EKOSISTEM
Tujuan Pembelajaran
Melalui pemahaman terhadap penjelasan guru dalam proses pembelajaran serta
melalui berbagai tugas siswa mampu:
1. Menyebutkan defenisi ekologi.
2. Menyebutkan defenisi ekosistem.
3. Menyebutkan defenisi komponen abiotik.
4. Menjelaskan macam – macam komponen abiotik beserta peranannya.
5. Menyebutkan defenisi komponen biotik.
6. Menjelaskan macam – macam komponen biotik.
7. Menjelaskan tipe ekosistem
8. Menjelaskan macam – macam interaksi antar komponen ekosistem.
9. Menggambarkan siklus materi dan arus energi dalam ekosistem.
10. Menyebutkan defenisi aliran energi.
11. Menyebutkan defenisi rantai makanan beserta contoh nya.
12. Menjelaskan jaringan makanan.
13. Menjelaskan tentang piramida ekologi.
14. Menjelaskan macam-macam piramida ekologi.
15. Menggambarkan bagan piramida ekologi.
16. Menjelaskan syarat piramida ekologi terbaik.
17. Menjelaskan tentang produktivitas beserta macam-macamnya.
18. Menjelaskan tentang daur biogeokimia.
19. Menjelaskan macam–macam biogeokimia.
20. Menjelaskan dinamika komunitas.
21. Menjelaskan tentang suksesi.
22. Menjelaskan macam–macam suksesi.
23. Menggambarkan skema urutan perkembangan pada suksesi primer.
Materi:
1. Defenisi Ekologi
Ilmu yang mempelajari tentang ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal
dari kata oikos (rumah atau tempat hidup) dan logos (ilmu). Ekologi diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi
antara makhluk hidup dan lingkungannya
2. Defenisi Ekosistem
Yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya.
3. Defenisi Komponen Abiotik
Yaitu komponen fisik dan kimiawi (benda mati) yang terdapat pada suatu
ekosistem sebagai medium atau substrat untuk berlangsungnya suatu kehidupan.
1
4. Macam – Macam Komponen Abiotik
a. Udara
Udara atau gas merupakan komponen utama dari atmosfir bumi. Gas-gas
yang berada diatmosfir bumi disamping sebagai selimut bumi, juga sebagai sumber
berbagai unsur zat tertentu, seperti oksigen, karbondioksidsa, nitrogen, dan
hydrogen. Udara juga merupakan komponen utama tanah, tanah yang cukup air
maka proses mineralisasinya juga akan baik. Dengan demikian, komponen udara
diatsmosfir maupun didalam tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan
[Link] ini akan berpengaruh terhadap prikehidupan organisme diatasnya.
b. Air
Tak kirang 50% dari penyusun tubuh organisme terdiri atas air. Air
berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup
organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan,
dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan
sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan.
Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut
dan pelapuk.
c. Tanah
Tanah merupakan hasil proses destruktif dan kontruktif atau sintetik
berbagai komponen lingkungan seperti batuan dan bahan organik. Pelapukan dan
penguraian oleh mikro organisme merupakan contoh proses destruktif, sedangkan
pembentukan mineral baru merupakan contoh proses sintetik.
d. Garam mineral
Tumbuhan mengambil zat hara atau unsur hara dari tanah atau air dari
lingkungan berupa larutan ion garam-garam mineral. Sebagai contoh adalah
beberapa jenis tumbuhan polongan untuk mengikat Nitrogen bebas dari udara,
hidup bersimbiosis dengan bakteri jenis tertentu.
e. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari
menentukan suhu. Sinar matahari dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen
untuk berfotosintesis
f. Suhu
Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu
tertentu. Oleh sebab itu semua makhluk hidup dimanapun berada selalu berusaha
menghindari suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tetapi dia selalu
berusaha untuk mendapatkan suhu lingkungan yang optimal.
g. Kelembapan
Kelembaban adalah kadar air pada udara. Kelembaban udarah mempunyai
pengaruh yang besar terhadap proses penguapan air dari permukaan tubuh
organisme.
h. Derajat keasaman (Ph)
Tumbuhan hanya bisa hidup normal dalam suasana tanah yang tidak begitu
asam dan basa atau dalam keadaan netral atau Ph 7. Apabila tanah terlalu asam (Ph
kurang 7) atau terlalu basa (Ph lebih 7) pertumbuhannya akan terganggu.
