Definisi/Pengertian Teks Eksposisi (Exposition Text)
Exposition text atau teks eksposisi adalah suatu jenis tulisan yang menjelaskan
pengetahuan atau informasi berdasarkan fakta untuk meyakinkan audiens atau lawan
bicara. Informasi dalam teks ini umumnya disampaikan secara singkat, jelas, padat, tapi
tetap akurat.
Nggak hanya itu, kalau membuat teks eksposisi, kamu juga harus yakin bahwa kamu dapat
mempertanggungjawabkan isi dari teks tersebut.
Teks eksposisi (exposition text) biasanya dibuat untuk menuangkan opini penulis untuk
membahas tentang isu-isu penting yang sedang ramai dan hangat untuk dibahas.
Karena mengandung opini dan argumen-argumen penulis, biasanya teks eksposisi dapat
menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat yang tentu akan berdampak pada si
penulis itu sendiri. Argumen tersebut juga menjadi salah satu ciri khas yang membedakan antara teks
eksposisi dengan jenis teks lainnya, guys.
Tujuan Teks Eksposisi (Exposition Text)
Sebagai sebuah tulisan terbuka, pada teks eksposisi, penulis akan menjelaskan suatu hal dengan
jelas dan terperinci. Nah, tujuan dari teks ini adalah untuk menjelaskan informasi
atau ide-ide mengenai berbagai aspek kehidupan (ekonomi, lingkungan,
kesehatan, etc).
Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk mempengaruhi pembaca agar merasa setuju dengan
pendapat yang disampaikan oleh penulis dalam menanggapi suatu isu.
Teks eksposisi (exposition text) dapat dengan mudah kita temukan di media massa, lho, seperti
koran, artikel ilmiah, majalah, blog pribadi, dan masih banyak lagi. Kamu pernah baca exposition
text di media apa, nih?
Jenis-Jenis Teks Eksposisi (Exposition Text) dalam
bahasa Inggris
Sedikit berbeda dengan teks eksposisi dalam bahasa Indonesia yang memiliki beberapa jenis, kalau
dalam bahasa Inggris, teks eksposisi a.k.a exposition text hanya memiliki dua jenis saja, guys.
Apa saja, sih? Yuk, langsung cek!
1. Analytical Exposition
Jenis yang pertama adalah analytical exposition. Jadi, analytical exposition adalah
teks eksposisi yang diawali dengan sebuah pernyataan dari sang
penulis untuk menunjukkan sikap dan posisi mereka dalam menanggapi sebuah
isu atau tema yang akan dibahas.
Selanjutnya, penulis akan mengemukakan banyak pendapat dan argumen sebagai pendukung
terhadap opini yang telah ditulis di awal, kemudian penulis menutup atau mengakhiri tulisan dengan
pernyataan ulang seperti opini di bagian awal sebagai sebuah bentuk penegasan yang ingin
disampaikan pada audiens.
2. Hortatory Exposition
Sebetulnya cukup mudah untuk membedakan antara analytical exposition dan hortatory
exposition. Jika analytical exposition diawali dengan pernyataan penulis, maka hortatory
exposition adalah jenis teks eksposisi yang diawali dengan pernyataan berupa isu
yang sedang hangat atau viral untuk diangkat menjadi tema tulisan.
Jika sudah, penulis akan menyatakan berbagai argumen pendukung yang relevan dengan tema
tulisan untuk membuat pembaca lebih memahami bagaimana sudut pandang penulis.
Terakhir, teks akan ditutup dengan suggest dari penulis terkait apa yang harus dilakukan oleh
audiens dalam menanggapi isu yang sudah dibahas.
Struktur Teks Eksposisi (General Structure of
Exposition Text)
Seperti layaknya membuat artikel, dalam teks eksposisi pun ada struktur yang harus kamu pelajari.
Struktur ini berfungsi sebagai pedoman penulis untuk membuat kerangka tulisan atau naskah.
Jadi, sebelum tulisannya dibuat secara utuh, kamu dapat membuat draft-nya terlebih dahulu dengan
mengacu pada tiga struktur di bawah ini, yaitu:
1. Thesis
Secara umum, dalam bahasa Indonesia, bagian ini disebut juga sebagai pernyataan
umum yang berperan sebagai pembuka dalam teks eksposisi. Melalui thesis statement, penulis
biasanya akan mulai mengenalkan isu, topik, atau pandangan penulis terhadap suatu
topik yang akan dibahas dalam teks.
Supaya tema atau topik yang akan dibahas bisa membuat audiens lebih tertarik, jangan lupa agar
melakukan riset terlebih dahulu. Kamu bisa mencari banyak referensi bacaan dari berbagai sumber
yang kredibel sehingga pandanganmu terhadap topik tersebut semakin kuat.
Oh ya, kamu juga dapat memulai paragraf awal bagian thesis ini dengan menuliskan sebuah
fenomena yang mungkin belum diketahui banyak orang.
Contoh paragraf tesis:
A good and a right lifestyle is the main key for someone to control their weight. Besides
consuming healthy foods, there are many other factors that must be considered, such as
taking enough rest hours and doing regular exercise.
Artinya :
Pola hidup yang baik dan benar adalah kunci utama seseorang untuk mengendalikan berat badan.
Selain mengkonsumsi makanan sehat, ada banyak faktor lain yang harus diperhatikan, seperti jam
istirahat yang cukup serta olahraga yang teratur.
2. Arguments
Setelah mengenalkan isu, tentu tahap selanjutnya adalah menyampaikan argumen atau pendapat
yang kamu miliki untuk mendukung isu atau topik tulisan.
