LAPORAN PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA
SMP KARTIKA V-I BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2023/2024
LABORAN :
GALUH UTARI HAYUTIASTI, [Link]
SMP KARTIKA V-I
TAHUN AJARAN 2023/2024
BALIKPAPAN
2023
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat serta karunia-Nya
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan pengelolaan Laboratorium IPA di SMP
Kartika V-1 Balikpapan. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Rasulullah SAW
yang menjadi teladan terbaik bagi umat manusia. Rasul yang membawa kita dari jalan gelap
menuju cahaya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24
Tahun 2007 Tentang “Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Umum” maka, penulis
merasa perlu membuat laporan pertanggung jawaban kegiatan dan pengelolaan di
Laboratorium IPA SMP Kartika V-1 Balikpapan. Dalam hal ini, penulis berterimakasih
kepada Bapak Kepala SMP Kartika V-I Balikpapan beserta seluruh dewan guru, guru IPA
khususnya serta staff terkait untuk membantu dalam pengelolaan dan inventaris sarana
prasarana di Lab IPA.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini terdpat banyak kekurangan. Penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Harapan penulis laporan ini bisa bermanfaat
dan sebagai pembanding pengelolaan laboratorium IPA yang lebih baik
Balikpapan, 07 September 2023
Penulis,
Galuh Utari Hayutiasti, [Link]
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Pelaporan
BAB II PELAKSANAAN
A. Hasil Observasi Laboratorium IPA
1. Tata Letak Laboratorium IPA
2. Struktur Organisasi Pengurus Laboratorium IPA
3. Tata Ruang Laboratorium IPA
B. Pengelolaan Alat dan Bahan Praktikum
1. Administrasi Laboratorium IPA
2. Cara Penyimpanan Alat dan Bahan Laboratorium IPA
C. Sistem Kerja/ Praktikum IPA
1. Tata Tertib Laboratorium IPA
2. Jadwal Pengaturan Penggunaan Laboratorium IPA
3. Kegiatan, Materi & Panduan Praktikum
4. Penggunaan dan Pembersihan Alat
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam pengertian yang terbatas, laboratorium adalah suatu ruangan yang tertutup dimana
percobaan atau eksperimen dan penelitian dilakukan (Depdikbud: 2003). Sedangkan menurut Wita
Sutrisno (2007:5), laboratorium IPA adalah tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan
eksperimen IPA dalam melakukan pengujian dan analisis. Dalam paradigma yang baru, laboratorium
merupakan tempat untuk menemukan dan memcahkan masalah (terintegrasi dengan proses
pembelajaran atau pembahasan konsep/prinsip/teori).
Keberadaan laboratorium Biologi, Kimia, dan Fisika di tingkat SMP sangat penting dalam
mendukung kegiatan belajar mengajar terutama pembelajaran yang berbasis praktikum ataupun
eksplorasi yang tidak dapat dilakukan di ruang kelas karena memerlukan peralatan-peralatan khusus.
Dari pemahaman ini, keberadaan sarana dan prasarana laboratorium di tingkat SMP menjadi
kebutuhan yang sangat penting dalam membantu proses pembelajaran.
Setiap Sekolah Menengah Atas, diharapkan mampu untuk menciptakan pengembangan sarana
dan prasarana laboratorium yang memadahi. Maka, Pemerintah melalui Permendiknas RI No. 24
Tahun 2007 menetapkan kriteria-kriteria minimal untuk pengadaan ruang laboratorium ditingkat SMP
/ MA. Kriteria minimal tersebut antara lain :
1. Ruang laboratorium Biologi, Fisika, Kimia dapat menampung minimal satu rombongan
belajar.
2. Fasilitas pencahayaan harus memadahi untuk membaca buku dan mengamati obyek
percobaan.
3. Rasio minimum ruang laboratorium Biologi, Fisika, Kimia adalah 2,4 m2 per peserta didik.
Untuk rombongan belajar dengan peserta didik yang kurang dari 20 siswa, maka luas
minimum ruangan sebesar 48m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan sebesar 18
m2. Lebar minimum ruangan masing-masing laboratorium Biologi, Fisika, Kimia adalah 5
meter.
