Oleh
Ana Wigunantiningsih
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran diharapkan mahasiswa menguasai
model praktik kebidanan:
1. Social model
2. Medical model.
▪ Merupakan dua konsep yang berbeda dalam pendekatan pelayanan
Kesehatan ibu dan anak.
▪ Medical menekankan pada aspek medis seperti diagnosis, pengobatan
pada kondisi tertentu.
▪ Sosial model menekankan pada factor social yang mempengaruhi KIA
meliputi: social, ekonomi dan budaya.
▪ Prinsip model asuhan kebidanan: kehamilan dan persalinan adalah
proses alami bagian dari siklus hidup Wanita
▪ Menjelaskan beberapa aspek dengan cara membandingkan kesamaan melalui
struktur, diagram dan formula.
▪ Dalam teori berperan membantu ilmu social dalam mengonseptualisasikan dan
menyeimbangkan aspek-aspek dalam proses social
▪ Menjelaskan sebuag fakta dengan gambaran abstrak
▪ Menggabungkan informasi dengan sepenuhnya.
▪ Memberikan bantuan dalam komunikasi antara bidan dan pemimpin.
▪ Dalam bidang pendidikan, penting untuk mengorganisasi program
pembelajaran. Dalam rangka berkomunikasi dengan klien.
▪ Bidan perlu melakukan langkah-langkah yang efektif.
▪ Penjelasan tentang siapa bidan, tugasnya, harapannya, dan kebutuhannya.
▪ Bagaimana berinteraksi dengan pasien dan pimpinan.
▪ Educating student midwives
1. Pantau kesehatan ibu.
2. Menyiapkan ibu dengan memberikan pendidikan dan konseling.
3. Technology intervention should be kept to a minimum.
4. Mengenal pasti dan memberikan bantuan dalam bidang obstetri.
5. Lakukan rujukan jika diperlukan
▪ Merupakan fondasi dari praktek kebidanan yang sudah dikenal di
masyarakat, meliputi proses penyakit, pemberian Tindakan dan komplikasi
dari penyakit.
▪ Medical model merupakan salah satu model yang dikembangkan untuk
membantu manusia memahami proses sehat sakit dalam arti kesehatan.
▪ Tujuan : Sebagai sejauh kerja untuk pemahaman dan tindakan.
▪ Model ini sering digunakan dalam bidang kedokteran dan lebih fokus pada
proses penyaktit dan mengobati ketidaksempurnaan, sedangkan Model ini
kurang cocok untuk kebidanan karena terlalu berorientasi pada penyakit
dan tidak memberikan pasien menentukan keinginannya sendiri. Tapi
masih banyak yang terpengaruh dengan model ini.
Medical Model
Medical model dalam keadaan persalinan normal :
• Proses reproduksi wanita dianggap keadaan disfungsional
• Rasa nyeri dianggap sebagai suatu keadaan sakit atau tidak normal
sehingga perlu diberikan obat- obatan, seperti analgetik dan
anestesi diperbolehkan.
• Bila upaya pemberian obat atau tindakan untuk mengurangi rasa
nyeri tersebut menimbulkan rasa nyeri tambahan bagi ibu,
dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
• Ibu bersalin dianggap sebagai orang sakit yang perlu diobati atau
diberikan tindakan.
PANDANGAN MENGENAI MEDICAL MODEL
Kasus tidak biasa menjadi Normal dalam
menarik antisipasi
Outcome yang diharapkan
Dokter bertanggung
ibu dan bayi hidup dan
jawab
sehat
Informasi terbatas
1. Proses reproduksi wanita dianggap keadaan disfungsional proses.
2. Rasa nyeri dianggap sebagai suatu keadaan sakit atau tidak normal
sehingga perlu diberikan obat-obatan, seperti analgetik dan
anestesi diperbolehkan.
3. Bila upaya pemberian obat atau tindakan untuk mengurangi rasa
nyeri tersebut menimbulkan rasa nyeri tambahan bagi ibu,
dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
4. Ibu bersalin dianggap sebagai orang sakit yang perlu diobati atau
diberika. tindakan.
▪ Normal dalam perspektif
▪ Keadaan yang luar biasa sering kali menarik perhatian
▪ Dokter bertanggung jawab
▪ Informasi yang terdesi terbatas
▪ Outcome yang diharapkan: ibu dan bayi hidup dan sehat
1. Berorientasi pada penyakit.
2. Menganggap bahwa akal atau pikiran
dan badan terpisah.
3. Manusia menguasai alam.
4. Kasus yang tidak bisa menjadi menarik.
5. Klien memiliki informasi terbatas
6. Kesehatan individu menjadi prioritas
disbanding kesh komunitas
7. Pasien berperan pasif.
8. Dokter yang menentukan
▪ Model medis ini tidak ideal untuk praktik kebidanan karena terlalu fokus pada
penyakit dan tidak memberikan klien kesempatan untuk menentukan nasib
mereka sendiri
▪ Model medis merupakan landasan praktik kebidanan yang telah merasuki
masyarakat, meliputi: Proses penyakit, pengobatan, dan komplikasi
penyakit/akibat pengobatan.
