0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan21 halaman

Pengukuran Berat untuk Kelas III SD

Dokumen ini adalah perangkat ajar untuk mata pelajaran Matematika kelas III SD yang berfokus pada pengukuran berat dengan satuan baku. Tujuan pembelajaran adalah agar peserta didik dapat mengukur berat benda dan memahami konsep pengukuran dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang digunakan termasuk Problem-Based Learning dan Project-Based Learning, dengan kegiatan yang melibatkan pengukuran langsung dan presentasi hasil pengukuran.

Diunggah oleh

achmad romzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan21 halaman

Pengukuran Berat untuk Kelas III SD

Dokumen ini adalah perangkat ajar untuk mata pelajaran Matematika kelas III SD yang berfokus pada pengukuran berat dengan satuan baku. Tujuan pembelajaran adalah agar peserta didik dapat mengukur berat benda dan memahami konsep pengukuran dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang digunakan termasuk Problem-Based Learning dan Project-Based Learning, dengan kegiatan yang melibatkan pengukuran langsung dan presentasi hasil pengukuran.

Diunggah oleh

achmad romzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : Khairul Anwar, [Link] Institusi : SD Negeri 092/VI
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Pengukuran Panjang dan Berat

Materi Pokok : Pengukuran Berat dengan Satuan Baku


Alokasi Waktu : 5 JP
Kata Kunci : • Pengukuran • Panjang • Berat • Satuan Baku
Capaian : Pada akhir fase B, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi
Pembelajaran bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat
melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai
1.000, dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah,
dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika,
dan dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau
obyek sederhana dan pola bilangan yang berkaitan dengan penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah sampai 100. Mereka dapat menyelesaikan
masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor, masalah berkaitan dengan
uang menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat membandingkan dan
mengurutkan antarpecahan, serta dapat mengenali pecahan senilai. Mereka
dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada
bilangan desimal, dan dapat menghubungkan pecahan desimal dan
perseratusan dengan persen.

Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan
baku, dan dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang. Mereka
dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak
baku dan satuan baku berupa bilangan cacah. Peserta didik dapat
mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar dan dapat menyusun
(komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan satu
cara atau lebih jika memungkinkan.

Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis


dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram,
dan diagram batang (skala satu satuan).

Elemen Capaian Pembelajaran


Bilangan Pada akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi
bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat
membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan
tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang
menggunakan ribuan sebagai [Link] didik dapat melakukan operasi
penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat
melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100
menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka
juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan dengan


pembilang satu (misalnya, 1 2 , 1 3 , 1 4 ) dan antar-pecahan dengan penyebut
yang sama (misalnya, 2 8 , 4 8 , 7 8 ). Mereka dapat mengenali pecahan
senilai menggunakan gambar dan simbol matematika. Peserta didik
menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan
desimal. Mereka dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan
perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan
konsep persen.
Aljabar Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui
dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan
pengurangan pada bilangan cacah sampai 100 (contoh: 10 + … = 19, 19 - …
= 10)
Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola
gambar atau obyek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil
yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai
100.
Pengukuran Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda
menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan
baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan
volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan
cacah.
Geometri Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk
bangun datar (segiempat, segitiga, segibanyak). Mereka dapat menyusun
(komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih
dari satu cara jika memungkinkan.
Analisa Data dan Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan,
Peluang menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel,
diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)

Prasyarat Pengetahuan:

1. Memahami konsep dasar pengukuran berat.


2. Mengetahui satuan-satuan baku yang umum digunakan dalam pengukuran berat, seperti gram (g),
kilogram (kg), dan ton (t).
3. Memahami hubungan antara satuan-satuan berat, misalnya 1 kilogram setara dengan 1000 gram.
4. Mengetahui alat-alat pengukuran berat yang umum digunakan, seperti timbangan digital atau timbangan
mekanik.

Prasyarat Keterampilan:

1. Mampu menggunakan alat pengukuran berat dengan tepat.


2. Menggunakan konsep konversi satuan berat dengan akurat.
3. Melakukan pengukuran berat benda dengan tingkat ketelitian yang diperlukan.
4. Mampu mengidentifikasi dan memilih satuan berat yang sesuai untuk situasi tertentu.
5. Memahami dan menerapkan aturan-aturan dasar dalam pengukuran berat.