4. Ruang laboratorium Biologi, Fisika, Kimia dilengkapi dengan sarana sebagaimana mestinya
seperti yang termuat dalam Permendiknas diatas.
5. Dari segi sarana, rasio, dan deskripsi Laboratorium Biologi, Fisika, Kimia mencakup tentang :
perabot ruang laboratorium, peralatan pendidikan, media pendidikan, bahan habis pakai, dan
perangkat lain yang medukung misalnya : instalasi pengaman, sanitasi,dll.
Dari semua kriteria sarana ini diharapkan dapat membantu kegiatan praktikum dalam mata pelajaran
Biologi, Fisika, dan Kimia.
Di tingkat SMP laboratorium sains yang baik adalah laboratorium yang memiliki ruang
tersendiri dengan sarana dan prasarana yang memadahi. Jadi, terdapat pembagian yang jelasa antara
ruang dan sarana prasarana yang digunakan untuk praktikum mata pelajaran Biologi, Fisika, dan
Kimia. Hal ini tentunya dapat mempermudah dalam pelaksanaan praktikum pada masing-masing mata
pelajaran serta meningkatnya efisiensi dan efektifitas dalam proses pembelajaran, jika dibandingkan
dengan laboratorium yang digunakan secara bersama-sama.
Berikut adalah contoh desain ruang laboratorium menurut Rustaman (2003):
Masing-masing sekolah (SMP) diharapkan mampu untuk melakukan pengelolaan terhadap
laboratorium yang dimiliki guna menunjang proses pembelajaran atau praktikum yang telah
dilakukan. Pengelolaan dilakukan pada tata letak ruang laboratorium yang baik, penyediaan sarana
dan prasarana, administrasi laboratorium, proses penggunaan ruang laboratorium dalam pembelajaran,
evaluasi kerja laboratorium, dan lain-lain.
Berikuti ini merupakan uraian hasil observasi yang telah dilakukan di laboratorium Biologi,
laboratorium Kimia, dan laboratorium Fisika dari SMP Kartika V-1 Balikpapan dalam hal
pengelolaan atau manajemen laboratorium yang telah dilakukan.
B. Tujuan Pelaporan
1. Memperoleh informasi terkait pengelolaan Laboratorium IPA di SMP Kartika V-1
Balikpapan
2. Membandingkan kesesuaian dan ketercapaian dengan pengelolaan di tahun
sebelumnya
BAB II
HASIL OBSERVASI
A. Tata Letak Laboratorium Terhadap Bangunan Lainnya di SMP Kartika V-I
SMP Kartika V-I Balikpapan memiliki 1 buah laboratorium IPA yaitu
laboratorium fisika, biologi dan kimia. Laboratorium terdapat pada 1 lokal/ blok
sehingga lebih efisien dalam pemakaian alat/bahan, waktu dan tenaga, di dekat ruang
guru. Tata letak bangunan di SMP Kartika V-I ini terlihat teratur serta mempunyai
ruang hijau di tengah lingkungan sekolah sehingga kelihatan asri dan nyaman untuk
suasana belajar.
Ruang Laboratorium sangat memadai dalam hal pencahayaan serta memiliki
sirkulasi udara yang baik karena bangunan menghadap arah utara-selatan. Jendela
menghadap ke timur dan barat sedangkan pintu menghadap ke timur untuk
memungkinkan cahaya masuk dan terjadi pertukaran udara dengan baik serta
mengurangi kerusakan karena adanya terpaan angin. Dari segi tata letak bangunan,
laboratorium ini cukup mendukung suasana praktikum karena terletak di dekat ruang
hijau dan ruang kelas (jadwal praktikum dilakukan di luar KBM) sehingga cukup
kondusif selain itu letaknya strategis.
