0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan33 halaman

Logbook Stase Kebidanan Komunitas

Dokumen ini adalah Logbook Praktik Stase Asuhan Kebidanan Komunitas untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan di ITKES Muhammadiyah Sidrap tahun 2022/2023. Terdapat informasi mengenai identitas mahasiswa, sambutan rektor, tujuan praktik, tempat dan waktu pelaksanaan, kompetensi yang ingin dicapai, serta laporan kegiatan yang dilakukan selama praktik. Logbook ini juga mencakup analisis dan dokumentasi terkait asuhan kebidanan di komunitas.

Diunggah oleh

nasrawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan33 halaman

Logbook Stase Kebidanan Komunitas

Dokumen ini adalah Logbook Praktik Stase Asuhan Kebidanan Komunitas untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan di ITKES Muhammadiyah Sidrap tahun 2022/2023. Terdapat informasi mengenai identitas mahasiswa, sambutan rektor, tujuan praktik, tempat dan waktu pelaksanaan, kompetensi yang ingin dicapai, serta laporan kegiatan yang dilakukan selama praktik. Logbook ini juga mencakup analisis dan dokumentasi terkait asuhan kebidanan di komunitas.

Diunggah oleh

nasrawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU LOGBOOK PRAKTIK PROFESI

STASE ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

IDENTITAS MAHASISWA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN PROGRAM


PROFESI

Nama Mahasiswa : Ety KUrnia


NIM : 202110074
Tempat/Tangga Lahir : Pangkep, 17 Desember 1975
No. HP : 085255029226
Email : etykurnia122@[Link]
Alamat : Malise, [Link]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI PROGRAM PROFESI


INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN SAINS
(ITKES)
MUHAMMADIYAH SIDRAP
2022/2023

1
SAMBUTAN
REKTOR ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP

Dengan senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah


SWT, karena atas rahmat dan karuniaNya jualah maka Logbook
Praktik Stase Asuhan Kebidanan Komunitas Program studi
Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi ITKES Muhammadiyah
Sidenreng Rappang tahun 2022/2023 dapat diselesaikan.
Kami haturkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas
kerjasama dalam melaksanakan tugas – tugas ini dengan baik
Harapan kami dengan Kepada semua pihak yang telah berjasa
dalam penyusunan loogbook ini, sekali lagi diucapkan terima kasih. Dan
marilah kita berkomitmen untuk memajukan Pendidikan Tinggi ITKES
Muhammadiyah Sidrap dengan menjadi bagian penting dalam
Peningkatan Sumber Daya Manusia yang islami dan berkemajuan.

Pangkajene, 11 Zulhijjah 1443 H


20 Juli 2022 M
Rektor,

ttd

[Link] Tahir, SKM.,M. Kes


NBM. 1062552

2
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena

atas izin-Nya jualah maka Logbook Praktik Stase Asuhan

Kebidanan Komunitas Program studi Pendidikan Profesi Bidan

Program Profesi ITKES Muhammadiyah Sidenreng Rappang tahun 2022 -

2023 dapat diselesaikan.

Kami sadar bahwa apa yang terkandung dalam pedoman ini belum

tersaji dengan optimal, sehingga perlu kritik dan saran demi

tersempurnanya pedoman ini.

Jazakumullahu khairan katsiran.

Fastabiqulkhaerat.

Sidrap, 21 Oktober 2022


Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan
ITKes Muhammadiyah Sidrap

ttd

Wilda Rezki Pratiwi, [Link]., M. Kes


NBM. 1259290

3
STASE X

ASUHAN KEBIDANAN
KOMUNITAS

4
STASE X
ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS
A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memberikan pengalaman belajar klinik pada mahasiswa
dalam lingkup asuhan kebidanan komunitas tentang Manajerial
Asuhan Kebidanan Komunitas, Pengambilan Keputusan dalam
Pelayanan Kebidanan, dan Manajemen Pelayanan Kebidanan.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan asuhan kebidanan pada seluruh siklus kehidupan
perempuan dan anak secara komprehensif dan berkesinambungan yang
didukung kemampuan berpikir kritis, rasionalisasi klinis dan refleksi
b. Mampu melakukan KEI, promosi kesehatan dan konseling tentang tentang
kesehatan reproduksi sehat,perencanaan keluarga, keadilan dan
kesejahteraan gender
c. Mampu melakukan manajemen kenidanan komunikasi termasuk upaya
negosiasi, advokasi, dan kalanorasi interprofesional dalam upayah
miningkatkan status kesehatan ibu dan anak
d. Mampu melakukan upaya pemberdayaan perempuan sebagai mitra untuk
meningkatkan kesehatan, dan atisipasi masalah, pencegahan komplikasi
dan kegawatdaruratan.
e. Mampu membuat keputusan secara tepat dalam pelayanan kebidanan
berdasarkan pemikiran logis, ktitis, inovatif sesuai dengan kode etik
B. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Waktu Praktik : 21 November 2022 – 03 Desember 2022
Tempat : Desa Bowong Cindea
Bagian : Wilayah Puskesmas Bowong Cindea
C. KOMPETENSI YANG INGIN DICAPAI
1. Program KIA dan pemantauan PWS KIA