2
i. Topografi
Faktor topografi adalah factor altitude dan latitude disuatu tempat. Altitude
adalah ketinggian suatu tempat yang diukur dari permukaan laut. Sedangkan latitude
adalah letak lintang yang diukur dari garis katulistiwa.
5. Defenisi Komponen Biotik
Komponen biotik merupakan komponen-komponen yang terdiri atas
makhluk hidup.
6. Macam – Macam Komponen Biotik
1. Komponen autotrof
Yaitu suatu organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis
makanannya sendiri yang berupa bahan organik dengan. Ex: fitoplankton,
ganggang, tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan berbiji.
2. Komponen heterotrof
Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai
bahan makanannya, dan bahan tersebut disintesis oleh organisme lain.
Organisme heterotrof terdiri atas herbivor sebagai konsumen primer (1),
karnivor yang memakan herbivor sebagai konsumen sekunder (II), karnivor yang
memakan karnivor sebagai konsumen tersier (III), dekomposer serta detritivor.
Dekomposer adalah mikroorganisme yang menguraikan zat organik sisa
tumbuhan atau hewan (detritus), seperti selulosa atau kitin menjadi zat yang
lebih sederhana. Ex: bakteri dan fungi.
Organisme heterotrof juga dikelompokkan menjadi parasit dan detritifor.
Parasit “organisme yang hidup di luar atau di dalam tubuh inang yang masih
hidup”. Detritifor “ organisme yang hidup dengan cara memakan serpihan
tumbuhan atau hewan yang sudah mati. Ex: rayap, cacing tanah, dan hewan kaki
seribu.
Ekosistem terbentuk karena berbagai kelompok spesies menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, kemudian terjadi hubungan yang saling mempengaruhi antara satu spesies
dengan spesies lain, dan juga antara spesies dengan lingkungan abiotik tempat hidupnya,
misalnya suhu, udara, air, tanah, kelembaban, cahaya matahari dan mineral.
Berdasarkan spesies pembentuknya ekosistem dapat dibedakan menjadi: : a. Ekosistem
alami (hutan, rawa, terumbu karang, laut dalam, padang lamun (antara terumbu karang
dengan mangrove), mangrove (hutan bakau), pantai pasir, pantai batu, estuary (muara
sungai), danau, sungai, padang pasir dan padang rumput.
b. Ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia misalnya agroekosistem dalam bentuk
sawah, ladang dan kebun. Agroekosistem memiliki keanekaragaman spesies yang lebih
rendah, dibandingkan dengan ekosistem alamiah, tetapi memiliki keanekaragaman genetic
yang lebih tinggi.
Keanekaragaman ekosistem disuatu wilayah ditentukan oleh berbagai factor
antara lain posisi tempat berdasarkan garis lintang, ketinggian tempat, iklim, cahaya
matahari, kelembaban, suhu dan kondisi tanah.
3
7. Tipe Ekosistem
Lingkungan abiotik dan komunitas yang hidup di dalamnya akan menentukan tipe (bentuk)
ekosistem. Berdasarkan tempatnya ekosistem dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu:
A. Ekosistem perairan (Akuatik)
Yaitu ekosistem yang komponen abiotiknya sebagaian besar terdiri atas air. Makhluk hidup
(komponen biotic) dalam ekosistem perairan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu:
a. Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton, organisme ini dapat
berpindah dan bergerak secara pasif karena pengaruh arus air, misalnya
ganggang uniseluler dan protozoa
b. Nekton, organisme yang bergerak aktif (berenang) misalnya ikan dan katak.
c. Neuston, organisme yang mengapung di permukaan air, misalnya serangga
air, teratai, eceng gondok dan ganggang.
d. Bentos, organisme yang berada di dasar perairan, misalnya udang, kepiting,
cacing dan ganggang.
e. Perifiton, melekat pada organisme lain, misalnya ganggang dan siput.