Secara keseluruhan, tata letak ruang kelas dan ruang lainnya terhadap
laboratorium sudah cukup teratur. Laboratorium memiliki saluran pembuangan sendiri
serta jauh dari sumber air tanah/ sumur. Hal ini dirasa perlu mengingat dalam
praktikum biologi seringkali menggunakan alat dan bahan yang dimiliki laboratorium
kimia dan sebaliknya. Denah lokasi SMP Kartika V-I Balikpapan adalah sebagai
berikut :
Gambar 1. Denah Laboratorium IPA terhadap Ruang Kelas
B. Struktur Organisasi Pengurus Laboratorium IPA SMPKartika V-I Balikpapan
Struktur organisasi pengurus laboratorium IPA terkait dengan komando
maupun koordinasi dengan berbagai unsur. Berikut adalah stuktur organisasi pengurus
laboratorium IPA di SMP Kartika V-I Balikpapan
KEPALA SEKOLAH
(Sunarya, [Link])
WAKIL KEPALA SEKOLAH TATA USAHA
Suparli, [Link] Ayu Widiarti, [Link]
WAKA KURIKULUM WAKA SARPRAS
Herro Dana Kristianto, [Link] Ismadi, [Link].I, Gr
LABORAN GURU PEMBIMBING
PRAKTIKUM
(Galuh Utari, [Link])
SISWA
Gambar 2. Struktur Kepengurusan Lab IPA
Penanggungjawab laboratorium IPA di SMP Kartika V-I Balikpapan adalah
Kepala Sekolah. Kepala Sekolah memberikan komando kepada para Waka dan dapat
juga langsung kepada guru pembimbing praktikum ataupun laboran. Kepala
laboratorium IPA bertanggungjawab pada masing-masing mata pelajaran IPA dan
memberikan komando kepada guru pembimbing praktikum maupun laboran. Antara
laboran dan guru pembimbing praktikum saling berkoordinasi/bekerjasama dalam
membimbing siswa melaksanakan praktikum sesuai dengan mata pelajaran masing-
masing.
C. Tata Ruang di Laboratorium Biologi SMP Kartika V-I Balikpapan
Tata ruang laboratorium disesuaikan dengan macam dan jumlah perabot/
peralatan yang mendukung kegiatan praktikum biologi. Perabot yang terdapat pada
laboratorium ini antara lain : meja, kursi, white-board, bak pencuci, rak penyimpanan
awetan serta almari penyimpanan yang akan diuraikan sebagai berikut :
1. Meja-Kursi Guru dan Siswa
Meja guru dan siswa berbentuk persegi panjang. Meja guru berjumlah
sebuah dan meja siswa sejumlah 6 buah. Sedangkan kursi untuk guru
berbentuk bujur sangkar agar tatapan guru dapat difokuskan untuk siswa-
siswanya saja. Kursi siswa berjumlah 20- 25 buah yang berbentuk bulat
sehingga memudahkan siswa dalam mobilitasnya. Kursi ditata di sisi kiri dan
kanan masing-masing 3 buah. Karena penggunaan laboratorium ini hanya
sebagai ruang praktikum maka penataan kursi tidak diubah-ubah. Pengadaan
jumlah meja dan kursi ini disesuaikan dengan jumlah siswa tiap rombongan
belajar, yaitu rata-rata berjumlah 27- 30 siswa per rombongan belajar.
2. Papan Tulis
Papan tulis yang digunakan adalah white-board. Dalam praktikum
biologi papan tulis sangat membantu untuk menuliskan maupun
menggambarkan preparat atau spesimen yang diamati. Namun, terkadang
tanpa sengaja siswa menggunakan spidol marker yang tidak dapat dihapus.
Sehingga sulit untuk dihapus/ dibersihkan.
3. Bak Pencuci
Bak pencuci atau wastafel terletak di luar laboratorium biologi,
jumlahnya ada 1 buah bak pencuci dengan keran yang air mengalir dengan
lancar.
4. Rak Penyimpanan Awetan
Rak penyimpanan terletak di sudut ruangan dekat dengan papan tulis.
Rak ini berfungsi menyimpan awetan-awetan basah dan kering.
