0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan16 halaman

Penyuluhan Kontrasepsi untuk Pasangan Subur

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang kontrasepsi yang mencakup pengertian, manfaat, syarat pemakaian, dan berbagai metode kontrasepsi. Penyuluhan ini ditujukan kepada pasangan usia subur dan dilakukan oleh Wiji Lestari di rumah pasien. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar peserta memahami berbagai metode kontrasepsi yang dapat digunakan.

Diunggah oleh

Bella Rosyikayanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan16 halaman

Penyuluhan Kontrasepsi untuk Pasangan Subur

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang kontrasepsi yang mencakup pengertian, manfaat, syarat pemakaian, dan berbagai metode kontrasepsi. Penyuluhan ini ditujukan kepada pasangan usia subur dan dilakukan oleh Wiji Lestari di rumah pasien. Tujuan dari penyuluhan ini adalah agar peserta memahami berbagai metode kontrasepsi yang dapat digunakan.

Diunggah oleh

Bella Rosyikayanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KELUARGA BERENCANA

Pokok Bahasan : Kontrasepsi


Sub Bahasan :
1. Pengertian Kontrasepsi
2. Manfaat Kontrasepsi
3. Syarat pemakaian kontrasepsi
4. Macam-macam alat kontrasepsi
Penyuluh : Wiji Lestari (P1337424821240)
Tempat : Rumah Pasien
Sasaran : Pasang usia subur
Waktu : 26-03-2022

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Ibu mengetahui macam-macam metode kontrasepsi yang dapat digunakan
pasangan usia subur.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1. Ibu mengetahui pengertian kontrasepsi
2. Ibu mengetahui manfaat kontrasepsi
3. Ibu mengetahui syarat pemakaian kontrasepsi
4. Ibu mengetahui macam-macam metode alat kontrasepsi
C. STRATEGI
1. Ceramah
2. Tanya jawab
D. MEDIA
1. Lembar balik ABPK
E. MATERI
Terlampir
F. KEGIATAN
NO ACARA WAKTU KEGIATAN EVALUASI
PENYULUHAN
1 Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan Menjawab salam,
salam mendengarkan
2. Memperkenalkan
diri
2 Isi 10 menit 1. Menjelaskan Mendengarkan dan
tentang memperhatikan
pengertian KB
2. Menjelaskan
manfaat KB
3. Menjelaskan
tentang macam-
macam metode
KB
3 Diskusi 15 menit Tanya jawab Mampu bertanya dan
menjawab pertanyaan
petugas
4 Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan 1. Dapat
hasil penyuluhan menyampaikan
2. Memberi saran- metode KB
saran yang akan
3. Mengucapkan dipilih
salam 2. Menjawab
salam