Ekosistem perairan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
a. Ekosistem air tawar
Memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut:
Memiliki kadar garam (salinitas) yang rendah, bahkan lebih rendah
dari cairan sel makhluk hidup
Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
Penetrasi atau masuknya cahaya matahari kurang.
Berdasarkan keadaan airnya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
ekosistem air tawar lentik (tenang) dan ekosistem air tawar lotik (mengalir). Ekosistem air
tawar lentik misalnya danau dan rawa. Ekosistem air tawar lotik misalnya sungai dan air
terjun.
Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, ekosistem air tawar
dibagi menjadi beberapa zona (daerah), yaitu:
Zona litoral, merupakan daerah dangkal yang dapat ditembus cahaya
matahari hingga ke dasar perairan.
Zona limnetik, merupakan daerah terbuka yang jauh dari tepian
sampai kedalaman yang masih dapat ditembus cahaya matahari
Zona profundal, merupakan daerah yang dalam dan tidak dapat
ditembus cahaya matahari. Di daerah ini tidak ditemukan organisme
fotosintetik (produsen), tetapi dihuni oleh hewan pemangsa dan
organisme pengurai.
b. Ekosistem air laut
Memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut:
Memiliki kadar garam (salinitas) yang tinggi
Tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
4
Habitat air laut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut yang lain
Memiliki variasi perbedaan suhu dibagian permukaan dengan di kedalaman
laut
Terdapat arus laut, yang pergerakannya dapat dipengaruhi oleh arus angin,
perbedaan densitas (massa jenis), air, suhu, tekanan air, gaya gravitasi dan
gaya tektonik batuan bumi.
Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, ekosistem air laut dibagi
menjadi beberapa zona (daerah), yaitu:
Zona fotik, merupakan daerah yang dapat ditembus cahaya
matahari, kedalaman air kurang dari 200 meter. Organisme yang
mampu berfotosintesis banyak terdapat di zona fotik.
Zona twilight, merupakan daerah dengan kedalam air 200-2000
meter. Cahaya matahari remang-remang sehingga tidak efektif untuk
fotosintesis.
Zona afotik, merupakan daerah yang tidak dapat ditembus cahaya
matahari sehingga selalu gelap. Kedalaman air lebih dari 2000 meter.
Pembagian zona ekosistem air laut dimulai dari pantai hingga ketengah laut yaitu:
Zona litoral (pasang surut)
Merupakan daerah yang terendam saat terjadi pasang dan seperti daratan saat air laut
surut. Zona ini berbatasan dengan daratan dan banyak dihuni kelompok hewan seperti
bintang laut, bulu babi, udang, kepiting dan cacing laut.
Zona neritik, merupakan daerah laut dangkal, kurang dari 200 meter. Zona ini
dapat ditembus cahaya matahari dan banyak dihuni ganggang laut dan ikan.
Zona batial, memiliki kedalaman air 200-2000 meter dan keadaannya remang-
remang. Di zona ini tidak ada produsen melainkan dihuni oleh nekton
(organisme yang aktif berenang misalnya ikan)
Zona abisal, merupakan daerah palung laut yang keadaannya gelap.