2. Asuhan Antenatal Pada Kebidanan Komunitas

3. Asuhan Intranatal Pada Kebidanan Komunitas

4. Manajemen postpartum

5. Asuhan BBL Pada Kebidanan Komunitas

6. Pelayanan keluarga berencana Pada KEbidanan Komunitas

7. MTBS

8. Sistem Rujukan

5
9. Monitoring dan Evaluasi kegiatan Pelayanan kebidanan
Komunitas

10. Asuhan kebidanan berbasis komunitas

11. Komunikasi dan budaya dalam pengasuhan

12. Komunikasi dalam peran masyarakat dan kesehatan


masyarakat dalam pengasuhan

13. Komunikasi tuntutan masyarakat terhadap perubahan dan


perbaikan dalam pelayanan

14. Melakukan Integrasi kebidanan pada sistem kesehatan


masyarakat

15. Program komunitas terkait kesehatan ibu, anak dan kesehatan


reproduksi

16. Pelayanan kebidanan dikomunitas

17. Analisis sosial dan analisis situasi dikomunikasi

18. Diagnosis komunitas

19. Melakukan Pengelolaan masalah di komunitas

20. Advokasi, negosiasi dan membangun kemitraan dikomunitas

21. Pencatatan dan pelaporan dikomunitas

22. Keterlibatan bidan dalam pengambilan keputusan

23. Pengambilan keputusan klinis

24. Komunikasi Interpersonal atau Konseling (KIP/K)

25. Praktik KIP/K dalam pelayanan kebidanan

26. manajemen pelayanan

27. melakukan Langkah-langkah manajemen pelayanan

28. Aplikasi manajemen kebidanan pelayanan

29. penjaminan mutu dalam pelayanan kebidanan

30. Asuhan yang Dipimpin oleh Bidan (Midwifery Led/L&D care)

31. Evidence terkait asuhan kebidanan

32. Role model dalam asuhan kebidanan


6
33. Manajemen dalam asuhan kebidanan

34. manajemen Bidan Praktek Mandiri

35. Pengukuran kualitas dan mutu asuhan

D. TARGET

1. Laporan Kelompok 1
2. Laporan Individu 1

E. PENILAIAN

No Target Tanggal Catatan


Stase Pelaksanaan
1. Laporan 28 NovemberTelah menyusun laporan dengan cara
Kelompok 2022 diskusi dengan teman kelompok dan
bimbingan dari Ci lahan.
Mengolah data yang ada di Puskesmas
untuk wilayah kerja Desa Bowong Cindea
2 Laporan 28 NovemberTelah terlibat dalam kegiatan lapangan,
Individu 2022 dan melakukan pembinaan keluarga yang
memiliki masalah kesehatan berupa PUS
Tidak BerKB dan sudah memiliki 1 anak

7
**Laporan Kelompok**

Format Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Komunitas

Nama Pengkaji : ETY KURNIA

FORMAT PENGKAJIAN DATA TINGKAT BIDAN DESA BOWONG CINDEA


PRAKTIK KEBIDANAN KOMUNITAS PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN
Bagaimana sistem kerja Bagaimana cara bidan Bagaimana cara bidan
bidan di wilayah kerjanya? untuk melakukan melakukan rujukan ke fasilitas
Bidan yang bertugas di kolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lebih tinggi dan
Puskesmas Bowong Cindea kesehatan lainnya? di mana sajakah lokasinya?
mendapat beban tanggung Karena jumlah bidan di Puskesmas Bowong Cindea
jawab sebagai bidan Puskesmas cukup banyak, mempunyai wilayah kerja 2 Desa
pendamping ibu hamil, Khususnya yang bertugas dan 1 Kelurahan. Kelurahan Bori
nifas, bayi, balita yang di Puskesmas ada 25 orang Appaka lokasinya lebih deat ke
dibagi perwilayah dusun dan
baik ASN dan Non ASN. RS Rujukan, sehingga untuk
kampung.
Kebijakan yang di ambil kondisi darurat pasien akan di
Untuk wilayah yang oleh manajemen antar langsung ke RS dan Lapor
lokasinya jauh dan sulit di Puskesmas ke Puskesmas dilakukan Via
jangkau seperti Kampung memperbantukan beberapa telepon dan WA, untuk
Bontoa Desa Bowong bidan di program lain meminimalkan terbuangnya
Cindea, Bidan pendamping
seperti TU, waktu dalam proses rujukan.
yang bertugas adalah bidan
Laboratorium,RM dan juga Begitu pula untuk beberapa
yang berdomisili tidak jauh
terlibat dalam program lain wilayah yang memudahkan
dari wilayah tersebut, agar
seperti Imunisasi, PIS PK, pasien segera mendapat
bidan dapat memaksimalkan
waktunya dalam Gizi, PKPR, Prolanis, pertolongan disarana yang lebih
pendampingan sasaran. Kestrad, Sijagai/Homecare dekat, dibuatlah suatu prosedur
dan kegiatan lainnya yang yang memudahkan pasien dalam
membutuhkan kerjasama mendapatkan pelayanan
dengan tenaga kesehatan kesehatan dan penanganan yang
yang berprofesi Bidan. lebih cepat dan tepat.
Program – program Berapa banyak kader yang Adakah bekerja sama dengan
kesehatan apa saja yang bekerja sama dengan ibu dukun yang terlatih maupun
sedang dicanangkan bidan bidan? yang tidak terlatih? (jika ada)
□ Ada, sebutkan: □ Ada, sebutkan: Ada dua
Desa Bowong cindea
dukun beranak di Desa
Posyandu Milenial memiliki 3 posyandu, tiap Bowong Cindea dan
melibatkan remaja sebagai posyandu memiliki 5 kader semuanya sudah melakukan
8
calon PUS agar mendapat kemitraan denga Puskesmas.
Kader KB di Desa
pelayanan dan perhatian Tidak ada lagi persalinan
kesehatan sehingga remaja Bowong Cindea ada 6 Dukun dan persalinan di
secara dini dideteksi faktor kader. rumah. Semuanya telah
resiko kesehatannya sebelum datang ke Faskes dan ditolong
menjadi PUS oleh Bidan dan Dokter.
Pendampingan keluarga catin,
bumil, bayi balita stunting, □ Tidak ada dukun yang tidak
nifas dan keluarga rawan gizi bermitra dengan Puskesmas
bersama BKKBN.
Bersama-sama melakukan
pembinaan dan pengawasan
pada sasaran agar semua
sasaran KIA diwilayah kerja
Puskesmas dapat terpantau
secara optimal dan
melibatkan banyak sektor dan
keluarga.

