Program Kerja Sub Bagian Rumah Tangga 2024
Program Kerja Sub Bagian Rumah Tangga 2024
1
A. PENDAHULUAN
B. LATAR BELAKANG
Pelayanan pasien membutuhkan berbagai penunjang baik medis maupun non medis
dan secara fisik maupun non fisik. Sub bagian rumah tangga Rumah Sakit Panti Waluya
Sawahan Malang merupakan unit yang berperan aktif sebagai penunjang pelayanan yang
bersifat umum kerumahtanggaan baik untuk pasien, pengunjung, maupun petugas rumah
sakit. Ruang lingkup pelayanan sub bagian rumah tangga di Rumah Sakit Panti Waluya
Sawahan meliputi keamanan, transportasi, linen, mortuari, asrama, kapel, dan urusan
rumah tangga biara/komunitas yang berada di area rumah sakit.
Sub bagian rumah tangga berhubungan secara langsung maupun tidak langsung
dengan pelayanan pasien serta seluruh unit di rumah sakit. Kompleksitas pekerjaan yang
berada dalam lingkup sub bagian rumah tangga ini harus diatur sehingga dapat berjalan
dengan baik dan menunjang pelayanan secara umum. Masih ada keluhan konsumen baik
internal (unit di rumah sakit) maupun eksternal (pasien) terhadap pelayanan sub bagian
rumah tangga sehingga sub bagian ini juga harus terus berkembang baik dalam segi SDM,
teknologi, maupun sarana dan prasarana. Program ini disusun sedemikian rupa sehingga
dapat menjadi acuan kegiatan selama satu tahun yang dikerjakan oleh sub bagian rumah
tangga dalam melaksanakan peran menunjang pelayanan utama baik secara fisik maupun
non fisik.
1
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terwujud peningkatan mutu pelayanan di sub bagian rumah tangga secara efektif dan
efisien
2. Tujuan Khusus
a. Meminimalisir kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial.
b. Menjamin keamanan di wilayah rumah sakit sebagai tempat perawatan, tempat
tinggal, tempat beribadah, dan tempat bekerja.
c. Menjamin ketersediaan pelayanan ambulance yang cepat secara terus menerus
d. Menjamin kelancaran pelayanan transportasi barang yang tepat waktu dengan kondisi
optimal
e. Menjamin ketersediaan linen yang siap pakai
f. Memberikan pelayanan akhir hayat yang sesuai dengan kepercayaan/adat dan protokol
kesehatan yang berlaku
g. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan (kapel, service area, asrama dan biara)
sebagai area beribadah/tempat tinggal/kerja yang aman, nyaman, bersih, dan sehat dalam
rumah sakit.
h. Mutu pelayanan rumah sakit meningkat
i. Keselamatan, keamanan, dan kepuasan pasien, pengunjung, dan petugas terjaga
dengan baik
j. Terciptanya pelayanan yang optimal, tepat, cepat, aman, dan terpadu
k. Mempertahankan akreditasi paripurna yang telah dicapai oleh Rumah Sakit
1. SDM
a. Penambahan
1) 1 orang D3 Manajemen
2) 1 orang pelaksana untuk unit linen (pendidikan minimal SMU/sederajat).