Kedalamannya lebih dari 2000 meter. Zona ini dihuni oleh hewan predator,
detritivor (pemakan sisa organisme) dan pengurai
Berikut macam-macam ekosistem air laut:
a. Ekosistem laut dalam
Terdapat di laut dalam atau palung laut yang gelap karena tidak dapat ditembus cahaya
mtahari, tidak ditemukan produsen, organisme yang dominan yaitu predator dan ikan yang
pada penutup kulitnya mengandung fosfor sehingga dapat bercahaya ditempat yang gelap.
b. Ekosistem terumbu karang
Terdapat di laut yang dangkal dengan air yang jernih, organisme yang hidup yaitu hewan
terumbu karang (coelenterate), hewan spons (porifera), mollusca (kerang dan siput),
bintang laut, ikan dan ganggang.
c. Ekosistem estuary
Terdapat di daerah percampuran air laut dengan air sungai. Di daerah estuary dapat
ditemukan tipe ekosistem yang khas yaitu:
5
Padang lamun, merupakan habitat pantai yang biasanya ditumbuhi seagras.
Tumbuhan ini memiliki rizom dan serabut akar, batang, daun, bunga, bahkan
ada yang berbuah. Jenis hewan di padang lamun antara lain duyung, bulu babi,
kepiting renang, udang dan penyu.
Ekosistem hutan mangrove, Terdapat didaerah tropis hingga subtropis.
Didominasi oleh hutan bakau, kayu api, dan bogem. Hewan-hewan yang hidup
pada ekosistem ini yaitu: burung, buaya, ikan, biawak, kerang, siput, kepiting,
dan udang.
d. Ekosistem pantai pasir
Terdiri atas hamparan pasir yang selalu terkena deburan ombak air laut. Tumbuhan yang
dominan yaitu tanaman berbatang lunak dan berbiji (formasi pes-caprae), serta perdu dan
pohon (formasi barringtonia). Hewan yang hidup dipantai pasir yaitu: kepiting dan burung.
e. Ekosistem pantai batu
Terdiri atas bongkahan batu besar maupun batu kecil. Organisme yang dominan yaitu
ganggang coklat dan merah, siput, kerang, kepiting dan burung.
B. Ekosistem Darat
Ekosistem darat meliputi areal yang sangat luas yang disebut bioma. Terdapat 7 macam
bioma di bumi yaitu
1. Hutan hujan tropis
Memiliki ciri-ciri:
Curah hujan sangat tinggi antara 200- 450 cm/tahun
Matahari bersinar sepanjang tahun dengan suhu lingkungan antara
21-300C.
Hewan yang hidup misalnya burung, kelalawar, serangga, monyet, ular, tupai, macan tutul,
jaguar dan babi hutan.
2. Sabana (savanna)
Merupakan padang rumput yang diselingi pohon-pohon dan terdapat di daerah tropis
dengan curah hujan 90-150 cm/tahun. Dibedakan atas 2 macam yaitu sabana murni (satu
jenis pohon), dan sabana campuran (beberapa jenis pohon). Jenis tumbuhan pembentuk
bioma sabana yaitu rumput eucalyptus dan acacia. Sedangkan jenis hewannya antara lain
serangga, rayap, kuda, gajah, kijang, zebra, macan tutul, dan singa.
3. Padang rumput
Terdapat di daerah tropis hingga beriklim sedang . curah hujan rata-rata 25-50 cm/tahun
(ada yang mencapai 100 cm/tahun) dan hujan turun tidak teratur. Hewan yang hidup
misalnya serangga, hewan pengerat, reptil, ular, burung, bison, kanguru, zebra, jerapah,
kijang, srigala, singa, jaguar, dan cheetah.
4. Gurun
Merupakan padang luas yang tandus karena hujan sangat jarang turun di daerah tersebut.
Ciri-ciri:
Curah hujan sangat rendah, kurang dari 25 cm/tahun
6
Keadaan tanah sangat tandus dan tidak dapat menyimpan air.
Kecepatan evaporasi (penguapan) sangat tinggi.
Kelembapan udara sangat rendah
Suhu lingkungan dibeberapa gurun sangat panas, dengan suhu
disiang hari mencapai 600C sedangkan malam hari mencapai 0 0C.
hewan yang hidup di gurun misalnya semut, kalajengking, kadal, ular,
tikus, burung dan unta.