5. Almari Penyimpanan
Lemari penyimpanan dibagi menjadi 2 yaitu yang berada di ruang
persiapan dan di ruang kegiatan siswa. Umumnya di ruang persiapan lemari
kaca digunakan untuk menyimpan bahan-bahan kimia maupun alat-alat
timbang digital dan lainnya. Sedangkan untuk lemari yang berada di ruang
kegiatan digunakan untuk menyimpan mikroskop, alat-alat terbuat dari gelas,
bahan ajar maupun display/ alat peraga organ tubuh manusia
Kondisi laboratorium di SMP Kartika V-I Balikpapancukup memadai
dengan luas 7,5 m x 7m. Apabila jumlah siswa tiap rombongannya adalah 21
anak dan minimal harus berkegiatan dalam ruang seluas 2,5 m 2, maka ruangan
ini sudah memenuhi standar ruang praktikum. Setiap siswa memiliki ruang
untuk kegiatan praktikum seluas 2,6 m2. Sirkulasi udara sudah cukup baik
karena memiliki jendela dan ventilasi yang berukuran cukup besar. Ruangan
terlihat terang karena ruangan menghadap arah utara-selatan dengan jendela
berada di sebelah timur, sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam
ruangan, ditambah pencahayaan lampu neon 40 watt sebanyak 4 buah. Selain
itu, tersedia air bersih yang dapat mengalir dengan lancar melalui bak pencuci.
Letak laboratorium ini dengan sumber air tanah/ sumur cukup jauh dan
memiliki saluran pembuangan yang terpisah dari saluran pembuangan utama.
Laboratorium di SMP Kartika V-I Balikpapan ini tidak hanya terbatas pada
ruang dengan segala peralatan yang menunjang tetapi juga alam terbuka di
halaman sekolah yang menyediakan berbagai tanaman serta 2 kolam besar dan
green house yang menunjang untuk kegiatan pengamatan/ praktikum.
D. Administrasi Laboratorium SMP Kartika V-I Balikpapan
Kegiatan administrasi di Laboratorium Biologi SMP Kartika V-I Balikpapan
sudah berjalan dengan cukup baik. Administrasi laboratorium dibagi menjadi 2 yaitu
administrasi kegiatan laboratorium dan administrasi sarana laboratorium.
Administrasi Kegiatan Laboratorium meliputi :
1. Penjadwalan Penggunaan Ruang
Kegiatan praktikum dilakukan setiap hari senin sampai sabtu sesuai
jadwal belajar. Secara keseluruhan banyaknya kelas yang menggunakan
laboratorium biologi ini berjumlah 6 kelas VII, 7 kelas VIII dan 10 kelas IX
Frekuensi penggunaan laboratorium biologi, fisika dan kimia ini sama yaitu 4
kali praktikum/tatap muka.
Kegiatan praktikum merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan
materi pembelajaran di kelas. Oleh karena itu guru juga dapat menggunakan
jadwal pembelajaran materi di kelas untuk praktikum di laboratorium dengan
mengkonfirmasi kepada laboran beberapa hari sebelumnya. Kelemahan
menggunakan jadwal praktikum di luar jadwal pembelajaran di kelas,
misalnya pada materi kelas VIII IPA mengenai struktur jaringan tumbuhan,
meskipun sudah berganti dengan materi lain tetapi karena mendapatkan jadwal
praktikum pada tanggal yang sudah ditentukan sehingga siswa-siswa akan
tetap melakukan praktikum dengan materi jaringan tumbuhan.
2. Pendataan Macam Kegiatan
Untuk pendataan macam kegiatan dilakukan setelah praktikum di
dalam buku harian kegiatan praktikum kemudian akan dilaporkan setiap
bulannya oleh laboran kepada Kepala Sekolah. Pendataan yang dilakukan
meliputi acara praktikum (judul, hari/tanggal dan waktu), kelas yang
melaksanakan praktikum, jumlah siswa yang hadir dan tidak hadir serta
keterangan mengenai alat dan bahan apa saja yang digunakan, jumlah serta
hasil pelaksanaan praktikum/ berita acara praktikum
3. Petunjuk Kegiatan/ LKPD
Petunjuk kegiatan/ Lembar Kerja Peserta Didik umumnya diambil dari
buku cetak mata pelajaran maupun dibuat langsung oleh guru pembimbing
praktikum. LKPD ini juga diarsipkan sebagai acuan untuk pelaksanaan
praktikum selanjutnya, sehingga memudahkan laboran untuk mempersiapkan
alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum tersebut.