□ Tidak ada

Berapa banyak Jumlah Data cakupan Apakah semua ibu hamil yang
kelahiran dan kematian 1. Kunjungan Ibu Hamil melakukan kunjungan
dalam 1 tahun terakhir K1 :69 mendapatkan tablet Fe?
1. Kelahiran : K6 :49 □ Ya, Berapa: 90 Tablet
□ Kelahiran hidup: 46 >K6 :
□ Kelahiran dengan □ Tidak, alasan:
cacat bawaan : 0 2. Kunjungan Neonatus
2. AKB : KN 1 : 46
Berapa Jumlah Persalinan yang
□ Kelahiran mati pada KN 2 : 45
ditolong bidan?
bayi baru lahir : 1 KN 3 : 45
kasus Ada 49 persalinan
□ KJDR : 2 kasus
3. Kunjungan Nifas Jumlah Inisiasi Menyusu Dini
□ BBLR : 2 kasus di
□ Kematian neonatus KF1 : 49 bidan ? 46 bayi
pada usia 0 – 28 KF 2: 49
Jumlah bayi yang mendapatkan
harI: 1 kasus KF 3: 49
ASI Eksklusif? 45 bayi

9
□ Kematian bayi pada 4. Imunisasi Apakah ibu melakukan
usia 28 hari – 12 BCG : 45 pertolongan persalinan dengan
bulan: HB : 45 patograf dan berapakah yang
DPT : 35 resti?
3. AKI : 0 Polio : 35
Ya ada 10% kasus dengan
Campak: 8
partograf resti yang dirujuk ke
HB.O : 6
RS untuk menadapatkan
penanganan lebih lanjut

Pelaksanaan P4K (stiker, Jumlah Akseptor KB : Apakah ada kegiatan evaluasi


ambulan, donor, suami  Kondom : dalam pelayanan yang diberikan
siaga, tabulin, BPJS)  Pil :90 oleh bidan ?
 Stiker : ya  Suntik 1 bulan :15
Pelayanan nifas KF 2 dan 3
 Ambulan : ya  Suntik 3 bulan :216 dilakukan dirumah pasien
 Donor : ya  IUD :9
 Suami siaga : ya  Implant :98 Pelayanan KN 2,3 dan 4
 Tabulin : ya  MOW : 16 Dilakukan di rumah pasien
 BPJS : ya  MOP :1 Memfasilitasi pembuatan Akte
kelahiran dan BPJS untuk bayi
yang bersyarat dokuemnnya

Apakah bidan mengikuti


kegiatan pelatihan khusus untuk
meningkatkan kompetensi?

Ya

APN

CTU

ANC

AMP

Resusitasi

Dan pelatihan lainnya yang dapat


meningkatkan kompetensi
profesi bidan

Apakah ada komplikasi maternal


dan neonatal yang pernah ibu

10
Kasus rujukan dan penyebab Kejadian Luar Biasa tangani ?
dirujuk di wilayah bidan (KLB) kasus kebidanan
(seperti kejadian campak, Jika Ya, Jelaskan
Ibu hamil resiko
polio, difteri, pertusis, Penanganan ibu hamil dengan PE,
Ibu bersalin resiko hepatitis pada bayi ataupun ibu Inpartu dengan PE, asfiksia
bayi, ibu sesak\, KPD, Partus
Bayi balita resiko wanita, tetanus lama, abortus, mola, mioma, HIV,
neonatorum, IMS, dsb.) Ibu hamil dan inpartu Covid 19
Post partum resiko dll Semua tindakan ini dilakukan
Ibu hamil covid sesuai priosedur dan hasil
Bayi asfiksia
Ibu hamil HIV kolabiorasi dengan dojkter
Bayi dengan kelainan Apa saja penyakit yang sering
kongenital Ibu hamil dengan GO
diderita warga sekitar khususnya
Bayi marasmus Ibu hamil dengan sipilis cakupan kebidanan?

Ibu hamil covid Ibu hamil Anemia

Ibu bersalin dan nifas covis Ibu hamil KEK

Ibu hamil dan nifas HIV Ibu hamil PE

Bayi balita marasmus Ibu Hamil dengan Hepatitis B

Peran dan tanggung jawab Bagaimana cara Kendala yang dihadapi bidan
bidan dalam komunitas pendekatan bidan di dalam komunitas
komunitas
meliputi kemampuan Sarana dan prasarana saat
memberikan penyuluhan Pendekatan edukatif melakukan pelayanan khususnya
dan pelayanan dalam peran serta kegiatan kunjungan rumah dan
individu,keluarga dan masyarakat untuk kegiatan lapangan lainnya, faktor
masyarakat memecahkan masalah sosial budaya, kondisi geografis
yang dihadapi oleh
Membuat masyarakat kita
masyarakat yang
paham, mengerti dan mau
merupakan masalah
melaksanakan kesehatan
kebidanan komunitas
karena berkaitan dengan
kualitas dari masyarakat
tersebut

Harapan bidan Isu terkini yang ada ......................................................


terhadap praktik komunitas di wilayah kerja ......................................................
kebidanan di masa yang ......................................................
Semua Catin harus
akan datang ......................................................
memerijksakan diri ke
......................................................
Fasilitas sarana dan puskesmas
......................................................
11
prasarana bidan di mendapatakan ......................................................
kegiatan komunitas dapat pemeriksaan Planotes, ......................................................
lebih memadai sehingga Haemogblobin, HIV, ......................................................
hasil yang diharapkan juga Hepatitis, Bebas
lebih baik Narkoba