5. Hutan gugur
Terdapat di daerah yang mengalami 4 musim (panas, dingin, semi, dan gugur), curah hujan
antara75-100 cm/tahun. Hewan yang hidup yauitu hamster, kelalawar, hewan pemakan biji,
dan hewan pengerat.
6. Taiga (hutan boreal)
Terdapat di daerah antara subtropics dan [Link] yang hidup misalnya moose,
beruang hitam, serigala, serangga, dan burung.
7. Tundra
Merupakann bioma yang paling dingin. Dibedakan atas 2 macam yiatu: tundra arktik
(terdapat di daeraah kutub utara), dan tundra alpin (terdapat di puncak pegunungan yang
tinggi). Hewan yang hidup yaitu caribou, muskox, rubah, dan burung ptarmigan.
8. Macam – Macam Interaksi Antar Komponen Ekosistem
1. Netralisme
Yaitu interaksi antara dua atau lebih spesies yang masing-masing tidak
terpengaruh oleh adanya asosiasi (tidak ada yang diuntungkan maupun
dirugikan).ex: sapi dengan kucing.
2. Kompetesi (persaingan)
Interaksi antara dua atau lebih spesies yang saling menghalangi (memiliki
kebutuhan yag sama). Kompetisi dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Kompetesi intraspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antara organisme
atau individu yang memiliki spesies sama. Ex: sesama kambing jantan
berkelahi untuk memperebutkan pasangan kawinnya.
b. Kompetesi interspesifik, yaitu persaingan yang terjadi antara organisme atau
individu yang berbeda spesies. Ex: tanaman jagung dan rumput yang sama-
sama tumbuh di ladang.
3. Komensalisme
Yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang salah satu pihak untung, dan
pihak lain tidak dirugikan. Ex: tumbuhan paku dan anggrek yanghidup menempel
pada pohon.
4. Amensalisme
Yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang berakibat salah satu pihak
dirugikan, sedangkan pihak lain tidak berakibat apa-apa (tidak untung dan tidak
rugi). Interaksi ini disebabkan oleh fenomena alelopati (fenomena ketika suatu
organisme menghasilkan zat kimia yang mempengaruhi kelangsungan hidup
7
organisme lain di sekitarnya). Ex: Nerium oleander menghasilkan racun oleandrin
yang mematikan bagi manusia.
5. Parasitisme
Yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang berakibat salah satu pihak
dirugikan sedangkan pihak lain diuntungkan. Ex: benalu yang hidup pada
tumbuhan lain.
6. Predasi (pemangsa)
Yaitu interaksi makan memakan antar organisme. Ex: ular yang memakan tikus.
7. Protokooperasi
Yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang kedua pihak memperoleh
keuntungan. Ex: kerbau dengan burung jalak.
8. Mutualisme
Yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang masing-masing pihak
memperoleh keuntungan dan saling membutuhkan sehingga asosiasi tersebut
merupakan keharusan. Ex: lichen yang merupakan mutualisme antara jamur
dengan Cyanobacteria.
9. Gambar Aliran Energi Dan Daur Biogeokimia Rantai Makanan Dalam
Ekosistem
[Link] Aliran Energi
Merupakan proses mengalirnya energi dimulai dari cahaya matahari ke
produser (diubaha dalam bentuk energi kimia), konsumen, kemudian tersebar ke
lingkungan dalam bentuk panas.
11. Defenisi Rantai Makanan Beserta Contohnya
Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan
melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.
8
Ex : rumput ulat burung ular.
12. Jaringan Makanan
Merupakan bentuk rantai makanan yang sangat kompleks. Semakin kompleks
jaring-jaring makanan menunjukkan semakin kompleksnya aliran energi dan aliran
makanan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kestabilan komunitas dan
kestabilan ekosistem. Artinya, jika salah satu spesies hilang, jaring-jaring makanan
masih tetap bisa berjalan. Sebaliknya, jika jaring-jaring makanan itu sederhana, jika
salah satu spesies hilang, maka aliran energi dan aliran makanan di dalam ekosistem
tersebut akan kacau.
