SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
KELUARGA BERENCANA ( KB )
Dosen Pengampu : Suhrawardi, SKM., M.P.H
DISUSUN OLEH :
DEA MUNITA P07124122009
LOLA HIDAYAH P07124122030
NOR ALAN NOR P07124122041
NURMARWA HANIFA P07124122049
RIZKYNA APRIYANA P07124122058
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
DIPLOMA TIGA KEBIDANAN
TAHUN 2023
SATUAN ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA ( KB )
A. TOPOK
Keluarga Berencana ( KB )
B. SASARAN
Pasangan usia subur
C. TEMPAT
Rumah Kepala Desa
D. WAKTU
10.00-SELESAI WITA
E. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Ibu mengetahui macam-macam metode kontrasepsi yang dapat digunakan pasangan
usia subur.
F. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1. Ibu mengetahui pengertian KB
2. Ibu mengetahui manfaat KB
3. Ibu mengetahui macam macam metode alat kontrasepsi
G. METODE
1. Diskusi
2. Ceramah
H. EVALUASI
1. Ibu dapat menjelaskan kembali pengertian KB dan manfaat KB.
2. Ibu dapat menyebutkan macam-macam metode kontrasepsi untuk ibu menyusui.
3. Ibu dapat menyebutkan beberapa keuntungan pemakaian alat kontrasepsi.
4. Ibu dapat memilih atau menentukan metode kontrasepsi yang biasa cocok bagi
dirinya
I. MATERI
1. Pengertian
Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan
jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan
kehamilan, atau salah satu usaha untuk membantu keluarga termasuk individu
merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik sehingga dapat mencapai
keluarga berkualitas.
2. Manfaat Keluarga Berencana
a. Perbaikan kesehatan badan ibu
b. Adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anaak, beristirahat, dan
menikmati waktu luang serta melakukan kegiatan-kegiatan lain.
c. Perkembangan fisik, mental dan sosial anak lebih sempurna.
d. Perencanan kesempatan pendidikan yang lebih baik
3. Macam- Macam Metode Kontrasepsi
a. Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi
yang mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI).
MAL sebagai kontrasepsi bila:
1. Menyusui secara penuh
2. Belum haid
3. Umur bayi kurang dari 6 bulan
Cara kerja:
Penundaan/penekanan ovulasi.
Keuntungan kontrasepsi:
1. Efektivitas tinggi
2. Tidak mengganggu senggama
3. Tidak ada efek samping secara sistemik
4. Tidak perlu obat atau alat
5. Tanpa biaya
Cara pemakaian:
1. Bayi disusui menurut kebutuhan bayi (ngeksel).
2. Biarkan bayi menghisap sampai melepaskan sendiri hisapannya.
3. Susui bayi anda juga pada malam hari, karena menyusu pada waktu
malam membantu mempertahankan kecukupan kebutuhan ASI.
4. Bayi terus disusukan walau ibu atau bayi sedang sakit.
5. Ketika mendapat haid pertanda ibu sudah subur kembali dan harus
segera mulai metode KB lainnya.
b. Pil
Cocok untuk ibu menyusui, tidak menurunka produksi ASI, dapat digunakan
sebagai kontrasepsi darurat. Efek samping: gangguan perdarahan (perdarahan
bercak atau perdarahan tidak teratur)
Cara kerja:
1. Menekan ovulasi.
2. Rahim tidak bisa menerima hasil pembuahan.
3. Mengentalkan lendir servik.
4. Mengganggu transportasi sperma.
Keuntungan:
1. Tidak mengganggu hubungan seksual.
2. Tidak mempengaruhi ASI.
3. Kesuburan cepat kembali.
4. Dapat dihentukan setiap saat
Cara pemakaian:
1. Mulai hari pertama sampai hari kelima siklus haid.
2. Diminum setiap hari pada saat yang sama.
3. Bila lupa 1 atau 2 pil minumlah segera pil yang terlupa dan gunakan
metode pelindung sampai akhir bulan.
4. Bila tidak haid, mulailah paket baru 1 hari setelah paket terakhir.
Cara pemakaian:
1. Mulai hari pertama sampai hari kelima siklus haid.
2. Diminum setiap hari pada saat yang sama.
3. Bila lupa 1 atau 2 pil minumlah segera pil yang terlupa dan gunakan
metode pelindung sampai akhir bulan.
4. Bila tidak haid, mulailah paket baru 1 hari setelah paket terakhir.
c. Suntik Progesteron
Sangat efektif dan aman. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia
reprroduksi. Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan. Cocok
untuk masa menyusui, karena tidak menekan produksi ASI.
