kue-
kecap, saus tiram kue manis,
dodol, tarcis.,
sirup, selai
manis, coklat,
permen, tape,
mayonais

6. Contoh Menu Makanan Diit DM


Tabel 1.4. Menu makan sehari pada penderita DM
Contoh Menu Sehari
Pagi Siang Malam
Roti Putih dengan selai Nasi, semur daging, nasi, pepes ikan, cah
kacang, telur rebus lalap tempe goreng, pecel, tahu, tumis kangkung,
daun selada/ tomat jeruk apel,

jam (10.00) jam (21.00)


selingan apel jam (16.00) selingan crackers tawar/
selingan puding pepaya buah
5. Standar Operasional Prosedur (Sop) Pemeriksaan Gula Darah
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
“ PEMERIKSAAN GULA DARAH ”

Pengertian Pemeriksaan gula darah digunakan untuk


mengetahui kadar gula darah seseorang.
Nilai Normal a. Gula Darah Sewaktu (GDS) < 200 mg/dL
b. Gula Darah Puasa < 126 mg/dL
c. Gula Darah 2 Jam Setelah Makan
(GDPP) <140 mg/dL
Indikasi Klien yang menderita penyakit Diabetes
Mellitus
Petugas Kelompok 2 PKK Komunitas Profesi Ners
Poltekkes Kemenkes Surabaya
Tujuan Untuk mengetahui kadar gula pada klien.
Persiapan Alat a. Glukometer / alat monitor kadar glukosa
darah
b. Kapas Alkohol
c. Handscone
d. Stik GDA / Strip tes glukosa darah
e. Lanset / Jarum penusuk
f. Safety Box
g. Lembar Observasi

Persiapan Lingkungan dan a. Menjaga privasi klien.


pasien b. Sebelum dilakukan tindakan, klien diberi
informasi untuk tidak makan (puasa) 2
jam sebelum dilakukan pemeriksaan
Prosedur kerja a. Jelaskan prosedur tindakan yang akan
dilakukan kepada klien.
b. Mencuci tangan.
c. Memakai handscone
d. Atur posisi pasien senyaman mungkin.
e. Dekatkan alat di samping pasien.
f. Pastikan alat bisa digunakan.
g. Pasang stik GDA pada alat glukometer.
h. Menusukkan lanset di jari tangan pasien.
i. Menghidupkan alat glukometer yang
sudah terpasang stik GDA.
j. Meletakkan stik GDA dijari tangan
pasien.
k. Menutup bekas tusukkan lanset
menggunakan kapas alkohol.
l. Alat glukometer akan berbunyi dan hasil
sudah bisa dibaca.
m. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan
pada lembar observasi
n. Membereskan alat
o. Mencuci tangan.
Evaluasi Sikap 1. Sabar
2. Teliti
3. Sopan-santun

6. Dokumentasi Pelaksanaan
DAFTAR PUSTAKA

1. Almatsier, S. (2020). Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta: PT Gramedia Pustaka


Utama
2. American Diabetes Association. (2019). Diagnosis And Classification
Diabetes Mellitus Position Statement. DOI: 10.2337/Dc10-S062. Diabetes
Care, Vol 33, Statement 1
3. Angelina. (2020). Hubungan sikap pasien penderita dengan kepatuhan diet
diabetes mellitus di RSUD Temanggung. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol II. No
2. Surabaya
4. Arisman. (2018). Buku Ajar Ilmu Gizi; Obesitas, Diabetes Melitus &
Dislipidemia. Jakarta: EGC
5. Astuti. (2018). Hubungan antara pengetahuan dan sikap penderita diabetes
mellitus tipe 2 dengan kepatuhan menjalani diet di Poliklinik Penyakit Dalam
RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan,
Vol IV. No 1. Yogyakarta
6. Lestari, Zulkarnain, Sijid SA. Diabetes Melitus: Review Etiologi,
Patofisiologi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara
Pencegahan. UIN Alauddin Makassar [Internet]. 2021;(November):237–41.
Available from: [Link] [Link]/[Link]/psb
7. Betteng R. Analisis Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes Melitus Tipe
2 Pada Wanita Usia Produktif Dipuskesmas Wawonasa. J e-Biomedik.
2014;2(2).
8. Yulianto A. Diabetes Militus Tipe Ii Risk Factors Aspects of Behavior
Associated With Type Ii Diabetes. J Ilm Kesehat [Internet]. 2019;8(1):1–6.
Available from: [Link]

Anda mungkin juga menyukai