Rencana Kerja Sekolah 2021-2024 SMPQT
Rencana Kerja Sekolah 2021-2024 SMPQT
2021-2024
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)
TAHUN 2021/2022
0
RENCANA KERJA SEKOLAH 2021 - 2024 (RKS)
1
Dunia pendidikan saat ini juga dituntut mampu membekali para peserta
didik dengan keterampilan abad 21. Keterampilan ini adalah keterampilan
peserta didik yang mampu untuk berfikir kritis dan memecahkan masalah,
kreatif dan inovatif, keterampilan berkomunikasi dan kolaborasi. Selain itu
keterampilan mencari, mengelola dan menyampaikan informasi serta terampil
menggunakan teknologi dan informasi. Kemampuan yang harus dimiliki di
abad 21 ini meliputi: Leadership, Digital Literacy, Communication, Emotional
Intelligence, Entrepreneurship, Global Citizenship, Problem Solving, Team-
working. Sedangkan tiga isu pendidikan di Indonesia saat ini adalah
Pendidikan karakter, pendidikan vokasi, inovasi (Wibawa, 2018)
Guru perlu meningkatkan profesionalisme terkait mental, komitmen,
dan kualitas agar memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan
Revolusi Industri 4.0 karena Revolusi industry 4.0 menuntut guru mampu
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat untuk
meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan mempersiapkan sumber
daya manusia yang unggul ([Link], 10 Desember 2018).
Dengan demikian di era revolusi industri 4.0 ini jika guru hanya
sebatas mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa di kelas maka peran
guru dapat tergantikan oleh teknologi namun peran guru tidak akan dapat
tergantikan oleh teknologi secanggih apapun dalam mendidik karakter,
moral, dan memberikan keteladanan kepada siswa.
Sejalan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia kualitatif maupun
kuantitatif mengalami perkembangan secara cepat. Oleh karena itu,
perkembangan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan
yang sepadan, Pendidikan sistem persekolahan saat ini kebanyakan hanya
mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut the dead knowledge, yakni
pengetahuan yang terlalu bersifat text-bookish. Sementara itu tuntutan global
yang semakin kompetitif membutuhkan kemampuan teknologi digital dan virtual
sesuai dengan perkembangan teknologi 4.0.
Oleh karena itu SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati merintis
pengembangan mutu pendidikan, sehingga dapat meluluskan peserta didik yang
berkualitas, perkembangan pendidikan yang dilaksanakan mengacu pada
perkembangan teknologi informasi yaitu proses pembelajaran yang akan
menghasilkan tenaga pengajar dan peserta didik yang berkualitas. Guru bukan
2
merupakan satu-satunya sumber pengetahuan, guru hanya sebagai fasilitator
dalam mengajar, guru tidak terpancang pada materi yang ada dalam kurikulum,
melainkan guru akan aktif untuk mengkaitkan kurikulum dengan lingkungan yang
dihadapi peserta didik, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, dan untuk
mendukung hal tersebut diperlukan prasarana pembelajaran yang mendukung,
yaitu dengan disediakannya fasilitas teknologi informasi untuk mengikuti
perkembangan jaman, khususnya pada masalah pendidikan dan pengajaran.
Pendidikan saat ini belum semuanya terwujud dalam upaya peningkatan
mutu, di segala bidang, karena terhambat pada akses pemerataan pendidikan
untuk Wajar dikdas 9 tahun dan kesiapan fisik sekolah, seperti ruang kelas,
ruang laboratorium (IPA, TIK, dan Bahasa) ruang praktik (Keterampilan,
Penjaskes, Kesenian, dan mata pelajaran lainnya), ruang guru, ruang
perpustakaan, ruang pertemuan dan ruangan lain yang kurang memadai atau
bahkan belum ada. Untuk sarana pembelajaran seperti media dan sumber
pembelajaran, buku, alat-alat praktik mata pelajaran (penjaskes, TIK, Seni
Budaya, Keterampilan, IPA, Bahasa Inggris) belum semuanya memadai bahkan
ada yang belum ada, akibatnya berdampak pada rendahnya mutu layanan
pendidikan.
