---CONTOH KARYA ILMIAH ---
PERBAIKAN PENGAIRAN UNTUK TANAMAN KOPI
D
OLEH :
KELOMPOK V
1. OLOAN
2. RESTIANI
3. RIZALDI
4. SISKA
5. IS DAHLIA
SMK NEGERI 1 MUARA BATANG GADIS
KABUPATEN MANDAILING NATAL
T.A 2024/2025
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kopi termasuk kelompok tanaman semak belukar dengan genius Coffea. Kopi termasuk
ke dalam family Rubiaceae, subfamily lxoroideae, dan suku Coffeae. Seorang bernama Linnaeus
merupakan orang yang pertama mendeskripsikan spesies kopi (Coffea arabica) pada tahun 1753.
Menurut Bridson dan Vercourt pada tahun 1988, kopi dibagi menjadi 2 genus, yakni Coffea dan
Psilanthus. Genus Coffea terbagi menjadi 2 subgenus, yakni Coffe dan Baracoffea. Subgenus
Coffea terdiri dari 88 spesies. Sementara itu, subgenus Baracoffea terdapat 7spesies.
Berdasarkan geografik (tempat tumbuh) dan rekayasa genetik, kopi dapat dibedakan menjadi 5,
kopi yang berasal dari Ethiopia, Madagascar, serta Benua Afrika bagian barat, tengah, dan timur
(Andre Illy dan Rinantonio Viani, 2005). Tanaman kopi terdiri dari: akar, batang dan
percabangan (cabang primer dan cabang sekunder, cabang reproduksi, cabang balik dan cabang
kipas), daun, bunga, dan buah.
Penyerbukan
Tanaman kopi termasuk tanaman yang dapat melakukan penyerbukan sendiri (self fertile).
Keberhasilan tanaman kopi untuk berbunga hingga menjadi buah sangat dipengaruhi oleh iklim
(musim hujan atau kemarau). Penyerbukan umumnya terjadi setelah musim hujan. Penyerbukan
dipengaruhi oleh iklim secara umum.
Jenis-jenis Kopi
Jenis kopi yang banyak dibudidayakan yakni kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea
canephora). Sementara itu, ada juga jenis Coffea liberica dan Coffea congensis yang merupakan
perkembangan dari jenis robusta.
Pengairan tanaman kopi dilakukan dengan mengalirkan air ke tanaman menggunakan selang
atau pipa. Untuk meningkatkan efisiensi, dapat digunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation).
Cara pengairan tanaman kopi
Gunakan selang atau pipa panjang untuk mengalirkan air ke tanaman.
Gunakan pompa untuk mendorong air.
Gunakan sistem irigasi tetes untuk mengatur debit air sesuai kebutuhan tanaman.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengairan Kopi ?
2. Apa manfaat Pengairan Kopi?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perbaikan Pengairan Kopi
Perbaikan pengairan pada tanaman kopi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem
irigasi tetes (drip irrigation). Sistem ini dapat mengatur debit air sesuai kebutuhan tanaman dan
menghemat penggunaan air.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk memperbaiki pengairan tanaman kopi:
1. Gunakan selang atau pipa paralon untuk memperbesar aliran air.
2. Gunakan pompa untuk mengalirkan air ke tanaman.
3. Atur debit air sesuai kebutuhan tanaman.
4. Pastikan air tidak menggenang di sekitar batang tanaman.
5. Lakukan penyiraman secara berkala, terutama saat musim kemarau.
Selain pengairan, tanaman kopi juga perlu dirawat dengan cara: Pemupukan, Penyiangan,
Pembersihan tanaman dari hama dan parasit, Pemangkasan, Penyulaman.
Pengembangan tanaman kopi arabika membutuhkan agroekologi yang tepat terutama
ketinggian tempat yang berkisar antara 800 meter di atas permukaan laut (m dpl) sampai 1.500
m dpl. Menurut Prastowo et al., (2010) kondisi lingkungan tumbuh kopi arabika membutuhkan
suhu berkisar antara 21-24°C.
Pengairan pada tanaman kopi berfungsi untuk membantu tanaman tumbuh dengan baik
dan menghasilkan panen yang berkualitas tinggi.
Manfaat pengairan pada tanaman kopi: Membantu tanaman mengambil nutrisi dari tanah,
Membantu proses fotosintesis, Membantu tanaman menghindari stres kekeringan.
Salah satu metode pengairan yang bisa digunakan untuk tanaman kopi adalah irigasi tetes.
Irigasi tetes mengalirkan air secara terus menerus ke akar tanaman melalui selang-selang kecil.
Dengan demikian, tanaman bisa menyerap air dan nutrisi secara optimal.
Selain pengairan, tanaman kopi juga membutuhkan perawatan lain, seperti: Pemupukan,
Pemangkasan, Penyiangan, Perlindungan dari hama dan penyakit, Tanaman penaung.
BAB III
PENUTUP
Perbaikan pengairan pada tanaman kopi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi
tetes (drip irrigation). Sistem ini dapat mengatur debit air sesuai kebutuhan tanaman dan
menghemat penggunaan air. Pengairan pada tanaman kopi berfungsi untuk membantu tanaman
tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang berkualitas tinggi.
Manfaat pengairan pada tanaman kopi: Membantu tanaman mengambil nutrisi dari tanah,
Membantu proses fotosintesis, Membantu tanaman menghindari stres kekeringan.
Salah satu metode pengairan yang bisa digunakan untuk tanaman kopi adalah irigasi tetes.
Irigasi tetes mengalirkan air secara terus menerus ke akar tanaman melalui selang-selang kecil.
Dengan demikian, tanaman bisa menyerap air dan nutrisi secara optimal.