13. Piramida Ekologi
Yaitu susunan tingkat trofik (tingkat nutrisi atau tingkat energy) secara
berurutan menurut rantai makanan atau jaring-jaring makanan dalam ekosistem.
Piramida ini berfungsi untuk menunjukkan perbandingan diantara tingkatan trofik
yang satu dengan tingkatan trofik yang lainnya pada suatu ekosistem.
14. Macam-Macam Piramida Ekologi
a. Piramida jumlah
Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal, jumlah
tumbuhan selalu lebih banyak dari pada organisme herbivora. Demikian pula jumlah
herbivora selalu lebih banyak dari pada jumlah karnivora tingkat 1. Karnivora tingkat
1 juga selalu lebih banyak dari pada karnivora tingkat 2. Piramida jumlah ini di
dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik.
b. Piramida biomassa
Biomassa adalah ukuran berat materi hidup diwaktu tertentu. Untuk
mengukur biomassa ditiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap
tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat
diperkirakan.
Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh
organisme di habitat tertentu, dan diukur dalam gram.
Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit
sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Dengan pengukuran
seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada
ekosistem.
c. Piramida energy
Piramida energi dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu
yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang
aliran energi dalam ekosistem. Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah
energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. Berkurang-nya energi yang
terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal berikut.
1) Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik
selanjutnya.
2) Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicemarkan dan dikeluarkan sebagai
sampah.
3) Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme,
sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi.
9
15. Gambar Piramida Ekologi
16. Syarat Piramida Ekologi Terbaik
a. Tidak dipengaruhi oleh ukuran organisme dan kecepatan metabolisme
organisme.
b. Menunjukkan efisiensi ekologi atau produktivitas ekosistem.
c. Memberikan gambaran berkaitan dengan sifat fungsional suatu ekosistem.
[Link] Beserta Macam - Macamnya
Produktivitas adalah hasil aktivitas metabolisme organisme berupa
pertumbuhan, penambahan, dan penimbunan biomassa dalam periode tertentu.
Terdiri atas 2 macam yaitu:
a. Produktivitas primer
Yaitu kecepatan pengubahan energy radiasi matahari melalui aktivitas
fotosintesis dan kemosintesis oleh produsen menjadi energi kimia dalam bentuk
bahan organik. Dibedakan menjadi 2 macam yaitu produktivitas primer kotor
(jumlah total materi organic atau karbon organic yang dihasilkan dalam proses
fotosintesis), dan produktivitas primer bersih (produktivitas primer kotor
dikurangi respirasi).
b. Produktivitas sekunder
Yaitu kecepatan penyimpanan energi oleh organisme tingkat konsumen
(heterotrof).
18. Daur Biogeokimia
Yaitu peredaran unsur-unsur kimia dari lingkungan melalui komponen biotik
dan kembali lagi ke lingkungan. Proses tersebut terjadi secara berulang-ulang dan
tak terbatas.
10
Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan
semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik
komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi
dapat terjaga.
19. Macam – Macam Biogeokimia
a. Daur Karbon dan Oksigen
Sumber karbon ada yang sebagai senyawa anorganik karbonat (CO=3) dan
tidak dalam bentuk organik terikat. Proses ini dapat terjadi pada ekosistem laut,
misalnya, dalam pembuatan kulit kerang satwa laut (kerang, tiram, beberapa
protozoa, dan ganggang).
b. Daur Nitrogen
Cadangan nitrogen di atmosfer terdapat dalam bentuk nitrogen molekuler
(N2) yang mulia dan hanya bakteri yang dapat memanfaatkannya. Salah satu
bakteri yang dapat mnyuburkan tanah adalah Nitrosococcus dan Nitrosomonas
karena dapat mengubah amonia menjadi nitrit.