Sekolah gratis, berdampak pada upaya sekolah untuk peningkatan mutu
pendidikan, terutama dalam mendukung pembiayaan pendidikan. Walaupun
pemerintah telah menyalurkan berbagai dana untuk menunjang proses
pendidikan, seperti BOS, BSM. Semua itu belum memenuhi standar ideal
pembiayaan pendidikan di sekolah. Agar peningkatan mutu sekolah dapat
terwujud selain didukung oleh kesiapan Guru, Tenaga Kependidikan, sarana-
prasarana, juga harus didukung kesiapan pembiayaan yang memadai. Untuk
menjembatani kesenjangan ini diperlukan kerjasama dengan semua pihak,
terutama peranan dan fungsi Komite Sekolah.
Untuk mewujudkan akses pendidikan, relevansi dan mutu, diperlukan
manajemen sekolah yang sehat, efisien, transparan dan akuntabel harus
mendapat dukungan oleh semua warga sekolah dengan berperan aktif dan
dinamis dalam semua kegiatan sekolah, sehingga terwujud sekolah yang
kondusif dan bermutu tinggi yang berstandar nasional. Masih rendahnya standar
kelulusan peserta didik, terutama dalam penentuan standar ketuntasan belajar
3
setiap kompetensi dasar dari tiap mata pelajaran merupakanhal yang
problematik.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan sasaran sentral yang harus
dibenahi adalah kualitas pendidikan guru berbagai usaha telah dilaksanakan
dengan pembaharuan pendidikan dan saat ini SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul
Qur’an 1 Pati akan menambahkan dengan Teknologi Informasi, karena proses
globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari dengan
segala berkah dan mudhoratnya. Bangsa dan negara akan dapat memasuki era
globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas
pendidikan sebagian besar ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas,
dalam hal ini guru sangat memegang peranan penting yang mana guru adalah
kreator proses belajar mengajar.
Tugas utama guru adalah mengembangkan potensi peserta didik secara
maksimal melalui penyajian materi mata pelajaran yang jelas, memiliki nilai dan
karakteristik yang mendasarinya. Guru harus dilatih dengan berbagai metode
dan pembelajaran inovatif, karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan
yang berkaitan dengan kemajuan teknologi proses mengajar menjadi sesuatu
kegiatan yang semakin bervariasi, kompleks, dan rumit. Hal terpenting adalah
memperbaiki dan meningkatkan kualitas guru serta memberikan kebebasan
kepada guru untuk berinovasi dalam melaksanakan proses belajar mengajar
yang akan meningkatkan kualitas peserta didik.
Di era teknologi informasi dan perubahan sosial yang cepat, tanggung
jawab guru semakin berat. Di antara tantangan yang paling berat adalah
kesesuaian konten atau isi pembelajaran dan lingkungan pembelajaran.
Teknologi informasi sudah memasuki seluruh elemen masyarakat. Perubahan
sosial yang cepat juga membawa konsekuensi yang tidak sedikit. Oleh karena
itu, guru harus selalu mengupdate pengetahuan dan responnya terhadap
perubahan sosial yang cepat. Jika hal ini tidak dilakukan, maka guru akan
tertinggal pengetahuan dan responnya terhadap perubahan tersebut.
Untuk meningkatkan kualitas SDM dan mewujudkan masyarakat yang
madani guna menghadapi kemajuan iptek, memberdayakan masyarakat agar
peduli terhadap pendidikan, mengurangi angka pengangguran, menciptakan
rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa, berbudi pekerti yang baik serta
mengoptimalkan peran serta peserta didik dalam kegiatan intra dan
4
ekstrakurikuler maka peran serta sekolah sangat diperlukan untuk menyiapkan
generasi yang tanggap dan cerdas terhadap lingkungannya.
5
1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Standar Isi
3. Standar Proses
6
penilaian: 3 manfaat Pengawasan Proses Pembelajaran: Cakupan kegiatan
pemantauan pembelajaran: 80%, Cakupan kegiatan supervisi pembelajaran:
80%, Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 80%, Dokumen pelaporan
hasil evaluasi pembelajaran: 80%, Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi
pembelajaran: 80%.