Dalam hal ini, argumentasi dapat berupa pendapat pribadi, alasan logis, data-
data relevan dari sumber terpercaya, pernyataan para ahli, atau fakta lainnya
yang mendukung. Jangan lupa, argumen yang kamu kemukakan harus relate dengan tesis
yang sudah dibuat ya!
Contoh paragraf argumen:
The number of individuals littering, especially in rivers, continues to increase from time
to time. This fact comes from the conclusion of many observers. Humans still haven’t
given up on throwing garbage in rivers that can cause flooding. The victims of the flood
disaster itself are not minor. Many people have been injured or died as a result of the
floods. However, this is still not enough to raise awareness for people still littering.
Artinya
Dari waktu ke waktu, jumlah individu yang membuang sampah sembarangan terutama di sungai
terus meningkat, hal tersebut merupakan kesimpulan dari banyak pengamat. Manusia masih belum
merasa kapok membuang sampah di sungai yang dapat membuat banjir. Padahal, korban dari
bencana banjir itu sendiri tidak sedikit. Telah banyak korban luka-luka maupun meninggal dunia
akibat banjir. Namun, hal tersebut masih belum cukup guna memberi kesadaran pada orang-orang
yang masih saja membuang sampah sembarangan.
3. Reiteration
Struktur terakhir pada teks eksposisi adalah reiteration. Pada berbagai teks lainnya, kita tidak asing
dengan istilah conclusion. Nah, kalau dalam exposition text, namanya adalah reiteration,
bagian ini berisi penutup atau kesimpulan dari penulis terhadap keseluruhan
topik yang dibahas di awal.
Bedanya, dalam reiteration, penulis akan memberikan penegasan ulang atau rekomendasi dan
saran terkait tulisan yang mungkin bisa bermanfaat untuk audiens.
Contoh paragraf penegasan ulang:
So, this smog disaster will have a very negative impact on residents. In addition to
disturbing health, it can also disrupt the economic process of the community.
Artinya
Jadi, bencana kabut asap ini akan sangat berdampak negatif bagi warga. Selain mengganggu
kesehatan juga dapat mengganggu proses perekonomian masyarakat.
Ciri-Ciri Teks Eksposisi (Exposition Text)
Meskipun penjelasan di atas sepertinya sudah cukup membuatmu paham bagaimana ciri khas dari
teks eksposisi, tapi English Academy ingin merangkum versi singkatnya.
Ciri-ciri dari teks eksposisi yaitu:
1. Teks eksposisi merupakan suatu tulisan berisi pengetahuan atau informasi bersifat
faktual berdasarkan kondisi yang terjadi secara real.
2. Informasi yang disampaikan penulis ditulis secara singkat, jelas, dan lugas, serta
menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan grammar bahasa Inggris formal.
3. Keseluruhan isi teks mengandung jawaban dari 5W+1H, yaitu what (apa),
where (di mana), when (kapan), who (siapa), why (mengapa), and how (bagaimana).
4. Teks eksposisi tidak memihak pada siapapun untuk kepentingan tertentu.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi (Language
Features Exposition Text) dalam bahasa Inggris
Untuk membedakan teks eksposisi dengan jenis teks yang lain, maka ada beberapa kaidah
kebahasaan yang harus kamu pahami dan aplikasikan, nih. Apa saja ya? Mari, scroll down!
1. Use simple present tense
Karena teks eksposisi adalah tulisan yang bersifat faktual alias non-fiksi,
maka tenses yang digunakan adalah simple present yang menyatakan tentang kondisi
masa kini.
Namun, kaidah ini bukanlah aturan mutlak. Artinya, kamu bisa saja untuk menggunakan
beberapa jenis tenses lain yang disesuaikan dengan isi atau konteks kalimat.
2. Use conjunction
Secara umum, conjunction adalah kata hubung. Kamu masih ingat, kan?
Dalam teks eksposisi, terdapat struktur argumen penulis yang dihubungkan dengan pembahasan
topik. Jadi, teks eksposisi banyak memakai conjunction pada penulisan kalimatnya, misalnya saja
seperti so, therefore, the reason, etc.
3. Use a lot of cause and effect word
Sebetulnya, cause and effect word ini biasa disebut juga sebagai causal conjunction, yaitu kata-
kata atau frasa yang bisa kamu gunakan untuk menyampaikan alasan atau penjelasan dari suatu
aksi yang terjadi. Salah satu cause and effect word adalah “because of.”
4. Use connective words
“Hah, apa bedanya connective words dengan conjunction?”
Jadi, conjunction adalah bagian dari connective words, sedangkan connective belum
tentu masuk ke dalam jenis conjunction. Soalnya, connective words itu ada dua jenis,
yaitu conjunction dan connecting words.
Nah, jadi, dalam teks eksposisi, intinya kamu dapat menggunakan kedua jenis connective
words untuk menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, atau menjadi penghubung
antar frasa.
Contoh connecting words antara lain even though, although, however, nevertheless, on the
contrary, on the other hand, dan masih banyak lagi.
5. Use vocabularies to express writer’s expression
Teks eksposisi adalah jenis teks yang tidak luput dari argumen penulis. Oleh sebab itu, penulis perlu
memiliki keterampilan untuk mengekspresikan pendapat dan opini mereka menggunakan
berbagai vocabulary dalam bahasa Inggris.
Secara sederhana, kosakata yang bisa digunakan pada teks yang satu ini adalah think, must, try,
need, important, and so on so forth.
6. Use vocabularies which will provoke audience emotion
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, selain bersifat argumentative, teks eksposisi pun
memiliki tujuan untuk mempengaruhi pembaca, bukan?
Maka dari itu, penulis harus mampu untuk menyajikan pembahasan yang dikemas dengan berbagai
kosakata bahasa Inggris untuk membangkitkan emosi pembaca, misalnya concern, innocent,
unreasonable, dan masih banyak lagi.