(Job Safety & Environment Analysis)
Achmad Suhepi, S.T., M.M
2
ATURAN MAIN PELATIHAN
TIP SUKSES DALAM PELATIHAN
➢ Partisipatif ➢ Menghargai Perbedaan Ide
➢ Serius Tapi Santai ➢ Bersahabat
➢ Berfikir Positif ➢ Selalu Tersenyum
➢ Katakan Apa Yang Terpikir ➢ Tepat Waktu
➢ Bertanya bila belum paham ➢ Berkemauan Untuk Maju
OBJECTIVES
❑ Peserta mengetahui dan mengerti
cara pembuatan JSEA
❑ Mengetahui manfaat dan siapa
yang harus terlibat dalam
pembuatan JSEA
❑ Peserta ikut serta dalam
menciptakan budaya kerja aman
ISI PELATIHAN
1. Pengertian/ definisi
2. Manfaat pembuatan dan siapa yang
terlibat dalam pembuatan JSEA
3. Cara membuat JSEA
4. Latihan pembuatan JSEA
DEFINISI
Job Safety & Environment Analysis
(JSEA) adalah suatu metode
mengenali bahaya yang berhubungan
dengan setiap langkah kerja dan
mengembangkan pemecahan masalah
untuk setiap bahaya yang perlu
dihilangkan dan di control.
DEFINISI 9
BAHAYA
Sebuah sumber / situasi / kondisi
yang berpotensi menciderai pekerja
atau merusak lingkungan atau
peralatan (AS/NZS, 1999)
DEFINISI
RISK/ RISIKO
Suatu ukuran kemungkinan
dari dampak yang merugikan
termasuk cidera, penyakit
atau kerugian ekonomi.
(Kolloru, 1996)
DEFINISI
CONTROL/ PENGENDALIAN
Suatu tindakan atau usaha
untuk menghilangkan bahaya
atau mengurangi risiko
13
MANFA’AT & SIAPA YANG MEMBUAT JSEA
Manfa’at membuat JSEA
1. Meningkatkan komunikasi
2. Meningkatkan pengetahuan kerja
3. Mengidentifikasi bahaya dan cara
pengendaliannya
4. Dapat mengurangi kecelakaan
SIAPA YANG MEMBUAT JSEA
14
Supervisor bertanggung ajawab dalam pembuatan
JSEA, karena Supervisor lebih mengerti/ mengetahui
terhadap kondisi dan teknis di lapangan.
Yang terlibat dalam pembuatan JSEA adalah:
▪ Manager
▪ Chief Supervisor
▪ Pekerja yang terlibat pekerjaan tersebut
termasuk subkont
▪ Perwakilan personil HSE
KAPAN JSEA DIBUAT?
❑ Sebelum pekerjaan dimulai
❑ Setelah HIRADC dinilai dan nilai akhir (Residual
Risk Number) memiliki nilai M & H)
Selain itu, JSEA dibuat apabila:
❑ Pekerjaan baru atau jarang dilakukan
❑ Pekerjaan yang beresiko tinggi
❑ Persyaratan saat membuat permit
❑ Pekerjaan yang mengalami perubahan
langkah kerja atau modifikasi alat
LANGKAH - LANGKAH PEMBUATAN JSEA
Pilih pekerjaan
yang akan Disetujui dan Mengkomunikasika
dianalisa ditandatangani SM n JSEA ke semua
pihak terkait
Buat urutan
langkah - langkah Verifikasi oleh Melaksanakan
pekerjaan personel HSE pekerjaan
Identifikasi bahaya dari Monitoring &
Tentukan tindakan riview jika
setiap langkah
pengendalian dan mitigasi perubahan risiko
pekerjaan yang beresiko
dari bahaya dan risiko dan bahaya bari
membahayakan
pekerjaan
Pengkajian & Persetujuan 17
❑ Setelah JSEA dibuat oleh Supervisor
penanggung jawab pekerjaan, Personel HSE
mengkaji JSEA sebelum persetujuan akhir
❑ Pekerjaan belum bisa dimulai sampai JSEA
disetujui
❑ JSEA yang sudah disetujui disosialisasikan
kesemua pekerja yang terlibat
Pertimbangan Pembuatan JSEA 18
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan
JSEA:
❑ Apa yang akan dikerjakan?