C. Profil Pelajar Pancasila


1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Bergotong Royong
3. Bernalar Kritis

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Materi yang diperlukan untuk pengukuran berat dengan satuan baku dapat mencakup konsep dasar
pengukuran berat, satuan berat yang digunakan, dan metode pengukuran berat yang benar. Materi ini dapat
disajikan dalam bentuk buku teks, buku panduan, atau materi pembelajaran digital.

Media :
• Timbangan
• Alat tulis meliputi pensil, buku, dan kertas karton

Sumber Belajar
Sumber belajar dapat berupa buku referensi, artikel ilmiah, dan sumber daya daring terkait pengukuran
berat. Peserta didik dapat diarahkan untuk melakukan penelitian mandiri atau kolaboratif menggunakan
sumber-sumber ini guna memperdalam pemahaman mereka.

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar
F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL)

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

II. KEGIATAN INTI


A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat mengukur berat benda menggunakan satuan baku

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna

1. Pada bagian ini, peserta didik akan diajak untuk memahami konsep pengukuran berat dengan
satuan baku melalui pengalaman bermakna. Aktivitas pembelajaran akan dirancang sedemikian
rupa agar peserta didik tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga dapat mengaitkan konsep-konsep
tersebut dengan kehidupan sehari-hari.
2. Misalnya, peserta didik akan diundang untuk membawa berbagai objek dengan berat yang berbeda-
beda, seperti buku, pensil, atau mainan. Mereka akan diminta untuk mengukur berat masing-
masing objek menggunakan alat ukur yang telah disediakan. Selanjutnya, peserta didik akan
mencatat hasil pengukuran dan membandingkannya dengan satuan baku yang telah dipelajari,
seperti gram atau kilogram.
3. Pengalaman ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep pengukuran
berat, sekaligus mengaitkannya dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini
diharapkan dapat memotivasi peserta didik untuk aktif belajar dan lebih memahami manfaat
pengukuran berat dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Secara umum konsep berat sering kita dengar dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan jika
seseorang akan mengukur berat badan, berat beras, berat gulu, dan buah yang digunakan adalah
konsep berat. Permasalahan mendasar dalam pengukuran berat adalah bagaimana cara memilih alat
ukur yang tepat untuk mengukur berbagai objek atau benda di sekitar peserta didik. Setelah peserta
didik memahami alat ukur yang tepat dan dapat menggunakan alat ukur dengan tepat, selanjutnya
peserta didik diajak untuk memahami hubungan antarsatuan berat meliputi kilogram, ons, dan gram.

E. Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana kamu mengaitkan konsep berat dengan kehidupan sehari-hari? Berikan contoh konkret
dari pengalamanmu sendiri.
2. Mengapa penting untuk menggunakan satuan baku dalam pengukuran berat? Berikan alasan dan
contoh yang mendukung jawabanmu.
3. Bagaimana cara memilih alat pengukur yang tepat untuk mengukur berat suatu objek? Jelaskan
langkah-langkahnya dan berikan contoh penerapannya.

F. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit)
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam
pembelajaran. 20
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. menit
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran.

Stimulus (Pemanasan)
Sebelum memasuki pembelajaran pengukuran berat dengan satuan baku, guru
memberikan pemanasan untuk mengingat kembali materi pengukuran berat dengan
satuan tidak baku. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik, bagaimana
menentukan berat benda? Guru tidak perlu memberikan jawaban yang benar saat
melakukan pemanasan (memberikan stimulus ini) karena peserta didik akan
menemukan jawabannya setelah mereka melakukan aktivitas pembelajaran

Aktivitas Pembelajaran
Ayo Beraktivitas

Guru mengajak peserta didik untuk melakukan aktivitas 2:


1. Guru membimbing peserta didik melaksanakan kegiatan Aktivitas 2.
2. Untuk Aktivitas 2, alat ukur yang tepat adalah timbangan. Arahkan peserta didik
untuk mengukur benda yang ada di dalam tas mereka.
3. Guru mengarahkan bagaimana menggunakan timbangan untuk mengukur berat
benda. Ajak peserta didik untuk mengisi tabel yang telah disediakan.
4. Berdasarkan pengamatan, guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan
hasilnya di depan kelas.