Bidan senantiasa mendapat Kebijakan Desa


kesempatan untuk Bowong Cindea. Semua
peningkatan kapasitas Catin di bawah umur
khusunya yang terkait tidak akan mendapatkan
pelayanan di komunitas pengantar ke KUA
untuk ijin menikah

Tanggapan Saudara terhadap situasi pelayanan kesehatan di wilayah Saudara

Tingginya kasus pernikahan usia kurang dari 20 tahun dan kehamilan dengan usia kurang dari 20
tahun, menjadi tantangan untuk nakes di wilayah kerja Puskesmas Bowong. Untuk melakukan upaya
penurunan kasus tersebut dengan melibatkan lintas sektor. Advokasi kejejang yang lebih tinggi dalam
pengusulan suatu Perdes dan Perda. Sehingga semua OPD yang terkait dapat bersama sama membuat
suatu kebijakan tingkat Desa dan Kabupaten, agar dapat mengendalikan masalah pernikahan dibawah
umur di Wilayah Puskesmas Bowong Cindea dan Kab Pangkep pada umumnya

12
**Tinjauan Kasus ( Pengkajian Kelompok )**

Pengumpulan Data / Pengkajian


1. Data Demografi
Puskesmas Bowong Cindea dengan kode 73090502 terletak di kmp Lempangan
Desa Bowong Cindea wilayah Kec Bungoro Kab Pangkep
Luas wilayah Km2
Desa Bowong Cindea 5,28
Batas Batas wilayah
Sebelah utara : Kec Labakkang
Sebelah Selatan : Kelurahan Bori Appala
Sebelah Timur : Kelurahan Samalewa
Sebelah Barat : Desa Bulu Cindea
2. Kependudukan
a. Jumlah KK : 1339
b. Jumlah Penduduk : 4183
a) Laki – laki : 2033
b) Perempuan : 2154
c. Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
No Kelompok Umur L P Jumlah %
1 0-11 Bulan 34 11 45 1,07
2 1-4 Tahun 52 108 160 3,82
3 5-6 Tahun 195 194 389 9,29
4 7-14Tahun 171 187 358 8,55
5 15-49 Tahun 816 809 1624 38,78
6 50 -60 Tahun 522 583 1105 26,39
7 60 Tahun ke atas 243 263 506 1,33
Total 2033 2154 4.187
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Indikator tertinggi : Usia Produktif 15 – 49 tahun sebanyak 1624 jiwa
Indikator terendah Bayi 0-11 bulan 45 jiwa

d. Distribusi Penduduk menurut Tingkat Pendidikan


No Tingkat Pendidikan Jumlah %
1 Tidak tamat SD 2000 47,7
2 Tamat SD 1154 27,5
3 SMP 218 5,2
4 SMA 705 16,8
5 Akademi dan sarjana 110 2,6
Total 4187 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Tidak tamat SD 47,7 %
Berpendidikan sarjana 2,6%

e. Distribusi penduduk menurut pekerjaan ( Kepala Keluarga)


No Pekerjaaan Jumlah %
1 Petani 1148 85,7 13
2 Karyawan swasta 176 13,1
3 ASN 15 1,1
Total 1339 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Petani 86,7%
ASN 1,1%

f. Status Kesehatan
Jumlah orang sakit / Bulan : 700 ( 16,7 %)
a. Bayi 3
b. Balita 25
c. Remaja 245
d. WUS 325
e. Ibu Hamil 65.
f. Lansia 40
g. Sarana / Tempat Berobat
No Sarana Jumlah %
1 TPMB/BPM 1 50
2 PUSKESMAS 1 50
3 RS 0
4 KLINIK UMUM 0
5 KLINIK DOKTER OBGYN 0
Total 2 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Tidak ada klinik dan ada satu TPMB

h. Kematian ( dalam satu tahun yang lalu)

No Kematian Jumlah %
1 Neonatus 1 100
2 Bayi 0
3 Balita 0
4 Ibu Bersalin 0
Total 1 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Tertinggi neonatus 1 kasus
Terendah ibu bersalin 0 kasus

i. Pelayanan Kesehatan KIA


1. Kehamilan
a) Jumlah Ibu Hamil : 44 Orang
b) Paritas

No Paritas Jumlah %
1 Primigravida ( hamil I) 15 34,0
2 Multigravida (Hamil II – IV ) 27 61,3
3 Grande Multigravida ( Hamil >IV 2 4,5
Total 44 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah 14
Tertinggi kehamilan multipara 61,3%
Terendah grandemultigravida 4,5%
c) Usia Kehamilan

No Usia Kehamilan Jumlah %


1 4 Minggu – 12 Minggu 10 22,7
2 13 Minggu – 24 Minggu 17 38,6
3 25 Minggu – 32 Minggu 12 27,2
4 ≥ 33 Minggu 5 11,3
Total 44 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Tertinggi triwulan kedua kehamilan 38,6%
Terendah triwulan ketiga kehamilan 11,3%

d) Resiko
No Kategori Resiko Jumlah %
1 Kehamilan Resiko Rendah 3 50
2 Kehamilan Resiko Tinggi 2 33,3
3 Kehamilan Resiko Sangat Tinggi 1 16,6
Total 6 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Resiko Tinggi dengan Riwayat SC 1 kasus 16,6%
Resiko rendah dengan anemia ringan 10 gr% dan kek 50%

e) Frekuensi Pemeriksaan kehamilan


No Frekuensi Pemeriksaan Jumlah %
1 1 kali 10 19,6
2 2 kali 17 33,3
3 3 kali 12 23,5
4 4 kali 6 11,7
5 5 kali 3 5,8
6 ≥ 6 kali 3 5,8
7 Belum Pernah Periksa 0 0
Total 51 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Periksa 2 kali 33,3%
Tidak pernah periksa 0%

f) Imunisasi TT
No Imunisasi Jumlah %
1 TT1 10 31,2
2 TT2 10 31,2
3 TT3 6 18,7
4 TT4 3 9,3
5 TT5 3 9,3
Total 32 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah 15
TT 1 31,2%
TT 5 9,3%
g) Pemberian Tablet Fe
No Pemberian Tablet Fe Jumlah %
1 30 Tablet 10 19,6
2 60 Tablet 17 33,3
3 90 Tablet 24 47
Total 51 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
90 Tablet tertinggi 47%
30 Tablet terendah 19,6 %

h) Ibu Hamil Ikut Tabulin


No Ibu Hamil Ikut Tabulin Jumlah %
1 Ikut Tabulin 0 0
2 Tidak Ikut Tabulin 0 0
Total 0 0
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Tidak ada kegiatan tabulin