c. Daur Air
Di dalam jaringan, air mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai medium
hara tanaman yang menjadi pengantar ke tanaman autotropik, sebagai cairan
dari molekul organik, menjadi regulator panas tubuh, menjadi medium sedimen,
sumber utama nutrisi di muka bumi, dan sangat penting bagi ekosistem akuatik.
d. Daur Fosfor
Di alam, fosfor dapat dijumpai sebagai PO4, HPO4, atau H2PO4 berbentuk ion
fosfat anorganik, larutan fosfat organik, fosfat partikulat, atau fosfat mineral
dalam batuan atau sedimen. Sumber fosfat utama adalah batuan kristal yang
lapuk atau hanyut karena erosi.
e. Daur Belerang (Sulfur)
Seperti pada daur nitrogen dan daur lainnya, belerang mengikuti rantai
makanan secara umum dengan limbah berupa feses. Penyimpangan terjadi
hanya karena adanya kebakaran hutan yang menyebabkan oksidasi menjadi
dioksida. Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk anion sulfat (SO 42-) dari
dalam tanah.
20. Dinamika Komunitas
Komunitas merupakan kumpulan dari berbagai populasi yang saling
berinteraksi di dalam suatu ekosistem. Perubahan komunitas dari terjadi melalui 2
cara yaitu:
a. Perubahan komunitas siklis
Yaitu perubahan komunitas yang terjadi pada periode tertentu tetapi mudah
kembali ke keadaan yang hampir sama dengan keadaan sebelumnya. Ex: perubahan
komunitas pada musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim hujan jumlah
serangga dan katak lebih banyak dari pada musim kemarau.
b. Perubahan komunitas nonsiklis
Yaitu perubahan komunitas yang terjadi secara drastis dengan kondisi komunitas
cenderung berubah secara permanen. Perubahan ini berkaitan dengan nilai sejarah.
Ex: evolusi, migrasi, dan punahnya beberapa spesies tertentu.
Perubahan komunitas dalam ekosistem dikenal dengan suksesi
11
21. Suksesi
Suksesi adalah Proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu
menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil. Proses suksesi akan
berakhir apabila lingkungan tersebut telah mencapai keadaan yang stabil atau telah
mencapai klimaks.
22. Macam – Macam Suksesi
a. Suksesi Primer
Suksesi primer terjadi ketika komunitas awal terganggu dan mengakibatkan
hilangnya komunitas awal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal
tersebut akan terbentuk substrat dan habitat baru.
b. Suksesi Sekunder
Yaitu apabila dalam suatu ekosistem alami mengalami gangguan, baik secara
alami ataupun buatan (karena manusia), dan gangguan tersebut tidak merusak total
tempat tumbuh organisme yang ada sehingga dalam ekosistem tersebut substrat
lama dan kehidupan lama masih ada.
Faktor yang mempengaruhi proses suksesi, yaitu:
1. Luasnya habitat asal yang mengalami kerusakan.
2. Jenis-jenis tumbuhan di sekitar ekosistem yang terganggu.
3. Kecepatan pemencaran biji atau benih dalam ekosistem tersebut.
4. Iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membawa biji, spora.
5. Jenis substrat baru yang terbentuk.
23. Skema Urutan Perkembangan Pada Suksesi Primer
Permukaan tanah terbuka vegetasi perintis (Cyianobacteria, lichen)
Vegetasi Cryptogamae (jamur, ganggang, lumut, tumbuhan oaku)
Vegetasi rumput dan semak kecil vegetasi semak belukar vegetasi
Perdu dan pohon vegetasi klimaks.
Evaluasi
1. Jelaskan perbedaan antara topografi dengan keadaan suhu dan kelembapan ?
2. Bagaimana perbedaan piramida biomassa pada ekosistem perairan dengan
ekosistem daratan ?
3. Bagaimana perbedaan rantai makanan pemangsa dengan rantai makanan parasit ?
4. Buatlah contoh jaring-jaring makanan yang terjadi di danau ?
5. Tuliskan reaksi fotosintesis sederhana yang dilakukan oleh produsen ?
12