0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan151 halaman

Skenario Cerai Talak di Pengadilan Agama Solok

Dokumen ini adalah berkas perkara cerai talak antara Udin Bin Abdul Khoir sebagai Pemohon dan Bunga Anggela Binti Aditya sebagai Termohon, yang diterima oleh Pengadilan Agama Solok pada 25 Desember 2023 dan diputus pada 19 April 2024. Pemohon mengajukan cerai dengan alasan perselisihan dan pertengkaran yang berkepanjangan, termasuk tuduhan perselingkuhan. Proses persidangan melibatkan beberapa tahap, termasuk penetapan majelis hakim dan jadwal sidang yang telah ditentukan.

Diunggah oleh

Niken Emila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan151 halaman

Skenario Cerai Talak di Pengadilan Agama Solok

Dokumen ini adalah berkas perkara cerai talak antara Udin Bin Abdul Khoir sebagai Pemohon dan Bunga Anggela Binti Aditya sebagai Termohon, yang diterima oleh Pengadilan Agama Solok pada 25 Desember 2023 dan diputus pada 19 April 2024. Pemohon mengajukan cerai dengan alasan perselisihan dan pertengkaran yang berkepanjangan, termasuk tuduhan perselingkuhan. Proses persidangan melibatkan beberapa tahap, termasuk penetapan majelis hakim dan jadwal sidang yang telah ditentukan.

Diunggah oleh

Niken Emila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGADILAN AGAMA SOLOK

JENIS PERKARA CERAI TALAK

BERKAS PERKARA

NOMOR : 50/Pdt.G/2024/[Link]

DITERIMA : 25 Desember 2023

DIPUTUS : 19 April 2024

ANTARA

UDIN BIN ABDUL KHOIR Sebagai Pemohon

LAWAN

BUNGA ANGGELA BINTI ADITYA Sebagai Termohon


SKENARIO PERSIDANGAN

PRAKTIK PERADILAN AGAMA

Disusun Oleh:

Adrison 2113010176
Ahmad Khairudin 2113010139
Dira Putri Lorenza 2113010122
Febyta Herlambang 2113010146
Filzah Asyet 2113010103
Muhammad Al-Fajri 2113040045
Nadhratul Marhamah 2113010005
Niken Emila 2113040132
Puja Hidayat 2113010140
Sari Rizki Laoli 2113040076
Sawalikal Mahluli 2113020018
Selvia Oktariani 2113010137

Dosen Pembimbing Lapangan

[Link] Rahmi, [Link]

Pembimbing Mitra
Muhammad Ilham Al Firdaus Lubis S.H.I., M.H.

FAKULTAS SYARI’AH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG
TAHUN 2024
HALAMAN PENGESAHAN

Skenario praktik peradilan agama yang di susun oleh kelompok Pengadilan Agama Solok telah memenuhi

persyaratan dan diperbaiki sebagaimana kritikan dan saran pembimbing praktik Peradilan Agama.

Disahkan :

Pada Tanggal :

Tim Penguji Sidang Praktik Peradilan Agama

Muhammad Ilham Al Firdaus Lubis S.H.I.,M.H.

NIP.19920216201712100

Penguji I/Pembimbing Mitra

Aldi Farido Utama ,S.H.I

NIP.198701252006041002

Penguji II/Pembimbing Administrasi Kepaniteraan

Dra. Nailul Rahmi [Link]

NIP.196608211992032001

Dosen Pembimbing
Mengetahui,

Dekan Fakultas Syariah

Uin Imam Bonjol Padang

[Link].H. Ikhwan,S.H, [Link]


DAFTAR ISI

PerkaraNomor:50/Pdt.G/2024/[Link]

1. Asli Surat Pemohonan 25 Desember 2023

2. Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) 25 Desember 2023

3. Penetapan Majlis Hakim 22 Januari 2024

4. Penunjukan Panitera Pengganti 22 Januari 2024

5. Penunjukan Jurusita Pengganti 22 Januari 2024

6. Penetapan Hari Sidang 22 Januari 2024

7. Relas Pangggilan Pemohon 25 Januari 2024

8. Relas Panggilan Termohon 25 Januari 2024

9. Berita Acara Sidang Pertama 29 Januari 2024

10. Berita Acara Sidang II 05 Februari 2024

11. Penetapan Mediator 05 Februari 2024

12. Laporan Hasil Mediasi 12 Februari 2024

13. Berita Acara Sidang III 12 Februari 2024

14. Berita Acara Sidang IV 19 Februari 2024

15. Berita Acara Sidang V 26 Februari 2024

16. Berita Acara Sidang VI 04 Maret 2024

17. Berita Acara Sidang VII 11 Maret 2024

18. Berita Acara Sidang VIII 18 Maret 2024

19. Berita Acara Sidang IX 25 Maret 2024

20. Berita Acara Sidang X 01 April 2024

21. Berita Acara Sidang XI 19 April 2024

22. Berita Acara Sidang XII 26 April 2024

Solok, 27 April 2024


Ketua Majelis

Ahmad Khairuddin, S.H, M.H

Solok,25 Desember 2023


Perihal Cerai Talak Kepada Yth.

Ketua Pengadilan Agama Solok

Di Solok

Dengan hormat,Saya bertanda tangan dibawah ini :

Udin Bin Abdul Khoir, Tempat tanggal lahir Solok,islam,Pendidikan SLTP, Pekerjaan Karyawan

[Link] tinggal di Laing, Kec Tanjung Harapan, Kota Solok.


Selanjutnya Disebut Pemohon;

Dengan ini Pemohon mengajukan Cerai Talak Terhadap :

Bunga anggela binti Aditya Tempat dan Tanggal Lahir Lubuk Sikarah 15 Maret 1995 Umur 28
tahun,Agama

Islam,Pendidikan SLTA, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Bertempat tinggal di


Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

Selanjutnya disebut Termohon;

Adapun alasan/dalil-dalil permohonan pemohon sebagai berikut:

1. Bahwa Pemohon dengan Termohon telah menikah di kampai kecamatan lubuk


sikarah, , Kota Solok, Sumatra Barat, pada tanggal 09 April 2018, sesuai dengan
Kutipan Akta Nikah Nomor : 12/06/IV/2018, yang dikeluarkan oleh KUA pada
tanggal 09 April 2018.
2. Bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon sepakat tinggal bersama untuk
membina rumah tangga di rumah kontrakan di Parik Panjang. Keduanya membina
rumah tangga selama 5 tahun.

3. Bahwa antara Pemohon dengan Termohon telah bergaul sebagaimana layaknya


suami isteri yang sah dan telah dikaruniai 1 orang anak yang bernama Muhammad
Rendy lahir 30 Juni 2019.

4. Bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon semenjak Januari tahun 2023
sering terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus yang disebabkan:
- Termohon sibuk bermain hp sehingga melalaikan kewajibannya
sebagai seorang istri dan ibu.
- Termohon berselingkuh dengan pria lain, dimana Termohon terang-
terangan melakukan perselingkuhan didepan Pemohon yang mana
pria tersebut tidak dikenal oleh Pemohon.
5. Bahwa puncak perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon
terjadi pada tanggal 10 Maret 2023, yang disebabkan Termohon tetap mengelak
atas perbuatan perselingkuhan yang dilakukan Termohon, karena itulah terjadi
perselisihan dan pertengkaran yang akibatnya Termohon pergi dari rumah
kediaman bersama dan kembali kerumah orang tuanya, sedangkan Pemohon tetap
tinggal di rumah kediaman bersama sampai sekarang;
6. Bahwa Termohon serta pihak keluarga tidak berupaya untuk memperbaiki
hubungan rumah tangga Pemohon dan Termohon;
7. Bahwa semenjak kejadian tersebut, Pemohon dan Termohon tidak pernah tinggal
serumah lagi yang sampai sekarang kurang lebih 10 (sepuluh) bulan lamanya.
8. Bahwa berdasarkan alasan-alasan yang Pemohon kemukakan di atas, rumah tangga
Pemohon dan Termohon tidak dapat dipertahankan lagi, karena sering terjadi
perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus. Pemohon berkesimpulan tidak
mau lagi untuk melanjutkan tali perkawinan dengan Termohon, Pemohon akan
bercerai dari Termohon menurut peraturan hukum yang beraku;
Berdasarkan alasan/dalil-dalil diatas, Pemohon memohon kepada Ketua melalui
Majelis Hakim Pengadilan Agama Solok untuk menetapkan hari persidangan perkara
ini dengan memanggil kedua belah pihak dan selanjutnya menjatuhkan putusan
sebagai berikut:
Primair:

1. Mengabulkan permohonan Pemohon;

2. Memberi izin kepada Pemohon (Udin Bin Abdul Khoir,) untuk menjatuhkan talak
satu Raj’i terhadap Termohon (Bunga Anggela binti Aditya) di depan sidang
Pengadilan Agama Solok;

3. Membebankan biaya perkara menurut hukum;

Subsidair:

Apabila Majelis hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex
aequo et bono);
Demikian dan atas terkabulnya permohonan ini, Pemohon menyampaikan terima

kasih.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Hormat Pemohon,

Udin bin Abdul


Khoir
PENGADILAN AGAMA SOLOK

[Link] Bahari Hamid, kel Laing, kec Tnjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat, Indonesia.

