0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Prosedur Pelayanan Diabetes Melitus

Dokumen ini menjelaskan penyelenggaraan pelayanan untuk penyakit diabetes mellitus di Puskesmas Jeli, termasuk definisi, tujuan, kebijakan, dan prosedur penanganan pasien. Prosedur meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, pemilihan obat, serta edukasi kepada pasien mengenai pengelolaan diabetes. Kebijakan dan referensi yang mendasari pelayanan juga dicantumkan untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.

Diunggah oleh

yetna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Prosedur Pelayanan Diabetes Melitus

Dokumen ini menjelaskan penyelenggaraan pelayanan untuk penyakit diabetes mellitus di Puskesmas Jeli, termasuk definisi, tujuan, kebijakan, dan prosedur penanganan pasien. Prosedur meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, pemilihan obat, serta edukasi kepada pasien mengenai pengelolaan diabetes. Kebijakan dan referensi yang mendasari pelayanan juga dicantumkan untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.

Diunggah oleh

yetna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Diabetes

Melitus
No. Dokumen :: KLASTER 3/ /2024
S
No. Revisi :: 0
O
Tanggal Terbit :: 03/01/2024
P
Halaman :: 1/4
UPTD
PUSKESMAS [Link] ardianto, [Link]
JELI NIP. 19710429 200212 1 003
KABUPATEN
TULUNGAGUNG

1. Pengertian Diabetes mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai ileh hiperglikemia
akibat efek pada kerja insulin (resistensi insulin) dan sekresi insulin atau kedua-
duanya
2. Tujuan Agar petugas dapat menegakkan diagnosis diabetes mellitus (DM) dan
melakukan pengobatan dan penyuluhan untuk pencegahan diabetes melitus
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor : 188.4/ /24.08/2024 Tentang Pelayanan Klinis
di Puskesmas Jeli.
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.43 Tahun 2019 tentang
Puskesmas
2. Permenkes No. 44 tahun 2019 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak
Menular
3. Buku pedoman manajemen penyakit tidak menular tahun 2020
5. Prosedur/ 1. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut
Langkah- 2. Petugas menulis identitas pasien di buku register
langkah 3. Petugas melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien mengeluhakn gejala
klasi DM yang berupa polaria (sering kencing), polidipsi (sering haus) dan
polifagi (sering lapar) dan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya
4. Petugas menanyakan pada pasien apakah terdapat keluhan lain seperti lemah,
kesemutan, gatal, mata kabur, disfungso ereksi pada pria, pruritus vulva pada
wanita, serta adakah luka yang sulit sembuh
5. Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah
6. Petugas melakukan pemeriksaan fisik termasuk ekstremitas atas dan bawah
termasuk jari
7. Bila diperlukan petugas membaut permintaan pemeriksaan penunjang yaitu
gula darah puasa, gula darah 2 jam PP
8. Petugas menyerahkan surat permintaan kepada pasien untuk selanjutnya
pasien ke laboratorium
9. Petugas menerima hasil laboratorium dari pasien
10. Petugas membaca hasil laboratorium dan menegakan diagnose berdasarkan
hasil lab dan anamnesis, yaitu :
a. Gejala klasik DM + kadar glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/Dl. Puasa
diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam
b. Kadar glukose plasma 2 jam pada tes toleransi glukosa terganggu ≥ 200
mg/dL
11. Pemilihan jenis Obat Hipoglikemik Oral (OHO) dan insulin bersifat
individual tergantung kondisi pasien dan sebaiknya mengkombinasi obat
dengan cara kerja yang berbeda
Cara pemberian OHO terdiri dari :
a. Obat hipoglikemik oral (OHO) dimulai dengan dosis kecil dan ditingatkan
secara bertahap sesuai respons kadar glukosa darah, dapat diberikan
sampai dosis optimal
b. Golongan Biguanid : Metformin, dosis awal 500 mg dosis maksimal 2500
mg diberikan 1-3 kali/hari sebelum/pada saat/sesudah makan
c. Golongan Sulfonilurea : Glibenklamid dosis awal 2.5 mg dosis maksimal
15 mg/hr diberikan 15 – 30 menit sebelum makan, 1 – 2 kali/hari
12. Petugas mengedukasi pasien tentang penyakit DM, perlunya pengendalian
dan pemantauan DM, penyulit DM, intervensi farmokologi, bagaimana
mengatasi sementara keadaan gawat darurat akibat DM (rasa sakit dan
hipoglikemia)
13. Petugas mengedukasi pasien tentang terapi gizi medis (TGM)
Standart yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi :
a. Karbohidra 45 – 65%
b. Protein 15 – 20%
c. Lemak 20 – 25%
14. Petugas mengedukasi pasien tentang latihan jasmani secara teratur 3 – 4 kali
seminggu selama kurang lebih 30 menit
15. Petugas menulis resep
16. Petugas menyerahkan resep kepada pasien
17. Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnose dan terapi
kedalam rekan medis pasien
18. Petugas menandatangani rekam medis
19. Petugas menulis diagnose ke buku register rawat jalan
6. Diagram Alir
Petugas memanggil pasien sesuai
nomor urut

Petugas menulis identitas pasien di buku register

Petugas melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien


mengeluhakn gejala klasi DM

Petugas menanyakan pada pasien apakah terdapat keluhan


lain seperti lemah, kesemutan, gatal, mata kabur,
disfungso ereksi pada pria, pruritus vulva pada wanita,
serta adakah luka yang sulit sembuh

Petugas menanyakan pada pasien apakah terdapat keluhan


lain seperti lemah, kesemutan, gatal, mata kabur,
disfungso ereksi pada pria, pruritus vulva pada wanita,
serta adakah luka yang sulit sembuh

Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah


Petugas melakukan pemeriksaan fisik termasuk
ekstremitas atas dan bawah termasuk jari

Bila diperlukan petugas membaut permintaan pemeriksaan


penunjang yaitu gula darah puasa, gula darah 2 jam PP

Petugas menyerahkan surat permintaan kepada pasien


untuk selanjutnya pasien ke laboratorium

Petugas menerima hasil laboratorium dari pasien

Petugas membaca hasil laboratorium dan menegakan


diagnose berdasarkan hasil lab dan anamnesis

Pemilihan jenis Obat Hipoglikemik Oral (OHO) dan


insulin bersifat individual tergantung kondisi pasien dan
sebaiknya mengkombinasi obat dengan cara kerja yang
berbeda

Petugas mengedukasi pasien tentang penyakit DM,


perlunya pengendalian dan pemantauan DM, penyulit
DM, intervensi farmokologi, bagaimana mengatasi
sementara keadaan gawat darurat akibat DM (rasa sakit
dan hipoglikemia)

Petugas mengedukasi pasien tentang terapi gizi medis


(TGM)

Petugas mengedukasi pasien tentang latihan jasmani


secara teratur 3 – 4 kali seminggu selama kurang lebih 30
menit

Petugas menulis resep

Petugas menyerahkan resep kepada pasien

Petugas menulis hasil pemeriksaan fisik, laboratorium,


diagnose dan terapi kedalam rekan medis pasien
Petugas menandatangani rekam medis

Petugas menulis diagnose ke buku


register rawat jalan

7. Unit terkait 1. Ruang pelayanan


2. Laboratorium

Rekam Histori Perubahan

NO Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai dilakukan

Anda mungkin juga menyukai