0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan31 halaman

Rencana Kerja Sekolah 2021-2024 SMPQT

Dokumen ini adalah Rencana Kerja Sekolah (RKS) SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati untuk periode 2021-2024, yang mencakup analisis lingkungan strategis dan kondisi pendidikan saat ini. Fokus utama adalah peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan profesionalisme guru, pemanfaatan teknologi informasi, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan abad 21. Selain itu, dokumen ini juga mencatat pencapaian akademik dan non-akademik siswa meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan31 halaman

Rencana Kerja Sekolah 2021-2024 SMPQT

Dokumen ini adalah Rencana Kerja Sekolah (RKS) SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati untuk periode 2021-2024, yang mencakup analisis lingkungan strategis dan kondisi pendidikan saat ini. Fokus utama adalah peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan profesionalisme guru, pemanfaatan teknologi informasi, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan abad 21. Selain itu, dokumen ini juga mencatat pencapaian akademik dan non-akademik siswa meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)

2021-2024
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)
TAHUN 2021/2022

SMPQT YANBU’UL QUR’AN 1 PATI


DESA SUKOHARJO WEDARIJAKSA PATI
email: smpqtyq1@[Link]
Telp. 0295 4102840

0
RENCANA KERJA SEKOLAH 2021 - 2024 (RKS)

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat


menuntut sekolah untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan, seperti yang
tertuang pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun
2003, dan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP yang dipertegas
dengan PP Nomor 13 Tahun 2015 yang merupakan Perubahan PP Nomor 19
Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pada Bab I pasal 1 menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara. Oleh karena itu pada Pasal 3 disebutkan bahwa Pendidikan
Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Peran guru semakin penting dan strategis sekarang, hal ini dikarenakan
saat ini terjadi pergeseran prioritas pembangunan oleh pemerintah. Setelah
fokus pada pembangunan infrastruktur, mulai tahun 2019 pemerintah sedang
mengupayakan untuk peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM).
Pembangunan mutu SDM berarti bertumpu pada guru, sehingga guru
diharapkan mampu menjadi agen transformasi penguatan SDM dalam
membangun talenta peserta didik, mengelola pembelajaran secara lebih kreatif,
dan membentuk karakter anak bangsa. Untuk itu guru dituntut terus
meningkatkan profesionalitas menuju pendidikan abad ke-21 (kompas,
Desember 2018).

1
Dunia pendidikan saat ini juga dituntut mampu membekali para peserta
didik dengan keterampilan abad 21. Keterampilan ini adalah keterampilan
peserta didik yang mampu untuk berfikir kritis dan memecahkan masalah,
kreatif dan inovatif, keterampilan berkomunikasi dan kolaborasi. Selain itu
keterampilan mencari, mengelola dan menyampaikan informasi serta terampil
menggunakan teknologi dan informasi. Kemampuan yang harus dimiliki di
abad 21 ini meliputi: Leadership, Digital Literacy, Communication, Emotional
Intelligence, Entrepreneurship, Global Citizenship, Problem Solving, Team-
working. Sedangkan tiga isu pendidikan di Indonesia saat ini adalah
Pendidikan karakter, pendidikan vokasi, inovasi (Wibawa, 2018)
Guru perlu meningkatkan profesionalisme terkait mental, komitmen,
dan kualitas agar memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan
Revolusi Industri 4.0 karena Revolusi industry 4.0 menuntut guru mampu
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat untuk
meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan mempersiapkan sumber
daya manusia yang unggul ([Link], 10 Desember 2018).
Dengan demikian di era revolusi industri 4.0 ini jika guru hanya
sebatas mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa di kelas maka peran
guru dapat tergantikan oleh teknologi namun peran guru tidak akan dapat
tergantikan oleh teknologi secanggih apapun dalam mendidik karakter,
moral, dan memberikan keteladanan kepada siswa.
Sejalan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia kualitatif maupun
kuantitatif mengalami perkembangan secara cepat. Oleh karena itu,
perkembangan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan
yang sepadan, Pendidikan sistem persekolahan saat ini kebanyakan hanya
mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut the dead knowledge, yakni
pengetahuan yang terlalu bersifat text-bookish. Sementara itu tuntutan global
yang semakin kompetitif membutuhkan kemampuan teknologi digital dan virtual
sesuai dengan perkembangan teknologi 4.0.
Oleh karena itu SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati merintis
pengembangan mutu pendidikan, sehingga dapat meluluskan peserta didik yang
berkualitas, perkembangan pendidikan yang dilaksanakan mengacu pada
perkembangan teknologi informasi yaitu proses pembelajaran yang akan
menghasilkan tenaga pengajar dan peserta didik yang berkualitas. Guru bukan

2
merupakan satu-satunya sumber pengetahuan, guru hanya sebagai fasilitator
dalam mengajar, guru tidak terpancang pada materi yang ada dalam kurikulum,
melainkan guru akan aktif untuk mengkaitkan kurikulum dengan lingkungan yang
dihadapi peserta didik, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, dan untuk
mendukung hal tersebut diperlukan prasarana pembelajaran yang mendukung,
yaitu dengan disediakannya fasilitas teknologi informasi untuk mengikuti
perkembangan jaman, khususnya pada masalah pendidikan dan pengajaran.
Pendidikan saat ini belum semuanya terwujud dalam upaya peningkatan
mutu, di segala bidang, karena terhambat pada akses pemerataan pendidikan
untuk Wajar dikdas 9 tahun dan kesiapan fisik sekolah, seperti ruang kelas,
ruang laboratorium (IPA, TIK, dan Bahasa) ruang praktik (Keterampilan,
Penjaskes, Kesenian, dan mata pelajaran lainnya), ruang guru, ruang
perpustakaan, ruang pertemuan dan ruangan lain yang kurang memadai atau
bahkan belum ada. Untuk sarana pembelajaran seperti media dan sumber
pembelajaran, buku, alat-alat praktik mata pelajaran (penjaskes, TIK, Seni
Budaya, Keterampilan, IPA, Bahasa Inggris) belum semuanya memadai bahkan
ada yang belum ada, akibatnya berdampak pada rendahnya mutu layanan
pendidikan.
Sekolah gratis, berdampak pada upaya sekolah untuk peningkatan mutu
pendidikan, terutama dalam mendukung pembiayaan pendidikan. Walaupun
pemerintah telah menyalurkan berbagai dana untuk menunjang proses
pendidikan, seperti BOS, BSM. Semua itu belum memenuhi standar ideal
pembiayaan pendidikan di sekolah. Agar peningkatan mutu sekolah dapat
terwujud selain didukung oleh kesiapan Guru, Tenaga Kependidikan, sarana-
prasarana, juga harus didukung kesiapan pembiayaan yang memadai. Untuk
menjembatani kesenjangan ini diperlukan kerjasama dengan semua pihak,
terutama peranan dan fungsi Komite Sekolah.
Untuk mewujudkan akses pendidikan, relevansi dan mutu, diperlukan
manajemen sekolah yang sehat, efisien, transparan dan akuntabel harus
mendapat dukungan oleh semua warga sekolah dengan berperan aktif dan
dinamis dalam semua kegiatan sekolah, sehingga terwujud sekolah yang
kondusif dan bermutu tinggi yang berstandar nasional. Masih rendahnya standar
kelulusan peserta didik, terutama dalam penentuan standar ketuntasan belajar