Cara kerja :
1. Mencegah ovulasi.
2. Mengentalkan lendir servik.
3. Menghambat transportasi sperma.
Keuntungan :
1. Sangat efektif
2. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
3. Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai pre
menopause
4. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap
penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah
Cara pemakaian :
1. Setiaap saat selama siklus haid, asal tidak sedang hamil
2. Mulai hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid
3. Selama 7 hari setelah suntikan pertama tidak boleh melakukan
hubungan seksual
4. Kontrasepsi suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara
disuntik IM dalam didaerah pantat. suntikan diberikan setiap 90 hari
d. Kontrasepsi IMPLAN
Efektif selama 5 tahun, untuk Norplant, 3 tahun untuk Jadena, Indoplant, dan
Implanon. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi.
Pemasangan dan pencabutan perlu pelatihan. Kesuburan segera kembali
setelah implant di cabut. Aman dipakai saat laktasi.
Cara Kerja:
1. Lendir serviks menjadi kental
2. Menganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi
implantasi.
3. Mengurangi transportasi sperma.
4. Menekan ovulasi
Keuntungan:
1. Daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
2. Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan.
3. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
4. Bebas pengaruh estrogen
5. Tidak mengganggu senggama
6. Tidak mengganggu produksi ASI
7. Dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan
Cara Pemakaian:
1. Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7, atau 6 minggu
sampai 6 bulan pasca persalinan, pasca keguguran.
2. Bila klien menggunakan kontrasepsi hormonal atau AKDR dan ingin
menggantinya dengan implant, insersi dapat dilakukan setiap saat.
3. Daerah pemasangan atau insersi pada lengan kiri atas bagian dalam (sub
kutan).
4. Daerah insersi harus tetap kering dan bersih selama 48 jam pertama (untuk
mencegah infeksi pada luka insisi)
5. Balutan penekan tetap ditinggalkan selama 48 jam, sedangkan plester
dipertahankan hingga luka sembuh (biasanya 5 hari)
6. Setelah luka sembuh daerah tersebut dapat disentuh dan dicuci dengan
tekanan wajar.
7. Bila ditenmukan adanya tanda-tanda infeksi seperti demam peradangan,
atau bila ada rasa sakit menetap selama beberapa hari, segera kembali ke
klinik.
8. Setelah masa pemakaian habis, implan harus segera dilepas.
e. Alat kontrasepsi dalam Rahim ( AKDR )
Sangat efektif, reversibel, dan berjangka panjang. Haid menjadi lebih lama
dan lebih banyak Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan Dapat
dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi Tidak boleh dipakai oleh
wanita yang terpapar Infeksi Menular Seksual. Ada beberapa jenis : CuT-
380A, NOVA-T, Lípez Loops.
Cara Kerja :
1. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi.
2. Mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri.
3. Mencegah sperma dan ovum bertemu atau membuat sperma sulit masuk
ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurang kemampuan sperma
untuk fertilisasi
4. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus
Keuntungan :
1. Efektifitas tinggi (0,6-0,8 kehamilan/ 100 wanita dalam 1 tahun pertama,
1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan).
2. Metode jangka panjang ( 10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu
diganti).
3. Tidak mempengaruhi hububungan seksual, dan meningkatkan
kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
4. Tidak mempengaruhi kualitas dan produksi ASI.
5. Dapat dipasang segera setelah melahirkan dan sesudah abortus ( apabila
tidak terjadi infeksi )
6. Dapat digunakan sampai menoupouse ( 1 tahun atau lebih setelah haid
terakhir ).
7. Tidak ada interaksi dengan obat-obat.
Cara Pemakaian :
[Link] waktu dalam siklus haid, dan dipastikan klien tidak hamil.
[Link] pertama sampai ke-7 siklus haid.
[Link] setelah melahirkan ( 4 minggu pasca persalinan ) dan setelah 6 bulan
dengan metode MAL.
[Link] abortus ( bila tidak ada gejala infeksi )
[Link] 1-5 hari setelah senggama yang tidak dilindungi
[Link] dipasang di dalam rahim.
7. Kembali memeriksakan diri setelah 4-6 minggu setelah pemasangan.
[Link] bulan pertama pemakaian AKDR, periksa benang secara rutin
terutama setelah haid.
9. Segera kembali ke klinik apabila: tidak dapat meraba benang AKDR,
merasakan bagian yang keras dari AKDR, AKDR terlepas, siklus haid
terganggu atau meleset, terjadi pengeluaran cairan vagina yang
mencurugakan, adanya infeksi.
10. Setelah masa pemakaian habis, AKDR harus segera dilepas.