3) 1 orang tenaga untuk transportasi (pendidikan minimal SMU/sederajat) yang
memiliki SIM B1
b. Kegiatan orientasi 3 orang tenaga yang baru ditempatkan di sub bagian rumah
tangga
c. Pendidikan dan Pelatihan
2
1) 2 orang pelatihan manajemen linen
2) 18 orang pelatihan terkait linen dari vendor chemical
3) 1 orang pengemudi pelatihan manajemen ambulance
4) 18 orang pelatihan skenario berbagai macam ‘code’ gangguan keamanan
5) Pelatihan eksternal untuk unit keamanan sesuai vendor PT MBS (tenaga
outsourching keamanan)
6) 18 orang pelatihan komputer
7) 37 orang pelatihan APAR, BLS, PPI, PMKP
8) 6 orang pelatihan ABK
9) Upgrade SIM A ke B1
d. Evaluasi kinerja
1) Evaluasi akhir orientasi untuk 3 orang tenaga baru
2) Evaluasi akhir PKWT tahun kedua untuk 1 orang tenaga di unit kamar jenazah
3) 37 orang evaluasi kinerja tahunan (tenaga harian lepas, tenaga kontrak,
maupun karyawan tetap yang sudah lebih dari 2 tahun bekerja di RS Panti
Waluya Sawahan)
4) Evaluasi kontrak untuk tenaga kerja outsourching (keamanan, kurir)
2. Fasilitas
a. Pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian suku cadang sarana dan prasarana (3 unit
HT, 60 unit CCTV, 76 unit APAR, 34 titik Hidrant, 7 buah kursi roda, 1 buah senter, 2 buah
infrared stand thermometer, 4 unit mesin cuci, 3 unit mesin pengering, 1 unit water heater, 2
mesin seterika roll, 8 seterika manual, 9 unit mesin jahit, 1 unit mesin obras, 1 unit mesin
lubang kancing, 1 unit mesin letter, 2 unit mesin neci (wolsum)/zig-zag/bis, 1 komputer
lengkap dengan printer, 3 kulkas, 60 tempat tidur, 56 lemari, 25 nakas, 8 sofa, 40 kursi kayu,
12 meja makan, 1 meja organ, 2 etalase, 14 TV, 7 dispenser, 1 pemanas air, 1 alat
penyemprot, sound system di kapel dan kamar jenazah, 10 kipas angin, 3 exhaust, 2 brankar
jenazah, AC, linen, alat makan, dll).
b. Pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian suku cadang kendaraan (3 unit ambulance
pasien, 1 unit ambulance jenazah, 2 unit mobil operasional kantor, 3 unit sepeda motor)
3
c. Pembelian/in vestasi/penggantian/peremajaan
1) 6 titik CCTV baru (area depan kamar jenazah dan TPS sampah umum, dapur,
area jalan Lombok)
2) 2 tongkat lampu lalu lintas (beserta senter)
3) 1 unit HT
4) 1 unit vacuum cleaner
5) 5 unit komputer (terkoneksi LAN/Wifi) untuk kamar jahit, asrama,
transportasi, kamar jenazah, keamanan
6) 1 mesin cuci infeksius (barrier)
7) 1 buah water heater
8) 1 buah timbangan digital
9) 2 unit seterika uap
10) 1 unit kendaraan operasional
11) 1 unit ambulance kecil
12) Linen sesuai kebutuhan (untuk kelengkapan ambulan)
13) Aplikasi untuk toko asrama
14) Brankar jenazah
15) Scoop stretcher
16) Karpet kapel
d. Pemeliharaan dan perbaikan bangunan
e. Perijinan dan pajak kendaraan sesuai waktu yang ditentukan
f. Pengadaan seragam kerja
3. Peningkatan Mutu
Pemantauan indikator mutu mengenai
a. Kecepatan menanggapi laporan gangguan keamanan
b. Ketersediaan ambulan
c. Kecepatan pelayanan ambulan gawat darurat
d. Kejadian kendaraan rusak ketika sedang membawa pasien
e. Kejadian kehabisan cadangan oksigen ketika mengantar pasien
f. Kejadian jenazah tertukar
g. Kejadian linen hilang/tertukar
h. Ketepatan waktu penyediaan linen bersih
i. Kejadian masuknya barang-barang selain linen dalam mesin cuci
j. Kejadian kerusakan linen ≤ 1 tahun (yang tidak dapat diperbaiki)
4
k. Ketepatan waktu penyediaan stok linen logistik
4. Upaya Keselamatan
a. Kepatuhan hand hygiene
b. Ketersediaan dan penggunaan APD yang tepat dengan jumlah yang memadai
c. Ketersediaan obat P3K dan APAR
d. Ketersediaan alat-alat untuk perbaikan kendaraan darurat
e. Pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien
f. Pencatatan dan pelaporan insiden kecelakaan kerja
5. Manajemen Risiko
a. Pelaksanaan rencana tindak lanjut risk register tahun 2024
b. Pemantauan risiko unit tahun 2024
c. Penyusunan risk register unit tahun 2025
6. Pelayanan rumah tangga