KWITANSI

Surat Kuasa Untuk Membayar(SKUM)

Nomor Perkara : 50/Pdt.G/2024/[Link].

a. Nama : Udin Bin Abdul Khoir

b. Panjar Biaya Pertama : Rp.626.000,- (Enam Ratus Dua Enam Ribu Rupiah)

: Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama

c. Untuk Pembayaran :

Solok,25 Desember
2023

Kasir

Adrison, S.H
Pembayaran ini dianggap sah apabila ada caplunas dan tandatangan dari kasir

CATATAN :

Lembar I : Untuk Bank yang bersangkutan

Lembar II : Untuk Pemohon

Lembar III : Untuk Kasir

Lembar IV : Untuk Dilampirkan dalam berkas


PENETAPAN MAJELIS HAKIM

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link]

Ketua pengadilan agama Solok telah membaca surat permohonan yang terdaftar dalam register
50/Pdt.G/2024/[Link] 25 Desember 2024.
Menimbang bawa untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut perlu ditetapkan majelis hakim yang
susunannya tersebut di bawah ini;
Mengingat, pasal 11 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang nomor 48 tahun 2009 tentang kekuasaan
kehakiman jo pasal 93 dan 94 undang-undang nomor 7 tahun 1989 tentang peradilan agama sebagaimana telah
diubah dengan undangundang nomor 3 tahun 2006 dan terakhir dengan undang-undang nomor 50 tahun 2009.

MENETAPKAN

1. Ahmad Khairudin, S.H.M.H…………………………………….. Sebagai Ketua Hakim

2. Sari Riski Laoli, S.H, M.H ……………………………………… Sebagai Hakim Anggota

3. Nadhratul Marhamah, S.H ………………………………………. Sebagai Hakim Anggota

Ditetapkan di Pengadilan Agama Solok

Pada tanggal 22 Januari 2024

Ketua

Ahmad Khairudin, S.H.M.H


SURAT PENUNJUKAN PANITERA PENGGANTI

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link]

Panitera pengadilan agama Solok telah membaca penetapan ketua pengadilan agama Solok nomor
50/Pdt.G/2024/[Link] 25 Desember 2023 tentang penetapan Majelis Hakim.
Menimbang, bahwa untuk membantu tugas majelis hakim dalam mengadili perkara tersebut perlu menunjuk

panitera pengganti.

Memperhatikan, pasal 11 ayat (3) undang-undang no.48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman jo
pasal 93 dan 97 undang-undang no.7 tahun 1989 tentang peradilan agama sebagaimana telah diubah dengan
undang-undang nomor 3 tahun 2006 dan terakhir dengan undang-undang nomor 50 tahun 2009, serta peraturan
perundang-undangan terkait.

MENUNJUK

Saudari Filzah Asyet, S.H.,M.H. sebagai Panitera Pengganti dengan tugas:

Pertama : Membantu Majelis Hakim dengan menghadiri dan mencatat jalannya sidang serta
membuat Berita Acara Persidangan;
Kedua :Melakukan semua perintah Majelis Hakim dalam rangka penyelesaian perkara tersebut.

Solok, 22 januari 2024

Panitera

Filzah Asyet,S.H.,M.H.

SURAT PENUNJUKAN JURUSITA PENGGANTI


Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link]

Panitera pengadilan agama Solok telah membaca penetapan ketua pengadilan agama Solok nomor
50/Pdt.G/2024/[Link] 25 Desember 2023 tentang penetapan Majelis Hakim.

Menimbang, bahwa untuk membantu tugas majelis hakim dalam mengadili perkara tersebut perlu
menunjuk Jurusita pengganti.
Memperhatikan, pasal 11 ayat (3) undang-undang no.48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman jo
pasal 93 dan 97 undang-undang no.7 tahun 1989 tentang peradilan agama sebagaimana telah diubah dengan
undang-undang nomor 3 tahun 2006 dan terakhir dengan undang-undang nomor 50 tahun 2009, serta peraturan
perundang-undangan terkait.

MENUNJUK

Saudara Puja Hidayat, S.H. sebagai Jurusitam Pengganti dengan tugas:

- Melaksanakan perintah ketua majelis menyampaikan panggilan,pemberitahuan isi putusan kerpada


pihak yang tidak hadir,mengumumkan kepada media massa dan melakukan tugas-tugas sebagai
jurusita pengganti lainnya atas perintah ketua majelis;

Solok, 22 Januari 2024

Jurusita,

Puja Hidayat, S.H.


PENETAPAN

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link]

Ketua majelis pengadilan agama Solok membaca penerapan majelis hakim nomor: 50/Pdt.G/2024/[Link]
tanggal 22 Januari 2024 dan permohonan pemohon yang terdaftar dalam register nomor 50/Pdt.G/2024/[Link]
tanggal 25 Desember 2023 dalam perkara antara :
Udin Bin Abdul Khoir, tempat tanda lahir Solok,17 April 1993, Umur 30 tahun, Agama
islam,

Pendidikan SLTP, Pekerjaan Karyawan [Link] tinggal di


Laing,

Tanjung Harapan, Kota Solok. Selanjutnya Disebut Pemohon;

MELAWAN
Tempat dan Tanggal Lahir Lubuk Sikarah 15 Maret 1995 Umur 28
Bunga anggela binti Aditya tahun,
Agama Islam, Pendidikan SLTA, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga,
Bertempat tinggal di Tanah Garam Kecamatan Lbuk Sikarah, Kota
Solok. Selanjutnya disebut Termohon;

Menimbang bahwa untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut perlu ditetapkan hari
sidang: Memperhatikan,pasal 121HIR/145RB dan peraturan perundang-undangan terkait:

MENETAPKAN

- Menentukan bahwa pemeriksaan perkara tersebut akan dilangsungkan pada hari senin
tanggal

29 Januari 2024 pukul 09.00;

- Memerintahkan kepada jurusita pengganti Pengadilan Agama Solok memanggil kedua


belah pihak agar datang menghadap di muka, sidang Pengadilan Agama Solok pada
hari, tanggal, dan waktu yang ditetapkan di atas, disertai saksi- saksi yang akan
didengar keterangannya dan membawa surat-surat yang akan diajukan sebagai bukti
dalam perkaranya. Selanjutnya agar diserahkan kepada Termohon sehelai salinan
Permohonan, dengan diterangkan jika dikehendaki dapat dijawab secara tertulis yang
ditanda-tanganinya (mereka) sendiri atau oleh kuasa hukumnya, dan diajukan pada
waktu sidang tersebut.
- Menentukan bahwa tenggang waktu antara pemanggilan pihak berperkara dengan hari
sidang paling sedikit 3 (tiga) hari kerja.

Ditetapkan di: Solok

Tanggal:22 januari 2024

Ketua Majelis

(Ahmad Khairudin, S.H.M.H)


(RELAAS) PANGGILAN

Nomor: 50/Pdt.G/2024/[Link]

Pada Hari Senin tanggal 29 Januari 2024 saya Puja Hidayat, S.H. Jurusita Pengganti pada
Pengadilan Agama Solok, atas perintah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Agama tersebut, dalam perkara
perdata Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].

TELAH MEMANGGIL

Udin Bin Abdul Khoir, tempat tanda lahir Solok, 17 April 1993, Umur 30 tahun, Agama islam,
Pendidikan SLTP, Pekerjaan Karyawan [Link] tinggal di Laing,
Kec Tanjung Harapan, Kota Solok.

Selanjutnya Disebut Pemohon;

Supaya datang menghadiri sidang Pengadilan Agama Solok

Alamat : Jl. Kapten Bahar Hamid, kel Laing, Kec Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat
Hari / tanggal : Senin 29 Januari 2024

Pukul : 09:00 Wib

Sehubungan dengan akan dilaksanakan sidang dalam perkara cerai talak tersebut antara:

Udin bin Abdul Khoir sebagai Penggugat dengan Bunga Anggela binti Aditya Sebagai Tergugat.

Panggilan ini diterima langsung oleh yang bersangkutan ditempat kediaman penggugat sendiri di
laing, kec Tanjung Harapan, Kota Solok.

Demikianlah panggilan ini saya laksanakan dengan mengingat sumpah jabatan [Link] saya
kepadanya saya minta untuk membubuhkan tanda tangannya pada relaas [Link] setelah
relaas ini ditandatanggani,saya serahkan sehelai relaas kepadanya.

Penggugat Jurusita Pengganti

Udin Bin Abdul Khoir Puja Hidayat, S.H.