G. EVALUASI
1. Ibu dapat menjelaskan kembali pengertian KB dan manfaat KB.
2. Ibu dapat menyebutkan macam-macam metode kontrasepsi untuk ibu
menyusui.
3. Ibu dapat menyebutkan beberapa keuntungan pemakaian alat kontrasepsi.
4. Ibu dapat memilih atau menentukan metode kontrasepsi yang biasa cocok
bagi dirinya
MATERI
1. PENGERTIAN
KB adalah merupakan salah satu usaha untuk mencapai
kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perka- winan,pengobatan
kemandulan dan penjarangan kelahiran. KB merupakan tindakan
membantu individu atau pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran
yang tidak diingin- kan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan,
mengatur interval diantara kelahiran. KB adalah proses yang disadari oleh
pasangan untuk memutuskan jumlah dan jarak anak serta waktu kelahiran
(Matahari, Utami and Sugiharti, 2018, p. 22).
Tujuan Keluarga Berencana meningkatkan kesejahteraan ibu dan
anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera melalui
pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk
Indonesia. Di samping itu KB diharapkan dapat menghasilkan penduduk
yang berkualitas, sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatkan
kesejahteraan keluarga (Prijatni and Rahayu, 2016, p. 114).
Kontrasepsi adalah usaha - usaha untuk mencegah terjadinya
kehamilan, usaha itu dapat bersifat sementara dapat bersifat permanen.
Maksud dari konsepsi adalah menghindari / mencegah terjadinya
kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel
sperma. Untuk itu, berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi, maka
yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan
hubungan seks dan kedua - duanya memiliki kesuburan normal namun
tidak menghendaki kehamilan(Matahari, Utami and Sugiharti, 2018, p. 25)
2. MANFAAT KB
Peningkatan dan perluasan pelayanan KB merupakan salah satu
usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang semakin
tinggi akibat kehamilan yang dialami wanita (Matahari, Utami and
Sugiharti, 2018, p. 23).
Manfaat KB antara lain
a. Perbaikan kesehatan badan ibu
b. Adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anaak, beristirahat,
dan
c. menikmati waktu luang serta melakukan kegiatan-kegiatan lain.
d. Perkembangan fisik, mental dan sosial anak lebih sempurna.
e. Perencanan kesempatan pendidikan yang lebih baik.
3. SYARAT KONTRASEPSI
a. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya.
b. Efek samping yang merugikan tidak ada.
c. Kerjanya dapat diatur menurut keinginan.
d. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan.
e. Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol ketat selama
pemakaian.
f. Cara penggunaannya sederhana
g. Harganya murah supaya dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
h. Dapat diterima oleh pasangan suami istri
4. MACAM-MACAM ALAT KONTRASEPSI
a. Jenis alat kontrasepsi hormonal
1) Pil Kombinasi
a) Mekanisme
Pil kombinasi menekan ovulasi, mencegah implantasi,
mengentalkan lendir serviks sehingga sulit dilalui oleh sperma,
dan menganggu pergerakan tuba sehingga transportasi telur
terganggu. Pil ini diminum setiap hari.
b) Efektifitas
Bila diguakan secara benar, risiko kehamilan kurang dari 1 di
antara 100 ibu dalam 1 tahun.
c) Efek samping
Perubahan pola haid (haid jadi sedikit atau semakin pendek,
haid tidak teratur, haid jarang, atau tidak haid), sakit kepala,
pusing, mual, nyeri payudara, perubahan berat badan,
perubahaan suasana perasaan, jerawat (dapat membaik atau
memburuk, tapi biasaya mem- baik), dan peningkatan tekanan
darah.
d) Keuntungan
Alat kontrasepsi yang sangat efektif bila minum secara teratur
(tidak lupa), tidak mengganggu senggama, reversibilitas
(pemulihan kesuburan) tinggi siklus haid menjadi teratur,
banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia) tidak
terjadi nyeri haid, dapat digunakan jangka panjang selama