Sarana dan Prasarana Minimal; Ruang kepala sekolah: 63 m2, Ruang kelas:
standar sebanyak 27 ruang, Ruang perpustakaan: standar, Ruang Lab. IPA: 2
ruang, Ruang guru: standar, Gudang: ada, Ruang UKS: ada standar. Sarana
dan Prasarana Lainnya; Ruang Lab. Bahasa: ada, Ruang Lab. Komputer ada
3, Ruang multi media: ada, Ruang akademik dan pengembangan SIM, Ruang
kantin, dan Musholla.
6. Standar Pengelolaan
7
7. Standar Keuangan dan Pembiayaan
Frekuensi penilaian harian oleh guru: 100%, penilaian tengah semester yang
dilakukan oleh guru: 100%, Cakupan materi penilaian akhir semester yang
dilakukan sekolah: 100%, Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru
dalam pembelajaran: 95%, Instrumen yang dikembangkan guru untuk
penilaian harian: 95%, Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk
penilaian akhir semester: 95%, Variasi instrumen yang dikembangkan
sekolah untuk penilaian kenaikan kelas: 95%, Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh guru: 97% terpenuhi, Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh sekolah: 99% terpenuhi.
Mutu pendidikan di sekolah saat ini belum memuaskan, hal ini nampak
pada belum tercapainya Standar Nasional Pendidikan. Agar standar ini dapat
tercapai perlu diupayakan pencapaian standar kurikulum sekolah, standar proses
belajar mengajar, pencapaian standar pendidikan dan tenaga kependidikan.
Pencapaian standar fasilitator, pencapaian standar pengelolaan, standar
pembiayaan, standar penilaian sehingga tercapai standar ideal yang diinginkan.
Pendidikan yang selama ini terfokus pada pemerataan, harus mulai
berpaling dengan memperhatikan mutu, efisiensi dan relevansi sehingga
8
harapannya out put yang dihasilkan akan berdaya guna (out come) dan memiliki
daya saing di era globalisasi ini. Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan
memerlukan inovasi yang lebih progresif dalam menjawab tantangan persaingan
global.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 50 disebutkan pada Ayat (2)
bahwa Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional
pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dan pada Ayat (3)
ditegaskan kembali bahwa pemerintah dan /atau Pemerintah Daerah
menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu sekolah pada semua jenjang
pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional
Dengan meletakkan landasan yang kuat terhadap apa yang telah dimiliki,
sekolah berharap pada 5 tahun ke depan dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran, meningkatan kemampuan penguasaan pembelajaran,
pengembangan SDM, menambah sarana dan prasarana sekolah, menggalakkan
kegiatan ekstra kurikuler, meningkatkan kedisiplinan seluruh warga sekolah,
sehingga diharapkan prestasi akademik maupun nonakademik peserta didik
dapat meningkat
9
pelajaran 79, rata-rata pencapaian nilai ujian sekolah 84. Prestasi bidang
akademik dan non-akademik meningkat. Perolehan prestasi tingkat
kabupaten meningkat pada tingkat Propinsi, nasional, bahkan
internasional dengan cabang lomba yang lebih banyak diikuti. Kelulusan:
Jumlah kelulusan peserta didik 100%. Melanjutkan: Jumlah lulusan yang
melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100%.
10
kegiatan pemantauan pembelajaran: 100%, Cakupan kegiatan supervisi
pembelajaran: 100%, Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 100%,
Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 100%, Cakupan tindak
lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 100%.
11
(<10m2). Fasilitas Pembelajaran dan Penilaian: Daya listrik 9.050 Watt,
Komputer Guru: 5 unit, Komputer TU: 5 unit, Komputer perpustakaan: 5
unit, Komputer Lab IPA: 1 buah, Jaringan internet dan, Sarana olah raga:
100%.