LKPD yang dibuat menggunakan model resep. Tetapi terkadang juga
menerapkan model discovery saat praktikum mengenai pengamatan, misalnya
saja pengamatan mengenai struktur mofologi tanaman dikotil dan monokotil
yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Dalam pelaksanaan praktikum, LKPD
akan dibagikan kepada siswa sebelum praktikum dimulai kemudian guru
pembimbing praktikum akan menjelaskan secara umum tujuan serta langkah
kerjanya. Apabila ada yang ingin ditanyakan, siswa dapat mengajukan
pertanyaan.
Administrasi sarana laboratorium meliputi :
a) Buku/ Daftar Inventaris
Data daftar inventaris barang selalu diperbaharui setiap tahunnya.
Buku ini memuat catatan meliputi nomor, nama alat, spesifikasi kode alat,
jumlah serta keterangan mengenai kondisi alat dan bahan akan tetapi buku ini
tidak dilengkapi dengan ukuran alat.
b) Buku/ Daftar Stok
Laboratorium Biologi SMP Stella Duce 2 belum memiliki buku stok
untuk setiap jenis alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan praktikum.
c) Buku/ Daftar Pemesanan
Buku/ form pemesanan alat laboratorium IPA/ Biologi di SMP Stella
Duce 2 antara lain meliputi nomor urut, nama alat, ukuran, merk, jumlah
serta harga tetapi belum dilengkapi dengan nomor katalog alat tersebut. Form
permintaan alat ini akan dilaporkan dan dimintai persetujuan dari Kepala
Sekolah setiap tahunnya. Sedangkan untuk daftar penerimaan alat dan bahan
belum dimiliki oleh laboratorium di sekolah ini.
d) Formulir/ Bon Peminjaman Alat
Setiap kali praktikum akan disediakan bon peminjaman alat dan bahan
untuk setiap kelompok. Aspek yang dicatat dalam bon peminjaman ini antara
lain acara praktikum, nama siswa dalam kelompok, kelas dan nomor absen,
nama alat dan bahan, jumlah satuan, keterangan. Bon peminjaman alat dan
bahan laboratorium digunakan untuk mengetahui kondisi alat dan bahan yang
digunakan sebelum dan sesudah praktikum. Laboran akan mengecek kondisi
alat yang dipinjam oleh siswa seusai praktikum. Apabila ada alat yang rusak
setelah digunakan oleh kelompok tersebut maka kelompok harus
bertanggungjawab untuk mengganti alat yang dirusakkan tersebut.
e) Buku Acuan
Buku acuan memuat tetapan atau panduan yang bermanfaat dalam
praktikum. Terdapat beberapa petunjuk perakitan alat dan bahan di
laboratorium IPA SMP Kartika V-I Balikpapan.
f) Katalog
Laboratorium SMP Kartika V-I Balikpapan ini belum memiliki katalog
mengenai alat dan bahan yang ada. Daftar alat hanya dimuat dalam buku
inventaris alat dan bahan saja.
E. Pengelolaan Alat dan Bahan Praktikum
Pengelolaan alat laboratorium di SMP Kartika V-I Balikpapan meliputi:
1. Pengenalan Alat
Pengenalan alat dilakukan saat kegiatan praktikum di laboratorium
biologi sebelum memulai kegiatan praktikum guru mengenalkan alat-alat
kepada siswa sehingga siswa dapat mengetahui nama dan fungsi alat-alat
tersebut.
2. Pengadaan Alat
Pengadaan alat di SMP Kartika V-I Balikpapansudah mempertimbangkan
beberapa aspek diantaranya adalah aspek pedagogis, daya guna, struktur,
ukuran, bahan, kepraktisan, keselamatan, reliabilitas, bentuk dan reparasi
untuk kegiatan praktikum. Sehingga dalam pengadaannya mendapatkan alat
yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium serta memenuhi standart
keselamatan kerja. Kemudian juga terdapat kartu reparasi alat yang digunakan
untuk mereparasi alat-alat praktikum yang rusak misal lensa pada mikroskop
yang perlu diganti.
