Nama: Ernasari
Kelas: 12.6
Absen: 13
Mapel: Bahasa Indonesia
Reformasi Hukum Untuk Indonesia Maju
Pandangan saya dengan keberadaan hukum adalah untuk menjamin keteraturan dan Ketertiban
masyarakat agar diperoleh keadilan dan kesejahteraan. Tanpa ada hukum sebuah negara akan
carut marut dan hidup sesuai keinginan sendiri dan hal itu tidak sesuai dengan Pancasila.
Hukum di Indonesia sendiri bercermin pada Pancasila sesuai dengan Ketetapan MPR
[Link]/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan peraturan perundang-undangan pada
Pasal 1 ayat (3) yang menyatakan bahwa sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila.
Sehingga setiap materi muatan peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Untuk itu hukum di Indonesia harus
ditegakkan setinggi-tingginya sesuai dengan peraturan yang ada.
Tetapi sekarang ini, hukum di Indonesia sangat rumit dengan permasalahan yang ada.
Kebanyakan hukum di Indonesia itu yang menang adalah yang mempunyai kekuasaan, yang
mempunyai uang banyak pasti akan aman dari gangguan hukum dengan cara melanggar aturan
negara. Orang biasa yang ketahuan melakukan tindak pencurian kecil langsung ditangkap dan
dijebloskan ke penjara dengan pidana yang berat. Sedangkan seorang pejabat negara yang
melakukan korupsi uang miliaran rupiah milik negara dapat berkeliaran dengan bebasnya
pidananya pun cukup ringan. Tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat pada pancasila
khususnya pada sila kelima. Itulah sedikit pernyataan yang menunjukkan penegakan hukum di
Indonesia belum dijalankan secara adil. Dengan menilai hal tersebut bahwa perkembangan
penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari harapan. Hukum saat ini digunakan sebagai alat
legalitas untuk membenarkan sebuah tindakan dan setiap keputusan yang diambil oleh
penguasa.
Tujuan hukum di Indonesia adalah untuk membentuk suatu pembentukan negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanaan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Jika
hukum tidak dapat bekerja sesuai tujuan dan sebagaimana fungsinya maka itu menandakan
upaya-upaya reformasi hukum sudah waktunya dilakukan. Hukum berfungsi sebagai alat
rekayasa pembaruan masyarakat, tetapi dalam kenyataannya di Indonesia telah bergeser
menjadi alat rekayasa pembenaran korupsi. Maka jelas diperlukan reformasi mengenai
permasalahn itu. Reformasi hukum bukan saja diartikan sebagai penggantian atau pembaruan
melainkan pembenahan yang teratur dan secara struktural hingga ke akar-akarnya.
Reformasi hukum dimulai pada birokrasi lembaga peradilan, diperlukan usaha yang sungguh-
sungguh dan konsisten untuk melakukan pembaharuan di semua institusi penegak hukum
seperti kepolisian, kejaksaan dan Mahkamah Agung dengan seluruh bagian-bagian dan unit-
unitnya. Selain itu, mengubah fungsi dan kapasitas organisasi profesi hukum menjadi
independen, bersih dan penuh kompetensi diperlukan waktu. Agar prosesnya berjalan terarah,
komprehensif, berkesinambungan dan mencapai hasil, perlu didampingi oleh berbagai
instrumen evaluasi yang mengontrol efektifitasnya. Oleh karena itu, perlu kajian-kajian
mendalam mengenai arah reformasi hukum setelah sekian waktu digulirkan dengan pilihan-
pilihan sistem hukum yang akan dibangun beserta segenap alasan fundamentalnya.
Perlu diingat bahwa hukum senantiasa tertuju pada tiga tujuan utama yaitu kepastian hukum
(yuridis), keadilan (filosofis), dan kemanfaatan atau kegunaan (sosiologis). Ketiga tujuan hukum
tersebut harus diwujudkan dalam peraturan perundang-undangan hingga pelaksanaan dalam
praktik hukum. Oleh sebab itu, maka para birokrat pemerintah dan aparat penegak hukum
harus menyadari hal itu sehingga mampu mewujudkan ketiga tujuan hukum itu dengan baik dan
sungguh-sungguh. Artinya, reformasi hukum memerlukan kepemimpinan yang kuat dan jelas,
baik pada tingkat pemerintahan maupun pada tingkat institusional.
Dalam hal ini, pemerintah perlu mengirimkan sinyal yang kuat akan komitmen bagi terciptanya
institusi penegakan hukum yang dapat dipercaya oleh masyarakat. Tantangan utama di sini
terletak pada upaya institusi penegakan hukum untuk mendapatkan kepercayaan kembali dari
masyarakat. Perbaikan keadaan fundamental melalui reformasi hukum yang konsisten
setidaknya akan mengajak bangsa Indonesia untuk kembali memiliki rasa kebangsaan
menjunjung nilai Pancasila yang tercermin dalam sikap kebhinekaan, kekeluargaan,
kesantunan, toleransi, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan, mempertahankan sistem
demokrasi berasas hukum dan menghormati berbagai persyaratan untuk hidup bermartabat
karena seperti itulah sesungguhnya jati diri bangsa Indonesia.
Teruntuk rakyat Indonesia hormati hukum Indonesia dengan memberikan dukungan. Kepada
pemerintah agar dapat mengusung dan menegakkan hukum di Indonesia dengan baik dan
seadil-adilnya. Tanamkan jiwa Pancasila agar meminimalisir pelanggaran terhadap peraturan
yang ada. Kesadaran terhadap perdamaian perlu dijunjung demi terciptanya kebhinekaan tanpa
melihat ras, suku dan agama yang akan mencapai Indonesia Jaya.