Analisa Interaksi Pasien Halusinasi
Analisa Interaksi Pasien Halusinasi
P : Nama Ibu siapa? P : Kontak mata, nada pelan Klien bicara pelan dan Berharap klien dapat Menyebutkan nama
mempersilahkan klien lancar, tersenyum. menjawab menandakan
bicara. kesediaan menerima
hubungan dengan
baik
K : Saya Eries K : Kontak mata singkat, K merasa perkenalan itu P merasa pasien ingin
(Sambil Menunjukan sesekali berpaling, menyenangkan berkenalan
Gelang) tersenyum.
.
P : Ibu asalnya dari P : Memandang K K berpikir dan P masih berusaha Topik sederhana
mana? K : Menunduk dan berpikir mengingat-ingat membangun membantu menjalin
keakraban dengan kedekatan dengan
topik sederhana klien
P : Sekarang ibu P : Mendekatkan diri ke K K berusaha mengingat- P mengkaji daya Umur mempengaruhi
umurnya berapa? K : Menoleh ke sekitar ingat ingat K daya ingat klien
ruangan dan terdiam beberapa
K : 63 tahun saat
K : Menoleh P sebentar lalu K menjawab sesuai P merasa arah
menunduk lagi dengan daya ingat yang pertanyaan sudah
P : Tersenyum dimilikinya dapat dijawab jelas
oleh K
P : Ibu ingat nggak, P : Menunjukkan keseriusan K mengingat-ingat P berhati-hati karena Keluhan utama
kenapa Ibu dirawat K : Menunduk pertanyaan tsb sangat merupakan dasar
disini? spesifik dan takut pasien dirawat di RS
menyinggung pasien Jiwa
K : Ga tau, saya lagi K : Menoleh ke P kemudian K menjawab ragu-ragu P lega karena K tidak
tenang tiba-tiba dibawa menunduk tersinggung
kesini.
P : Ibu pernah ngalamin P : Bertanya pelahan K mengingat-ingat P mengkaji lebih jauh Halusinasi dapat
hal yang tidak biasa ga? K : Menunduk alasan pasien dirawat terjadi kapan saja
karena adanya
K : Tidak Pernah stimulus tertentu
K : Menoleh ke P K pernah mengalami P kaget, dan sadar
P : Memperhatikan respon halusinasi penglihatan kalau pasien pernah
pasien mengalami halusinasi
penglihatan
P : Ibu tinggal dengan P : Mendekatkan diri K membayangkan P berusaha mengkaji Halusinasi dapat
siapa? K : Memandang kosong ke keadaan keluarganya data yang terkait terjadi kembali kapan
sekitar ruangan kata-katanya tadi saja karena adanya
stimulus tertentu.
K : Saya tinggal K : Menoleh ke P K pernah mengalami
dipanti, saya sering P : Memperhatikan halusinasi pendengaran
mendengar suara yang kembali
mengajak saya marah
P : Kegiatan ibu sehari- P : Menepuk tangan K K teralih karena P mencoba Pengalihan agar klien
hari ngapain saja bu ? K : Menoleh P pertanyaan baru mengalihkan tidak larut dalam
pembicaraan terkait halusinasinya
K : Mandi, makan halusinasi.
minum, nyuci K : Melihat ke atas K bingung tentang yang P merasa senang
P : Memperhatikan respon K dilakukannya sehari-hari karena pasien bisa
beralih
P : Kemudian apa lagi P : Menoleh ke K, tersenyum K memperlihatkan P mencoba menggali Tehnik ekplorasi
bu? K : Menunduk ekspresi ngantuk data lebih dalam berguna untuk
mendapatkan lebih
banyak data terkait
K : Ngantuk, haus mau K : Menutupkan mata, seperti K merasa dirinya harus P akan mengakhiri masalah klien.
minum. orang mengantuk istirahat interaksi dengan K,
P : Memperhatikan karna K sudah terlihat
lelah
P : bu, sepertinya ibu P : Tersenyum dan K merasa lega karna Berharap K sudah Menentukan jadwal
sudah terlihat lelah dan menjulurkan tangan kepada K sudah memceritakan mulai percaya kepada pertemuan dengan K
mengantuk, kita akhiri yang dirasakan kepada P P dan memastikan K
saja bincang-bincang K : Merespon uluran tangan P mau berinteraki lagi
hari ini, bagaimana kalo dengan P.
besok kita berbincang-
lagi mengenai suara
suara yang ibu dengar, di
tempat yang sama
selama 15 menit?