3. Inventarisasi Alat
Di SMP Kartika V-I Balikpapanmemiliki inventarisasi alah praktikum.
Dalam daftar inventaris alat termuat alat-alat yang ada di laboratorium, merek,
ukuran, jumlah dan keterangan. Inventaris alat digunakan untuk mengetahui
jumlah alat-alat yang ada di laboratorium IPA.
4. Membersihkan Alat
Di SMP Kartika V-I Balikpapan untuk alat-alat yang digunakan dalam
proses praktikum akan langsung dibersihkan oleh siswa di dalam bak pencuci
dan diletakkan di atas tempat pengeringan, setelah kegiatan praktikum
berakhir. Sedangkan untuk alat-alat yang tersimpan dalam lemari atau yang
tidak digunakan akan dibersihkan 2 kali dalam sebulan.
5. Menyimpan Alat
Penyimpanan dan penataan di dalam lemari penyimpanan dengan
memperhatikan beberapa aspek yaitu ukuran, bahan, kegunaan serta sifat alat.
Adapun penyimpanan alat di SMP Kartika V-I Balikpapan adalah sebagai
berikut:
a. Alat-alat yang terbuat dari bahan yang mudah pecah (gelas/kaca)
diletakkan dalam almari yang terbuat dari kayu dan pintu lemari terbuat dari
kaca dan almari tersebut berdiri dengan kokoh dan tidak mudah digerakkan.
Alat-alat yang lebih kecil/rendah diletakkan di depan alat-alat yang lebih
besar/tinggi. Misalnya tabung reaksi, erlenmeyer, labu ukur, pipet, beaker
glass ditata menjadi satu
b. Alat optik seperti mikroskop disimpan dalam lemari yang tebuat dari kayu
dan tertutup dengan lampu yang terdapat dalam lemari tersebut agar alat
optic tdak lembab, dan terhindar dari jamur
c. Alat-alat yang berat seperti timbangan diletakkan di dalam rak paling
bawah
6. Pemeliharaan Alat
Perawatan dan pemeliharaan alat-alat laboratorium dilakukan secara
berkala terutama setelah selesai praktikum. Kemudian apabila ada alat yang
rusak seperti mikroskop yang kendor bautnya akan diperbaiki oleh laboran.
Lensa okuler dibersihkan menggunakan cairan khusus, mikroskop disimpan di
tempat yang kering dan rata. Alat- alat seperti gelas ukur, erlenmeyer dicuci
setelah digunakan dan dikembalikan ke tempat penyimpanannya.
F. Tata Tertib dan Keamanan Laboratorium Biologi SMP Kartika V-I Balikpapan
Tata tertib disusun untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi dalam ruang
laboratorium. Hal-hal yang dapat ditulis dalam tata tertib laboratorium meliputi
keamanan, kebersihan, etika, dan lain-lain. Berikut adalah tata tertib yang terdapat di
ruang laboratorium Biologi SMP Kartika V-I Balikpapan:
1. Siswa tidak diperkenankan membawa tas masuk kedalam ruangan laboratorium
2. Siswa diminta menjaga ketertiban dan ketenangan selama melakukan praktikum
3. Jika ada alat rusak atau pecah hendaknya dilaporkan kepada laboran
4. Kecelakaan apapun yang terjadi seperti kena kaca atau terbakar segera lapor
kepada guru / laboran
5. Setelah selesai melakukan percobaan, alat-alat harus dikembalikan dalam
keadaan bersih seperti semula
6. Sampah laboratorium dibuang pada tempatnya yang disediakan
7. Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan
bersih, kran air ditutup, kontak listrik dicabut
G. Sistem Laboratorium
1. Pengaturan Kegiatan Praktikum
a. Cara Kerja
Praktikum biologi yang dilakukan oleh siswa di SMP Kartika V-I
Balikpapanini dilakukan secara berkelompok. Dalam satu rombongan belajar
terdapat rata-rata 27- 30 siswa. Sehingga dalam satu kelas umumnya dibagi
menjadi 6 kelompok dengan masing-masing kelompok berisi 5-6 siswa.