perempuan masih menggunakannya untuk mencegah
kehamilan, dapat digunakan sejak usia remaja hingga
menopause, mudah dihentikan setiap saat, membantu
mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium, penyakit radang
panggul, disminore, mengurangi perdarahan menstruasi
e) Kerugian
Membosankan karena harus minum setiap hari, mual, pusing
terutama pada 3 bulan
pertama, perdarahan bercak terutama 3 bulan pertama, nyeri
payudara, berat badan naik sedikit tetepi pada perempuan
tertentu berat badan justru memilki dampak positif, amenore,
tapi jarang sekali untuk pil kombinasi, tidak boleh diberikan
pada ibu yang menyusui karena akan mengurangi produksi
ASI, pada sebagian kecil wanita dapat menimbulkan depresi
dan perubahan suasana hati sehingga keinginan untuk
melakukan hubungan senggama berkurang, dapat
meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga
resiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena
sedikit meningkat. Pada perempuan usia > 35 tahun keatas dan
merokok perlu hati-hati, tidak mencegah IMS, HIV/AIDS.
2) Pil Hormone Progestin
a) Mekanisme
Minipil menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks
di ovarium, endometrium mengalami transformasi lebih awal
sehingga implantasi lebih sulit, mengentalkan lendir serviks
sehingga menghambat penetrasi sperma, mengubah motilitas
tuba sehingga transportasi sperma terganggu. Pil diminum
setiap hari.
b) Efektifitas
Bila digunakan secara benar, risiko kehamilan kurang dari 1 di
antara 100 ibu dalam 1 tahun.
c) Efek samping
Perubahan pola haid (menunda haid lebih lama pada ibu
menyusui, haid tidak teratur, haid memanjang atau sering, haid
jarang, atau tidak haid), sakit kepala, pusing, perubahan
suasana perasaan, nyeri payudara, nyeri perut, dan mual.
3) Pil KB Darurat (Emergency Contraceptive Pills)
Kontrasepsi darurat digunakan dalam 5 hari pasca senggama
yang tidak terlindung dengan kontrasepsi yang tepat dan konsisten.
Semakin cepat minum pil kontrasepsi darurat, semakin efektif.
Kontrasepsi darurat banyak digunakan pada korban perkosaan dan
hubungan seksual tidak terproteksi.
Penggunaan kontrasepsi darurat tidak konsisten dan tidak
tepat dilakukan pada:
a) Kondom terlepas atau bocor
b) Pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi alamiah
dengan tepat (misalnya gagal abstinens, gagal
menggunakan metoda lain saat masa subur).
c) Terlanjur ejakulasi pada metoda senggama terputus.
d) Klien lupa minum 3 pil kombinasi atau lebih, atau
terlambat mulai papan pil baru 3 hari atau lebih.
e) AKDR terlepas
f) Klien terlambat
g) 2 minggu lebih untuk suntikan progesteron 3 bulanan
atau terlambat 7 hari atau lebih untuk metoda suntikan
kombinasi bulanan.
4) Kb Suntik Kombinasi
a) Mekanisme
Suntikan kombinasi menekan ovulasi, mengentalkan lendir
serviks sehingga penetrasi sperma terganggu, atrofi pada
endometrium sehingga implantasi terganggu, dan menghambat
transportasi gamet oleh tuba. Suntikan ini diberikan sekali tiap
bulan.
b) Efektifitas
Bila digunakan secara benar, risiko kehamilan kurang dari 1
diantara 100 ibu dalam 1 tahun.
c) Efek samping
Perubahan pola haid (haid jadi sedikit atau semakin pendek,
haid tidak teratur, haid memanjang, haid jarang, atau tidak
haid), sakit kepala, pusing, nyeri payudara, kenaikan berat
badan.
d) Keuntungan
Resiko terhadap kesehatan kecil, tidak berpengaruh terhadap
hubungan suami istri,tidak diperlukan pemeriksaan dalam,
jangka panjang, efek samping sangat kecil, klien tidak perlu
menyimpan obat suntik.
Mengurangi jumlah perdarahan, mengurangi nyeri saat haid,
mencegah anemia, khasiat pencegahan terhadap kanker
ovarium dan kanker endometrium, mencegah kehamilan
ektopik, melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit
radang panggul.
e) Kerugian
Terjadi perubahan pola haid,seperti tidak teratur,spotting,
mual,sakit kepala, nyeri payudara ringan, keluhan seperti ini
akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga, ketergantungan
klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap
30 hari untuk mendapatkan suntikan, efektivitas berkurang bila
digunakan bersamaan dengan obat- obat epilepsy (fenitoin dan
barbioturate) atau obat tuberculosis (firampisin), dapat terjadi
efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke,
bekuan darah pada paru atau otak dan kemungkinan timbul
tumor hati, penambahan berat badan, kemungkinan terlambat.
f) Indikasi
Usia reproduksi, telah memiliki anak, ataupun yang belum,
ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas tinggi,
memberikan ASI pasca persalinan > 6 bulan , pasca persalinan
dan tidak menyusui, anemia , nyeri haid hebat, haid teratur,
riwayat kehamilan ektopik, sering lupa menggunakan pil
kontrasepsi, wanita perokok berusia lebih 35 tahun.
g) Kontraindikasi
Hamil atau diduga hamil, menyusui dibawah 6 bulan pasca
persalinan, perdarahan pervaginam yang belum diketahui
penyebabnya, penyakit hati akut (virus hepatitis), usia lebih 35
tahun dan merokok, riwayat penyakit jantung, stroke, tekanan
darah tinggi >180/110 mmhg, riwayat kencing manis > 20
tahun, kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit
kepala atau migrain, keganasan payudara.
5) Suntikan progestin
a) Mekanisme
Suntikan progestin mencegah ovulasi, mengentalkan lendir
serviks sehingga penetrasi sperma terganggu, menjadikan
selaput rahim tipis dan atrofi, dan menghambat transportasi
gamet oleh tuba. Suntikan diberikan 3 bulan sekali (DMPA).
b) Efektifitas
Bila digunakan dengan benar, risiko kehamilan kurang dari 1
di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Kesuburan tidak langsung
kembali setelah berhenti, biasanya dalam waktu beberapa
bulan.
c) Keuntungan
Mengurangi risiko kanker endometrium dan fibroid uterus.
Dapat mengurangi risiko penyakit radang paggul simptomatik
dan anemia defisiensi besi. Mengurangi gejala endometriosis
dan krisis sel sabit pada ibu dengan anemia sel sabit.
d) Kerugian
Tidak ada
e) Efek samping
Perubahan pola haid (haid tidak teratur atau memanjang dalam
3 bulan pertama, haid jarang, tidak teratur atau tidak haid
dalam 1 tahun), sakit kepala, pusing, kenaikan berat badan,
perut kembung atau tidak nyaman, perubahan suasana
perasaan, dan penurunan hasrat seksual.
6) Implant (Susuk)
a) Mekanisme
Kontrasepsi implan menekan ovulasi, mengentalkan lendir
serviks, menjadikan selaput rahim tipis dan atrofi, dan
mengurangi transportasi sperma. Implan dimasukkan di bawah
kulit dan dapat bertahan higga 3-7 tahun, tergantung jenisnya.
b) Efektifitas
Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100
ibu dalam 1 tahun.
c) Keuntungan
Angka kegagalan tahun pertama antara 0,2-0,5 per tahun
wanita, awitan kerja sangat cepat 24 jam setelah
pemasanganan, pengembalian tingkat kesuburan yang cepat
setelah pencabutan, perlindungan jangka panjang sampai 5
tahun, tidak memerlukan pemeriksaan dalam, bebas estrogen,
tidak mengganggu kegiatan senggama, efektif tidak
merepotkan klien, tingkat proteksi yang berkesinambungan,
bias dicabut setiap saat sesuai kebutuhan, klien hanya perlu
kembali ke klinik bila ada keluhan, tidak mengganggu ASI,
mengurangi nyeri haid, jumlah darah haid dan mengurangi
anemia, melindungi terjadinya kanker endometrium, beberapa
penyebab penyakit radang panggul, menurunkan angka
kejadian Endometriosis.
d) Kerugian
Tidak memberikan efek protektif terhadap penyakit menular
seksual termasuk AID’S, membutuhkan tindakan pembedahan
minor untuk insersi dan pencabutan, akseptor tidak dapat
menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai
keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik, secara kosmetik
susuk Norplant dapat terlihat dari luar, terjadi perubahan pola
darah haid (spotting), hypermenore atau meningkatnya jumlah
