---CONTOH KARYA ILMIAH ---
PERBAIKAN PENGAIRAN UNTUK TANAMAN KAKAO
D
OLEH :
KELOMPOK III
1. ARMAN
2. ELYA
3. JILLA
4. YAPTO
5. SAIMA
SMK NEGERI 1 MUARA BATANG GADIS
KABUPATEN MANDAILING NATAL
T.A 2024/2025
BAB I
PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai
ketinggian 10m. Meskipun demikian, dalam budi daya tanaman ini tingginya dibuat tidak lebih
dari 5m, tetapi dengan tajuk menyamping yang meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak
cabang produktif.
Habitat alam tanaman kakao berada di hutan beriklim tropis. Kakao merupakan tanaman
tropis yang suka akan naungan (shade loving plant) dengan potensi hasil bervariasi 50-120
buah/pohon/tahun. Seringkali tumbuh dalam rumpun di sepanjang tepi sungai, di mana akarnya
mungkin tergenang untuk jangka waktu yang lama dalam setahun. Kakao tumbuh pada
ketinggian rendah, biasanya di bawah 300 meter di atas permukaan laut, di daerah dengan curah
hujan 1.000 hingga 3.000 mm per tahun
Kakao sendiri adalah tanaman asli Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara
(Kolombia, Ekuador, Venezuela, Brasil, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis). Ini juga telah
diperkenalkan sebagai tanaman pangan ke banyak negara tropis Afrika dan Asia.
Pengairan tanaman kakao dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama saat
musim kemarau. Pengairan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas
tanaman kakao.
Cara pengairan tanaman kakao:
Menggunakan selang atau pipa panjang dengan bantuan pompa
Menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation)
Sistem irigasi tetes dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air karena dapat mengatur debit air
sesuai kebutuhan tanaman. Sistem ini juga dapat mengurangi pemborosan air akibat penguapan
atau limpasan.
Manfaat irigasi tetes bagi tanaman kakao: Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas
tanaman, Mengurangi pertumbuhan gulma, Menghemat tenaga kerja, Memungkinkan aplikasi
pupuk cair (fertigation) yang lebih efisien.
2.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengairan Kakao ?
2. Apa manfaat Pengairan Kakao ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perbaikan Pengairan
Perbaikan pengairan pada tanaman kakao dapat dilakukan dengan menggunakan sistem
irigasi tetes (drip irrigation). Sistem ini dapat mengatur debit air sesuai kebutuhan tanaman dan
mengaplikasikan air lebih dekat ke zona perakaran tanaman.
Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengairan tanaman kakao:
1. Tanaman kakao sensitif terhadap kekeringan, sehingga perlu dilakukan irigasi.
2. Pada musim panas, tanaman kakao perlu diirigasi secara berkala.
3. Pengairan membantu melarutkan dan memindahkan zat hara dari tanah ke tanaman.
4. Pemberian air yang berlebihan dapat menyebabkan banyak air yang tidak dimanfaatkan
oleh tanaman.
Selain pengairan, tanaman kakao juga perlu dirawat dengan cara:
Pemangkasan untuk mendorong kemampuan produksi tanaman.
Pemangkasan cabang yang lemah, cabang kering, cabang melintang, dan ranting-ranting yang
membuat tanaman terlalu rimbun.
2.2 Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh tanaman kakao adalah curah hujan yaitu 1.100 – 3.000 mm per tahun.
Temperaturnya yaitu 30 0C ‐ 32 0C (maksimum) dan 18 0C ‐ 21 0C (minimum). Kakao tumbuh
baik pada tanah dengan pH 6 – 7,5. Sedangkan lingkungan hidup tanaman kakao yakni hutan
tropis yang pada pertumbuhannya memerlukan naungan untuk menghindari pencahayaan penuh.
Berikut adalah beberapa manfaat pengairan yang tepat bagi tanaman kakao:
1. Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman
2. Mengurangi pertumbuhan gulma
3. Mengurangi risiko erosi
4. Membantu tanaman beradaptasi dengan iklim lokal
5. Menghemat tenaga kerja
6. Memastikan nutrisi langsung mencapai sistem akar tanaman
Tanaman kakao sensitif terhadap kekeringan, sehingga pengairan menjadi penting. Frekuensi
penyiraman yang tepat dapat mempertahankan kelembaban optimal pada tanaman kakao. Salah
satu metode pengairan yang dapat digunakan untuk tanaman kakao adalah irigasi tetes. Irigasi
tetes dapat memastikan setiap tetes air digunakan secara optimal dan mengurangi pemborosan.
BAB III
PENUTUP
Perbaikan pengairan pada tanaman kakao dapat dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi
tetes (drip irrigation). Sistem ini dapat mengatur debit air sesuai kebutuhan tanaman dan
mengaplikasikan air lebih dekat ke zona perakaran tanaman. Tanaman kakao sensitif terhadap
kekeringan, sehingga pengairan menjadi penting. Frekuensi penyiraman yang tepat dapat
mempertahankan kelembaban optimal pada tanaman kakao. Salah satu metode pengairan yang
dapat digunakan untuk tanaman kakao adalah irigasi tetes. Irigasi tetes dapat memastikan setiap
tetes air digunakan secara optimal dan mengurangi pemborosan