(RELAAS) PANGGILAN

Nomor: 50/Pdt.G/2024/[Link]

Pada Hari Senin tanggal 25 Januari 2024 saya Puja Hidayat, S.H. Jurusita Pengganti pada
Pengadilan Agama Solok, atas perintah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Agama tersebut, dalam perkara
perdata Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].

TELAH MEMANGGIL

Bunga Anggela Binti Aditya , tempat tanda lahir Solok, 15 Maret 1995, Umur 30 tahun, Agama islam,
Pendidikan SLTA, Pekerjaan Ibu Rumah [Link] tinggal di Tanah
Garam, Kec Lubuk Sikarah, Kota Solok. Selanjutnya Disebut Termohon;

Supaya datang menghadiri sidang Pengadilan Agama Solok

Alamat : Jl. Kapten Bahar Hamid, kel Laing, Kec Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat
Hari / tanggal : Senin 29 Januari 2024
Pukul : 09:00 Wib

Sehubungan dengan akan dilaksanakan sidang dalam perkara cerai talak tersebut antara:

Udin bin Abdul Khoir sebagai Penggugat dengan Bunga Anggela binti Aditya Sebagai Tergugat.

Panggilan ini saya serahkan ditempat kediaman penggugat sendiri di laing,kec Tanjung Harapan,Kota
Solok.

Demikianlah panggilan ini saya laksanakan dengan mengingat sumpah jabatan [Link] saya kepadanya
saya minta untuk membubuhkan tanda tangannya pada relaas [Link] setelah relaas ini
ditandatanggani,saya serahkan sehelai relaas kepadanya.

Penggugat Jurusita Pengganti

Udin Bin Abdul Khoir Puja Hidayat, S.H.


BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link]

(Sidang Pertama)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat
pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal
29 Januari 2024 Masehi, bertepatan dengan tanggal 17 Rajab Akhir 1445 Hijriyah dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, NIK 1305084101760005, tempat / tanggal lahir, Tanjung Harapan / 17
April 1993, agama Islam, pendidikan terakhir SLTP, pekerjaan Karyawan Swasta, tempat kediaman di
Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.
Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, NIK 1302047432538002, tempat / tanggal lahir, Lubyk Sikarah / 15
maret 1995, agama Islam, pendidikan terakhir SLTA, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, tempat kediaman di
Tanah Garam ,Kecamatan Lubuk Sikarah , Kota Solok.
Susunan majelis yang bersidang:

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis, maka para pihak yang
berperkara dipanggil menghadap ke persidangan;
Penggugat menghadap sendiri dipersidangan;

Tergugat tidak menghadap ke persidangan atau menyuruh orang lain untuk menghadap sebagai
kuasanya, sekalipun menurut relaas Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link], tanggal 29 Januari 2024 yang
dibacakan di persidangan, Tergugat telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap ke
persidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis memeriksa identitas Penggugat, yang ternyata sesuai dengan yang tertera dalam

surat gugatan;

Selanjutnya Ketua Majelis menasehati Penggugat untuk rukun lagi dengan Tergugat, namun tidak
berhasil, Kemudian Ketua Majelis memeriksa dokumen elektronik yang diajukan oleh Penggugat karena
perkara ini didaftarkan secara elektronik, dan ternyata sudah lengkap;
Selanjutnya Ketua Majelis menunda sidang sampai dengan hari Senin tanggal 05 Februari 2024,
pukul 09.00 WIB, untuk memanggil Tergugat dan memerintahkan Jurusita Pengganti memanggil kembali
Tergugat untuk menghadap ke persidangan pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan di atas serta
memberitahu Penggugat untuk hadir kembali pada hari dan tanggal tersebut tanpa dipanggil lagi, setelah
penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis menyatakan sidang ditutup;
Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangan oleh Ketua Majelis dan Panitera
Pengganti pada hari senin tanggal 05 Februari 2024.

Panitera Pengganti Ketua Majlis Hakim

Filzah Asyet,S.H Muhammad Al Fajri, S.H.I.,M.H


BERITA ACARA SIDANG

Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link].

(Sidang Kedua)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat
pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal
05 Februari 2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang :

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis, maka para pihak
yang berperkara dipanggil menghadap ke persidangan;
Penggugat menghadap sendiri dipersidangan;

Tergugat menghadap sendiri dipersidangan;

Selanjutnya, setelah mencocokkan identitas para pihak dan memastikan secukupnya bahwa yang hadir
di persidangan itu adalah pemohon dan termohon yang merupakan pihak materil dalam perkara ini, lalu
majelis memeberikan saran dan nasehat kepada pemohon dan termohon agar mencoba kembali membina
rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah namun tidak berhasil.
Kemudian ketua majelis memerintahkan para pihak untuk menempuh upaya damai melalui proses
mediasi dan menjelaskan prosedur mediasi, manfaatnya dan kewajiban pihak pemohon dan termohon untuk
menempuh proses mediasi serta menandatangani formulis penjelasan mediasi yang telah tersedia sesuai
dengan petunjuk yang terdapat dalam peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 01 Tahun 2016 tentang
prosedur Mediasi di Pengadilan;
Setelah Ketua Majelis memberi penjelasan secukupnya, ketua majelis menetapkan mediator. pemohon dan
termohon diperintahkan menandatangani formulir penjelasan mediasi;
Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangan oleh Ketua Majelis dan Panitera
Pengganti

Panitera Pengganti Ketua Majlis Hakim

Dira Putri Lorenza, S.H.,M.H Nadrahtul Marhamah S.H.I.,M.H


BERITA ACARA SIDANG

Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link].

(Sidang Ketiga)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat pertama
yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal 12 Februari
2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis,Pemohon dan
termohon dipanggil menghadap persidangan; Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri;

Majelis Selanjutnya Ketua Majelis mendamaikan Pemohon dan Termohon, namun tidak berhasil.
Selanjutnya Ketua Majelis membacakan laporan hasil mediasi tertanggal 12 Februari 2024 yang menyatakan
bahwa setelah perkara tersebut di mediasi oleh mediator Mhd Ihsan Kamal, S.H.,M.H telah dilaksanakan
tetapi tidak berhasil namun berhasil mencapai kesepakatan sebagai tuntutan hukum;
Kemudian persidang dilanjutkan dan Ketua Majelis menyatakan sidang tertutup untuk umum;

Lalu dibacakan surat permohonan yang terdaftar di Kapaniteraan Pengadilan Agama Solok pada tanggal 25
Desember

2023 dengan nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] yang mana isi dan maksudnya tetap dipertahankan oleh
Pemohon;

Selanjutnya terjadi tanya jawab antara Ketua Majelis dengan Tergugat sebagai
berikut;
Bagaimana Pemohon, apakah permohonan
Ingin dibacakan atau dianggap sudah
dibacakan Pemohon?
Dianggap sudah dibacakan yang
mulia
Bagaimana Termohon, apakah sudah mengerti
dengan surat permohonan pemohon ?
Sudah yang mulia
Apakah Saudari Termohon akan menjawab
Permohonan Pemohon secara tertulis atau lisan?
Saya akan mengajukan jawaban secara tertulis yang mulia.

Apakah Termohon siap dengan jawaban yang sekarang?

Belum yang mulia,jadi saya mohon kepada majlis

hakim agar memberi waktu dengan menunda persidangan untuk


mempersiapkan jawaban tersebut yang mulia.

Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang terbuka untuk umum, dan Ketua Majelis menyatakan sidang
ditunda sampai hari Senin tanggal 19 Februari 2024 pada Jam 09.00 WIB, untuk jawaban tertulis dari Tergugat
dan
Penggugat supaya menghadap ke persidangan yang telah ditetapkan tersebut tanpa dipanggil lagi;

Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis menyatakan sidang
ditutup, Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangan oleh Ketua Majelis dan Panitera
Pengganti.

Panitera Pengganti Ketua Majlis Hakim

Adrison S.H Febyta Herlambang S.H.I.,M.H


BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].
(Sidang Keempat)
Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat pertama
yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal 19 Februari
2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis,Pemohon dan
termohon dipanggil menghadap persidangan; Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri;

Selanjutnya Ketua Majelis mendamaikan Pemohon dan Termohon, namun tidak berhasil. Kemudian
persidangan dilanjutkan dan Ketua Majelis menyatakan sidang tertutup untuk umum;
Selanjutnya terjadi tanya jawab antara Ketua Majelis dengan Termohon sebagai
berikut;

Apakah ada perubahan pikiran selama penundaan sidang?