12
Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan pendidik secara
berkesinambungan untuk memantau proses, kemampuan, dan kemajuan
hasil belajar. Frekuensi penilaian harian oleh guru: 100% terlaksana,
penilaian tengah semester yang dilakukan oleh guru: 100% terlaksana,
Cakupan materi penilaian akhir semester yang dilakukan sekolah: 100%
terlaksana, Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru dalam
pembelajaran: 100% benar, Instrumen yang dikembangkan guru untuk
penilaian harian 100% dikembangkan dan dilaksanakan, Variasi
instrumen yang dikembangkan sekolah untuk penilaian akhir semester:
100% melaksanakan, Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah
untuk penilaian kenaikan kelas: 100%, Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh guru: 100% terpenuhi, mekanisme dan
prosedur penilaian pendidikan oleh sekolah100% terpenuhi.
13
didasarkan kepada pendidikan dan pengalaman kerja serta sumber daya
yang dimilki.
Mutu pendidikan saat ini belum sesuai dengan standar pendidikan nasional
yang diharapkan. Dilihat dari aspek pemerataan masih terdapat peserta didik
yang kurang / tidak mampu, belum mendapat bantuan dana pendidikan
sepenuhnya. Dari segi kualitas pendidikan masih banyak sekolah yang belum
bisa meluluskan 100 % dari standar kelulusan nasional.
Dari kedua aspek tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kesenjangan kondisi sekolah saat ini jauh dari yang diharapkan sebagai sekolah
berstandar nasional.
Untuk itu diperlukan langkah kongkrit guna wewujudkan kualitas
pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan antara lain ;
terpenuhinya standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,
standar pengelolaan, standar keuangan dan pembiayaan serta standar penilaian
pendidikan.
KONDISI YANG
N TANTA
KONDISI SAAT INI DIHARAPKAN (4
o NGAN
TAHUN KE DEPAN)
NYATA
Pengembangan Pengembangan
1 Kompetensi Kompetensi
Kelulusan Kelulusan
a. Prestasi sekolah 81 a. Prestasi sekolah 84 3
dan lulusan dan lulusan
Nilai rata-rata ujian Nilai rata-rata ujian
sekolah Nasional
b. Prestasi dalam b. Prestasi dalam
bidang akademik bidang akademik
Lomba Matematika Lomba Matematika
Juara
Juara
Lomba IPA 2 kab Lomba IPA
Lomba IPS Lomba IPS umum
Lomba Bahasa Lomba Bahasa
14
(selama pandemi
hanya sedikit lomba
yang
diselenggarakan)
2. Pengembangan Pengembangan
Proses Pembelajaran: Proses
Pembelajaran:
a. Meningkatkan Meningkatkan jumlah
jumlah guru yang guru yang 100% 20%
melaksanakan 80% melaksanakan proses
proses pembelajaran dengan
pembelajaran dengan berbasis
dengan berbasis literasi numerasi
literasi numerasi
15
3. Standar isi Kurikulum Standar isi Kurikulum
4. Pengembangan Pengembangan
Pendidik dan Tenaga Pendidik danTenaga
Kependidikan: Kependidikan:
Meningkatkan Meningkatkan
profesionalitas tenaga profesionalitas tenaga
pendidik dan pendidik dan
kependidikan kependidikan
a. Guru dan TU dapat 90% a. Guru dan TU dapat 100% 20%
mengoperasikan mengoperasikan
komputer komputer
b. Guru dapat 100% b. Guru dapat 100% 0%
mengakses internet mengakses internet
c. Guru sudah 80% c. Guru sudah 100% 20 %
sertifikasi sertifikasi
d. Guru kompetensi d. Guru kompetensi 42