a. Pengamanan lingkungan rumah sakit dan area parkir mobil non komersil (termasuk
sterilisasi area, prokes, gangguan keamanan/code, dsb)
b. Koordinasi dengan pihak kepolisian bila terjadi hal tidak diinginkan yang
membutuhkan penatalaksanaan lebih lanjut di luar batas kemampuan
c. Fotokopi untuk umum dan membantu proses pendaftaran pasien
d. Transportasi pasien, jenazah, umum, barang dan dokumen
e. Penyediaan linen bersih
f. Perbaikan linen seluruh unit di rumah sakit
g. Penyediaan linen baru kebutuhan unit melalui sub bagian logistik/komunitas
h. Penyortiran dan pemusnahan linen yang sudah tidak layak pakai
i. Tempat tinggal untuk karyawan dan mahasiswa STIKES yang membutuhkan
j. Toko makanan dan minuman (di area Asrama Gaudette)
k. Pelayanan tempat ibadah agama Katolik
l. Pelayanan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari untuk para Suster Misericordia
yang berkarya di rumah sakit
m. Pelayanan kedukaan (pemulasaraan jenazah, pengawetan jenazah dengan formalin
(non covid), persemayaman jenazah (non covid), pengantaran jenazah sampai ke liang
lahat/tempat persemayaman lain)
7. Pengembangan pelayanan
a. Sentralisasi linen/linen satu pintu
5
Sentralisasi linen dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan melaksanakan
manajemen linen dengan baik, yaitu dengan pelayanan linen satu pintu sebagai
upaya untuk menekan kejadian infeksi nosokomial dan terpenuhinya kebutuhan
linen yang memenuhi standar (kualitas dan kuantitas) di seluruh pelayanan RS
Panti Waluya Sawahan
b. Kerja sama pelayanan kedukaan dari luar RS dengan YSIT
8. Monitoring dan evaluasi
Monitoring dan evaluasi mengenai:
a. Kondisi keamanan dan sarana prasarana yang menunjang tugas pengamanan
b. Pelayanan fotokopi umum dan pendaftaran (mesin antrian dan pendaftaran BPJS)
c. Maintenance rutin kendaraan serta kondisi kendaraan
d. Pelayanan transportasi (ketersediaan kendaraan, kendala, komplain, kejadian luar
biasa)
e. Ketersediaan dan penggunaan chemical dan bahan baku linen
f. Kelancaran proses pencucian dan produksi linen
g. Barang-barang yang tertinggal dalam linen kotor (dan/atau masuk mesin)
h. Komplain unit terhadap kualitas pencucian dan kerapian hasil produksi linen
i. Pelayanan asrama putra-putri dan toko asrama yang terletak di asrama putri
j. Kesiapan kapel, kebersihan kapel dan area tempat tinggal para Suster Misericordia
yang terletak di rumah sakit dan di Jalan Sumba & Jalan Bali.
k. Ketersediaan perlengkapan pelayanan kedukaan
9. Rapat
a. Mengadakan rapat sub bagian rumah tangga
b. Mengikuti rapat koordinasi dengan bagian umum
c. Mengikuti rapat koordinasi antar unit seluruh rumah sakit
d. Mengikuti rapat-rapat lain sesuai kebutuhan
10. Laporan
a. Laporan harian
b. Laporan bulanan unit
c. Laporan triwulan PMKP
1. SDM
a. Pemenuhan kebutuhan jumlah SDM dilakukan oleh sub bagian PSDM
6
b. Kegiatan orientasi pegawai baru
1) Membuat materi yang akan disampaikan
2) Melakukan orientasi khusus sub bagian rumah tangga meliputi Pengenalan
lingkungan, UTW, SPO, dll (sesuai dengan unit masing-masing)
3) Evaluasi hasil orientasi
c. Pendidikan dan pelatihan dilakukan oleh bagian diklat rumah sakit dan vendor
(khusus outsourching keamanan)
d. Evaluasi kinerja
1) Evaluasi akhir orientasi dilakukan oleh kepala sub bagian rumah tangga sesuai
dengan arahan PSDM
2) Evaluasi akhir PKWT tahun kedua dilakukan oleh kepala sub bagian rumah
tangga sesuai dengan arahan PSDM
3) Evaluasi tahunan dilakukan secara 360 (diri sendiri, atasan langsung dan 1
tingkat di atasnya, rekan sejawat) sesuai dengan arahan dari PSDM
4) Evaluasi kontrak tenaga outsourching secara keseluruhan dilakukan sesuai
dengan akhir masa kontrak
2. Fasilitas
a. Pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian suku cadang sarana dan prasarana (selain
computer, CCTV dan kendaraan) dilakukan secara mandiri oleh unit masing-masing, sub
bagian pemeliharaan sarana, dan pihak ketiga.
b. Pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian suku cadang komputer dan CCTV (selain
televisi) dilakukan oleh sub bagian IT dan pihak ketiga
c. Pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian suku cadang kendaraan dilakukan mandiri
oleh unit transportasi dan pihak ketiga.
d. Pemeliharaan APAR (powder) dilakukan oleh unit keamanan, sedangkan pengisian
semua APAR dilakukan oleh sub bagian pemeliharaan sarana.
e. Pembelian/pengadaan/penggantian sarana dan prasarana yang rusak dilakukan melalui
sub bagian logistik dan sub bagian pengadaan
f. Pemeliharaan dan perbaikan bangunan dilakukan oleh sub bagian pemeliharaan sarana
g. Kebersihan dan kesehatan lingkungan dilakukan mandiri dan pihak ketiga
h. Perijinan dan pajak kendaraan dilakukan secara mandiri dan kerja sama dengan pihak
ketiga.
i. Pengadaan seragam kerja dilakukan melalui sub bagian PSDM
3. Peningkatan Mutu
7
Pemantauan indikator mutu dilakukan dengan cara
a. Pengumpulan dan analisis data indikator oleh PIC data secara manual.
b. Pelaporan ke PMKP dan kepala bagian umum setiap 3 bulan
4. Upaya keselamatan
a. Kepatuhan hand hygiene
Pengumpulan data dilakukan oleh PIC PPI sub bagian rumah tangga, kemudian
dilaporkan ke PPI untuk diolah.
b. Ketersediaan dan penggunaan APD yang tepat dengan jumlah yang memadai
1) Merencanakan kebutuhan masker (surgical face mask) setiap hari dan meminta
ke gudang farmasi
2) Memeriksa kondisi APD reuse secara berkala dan segera mengajukan
penggantian bila ada kerusakan (sebagian ke gudang farmasi, sebagian ke
logistik)
3) Memakai/melepas APD sesuai dengan prosedur yang berlaku
c. Ketersediaan obat P3K dan APAR
1) Memeriksa ketersediaan obat P3K secara berkala
2) Mengajukan permintaan ke gudang farmasi sesuai kebutuhan
3) Meminta pengisian ulang APAR yang sudah kadaluarsa ke sub bagian
pemeliharaan sarana
d. Ketersediaan alat-alat untuk perbaikan kendaraan darurat
1) Memeriksa kelengkapan alat untuk perbaikan kendaraan darurat secara berkala
2) Mengajukan permintaan ke sub bagian logistik sesuai kebutuhan
e. Pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien ke KPRS
f. Pencatatan dan pelaporan insiden kecelakaan kerja ke K3RS
5. Manajemen Risiko
a. Pelaksanaan rencana tindak lanjut
1) Membuat prioritas penatalaksanaan risiko berdasarkan rencana tindak lanjut
2) Pengajuan kebutuhan untuk tindak lanjut
3) Penanganan risiko berdasarkan rencana tindak lanjut
b. Pemantauan risiko unit
1) Melakukan pemantauan terhadap risiko dan membandingkan dengan rencana
2) Reviu dan pelaporan terhadap risiko dan RTL yang dilakukan
c. Menyusun Risk Register Unit tahun 2025
1) Mempelajari daftar risiko unit tahun 2024
8
2) Identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko
3) Penyusunan rencana tindak lanjut berdasarkan hasil poin 2)
4) Pengisian tabel risk register unit berdasarkan langkah 1) sampai 3)
6. Pelayanan rumah tangga
a. Pengamanan lingkungan rumah sakit dan area parkir mobil non komersil (termasuk
sterilisasi area, prokes, gangguan keamanan/code, dsb)
1) Patroli sesuai jadwal (dua kali setiap shift)
2) Pengamanan dan pengaturan area parkir kendaraan roda dua bertingkat sesuai
jadwal
3) Pengamanan dan pengaturan area parkir kendaraan roda empat non komersil