Tidak. Pemohon tetap ingin bercerai,


karena jika tidak pemohon dan termohon
akan saling menyakiti ;

Apakah termohon siap untuk melanjutkan


sidang?
Siap yang mulia

Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang tertutup untuk umum, dan sessuai dengan persidangan
lalu tanggal 12 Februari 2024 bahwa agenda hari ini adalah memberikan keseempatan kepada termohon
untuk menyampaikan jawaban.;
Termohon memberikan jawaban secara tertulis kepada ketua majelis dan ketua majelis membacakan
jawaban termohon beserta gugatan rekonvensi.
Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang terbuka untuk umum, dan Ketua Majelis menyatakan
sidang ditunda sampai dengan hari Senin tanggal 26 februari 2024, Pukul 09.00 WIB, untuk jawaban
tertulis Tergugat dan memberitahukan Penggugat dan Tergugat supaya menghadap ke persidangan yang
telah ditetapkan tersebut tanpa dipanggil lagi;
Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis menyatakan sidang ditutup;

Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangan oleh Ketua Majelis dan Panitera Pengganti.

Panitera Pengganti Ketua Majlis Hakim

Sari Riski Laoli, S.H. Ahmad khairudin S.H.I.,M.H.


BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].
(Sidang Kelima)
Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat pertama
yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal 26 Februari
2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan tertutup untuk umum oleh Ketua Majelis,Pemohon dan
termohon dipanggil menghadap persidangan; Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri;

Selanjutnya Ketua Majelis memeriksa identitas Pemohon dan termohon, yang ternyata sesuai dengan
yang tertera dalam surat permohonan;
Kemudian Ketua Majelis mendamaikan Pemohon dan Termohon, namun tidak berhasil.
Selanjutnya Ketua Majelis meminta Pemohon menyerahkan replik dan jawaban rekonvensi kepada Ketua
Majelis. Kemudian Ketua Majelis menanyakan replik dibacakan sendiri oleh Pemohon atau diserahkan
saja kepada majelis, Pemohon memilih membacakan replik dan jawaban rekonvensi secara langsung dan
sidang dengan agenda pembacaan permohonan,jawaban,replik,duplik hingga Kesimpulan dalam sidang
tertutup untuk umum.
Setelah Pemohon membacakan repliknya. Ketua Majelis meminta duplik dalam konvensi dan
replik dalam rekonvensi kepada Termohon. Namun Termohon belum menyiapkan dupliknya dan
memohon diberi waktu untuk menyiapkan duplik secara tertulis dan menunda sidang.
Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada hari Senin tanggal
04 Maret 2024 jam 09.00 WIB, dan memberitahu kepada Pemohon dan Termohon untuk hadir pada waktu
tersebut tanpa dipanggil Kembali.
Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis menyatakan sidang
ditutup.
Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua Majelis dan Panitera Pengganti.

Panitera Pengganti, Ketua Majelis,

Puja Hidayat, S.H.,M.H. Selvia Oktariani S.H., M.H.


BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].

(Sidang Keenam)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat pertama
yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal 04 Maret
2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan tertutup untuk umum oleh Ketua Majelis,Pemohon dan
termohon dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Selanjutnya Ketua Majelis memeriksa identitas Pemohon dan termohon, yang ternyata sesuai
dengan yang tertera dalam surat permohonan;
Kemudian Ketua Majelis mendamaikan Pemohon dan Termohon, namun tidak berhasil.
Selanjutnya Ketua Majelis meminta Termohon menyerahkan duplik dan replik rekonvensi kepada Ketua
Majelis. Kemudian Ketua Majelis menanyakan duplik dibacakan sendiri oleh Termohon atau diserahkan
saja kepada majelis, Termohon memilih membacakan Duplik dan Replik rekonvensi secara langsung.
Setelah Termohon membacakan dupliknya. Ketua Majelis meminta duplik rekonvensi dan replik
rekonvensi kepada Pemohon. Dan pemohon menjawab secara lisan, rekovensi sudah disampaikan oleh
pemohon maka pemeriksaan jawab menjawab di anggap cukup, dan tahap berikutnya adalah pembuktian,
kemudian ketua majelis menanyakan apakah alat bukti telah disiapkan pemohon, Namun Pemohon belum
menyiapkan buktinya dan memohon diberi waktu untuk menyiapkan bukti dan menunda sidang dan
sidang dengan agenda pembacaan permohonan,jawaban,replik,duplik hingga Kesimpulan dalam sidang
tertutup untuk umum.
Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada hari Senin tanggal
11 Maret 2024 jam 09.00 WIB, dan memberitahu kepada Pemohon dan Termohon untuk hadir pada waktu
tersebut tanpa dipanggil Kembali.
Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis menyatakan sidang
dibuka untuk umum.
Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua Majelis dan Panitera
Pengganti.

Panitera Pengganti, Ketua Majelis

Nadhratul Marhamah, S.H.,M.H. Sawalikl Mahluli, S.H.,


M.H.
BERITA ACARA SIDANG
Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].
(Sidang Ketujuh)
Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada tingkat pertama
yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut, pada hari Senin tanggal 11 Maret
2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela Binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis,Pemohon dan termohon
dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Majelis Selanjutnya Ketua Majelis mendamaikan Pemohon dan Termohon, namun tidak berhasil.
Selanjutnya setelah upaya damai tidak berhasil sesuai berita acara sidang minggu lalu, ketua majelis
menyebutkan jadwal sekarang adalah pembuktian.
Kemudian persidang dilanjutkan dan Ketua Majelis menyatakan sidang tertutup untuk umum;

Lalu, ketua majelis meminta pemohon membawakan alat bukti yang dibawanya ke depan majelis hakim,
lalu pemohon menyerahkan alat bukti berupa, bukti surat, kutipan akta nikah lalu diberi kode (p) dan bukti
foto.
Setelah itu hakim ketua bermusyawarah dengan majelis hakim lainnya, kemudian setelah itu hakim
ketua memanggil termohon kedepan.
Selanjutnya terjadi tanya jawab antara Ketua Majelis dengan Termohon sebagai berikut;

Apakah benar yang di foto ini adalah saudari? Iya yang mulia.

Siapa yang Bersama saudari ini? Teman saya yang mulia.


Baik saudari,silahkan dududk Kembali. Baik yang mulia.

Setelah itu Hakim ketua bertanya Kembali kepada pemohon.

Apakah foto ini dijadikan bukti saudara pemohon? Iya yang mulia.
Kalau begitu lengkapi berkasnya. Baik yang mulia.

Saudara pemohon,Apakah membawa saksi sekarang? Tidak yang mulia,mohon sidangnya


ditunda yang mulia.

Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang terbuka untuk umum, dan Ketua Majelis menyatakan
sidang ditunda sampai hari Senin tanggal 18 Maret 2024 pada Jam 09.00 WIB, diperintahkan kepada
pemohon untuk membawa 2 orang saksi dan tidak boleh kurang;
Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis menyatakan sidang
ditutup, Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua Majelis dan Panitera
Pengganti.

Panitera Pengganti, Ketua Majelis,

Febbyta Herlambang S.H.,M.H. Niken Emila, S.H.I.,M.H


BERITA ACARA SIDANG
Nomor:50/Pdt.G/2024/[Link].
(Sidang Kedelapan)
Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada
tingkat pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut,
pada hari Senin tanggal 18 Maret 2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua
Majelis,Pemohon dan termohon dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Kemudian Ketua Majelis mendamaikan pemohon dan termohon, namun tidak


berhasil;

Selanjutnya Ketua Majelis, menyatakan sidang tertutup untuk umum, lalu Ketua Majelis
menyatakan sidang hari ini agendanya adalah pemeriksaan saksi dari pemohon.
Atas pertanyaan Ketua Majelis, Pemohon menyatakan pada hari ini telah siap membawa
2 (dua) orang saksi.

Selanjutnya dipanggil ke persidangan 2 saksi pemohon dan atas pertanyaan Ketua


Majelis Saksi mengaku bernama:

1. Sawalikal Mahluli,Umur 28 tahun,agama islam,pendidikan SI,pekerjaan


pedagang,bertempat tinggal di tanjung harapan kota solok.
2. Febby Herlambang,Umur 27 tahun,agama islam,pendidikan SMA,pekerjaan
pedagang,bertempat tinggal di klubuk sikarah kota solok.
Atas pertanyaan Ketua Majelis, saksi menyatakan bersedia menjadi saksi
dalam persidangan ini dan sebelum memberikan keterangan kedua saksi bersedia
bersumpah menurut agamanya yaitu agama islam;
Selanjutnya kedua saksi tersebut bersumpah menurut tata cara agamanya bahwa ia akan
menerangkan yang benar dan tidak lain dari yang sebenarnya;
Kemudian Majelis Hakim menanyakan kepada s aksi satu per satu, saksi kedua
dipersilahkan keluar; Selanjutnya Majelis Hakim mengajukan pertanyaan kepada saksi
Pertama sebagai berikut:
Apakah saudara kenal dengan Termohon?

Kenal yang mulia, beliau istri dari kakak


saya yang mulia

Setau saudara kapan Pemohon dan Termohon menikah?

Kakak saya menikah pada tahun


2018 di Parak Kubang Bukittinggi
yang mulia.

Bagaimanakah keadaan rumah tangga Pemohon dan


Termohon yang saudara ketahui?