Ayo Mengamati
Pada bagian ini guru perlu mengarahkan peserta didik terkait satuan baku.
1. Peserta didik diarahkan untuk mengamati gambar yang ada pada Buku Siswa.
2. Ajak peserta didik untuk berpikir berapa berat buah yang tertera pada gambar.
3. Setelah mengamati gambar pada Buku Siswa, arahkan peserta didik untuk
mengerjakan latihan untuk memasangkan benda dengan alat ukur yang tepat.
Selanjutnya peserta didik diminta untuk mengisi tabel yang telah disediakan
dengan nama alat ukur dan satuannya.
4. Guru mengajak peserta didik dalam kelompok untuk mempresentasikan di depan
kelas.

Kegiatan Inti
Ayo Berlatih
Untuk memandu peserta didik, lihat bagian Ayo Berlatih di Panduan Umum Buku
Panduan Guru.
1. Berilah LKPD dari Buku Siswa.
2. Arahkan peserta didik untuk mengerjakan soal nomor 1 dengan menuliskan nama
alat ukur dan satuan bakunya. Pada tabel yang telah disediakan. 510
3. Soal nomor 2, menentukan Benar atau Salah pada sebuah pernyataan yang diberikan menit
serta menyertakan alasannya.

Ayo Mengamati
Pada bagian ini guru perlu mengarahkan peserta didik terkait satuan baku.
1. Peserta didik diarahkan untuk mengamati gambar yang ada pada Buku Siswa.
2. Ajak peserta didik untuk berpikir alat ukur yang tepat untuk menimbang sayuran dan
buah.
3. Setelah mengamati gambar pada Buku Siswa, arahkan peserta didik untuk
mengerjakan latihan dengan memasangkan benda dengan alat ukur yang tepat.
Selanjutnya peserta didik diminta untuk mengisi tabel yang telah disediakan dengan
nama benda yang tepat ditimbang dengan alat ukur yang tersedia pada tabel.
4. Guru mengajak peserta didik dalam kelompok untuk mempresentasikan di depan
kelas.

Ayo Berlatih
Untuk memandu peserta didik, lihat bagian Ayo Berlatih
di Panduan Umum Buku Panduan Guru.
1. Berilah LKPD dari Buku Siswa.
2. Arahkan peserta didik untuk mengerjakan soal nomor 1 dengan mengamati berat
benda yang tertera pada gambar.
3. Pada soal nomor 2, peserta didik diminta untuk menimbang bahan makanan yang
ada di dapur. Selanjutnya, peserta didik melengkapi tabel dengan nama bahan dan
beratnya

Miskonsepsi
Miskonsepsi yang sering terjadi dalam pengukuran berat, yaitu peserta didik mengukur
berat benda dengan menggunakan timbangan tidak dimulai dari 0.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


Diferensiasi Konten:
1. Buat LKPD dari Buku Siswa:
 Sediakan lembar kerja dengan tingkat kesulitan yang berbeda, sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.
 Tambahkan pertanyaan tambahan untuk peserta didik yang
memerlukan tantangan ekstra.

Diferensiasi Proses:
1. Soal Nomor 1:
 Peserta didik dapat bekerja secara individu atau dalam kelompok sesuai
dengan preferensi dan kebutuhan belajar masing-masing.
 Berikan pilihan untuk menggunakan alat bantu visual atau manipulatif
bagi peserta didik yang membutuhkannya.
2. Soal Nomor 2:
 Peserta didik dapat memilih antara menentukan jawaban secara tertulis
atau menggunakan media presentasi untuk menjelaskan alasan pilihan
mereka.

Diferensiasi Produk:
1. Ayo Mengamati:
 Berikan tugas kelompok di mana setiap kelompok harus membuat
presentasi visual atau poster yang menjelaskan konsep satuan baku dan
alat ukur yang tepat.
 Peserta didik yang lebih mahir dapat diarahkan untuk membuat daftar
bahan makanan dan alat ukur yang berbeda dengan cara yang lebih
terperinci.
2. Ayo Berlatih:
 Peserta didik dapat diminta untuk membuat catatan berat benda yang
diukur dalam bentuk grafik atau tabel, menunjukkan pemahaman yang
lebih mendalam.
 Berikan proyek kreatif kepada peserta didik untuk membuat alat ukur
sederhana dan menggunakannya untuk mengukur berat benda di sekitar
mereka.