3
setiap kompetensi dasar dari tiap mata pelajaran merupakanhal yang
problematik.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan sasaran sentral yang harus
dibenahi adalah kualitas pendidikan guru berbagai usaha telah dilaksanakan
dengan pembaharuan pendidikan dan saat ini SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul
Qur’an 1 Pati akan menambahkan dengan Teknologi Informasi, karena proses
globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari dengan
segala berkah dan mudhoratnya. Bangsa dan negara akan dapat memasuki era
globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas
pendidikan sebagian besar ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas,
dalam hal ini guru sangat memegang peranan penting yang mana guru adalah
kreator proses belajar mengajar.
Tugas utama guru adalah mengembangkan potensi peserta didik secara
maksimal melalui penyajian materi mata pelajaran yang jelas, memiliki nilai dan
karakteristik yang mendasarinya. Guru harus dilatih dengan berbagai metode
dan pembelajaran inovatif, karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan
yang berkaitan dengan kemajuan teknologi proses mengajar menjadi sesuatu
kegiatan yang semakin bervariasi, kompleks, dan rumit. Hal terpenting adalah
memperbaiki dan meningkatkan kualitas guru serta memberikan kebebasan
kepada guru untuk berinovasi dalam melaksanakan proses belajar mengajar
yang akan meningkatkan kualitas peserta didik.
Di era teknologi informasi dan perubahan sosial yang cepat, tanggung
jawab guru semakin berat. Di antara tantangan yang paling berat adalah
kesesuaian konten atau isi pembelajaran dan lingkungan pembelajaran.
Teknologi informasi sudah memasuki seluruh elemen masyarakat. Perubahan
sosial yang cepat juga membawa konsekuensi yang tidak sedikit. Oleh karena
itu, guru harus selalu mengupdate pengetahuan dan responnya terhadap
perubahan sosial yang cepat. Jika hal ini tidak dilakukan, maka guru akan
tertinggal pengetahuan dan responnya terhadap perubahan tersebut.
Untuk meningkatkan kualitas SDM dan mewujudkan masyarakat yang
madani guna menghadapi kemajuan iptek, memberdayakan masyarakat agar
peduli terhadap pendidikan, mengurangi angka pengangguran, menciptakan
rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa, berbudi pekerti yang baik serta
mengoptimalkan peran serta peserta didik dalam kegiatan intra dan

4
ekstrakurikuler maka peran serta sekolah sangat diperlukan untuk menyiapkan
generasi yang tanggap dan cerdas terhadap lingkungannya.

B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI.

Salah satu permasalahan pendidikan yang memerlukan perhatian dan


penanganan serius saat ini yaitu rendahnya mutu pendidikan pada setiap
jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah.
Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional,
misalnya pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi
guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, dan peningkatan
mutu manajemen sekolah. Namun demikian masih banyak yang masih perlu
dibenahi oleh sekolah khususnya di SMP agar sesuai dengan harapan
masyarakat dan diharapkan pula berfungsi sebagai patok duga (bench mark)
bagi sekolah.
Tahun 2020 dan tahun 2021 juga menjadi tahun yang berat bagi seluruh
masyarakat Indonesia bahkan dunia. Adanya Pandemi Covid 19 berdampak
pada pembatasan sosial di masyarakat, penurunan aspek sosial, ekonomi,
kesehatan, serta pendidikan. Dalam bidang pendidikan, pemerintah menerapkan
kebijakan belajar dan bekerja dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran
Covid 19. SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati pun menggunakan
pembelajaran daring (dalam jaringan). Di satu sisi pembelajaran daring telah
membuat pendidik dan peserta didik memanfaatkan berbagai teknologi untuk
pembelajaran. Penguasaan teknologi pun semakin meningkat pesat. Namun di
sisi lain, karakter peserta didik cenderung menurun terutama dari sisi antusiasme
belajar dan sikap sosial.

SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati sebagai lembaga


penyelenggara pendidikan terus-menerus mengikuti perubahan dan
perkembangan yang terjadi di dunia pendidikan. Penerimaan peserta didik
dilakukan berbasis zonasi sesuai kebijakan pemerintah. SMP Al-Qur’an Terpadu
Yanbu’ul Qur’an 1 Pati menerapkan Kurikulum 2013 dengan pemenuhan delapan
standar nasional pendidikan yang telah dikembangkan untuk meningkatkan
penjaminan mutu sekolah. Hal tersebut tertuang dalam uraian analisis keadaan
sekolah pada saat ini yang meliputi :

5
1. Standar Kompetensi Lulusan

Bidang Akademik rata-rata pencapaian KKM semua mata pelajaran 76,


rata-rata pencapaian nilai ujian sekolah 81, Meraih kejuaraan baik bidang
akademik maupun nonakademik meskipun masih dalam suasana Pandemi
Covid 19. Dalam bidang akademik, meraih kejuaraan dalam Lomba
Matematika, IPA, dan IPS. Dalam Bidang non Akademik SMP Al-Qur’an
Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati meraih kejuaraan bidang seni, olahraga, dan
agama. Meskipun sedang Pandemi Covid 19 dan jumlah cabang lomba
berkurang, namun peserta didik di SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an
1 Pati dapat meraih berbagai kejuaraan tersebut di tingkat kecamatan,
kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Jumlah kelulusan
mencapai 100%. Melanjutkan Studi Jumlah lulusan yang melanjutkan studi
ke jenjang lebih tinggi mencapai 99%.

2. Standar Isi

Buku KTSP (Dokumen1) Tersusunnya Kurikulum 13 SMP Al-Qur’an Terpadu


Yanbu’ul Qur’an 1 Pati, Silabus: Tersusun silabus semua mata pelajaran
kelas VII,VIII, dan IX. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): Tersusun
RPP dari semua mata pelajaran, tersusun RPP semua mata pelajaran kelas
VII, VIII, dan IX.

3. Standar Proses

Persiapan Pembelajaran: Kepemilikan silabus oleh guru: 100% memiliki,


Kepemilikan RPP oleh guru: 100% sudah memiliki. Demikian juga semua
guru memiliki sumber belajar/bahan ajar: pengembangan perangkat
instrumen untuk pemahaman terhadap karakteristik peserta didik. Jumlah
peserta didik per rombel: 32 - 36 anak, Beban mengajar guru: 24
jam/minggu, Ratio antara jumlah peserta didik dengan buku teks mapel 1:1,
Pengelolaan kelas: 75%. Pelaksanaan Pembelajaran: meliputi kegiatan
pendahuluan, inti, dan penutup. Pelaksanaan Penilaian meliputi;
Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar, variasi model penilaian,
model pengolahan/analisis hasil penilaian. Pemanfaatan/tindak lanjut hasil

6
penilaian: 3 manfaat Pengawasan Proses Pembelajaran: Cakupan kegiatan
pemantauan pembelajaran: 80%, Cakupan kegiatan supervisi pembelajaran:
80%, Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 80%, Dokumen pelaporan
hasil evaluasi pembelajaran: 80%, Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi
pembelajaran: 80%.

4. Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kepala Sekolah telah mengikuti pelatihan kepemimpinan, telah mengikuti


pelatihan manajerial sekolah (MBS), pernah pelatihan kewirausahaan, telah
mengikuti pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah, telah
pelatihan administrasi persekolahan, telah mengikuti pelatihan Kurikulum
2013. Hampir semua guru telah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan
kompetensi dan profesinya, mengikuti pengembangan keprofesian
berkelanjutan (PKB), pelatihan penilaian dan evaluasi pembelajaran, dan
pelatihan pembelajaran berbasis TIK. Tenaga Kependidikan di tahun
pelajaran ini belum mengikuti pelatihan.

5. Standar Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana Minimal; Ruang kepala sekolah: 63 m2, Ruang kelas:
standar sebanyak 27 ruang, Ruang perpustakaan: standar, Ruang Lab. IPA: 2
ruang, Ruang guru: standar, Gudang: ada, Ruang UKS: ada standar. Sarana
dan Prasarana Lainnya; Ruang Lab. Bahasa: ada, Ruang Lab. Komputer ada
3, Ruang multi media: ada, Ruang akademik dan pengembangan SIM, Ruang
kantin, dan Musholla.

6. Standar Pengelolaan

Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/kegiatan: Dokumen


RKS dan RKAS, Dokumen PPDB: 95%, Dokumen Pedoman pembinaan
kesiswaan: 95%, Dokumen tata tertib sekolah: 90%, Dokumen kode etik
sekolah: 95%, Dokumen penugasan guru: 100%. Struktur organisasi dan
mekanisme kerja: Struktur organisasi: 90% lengkap, Dokumen pembagian
tugas/kewenangan/tupoksi: 90%. Dokumen Sistem Informasi Sekolah (SIM),
Supervisi, monitoring, evaluasi, dan akreditasi sekolah

7
7. Standar Keuangan dan Pembiayaan

Sumber dana: 1 sumber, Pengalokasian dana: 8 SNP, Penggunaan dana:


100% benar, Pelaporan penggunaan dana: 100%, Dokumen pendukung
pelaporan: 100%.

8. Standar Penilaian Pendidikan

Frekuensi penilaian harian oleh guru: 100%, penilaian tengah semester yang
dilakukan oleh guru: 100%, Cakupan materi penilaian akhir semester yang
dilakukan sekolah: 100%, Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru
dalam pembelajaran: 95%, Instrumen yang dikembangkan guru untuk
penilaian harian: 95%, Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk
penilaian akhir semester: 95%, Variasi instrumen yang dikembangkan
sekolah untuk penilaian kenaikan kelas: 95%, Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh guru: 97% terpenuhi, Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh sekolah: 99% terpenuhi.

9. Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sekolah

Pengembangan budaya bersih: 95% tercipta, Penciptaan lingkungan sehat,


asri, indah, rindang, sejuk, dll (tamanisasi): 95%, Pemenuhan sistem
sanitasi/drainasi: 95%, Penciptaan budaya tata krama “in action”: 95%,
Peningkatan kerjasama dengan lembaga lain yang relevan.

C. ANALISIS PENDIDIKAN 4 TAHUN MENDATANG

Mutu pendidikan di sekolah saat ini belum memuaskan, hal ini nampak
pada belum tercapainya Standar Nasional Pendidikan. Agar standar ini dapat
tercapai perlu diupayakan pencapaian standar kurikulum sekolah, standar proses
belajar mengajar, pencapaian standar pendidikan dan tenaga kependidikan.
Pencapaian standar fasilitator, pencapaian standar pengelolaan, standar
pembiayaan, standar penilaian sehingga tercapai standar ideal yang diinginkan.
Pendidikan yang selama ini terfokus pada pemerataan, harus mulai
berpaling dengan memperhatikan mutu, efisiensi dan relevansi sehingga

8
harapannya out put yang dihasilkan akan berdaya guna (out come) dan memiliki
daya saing di era globalisasi ini. Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan
memerlukan inovasi yang lebih progresif dalam menjawab tantangan persaingan
global.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 50 disebutkan pada Ayat (2)
bahwa Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional
pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dan pada Ayat (3)
ditegaskan kembali bahwa pemerintah dan /atau Pemerintah Daerah
menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu sekolah pada semua jenjang
pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional
Dengan meletakkan landasan yang kuat terhadap apa yang telah dimiliki,
sekolah berharap pada 5 tahun ke depan dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran, meningkatan kemampuan penguasaan pembelajaran,
pengembangan SDM, menambah sarana dan prasarana sekolah, menggalakkan
kegiatan ekstra kurikuler, meningkatkan kedisiplinan seluruh warga sekolah,
sehingga diharapkan prestasi akademik maupun nonakademik peserta didik
dapat meningkat

Jika kondisi ini dapat tercapai maka akan meningkatkan kualitas


pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh PP 19 Tahun 2005 tentang
standar nasional pendidikan (SNP) yang diharapkan.

Sekolah Standar Nasional mempunyai kriteria sebagai berikut antara lain


tercapainya standar kurikulum sekolah, standar PBM, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar lulusan, standar fasilitas, standar pengelolaan,
standar pembiayaan dan standar penilaian. Dengan tercapainya kriteria sekolah
standar nasional berarti kualitas SDM akan meningkat sesuai dengan sesuai
dengan standard nasional pendidikan yaitu:

1. Pengembangan Standar Kompetensi Kelulusan

Kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan


keterampilan. Bidang Akademik: rata-rata pencapaian KKM semua mata

9
pelajaran 79, rata-rata pencapaian nilai ujian sekolah 84. Prestasi bidang
akademik dan non-akademik meningkat. Perolehan prestasi tingkat
kabupaten meningkat pada tingkat Propinsi, nasional, bahkan
internasional dengan cabang lomba yang lebih banyak diikuti. Kelulusan:
Jumlah kelulusan peserta didik 100%. Melanjutkan: Jumlah lulusan yang
melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100%.

2. Pengembangan Standar Isi

Mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi yang berstandar untuk


mencapai kompetensi kelulusan yang meliputi: Buku KTSP Kurikulum
2013 (Dokumen-1), Penyempurnaan Kurikulum SMP Al-Qur’an Terpadu
Yanbu’ul Qur’an 1 Pati, Silabus : tersusun silabus 11 mata pelajaran,
tersusun silabus semua mata pelajaran kelas VII, VIII, dan IX, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tersusun 100% dari semua mata
pelajaran, tersusun RPP semua mata pelajaran kelas VII, VIII, dan IX.