darah haid, Amenore (20%) untuk beberapa bulan atau tahun,
pemasangan dan pencabutan perlu palatihan
e) Efek samping
Perubahan pola haid (pada beberapa bulan pertama: haid
sedikit dan singkat, haid tidak teratur lebih dari 8 hari, haid
jarang, atau tidak haid;setelah setahun: haid sedikit dan
singkat, haid tidak teratur, dan haid jarang), sakit kepala,
pusing, perubahan suasana perasaan, perubahan berat badan,
jerawat (dapat membaik atau memburuk), nyeri payudara,
nyeri perut, dan mual.
f) Indikasi
Menyukai metode yang tidak memerlukan tindakan setiap hari
sebelum senggama, misalnya keharusan minum pil,
menghendaki metode yang sangat efektif untuk jangka
panjang, pasca persalinan dan tidak menyusui, tidak menyukai
metode kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen, atas
permintaan akseptor sendiri, pada pemeriksaan tidak ada
kontra Indikasi, telah memiliki anak atau belum, menyusui dan
membutuhkan kontrasesi, tidak menginginkan anak lagi dan
tidak mau steril, riwayat kehamilan ektopik.
g) Kontraindikasi
Kemungkinan hamil, penyakit hati atau tumor hati jinak/ganas,
menderita penyakit Tromboembolik aktif, misalnya thrombosis
di kaki, paru atau mata, mengalami perdarahan pervaginan
yang tidak diketahui penyebabnya, adanya benjolan di
payudara/dugaan kanker payudara dan mioma uteri, riwayat
stroke dan penyakit jantung, Menggunakan obat untuk epilepsi
dan tuberculosis.
b. Jenis Alat Kontrasepsi Non Hormonal
1) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Sangat efektif, reversible dan berjangka panjang (Cu T 380 A
sampai 10 tahun), haid menjadi lebih lama dan banyak,
pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan, dapat dipakai
oleh semua perempuan usia reproduksi, tidak boleh dipakai oleh
perempuan yang terpapar IMS.
a) Mekanisme
Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii,
mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum
uteri, AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum
bertemu, memungkinkan untuk mencegah implantasi telur
dalam uterus.
b) Efektifitas
Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100
ibu dalam 1 tahun. Efektivitas dapat bertahan lama, hingga 12
tahun.
c) Efek samping
Perubahan pola haid terutama dalam 3-6 bulan pertama (haid
memanjang dan banyak, haid tidak teratur, dan nyeri haid).
d) Keuntungan
Sangat efektif, efetif segera seteah pemasangan, jangka
panjang, tidak mempengaruhi hubungan seksual,
meningkatkan kenyamanan hubungan seksual karena tidak
takut untuk hamil, tidak ada efek samping hormonal, tidak
mempengaruhi kualitas dan volume ASI, Dapat dipasang
segera setelah melahirkan/post abortus, dapat digunakan
sampai menopause, tidak ada interaksi dengan obat-obat,
membantu mencegah kehamilan ektopik.
e) Kerugian
Perubahan siklus haid (lebih lama dan banyak), terjadi spotting
(perdarahan) antar menstruasi, saat haid lebih sakit, merasakan
sakit atau kram selama 3-5 hari pasca pemasangan, perforasi
dinding uterus, tidak mencegah IMS termasuk HIV/AID’s,
terjadi penyakit radang panggul yang dapat memicu infertilitas
bila sebelumnya memang sudah terpapar IMS. Prosedur medis
perlu pemeriksaan pelvik dan kebanyakan perempuan takut
selama pemasangan, sedikit nyeri dan perdarahan setelah
pemasangan, klien tidak bisa melepas AKDR sendiri, bisa
terjadi ekspulsi AKDR, tidak mencegah kehamilan ektopik,
harus rutin memeriksa posisi benang.
f) Indikasi
Usia reproduktif, keadaan nullipara, menginginkan
menggunakan kontrasepsi jangka panjang, menyusui dan ingin
menggunakan kontrasepsi, setelah melahirkan dan tidak
menyusui, setelah mengalami abortus dan tidak ada infeksi,
risiko rendah dari IMS, tidak menghendaki metode hormonal,
menyukai kontrasepsi jangka panjang.
g) Kontraindikasi
Kehamilan, gangguan perdarahan, radang alat kelamin, curiga
tumor ganas di alat kelamin, tumor jinak rahim, kelainan