44
S1 S1 orang -2
orang
e. Guru Kompetensi e. Guru Kompetensi
S2 10 S2 14 +2
orang orang
f. Staf TU kompetensi 100% f. Staf TU kompetensi 100%
S1 S1
5. Pengembangan Pengembangan
Prasarana dan Prasarana dan
Sarana: sarana:
16
5) Penambahan 0
printer 27 5) Penambahan 1
6) Rak sepatu printer
6) Rak sepatu 1 8
25%
g. Laboratorium IPA 0 24
1) Laboratorium 16 Laboratorium IPA 100%
Biologi 75% 8) Laboratorium 0
2) LCD projector Biologi
3) Bahan dan alat 1 1
praktek 1 9) LCD projector 0
10) Bahan dan alat 2 0
h. Laboratotium 1 praktek 1 1
Bahasa 1 1 1
1) Almari 1 Laboratorium Bahasa 1 0
1 1) Almari 1 0
i. Ruang 0 2 0
Keterampilan 2 Ruang Keterampilan 1 0
j. Ruang Gudang 1 Ruang Gudang 1 0
k. Ruang Serbaguna 1 Ruang Serbaguna 1 1
l. Ruang Tari 1 Ruang Tari 6 0
m. Ruang ganti 6 Ruang ganti 2 1
n. Ruang UKS 1 Ruang UKS 2 -
o. Ruang OSIS 2 Ruang OSIS 1 -
p. Rumah penjaga 1 Rumah Penjaga 1 1
q. Pos Jaga 1 Pos Jaga 1 1
r. Kantin Sekolah 1 Kantin Sekolah 1 1
s. Taman Sekolah 0 Taman Sekolah 1 2
t. Tempat Parkir 0 Tempat parkir 1
u. Musholla 5x 7 0 Musholla 10x 15 3 12
v. Ruang Koperasi 1 Ruang Koperasi 6x9
4x5 Ruang Agama 12
w. Ruang Agama 24 Lapangan tenis
x. Lapangan tenis Lapangan Futsal 0
y. Lapangan Futsal Lapangan basket 0
z. Lapangan basket Tempat pengolahan 1 0
aa. Tempat pengolahan 1 sampah 3 24
sampah 3 Tempat sampah 1 0
bb. Tempat sampah 1 perkelas 0
perkelas 24 1
cc. Media 1 Media pembelajaran
pembelajaran (ICT ) (ICT) 100%
1) Lap Top 1) Lap Top
2) Tape Recorder 2) Tape Recorder 100% 100%
3) Handycam 0% 3) Handycam
4) Speaker kelas 4) Speaker 100% 0
5) LCD 0% 5) LCD
2
2
dd. Green house Green house 50%
17
1) Bahan isian 1) Bahan isian green
green house house 100% 100%
2) Perlengkapan 50% 2) Perlengkapan
green house green house 100%
3) Mesin pemotong 0 3) Mesin pemotong 1 set
rumput rumput
2 set 1 set
ee. Kesenian 1 set Kesenian
1) Peralatan seni 1) Peralatan seni 1 set
musik ( Keyboard 1 set musik ( keyboard
dll) dll)
2) Perlengkapan 2) Perlengkapan seni
seni tari (sampur, tari ( sampur, 5
cermin) cermin ) 0
3) Perlengkapan 15 20 6
seni lukis 12 3) Perlengkapan seni 12 12
4) Perlengkapan 6 lukis 12 14
gamelan 6 18 12
6 4) Perlengkapan 20 9
ff. Olah Raga 6 gamelan 12
1) Bola sepak 3 12
2) Bola Voli Olah Raga
3) Matrass 1) Bola sepak
4) Cakram 2) Bola voli
5) Lembing 3) Matrass
6) Bola futsal 4) Cakram
7) Bola Basket 5) Lembing
6) Bola Futsal
7) Bola Basket
6. Pengembangan Pengembangan
Pengelolaan: Pengelolaan:
a. Keterlibatan a. Keterlibatan
stakeholder dalam stakeholder dalam
perencanaan perencanaan
program sekolah 80% program sekolah 100% 20%
1) Membuat 80% 1) Membuat 100% 20%
RAPBS RAPBS
2) Membuat RPS 2) Membuat RPS
60% 100% 40%
b. Administrasi b. Administrasi sekolah
sekolah terkondisi 60% terkondisi 100% 40%
7. Pengembangan Pengembangan
18
Pembiayaan: Pembiayaan:
a. Pemberdayaan a. Pemberdayaan
fasilitas sekolah fasilitas sekolah
1) Penciptaan usaha 1 1) Penciptaan 1 0
usaha di sekolah usaha usaha di
2) Pendayagunaan 90% sekolah 100% 10%
potensi sekolah 2) Pendayagunaan
potensi sekolah
3) Pembiayaan 80% 100% 20%
sekolah 3) Pembiyaan
sekolah
8. Pengembangan Pengembangan
Penilaian: Penilaian:
a. Terwujudnya a. Terwujudnya
pedoman pedoman penilaian
penilaian 90% Penyusunan 100% 10%
Penyusunan pedoman penilaian
pedoman penilaian per MP
per MP b. Terwujudnya
b. Terwujudnya format 100% format penilaiaan 100% 0%
penilaiaan Penyusunan
Penyusunan perangkat penilaian
perangkat penilaian c. Terwujudnya
c. Terwujudnya 75% perangkat soal 100% 25%
perangkat soal Penyusunan bank
Penyusunan bank soal
soal
E. VISI SEKOLAH
19
8. Terbentuknya karakter kebangsaan
9. Unggul dalam aktifitas keagamaan
10. Unggul dalam budi pekerti.
11. Unggul dalam kepedulian sosial
F. MISI SEKOLAH
1. Sekolah memenuhi akan mutu, akses, relevansi dan tata kelola pendidikan
yang baik.
2. Sekolah memiliki lulusan yang kompeten, bermutu sesuai dan standar
kompetensi lulusan
3. Sekolah memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil yang mampu
memanfaatkan dan mengembangkan Teknologi Informasi
4. Sekolah memiliki standar proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan
Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk mengembangkan pemetaan SK, KD,
indikator, aspek untuk semua mata pelajaran.
5. Sekolah memiliki kemampuan optimal untuk menggunakan dan
mengembangkan media pembelajaran yang variatif dan inovatif
6. Sekolah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik untuk
semua mata pelajaran
7. Sekolah memiliki fasilitas dan perangkat komputer dengan jumlah memadai,
sesuai dengan kebutuhan
8. Sekolah memiliki jaringan internet sebagai sarana untuk mengakses
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
9. Sekolah memiliki kemampuan untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan
kompetensi/ prestasi dan nilai kelulusan.
20
10. Sekolah memiliki tenaga pendidik yang mampu mengembangkan potensi
akademik dan non akademik siswa secara optimal
11. Sekolah menerapkan manajemen pendidikan yang transparan, akuntabel,
efektif dan partisipatif.
H. PROGRAM STRATEGIS
1. Pengembangan dan peningkatan mutu, akses dan tata kelola sekolah yang
baik
2. Pengembangan dan peningkatan mutu lulusan yang kompetitif bertaraf
International
3. Pengembangan dan peningkatan kemampuan SDM tenaga pendidik dan
kependidikan
4. Pengembangan silabus, pemetaan SK, KD, indikator dan sistem penilaian.
5. Pengembangan perangkat dan media pembelajaran yang variatif dan
inovatif
6. Pengembangan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik
7. Pengembangan fasilitas pendidikan dan perangkat komputer
8. Pengembangan jaringan internet untuk mengakses perkembangan IPTEK
9. Peningkatan pencapaian standar kelulusan
10. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akdemik
11. Pengembangan fasilitas olah raga dan kesenian yang menunjang
pendidikan karakter
12. Pengembangan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
13. Pengembangan manajemen sekolah sesuai Standar Nasional Pendidikan
(SNP)
14. Pengembangan sarana prasana pendidikan menuju Standar Nasional
Pendidikan
15. Peningkatan kerjasama antar warga sekolah dan masyarakat
I. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN
21
2. Menjalin kerja sama dengan komite, stake holder dan lembaga lain yang
relevan untuk peningkatan mutu lulusan yang kompetitif.
3. Mengadakan pelatihan untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan
ketenagaan
4. Melaksanakan penjaringan siswa berprestasi dengan menyelenggrakan
lomba SAINs tingkat SD se wilayah kawedanan
5. Mengoptimalkan peran warga sekolah dalam mengembangkan silabus
melalui work shop atau In House Training untuk menghasilkan dokumen
kurikulum sekolah.