4) Pengamanan dan skrining misa untuk umum (hari Minggu dan hari Raya
Agama Katolik)
5) Pengawasan area melalui CCTV secara berkala
6) Pengawasan prokes di area pintu masuk (skrining, cuci tangan, masker) dan
jaga jarak di ruang tunggu/antrian
7) Sterilisasi area untuk membantu transportasi pasien covid antar unit dalam
rumah sakit
8) Pendampingan unit yang membutuhkan bila ada potensi gangguan
keamanan/keramaian
9) Salah satu petugas pemadam internal bila terjadi code red
b. Koordinasi dengan pihak kepolisian bila terjadi hal tidak diinginkan yang
membutuhkan penatalaksanaan lebih lanjut di luar batas kemampuan
c. Fotokopi untuk umum dan membantu proses pendaftaran pasien di area TPP
d. Transportasi pasien, jenazah, umum, barang dan dokumen sesuai permintaan unit
(penghubung : unit informasi dan TPP)
e. Penyediaan linen bersih
1) Mencatat linen kotor dari masing-masing unit
2) Melakukan pencucian linen sesuai prosedur
3) Mengolah linen bersih (seterika/mangel, sortir, melipat, dan mengelompokkan
linen sesuai unit masing-masing)
4) Mengembalikan linen sesuai unit (dicocokkan dengan catatan setoran linen)
5) Mencatat bila ada linen hilang/tertukar
6) Mencatat linen yang rusak akibat pemakaian chemical
7) Merekap dan melaporkan setiap bulan
9
f. Perbaikan linen dan penyediaan linen baru kebutuhan unit/komunitas
1) Perbaikan linen rusak dari ruangan yang masih bisa diperbaiki
2) Pemusnahan linen rusak yang tidak bisa diperbaiki
3) Melayani permintaan dari sub bagian logistik dan komunitas.
g. Penyortiran, dan pemusnahan linen yang sudah tidak layak pakai
1) Sortir dilakukan pada linen bersih
2) Melaporkan pada unit terkait ketika unit mengambil linen bersih dan dicatat
3) Unit terkait melakukan tindak lanjut (mengajukan perbaikan atau penggantian)
sesuai prosedur
h. Pelayanan tempat tinggal untuk karyawan dan mahasiswa STIKES yang
membutuhkan
1) Menjaga kebersihan lingkungan asrama sesuai jadwal harian
2) Melakukan pengkajian kepada warga asrama (termasuk mengantar berobat bila
dibutuhkan)
i. Pelayanan toko makanan dan minuman (di area Asrama Gaudette) dilakukan oleh
petugas loket asrama
j. Pelayanan tempat ibadah agama Katolik
1) Mempersiapkan kebutuhan misa harian, mingguan, dan insidentil (termasuk
dekorasi dan persembahan)
2) Memelihara peralatan misa (paramenta) dan busana liturgi (termasuk mencuci
dan merapikan linen)
3) Menjaga kebersihan lingkungan kapel (dalam dan sekitar kapel)
4) Merawat tanaman di sekitar kapel yang digunakan untuk dekorasi
k. Pelayanan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari untuk para Suster Misericordia
yang berkarya di rumah sakit
1) Menjaga kebersihan ruangan-ruangan biara termasuk rumah tempat tinggal
Suster Misericordia (Jalan Sumba-Bali)
2) Menghidangkan bila perlu menyiapkan makanan untuk para Suster
Misericordia di ruang makan bersama
3) Mencuci dan menyeterika baju-baju para Suster Misericordia
l. Pelayanan kedukaan
1) Pemulasaraan jenazah sesuai prosedur kesehatan dan kepercayaan yang dianut
pasien dilakukan oleh petugas kamar jenazah
10
2) Pengawetan jenazah menggunakan formalin (selain pasien covid 19) dilakukan
oleh dokter spesialis Forensik setelah jenazah dimandikan.