❑ Alat dan perlengkapan apa yang akan di gunakan?
❑ Benda apa yang akan dihadapi/ tangani?
❑ Apakah ada kopetensi yang dibutuhkan untuk
pekerjaan ini?
20
No urut dari
urutan
pekerjaan Tulis urutan Tulis rencana
proses pekerjaan pengendalian yang akan
dilakukan sesuai potensi
bahayanya
Tuliskan potensi
bahaya sesuai
urutan proses
CONTOH PEMBUATAN JSEA
Jenis Pekerjaan : Penggantian Lampu
Lokasi Pekerjaan : Ruang Training
Urutan Pekerjaan:
1. Siapkan lampu pengganti
2. Mengambil dan membawa tangga
3. Matikan saklar/ isolasi arus
4. Naik tangga
5. Lepas lampu yang rusak
6. Memasang lampu baru
7. Turun dari tangga
8. Test lampu
9. Menyimpan tangga
KESALAHAN MENENTUKAN
LANGKAH KERJA
A. Langkah kerja terlalu detil/rinci:
Contoh :
• Langkah 1: Berdo’a sebelum kerja
• Langkah 2: Membuka dus lampu
• Langkah 3: Berdirikan tangga
• Dan lain-lain
Note : Jika pekerjaan memiliki langkah kerja yang banyak atau banyaknya
pekerjaan dalam satu area, maka buatlah dalam beberapa JSEA atau
pekerjaan dibagi dalam beberapa JSEA
B. Langkah kerja terlalu luas:
Contoh langkah1 : Mengambil & membawa
tangga
langkah 2 : Pasang lampu
langkah 3 : menyimpan tangga
C. Bukan merupakan langkah kerja:
Contoh langkah1 : Persiapan kerja
langkah 2 : Memastikan
peralatan komplit
IDENTIFIKASI BAHAYA
Tentukan bahaya-bahaya disetiap urutan langkah kerja dengan cara:
1. Diskusi (bertanya) dengan semua pekerja yang terlibat
2. Mengetahui bahaya dari alat/ tools yang digunakan
3. Situasi area kerja
4. Inspeksi keliling
5. Membaca MSDS bila menggunakan bahan kimia
6. Kondisi lingkungan
7. Kopetensi yang dibutuhkan
8. Dll.
Contoh bahaya yang teridentifikasi :
8. Test lampu 8.1 Tersengat listrik
8.2 Konsleting/ terbakar
9. Menyimpan tangga 9.1 Tangga terbentur
9.2 Tangan terjepit
9.3 Terpeleset
MENENTUKAN PENGENDALIAN
Hierarchy of Control/ Tahapan Pengendalian
Elimination/
Menghilangkan
Apabila tidak dapat
dilakukan maka
Meningkatkan
Efektifitas dan
Sustainabilitas
Partisipasi & Perlu
Subsitution/ Mengganti
Meningkatkan
Pengawasan
Apabila tidak dapat
dilakukan maka
Engineering Control/
rekayasa teknik
Apabila tidak
dapat dilakukan
maka
Administration Control
/Pengendalian
Apabila tidak administrative
dapat dilakukan
maka
PPE/ Alat Pelindung Diri
PENOMORAN, URUTAN KERJA, POTENSI
BAHAYA & PENANGGULANGAN
Setiap langkah kerja karus diberi nomor untuk
memudahkan pembacaan JSEA, seperti berikut:
NO Urutan Pekerjaan Potensi Bahaya Penanggulangan
1 1.1 1.1.1
1.1.2
2 2.1 2.1.1
2.1.2
2.2 2.2.1
2.2.2
CONTOH PEMBUATAN JSEA
LATIHAN PEMBUATAN JSEA
Peserta pelatihan dibagi dalam 4 group, dimana :
➢Group I :
➢Group 2 :
➢Group 3 :
➢Group 4 :