Catatan : Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang
meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggung
jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup

Apresiasi
Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
pengukuran berat dengan satuan baku hari ini. Apresiasi juga kami tujukan kepada
kelompok yang telah berani mempresentasikan hasil observasi dan latihan di depan
kelas. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang pengukuran
berat dan satuan bakunya.
10
menit
Evaluasi
Sebagai bentuk evaluasi, mari kita tinjau kembali apa yang telah kita pelajari hari ini.
Adakah pertanyaan atau konsep yang masih membingungkan? Silakan ajukan
pertanyaan atau berikan tanggapan agar kita bisa saling membantu dan memahami
lebih baik. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan bahwa kita semua telah
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Konsolidasi
Dalam upaya konsolidasi, mari kita rangkum kembali pokok-pokok materi yang telah
kita pelajari. Ingatlah pentingnya menggunakan satuan baku dalam pengukuran berat
untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat dipahami secara universal. Pahami pula
bahwa pengukuran dimulai dari nol pada alat ukur untuk mendapatkan hasil yang tepat.

Penutup (Doa, Salam)


Sebagai penutup, marilah kita panjatkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur
atas kesempatan belajar hari ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan dapat bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, sampaikan salam penutup dan berharap agar
kita dapat bertemu lagi dalam pembelajaran selanjutnya.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Pengukuran Berat

Tujuan: Menguji pemahaman peserta didik dalam pengukuran berat dan satuan baku.

Teknik: Observasi, Kinerja, Tes tertulis (Soal Hots)

Rubrik Penilaian: Penilaian Sikap

Kegiatan Inti Penilaian Sikap


Ayo Berlatih Observasi kelas
Ayo Mengamati Penilaian antar teman
Ayo Berlatih Penilaian diri

Penilaian Pengetahuan

Kegiatan Inti Penilaian Pengetahuan


Ayo Berlatih Tes tertulis (HOTS)
Ayo Mengamati Diskusi kelompok
Ayo Berlatih Tes tertulis (lisan)

Penilaian Keterampilan

Kegiatan Inti Penilaian Keterampilan


Ayo Berlatih Presentasi
Ayo Mengamati Proyek
Ayo Berlatih Produk

Lembar Penilaian Diri Peserta Didik


Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4
(selalu) sesuai keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa
3
sesuai agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

N Tidak
Pernyataan Ya
o
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan √
4
tugas
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain


Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis
tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

F. Rencana Tindak Lanjut

1. Pengayaan: Memberikan tugas tambahan kepada siswa yang menunjukkan kemampuan di atas rata-
rata untuk meningkatkan keterampilan mereka.
2. Remedial: Melakukan sesi tambahan untuk siswa yang memerlukan pemahaman tambahan dalam
pengukuran berat.
3. Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Menjadwalkan pertemuan dengan orang tua untuk berdiskusi
mengenai perkembangan anak dan memberikan saran untuk dukungan di rumah.

G. Refleksi Guru dan Siswa


Refleksi Guru

1. Apakah metode asesmen yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran?
2. Bagaimana respons siswa terhadap kegiatan pengukuran berat dan apakah ada masalah yang muncul?

Refleksi Siswa

1. Bagaimana perasaan siswa terhadap kegiatan pengukuran berat?


2. Apa yang telah dipahami siswa tentang konsep pengukuran berat?
3. Bagaimana siswa dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengukur berat?

III. LAMPIRAN

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Mengukur Berat Benda dengan Satuan Baku

Pendahuluan: Pengukuran berat benda merupakan salah satu keterampilan dasar yang penting dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam lembar kerja ini, peserta didik akan belajar cara mengukur berat benda
menggunakan satuan baku seperti gram dan kilogram.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Timbangan digital
2. Berbagai benda dengan berat yang berbeda (misalnya, buku, pensil, dan mainan)
3. Tabel konversi satuan berat (gram ke kilogram)

Tujuan: Peserta didik diharapkan dapat:

1. Memahami konsep pengukuran berat benda.


2. Menggunakan timbangan digital untuk mengukur berat benda.
3. Mengonversi satuan berat antara gram dan kilogram.

Langkah-langkah:

1. Kenali benda-benda yang akan diukur dan tentukan satuan yang tepat (gram atau kilogram).
2. Atur timbangan digital untuk satuan yang diinginkan.
3. Letakkan benda di atas timbangan dengan hati-hati.
4. Baca hasil pengukuran berat benda dari layar timbangan.
5. Catat berat benda pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Apa yang dimaksud dengan satuan berat gram?


2. Bagaimana cara mengukur berat benda menggunakan timbangan digital?
3. Apa perbedaan antara gram dan kilogram?
4. Gunakan tabel konversi satuan berat untuk mengubah 500 gram menjadi kilogram.
5. Apa manfaat pengukuran berat benda dalam kehidupan sehari-hari?