3. Pengembangan Standar Proses Pendidikan

Standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan


pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan yang meliputi persiapan pembelajaran dan
kepemilikan silabus oleh guru 100%, kepemilikan RPP oleh guru 100%
memiliki, kepemilikan sumber belajar/bahan ajar 100%, pengembangan
perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa
100%. Persyaratan Pembelajaran: Jumlah peserta didik per rombel 32
anak, Beban mengajar guru: ≥ 24 jam/minggu, Ratio antara jumlah
peserta didik dengan buku teks mapel 1:1, Pengelolaan kelas 100%
teradministrasikan dengan baik. Pelaksanaan Pembelajaran: Cakupan
kegiatan pembelajaran pendahuluan, inti, penutup: 100%, Penerapan
pembelajaran berbasis literasi dan numerasi 100%, Penerapan
pembelajaran berbasis lingkungan hidup: 100%, Variasi pengelolaan
kelas: 100%. Pelaksanaan Penilaian: Pengembangan instrumen penilaian
hasil belajar: 100%, variasi model penilaian: 5 model,
Pengolahan/analisis hasil penilaian: 2 jenis, Pemanfaatan/tindak lanjut
hasil penilaian: 3 manfaat. Pengawasan Proses Pembelajaran: Cakupan

10
kegiatan pemantauan pembelajaran: 100%, Cakupan kegiatan supervisi
pembelajaran: 100%, Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 100%,
Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 100%, Cakupan tindak
lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 100%.

4. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta


pelatihan pada Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala
Sekolah (LP2KS) pendidikan dalam jabatan. Kepala Sekolah: Sudah
memiliki sertifikat, pelatihan kepemimpinan min. 5 kali, pelatihan
manajerial sekolah (MBS) min. 3 kali, pelatihan kewirausahaan min. 3
kali, pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah min. 3 kali,
pelatihan administrasi persekolahan min. 3 kali, pelatihan kurikulum
terbaru min 2 kali. Guru: Pelatihan PKB 90% telah mengikuti, pelatihan
penilaian dan evaluasi pembelajaran: 90%, pelatihan pembelajaran
berbasis TIK: 100% telah melaksanakan, pelatihan kurikulum terbaru:
100% telah mengikuti, pelatihan penelitian pendidikan 100% telah
mengikuti, Pelatihan kepribadian 90% telah mengikuti, Pengabdian
masyarakat: 100% melaksanakan, Pelatihan pembelajaran berbasis
literasi dan numerasi: 90% telah mengikuti. Tenaga TU, Laboran,
Pustakawan: pelatihan TIK: 100%, , pelatihan bidangnya: 90%, pelatihan
manajemen sesuai bidangnya: 90%.

5. Pengembangan Sarana dan Prasarana

Meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan


sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang
diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan
berkelanjutan. Sarana dan Prasana Minimal: Ruang kepala sekolah: 42
m2, Ruang wakil KS dan para PKS ada, Ruang kelas: standar sesuai
dengan jumlah rombel, Ruang perpustakaan: standar, Ruang Lab. IPA: 2
ruang, Ruang guru: standar (sama dengan atau lebih 4m2 / guru),
Gudang: ada, Ruang UKS ada. Sarana dan Prasarana Lainnya: Ruang
Lab. Bahasa: ada, Ruang Lab. Komputer ada, Ruang multi media: ada,
Ruang akademik dan pengembangan SIM: ada, Ruang kantin: standar

11
(<10m2). Fasilitas Pembelajaran dan Penilaian: Daya listrik 9.050 Watt,
Komputer Guru: 5 unit, Komputer TU: 5 unit, Komputer perpustakaan: 5
unit, Komputer Lab IPA: 1 buah, Jaringan internet dan, Sarana olah raga:
100%.

6. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan

Standar nasional pendidikan yang berkaiatan dengan perencanaan,


pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan agar tercapai
efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan., pengelolaan
sarana dan prasarana pendidikan, penilaian hasil belajar, dan
pengawasan. Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana
kerja/kegiatan: Dokumen (RKS dan RKAS): 100%, Dokumen PPDB:
100%, Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan:100%, Dokumen tata
tertib sekolah: 100%, Dokumen kode etik sekolah: 100%, Dokumen
penugasan guru: 100%. Struktur organisasi dan mekanisme kerja:
Struktur organisasi: 100% lengkap, Dokumen pembagian
tugas/kewenangan/tupoksi: 100%. Supervisi, monitoring, evaluasi, dan
akreditasi sekolah: ada tim khusus: 100%, ada instrumen: 100%, ada
pelaporan: 100%, Pendokumentasian: 100%, Tindak lanjut: 100%.
Kemitraan dan peranserta masyarakat: Dokumen keberadaan Komite
Sekolah: 100%, Dokumen program kerja komite sekolah: 100%,
Kepengurusan komite sekolah: 100% lengkap, Perolehan kerjasama
dengan pihak lain: 5 instansi, Bantuan biaya pendidikan dari orang tua
peserta didik : 150.000 rupiah/bulan. SIM sekolah: Terpasang PAS (Paket
Aplikasi Sekolah): 100%, Terpasang jaringan SIM: 100%.

7. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan

Standar biaya investasi, biaya operasional dan standar biaya personal.


Sumber dana: minimal 5 buah, Pengaloikasian dana: 8 SNP,
Penggunaan dana: 100% benar, Pelaporan penggunaan dana: 100%,
Dokumen pendukung pelaporan: 100%.

8. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan

Standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme,


prosedur, dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik.

12
Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan pendidik secara
berkesinambungan untuk memantau proses, kemampuan, dan kemajuan
hasil belajar. Frekuensi penilaian harian oleh guru: 100% terlaksana,
penilaian tengah semester yang dilakukan oleh guru: 100% terlaksana,
Cakupan materi penilaian akhir semester yang dilakukan sekolah: 100%
terlaksana, Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru dalam
pembelajaran: 100% benar, Instrumen yang dikembangkan guru untuk
penilaian harian 100% dikembangkan dan dilaksanakan, Variasi
instrumen yang dikembangkan sekolah untuk penilaian akhir semester:
100% melaksanakan, Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah
untuk penilaian kenaikan kelas: 100%, Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh guru: 100% terpenuhi, mekanisme dan
prosedur penilaian pendidikan oleh sekolah100% terpenuhi.

(9) Standar Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sekolah


Pengembangan budaya bersih: 98% dapat dilaksanakan, Penciptaan
lingkungan sehat, asri, indah, rindang, sejuk, dll (tamanisasi): 95%
terpenuhi, Pemenuhan sistem sanitasi/drainasi: 95% terpenuhi,
Penciptaan budaya tata krama in action: 95% dapat dilaksanakan,
Peningkatan kerjasama dengan lembaga lain yang relevan: dengan 5
lembaga, Pengembangan lomba-lomba kebersihan, kesehatan, dll: 5
lomba kegiatan. Setahun ke depan direncanakan SMP Al-Qur’an Terpadu
Yanbu’ul Qur’an 1 Pati bisa mendapatkan predikat sekolah adiwiyata
nasional dan pada tahun 2024 bisa memperoleh predikat sekolah
adiwiyata mandiri.