2. Persalinan
a) Jumlah Persalinan
No Persalinan Jumlah %
1 Normal 44 89,7
2 Rujukan 5 10,2
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Normal 89,7%
Dirujuk 10,2%

b) Penolong Persalinan
No Penolong Persalinan Jumlah %
1 Bidan 25 89,2
2 Dokter 1 3,5
3 Dukun Bayi Terlatih 2 7,1
Total 28 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Bidan 89,2%
Dokter 3,5 %

c) Jumlah Bayi Lahir


No Penolong Persalinan Jumlah %
1 Lahir Hidup 46 89,7
2 Lahir Mati 1 2
3 Lahir BBLR 2 4
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Lahir hidup 89,7%
16
Lahir mati 2%
d) Pelayanan Kesehatan
No Pelayanan Kesehatan Jumlah %
1 Dirumah 0 0
2 Dipelayanan Kesehatan 49 100
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Di sarana 100%
Dirumah 0%

3. Ibu Nifas
a) Masalah Laktasi
No Masalah Laktasi Jumlah %
1 Ada Masalah 3 6,1
2 Tidak Ada Masalah 46 93,8
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Yg memberi ASI 93,8%
Yang bermasalah dalam pemberian ASI 6,1%

b) Pemberian ASI
No Pemberian ASI Jumlah %
1 Diberikan ASI 41 89,1
2 Diberikan Susu Formula 5 10,8
Total 46 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Yang beri ASI 89,1%
Yang beri susu Formula 10,8%

c) Pemeriksaan Ibu Nifas


No Pemeriksaan Ibu Nifas Jumlah %
1 Dilakukan 49 100
2 Tidak dilakukan 0 0
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Yang dilakukan pemantauan masa Nifas 100%
Yang tidak di pantau 0%

d) Pemberian Vitamin A
No Pemberian Vitamin A Jumlah %
1 Ya 49 100
2 Tidak 0 0
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Semua ibu nifas mendapatkan VIT A 100%
e) Pengetahuan tentang Kontrasepsi Menyusui
No Pemberian Vitamin A Jumlah %
17
1 Tahu 47 95,9
2 Tidak Tahu 2 4,0
Total 49 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Yang mengetahui tentang kontrasepsi menyusui 95,9%
Yang belum mengetahui tentang kontrasepsi menyusui 4,0%

4. Bayi dan Balita


a) Jumlah Bayi dan Balita
No Jumlah Bayi dan Balita Jumlah %
1 Neonatal ( 0-28 Hari ) 6 2,8
2 Bayi ( 1 Bulan - 4Tahun 45 21,3
3 Balita ( ≥ Tahun – 5 Tahun) 160 75,8
Total 211 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Jumlah Neonatal 2,8%
Jumlah Balita 75,8%

b) Makanan Pokok
No Makanan Pokok Jumlah %
1 ASI 29 63
2 PASI 17 36
Total 46 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Asi 63%
PASI 36%

c) Kunjungan ke Posyandu
No Kunjungan Ke Posyandu Jumlah %
1 Rutin 176 83,4
2 Tidak Rutin 35 16,5
Total 211 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Rutin keposyandu 83,4%
Tidak rutin ke Posyandu 16,5%

d) Pemeriksaan SDIDTK
No Pemeriksaan SDIDTK Jumlah %
1 Ya 146 69,1
2 Tidak 65 30,8
Total 211 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Dilayani SDIDTK 69,1%
Belum dilayani SDIDTK 30,8%

e) Status Kepemilikan KMS


No Status Kepemilikan KMS Jumlah %
1 Ya 211 100 18
2 Tidak 0 0
Total 211 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Semua bayi balita memiliki KMS 100%

f) Imunisasi Bayi
No Imunisasi Bayi Jumlah %
1 BCG 7 12,7
2 Hep – B1 6 10,9
3 DPT 1 6 10,9
4 DPT II 6 10,9
5 DPT III 4 7,2
6 Polio I 6 10,9
7 Polio II 6 10,9
8 Polio III 4 7,2
9 Polio IV 5 9
10 Campak 5 9
Total 55 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
HepB, DPT,Polio 10,9%
CAmpak 9%

g) Gizi Balita

No Gizi Balita Jumlah %


1 Baik 190 90
2 Kurang 21 9,9
3 Buruk 0 0
Total 211 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Gizi baik 90%
Gizi Buruk 0%

h) Umur Balita di Sapih


No Umur Balita di Sapih Jumlah %
1 ≥ 2 Tahun 61 28,9
2 ≤ 2 Tahun 150 71
Total 211 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
≤ 2 Tahun 71%
≥ 2 Tahun 28,9 %