Pada awalnya rumah tangga Pemohon


dan Termohon rukun-rukun saja,
namun setahun belakangan ini
hubungan antara Pemohon dan
Termohon tidak rukun lagi sehingga
pisah rumah yang mulia

Apa yang menyebabkan


Pemohon dan Termohon
pisah rumah ?
Pemohon dan termohon berpisah
dikarenakan termohon meninggalkan
kediaman bersama yang mulia dan
melalaikan kewajibannya sebagai
istri,sehingga antara Pemohon dan
Termohon sering bertengkar yang
mulia.
Apakah saksi pernah melihat
atau mendengar langsung
Pemohon dan Termohon
bertengkar ?
Pernah yang mulia, saya sesekali
pergi kerumah Pemohon dan
Termohon lalu melihat mereka
bertengkar karena Termohon tidak
menyiapkan makan malam disaat
Pemohon pulang bekerja yang mulia.
Siapakah Yang
meninggalkan rumah
kediaman bersama ?
Termohon yang meninggalkan
Pemohon dari rumah kediaman
bersama dan pergi kerumah orang
tuanya di Gurun Tanjung sejak bulan
Maret tahun 2023 yang lalu yang
mulia.

Apakah ada usaha


perdamaian yang
dilakukan oleh keluarga
kedua belah pihak agar
rumah tangga Pemohon
dan Termohon berbaik
kembali?
Ada, keluarga Pemohon (paman dan
famili) datang

Menjemput termohon ke Tanah Garam 2


kali yang mulia

Selama Pemohon
ditinggalkan Termohon
apakah saksi melihat
Pemohon memberi
belanja kepada
Termohon dan anak
Termohon ?
Ada yang mulia, Pemohon masih
memberikan belanja untuk Termohon
dan anak anaknya yang mulia Dari
mana saksi mengetahui keterangan
tersebut ?
Saya melihat dan mendengar sendiri
yang mulia

Setelah Majelis Hakim selesai mengajukan pertanyaan kepada saksi, lalu Ketua Majelis
memberi kesempatan kepada pemohon dan termohon untuk mengajukan pertanyaan kepada
saksi;
Atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis, Pemohon dan Termohon
menyatakan tidak akan mengajukan pertanyaan;
Kemudian dipanggil persidangan saksi kedua pemohon dan atas pertanyaan Ketua
Majelis; Kemudian Majelis Hakim mengajukan pertanyaan kepada saksi kedua sebagai
berikut:

Apa Yang menyebabkan Pemohon dan Termohon pisah rumah ?

Kalau penyebabnya saya kurang tau


yang mulia

Apakah Saudari Pernah melihat atau


mendengar Pemohon dan Termohon
bertengkar?

Saya tidak pernah melihat secara


langsung, tapi saya pernah mendengar
terjadi keributan di rumah kediaman
Pemohon dan Termohon, namun saya
tidak tau apakah mereka bertengkar
atau bagaimana yang Mulia

Setau saudari Apakah tidak ada usaha


perdamaian
yang dilakukan oleh keluarga kedua belah pihak
agar rumah tangga Pemohon dan Termohon
berbaik
kembali
Ada,keluarga pemohon datang untuk
menyelesaikan ,namun tidak berhasil yang mulia

Selama Pemohon
ditinggalkan Termohon
apakah saksi melihat
Pemohon memberi
belanja
kepadaTermohon dan
anak Termohon ?

Kalau masalah itu saya tidak terlalu


mengetahui yang mulia

Setelah Majelis Hakim selesai mengajukan pertanyaan kepada saksi, lalu Ketua Majelis
memberi kesempatan kepada pemohon dan termohon untuk mengajukan pertanyaan kepada
saksi;
Atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis, Pemohon dan Termohon
menyatakan tidak akan mengajukan pertanyaan;
Kemudian sidang dilanjutkan untuk keterangan alat bukti dan saksi-saksi dari
termohon;

Atas pertanyaan Ketua Majelis, pemohon menyatakan bahwa pada hari ini belum siap
mengajukan alat bukti dan saksi-saksi dan mohon sidang ditunda;
Berhubung tergugat pada hari ini belum siap dengan alat bukti dan saksi-saksinya, lalu
Ketua Majelis menyatakan sidang terbuka untuk umum, dan menyatakan sidang ditunda
sampai dengan hari Senin Tanggal 25 Maret 2024, pukul 09.00 WIB, untuk pembuktian
dari termohon, dan memberitahu pemohon dan termohon supaya menghadap ke
persidangan yang telah ditetapkan tersebut tanpa dipanggil lagi;

Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis


menyatakan sidang ditutup.

Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua
Majelis dan Panitera Pengganti.

Panitera Pengganti Ketua majelis

Selvia Oktariani, S.H.,M.H Filzah Asyet S.H.I.,M.H

BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/
Pdt.G/2024/
[Link]. (Sidang
Kesembilan)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada
tingkat pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut,
pada hari Senin tanggal 25 Maret 2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua
Majelis,Pemohon dan termohon dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Selanjutnya Ketua Majelis mendamaikan Pemohon dan Termohon, namun tidak


berhasil, Kemudian persidangan dilanjutkan dan Ketua Majelis menyatakan sidang
tertutup untuk umum; Kemudian Ketua Majlis meminta dan memeriksa alat bukti yang
diberikan oleh termohon, selanjutnya Ketua Majlis menanyakan alat bukti tersebut
kepada Pemohon dan Pemohon membenarkannya.

Kemudian Ketua Majelis memeriksa para saksi dari Termohon masing-masing secara
terpisah dengan pertanyaan pertanyaan;
Selanjutnya Ketua Majlis melakukan musyawarah majelis dan menyatakan sidang
terbuka dan dibuka untuk umum. Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang ditunda
sampai dengan hari Senin 01 April 2024 pada jam 09.00 WIB dengan agenda pembacaan
kesimpulan dan diperintahkan kepada Pemohon dan Termohon untuk hadir pada waktu
tersebut tanpa dipangil kembali;
Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis
menyatakan sidang ditutup.

Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua
Majelis dan Panitera Pengganti.

Panitera Pengganti, Ketua Majelis,

Ahmad Khairuddin, H.,M.H.. Puja Hidayat, S.H., M.H.


BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/
Pdt.G/2024/
[Link]. (Sidang
Kesepuluh)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada
tingkat pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut,
pada hari Senin tanggal 01 April 2024 dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua
Majelis,Pemohon dan termohon dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Selanjutnya ketua majelis ,menyatakan sidang hari ini tertutup untuk umum dengan
agendanya adalah kesimpulan para pihak.

Selanjutnya terjadi tanya jawabantara ketua majelis dengan pemohon sebagai


berikut:

Apakah sudah siap kesimpulannya Pemohon?

Sudah yang mulia.

Bawa kedepan salinannya. Saudara


ingin membacakan kesimpulan-nya
sendiri atau diserahkan saja kepada
majelis?
Dibacakan sendiri yang

Baik, silahkan dibacakan mulia

kesimpulannya Apakah ada


perubahan terhadap isi dari
kesimpulannya?
Tidak yang mulia
Selanjutnya terjadi tanya jawab antara Ketua Majelis dengan termohon sebagai
berikut:

Baiklah, dari pihak


termohon bagaimana
dengan kesimpulannya,
apakah sudah ada?
Sudah ada yang mulia.

Kesimpulannya secara tertulis/lisan Termohon?

Secara tertulis yang mulia

Bawa kedepan salinannya,saudari ingin membacakan

Kesimpulannya sendiri atau diserahkan saja pada majelis?

Saya bacakan sendiri yang mulia

Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang ditunda untuk musyawarah Majelis


Hakim danakan dibuka kembali dengan agenda pembacaan hasil musyawarah pada hari
Selasa 16 April 2024 pada jam Pukul 09.00 WIB. Diperintahkan kepada Pemohon dan
Termohon supaya menghadap ke persidangan yang telah ditetapkan tersebut tanpa
dipanggil lagi.
Setelah penundaan sidang tersebut diumumkan, selanjutnya Ketua Majelis
menyatakan sidang ditutup.

Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua
Majelis dan Panitera Pengganti.
Panitera Pengganti, Ketua Majelis,

Muhammad Al Fajri, S.H.,M.H. Adrison, S.H., M.H.

BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/
Pdt.G/2024/
[Link]. (Sidang
Kesebelas)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada
tingkat pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut,
pada hari Senin tanggal 16 April 2024 M,Bertepatan pada tanggal 07 Ramadhan 1445 H
dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua
Majelis,Pemohon dan termohon dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Bukti Tertulis :
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nomor 1305084101760005 atas
nama Pemohon yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Lubuk Sikarah Propinsi Sumatera
Barat pada tanggal 16 Juni 2010,telah dinazegelen dan bermeterai cukup,
lalu diberi tanda P.1 dan diparaf;
2. Fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor 12/06/IV/2018 atas nama
Pemohon dan Termohon yang dikeluarkan pada tanggal 09 April 2018
oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Guguk
Panjang, telah dinazegelen dan bermeterai cukup serta telah dicocokkan
dengan aslinya, lalu diberi tanda P.2 dan diparaf;
3. Asli Surat Keterangan Nomor [Link]/KUA.1306041/PW.01/01/2023 yang
dikeluarkan pada tanggal 04 Januari 2023 oleh Kepala Kantor Urusan
Agama Kecamatan Lubuk Sikarah, telah dinazegelen dan bermeterai
cukup serta telah dicocokkan dengan aslinya, lalu diberi tanda P.3 dan di
paraf;
4. Bukti Foto Termohon dan Pria lain sebagai informasi elektronik dan/atau
dokumenelektronik yang telah dicetak, lalu diberi tanda P.4 dan diparaf;

Selanjutnya ketua majelis menanyakan kabar pemohon dan termohon atas kesiapan
untuk mendengarkan putusan;

Selanjutnya Ketua Majelis menyampaikan hasil putusan dalam perkara Nomor


50/Pdt.G/2024/[Link] yang mana berisikan mengabulkan gugatan penggugat menjatuhkan
talak 1 raj I kepada tergugat dan menghukum tergugat rekonvensi untuk membayar kepada
penggugat rekonvensi nafkah iddah Rp, 1.500,000,00 dan nafkah mut ah membayar Rp.
1.500.000,00.
Kemudian Ketua Majelis memberi penjelasan kepada pemohon dan termohon jika
menerima hasil putusan maka akan dipanggil kembali untuk pengucapan ikrar talak dari
pemohon;
Kemudian pemohon dan termohon meninggalkan ruang sidang;

Karena tidak ada lagi persidangan, ketua majelis menyatakan sidang ditutup.

Demikian berita acara sidang ini dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua
Majelis dan Panitera Pengganti.
Panitera Pengganti, Ketua Majelis,

Niken Emila, S.H.,M.H. Sari Riski


Laoli, S.H., M.H.

BERITA ACARA SIDANG

Nomor:50/
Pdt.G/2024/
[Link]. (Sidang
Keduabelas)

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili perkara Cerai Talak pada
tingkat pertama yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama tersebut,
pada hari Senin tanggal 22 April 2024 M ,Bertepatan pada tanggal 13 Ramadhan 1445 H
dalam perkara antara:
Udin Bin Abdul Khoir, sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela binti Aditya, sebagai Termohon

Susunan majelis yang bersidang sama dengan sidang yang lalu

Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh Ketua
Majelis,Pemohon dan termohon dipanggil menghadap persidangan;
Pemohon menghadap sendiri;

Termohon menghadap sendiri

Selanjutnya Ketua Majelis, menyatakan sidang terbuka untuk umum. sidang hari ini
agendanya adalah pembacaan
ikrar talak;

Majelis Selanjutnya Ketua Majelis meminta agar pemohon membawa uang nafkah
iddah, nafkah mut’ah dan nafkah anak. Selanjutnya Ketua Majelis membacakan laporan
hasil putusan tertanggal 16 April 2024 yang menyatakan bahwa setelah perkara tersebut di
putuskan maka telah berhasil namun berhasil mencapai kesepakatan sebagai tuntutan
hukum;
Selanjutnya terjadi tanya jawab antara Ketua Majelis dengan Penggugat
sebagai berikut; Bagaimana pemohon,
Apakah saudara menerima Keputusan tersebut?

Saya terima yang mulia

Apakah saudara siap untu mengucapkan

Ikrar talak kepada termohon?

Sudah yang mulia

Kemudian Ketua Majelis menyatakan sidang terbuka untuk umum, dan Ketua
Majelis menyatakan sidang ditutup pada 16 April 2024. Demikian berita acara sidang ini
dibuat dengan ditandatangani oleh Ketua Majelis dan PaniteraPengganti.

Panitera Pengganti Ketua Majelis

Sawalikal Mahluli, S.H.,M.H. Dira Putri Lorenza S.H.I.,M.H.

SKENARIO SIDANG PERTAMA

(Termohon tidak hadir: Menasehati Pemohon)


Ketua Majelis : Muhammad Al Fajri
Hakim Anggota 1 : Sari Riski Laoli

Hakim Anggota II : Nadhratul Marhamah

Panitera : Filzah Asyet


: Udin (Sawalikal
Pemohon
Mahluli)
Jurusita : Puja Hidayat

(Sidang 1, Senin 29 Januari 2024 panitera memasuki ruangan sidang)

Panitera : Majelis hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.

(Majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursinya masing-masing)

Panitera : Hadirin dipersilahkan duduk kembali.

Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah diri
kepada Allah SWT dan berdo`a demi kelancaran persidangan kali ini.
(berdo‟a).
Ketua Majelis : Pada hari ini Senin tanggal 29 Januari 2024, sidang perkara cerai talak
tingkat pertama dengan No: 50/Pdt.G/2024/[Link] antara Udin Bin
Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti Aditya dengan
mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim, sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum

(ketuk palu 3x).


: Kepada panitera dipersilahkan untuk memanggil para pihak yang
Ketua Majelis berperkara
Panitera : Dipanggil para pihak perkara dengan
Nomor50/Pdt.G/2024/[Link] atas nama Udin Bin
Abdul Khoir dan Bunga Anggela binti Aditya
untuk memasuki ruang persidangan

(pemohon memasuki persidangan dan dipersilahkan duduk oleh


jurusita)
Ketua Majelis : Apakah bapak dalam keadaan sehat?
Pemohon : Alhamdulillah sehat yang mulia
: Silahkan tunjukkan KTP nya pak(Sambil
Ketua Majelis
mencocokkan data)
Pemohon : (Menyerahkan kepada ketua majelis)
Ketua Majelis : Silahkan Duduk

Pemohon : (Kembali ketempat duduk)

Ketua majelis :Apakah benar bapak yang bernama Sawalikal Mahluli,


Umur 30 tahun, agama Islam, Pendidikan SLTP, Pekerjaan
Karyawan Swasta, Alamat Laing, Kecamatan
Tanjung Harapan, Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.
(tanya satu persatu)
Pemohon : Ya, Benar yang mulia.

Ketua Majelis : Tujuan bapak datang ke pengadilan untuk apa pak?

Pemohon : Ingin bercerai dengan istri saya yang mulia

Ketua Majelis : Siapa nama istri bapak?

Pemohon : Bunga Anggela binti Aditya yang mulia.

Ketua Majelis : Isterinya datang pak?

Pemohon : Sepertinya dia berhalangan untuk hadir yang mulia


(Setelah hakim ketua selesai bertanya kepada pemohon)

Hakim Anggota 1 :Sesuai dengan berita acara relaas panggilan kepada Termohon,
dimana isteri bapak sudah di panggil secara resmi dan patut,
tapi isteri bapak tidak hadir ya.

Hakim Anggota 1 :Apakah bapak pernah bertemu dengan ibuk?

Pemohon : Tidak yang mulia

Hakim Anggota 2 :Apa bapak ada berkomunikasi secara tidak sengaja baik
melalui telepon atau di media sosial lainnya?

Pemohon : Tidak ada yang mulia.

Hakim Anggota 2 : Apakah isteri bapak masih tinggal sesuai dengan alamat yang ada
pada surat permohonan ini?

Pemohon : Tidak yang mulia, beliau telah meninggalkan kediaman bersama


(Majelis Hakim memberikan nasehat kepada para pihak Pemohon)
Ketua Majelis :Begini pak, sebelum sidang di lanjutkan kami Majelis Hakim
berkewajiban memberikan nasehat untuk bapak. Coba dipikir-pikir
dahululah untuk bercerai, bapak sudah mempunyai anak, apakah bapak
tidak kasihan dengan anak-anak?
Jadi bagaimana kalau di cabut saja permohonannya pak?
: Tidak yang mulia, saya masih tetap pada pendirian saya. Saya sudah tidak
Pemohon tahan
hidup seperti ini, rasanya tidak mungkin lagi kalau
saya berdamai, selama 2 tahun saya sudah bersabar
yang mulia, cukup sampai disini saja, saya tidak
sanggup lagi menjalani kehidupan ini bersama dia.

Ketua Majelis : Apakah bapak sudah yakin?

Pemohon : Sudah yang mulia, saya yakin dengan pilihan saya.

