0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan7 halaman

Penyuluhan Pra Konsepsi Kehamilan Sehat

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai Pra Konsepsi dan Perencanaan Kehamilan Sehat yang ditujukan untuk Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Muara Pinang. Tujuan penyuluhan adalah untuk memberikan pemahaman tentang perencanaan kehamilan yang sehat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Materi mencakup kesiapan psikologis, fisik, finansial, pengetahuan, dan aspek usia dalam merencanakan kehamilan.

Diunggah oleh

Kholifatul Jannah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan7 halaman

Penyuluhan Pra Konsepsi Kehamilan Sehat

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai Pra Konsepsi dan Perencanaan Kehamilan Sehat yang ditujukan untuk Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Muara Pinang. Tujuan penyuluhan adalah untuk memberikan pemahaman tentang perencanaan kehamilan yang sehat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Materi mencakup kesiapan psikologis, fisik, finansial, pengetahuan, dan aspek usia dalam merencanakan kehamilan.

Diunggah oleh

Kholifatul Jannah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PRA KONSEPSI DAN PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT

Masalah : Pra Konsepsi Dan Perencanaan Kehamilan Sehat


Pokok Pembahasan : Perencanaan Kehamilan Sehat
Sasaran : WUS
Target : 5-10 orang
Hari / tanggal : Januari 2025
Waktu : (30 menit)
Tempat : Puskesmas Muara Pinang
Penyuluh : Putri Palmadura

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan WUS dapat mengetahui
tentang Pra Konsepsi Dan Perencanaan Kehamilan Sehat
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan diharapkan:
a. Menjelaskan tentang Perencanaan Kehamilan Sehat
b. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi Perencanaan Kehamilan
Sehat

B. Materi Penyuluhan
Terlampir
C. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
D. Media
1. Ruang Pelayanan
2. Kursi
3. Meja
4. Leaflet

1
Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu
1 Pembukaan Pendahuluan a. Membalas salam
(5 Menit) 1. Menyampaikan salam b. Mendengarkan
2. Menjelaskan tujuan c. Memberi respon
3. Kontrak waktu
2 Inti Inti a. Menanyakan yang
(20 Menit) belum jelas
Mahasiswa menjelaskan tentang b. Aktif bersama
Infertil primer c. Demontrasi

3 Penutup Penutupan a. Menanyakan yang


(5 menit) 1. Tanya jawab belum jelas
2. Tes akhir b. Aktif bersama
3. Menyimpulkan penyuluhan c. Menyimpulkan
4. Memberi salam penutup d. Membalas salam

Evaluasi
Prosedur : Pre test dan post test

2
MATERI PENYULUHAN

Perencanaan Kehamilan Sehat


1. Pengertian
Perencanaan kehamilan merupakan perencanaan berkeluarga yang
optimal melalui perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan
merupakan salah satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka
kematian maternal. Menjaga jarak kehamilan tidak hanya menyelamatkan ibu
dan bayi dari sisi kesehatan, namun juga memperbaiki kualitas hubungan
psikologi keluarga (Mirza, 2008).
Perencanaan kehamilan merupakan hal yang penting untuk dilakukan
setiap pasangan suami istri. Baik itu secara psikolog/mental, fisik dan
finansial adalah hal yang tidak boleh diabaikan (Kurniasih, 2010).
Merencanakan kehamilan merupakan perencanaan kehamilan untuk
mempersiapkan kehamilan guna mendukung terciptanya kehamilan yang
sehat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas yang diinginkan oleh
keluarga (Nurul, 2013).
2. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Kehamilan
Menurut Mirza (2008) ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam
merencanakan kehamilan, antara lain:
a. Kesiapan aspek psikologis
Apabila memutuskan untuk hamil, sebaiknya mulai menjalani
konseling prakonsepsi. Konseling ini merupakan berisi saran dan anjuran,
seperti dengan cara melakukan pemeriksaan fisik (pemeriksaan umum
dan kandungan) dan laboratorium. Sebab, tujuan dari konseling
prakonsepsi ini akan mempersiapkan calon ibu beserta calon ayah dan
untuk menyiapkan kehamilan yang sehat sehingga bisa menghindari hal-
hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu, bisa segera dideteksi bila ada
penyakit yang diturnkan secara genetis, misalnya: diabetes militus,
hipertensi, dan sebagainya. Konseling prakonsepsi dilakukan untuk
mencegah cacat bawaan akibat kekurangan zat gizi tertentu atau terpapar
zat berbahaya.

3
b. Kesiapan fisik
Pengaruh fisik juga sangat mempengaruhi proses kehamilan. Tanpa
ada fisik yang bagus, kehamilan kemungkinan tidak akan terwujud dan
bahkan kalau kehamilan itu terwujud, kemungkinan fisik yang tidak
prima akan memengaruhi janin. Oleh karena itu ada beberapa hal yang
harus dilakukan, antara lain:
1) Mulai menata pola hidup Selain kondisi tubuh, gaya hidup dan
lingkungan juga memengaruhi keprimaan fisik. Akan lebih baik lagi,
bila persiapan fisik ini dilakukan secara optimal kira-kira 6 bulan
menjelang konsepsi.
2) Mencapai berat badan ideal Berat badan sangat besar pengaruhnya
pada kesuburan. Karena berat badan kurang atau berlebihan,
keseimbangan homon dalam tubuh akan ikut-ikutan terganggu.
Akibatnya siklus ovulasi terganggu. Berat badan yang jauh dari ideal
juga memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan.
3) Menjaga pola makan Disiplin membenahi pola makan bukannya tanpa
alasan. Karena, zat-zat gizi akan mengoptimalkan fungsi organ
reproduksi, mempertahankan kondisi kesehatan selama hamil, serta
mempersiapkan cadangan energy bagi tumbuh kembang janin.
Caranya sebagai berikut:
a) Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Masukkan
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air dalam menu
makanan sehari-hari secara bervariasi dan dalam jumlah yang pas,
sesuai kebutuhan.
b) Hindari zat pengawet atau atau tambahan pada makanan, karena
dapat menyebabkan kecacatan pada janin dan alergi.
c) Perbanyak makan-makanan yang segar dan tidak terlalu lama
diolah, sehingga kandungan zat-zat gizinya tidak hilang.
d) Olahraga secara teratur
Olahraga memang berkhasiat untuk melancarkan aliran
darah. Peredaran nutrisi dan pasokan oksigen ke seluruh organ
tubuhpun jadi efisien, sebab benar-benar bebas hambatan. Jadi,