5. Keluarga Berencana ( KB)

a) Jumlah PUS : 704 19


b) Jumlah PUS- berKB : 417
c) Jenis Kontrasepsi
No Jenis Kontrasepsi Jumlah %
1 MOW/MOP 17 4,0
2 IUD/Spiral 9 2,1
3 Implant 100 23,9
4 Suntikan 216 51,7
5 Pil 90 21,5
6 Kondom 3 0,7
7 Dll 0 0
Total 417 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Pengguna suntik 51,7%
Kondom 0,7%

d) Lama Penggunaan
No Lama Akseptor Jumlah %
1 ≤ 1 Tahun 175 41,9
2 1-3 Tahun 162 38,8
3 4-5 Tahun 45 10,7
4 ≥ 5 Tahun 35 8,3
Total 417 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Pengguna kontrasepsi Kurang 1 tahun 41,9%
Pengguna Kontrasepsi lebih dari 5 tahun 8,3%

e) Tempat Pelayanan KB
No Tempat Pelayanan KB Jumlah %
1 Pelayanan Kesehatan 1 100
2 TPMB 0 0
Total 1 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Di desa bowong Cindea hanya ada satu sarana kesehatan yaitu Puskesmas

20
6. Keluarga Sadar Gizi ( Kadarzi)
a) Hasil Kadarsi
Kmp Lempangan 87 kk

YA TIDAK
NO INDIKATOR KADARZI % %
(KK) (KK)
Keluarga makan aneka ragam
37 42,5 50 57,4
1 makanan
Keluarga (bumil/balita) memantau
kesehatan dan pertumbuhan dengan 37 42,5 50 57,4
2 cara menimbang berat badan
Keluarga gunakan garam beryodium
39 44,8 48 55,1
3 dalam makanan sehari-hari
Ibu memberi ASI sampai bayi
85 97,7 2 2,2
4 berumur 6 bulan
5 Keluarga biasa sarapan pagi 31 35,6 56 64,3
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Keluarga tidak makan aneka ragam makanan 57,4%
Ibu tidak memberi ASI sampai bayi berumur 6 bulan 2,2%

b) Status Kadarzi

NO STATUS JML (KK) %


1 Sadar gizi (Untuk jawaban Ya) 35 40,2
2 Belum sadar gizi (Untuk jawaban Tidak) 52 59,7
Total 87 100
Kesimpulan : Tulisakan Indikator yang tertinggi dan terendah
Belum sadar gizi lebih tinggi yaitu 59,7%
Sadar Gizi hanyan 40,2 %

21
**Laporan Individu **

FORMAT PENGAKAJIAN KELUARGA BINAAN

Identitas Kepala Keluarga


Nama KK : Tn. “R”
Umur : 33 Tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Bugis
Pendidikan Terakhir : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Salekoa Desa Bowong Cindea
RT 002 RW 001 No 1454

Usia pertama kali menikah : Suami :24 Tahun -Istri:23 Tahun Status
Kesehatan Kepala Keluarga 1 Tahun Terakhir : Sehat
Kepemilikan KTP
√ Memiliki Tidak Memiliki Dalam Proses *ceklis (√)
Kepemilikan Jaminan Kesehatan
Ada, jenis BPJS Tidak ada, alasan
Dalam proses

Jarak rumah dengan pelayanan kesehatan : 500 meter

Alat transportasi keluarga : Motor

Identitas Anggota Keluarga


Anggota Keluarga (tidak termasuk Kepala Keluarga) dan Status Kesehatan Keluarga
Penyakit yang
Pengobata Jenis
Nama/ Usia/ [Link] Pendi- Gol. sedang/ Kondisi
No Pekerjaan n yang Jaminan
Jenis arga Dikan Dara pernah di Saat ini
dilakukan Kesehatan
Kelamin h derita, kapan

?
1 Ny”T” / 30 thn / Istri SMA Honorer A Sehat Tidak ada BPJS
perempuan Tidak ada

Tidak ada
2 Nn”R” / 2 thn / Anak Blm Tidak beerja B Sehat Tidak ada BPJS
perempuan Sekolah

22
Status Imunisasi anggota Keluarga

Status Imunisasi (Hanya untuk Keluarga yang Memiliki


Balita)
No Nama
BCG POLIO DPT Hepatitis Campak

An”R” Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
1

Dst

a. Riwayat tahap perkembangan keluarga: Keluarga Sejahtera Tahap II Plus Memenuhi


indikator keluarga tahap sebelumnya ditambah dengan upaya keluarga menambahkan
pengetahuan tentang agama, makan bersama minimal satu kali sehari, ikut serta
dalam kegiatan masyarakat, rekreasi sekurangnya dalam enam bulan, dapat
memperoleh berita dari media cetak maupun media elektronik, anggota keluarga
mampu menggunakan sarana transportasi

b. Riwayat Keluarga Inti: : Memiliki 1 anak pada tahun 2019

c. Riwayat keluarga sebelumnya: Pernikahan Pertama oleh suami dan istri

d. Pola Komunikasi Keluarga: Pola dan Proses Komunikasi Komunikasi keluarga


merupakan suatu proses simbolik, transaksional untuk menciptakan mengungkapkan
pengertian dalam keluarga.

Dalam Keluarga Tn “S’ Keputusan diambil secara musyawarah semua anggota


keluarga

e. Struktur kekuatan keluarga: : Suami

f. Struktur peran (formal dan informal): Peran biasanya meyangkut posisi dan posisi
mengidentifikasi status atau tempat sementara dalam suatu sistem sosial tertentu.

a). Peran-peran formal dalam keluarga Peran formal dalam keluarga dalah posisi
formal pada keluarga, seperti ayah, ibu dan anak Setiap anggota keluarga memiliki
peran masing-masing. Ayah sebagai pemimpin keluarga memiliki peran sebagai
pencari nafkah, pendidik, pelindung, pemberi rasa aman 13 bagi seluruh anggota
keluarga, dan sebagai anggota masyarakat atau kelompok sosial tertentu. Ibu berperan
sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anak, pelidung keluarga, 23
sebagai pencari nafkah tambahan keluarga, serta sebagai anggota masyarakat atau
kelompok sosial tertentu. Sedangkan anak berperan sebagai pelaku psikosoal sesuai
dengan perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritual.