:Baiklah, karena bapak tetap ingin melanjutkan sidang dan berhubung isteri
Ketua Majelis bapak
tidak hadir pada hari ini meski telah di panggil, maka
untuk kepentingan kedua belah pihak, isteri bapak
akan di panggil lagi. Maka persidangan ditunda selama
satu minggu, dan akan dilanjutkan pada hari Senin
tanggal 05 Februari 2024 jam 09:00 WIB, dan untuk
bapak diperintahkan untuk hadir pada waktu tersebut
tanpa dipanggil kembali karena ini merupakan
panggilan resmi, dan memerintahkan kepada jurusita
Pengadilan Agama Solok untuk memanggil Termohon
kembali secara resmi dan patut. (Ketuk palu 1X).
Sidang dinyatakan selesai dan ditutup dengan
mengucapkan Hamdalah. (ketukpalu3X)
SKENARIO SIDANG KEDUA

(Pemeriksaan Para Pihak Dan Mediasi)


Ketua Majelis : Nadhratul Marhamah
Hakim Anggota 1 : Niken Emila

Hakim Anggota II : Adrison

Panitera Pengganti : Dira Putri Lorenza


Pemohon : Udin (Muhammad al fajri)
Termohon : Bunga ( Febyta
Herlambang)
Mediator : Ahmad Khairudin
Jurusita Pengganti : Selvia Oktariani

Sidang II, Senin tanggal 05 Februari 2024 Panitera memasuki ruangan sidang)

Panitera Pengganti : Majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin


dimohon berdiri

(Majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursi masing-masing)

Panitera Pengganti : Hadirin disilahkan duduk kembali.


Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah diri kepada
Allah

SWT dan berdoa demi kelancaran persidangan kali ini. (Berdo’a)


Ketua Majelis : Pada hari ini Senin 05 Februari 2024, memeriksa dan mengadili perkara cerai
talak
tingkat perttamaa sidang Pengadilan Agama Solok
No:50/Pdt.G/2024/[Link] dengan mengucapkan
Bismillahirrahmirrahim sidang dibuka dan dinyatakan
terbuka untuk umum (ketuk palu 3X)
Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak dengan perkara nomor
50/Pdt.G/2024/[Link] atas nama Udin bin Abdul Khoir
sebagai Pemohon melawan Bunga Anggela binti Aditya
sebagai Termohon.

(para pihak memasuki ruang sidang)

Ketua Majelis : Apakah bapak dalam keadaan sehat ?

Pemohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia

Ketua Majelis : Ibuk sehat buk?

Termohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia


: Apakah bapak siap melakukan persidangan
Ketua Majelis pada hari ini ?
Pemohon : Siap Yang Mulia.
Ketua Majelis : Ibuk, benar bernama Febyta Herlambang?

Termohon : Benar yang mulia

Ketua Majelis : Apakah ibuk siap melakukan persidangan pada hari ini?

Termohon : Siap Yang Mulia

Ketua Majelis : Baik, kenapa ibuk tidak hadir pada sidang minggu lalu ?

Termohon : Maaf sebelumnya Yang Mulia, pada saat itu saya tidak
dapat hadir dikarenakan ada kepentingan mendadak yang
tidak bisa saya tinggalkan
Ketua Majelis : Baiklah, sebelum sidang kita lanjutkan maka kami akan
memeriksa identitas Termohon terlebih dahulu, ada kartu
identitas yang ibuk bawa hari ini?
Termohon : ada, KTP yang mulia
Ketua Majelis : silahkan tunjukkan KTP nya
(Pemohon menyerahkan ke pada ketua majelis) (Ketua Majelis mencocokkan data)
Ketua Majelis : silahkan duduk kembali
Ketua Majelis : Terimakasih, ktp yang ibuk ajukan sama dengan identitas yang termuat
dalam surat permohonan yang di ajukan oleh
bapak ya, dan majelis berkesimpulan bahwa
saudara berdua punya legal standing dalam
perkara ini sebagai pemohon dan termohon yang
ada.

(Para Majelis Hakim memberikan upaya damai kepada para pihak)


Ketua Majelis : Saudara Pemohon Bapak Muhammad Al Fajri dan saudari termohon
ibuk

Febyta Herlambang sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh


bapak. Perkara ini terkait dengan perceraian, dalam Agama islam
perceraian ini boleh, tapi perceraian itu haruslah dinilai sebagai
alternatif terakhir, ibarat emergency exit di pesawat, dia tidak boleh
digunakan kecuali pesawatnya udah mau hancur, kecuali kondisinya
sudah darurat, karenanya dalam islam itu dikatakan, perbuatan halal
yang paling di benci oleh Allah itu adalah talak, apalagi dampak
perceraian itu bukan hanya pada saudara berdua, yang terkena dampak
perceraian itu justru orang yang tidak tau apa-apa soal persoalan secara
hukum, saudara tau siapa itu?
Pemohon : Tau yang mulia, anak saya

Majelis Hakim : Alangkah baiknya keinginan bapak Fajir ini di pertimbangkan lagi,
bagaimana saudara Udin apakah bersedia?

Pemohon : tidak yang mulia, saya tidak bersedia, saya sudah tidak sanggup dan
saya tetap dengan keinginan saya untuk menceraikan dia yang mulia.
Hakim Anggota 1 : Bapak coba di ingat-ingat lagi masa dulu pertama ketemu dengan
istrinya, di ingat-ingat masa bahagianya, namanya masalah pasti ada di
setiap hubungan, di selesaikan masalahnya di cari solusinya, saudara
berdua sama-sama berusaha perbaiki diri, tinggalkan perbuatan jeleknya
yang memang tidak pantas ada di hubungan kalian.
Hakim Anggota 2 : Iya bahkan anak dengan org tua yang satu keturunan saja masih
mempunyai masalah apalagi bapak dengan ibuk, jelas dari keturuan
yang berbeda pasti mempunyai pemikiran berbeda dan mempunyai
masalah, maka dari itu bapak dan ibuk sebelum sidang ini kita
lanjutkan, menurut kami memang sebaiknya permasalahan Pemohon
dan Termohon ini diselesaikan secara kekeluargaan saja, selagi masih
bisa dibicarakan berdua akan lebih baik dari pada permasalahan ini
diselesaikan di pengadilan. Bagaimana menurut ibuk?
Termohon : Bagi saya tidak ada permasalahan Yang Mulia, kalau suami saya
bersedia menyelesaikannya secara kekeluargaan, saya tidak keberatan
Yang Mulia.
Hakim Anggota 2 : bagaimana menurut bapak?

Pemohon : tidak yang mulia, saya tetap dengan keputusan saya


Ketua Majelis : Seperti yang barusan kita dengar ibuk masih ingin menyelesaikan
masalah ini dengan kekeluargaan. Bagaimana bapak, apakah gugatan ini
tetap dilanjutkan atau lebih baik gugatannya dicabut saja?
:Lanjutkan saja Yang Mulia, saya masih tetap pada keputusan untuk
Pemohon
bercerai.
Ketua Majelis : Baik, karena bapak tetap dengan keinginannya, maka sidang akan kita
lanjutkan ke mediasi. “Sesuai dengan Peraturan
Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1
Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di
Pengadilan Agama bahwa pada hari sidang yang
telah ditentukan dan dihadiri oleh para pihak, maka
para pihak wajib menempuh proses mediasi.
Kecuali perkaraperkara tertentu yang memang
dikecualikan tidak wajib di mediasi, tapi perkara ini
perkara perceraian wajib di mediasi. Mediasi
adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses
perundingan untuk memperoleh kesepakatan para
pihak dengan dibantu oleh Mediator. Tujuan
mediasi itu untuk mengupayakan bagaimana rumah
tangga saudara ini bisa berlanjut lagi, memperbaiki
mis komunikasi yang terjalin antara saudara dan
istri.

Dalam proses mediasi, para pihak di fasilitasi dengan


mediator, para pihak dapat memilih mediator hakim atau
mediator nonhakim. Yang terpampang disebelah sini
adalah mediator dari kalangan hakim, tapi jika saudara
ingin mencari mediator nonhakim juga boleh. Mediator
ini ketentuannya kalau sadara berdua nanti memilih
mediator dari kalangan hakim gratis biayanya dan
mediasi dengan mediator hakim itu tidak boleh
dilaksanakan diluar, harus di dalam pengadilan ini di
ruangan yang telah di sediakan. Tapi jika nanti saudara
berdua memilih mediator yang bukan dari kalangan
hakim bisa memilih mediator dari kalangan dosen-dosen
Sarjana Hukum dan itu berbayar nah brapa biayanya
silahkan nnti disepakati dengan mediator tapi biasanya
100 atau 150 lah biayanya. Dan para pihak yang
bersengketa wajib menghadiri langsung pertemuan
mediasi dengan iktikad baik. Karna ada resikonya, apa
resikonya, resikonya apabila tidak hadir tanpa alasan
yang sah, maka dapat dikategorikan tidak beriktikad baik
dan dikenakan sanksi membayar biaya mediasi. Misal
bapak fajri tidak menghadiri mediasi maka akan
dikenakan biaya mediasi.
Apabila proses mediasi mencapai kesepakatan yang
dituangkan dalam kesepakan perdamaian, maka
para pihak dapat memilih kesepakatan perdamaian
akan dikuatkan dengan akta perdamaian atau
mencabut gugatan.
Ketua Majelis : Apakah bapak sudah memahami penjelasan tentang mediasi?
Pemohon : sudah yang mulia

Ketua Majelis : Apakah ibuk sudah memahami penjelasan tentang mediasi?