3) Persemayaman jenazah
a) Mempersiapkan jenazah sesuai prosedur dan kepercayaan
b) Menyiapkan ruangan dan sound system
4) Pengantaran jenazah
Pengantaran jenazah ke lokasi persemayaman atau pemakaman menggunakan
ambulan rumah sakit sesuai dengan prosedur yang berlaku
7. Pengembangan pelayanan
a. Sentralisasi linen/linen satu pintu
1) Persiapan alur kerja dan sarana prasarana yang dibutuhkan
2) Koordinasi dengan keperawatan terkait data-data yang dibutuhkan untuk
menentukan jumlah kebutuhan linen dan cadangan linen per hari
3) Inventarisasi linen dan penarikan linen dari unit secara bertahap
4) Pengambilan linen kotor dan distribusi linen secara bertahap akan diambil alih
oleh unit linen, termasuk pengambilalihan tenaga pengelolaan linen dari unit.
5) Perbaikan dan penggantian linen rusak dilakukan secara otomatis oleh unit
linen (kerja sama antara kamar cuci dan kamar jahit)
b. Kerja sama pelayanan kedukaan dari luar RS dengan YSIT
1) Koordinasi dengan PIC YSIT bila ada kebutuhan layanan kedukaan
2) Melakukan layanan kedukaan sesuai permintaan
8. Monitoring dan evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan daftar tilik oleh kepala sub bagian
rumah tangga setiap bulan. Hasil dilaporkan kepada kepala bagian umum setiap bulan
dalam laporan bulanan
9. Rapat
a. Rapat internal sub rumah tangga
1) Mempersiapkan undangan, absensi, dan materi rapat
2) Mengadakan rapat dan membuat notulen
3) Mengarsipkan UMAN
b. Mengikuti rapat koordinasi yang diadakan oleh kepala bagian umum, rapat koordinasi
unit seluruh rumah sakit, dan rapat-rapat lain sesuai kebutuhan
1) Mengikuti rapat dan membuat notulen untuk sosialisasi ke sub bagian rumah
tangga
11
2) Sosialisasi hasil rapat ke unit-unit di sub bagian rumah tangga
10. Laporan
a. Laporan harian
Melaporkan kegiatan harian dan hal-hal luar biasa ke kepala sub bagian rumah
tangga dan kepala bagian umum
b. Laporan bulanan unit
Membuat laporan terkait program kerja setiap bulan
c. Laporan triwulan PMKP
1) Merekap pencapaian dan analisis indikator mutu dan keselamatan setiap 3
bulan
2) Menyusun laporan pemantauan manajemen risiko setiap 3 bulan
3) Melaporkan ke kepala bagian umum dan PMKP untuk mendapatkan umpan
balik
F. SASARAN
13
H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
1. Pencatatan kegiatan dilakukan setiap hari oleh kepala sub bagian rumah tangga
2. Pelaporan program dilakukan :
a. Laporan bulanan dibuat oleh unit kerja dan dilaporkan kepada kepala bagian umum
sebelum tanggal 5 setiap bulannya
b. Laporan triwulan PMKP dilaporkan kepada Tim PMKP sebelum tanggal 5 setiap 3
bulan
c. Laporan tentang lembur, pemulasaraan jenazah, dan pelayanan pengantaran jenazah
dibuat oleh kepala unit kamar jenazah dan dilaporkan setiap bulan ke PSDM (terkait insentif)
3. Evaluasi program kerja sub bagian rumah tangga secara menyeluruh dilakukan setiap
akhir tahun oleh kepala sub bagian rumah tangga
J. PENUTUP
Program kerja sub bagian rumah tangga Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan
diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan peningkatan mutu
pelayanan di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang.
Malang, 15 November 2023
Kepala Sub Bagian Rumah Tangga
14
LAMPIRAN : RENCANA ANGGARAN BIAYA SUB BAGIAN RUMAH TANGGA