Seiring dengan peningkatan kepercayaan dari masyarakat, maka mulai


tahun 2017 SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati terus melakukan
penyempurnaan berbagai aspek dalam upaya meningkatkan mutu sesuai
dengan visi dan misi sekolah yaitu menghasilkan lulusan peserta didik
berprestasi. Peningkatan kepercayaan ini menjadi tantangan bagi sekolah
terutama guru untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalismenya.
Diharapkan pada tahun ini, kualifikasi guru 100% telah berijazah S-1, dan
10% berijazah S-2. Pembagian tugas mengajar dan pengelola sekolah

13
didasarkan kepada pendidikan dan pengalaman kerja serta sumber daya
yang dimilki.

D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA


KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI TERHADAP KONDISI PENDIDIKAN MASA
DATANG

Mutu pendidikan saat ini belum sesuai dengan standar pendidikan nasional
yang diharapkan. Dilihat dari aspek pemerataan masih terdapat peserta didik
yang kurang / tidak mampu, belum mendapat bantuan dana pendidikan
sepenuhnya. Dari segi kualitas pendidikan masih banyak sekolah yang belum
bisa meluluskan 100 % dari standar kelulusan nasional.
Dari kedua aspek tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kesenjangan kondisi sekolah saat ini jauh dari yang diharapkan sebagai sekolah
berstandar nasional.
Untuk itu diperlukan langkah kongkrit guna wewujudkan kualitas
pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan antara lain ;
terpenuhinya standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,
standar pengelolaan, standar keuangan dan pembiayaan serta standar penilaian
pendidikan.

KONDISI YANG
N TANTA
KONDISI SAAT INI DIHARAPKAN (4
o NGAN
TAHUN KE DEPAN)
NYATA
Pengembangan Pengembangan
1 Kompetensi Kompetensi
Kelulusan Kelulusan
a. Prestasi sekolah 81 a. Prestasi sekolah 84 3
dan lulusan dan lulusan
 Nilai rata-rata ujian  Nilai rata-rata ujian
sekolah Nasional
b. Prestasi dalam b. Prestasi dalam
bidang akademik bidang akademik
 Lomba Matematika  Lomba Matematika
Juara
Juara
 Lomba IPA 2 kab  Lomba IPA
 Lomba IPS  Lomba IPS umum
 Lomba Bahasa  Lomba Bahasa

14
(selama pandemi
hanya sedikit lomba
yang
diselenggarakan)

c. Prestasi dalam c. Prestasi dalam


bidang nonakademik bidang nonakademik
 Lomba Olahraga  Lomba Olahraga
(KOSN) (KOSN)
 Lomba Seni (FLS2N)  Lomba Seni Juara
 Lomba Agama (FLS2N)
umum
(MTQ, MAPSi)  Lomba Agama
(MTQ, MAPSi)
(selama pandemi
hanya sedikit lomba
yang diselenggarakan)

d. Kelas VII – IX d. Kelas VII – IX


mampu mampu
mengoperasikan/me mengoperasikan/me
ngakses internet ngakses internet

e. Siswa mampu e. Siswa mampu


mengoperasikan mengoperasikan
komputer komputer

f. Meningkatkan life g. Meningkatkan life


skill siswa melalui skill siswa melalui
pengembangan diri pengembangan diri

2. Pengembangan Pengembangan
Proses Pembelajaran: Proses
Pembelajaran:
a. Meningkatkan Meningkatkan jumlah
jumlah guru yang guru yang 100% 20%
melaksanakan 80% melaksanakan proses
proses pembelajaran dengan
pembelajaran dengan berbasis
dengan berbasis literasi numerasi
literasi numerasi

b. Meningkatkan 90% Meningkatkan jumlah 100 100 %


jumlah guru yang guru yang %
menggunakan ICT menggunakan ICT
dalam dalam pembelajaran
pembelajaran

15
3. Standar isi Kurikulum Standar isi Kurikulum

Memenuhi 100% Memenuhi 100% -


kelengkapan kurikulum kelengkapan kurikulum
Standar Nasional Standar Nasional
Pendidikan/KTSP Pendidikan/KTSP

4. Pengembangan Pengembangan
Pendidik dan Tenaga Pendidik danTenaga
Kependidikan: Kependidikan:

Meningkatkan Meningkatkan
profesionalitas tenaga profesionalitas tenaga
pendidik dan pendidik dan
kependidikan kependidikan
a. Guru dan TU dapat 90% a. Guru dan TU dapat 100% 20%
mengoperasikan mengoperasikan
komputer komputer
b. Guru dapat 100% b. Guru dapat 100% 0%
mengakses internet mengakses internet
c. Guru sudah 80% c. Guru sudah 100% 20 %
sertifikasi sertifikasi
d. Guru kompetensi d. Guru kompetensi 42
44
S1 S1 orang -2
orang
e. Guru Kompetensi e. Guru Kompetensi
S2 10 S2 14 +2
orang orang
f. Staf TU kompetensi 100% f. Staf TU kompetensi 100%
S1 S1

5. Pengembangan Pengembangan
Prasarana dan Prasarana dan
Sarana: sarana:

a. Daya Listrik 22.50 a. Daya Listrik 25.00 2.500


b. Meubeler 0 b. Meubeler 0 15%
c. WC dan Sanitasi 85% c. WC dan Sanitasi 100% 1 unit
d. Ruang Kelas 24 d. Ruang Kelas 25 3 rg
e. Lapangan indoor unit e. Lapangan indoor unit 0
f. Laboratorium 27 rg [Link] 30 rg 0
Komputer 1 Komputer 1 2
1) Pengadaan AC 4 1) Pengadaan AC 4
diruangan 4 diruangan komputer 3 0
komputer 2) Penambahan server
2) Penambahan 2 dan LAN 2 0
server dan LAN 3) Penambahan
3) Penambahan 20 komputer 20 0
komputer
4) Camera CCTV 10 4) Camera CCTV 10

