A.
Pengertian Organisasi Pergerakan Nasional
Organisasi pergerakan nasional adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh masyarakat
Indonesia yang memiliki tujuan organisasi untuk memperbaiki nasib atau keadaan rakyat
Indonesia yang sama-sama ingin memperoleh kemerdekaan nasional.
Tujuan organisasi pergerakan nasional adalah mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia yang
bebas dari belenggu penjajahan dan pihak kolonial asing yang sangat merugikan bangsa.
Organisasi-organisasi pergerakan nasional ini berupaya untuk menentukan nasib bangsanya
sendiri dan juga demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
B. 10 Daftar Organisasi Pergerakan Nasional
1. Budi Utomo
Budi Utomo adalah organisasi
pergerakan nasional yang muncul
akibat kondisi kehidupan yang sangat
memprihatinkan sejak
diberlakukannya politik etis karena
penduduk pribumi sudah bisa
mengenyam pendidikan, namun
masih terhalang dana. Itulah yang
membuat dr. Wahidin Sudirohusodo
berusaha mengumpulkan dana
dengan cara propaganda keliling
Pulau Jawa. Ide itu kemudian
diterima oleh dr. Sutomo yang saat iu sedang belajar di stovia dan akhirnya pada 20 Mei 1908 ia
dan rekan-rekannya mendirikan organisasi di Jakarta bernama Budi Utomo.
Hari itu kemudian kita peringati sekarang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kemunculan
organisasi ini kemudian mengakibatkan respon dan reaksi dari Belanda. Ada yang kurang setuju
dari golongan priyayi, namun para bupati ternyata sangat mendukung organisasi Budi Utomo.
2. Sarekat Islam
Sarekat Islam (SI) adalah
perkumpulan para pedagang
yang sebelumnya diberi nama
Sarekat Dagang Islam yang
dipelopori oleh K.H.
Samanhudi yang merupakan
seorang pengusaha batik dari
kampung Lawean (Kolo).
Latar belakang munculnya
organisasi ini diawali karena
ingin mengimbangi agar
persaingan dapat diatasi saat menghadapi pedagang asing. Namun pada tahun 1912 Sarekat
Dagang Islam ini berubah menjadi Sarekat Islam dibawah kepemimpinan H.O.S Cokroaminoto
yang beranggotakan semua kalangan masyarakat yang beragama islam. Dari sinilah kemudia
organisasi ini mulai fokus pada masalh-masalah keagamaan.
Tujuan organisasi Sarekat Islam adalah mengembangkan ekonomi Islam seperti yang
dikemukakan oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Organisasi ini pun semakin berkembang dan
membuat Belanda khawatir karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah belanda.
Untuk detail sejarah organisasi pergerakan nasional Sarekat Islam
3. Indische Partij
Indische Partij
adalah organisasi
pergerakan nasional
yang didirikan oleh
Ernest Eugene
Francois Douwes
Dekker atau dikenal
juga dengan nama
Dr. Danudirja
Setiabudi, dr. Cipto
Mangunkusumo, dan
Suwardi Suryaningrat
atau populer kita
kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.
Pendiri organisasi ini kemudian dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai yang pada 25
Desember 191 membuat Indische Partij di Bandung. Organisasi ini memiliki keistimewaan
karena menjadi organisasi yang memiliki usia pendek namun anggaran dasarnya dijadikan
sebagai peletak dasar politik Indonesia dengan status organisasi campuran antara orang asing dan
pribumi.
Karena tujuan dan prinsipnya yang sangat radikal menginginkan Indonesia merdeka, maka
organisasi ini ditentang oleh pemerintah Belanda. Akhirnya pada 4 Maret 1913 organisasi ini
ditutup dan dianggap sebagai organisasi yang terlarang.
4. Perhimpunan Indonesia
Perhimpunan Indonesia adalah organisasi
pergerakan nasional yang awalnya
didirikan dengan nama Indische
Vereeniging oleh Belanda pada tahun 1908
yakni Soetan Kasajangan Sori pada dan
RM Noto Suroto. Namun pada tahun 1923,
organisasi ini justru berjuang dari jauh
untuk mempelopori kemerdekaan untuk
Indonesia saat itu.
Selanjutnya pada tahun 1925 organisasi
ini berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia yang menunjukan identitas diri bangsa dan
negara serta menggantikan kata Hindia [Link] yang terlibat dalam organisasi ini adalah
Mohammad Hatta, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat.
5. Partai Nasional Indonesia
Partai Nasional Indonesia (PNI)
adalah organisasi bentukan Ir.
Soekarno pada 4 Juli 192 yang
bergerak dalam bidang politik,
ekonomi, dan sosial. Kemudian
setelah kongres 1928, keanggotaan
PNI semakin meningkat. Hal inilah
yang membuat pemerintah Belanda
khawatir. Akhirnya empat tokoh PNI,
yakni Soekarno, Gatot Mangkoepradja, Maskoen, dan Supradinata ditangkap dan dihukum oleh
pengadilan Bandung pada 29 Desember 1929.