Social Model
Model sosial lebih melibatkan keluarga
dalam proses persalinan dan
setelahnya, jadi tidak hanya berfokus
pada ibunya saja. Misalnya keluarga
dilibatkan untuk membantu ibu
mencari posisi yang nyaman,
memfasilitasi ibu selama proses
persalinan, membantu memberikan
dukungan kepada ibu.
Sosial Model
Social model dalam keadaan persalinan normal :
1. Proses reproduksi wanita adalah peristiwa yang normal,
alami
2. Mengutamakan kekuatan integrasi pikiran dan tubuh,
bahwa rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu bersalin adalah
suatu hal yang alami dirasakan oleh semua ibu melahirkan.
3. Mengupayakan tindakan atau intervensi yang seminimal
mungkin sehingga tidak menimbulkan kesakitan tambahan
bagi ibu selama proses persalinan.
4. Ibu bersalin adalah orang yang sehat, tidak diperlukan
pengobatan atau tindakan, kecuali bila ada indikasi atau
keadaan gawat darurat
▪ Dalam proses menuju persalinan bidan harus
memperhatikan kondisi psikologis dari ibu
hamil
▪ Menggambarkan teori psikologi kebidanan
▪ Mengendalikan peristiwa
▪ Melakukan pengkajian psikis ibu hamil, menyusui, ibu dalam proses persalinan
▪ Menjabarkan perkembangan bayi dan anak
▪ Pencegahan stress dan depresi
▪ Edukasi dan konseling
▪ Psikososial: ibu sbg Wanita terlibat dalam interaksi antara keluarga,
kelompok, dan masyarakat. Keberadaan Wanita yang sehat jasmani,
rohani dan social sangat diperlukan, karena Wanita mempunyai 5 peran
penting dalam keluarga.
▪ Spiritual: dalam memberikan spiritual care nakes (bidan) berperan
dalam upaya mengenali dan memenuhi kebutuhan spiritual klien
dengan memperhatikan aspek penghormatan pada klien.
Respek: cara hormat:
1. Menerima apa adanya
Pemberdayaan
2. Menghindari perilaku yang (empowerment): proses
merusak diri pemberian kekuatan dan
3. Menjaga nama baik kekuasaan
4. Kenali diri sendiri
5. Menghargai diri sbg ciptaan
Tuhan
6. Atasi kelemahan diri
SENI: LOKAL atau komunitas:
Keindahan untuk melengkapi Menjadi ujung tombak pemberi
pelayanan kebidanan komunitas,
kesejahteraan hidup. Keindahan yang bidan melayani keluarga dan
dirasakan, dimiliki dan disalurkan ke masyarakat tertentu
setiap orang.
TEKNOLOGI SBG PENOLONG
USG
CTG
Doppler
Suction pump
Vakun esktrator
Insfant warmer
Eye protector photo terapy
Calliper
Umbilical cord clem nylon
Pengukur LLA
Breast pumb
HUBUNGAN:
Menjalin hub yang baik dg klien, bersikap AKTUALISASI DIRI:
terbuka, sejalan dengan klien, bidan dan Pencapaian potensi individu
klien akreb. Bidan meningkatkan interaksi sepenuhnya. Proses perubahan peran
dg keterbukaan, saling menghargai, Wanita berjalan lancer dengan bantuan
persamaan posisi. Indikator: kesejajaran, bidan sesuai kebutuhan klien
empati, berbagi pengalaman
KEADILAN PELAYANAN
1. Memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai persyaratan pelanggan.
2. bidan yang selalu siap untuk melayani.
3. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan/meningkatkan
pelayanan.
4. Aksesibilitas titik layanan.
MENGHARGAI PERBEDAAN
• Menghargai perbedaan merupakan sama dengan pelaksanaan sikap respek,
kebutuhan, pikiran, dan keinginan seseorng me njadi pertimbangan. Ini berarti
mengambil kebutuhan seseor ang dan memberikan harga atau nilai kepadanya.
Bahkan me mberikan penghargaan sesuai dengan bagaiman mereka men ghargai
pikiran dan perasaan, pengakuan mereka sendiri den gan mendengarkan mereka,
jujur dengan mereka , menerima individualitas dan keistimewaan mereka
kepercayaan
Kepercayaan memegang peranan penting dalam
sebuah hubungan
Individu memiliki kecenderungan menilai orang lain
dan memutuskan apakah akan mempercayai orang
tersebut atau tidak dalam interaksi
Kepercayaan muncul dalam bidang professional yang
bebrotientasi tugas
KARAKTERISTIK PETUGAS KESEHATAN
• semangat melayani,
• kasih sayang,
• empati,
• ketulusan
• kepuasan.
DIMENSI KEPUASAN PASIEN
• Kepuasan terhadap penerapan kode etik dan standar pelayanan
profesi bidan.
• Kepuasan, yaitu berkaitan dengan terpenuhinya seluruh
persyaratan pelayanan kebidanan.
PELAYANAN KEBIDANAN YANG BERMUTU
• Tersedianya pelayanan kebidanan.
• Keadilan pelayanan kebidanan.
• Kontinuitas pelayanan kebidanan.
• Penerimaan pelayanan kebidanan.
• Akses terhadap layanan kebidanan.
• Pelayanan kebidanan mudah terjangkau.
• Efisiensi.
• Berkualitas.