K : Baik sus..
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan K menunjukkan rasa P menutup fase I Salam penutup
kesediaan ibu ngobrol mengulurkan jabat tangan percaya pada P merupakan akhir fase
dengan saya, selamat K : Menoleh, menjabat tangan yang harus dilakukan
siang, P untuk mencegah
Wassalamualaikum.. tidak percaya pada
K : Tersenyum lalu menunduk K menyambut salam P P senang karena K klien
K : siang.. P : Tersenyum mau berinteraksi
Waalaikumsalam.. dengan P
ANALISA PROSES INTERAKSI
PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN
P : masih ingat P : Kontak mata, nada pelan Berharap klien dapat Perkenalan
dengan saya bu? nama mempersilahkan klien menjawab pertanyan merupakan salah satu
saya Ditha Dewi Fitria duduk, mengulurkan dengan benar cara untuk membina
mahasiswa dari tangan hubungan saling
Universitas Indonesia percaya.
Maju yang sedang
praktek disini selama 1
Bulan. Sesuaidengan
janji saya kemaren saya
akan berbincang- K : Menatap Perawat Klien mengulurkan
bincang dengan ibu tangan, kontak mata ada.
kurang lebihselama 15
menit?
K : Iya….
P : Baik bu, sebelum P : Kontak mata, nada pelan Klien bicara pelan dan Berharap klien dapat Menyebutkan nama
berbincang ada mempersilahkan klien lancar, tersenyum. menjawab menandakan
yang ingin ibu bicara. kesediaan menerima
lakukan ? hubungan dengan
baik
K : Kontak mata singkat, K merasa perkenalan itu P merasa pasien ingin
sesekali berpaling, menyenangkan berkenalan
tersenyum.
K : Tidak ada sus
.
P : Baik bu mulai saja P : Memandang K K tidak konsentrasi P ingin menjalin Identifikasi halusinasi
ya bu, saya ingin K : Menoleh kebawah kedekatan dengan
bertanya bu, terkait pasien
suara suara yang datang
menghantui ibu, em kira K : Melihat ke arah P dan P senang walaupun
kira suara itu membisiki menjawab singkat lalu jawaban singkat
ibu tentang apa bu, trus menunduk lagi
biasanya terjadi berapa
kali sehari, apa yang ibu
lakukan ketika
mendengar suara itu?
P : Nah sekarang kalau P : Memandang K K berpikir dan P masih berusaha Topik sederhana
misalnya saya ngga ada, K : Menunduk dan berpikir mengingat-ingat membangun membantu menjalin
nanti kalau suara itu keakraban dengan kedekatan dengan
muncul yang ibu topik sederhana klien
lakukan adalah dengan
cara berteriak bilang K : Menoleh ke P dan K senang karena ingat P senang karena K
begini bu, pergi saya tersenyum lalu menunduk lagi daerah asalnya dan memberi respon
tidak mau dengar, saya P : Memperhatikan K kembali membayangkan
tidak mau dengar, kamu daerah asalnya tersebut
suara palsu, begitu di
ulang ulang ya bu, nah
sekarang ibu praktekan
P : nah sekarang kalau P : Memandang K sambil K berpikir dan berusaha P mulai mengkaji Lama rawat
ibu mendengar suara lagi tersenyum mengingat data umum pasien menentukan apakah
ibu bilang apa? K : Menoleh ke arah P klien kronis atau akut
P : nah bagaimana kalo P : Mendekatkan diri ke K K berusaha mengingat- P mengkaji daya Rencana tindak lanjut
latihan ini di masukan K : Menoleh ke sekitar ingat ingat K
dalam jadwal harian ibu? ruangan dan terdiam beberapa
saat
K : baik sus K : Menoleh P sebentar lalu K menjawab sesuai P merasa arah
menunduk lagi dengan daya ingat yang pertanyaan sudah
P : Tersenyum dimilikinya dapat dijawab jelas
oleh K
P : bu, sepertinya ibu P : Tersenyum dan K merasa lega karna Berharap K sudah Menentukan jadwal
sudah terlihat lelah dan menjulurkan tangan kepada K sudah memceritakan mulai percaya kepada pertemuan dengan K
mengantuk, kita akhiri yang dirasakan kepada P P dan memastikan K
saja bincang-bincang K : Merespon uluran tangan P mau berinteraki lagi
hari ini, bagaimana kalo dengan P.
besok kita berbincang-
lagi mengenai cara yang
ke dua, di tempat yang
sama selama 15 menit?
