0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan21 halaman

Uji Hipotesis SEM dengan AMOS

Dokumen ini menjelaskan tentang Structural Equation Modeling (SEM) dan aplikasinya dalam analisis statistik, termasuk perbedaan antara SEM berbasis Kovarian dan Varian. Proses SEM meliputi validasi model pengukuran dan pengujian model struktural, serta pentingnya ukuran sampel, normalitas, dan outliers. Selain itu, dokumen ini juga membahas uji validitas, reliabilitas, dan kriteria evaluasi goodness of fit untuk model SEM.

Diunggah oleh

yulisbaso2020
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan21 halaman

Uji Hipotesis SEM dengan AMOS

Dokumen ini menjelaskan tentang Structural Equation Modeling (SEM) dan aplikasinya dalam analisis statistik, termasuk perbedaan antara SEM berbasis Kovarian dan Varian. Proses SEM meliputi validasi model pengukuran dan pengujian model struktural, serta pentingnya ukuran sampel, normalitas, dan outliers. Selain itu, dokumen ini juga membahas uji validitas, reliabilitas, dan kriteria evaluasi goodness of fit untuk model SEM.

Diunggah oleh

yulisbaso2020
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Structural Equstion Modelling

– AMOS

Secure Statistic )
Solusi Masalah Analisis Statistik Penelitian Anda
HP (WA) : 0813 5543 8890
: 0851 3215 0465
Email : securestatistic01@[Link]
Email : yulisbaso2020@[Link]
)
Introduction Structural Equation Modeling (SEM )

Structural Equation Modeling (SEM) adalah sekumpulan teknik


statistika yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian
hubungan yang relatif rumit yang tidak dapat diselesaikan oleh
persamaan regresi linear

Structural Equation Modeling (SEM) adalah analisis data


multivariate yang dapat menjelaskan secara bersamaan hubungan
antar variabel (Hair et al, 2017)
Structural Equation Modeling
Secara umum ada 2 (dua) metode analisis data Structural Equation
Modeling yaitu:
1. SEM berbasis Kovarian (AMOS dan Lisrel )
2. SEM berbasis Varian ( SmartPLS )
When to use Amos /Lisrel (Covarian Base)
&
When to use SmartPLS (Varian Base)

✓ Marketing Theory and Practice, Vol 19, No.2 (Spring 2011),pp


139-151, Indeed a Silver Bullet, By Hair

✓ Ada 5 Alasan Dalam Memilih Aplikasi Analisis Data :


1. Research Goal (Tujuan Penelitian)
2. Measurement Model Specification (Spesifikasi Model Pengukuran)
3. Structural Model (Model Structural)
4. Data Characteristics & Algorithm (Karakteristik & Algorithm Data)
5. Model Evaluation (Evaluasi Model)
Proses SEM terdiri dari dua tahap:
1. Validasi terhadap model pengukuran.
2. Pengujian terhadap model struktural
Perbedaan Model Pengukuran
dan
Model Struktural

 Model Pengukuran: model yang ditujukan untuk


mendeskripsikan sebuah keadaan atau mengukur
sebuah konsep.

 Model Struktural: model yang menggambarkan


hubungan-hubungan yang dihipotesakan antar
konstruk.
Model Struktural

Knowledge

Value Performance

Satisfaction
Model Pengukuran
e1 Knwl 1
knowledge
e7
e2 Knwl 2
e9

prfm1
e3 value1
value performance

e4 prfm2
value2

e5 Sat 1 e8
satisfaction

e6 Sat 2
ASUMSI-ASUMSI SEM
1. Ukuran Sampel

Ukuran sampel minimum adalah 100 -200


(Ferdinand, 2002, Hair et. al, 2006)

Hair dkk menyarankan ukuran sampel minimum


adalah sebanyak 5 – 10 kali jumlah parameter
yang diestimasi.

Jumlah indikator dikali 5 – 10 (Ferdinand, 2002)


Con’t
2. Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi


sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Uji ini
perlu dilakukan baik normalitas untuk data tunggal (univariate)
maupun normalitas seluruh data (multivariate).

Dalam output AMOS, uji normalitas dilakukan dengan


membandingkan nilai CR (critical ratio) pada assesment of
normality dengan nilai kritis  2.58 pada level 0.01. Jika ada nilai
CR yang lebih besar dari nilai kritis maka distribusi data tersebut
tidak normal.
Con’t
3. Outliers

adalah observasi yang muncul dengan nilai-nilai ekstrim baik secara


univariate maupun multivariate.