4
kondisi seperti ini dibutuhkan untuk pembentukan sperma dan sel
telur yang baik.
Berolahraga secara rutin bisa pula memperbaiki mood karena
meningkatnya produksi hormon endoprin. Tubuh juga jadi sehat
dan bugar. Kalau ini yang terjadi, proses kehamilan, persalinan,
serta kembalinya bentuk tubuh ke keadaan semula jadi lebih
mudah. Yang cocok dilakukan yaitu, olahraga joging, jalan kaki,
berenang, bersepeda dan senam.
e) Menghilangkan kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman
beralkohol, serta mengkonsumsi kafein (kopi, minuman 12
bersoda), sebaiknya dihentikan saja. Sebab, zat yang terkandung
didalamnya bisa memengaruhi kesuburan. Akibatnya, peluang
terjadinya pembuahan makin kecil. Sering stress juga bukan
kebiasaan yang baik. Apalagi, kalau sibuk kerja dan lupa istirahat.
f) Bebas dari penyakit
Bila mengidap penyakit tertentu, seperti cacar, herpes,
campak jerman, atau penyakit berbahaya lain, sebaiknya
periksakan diri ke dokter. Sebab, penyakit tersebut bisa
membahayakan diri dan janin.
g) Stop pakai kontrasepsi
Apabila memutuskan untuk hamil, hentikan penggunaan
kotrasepsi. Apabila belum berkeinginan untuk hamil maka harus
memakai kontrasepsi. Misalnya, pil, obat suntik, serta susuk KB
mengandung hormone yang brtugas terjadinya ovulasi.
h) Meminimalkan bahaya lingkungan
Lingkungan, termasuk lingkungan kerja, bisa juga berdampak
buruk sebelum hamil. Misalnya, gangguan hormonal atau
gagguan pada pembentukan sel telur. Lingkungan yang sarat
mikroorganisme (jamur, bakteri, dan virus), bahan kimia beracun
(timah hitam 13 dan pestisida), radiasi (sinar X, sinar ultraviolet,
monitor komputer, dan lainnya), dan banyak lagi.

5
c. Kesiapan Finansial
Persiapan finansial bagi ibu yang akan merencanakan kehamilan
merupakan suatu kebutuhan yang mutlak yang harus disiapkan, dimana
kesiapan finansial atau yang berkaitan dengan penghasilan atau keuangan
yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan selama kehamilan berlangsung
sampai persalinan (Kurniasih, 2010).
Ada beberapa hal yang berkaitan dengan kesiapan finansial,
diantaranya:
1) Sumber keuangan Memiliki anak memang tidak murah. Makanya,
perlu merancang keuangan keluarga sejak jauh-jauh hari. Disadari
atau tidak, anak ternyata membutuhkan alokasi dana yang cukup
besar.
2) Dana yang wajib ada Inilah beberapa dana yang wajib disiapkan
sebagai calon orang tua, yaitu:
a) Saat hamil Yaitu biaya memeriksakan kehamilan, pemeriksaan
penunjang (laboratorium, USG, dan sebagainya), serta mengatasi
penyakit (bila ada).
b) Saat bersalin Meliputi biaya melahirkan (secara normal atau
operasi caesar), “menginap” di rumah sakit pilihan, obatobatan,
serta biaya penolong persalinan.
c) Setelah bayi lahir Prioritas keuangan keluarga jadi berubah dan
perlu memperhitungkan masa depan anak.
d. Persiapan Pengetahuan
Dalam merencanakan kehamilan yang sehat dan aman, maka setiap
pasangan suami istri harus mengetahui hal-hal yang berpengaruh dalam
perencanaan kehamilan atau dalam kehamilan. Diantaranya:
1) Masa subur Masa subur adalah masa dimana tersedia sel telur yang
siap untuk dibuahi. Masa subur berkaitan erat dengan menstruasi dan
siklus menstruasi. Adanya hasrat antara suami dan istri adalah sesuatu
yang wajar, penyaluran hasrat tersebut akan memulai hasil yang baik
jika pertemuan antara suami dan istri diatur waktunya.
2) Kecenderungan memilih jenis kelamin anak Setiap pasangan yang
menikah pastilah mendambakan anak di tengah kehidupan

6
keluarganya. Bagi yang telah mempunyai anak berjenis kelamin
tertentu, pastilah menginginkan anak dengan jenis kelamin yang
belum mereka miliki, sehingga lengkap yaitu laki-laki dan perempuan
(Nurul, 2013).
e. Kesiapan aspek usia
Pada usia dibawah 20 atau diatas 35 tahun merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi perencanaan kehamilan, karena pada usia
tersebut apabila terjadi kehamilan maka akan beresiko mengalami
tekanan darah tinggi, kejang-kejang, perdarahan bahkan kematian pada
ibu atau bayinya, dan beresiko terkena kanker serviks.

Anda mungkin juga menyukai