K : Baik sus..
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan K menunjukkan rasa P menutup fase I Salam penutup
kesediaan ibu ngobrol mengulurkan jabat tangan percaya pada P merupakan akhir fase
dengan saya, selamat K : Menoleh, menjabat tangan yang harus dilakukan
Siang, P untuk mencegah
Wassalamualaikum.. tidak percaya pada
K : Tersenyum lalu menunduk K menyambut salam P P senang karena K klien
K : Siang.. P : Tersenyum mau berinteraksi
Waalaikumsalam.. dengan P
PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN
P : masih ingat P : Kontak mata, nada pelan Berharap klien dapat Perkenalan
dengan saya bu? nama mempersilahkan klien menjawab pertanyan merupakan salah satu
saya Ditha Dewi Fitria duduk, mengulurkan dengan benar cara untuk membina
mahasiswa dari tangan hubungan saling
Universitas Indonesia percaya.
Maju yang sedang
praktek disini selama 1
bulan Sesuaidengan
janji saya kemaren saya
akan berbincang- K : Menatap Perawat Klien mengulurkan
bincang dengan ibu tangan, kontak mata ada.
kurang lebihselama 15
menit?ibu masih ingat
cara yang pertama
kemaren?
K : Iya….masih ingat
sus “pergi pergi sana
saya tidak mau dengar
kamu suara palsu”
P : Baik bu, sebelum P : Kontak mata, nada pelan Klien bicara pelan dan Berharap klien dapat Menyebutkan nama
berbincang ada mempersilahkan klien lancar, tersenyum. menjawab menandakan
yang ingin ibu bicara. kesediaan menerima
lakukan ? hubungan dengan
baik
K : Kontak mata singkat, K merasa perkenalan itu P merasa pasien ingin
sesekali berpaling, menyenangkan berkenalan
tersenyum.
K : Tidak ada sus
.
P : Baik bu mulai saja P : Memandang K K tidak konsentrasi P ingin menjalin Identifikasi halusinasi
ya bu, hari ini kita akan K : Menoleh kebawah kedekatan dengan
berbincang mengenai pasien
cara mengontrol
halusinasi dengan cara K : Melihat ke arah P dan P senang walaupun
ke dua yaitu dengan cara menjawab singkat lalu jawaban singkat
berbincang dengan menunduk lagi
orang lain ya bu, oh iya
ibu masih ingat tidak
cara yang pertama
P : nah sekarang kalau P : Memandang K sambil K berpikir dan berusaha P mulai mengkaji Lama rawat
ibu mendengar suara lagi tersenyum mengingat data umum pasien menentukan apakah
ibu harus apa? K : Menoleh ke arah P klien kronis atau akut
P : nah bagaimana kalo P : Mendekatkan diri ke K K berusaha mengingat- P mengkaji daya Rencana tindak lanjut
latihan ini di masukan K : Menoleh ke sekitar ingat ingat K
dalam jadwal harian ibu? ruangan dan terdiam beberapa
saat
K : baik sus K : Menoleh P sebentar lalu K menjawab sesuai P merasa arah
menunduk lagi dengan daya ingat yang pertanyaan sudah
P : Tersenyum dimilikinya dapat dijawab jelas
oleh K
P : ok, jadi nanti kalau P : Menunjukkan keseriusan K mengingat-ingat P berhati-hati karena Rencana tindak lanjut
saya tidak ada nanti pas K : Menunduk pertanyaan tsb sangat
dengar suara itu ibu spesifik dan takut
langsung ke perawatnya menyinggung pasien
ya
K : Menoleh ke P kemudian K menjawab ragu-ragu P lega karena K tidak
menunduk tersinggung
K : ya sus
P : bu, sepertinya ibu P : Tersenyum dan K merasa lega karna Berharap K sudah Menentukan jadwal
sudah terlihat lelah dan menjulurkan tangan kepada K sudah memceritakan mulai percaya kepada pertemuan dengan K
mengantuk, kita akhiri yang dirasakan kepada P P dan memastikan K
saja bincang-bincang K : Merespon uluran tangan P mau berinteraki lagi
hari ini, bagaimana kalo dengan P.
besok kita berbincang-
lagi mengenai cara yang
ke ketiga, di tempat yang
sama selama 15 menit?