Bila terjadi outliers maka data tersebut dapat dikeluarkan dari analisis.

Uji outliers univariate dilakukan dengan melihat nilai ambang batas dari
z-score itu berada pada rentang 3 – 4 (Hair dkk, 2006). Oleh karena
itu kasus atau observasi yang mempunyai zscore ≥ 3.0 dikategorikan
outliers. Nilai z-score adalah nilai yang sudah distandarkan sehingga
memiliki rata-rata (mean) 0 dan standar deviasi 1.
Sedangkan outliers multivariate dilakukan dengan kriteria
jarak Mahalanobis pada tingkat p > 0.001.

Jarak Mahalanobis ini dievaluasi dengan menggunakan X2 pada


derajat bebas (df) sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam
penelitian. Untuk menentukan nilai tersebut menggunakan program
excel, pilih insert-function wizard, kemudian CHIINV masukkan p
= 0.001 dan df jumlah variabel terukur.

Hasil yang diperoleh merupakan batas outliers, sehingga yang


melebihi hasil tersebut harus dihapus.
Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
1. Uji Validitas.

Uji Validitas dilakukan dengan melihat dari hasil output


AMOS yaitu Probability value untuk Regression Weight.
Jika lebih kecil dari 0,05 maka item dinyatakan VALID.

2. Uji Reliabilitas

Untuk uji reliabilitas harus dilakukan dengan proses


manual dengan rumus (dapt dilakukan dengan
program Excel), tidak secara otomatis muncul dalam
program AMOS.
Uji Reliabilitas
✓ Rumus 1

✓ Standardized loading diperoleh dari standardidized loading


masing-masing indikator yang sudah diperoleh hasilnya dari
AMOS.

✓ adalah measurement error = 1 – (standardized


loading)2

✓ Cut off Value utk construct reliability minimal 0.7


Uji Reliabilitas
✓ Rumus 2

✓ Standardized loading diperoleh dari standardidized loading


masing-masing indicator yang sudah diperoleh hasilnya dari
AMOS.

✓ adalah measurement error = 1 – (standardized


loading)2

✓ Cut off Value untuk Variance extracted minimal 0.5


UJI HIPOTESIS dalam REGRESI

✓ Analisis atas signifikansi koefisien jalur (path coefficients)


dilakukan melalui signifikansi besaran regression weights
dari model

✓ Kolom standardized estimates merupakan koefisien


regresi atau dalam program SPSS identik dengan
standardized beta.
UJI PARSIAL
✓ Uji parsial dapat dilakukan untuk masing-masing variabel.

✓ Untuk menentukan apakah pengaruh signifikan atau tidak dapat dilihat


dari kolom P yang merupakan p-value, dibandingkan dengan taraf
signifikansi (alpha = α) yang digunakan biasanya 0.05. Jika p-value lebih
kecil dari 0.05 maka Ho ditolak.

✓ Cara kedua adalah dengan melihat nilai C.R (Critical Ratio). Jika C.R
lebih besar dari 2.0 maka Ho ditolak. Artinya pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen yang ditunjukkan dalam tabel
signifikan.
UJI SIMULTAN/SEREMPAK

✓ Uji ini dilakukan dengan melihat goodness of fit dari model.

✓ Ditentukan dengan sejumlah kriteria (lihat tabel Goodness

of Fit
Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Model
(Lee, Park, & Ahn, 2001)
No Kriteria Nilai
rekomendasi
1. Chi-square (X2) Diharapkan
kecil
2. X2- significance probability ≥ 0.05
3. Relative X2 (CMIN/DF) ≤ 2.00
4. GFI (Goodness of Fit Index) ≥ 0.90
5. AGFI (Adjusted Goodness of Fit Index) ≥ 0.80
6. Tucker-Lewis Index (TLI) ≥ 0.90
7. Normed Fit Index (NFI) ≥ 0.90
8. Comparative Fit Index (CFI) ≥ 0.90
9. Root Mean Square Error of ≤ 0.08
Approximation (RMSEA)
Goodness of Fit
Hair et al., (2010) mengungkapkan bahwa penggunaan 4-5
kriteria Goodness of Fit Test dianggap sudah mencukupi
untuk menilai kelayakan suatu model, asalkan masing-
masing kriteria dari goodness of fit yaitu
1. absolute fit indices,
2. incremental fit indices, dan
3. parsimony fit indices t
SELESAI

Anda mungkin juga menyukai