Tugas Tambahan: Bawa satu benda dari rumah dan ukur beratnya menggunakan timbangan digital. Catat hasil
pengukuran dan tuliskan dalam lembar kerja ini.

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA


Buku siswa
GLOSARIUM

1. Satuan Panjang:
 Meter (m): Satuan dasar internasional untuk panjang.
 Kilometer (km): Setara dengan 1.000 meter.
 Centimeter (cm): Setara dengan 0,01 meter.
 Milimeter (mm): Setara dengan 0,001 meter.
 Inch (inci): Setara dengan 2,54 centimeter.
 Kaki (ft): Setara dengan 0,3048 meter.
 Yard (yd): Setara dengan 0,9144 meter.
2. Satuan Berat:
 Gram (g): Satuan dasar internasional untuk berat.
 Kilogram (kg): Setara dengan 1.000 gram.
 Miligram (mg): Setara dengan 0,001 gram.
 Ton (t): Setara dengan 1.000 kilogram.
 Pound (lb): Setara dengan 0,453592 kilogram.
 Ounce (ons): Setara dengan 28,3495 gram.
3. Alat Pengukur Panjang:
 Meteran: Alat yang digunakan untuk mengukur panjang dengan skala linier.
 Jangka Sorong (caliper): Alat presisi untuk mengukur panjang, terutama digunakan untuk
mengukur ketebalan atau diameter.
 Meter Gulung (rolling tape): Pita pengukur yang dapat digulung untuk mengukur panjang
dengan cepat.
4. Alat Pengukur Berat:
 Timbangan: Alat yang digunakan untuk mengukur berat suatu objek.
 Weighing Scale (Timbangan Digital): Versi digital dari timbangan yang memberikan
pembacaan berat yang lebih akurat.
 Beban Kalibrasi: Beban yang diketahui dengan pasti digunakan untuk mengkalibrasi atau
memeriksa keakuratan timbangan.
5. Presisi dan Akurasi:
 Presisi: Sejauh mana suatu alat dapat memberikan hasil yang konsisten ketika diukur berulang
kali.
 Akurasi: Sejauh mana hasil pengukuran mendekati nilai sebenarnya atau nilai yang diharapkan.
6. Tarra (Tarration):
 Tarra: Pengurangan berat wadah atau bahan pembungkus dari berat keseluruhan untuk
mendapatkan berat bersih suatu objek.
7. Ketidakpastian Pengukuran:
 Ketidakpastian: Sejauh mana suatu hasil pengukuran mungkin bervariasi dari nilai
sebenarnya, biasanya dinyatakan sebagai interval.
8. Kalibrasi:
 Kalibrasi: Proses penyesuaian atau memeriksa kembali alat pengukur agar memberikan hasil
yang sesuai dengan standar.
9. Pengukuran Non-Kontak:
 Lidar: Pengukuran jarak menggunakan teknologi sinar laser.
 Ultrasonik: Pengukuran jarak atau ketebalan dengan menggunakan gelombang suara
ultrasonik.
10. Pengukuran dalam Ilmu Fisika:
 Panjang Gelombang (Wavelength): Jarak antara dua titik berturut-turut pada suatu gelombang.

DAFTAR PUSTAKA

Alfarisi, R., Dafik, Prihandini, R., M. Pendidikan Matematika, Jember: UNEJ Press, 2018. Choudury, M. R., Ullah,
A. M. M. A., Begum, H. B., Islam, R. Elementary Mathemaics, National Curriculum and Textbook Board, 2009.

Gustafson, R. D., & Frisk, P. D. Elementary geometry. Wiley, 1991.

Hobri, dkk. Senang Belajar Matematika, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Musser, G. L., Burger, W. F., Peterson, B. E. Mathematics for Elementary Teachers, John Wiley and Sons Inc,
2007.

Kristiana, A. I., Alfarisi, R., dan Puspitaningrum, D. A. Statistika Pendidikan. Jember: UNEJ Press: Jember, 2022.

[Link]
[Link]
https ://[Link]
https ://[Link]

Mengetahui, Baru Kibul, Februari 2025


Kepala Sekolah Guru Kelas

Huzaimah, [Link].I Khairul Anwar, [Link]


NIP. 19810111 201407 2 001 NIP. 19861011 202421 1 019

Anda mungkin juga menyukai