K : Baik sus..
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan K menunjukkan rasa P menutup fase I Salam penutup
kesediaan ibu ngobrol mengulurkan jabat tangan percaya pada P merupakan akhir fase
dengan saya, selamat K : Menoleh, menjabat tangan yang harus dilakukan
siang, P untuk mencegah
Wassalamualaikum.. tidak percaya pada
K : Tersenyum lalu menunduk K menyambut salam P P senang karena K klien
K : .. P : Tersenyum mau berinteraksi
Waalaikumsalam.. dengan P
PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN
K : Iya….masih ingat
sus “pergi pergi sana
saya tidak mau dengar
kamu suara palsu”
dan berbincang –
bincang
P : Baik bu, sebelum P : Kontak mata, nada pelan Klien bicara pelan dan Berharap klien dapat Menyebutkan nama
berbincang ada mempersilahkan klien lancar, tersenyum. menjawab menandakan
yang ingin ibu bicara. kesediaan menerima
lakukan ? hubungan dengan
baik
K : Kontak mata singkat, K merasa perkenalan itu P merasa pasien ingin
sesekali berpaling, menyenangkan berkenalan
tersenyum.
K : Tidak ada sus
.
P : Baik bu mulai saja P : Memandang K K tidak konsentrasi P ingin menjalin Identifikasi halusinasi
ya bu, hari ini kita akan K : Menoleh kebawah kedekatan dengan
berbincang mengenai pasien
cara mengontrol
halusinasi dengan cara K : Melihat ke arah P dan P senang walaupun
ke tiga yaitu dengan menjawab singkat lalu jawaban singkat
cara berbincang dengan menunduk lagi
orang lain ya bu, oh iya
ibu masih ingat tidak
cara yang pertama dan
kedua
P : coba ibu sekarang P : Menatap klien tersenyum, K berpikir Berharap klien dapat Menilai kemampuan
apa yang harus nada pelan. mengingat tempat ia mengingat.
dilakukan berada.
Perawat senang klien
dapat menjawab
dengan baik
P : nah sekarang kalau P : Memandang K sambil K berpikir dan berusaha P mulai mengkaji Lama rawat
ibu mendengar suara lagi tersenyum mengingat data umum pasien menentukan apakah
ibu harus apa? K : Menoleh ke arah P klien kronis atau akut
P : nah bagaimana kalo P : Mendekatkan diri ke K K berusaha mengingat- P mengkaji daya Rencana tindak lanjut
latihan ini di masukan K : Menoleh ke sekitar ingat ingat K
dalam jadwal harian ibu? ruangan dan terdiam beberapa
saat
K : baik sus K : Menoleh P sebentar lalu K menjawab sesuai P merasa arah
menunduk lagi dengan daya ingat yang pertanyaan sudah
P : Tersenyum dimilikinya dapat dijawab jelas
oleh K
P : ok, jadi nanti kalau P : Menunjukkan keseriusan K mengingat-ingat P berhati-hati karena Rencana tindak lanjut
saya tidak ada nanti pas K : Menunduk pertanyaan tsb sangat
dengar suara itu ibu spesifik dan takut
langsung cuci piring menyinggung pasien
ya
K : Menoleh ke P kemudian K menjawab ragu-ragu P lega karena K tidak
menunduk tersinggung
K : ya sus…
P : bu, sepertinya ibu P : Tersenyum dan K merasa lega karna Berharap K sudah Menentukan jadwal
sudah terlihat lelah dan menjulurkan tangan kepada K sudah memceritakan mulai percaya kepada pertemuan dengan K
mengantuk, kita akhiri yang dirasakan kepada P P dan memastikan K
saja bincang-bincang K : Merespon uluran tangan P mau berinteraki lagi
hari ini, bagaimana kalo dengan P.
besok kita berbincang-
lagi mengenai cara yang
ke empat, di tempat yang
sama selama 15 menit?
K : Baik sus..
P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan K menunjukkan rasa P menutup fase I Salam penutup
kesediaan ibu ngobrol mengulurkan jabat tangan percaya pada P merupakan akhir fase
dengan saya, selamat K : Menoleh, menjabat tangan yang harus dilakukan
siang, P untuk mencegah
Wassalamualaikum.. tidak percaya pada
K : Tersenyum lalu menunduk K menyambut salam P P senang karena K klien
K : siang.. P : Tersenyum mau berinteraksi
Waalaikumsalam.. dengan P