16
5) Penambahan 0
printer 27 5) Penambahan 1
6) Rak sepatu printer
6) Rak sepatu 1 8
25%
g. Laboratorium IPA 0 24
1) Laboratorium 16 Laboratorium IPA 100%
Biologi 75% 8) Laboratorium 0
2) LCD projector Biologi
3) Bahan dan alat 1 1
praktek 1 9) LCD projector 0
10) Bahan dan alat 2 0
h. Laboratotium 1 praktek 1 1
Bahasa 1 1 1
1) Almari 1 Laboratorium Bahasa 1 0
1 1) Almari 1 0
i. Ruang 0 2 0
Keterampilan 2 Ruang Keterampilan 1 0
j. Ruang Gudang 1 Ruang Gudang 1 0
k. Ruang Serbaguna 1 Ruang Serbaguna 1 1
l. Ruang Tari 1 Ruang Tari 6 0
m. Ruang ganti 6 Ruang ganti 2 1
n. Ruang UKS 1 Ruang UKS 2 -
o. Ruang OSIS 2 Ruang OSIS 1 -
p. Rumah penjaga 1 Rumah Penjaga 1 1
q. Pos Jaga 1 Pos Jaga 1 1
r. Kantin Sekolah 1 Kantin Sekolah 1 1
s. Taman Sekolah 0 Taman Sekolah 1 2
t. Tempat Parkir 0 Tempat parkir 1
u. Musholla 5x 7 0 Musholla 10x 15 3 12
v. Ruang Koperasi 1 Ruang Koperasi 6x9
4x5 Ruang Agama 12
w. Ruang Agama 24 Lapangan tenis
x. Lapangan tenis Lapangan Futsal 0
y. Lapangan Futsal Lapangan basket 0
z. Lapangan basket Tempat pengolahan 1 0
aa. Tempat pengolahan 1 sampah 3 24
sampah 3 Tempat sampah 1 0
bb. Tempat sampah 1 perkelas 0
perkelas 24 1
cc. Media 1 Media pembelajaran
pembelajaran (ICT ) (ICT) 100%
1) Lap Top 1) Lap Top
2) Tape Recorder 2) Tape Recorder 100% 100%
3) Handycam 0% 3) Handycam
4) Speaker kelas 4) Speaker 100% 0
5) LCD 0% 5) LCD
2
2
dd. Green house Green house 50%

17
1) Bahan isian 1) Bahan isian green
green house house 100% 100%
2) Perlengkapan 50% 2) Perlengkapan
green house green house 100%
3) Mesin pemotong 0 3) Mesin pemotong 1 set
rumput rumput
2 set 1 set
ee. Kesenian 1 set Kesenian
1) Peralatan seni 1) Peralatan seni 1 set
musik ( Keyboard 1 set musik ( keyboard
dll) dll)
2) Perlengkapan 2) Perlengkapan seni
seni tari (sampur, tari ( sampur, 5
cermin) cermin ) 0
3) Perlengkapan 15 20 6
seni lukis 12 3) Perlengkapan seni 12 12
4) Perlengkapan 6 lukis 12 14
gamelan 6 18 12
6 4) Perlengkapan 20 9
ff. Olah Raga 6 gamelan 12
1) Bola sepak 3 12
2) Bola Voli Olah Raga
3) Matrass 1) Bola sepak
4) Cakram 2) Bola voli
5) Lembing 3) Matrass
6) Bola futsal 4) Cakram
7) Bola Basket 5) Lembing
6) Bola Futsal
7) Bola Basket
6. Pengembangan Pengembangan
Pengelolaan: Pengelolaan:

a. Keterlibatan a. Keterlibatan
stakeholder dalam stakeholder dalam
perencanaan perencanaan
program sekolah 80% program sekolah 100% 20%
1) Membuat 80% 1) Membuat 100% 20%
RAPBS RAPBS
2) Membuat RPS 2) Membuat RPS
60% 100% 40%
b. Administrasi b. Administrasi sekolah
sekolah terkondisi 60% terkondisi 100% 40%

c. Mewujudkan MBS c. Mewujudkan MBS 6/th 3/th


3/th
d. Meningkatkan d. Meningkatkan
kualitas dan kwalitas dan
kuantitas monev kwantitas monev

7. Pengembangan Pengembangan

18
Pembiayaan: Pembiayaan:

a. Pemberdayaan a. Pemberdayaan
fasilitas sekolah fasilitas sekolah
1) Penciptaan usaha 1 1) Penciptaan 1 0
usaha di sekolah usaha usaha di
2) Pendayagunaan 90% sekolah 100% 10%
potensi sekolah 2) Pendayagunaan
potensi sekolah
3) Pembiayaan 80% 100% 20%
sekolah 3) Pembiyaan
sekolah
8. Pengembangan Pengembangan
Penilaian: Penilaian:

a. Terwujudnya a. Terwujudnya
pedoman pedoman penilaian
penilaian 90%  Penyusunan 100% 10%
 Penyusunan pedoman penilaian
pedoman penilaian per MP
per MP b. Terwujudnya
b. Terwujudnya format 100% format penilaiaan 100% 0%
penilaiaan  Penyusunan
 Penyusunan perangkat penilaian
perangkat penilaian c. Terwujudnya
c. Terwujudnya 75% perangkat soal 100% 25%
perangkat soal  Penyusunan bank
 Penyusunan bank soal
soal

E. VISI SEKOLAH

VISI : Mewujudkan Generasi Qur’ani Yang Unggul, Berkarakter, Serta


Berwawasan Lingkungan Dan Kebangsaan
Indikator :
1. Unggul dalam pengembangan kurikulum
2. Unggul dalam prestasi lomba dan kelulusan.
3. Unggul dalam SDM pendidikan yang berwawasan global.
4. Unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Unggul dalam pengembangan kurikulum berbudaya lingkungan
6. Unggul dalam pengembangan dan pengelolaan sarana
pendukung sekolah yang ramah lingkungan
7. Unggul dalam pengembangan kegiatan lingkungan berbasis
pastisipatif.

19
8. Terbentuknya karakter kebangsaan
9. Unggul dalam aktifitas keagamaan
10. Unggul dalam budi pekerti.
11. Unggul dalam kepedulian sosial
F. MISI SEKOLAH

1. Mendidik generasi qur’ani yang mengintegrasikan nilai-nilai al-qur’an


2. Dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
3. Membentuk generasi qur’ani yang memiliki kedisiplinan tinggi dan
bertanggung jawab
4. Membentuk generasi qur’ani yang peduli lingkungan
5. Menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, indah dan
menyenangkan
6. Membentuk generasi qur’ani yang berwawasan kebangsaan
G. TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 TAHUN MENDATANG

1. Sekolah memenuhi akan mutu, akses, relevansi dan tata kelola pendidikan
yang baik.
2. Sekolah memiliki lulusan yang kompeten, bermutu sesuai dan standar
kompetensi lulusan
3. Sekolah memiliki Sumber Daya Manusia yang terampil yang mampu
memanfaatkan dan mengembangkan Teknologi Informasi
4. Sekolah memiliki standar proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan
Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk mengembangkan pemetaan SK, KD,
indikator, aspek untuk semua mata pelajaran.
5. Sekolah memiliki kemampuan optimal untuk menggunakan dan
mengembangkan media pembelajaran yang variatif dan inovatif
6. Sekolah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik untuk
semua mata pelajaran
7. Sekolah memiliki fasilitas dan perangkat komputer dengan jumlah memadai,
sesuai dengan kebutuhan
8. Sekolah memiliki jaringan internet sebagai sarana untuk mengakses
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
9. Sekolah memiliki kemampuan untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan
kompetensi/ prestasi dan nilai kelulusan.

