ERP Odoo untuk Manajemen Gudang PT Brodo
ERP Odoo untuk Manajemen Gudang PT Brodo
Abstrak
PT. Brodo Ganesha Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Sering dengan
peningkatan produksi yang semakin tinggi, maka penyimpanan barang di gudang pun semakin besar.
Berdasarkan hal tersebut, terjadi permasalahan pada bagian gudang PT. Brodo Ganesha Indonesia yaitu belum
adanya integrasi data anatar divisinya, sehingga sharing data menjadi tidak real time dan pencatatan jumlah
barang yang tidak akurat karena proses pencatatan dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan
ketidaksesuaian jumlah barang yang ada di gudang dengan jumlah yang ada pada Kartu Stok.
Maka dari itu, dilakukan pengembangan dan perencanan sebuah sistem informasi yang mampu mendukung
kegiatan Sub Divisi Warehouse pada PT. Brodo Ganesha Indonesia. Pengembangan dan perencanaan sistem ini
menggunakan metode RAD (Rapid Application Development). Penulis melakukan analisis terhadap proses bisnis
yang berjalan pada perusahaan. Berdasarkan analisis tersebut,penulis merancang proses bisnis usulan dan
melakukan pengembangan terhadap Sistem ERP dengan aplikasi Odoo, khususnya modul Warehouse
Managemet yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selanjutnya sistem yang telah dirancang akan diujikan
oleh User untuk diterapkan pada perusahaan.
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah modul Warehouse Management pada aplikasi Oodo yang telah disesuaikan
dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan yang dapat mempermudah perusahaan dalam mengatasi permasalaha-
permasalahan terkait kegiatan aktifitas gudang pada PT. Brodo Ganesha Indonesia.
Abstract
PT. Brodo Ganesha Indonesia is company engaged in manufacturing. Over time, an increase in the production
increasingly high. By increased production of the increasingly high, storage of goods are also getting bigger.
Based on this, there is a problem in the warehouse, such as the lack of data integration, so that sharing data
becomes real time and recording the number of items that are not accurate, because the recording is done
manually. The resulted is not accordance between quantity of goods in Warehouse with the exsisting number on
the Card Stock.
Because of that, the writer done a development and design of the Information System that can support the
activities of Sub Division Warehouse. The development and design of this system is using RAD (Rapid
Application Development) method, writer analyze the business process within the company. Based on the analysis
result, writer designed an proposed business process and done a development of ERP system with Odoo
application, especially Warehouse Management module based on the company’s needs. The designed system has
been tested by the user to be implemented.
The result of this research is a Warehouse Management module in Odoo application which has been designed
based on the condition and company’s needs to ease the company on handling of activities warehouse’s issues
at PT Genta Trikarya.
.
Keywords : ERP, Odoo, Warehouse Management, RAD
1. Pendahuluan
Ketergantungan dunia bisnis terhadap komputerisasi semakin hari semakin berkembang dengan pesat.
Tidaklah mengherankan di era globalisasi dan informasi ini, komputer merupakan pendukung handal dalam
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 | Page 3306
kemajuan suatu perusahaan karena di setiap kegiatan bekerja maupun kegiatan lainnya selalu berhubungan
dengan teknologi informasi. Besarnya persaingan bisnis ini membuat banyak perusahaan, salah satunya pada
perusahaan PT. Brodo yang mulai beralih menggunakan suatu teknologi informasi yang dapat saling terintergrasi
guna untuk memperoleh informasi secara real time dan membantu meningkatkan kinerja suatu perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya. Melihat kondisi sekarang dengan banyaknya persediaan barang yang ada pada
warehouse, [Link] mengalami berbagai kendala dan masalah. Salah satu kendala yang terjadi pada divisi
Warehouse, yaitu dalam pengelolaan sumber informasi data barang dimana PT. Brodo belum menggunakan
sistem yang terintgerasi antara Sub Divisi Warehouse dengan Sub Divisi Purchase,Sub Divisi Produksi dan juga
Divisi Sales. Masalah yang muncul ketika sistem belum terintegrasi adalah penyampaian dan pertukaran
informasi data barang menjadi tidak real time sehingga dapat menggangu proses kinerja dari Sub Divisi
Warehouse dan divisi yang terkait. Akibat yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut ialah menyebabkan
penurunan profit pada perusahaan. Selain itu masalah yang terjadi pada pengelolaan barang baik itu finished
goods maupun raw materials menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian antara jumlah fisik barang dengan jumlah
data barang pada kartu stok sehingga data yang dihasilkan menadi tidak akurat. Berdasarkan hasil wawancara
dengan Kepala Bagian Warehouse, tingkat ketidaksesuaian antara jumlah fisik barang dengan jumlah data barang
pada kartu stok yaitu 3,75 % pertahunnya.
2. Landasan Teori
2.1 Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi.
Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen
tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun dalam
kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut”. berikut merupkan
penjelasan komponen dari sistem informasi [1] :
1. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir dan pakar sistem
informasi. Pengguna akhir adalah orang-orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan dari
sistem informasi, sedangkan pakar sistem informasiorang-orang yang mengembangkan dan
mengoperasikan sistem informasi.
2. Sumber Daya Hardware
Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Sumber
daya ini tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dan
disk magnetic atau optikal.
3. Sumber Daya Software
Sumber daya software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang digunakan untuk memproses
informasi. Sumber daya ini tidak hanya berupa program saja, tetapi juga berupa prosedur.
4. Sumber Daya Data
Sumber daya data bukan hanya sekedar bahan baku untuk memasukan sebuah sistem informasi,
melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi.
5. Sumber Daya Jaringan
Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, memproses
komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software komunikasi. Sumber daya ini
dapat berupa media komunikasi seperti kabel, satelit dan dukungan jaringan seperti modem, software
pengendali, serta prosesor antar jaringan.
2.4 Odoo
Odoo atau sebelumnya OpenERP merupakan aplikasi ERP (Enterprise Resources Planning) modern
dan lengkap yang didistribusikan secara open source yang didalamnya terdapat berbagai program aplikasi
bisnis termasuk Sales, CRM, Project Management, Warehouse Management, Manufacturing, Finance and
Accounting, Human Resources dan lainnya.
3. Sistematika Penelitian
Sistematika penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan tiga fase yang terdapat pada Metode
RAD, diantaranya yaitu :
1. Fase Requirements Planning, pada fase ini yang di lakukan adalah mengidentifikasi latar belakang
masalah, membuat rumusan permasalahan, menentukan tujuan penelitian. Setelah itu menganalisis
kebutuhan perusahaan, menganalisis proses bisnis yang sedang berjalan di perusahaan, dan menganalisis
proses bisnis pada Modul Warehouse Management Odoo. Lalu setelah itu melakukan analisis GAP yag
diakhiri dengan merancang proses bisnis usulan seuai dengan kebutuhan perusahaan.
2. Fase RAD Design Workshop, pada fase ini terdapat dua aktifitas utama yaitu :
a. Tahap User Design, pada tahap ini melakukan perencanaan usecase diagram dan activity
diagram.
b. Tahap Developing, pada tahap ini melakuka konfigurasi pada aplikasi Odoo Modul Warehouse
Management dan melakukan testing hasil konfigurasi dan kustomisasi.
3. Fase Implementation, pada fase ini melakukan training kepada para User yang bertujuan untuk
melakukan pengenalan aplikasi Odoo Modul Warehouse Management, lalu melakukan User Testing
dan melakukan migrasi data pada aplikasi Odoo Modul Warehouse Management.
4. Pembahasan
4.1 Analisis Proses Bisnis Saat ini
a. Pada Gudagg Bahan Baku
Proses bisnis gudang bahan baku pada PT. Brodo Ganesha Indonesia diawali dengan bagian gudang
menerima permintaan bahan baku dalam bentuk Form Material Request yang dikirimkan dari Sub. Divisi
Produksi. Setelah itu gudang akan memeriksa stok bahan baku yang ada di gudang, jika tersedia maka
bahan baku akan diberikan ke pada Sub. Divisi Produksi dan gudang akan melakukan update stok bahan
baku yang baru. Tetapi jika bahan baku tidak tersedia maka bagian gudang akan melakukan permintaan
pembelian bahan [Link] proses permintaan pembelian bahan baku, bagian gudang akan
memberikan Form Purchase Request kepada Sub. Divisi Purchase. Lalu Sub. Divisi Purchase akan
membuat Form Purchase Order yang akan di berikan kepada Supplier. Setelah itu Supplier akan
mengirimkan bahan baku pesanan berdasarkan Form Purchase Order dan juga mengirimkan surat jalan
kepada bagian gudang bahan baku. Lalu bagian gudang bahan baku akan menerima surat jalan tersebut
dan melakukan quality control terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi keadaan barang dan juga
untuk memastikan apakah barang sesuai atau tidak dengan yang tertera pada Form Purchase Order.
Pada saat quality control, jika terdapat reject atau kesalahan barang seperti kualitas kulit yang tidak
bagus, jumlah bahan baku yang datang tidak sesuai dengan jumlah pesanan, dll maka akan dilakukan
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 | Page 3308
return barang kepada Supplier bersamaan dengan pengembalian surat jalan. Tetapi jika baik-baik saja
bahan baku tersebut akan langsung di simpan ke gudang. Setelah bahan baku disimpan di gudang, Staff
gudang akan mencatat jumlah bahan baku pada kartu stok lalu akan mengupdate ketersedian stok bahan
baku yang baru.
Proses Bisnis
Proses Bisnis
Usulan
Warehouse PT.