6. Mengoptimalkan warga sekolah dalam menyusun Rencana Persiapan
Pembelajaran dan media pembelajaran yang variatif dan inovatif.
7. Melaksanakan work shop, IHT semua guru mapel dalam pembuatan
perangkat dan media pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
8. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk melengkapi
sarana fasilitas pendidikan dan komputer
9. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah dalam rangka
pengembangan internet di sekolah
10. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimalkan warga sekolah
untuk mengembangkan media pendidikan dalam rangka memenuhi
kebutuhan media pembelajaran di sekolah
11. Menjalin kerjasama dan mengikuti pelatihan untuk pengembangan dan
peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia pendidikan
12. Mengoptimalkan warga sekolah, khususnya guru mata pelajaran dan siswa,
melalui proses pembelajaran untuk mencapai standar kelulusan minimal.
13. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimalkan warga sekolah
agar mampu menyelenggarakan lomba-lomba bidang akademik dan non
akademik
14. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah melalui kegiatan
terprogram guna menyiapkan siswa untuk mengikuti lomba-lomba bidang
akademik dan non akademik
15. Menjalin kerja sama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk melengkapi
fasilitas olah raga dan kesenian
22
16. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk mewujudkan
sikap disiplin pada siswa dan warga sekolah lainnya agar selalu taat norma
agama aturan dan etika
17. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk aktif mengikuti
dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan
18. Menjalin kerjasama dan mengikuti pelatihan bagi warga sekolah untuk
mengembangkan manajemen sekolah sesuai Sekolah Standar Nasional
19. Menciptakan situasi yang kondusif untuk meningkatkan kerjasama antar
warga sekolah guna mewujudkan tujuan bersama
23
12. Terlaksananya peribadatan dan kegiatan-kegiatan keagamaan sesuai agama
yang dianut
13. Tercapainya kerjasama yang erat dan harmonis antar warga sekolah
14. Terealisasinya sistem pendidikan yang efektif, transparan, akuntabel dan
partisipatif.
15. Terealisinya tata kelola pendidikan yang efektif dan efisien.
Pengembangan
1
Kompetensi Kelulusan
a. Prestasi sekolah dan
lulusan
Nilai rata-rata Ujian 81 82 83 84
Sekolah
[Link] mampu
mengoperasikan 70% 80% 90% 100%
komputer
24
TONGGAK –TONGGAK KUNCI
KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024
Pengembangan Proses
2.
Pembelajaran:
a. Meningkatkan jumlah
guru yang 80% 90% 95% 100%
melaksanakan proses
pembelajaran berbasis
literasi numerasi
Pengembangan
4. Pendidik dan Tenaga
Kependidikan:
Meningkatkan
profesionalitas tenaga
pendidikan dan
kependidikan
a. Guru dan TU dapat 90% 95% 100% 100%
mengoperasikan
komputer 90% 95% 100% 100%
b. Guru dapat mengakses
internet
Pengembangan
5.