20
10. Sekolah memiliki tenaga pendidik yang mampu mengembangkan potensi
akademik dan non akademik siswa secara optimal
11. Sekolah menerapkan manajemen pendidikan yang transparan, akuntabel,
efektif dan partisipatif.

H. PROGRAM STRATEGIS

1. Pengembangan dan peningkatan mutu, akses dan tata kelola sekolah yang
baik
2. Pengembangan dan peningkatan mutu lulusan yang kompetitif bertaraf
International
3. Pengembangan dan peningkatan kemampuan SDM tenaga pendidik dan
kependidikan
4. Pengembangan silabus, pemetaan SK, KD, indikator dan sistem penilaian.
5. Pengembangan perangkat dan media pembelajaran yang variatif dan
inovatif
6. Pengembangan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik
7. Pengembangan fasilitas pendidikan dan perangkat komputer
8. Pengembangan jaringan internet untuk mengakses perkembangan IPTEK
9. Peningkatan pencapaian standar kelulusan
10. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akdemik
11. Pengembangan fasilitas olah raga dan kesenian yang menunjang
pendidikan karakter
12. Pengembangan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
13. Pengembangan manajemen sekolah sesuai Standar Nasional Pendidikan
(SNP)
14. Pengembangan sarana prasana pendidikan menuju Standar Nasional
Pendidikan
15. Peningkatan kerjasama antar warga sekolah dan masyarakat

I. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN

1. Menjalin kerjasama dengan stakeholder lain, Komite sekolah untuk


memperluas akses guna peningkatan mutu pendidikan

21
2. Menjalin kerja sama dengan komite, stake holder dan lembaga lain yang
relevan untuk peningkatan mutu lulusan yang kompetitif.
3. Mengadakan pelatihan untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan
ketenagaan
4. Melaksanakan penjaringan siswa berprestasi dengan menyelenggrakan
lomba SAINs tingkat SD se wilayah kawedanan
5. Mengoptimalkan peran warga sekolah dalam mengembangkan silabus
melalui work shop atau In House Training untuk menghasilkan dokumen
kurikulum sekolah.
6. Mengoptimalkan warga sekolah dalam menyusun Rencana Persiapan
Pembelajaran dan media pembelajaran yang variatif dan inovatif.
7. Melaksanakan work shop, IHT semua guru mapel dalam pembuatan
perangkat dan media pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
8. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk melengkapi
sarana fasilitas pendidikan dan komputer
9. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah dalam rangka
pengembangan internet di sekolah
10. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimalkan warga sekolah
untuk mengembangkan media pendidikan dalam rangka memenuhi
kebutuhan media pembelajaran di sekolah
11. Menjalin kerjasama dan mengikuti pelatihan untuk pengembangan dan
peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia pendidikan
12. Mengoptimalkan warga sekolah, khususnya guru mata pelajaran dan siswa,
melalui proses pembelajaran untuk mencapai standar kelulusan minimal.
13. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimalkan warga sekolah
agar mampu menyelenggarakan lomba-lomba bidang akademik dan non
akademik
14. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah melalui kegiatan
terprogram guna menyiapkan siswa untuk mengikuti lomba-lomba bidang
akademik dan non akademik
15. Menjalin kerja sama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk melengkapi
fasilitas olah raga dan kesenian

22
16. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk mewujudkan
sikap disiplin pada siswa dan warga sekolah lainnya agar selalu taat norma
agama aturan dan etika
17. Menjalin kerjasama dan mengoptimalkan warga sekolah untuk aktif mengikuti
dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan
18. Menjalin kerjasama dan mengikuti pelatihan bagi warga sekolah untuk
mengembangkan manajemen sekolah sesuai Sekolah Standar Nasional
19. Menciptakan situasi yang kondusif untuk meningkatkan kerjasama antar
warga sekolah guna mewujudkan tujuan bersama

[Link] YANG DIHARAPKAN

1. Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu, merata, relevan dan efisien


sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
2. Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu efektif dan efisien
3. Terpenuhinya tenaga pendidik dan kependidikan yang sesuai dengan standar
kompetensi Standar Nasional Pendidikan
4. Terealisasinya standar proses untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai
dengan Standar Nasional Pendidikan
5. Terpenuhinya media pembelajaran sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan
6. Terpenuhinya kurikulum sekolah sesuai Standar Nasional Pendidikan dan
pelaksanaanya (Pemeteaan,Silabus Kelas VII – IX semua mata pelajaran,
Sistem Penilaian Kelas VII – IX,Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas VII-
IX, Proses Pembelajaran
7. Terpenuhinya kebutuhan sarana-prasarana komputer sebagai sarana
pembuatan media pembelajaran
8. Terpenuhinya kebutuhan jaringan internet untuk mengkases kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
9. Tercapainya kelulusan sesuai standar minimal kelulusan.
10. Tercapainya prestasi dalam mengikuti dan menyelenggarakan lomba-lomba
bidang akademik dan non akademik
11. Tercapainya kesadaran disiplin pada setiap siswa dan warga sekolah lainnya

23
12. Terlaksananya peribadatan dan kegiatan-kegiatan keagamaan sesuai agama
yang dianut
13. Tercapainya kerjasama yang erat dan harmonis antar warga sekolah
14. Terealisasinya sistem pendidikan yang efektif, transparan, akuntabel dan
partisipatif.
15. Terealisinya tata kelola pendidikan yang efektif dan efisien.

K. TONGGAK- TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN

TONGGAK –TONGGAK KUNCI


KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024

Pengembangan
1
Kompetensi Kelulusan
a. Prestasi sekolah dan
lulusan
 Nilai rata-rata Ujian 81 82 83 84
Sekolah

b. Prestasi dalam bidang


akademik
 Matematika 1 Kab 1 Kab 1 Kab 1 Kab
 IPA 1 Kab. 1 Kab. 1 Kab. 1 Kab.
 IPS 1 Kab 1 Kab 1 Kab 1 Kab

c. Prestasi dalam bidang


non akademik
 Olahraga 1 Kab 1 Kab 1 kab 1 Kab
 Seni 1 Kab. 1 Kab. 1 kab 1 kab
 Agama 1 Kab 1 Kab. 1 kab 1 kab

[Link] mampu
mengoperasikan 70% 80% 90% 100%
komputer

e. Meningkatkan life skill 25% 30% 40% 50%


siswa melalui
pengembangan diri

24
TONGGAK –TONGGAK KUNCI
KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024

Pengembangan Proses
2.
Pembelajaran:
a. Meningkatkan jumlah
guru yang 80% 90% 95% 100%
melaksanakan proses
pembelajaran berbasis
literasi numerasi

b. Meningkatkan jumlah 70 % guru 80% guru 90% guru 100%


guru yang menerapkan guru
pembelajaran berbasis
lingkungan hidup

3. Standar isi Kurikulum


Memenuhi kelengkapan
kurikulum Standar
Nasional Pendidikan/KTSP 100% 100% 100% 100%
dan Kur 13