b). Peran Informal kelauarga Peran informal atau peran tertutup biasanya bersifat
implisit, tidak tampak ke permukaan, dan dimainkan untuk memenuhi kebutuhan
emosional atau untuk menjaga keseimbangan keluarga

g. Nilai dan norma keluarga: Sistem nilai dalam keluarga sangat memengaruhi nilai-
nilai masyarakat. Nilai keluarga akan membentuk pola dan tingkah laku dalam
menghadapi masalah yang dialami keluarga. Nilai keluarga ini akan menentukan
bagaimana keluarga menghadapi masalah kesehatan dan stressor-stressor lain

h. Fungsi Keluarga: Fungsi keluarga menurut Friedman (2003) dalam Nadirawati


(2018) sebagai berikut:

1. Fungsi afektif dan koping; dimana keluarga memberikan kenyamanan emosional


anggota, membantu anggota dalam membentuk identitas, dan mempertahankan saat
terjadi stres.

2. Fungsi sosialisasi; keluarga sebagai guru, menanamkan kepercayaan, nilai, sikap,


dan mekanisme koping, memberikan feedback dan saran dalam penyelesaian
masalah.

3. Fungsi reproduksi; dimana keluarga melanjutkan garis keturunannya dengan


melahirkan anak.

4. Fungsi ekonomi; keluarga memberikan finansial untuk anggota keluarga dan


kepentingan di masyarakat.

5. Fungsi pemeliharaan kesehatan; keluarga memberikan keamanan dan kenyamanan


lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan istirahat juga
penyembuhan dari sakit

i. Pengkajian terhadap data penunjang keluarga


a. Pengambil Keputusan dalam Keluarga
√ Suami Istri Suami & Istri Anggota Keluarga
b. Pendapat tentang Fasilitas Kesehatan Jelaskan Berdasarkan Opini Kepala
Keluarga):
Posyandu Poskesdes (tidak ada) Puskesmas
Baik Baik Baik
Kurang Baik Kurang Baik Kurang Baik
Tidak di akses Tidak di akses Tidak di akses 24

c. Penghasilan KK tetap per bulan (sesuai UMR) ? Ya Tidak


d. Pengetahuan KK tentang Program-Program Kesehatan
1) Desa Siaga : ada/tidak *(lingkari)---------------------------tahu / tidak *(lingkari)
Perlu tidak adanya desa siaga : ya / tidak tidak*(lingkari)
Jika perlu, alasan : agar masyarakat memiliki kesiapan
sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi
masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara
mandiri.
Jika tidak, alasan :
2) Tumpeng Gizi Seimbang : tahu / tidak *(lingkari)
3) PHBS : tahu / tidak *(lingkari)
4) Penggunaan garam beriodium?: ya / tidak *(lingkari)
5) Kepemilikan Kendaraan : punya/ tidak punya *(lingkari)
**Bagi yang mempunyai kendaraan
**Kesediaan kendaraan untuk dijadikan sarana transportasi gadar: ya/ tidak
*(lingkari) Jika “YA”, Bagaimana Kesediaan Biaya Bensin dan Supir:
Pribadi, bersedia membantu kesediaan biaya bensin dan supir.
Bantuan warga/RT setempat.
Pengetahuan tentang kesehatan umum, KIA, sumber informasi dan
Implementasinya
Jika tahu
No Komponen Pengetahuan Tahu Tidak Sumber Implementasi
Informasi

Kader dan
1 Sebelum makan
nakes
Cuci tangan √ Sebelum dan setelah
kegiatan aktifitas
Kader dan
2 Persalinan dengan nakes √ Nakes
nakes
Non Nakes
Tv, internet,
3 Merokok dalam rumah √ Ya Tidak
nakes

Tv, internet,
4 Penggunaan air bersih √ PDAM
nakes
Sumur
Sungai
Tv, internet,
5 ASI ekskulsif √ Ya Tidak
nakes

Tv, internet,
6 Menimbang bayi dan balita Ya Tidak
√ nakes

Tv, internet,
7 Makan buah dan sayur setiap hari √ Ya Tidak 25
nakes
Tv, internet,
8 Memberantas jentik nyamuk √ Ada Tidak ada
nakes

Tv, internet,
9 Ventilasi rumah √ Cukup Tidak cukup
nakes

Tv, internet,
10 Melakukan aktivitas fisik setiap √ Jalan pagi Senam
nakes
hari

Tv, internet,
11 Lantai rumah √ Semen Keramik Papan
nakes
Tanah
Tv, internet,
12 Pengelolaan limbah rumah √ Buang kesungai
nakes
tangga
Dibakar Dikubur
Diangut mobil sampah
Tv, internet,
13 System pengelolaan air minum √ Dimasak Tidak dimasak
nakes
Isi ulang
Tv, internet,
14 Jarak kandang ternak dengan √ ≥ 250 M
nakes
rumah
< 250 M
Tv, internet,
15 Penggunaan jamban sehat √ Ada Tidak ada
nakes

Pemeriksaan Umum Keluarga

Yang KK Istri Anak


diperiksa
Baik Baik Baik
KU
Komposmentis Komposmentis Komposmentis
Kesadaran
120/80 mmHg 100/70 mmHg
TD
80x/mnt 78x/mnt 100x/mnt
Nadi
80 80 80
HR
18x/mnt 18x/mnt 24/mnt
Respirasi
36,3 C 36,5 C 36,6 C
Suhu
163 cm 153 85 cm
Tinggi Badan
65 kg 54 kg 11 kg
Berat Badan
baik baik Baik 26
Status Gizi
 Jika anak lebih dari 1 atau mempunyai anggota keluarga selain keluarga inti
yang tinggal serumah dan satu KK silahkan tambahkan kolom samping kanan

Masalah kesehatan dalam keluarga


Masalah Kebidanan
No Nama Klien Umur Diagnosa
pada keluarga
Riwayat Sc dan
Kasus Ny.”T” 30 Ny.”T” umur 30 thn
1. Tahun tidak P1A0,Riwayat SC
menggunakan
dengan tidak berKB
kontrasepsi

Kasus 2.