Prasarana dan Sarana:
[Link] Komputer
1) Pengadaan AC
diruangan 2 3 4 4
komputer
2) Penambahan server 2 3 4 4
dan LAN
3) Penambahan 30 35 40 40
komputer
4) Penambahan printer 3 4 4 4
25
TONGGAK –TONGGAK KUNCI
KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024
[Link] IPA
Bahan dan alat praktek 90% 100%
60% 75%
c. Laboratorium Bahasa 2 2
1 1
[Link] pembelajaran
(ICT) 3 3
1. Lap Top 1 3 6 6
2. Tape Recorder 6 6 1 1
3. Handycam 1 1 18 18
4. Speaker kelas 6 12 3 3
5. LCD 1 3
e. Green house
1. Bahan isian green 100% 100%
house 10% 100%
2. Perlengkapan green 100% 100%
house 100% 100%
f. Kesenian
1. Peralatan seni musik 90% 100%
( Keyboard dll) 60% 75%
2. Perlengkapan seni 90% 100%
tari (sampur, cermin) 50% 75%
3. Perlengkapan seni 4 set 5 set
lukis 2 set 3 set
g. Olah Raga
Bola kaki 100% 100%
100% 100%
6. Pengembangan
Pengelolaan:
a. Keterlibatan
stakeholder dalam
perencanaan program
sekolah 40% 60% 80% 100%
1. Membuat RAPBS 40% 60% 80% 100%
2. Membuat RPS/RKAS
26
TONGGAK –TONGGAK KUNCI
KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024
d. Meningkatkan kwalitas 4x 5x 6x 6x
dan kwantitas monev
7. Pengembangan
Pembiayaan:
a. Pemberdayaan fasilitas
sekolah
1) Penciptaan usaha 1 1 1 1
usaha di sekolah
2) Pendayagunaan 20% 30% 40% 50%
potensi sekolah
3) Pembiayaan sekolah
8. Pengembangan
Penilaian:
a. Terwujudnya pedoman
penilaiaan
Penyusunan pedoman 85 % 90% 95% 100%
penilaian per MP
b. Terwujudnya format
penilaiaan
Penyusunan perangkat 85 % 90% 95% 100%
penilaian
c. Terwujudnya perangkat
soal
Penyusunan bank soal 85 % 90% 95% 100%
9. Pengembangan Budaya
Sekolah
Menjadi sekolah adiwiyata Adiwiyata
provinsi Adiwiyata Adiwiyata Adiwiyata
nasional nasional mandiri
27
terjadi dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Jadi menekankan pada
pemantauan proses pelaksanaan program.
Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program
sekolah mencapai sasaran yang diharapkan. Jadi menekankan pada aspek
hasil.
2. Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi
a. Komponen Input
Aspek tenaga kependidikan : kepala sekolah, guru, dan karyawan
Aspek kesiswaan : Kondisi siswa dan prestasi siswa
Aspek sarana dan pembiayaan
Aspek peran masyarakat
b. Komponen Proses
Aspek kurikulum dan bahan ajar
Aspek proses belajar mengajar
Aspek penilaian
Aspek manajemen dan kepemimpinan
c. Komponen Output
Aspek prestasi belajar siswa
Aspek prestasi guru dan Kepala Sekolah
Aspek prestasi sekolah
3. Pelaksana Monitoring dan Evaluasi
a. Kepala Sekolah
b. Tim Supervisi Sekolah
c. Tim Dinas Pendidikan Kabupaten
d. Tim Dinas Pendidikan Propinsi
e. Tim Direktorat PLP Propinsi
4. Waktu Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan tiap tiga bulan sekali, selama satu tahun.
5. Sumber Data
a. Dokumen
b. Persepsi orang
c. Hasil pengamatan
6. Metode Pengumpulan Data
28
a. Metode dokumentasi
b. Metode wawancara
c. Metode observasi
d. Metode kuesioner
7. Rincian Kegiatan
a. Persiapan : Pembentukan tim supervisi sekolah dan menyusun program ME
b. Pengembangan perangkat instrumen ME
c. Pelaksanaan pengambilan data, analisis data dan pemecahan masalah
d. Pelaporan kepada Direktorat PLP
e. Rencana tindak lanjut.
29
Aspek prestasi guru dan Kepala Sekolah
Aspek prestasi sekolah
3. Pelaksana Monitoring dan Evaluasi
a. Kepala Sekolah
b. Tim Supervisi Sekolah
c. Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
d. Tim Dinas Pendidikan Propinsi
e. Tim Direktorat PLP Propinsi
4. Waktu Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan tiap tiga bulan sekali, selama satu
tahun.
5. Sumber Data
a. Dokumen
b. Persepsi orang
c. Hasil pengamatan
6. Metode Pengumpulan Data
a. Metode dokumentasi
b. Metode wawancara
c. Metode observasi
d. Metode kuesioner
7. Rincian Kegiatan
a. Persiapan : Pembentukan tim supervisi sekolah dan menyusun program
ME
b. Pengembangan perangkat instrumen ME
c. Pelaksanaan pengambilan data, analisis data dan pemecahan masalah
d. Pelaporan kepada Direktorat PLP
e. Rencana tindak lanjut.
30