No. Hasil Warehouse PT. Keterangan
Brodo Ganesha
Brodo Ganesha
Indonesia
Indonesia
Proses bisnis usulan
lebih efektif
dibandingkan dengan
proses bisnis
perusahaan dari sisi
Gudang Bahan Gudang Bahan waktu yang
Baku : 3 hari, 6, Baku : 3 hari, 3 dibutuhkan. Perbedaan
jam 41 menit jam, 56 menit waktu antara proses
Total
1.
Time bisnis target dengan
Gudang Barang Gudang Barang proses bisnis
Jadi : 3 hari, 9 Jadi : 3 hari, 7 perusahaan pada
jam, 31 menit jam, 48 menit gudang bahan baku
sejumlah 3 jam 15
menit dan gudang
barang jadi sejumlah 3
jam 17 menit. Dengan
ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 | Page 3309
Proses Bisnis
Proses Bisnis
Usulan
Warehouse PT.
No. Hasil Warehouse PT. Keterangan
Brodo Ganesha
Brodo Ganesha
Indonesia
Indonesia
kata lain perusahaan
dapat menghemat
waktu sebesar 4,1%
dalam menjalankan
satu kali aktifitas
gudang.
Gudang Bahan
Baku : Staff Sub
Gudang Bahan Div Produksi
Baku : Staff Sub 10.50%, Staff
Div Produksi Sub Div
14%, Staff Sub Warehouse
Div Warehouse 35.79%, Staff
54.20%, Staff Sub Sub Div
Div Purchase Purchase 9.11%
16% dan Supplier dan Supplier
Proses bisnis usulan
15.8% 44.6% lebih efisien
Gudang Barang Gudang Barang dibandingkan proses
Total Jadi : Staff Sub
2. Jadi : Staff Sub bisnis perusahaan dari
Resource Div Produksi Div Produksi sisi resource yang
11.67%, Staff Sub 9.57%, Staff Sub
terlibat di dalam
Div Warehouse Div Warehouse aktifitas.
56.22%, Staff 24.63%, Staff
Sub Div Purchase Sub Div
16%, Supplier Purchase 7.78
4.44% Kepala %, Supplier
Sub Div 51.77% Kepala
Warehouse 5%, Sub Div
Staff Div Sales Warehouse 2%,
6.67% Staff Div Sales
4.25%
jika bahan baku yang datang tidak sesuai, maka bagian gudang akan melakukan barang return kepada
Supplier. Lalu print Document Laporan Picking Slip sebagai bukti tanda bahan baku masuk ke dalam
gudang jika di butuhkan. Pengembalian ini dilakukan dengan menuliskan jumlah bahan baku yang akan di
return pada Form Return Barang yang ada di sistem dan barang pun dikirim kepada Supplier untuk diganti
dengan bahan baku yang baru.
4.4 Kustomisasi
Persentase kustomisasi yang telah dilakukan pada penelitian di Modul Warehouse Management ini
sebesar 15.9 %. Kustomisasi yang dilakukan pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2. :
5. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian kali ini antara lain adalah sebagai berikut:
1. Penerapan Modul Warehouse Management dilakukan berdasarkan requirement dari User sehingga
hasil penerapan yaitu pencatatan data barang masuk dan keluar dari gudang sudah dapat dilakukan
secara otomatis. Selain itu data barang masuk, data barang keluar maupun penyimpanan digudang
menjadi akurat dan terdokumentasi sesuai dengan jumlah fisik stok barang digudang. Hal ini menjadi
solusi dari permasalahan yang dihadapi perusahaan.
2. Permasalahan mengenai Sub Divisi Warehouse dengan Sub Divisi Pengadaaan, Sub Divisi Produksi
dan Divisi Sales yang tidak terintegrasi dapat teratasi dengan menerapkan Modul Warehouse
Management pada aplikasi Odoo. Pada aplikasi Odoo, barang masuk (Incoming Shipments) akan
langsung di-generate dari Form Purchase Order yang telah di buat oleh Sub Divisi Purchase.
Permintaan bahan baku juga langsung di-generate dari Form Manufacturing Order yang telah
didefiniskan oleh Sub Divisi Produksi. Dan barang keluar (Delivery Orders) akan langsung di-
generate dari Form Sales yang telah di buat oleh Divisi Sales.
Daftar Pustaka :
[1] Mulyanto, Agus. (2009). Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[2] Zijm, W and J.P Van Den Berg (1999). Models for warehouse management: Classification and examples.
International journal of production economics, 519-528.
[3] Hossain, L., Patrick, J. D., & Rashid, M. (2002). Enterprise Resource Planning:Global Opportunities &
Challenges. London: Idea Group Publishing..
[4] Kendall, K. E., & Kendall, J. E. (2010). System Analysis and Design (8th Edition). USA: Prentice Hall.