0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan3 halaman

Pancasila dalam Pendidikan di SMPN 1 Palu

Dokumen ini adalah ujian akhir semester dari Nirwan, mahasiswa Program Profesi Guru di Universitas Tadulako, yang membahas penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di SMPN 1 Palu. Setiap sila Pancasila diterapkan dalam konteks pendidikan, seperti kegiatan baca bareng untuk nilai ketuhanan, kerja sama untuk kemanusiaan, upacara bendera untuk persatuan, pemilihan ketua kelas secara demokratis, dan menciptakan keadilan sosial di sekolah. Observasi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai fondasi dalam membentuk karakter siswa dan lingkungan belajar yang positif.

Diunggah oleh

Nirwan Rusli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan3 halaman

Pancasila dalam Pendidikan di SMPN 1 Palu

Dokumen ini adalah ujian akhir semester dari Nirwan, mahasiswa Program Profesi Guru di Universitas Tadulako, yang membahas penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di SMPN 1 Palu. Setiap sila Pancasila diterapkan dalam konteks pendidikan, seperti kegiatan baca bareng untuk nilai ketuhanan, kerja sama untuk kemanusiaan, upacara bendera untuk persatuan, pemilihan ketua kelas secara demokratis, dan menciptakan keadilan sosial di sekolah. Observasi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai fondasi dalam membentuk karakter siswa dan lingkungan belajar yang positif.

Diunggah oleh

Nirwan Rusli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ujian Akhir Semester

Nama : Nirwan

NIM : A611244404

Prodi : Program Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Tadulako

Kelas : Matematika A

Mata Kuliah : Filosofi Pendidikan Indonesia

“Pembelajaran yang sesuai dengan Pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia”

Kehidupan bangsa Indonesia tidak bisa terlepas dari nilai-nilai yang terkandung dari
Pancasila. Hal ini tampak dalam penerapan nilai dan norma yang menjadi pegangan hidup
masyarakat Indonesia sehingga membentuk pola sikap, pola pikir, dan pola tindak. Pancasila
sebagai dasar Negara mempunyai fungsi utama yaitu memberikan pandangan hidup dan alat
mempersatu bangsa. Penerapan nilai-nilai pancasila dapat dilakukan dalam lingkungan
masyarakat, keluarga dan sekolah. Penerapan nilai-nilai pancasila di lingkungan sekolah
dapat tercermin dari gerakan mewujudkan siswa berkarakter pancasila, siswa yang dapat
menjunjung tinggi nilai luhur bangsa, siswa yang berakhlak mulia, mampu bertanggung
jawab, menjunjung tinggi semangat toleransi, mengembangkan sikap gotong royong dan
musyawarah untuk mufakat, berdemokrasi serta peduli lingkungan. Dalam menjalani
perkuliahan PPG Calon Guru 2024 saya melaksanakan PPL 1 di SMPN 1 Palu. Pembelajaran
yang di terapkan guru di dalam kelas ataupun di luar kelas sesuai dengan nilai-nilai yang
terkandung pada tiap sila yang ada di pancasila. Berikut hasil observasi yang telah di lakukan
di SMPN1 Palu tentang penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai
fondasi pendidikan Indonesia.

SILA PERTAMA (Ketuhanan Yang maha Esa )

Nilai ketuhanan atau nilai religious merupakan nilai yang berkaitan dengan inividu dan
sesuatu yang di anggap memiliki kekuatan sakral, suci dan mulia. Pada sila pertama pancasila
setiap warga Negara di beri kebebasan untuk memiliki agama sesuai dengan kepercayaan
masing-masing. Nilai religious harus ditanamkan pada diri peserta didik disekolah, seperti
pengamatan yang dilakukan di SMPN 1 Palu setiap pagi sebelum memulai pembelajaran
diadakan kegiatan Babar yakni baca bareng. Membaca beberapa buku secara bersama selama
15 menit dan setelah itu menarik kesimpulan dari buku yang telah dibaca.
Ujian Akhir Semester
SILA KEDUA (Kemanusiaan yang adil dan beradap)

Manusia di ciptakan dengan memiliki akal untuk berpikir dan rasa untuk peka terhadap
sesuatu hal. Dalam sila kedua pancasila, memuat kesadaran sikap dan perbuatan yang
didasarkan pada potensi budi pekerti serta hati nurani manusia yang dihubungan dengan
norma-norma. Penerapan nilai kemanusiaan yang ada di SMPN 1 Palu yaitu peserta didik
saling membantu dalam menjaga kebersihan kelas dan sekolah.

SILA KETIGA (Persatuan Indonesia)

Persatuan merupakan gabungan dari beberapa bagian, seperti halnya bangsa Indonesia yang
terdiri dari beberapa suku, ras, budaya dan agama. Akan tetapi bersatu dalam semboyan
Bhineka Tunggal Ika. Negara kesatuan republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah
perjuangan yang panjang, oleh karena itu sebagai rakyat Indonesia kita harus bersatu untuk
mempertahankan keutuhan bangsa. Pelaksanaan upacara bendera setiap haris senin di sekolah
merupakan salah satu penanaman nilai-nilai persatuan dalam diri peserta didik, karena
dengan pelaksanaan upacra dapat meningkatkan rasanasionalisme yang ada dalam diri peserta
didik.

SILA KE-EMPAT (Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat KebijaksanaanDalam


Permusyawaratan Perwakilan)

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain dan
interaksi dengan orang lain biasanya terjadi kesepakatan dan saling melengkapi satu sama
lain atas dasar kepentingan bersama. Contoh penerapan sila ke-4 dalam lingkungan
SMP Negeri 1 Palu yaitu melakukan pemilihan ketua kelas dan ketua OSIS secara demokrasi.

SILA KE-LIMA (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)

Nilai kadilan adalah nilai pancasila yang menjunjung norma berdasarkan keadilan
dankeseimbangan serta pemerataan terhadap suatu hal. Penerapan nilai keadilan di sekolah
memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik untuk tumbuh dan berkembang
serta memperoleh pendidikan yang sama di sekolah. Penerapan sila kelima dalam lingkungan
SMPN 1 Palu yaitu peserta didik tidak mebeda bedakan teman berdasarkan ras, suku, budaya
dan agama. Saling bekerja sama dalam mewujudkan suasana kelas yang nyaman dan
kondusif. Serta para guru dalam pembelajaran menerapkan sila kelima dengan mendengarkan
Ujian Akhir Semester
pendapat peserta didik dan menghagai apa yang di sampaikan tanpa melihat latar belakang
peserta didik.

Anda mungkin juga menyukai