Kelompok dapat dibagi berdasarkan nomor urut presensi maupun secara acak.
b. Jenis/ Tipe Kegiatan
Jenis/tipe kegiatan praktikum biologi di SMP Kartika V-I Balikpapan
ini menerapkan sistem homogen. Dimana setiap kelompok akan melakukan
praktikum yang sama dengan alat dan bahan yang sama. Misalnya saja pada
praktikum mengenai sel hidup dan sel mati.
2. Monitoring Kesiapan/ Penguasaan Materi
Monitoring penguasaan materi yang dilakukan oleh guru pembimbing
praktikum biologi di SMP Kartika V-I ini tanpa menerapkan pretes ataupun
postes (sistem bebas). Sistem ini memiliki kelemahan yaitu siswa bisa saja tidak
mempelajari terlebih dahulu mengenai materi yang akan dipraktikumkan
sehingga penguasaan materi pun kurang.
3. Penggunaan Alat dan Bahan
Penggunaan alat dan bahan menerapkan sistem bebas terkontrol dimana setiap
kelompok akan diberikan bon peminjaman alat/bahan dan menuliskan alat dan
bahan apa saja yang digunakan dalam praktikum saat itu. siswa akan
menandatangani bon tersebut sebagai bentuk tanggungjawab kelompok. Setelah
selesai praktikum, siswa akan membersihkan dan mengembalikan alat dan bahan
yang digunakan. Laboran kemudian mengecek apakah alat dan bahan yang
dikembalikan sudah lengkap atau belum dan dalam kondisi yang baik.
4. Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan ditulis dalam format praktis dengan ditulis tangan.
Sistematika penulisannya antara lain judul, tujuan, data, pembahasan dan
kesimpulan. Waktu pengumpulan laporan dilakukan setelah selesai praktikum
atau langsung.
5. Kedudukan Evaluasi
SMP Kartika V-I Balikpapan belum menerapkan sistem responsi dalam
kegiatan akhir praktikumnya hal ini dikarenakan waktu yang dirasa tidak cukup
untuk melaksanakan responsi dan padatnya jadwal intrakulikuler maupun
ekstrakulikuler siswa.
H. Evaluasi Kegiatan Laboratorium
Evaluasi kegiatan laboratorium dibagi menjadi evaluasi proses dan evaluasi
hasil. Aspek-aspek yang dinilai berdasarkan evaluasi proses adalah aspek kognitif,
psikomotorik dan afektif.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Letak laboratorium di SMP Kartika V-I Balikpapan sangat strategis dan terletak di
tengah bagian sekolah disertai dengan ruang hijau di sekitarnya.
2. Laboratorium biologi terdiri dari ruang kegiatan dan belum terdapat ruang persiapan.
Penggunaannya sudah maksimal.
3. Sistem administrasinya belum lengkap serta diadakan pembaharuan setiap tahunnya
yang dilaporkan kepada kepala sekolah
4. Laboratorium Biologi ini memiliki tata tertib yang sudah dipatuhi oleh siswa-
siswanya.
5. Laboratorium ini tingkat keamanan, keselamatan kerja serta pengawasan terhadap
pengelolaan limbah juga cukup lengkap dan terfasilitasi. Misalnya memiliki tempat
penimbunan limbah praktikum tersendiri yang jauh dari sumber air serta saluran
pembuangan yang terpisah dengan saluran yang berhubungan dengan air tanah .
6. Pengelolaan sistem kegiatan laboratorium sudah terarah. Namun, terkadang
pelaksanaan juga kurang sesuai dengan ketentuannya.
B. Saran
1. Untuk administrasi harus lebih tertib dan rutin mengisi data pemakaian alat maupun bahan
2. Pengadaan dan reparasi alat dilakukan secara berkala