Dst

27
Masalah yang ditemukan : PUS yang tidak berKB
Kriteria Nilai Bobot Skor Keterangan

Sifat masalah 2/2 1 1 Kurangnya pengetahuan tentang


Ancaman kontrasepsi jangka panjang (Implan dan
Kesehatan IUD) sebagai alat kontrasepsi pasca salin

Kemungkinan 2/2 2 2 Sebagian dapat dirubah karena ibunya masih


masalah dapat
ragu untuk menggunakan Impaln atau IUD
diubah
karena isu-isu yang beredar di masyarakat
Hanya
Sebagian
Potensi masalah 1/3 1 1/3 Dapat dirubah dengan memberikan KIE
utk diubah tentang kontrasepsi MKJP secara lebih
Tinggi rinci

Menonjolnya 1/1 1 1 Ibu paham tentang KB, post SC langsung


masalah memakai kontrasepsi KB IUD, dropout
Masalah KB IUD karena ingin hamil lagi
Tidak perlu
segera
ditangani
Jumlah 5 4 1/3

Prioritas masalah yang ditemukan:


1. PUS tidak berKB

28

SAP Untuk Keluarga Binaan


Satuan Acara Penyuluhan

KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA PUS

Pokok bahasan : Kontrasepsi jangka panjang pada PUS


Sub pokok bahasan : Manfaat kontrasepsi jangka panjang pada
PUS
Sasaran : Ny.T
Tempat : Rumah Ny.T
Hari/tanggal : 28
November 2022
Penyuluh : Ety Kurnia

I. Tujuan Umum

Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (norma

Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat

yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya

pertumbuhan penduduk.

II. Tujuan Khusus

 Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi

 Menurunnya angka kelahiran bayi

 Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan

kelahiran.

III. Materi

Pengertian keluarga berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran

serta masyarkat melalui pendewasaan usia perkawinan(PUP), pengaturan kelahiran,

pembinaan ketahanan keluarga,peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia

dan sejahtera.

Manfaat KB bagi pasangan suami istri selain membatasi kelahiran, juga bermanfaat

mengurangi risiko penyakit hingga gangguan mental. Beberapa manfaat KB bagi


29
untuk pasangan suami istri yaitu :
- Menurunkan risiko kehamilan

- Tidak mengganggu tumbuh kembang anak

- Menjaga kesehatan mental

Manfaat KB untuk anak :

- Dapat mengetahui pertumbuhan anak dan kesehatannya

- Memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup

- Perncanaan masa depan dan pendidikan yang baik.

Jenis alat konrasepsi jangka panjang yang direkomendsikan

- Implant

Implant adalah alat kontrasepsi hormonal yang dapat digunakan jangka panjang,

waktu pemakaian implant adalah 3 tahun.

- IUD

IUD/AKDR adalah alat kontrasepsi jangka panjang non hormonal yang dapat

digunakan 5 thn sampai 8 thn.

IV. Media

Buku KIA dan Leafleat

V. Kegiatan Penyuluhan

No. Kegiatan Penyuluhan Peserta


1 Memperkanalkan diri PUS
Pembukaan
Menjelaskan tujuan

2 Menjelaskan pengertian KB PUS


Kegiatan inti
Implant dan IUD
30
Menjelaskan kelebihan dan
keterbatasan KB Implant dan IUD,
cara kerja, siapa yang boleh
menggunaka dan tidak boleh
menggunakan Implant dan IUD,
KB yang aman untuk ibu
[Link] kapan mulai
menggunakan KB implant dan
IUD.
Melakukan tanya jawab

3 Penutup Menyimpulkan hasil bersama PUS


Mengucapkan salam

VI. Evaluasi

Setelah Mengikuti Penyuluhan ini diharapkan

Ibu dapat menjelaskan kembali pengertian KB, kelebihan dan keterbatasan KB

Implant dan IUD, cara kerja, siapa yang boleh menggunaka dan tidak boleh

menggunakan Implant dan IUD, KB yang aman untuk ibu menyusui, mengetahui

kapan mulai menggunakan KB implant dan IUD

Ibu dan suami memutuskan untuk menggunaan KB Implant

Catatan : Jumlah SAP akan di sesuaikan dengan jumlah masalah kebidanan yang ditemukan

31
DOKUMENTASI KEGIATAN
32

PEDOMAN PENGISIAN SKALA MASALAH


Skala Prioritas Dalam Menyusun Masalah Kesehatan Keluarga menurut Bailon
&Maglaya (1978)

No. Kriteria Nilai Bobot


1. Sifat Masalah : 1
Skala :
– Tidak/kurang sehat 3
– Ancaman Kesehatan 2
– Krisis 1
2. Kemungkinan masalah dapat diubah : 2
Skala :
– Dengan mudah 2
– Hanya sebagian 1
– Tidak dapat 0
3. Potensi masalah untuk dicegah : 1
Skala :
– Tinggi 3
– Cukup 2
– Rendah 1
4. Menonjolnya masalah : 1
Skala :
– Masalah berat, harus ditangani 2
– Masalah tidak perlu segera ditangani 1
– Masalah tidak dirasakan 0
1. Tentukan skor untuk setiap kriteria.
2. Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot.
3. Jumlahkan skor untuk semua kriteria.
4. Skor tertinggi adalah 5, dan sama untuk seluruh bobot.

33

Anda mungkin juga menyukai