Tujuan utama PNI adalah keinginan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Namun berkat
tertangkapnya Soekarno membuat seluruh pengikut nasionalis takut bertindak dan berangsur
membubarkan diri.
[Link]
Muhammadiyah adalah organisasi
pergerakan nasional yang berakar
pada keagamaan yang didirikan di
Yogyakarta pada 18 November
1912 oleh K.H Ahmad Dahlan.
Tujuan dari organisasi ini adalah
tanggapan atas saran Budi Utomo
untuk memberi pelajaran agama
kepada anggotanya, sehingga
membuat kelompok
Muhammadiyah menjadi organisasi agama yang modern. Organisasi ini mulai bergerak dengan
mendirikan sekolah agama yang modern, panti asuhan, panti jompo, dan fakir miskin, sampai
balai pengobatan dan rumah sakit. Muhammadiyah memiliki peran penting dalam
mempersiapkan perlawanan terhadap dominasi asing dan pengaruh Belanda. Organisasi ini juga
efektif meningkatkan pendidikan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.
7. Gerakan Pemuda Seluruh Indonesia
Gerakan Pemuda Seluruh
Indonesia adalah organisasi yang
muncul berkat titik terang
pengaruh adanya Budi Utomo yang
membawa dampak bagi seluruh
pemuda yang ada di Indonesia.
Tahun 1914 kemudian berdiri
perkumpulan Pasundan dengan
tujuan mempertinggi derajat
kesopanan, kecerdasan, dan
memperluas kesempatan kerja.
Selanjutnya pada 16 Agustus 1927
dibentuklah organisasi Persatuan Minahasa di bawah pimpinan dr. Tumbelaka dan Sam
ratulangi.
Akibat Adanya kesalahpahaman, kemudian berdiri pula Sarekat Celebes. Berkat semangat
pemuda bangsa Indonesia Saat itu membuat banyak organisasi pemuda muncul, mulai dari
Sarekat Madura, Perserikatan Timor, dan Sarekat Sumatra. Organisasi Pemuda di Seluruh
Indonesia ini berkembang berkat terbentuknya perkumpulan pemuda kedaerahan.
8. Taman Siswa
Taman Siswa adalah organisasi
pergerakan nasional yang didirikan
oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun
1922 yang bertujuan untuk
memperbaiki sistem pendidikan secara
kultural yang diselenggarakan dengan
baik.
Taman siswa menjadi tonggak
penataan pengembangan pendidikan
nasional untuk sampai seperti saat ini.
Organisasi ini dijalankan dengan
demokratis dan mengutamakan
kepentingan rakyat Indonesia.
Organisasi ini pulalah yang meningkatkan kesadaran peran pendidikan nasional penting untuk
mencapai kemerdekaan.
Taman siswa sempat mengancam pemerintah Belanda karena pencegahan terhadap jalannya
pendidikan menjadi terbatas. Sejak saat itulah Taman siswa dianggap sebagai sekolah liar dan
dibatasi pergerakannya.
9. Partai Indonesia (Partindo)
Partai Indonesia lahir karena Partai Nasional
Indonesia (PNI) telah menjadi partai terlarang,
sehingga tokoh-tokoh nasionalis membentuk
panitia untuk membentuk partai baru. Pada 1
Mei 1931, dibawah kepemimpinan Sartono
lahirlah perkumpulan baru yang bernama Partai Indonesia. Organisasi ini berharap agar pengikut
PNI dulu ikut bergabung kembali.
Tujuan organisasi ini adalah mencapai kemerdekaan Indonesia. Setelah Soekarno bergabung
dalam organisasi ini, pengikut Partindo pun semakin berkembang. Hal tersebut rupanya
membuat pemerintah Belanda kembali was-was, hingga akhirnya Soekarno kembali ditangkap
dan dibuang ke Ende pada 1 Agustus 1933.
10. Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI)
Gerakan Wanita dipelopori
oleh R.A Kartini yang ikut
serta berjuang merebut
kemerdekaan. Idealisme
organisasi ini kemudian
dikenal dengan Emansipasi
wanita yang tumbuh dari
lingkungan kebangsawanan
[Link] sinilah Kartini
mulai merealisasikan ilmu
yang ia pelajari dari barat
untuk memajukan pendidikan
bagi kaum wanita. Maka
munculah pergerakan dari kaum wanita Indonesia.
Selain itu ada pula sekolah keutamaan Istri yang diselenggarakan oleh Raden Dewi Sartika di
daerah Pasundan dan berdiri pula organisasi kewanitaan bernama Sopa Tresna di
[Link] wanita ini kemudian semakin masif dan banyak bermunculan, seperti
Aisyiyah dari organisasi Muhammadiyah, Organisasi Kautamaan Istri Minangkabau di
Sumatera, dan organisasi De Gorontalo Sche Mohammedaansche Vrouwen Vereeniging di
Minahasa yang menjadi tonggak lahirnya organisasi wanita yang membantu gerakan kebangkitan
nasional.