bawaan rahim, erosi, alergi logam, berkali – kali terkena
infeksi panggul, ukuran rongga rahim <5 cm, diketahui
menderita TBC pelvik.
2) Tubektomi
a) Mekanisme
Menutup tuba falopii (mengikat dan memotong atau memasang
cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
b) Efektifitas
Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100
dalam 1 tahun.
c) Keuntungan
Mengurangi risiko penyakit radang panggul. Dapat
mengurangi risiko kanker endometrium
d) Kerugian
Komplikasi bedah dan anestesi
e) Efek samping
Tidak ada
3) Vasketomi
a) Mekanisme
Menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan
melakukan oklusi vasa deferens sehingga alur transportasi
sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.
b) Efektifitas
Bila pria dapat memeriksakan semennya segera setelah
vasektomi, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 dalam
1 tahun.
c) Resiko bagi kesehatan
Nyeri testis atau skrotum (jarang), infeksi di lokasi operasi
(sangat jarang), dan hematoma (jarang). Vasektomi tidak
mempegaruhi hasrat seksual, fungsi seksual pria, ataupun
maskulinitasnya.
4) Kondom
a) Mekanisme
Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel
telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet
yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak
tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan.
b) Efektifitas
Bila digunakan dengan benar, risiko kehamilan adalah 2 di
antara 100 ibu dalam 1 tahun.
c) Keuntungan
Mencegah penularan penyakit menular seksual dan
konsekuesinya (misal: kanker serviks).
d) Kerugian
Dapat memicu reaksi alergi pada orang-orang dengan alergi
lateks.
e) Efek samping
Tidak ada
5) Senggama terputus (Coitus Interuptus)
a) Mekanisme
Metode keluarga berencana tradisional, di mana pria
mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina se- belum
pria mencapai ejakulasi.
b) Efektifitas
Bila dilakukan secara benar, risiko kehamilan adalah 4 di
antara 100 ibu dalam 1 tahun.
c) Efek samping
Tidak ada
6) Metode Amenorhea Laktasi (MAL)
a) Mekanisme
Kontrasepsi MAL mengandalkan pemberian Air Susu Ibu
(ASI) ekslusif untuk menekan ovulasi. Metode ini memiliki
tiga syarat yang harus dipenuhi yaitu: Ibu belum mengalami
haid, Bayi disususi secara ekslusif dan sering, sepanjang siang
dan malam, Bayi berusia kurang dari 6 bulan.
b) Efektifitas
Risiko kehamilan tinggi bila ibu tidak menyusui bayinya secara
benar. Bila dilakukan secara benar, risiko keha- milan kurang
dari 1 di antara 100 ibu dalam 6 bulan setelah persalinan.
c) Keuntungan
Mendorong pola menyusui yang benar, sehingga membawa
manfaat bagi ibu dan bayi.
d) Efek samping
Tidak ada
7) Diafragma
a) Mekanisme
Diafragma adalah kap berbentuk cembung, terbuat dari lateks
(karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual dan menutup serviks sehingga sperma
tidak dapat mencapai saluran alat reproduksi bagian atas
(uterus dan tuba falopii). Dapat pula digunakan dengan
spermisida.
b) Efektifitas
Bila digunakan dengan benar bersama spermisida, risiko
kehamilan adalah 6 di antara 100 ibu dalam 1 tahun.
c) Keuntungan
Mencegah penularan penyakit menular seksual dan kanker
serviks.
d) Kerugian
Infeksi saluran kemih, vaginosis bakterial, kadidiasis, sindroma
syok toksik.
e) Efek samping
Iritasi vagina dan penis, lesi di vagina.

Pembimbing Klinik Praktikan

Siam Tutrysari, [Link] Wiji Lestari


NIP.19810720 200604 2 009 NIM. P1337424821240

Mengetahui, Pembimbing

Akademik
Sri Widatiningsih, [Link]
NIP. 19681101 198903 2001
DAFTAR PUSTAKA

Matahari, R., Utami, F. P. and Sugiharti, S. (2018) Buku Ajar Keluarga Berencana
Dan Kontrasepsi, Pustaka Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Ilmu..

Prijatni, I. and Rahayu, S. (2016) Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana.


1st edn. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Anda mungkin juga menyukai