Pengembangan
4. Pendidik dan Tenaga
Kependidikan:
Meningkatkan
profesionalitas tenaga
pendidikan dan
kependidikan
a. Guru dan TU dapat 90% 95% 100% 100%
mengoperasikan
komputer 90% 95% 100% 100%
b. Guru dapat mengakses
internet
Pengembangan
5.
Prasarana dan Sarana:
[Link] Komputer
1) Pengadaan AC
diruangan 2 3 4 4
komputer
2) Penambahan server 2 3 4 4
dan LAN
3) Penambahan 30 35 40 40
komputer
4) Penambahan printer 3 4 4 4

25
TONGGAK –TONGGAK KUNCI
KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024

[Link] IPA
Bahan dan alat praktek 90% 100%
60% 75%
c. Laboratorium Bahasa 2 2
1 1
[Link] pembelajaran
(ICT) 3 3
1. Lap Top 1 3 6 6
2. Tape Recorder 6 6 1 1
3. Handycam 1 1 18 18
4. Speaker kelas 6 12 3 3
5. LCD 1 3

e. Green house
1. Bahan isian green 100% 100%
house 10% 100%
2. Perlengkapan green 100% 100%
house 100% 100%
f. Kesenian
1. Peralatan seni musik 90% 100%
( Keyboard dll) 60% 75%
2. Perlengkapan seni 90% 100%
tari (sampur, cermin) 50% 75%
3. Perlengkapan seni 4 set 5 set
lukis 2 set 3 set

g. Olah Raga
Bola kaki 100% 100%
100% 100%

6. Pengembangan
Pengelolaan:

a. Keterlibatan
stakeholder dalam
perencanaan program
sekolah 40% 60% 80% 100%
1. Membuat RAPBS 40% 60% 80% 100%
2. Membuat RPS/RKAS

b. Administrasi sekolah 70% 80% 90% 100%


terkondisi
70% 80% 90% 100%
c. Mewujudkan MBS

26
TONGGAK –TONGGAK KUNCI
KEBERHASILAN
PROGRAM –PROGRAM
No
STRATEGIS
2021 2022 2023 2024

d. Meningkatkan kwalitas 4x 5x 6x 6x
dan kwantitas monev

7. Pengembangan
Pembiayaan:

a. Pemberdayaan fasilitas
sekolah
1) Penciptaan usaha 1 1 1 1
usaha di sekolah
2) Pendayagunaan 20% 30% 40% 50%
potensi sekolah
3) Pembiayaan sekolah

8. Pengembangan
Penilaian:
a. Terwujudnya pedoman
penilaiaan
 Penyusunan pedoman 85 % 90% 95% 100%
penilaian per MP
b. Terwujudnya format
penilaiaan
 Penyusunan perangkat 85 % 90% 95% 100%
penilaian
c. Terwujudnya perangkat
soal
 Penyusunan bank soal 85 % 90% 95% 100%

9. Pengembangan Budaya
Sekolah
Menjadi sekolah adiwiyata Adiwiyata
provinsi Adiwiyata Adiwiyata Adiwiyata
nasional nasional mandiri

[Link] DAN EVALUASI ( MONEV)

1. Tujuan Monitoring dan Evaluasi


Monitoring merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah
program sekolah berjalan sebagaimana yang direncanakan, apa hambatan yang

27
terjadi dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Jadi menekankan pada
pemantauan proses pelaksanaan program.
Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program
sekolah mencapai sasaran yang diharapkan. Jadi menekankan pada aspek
hasil.
2. Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi
a. Komponen Input
 Aspek tenaga kependidikan : kepala sekolah, guru, dan karyawan
 Aspek kesiswaan : Kondisi siswa dan prestasi siswa
 Aspek sarana dan pembiayaan
 Aspek peran masyarakat

b. Komponen Proses
 Aspek kurikulum dan bahan ajar
 Aspek proses belajar mengajar
 Aspek penilaian
 Aspek manajemen dan kepemimpinan
c. Komponen Output
 Aspek prestasi belajar siswa
 Aspek prestasi guru dan Kepala Sekolah
 Aspek prestasi sekolah
3. Pelaksana Monitoring dan Evaluasi
a. Kepala Sekolah
b. Tim Supervisi Sekolah
c. Tim Dinas Pendidikan Kabupaten
d. Tim Dinas Pendidikan Propinsi
e. Tim Direktorat PLP Propinsi
4. Waktu Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan tiap tiga bulan sekali, selama satu tahun.
5. Sumber Data
a. Dokumen
b. Persepsi orang
c. Hasil pengamatan
6. Metode Pengumpulan Data

28
a. Metode dokumentasi
b. Metode wawancara
c. Metode observasi
d. Metode kuesioner
7. Rincian Kegiatan
a. Persiapan : Pembentukan tim supervisi sekolah dan menyusun program ME
b. Pengembangan perangkat instrumen ME
c. Pelaksanaan pengambilan data, analisis data dan pemecahan masalah
d. Pelaporan kepada Direktorat PLP
e. Rencana tindak lanjut.

M. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV)

1. Tujuan Monitoring dan Evaluasi


Monitoring merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah
program sekolah berjalan sebagaimana yang direncanakan, apa hambatan
yang terjadi dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Jadi
menekankan pada pemantauan proses pelaksanaan program.
Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah
program sekolah mencapai sasaran yang diharapkan. Jadi menekankan
pada aspek hasil.
2. Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi
a. Komponen Input
 Aspek tenaga kependidikan: kepala sekolah, guru, dan karyawan
 Aspek kesiswaan: Kondisi siswa dan prestasi siswa
 Aspek sarana dan pembiayaan
 Aspek peran masyarakat
b. Komponen Proses
 Aspek kurikulum dan bahan ajar
 Aspek proses belajar mengajar
 Aspek penilaian
 Aspek manajemen dan kepemimpinan
c. Komponen Output
 Aspek prestasi belajar siswa

29
 Aspek prestasi guru dan Kepala Sekolah
 Aspek prestasi sekolah
3. Pelaksana Monitoring dan Evaluasi
a. Kepala Sekolah
b. Tim Supervisi Sekolah
c. Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
d. Tim Dinas Pendidikan Propinsi
e. Tim Direktorat PLP Propinsi
4. Waktu Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan tiap tiga bulan sekali, selama satu
tahun.
5. Sumber Data
a. Dokumen
b. Persepsi orang
c. Hasil pengamatan
6. Metode Pengumpulan Data
a. Metode dokumentasi
b. Metode wawancara
c. Metode observasi
d. Metode kuesioner
7. Rincian Kegiatan
a. Persiapan : Pembentukan tim supervisi sekolah dan menyusun program
ME
b. Pengembangan perangkat instrumen ME
c. Pelaksanaan pengambilan data, analisis data dan pemecahan masalah
d. Pelaporan kepada Direktorat PLP
e. Rencana tindak lanjut.

30

Anda mungkin juga menyukai