Termohon : sudah yang mulia.


Ketua Majelis :Ini kewajiban majelis untuk memberitahu penjelasan mediasi, bapak
dan ibuk apakah akan memilih mediator sendiri atau diserahkan kepada
majelis hakim untuk menunjuk mediatornya ?
Pemohon : Saya serahkan kepada majelis hakim saja Yang Mulia
Ketua Majelis : Bagaimana dengan ibuk?
Termohon : Diserahkan kepada majelis saja Yang Mulia.
Ketua Majelis : Baik, karena untuk penunjukkan mediator diserahkan kepada majelis
hakim, maka majelis hakim akan bermusyawarah
terlebih dahulu.

(Sidang di Skors, para pihak silahkan meninggalkan ruangan sidang terlebih


dahulu (ketuk palu

1x))

(Majelis Hakim bermusyawarah untuk


memutuskan hakim mediator)

(Skors Sidang dicabut, para pihak silahkan masuk (ketuk


palu 1x))

Ketua Majelis : (Mambacakan Penetapan Mediator)

Dari hasil musyawarah majelis hakim, maka


kami menetapkan bahwa : Dira Putri
Lorenzal, S.H, sebagai hakim mediator
dalam perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link]
atas nama Muhammad Al Fajri bin Abdul
Khoir melawan Febyta Herlambang binti
Aditya.

Majelis hakim memberikan waktu selama 7


hari untuk proses mediasi. Menugaskan
kepada mediator untuk melaporkan hasil
mediasi kepada majelis hakim secara
tertulis. Demikian penetapan nomor 50
terkait dengan penunjukan mediator (Ketuk
palu 1x)
Ketua Majelis : Jadi bapak dan ibuk dipersilahkan maju
kedepan untuk menandatangani formulir
penjelasan mediasi yang sudah kami sampaikan
secara lisan, silahkan.
(Pemohon dan Termohon maju kedepan menandatangani surat bahwa telah

mendapatkan penjelasan
tentang mediasi)

Ketua Majelis : Bapak dan ibuk sudah menandatangani formulir kesepakatan


mediasi artinya saudara berdua sudah beriktikad baik untuk
melaksanakan proses mediasi, karena mediatornya sudah
ditunjuk maka sidang ditunda untuk proses mediasi. Sidang akan
dilanjutkan setelah proses mediasi dilaksanakan dan dilaporkan
oleh hakim mediator, Maka persidangan ditunda selama satu
minggu, dan akan dilanjutkan pada hari Senin tanggal 12
Februari 2024 jam 09:00 WIB, diperintahkan kepada pemohon
dan termohon untuk hadir pada waktu tersebut tanpa dipanggil
kembali karna itu merupakan panggilan resmi. (Palu diketuk 1x)
Ketua Majelis : Baik, karena tidak ada lagi perkara yang akan disidangkan maka
sidang untuk hari ini dinyatakan selesai dan ditutup dengan
mengucapkan Hamdalah. (ketuk palu 3X)

PENETAPAN

Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link]

Ketua Majelis pengadilan agama solok telahn membaca penetapan


majelis hakim nomor
50/Pdt.G/2024/[Link] tamggal 22 januari 2024 dan permohonan pemohon yang
terdaftar dalam register nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] tanggal 25 januari 2023
dalam perkara antara:
Udin bin Abdul Khoir, tempat tanda lahir Solok,17 April 1993,

Umur 30 tahun,Agama islam,


Pendidikan SLTP, Pekerjaan
Karyawan Swasta. Bertempat
tinggal di Laing, Tanjung
Harapan, Kota Solok.
Selanjutnya Disebut Pemohon;

MELAWAN

Bunga Anggela binti Aditya, Tempat dan Tanggal Lahir


Lubuk Sikarah 15 Maret 1995

Umur 28 tahun, Agama Islam, Pendidikan SLTA,

Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Bertempat tinggal di

Tanah Garam Kecamatan Lbuk Sikarah, Kota


Solok. Selanjutnya disebut Termohon;
Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan kedua belah
pihak hadir dalam persidangan;

Menimbang, bahwa sebelum tahap pemeriksaan dilanjutkan, sesuai dengan


ketentuan Pasal 130 HIR/154 RBG jo PERMA Nomor 1 Tahun 2016
memerintahkan kedua belah pihak terlebih dahulu diharuskan menempuh upaya
perdamaia melalui proses mediasi;

Menimbang, bahwa oleh karena para pihak telah menyerahkan kepada Majelis
Hakim untuk menunjuk mediator, maka dipandang perlu menetapkan mediator
dalam perkara ini,
MENETAPKAN

1. Menunjuk saudari Dira Putri Lorenza, S.H. sebagai mediator dalam


perkara Nomor

50/Pdt.G/2024/[Link] antara Muhammad Al Fajri bin Abdul Khoir


sebagai pemohon melawan Febyta Herlambang binti Aditya sebagai
termohon.

2. Memerintahkan para pihak untuk menempuh proses mediasi lewat


mediator yang telah ditetapkan;

3. Menetapkan jangka waktu mediasi paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja,
terhitung sejak tanggal penetapan ini ditanda tangani;
4. Memerintahkan mediator untuk menjalankan tugas ini dengan penuh
tanggung jawab dan melaporkan hasilnya secara tertulis kepada Ketua
Majelis Hakim

Ditetapkan di Solok

Pada tanggal : 05 februari


2024

Ketua Majelis

Nadhratul Marhamah, S.H, M.H


RUANG MEDIASI
Mediator : Bagaimana kabarnya Bapak dan Ibu?

Pemohon : Alhamdulillah sehat buk.

Termohon : Alhamdulillah sehat buk.


Mediator : Baik, bapak dan ibu ke sini tujuannya untuk apa?

Pemohon : Begini pak, ibuk Febyta ini adalah istri saya, kami sudah menjalani
hubungan suami istri semenjak tahun 2018, tapi semenjak 1 tahun
belakangan ini, hubungan rumah tangga kami sudah tidak harmonis
lagi, oleh karena itu saya mengajukan Cerai Talak kepada istri ini
melalui pengadilan dan setelah tadi kami mengikuti persidangan kami
disuruh untuk menempuh tahap mediasi buk.
Mediator : Baik, begini ya bapak dan ibu, Mediasi ini bertujuan untuk
mendamaikan antara bapak dan ibu. Ceritakan apa saja yang menjadi
permasalahan rumah tangga bapak dan ibu kepada saya kemudian kita
cari jalan keluar bersama- sama, mudah-mudahan setelah mediasi ini
bapak dan ibu bisa memperbaiki rumah tangganya kembali.
Mediator : Sebelumnya saya ingin mendengarkan secara langsung dari bapak, apa
alasan bapak untuk menceraikan istri bapak ini?
Pemohon : Begini buk, saya ini masih menjadi suami dari istri saya buk, tetapi
istri saya tidak pernah melayani suaminya, dia hanya sibuk memain hp,
bahkan dia selingkuh dengan laki-laki lain
Mediator : Mungkin bapak salah paham dengan istri bapak ini, mungkin istri
bapak hanya berteman biasa dengan teman laki-lakinya itu. cobalah
bapak bicara dengan hati yang tenang dengan istri bapak ini, mudah-
mudahan masalah ini masih bisa untuk diselesaikan berdua saja
Pemohon :berteman biasa bagaimana buk, dia itu selingkuh terang-terangan
didepan saya. Saya sudah sering bicara sama dia buk, namun nasehat
atau teguran dari saya tidak di dengarkannya. Dia tetap saja tidak peduli
dengan saya dan terus melakukan perbuatan nya itu.
: Bapak dan ibu lebih baik permasalahan ini di selesaikan dulu dengan
Mediator kepala
dingin, jangan kita tergesa-gesa dalam mengambil
keputusan. Bapak dan ibu harus ingat dengan anak
dan apakah bapak dan ibu tidak malu kepada anak
bapak, apalagi anak bapak dan ibu sudah beranjak
dewasa
Pemohon : Saya sudah pikirkan buk, rasanya tidak ada jalan lain lagi kecuali
dengan perceraian

Mediator : Bagaimana dengan ibuk. Apakah ibuk mau untuk berdamai?

Termohon : Bagi saya terserah kepada dia saja buk, kalau dia memang ingin untuk
bercerai, ya lanjutkan saja buk
Mediator : Bapak Fajri, istri bapak ini masih ingin untuk mempertahan rumah
tangga bapak, apakah bapak tidak sayang lagi dengan istri bapak?
apakah bapak tidak malu dan kasihan kepada anak bapak?
Pemohon : Saya sudah tidak sanggup lagi untuk menjalankan rumah tangga
dengan dia buk
Mediator : Kalau menurut saya alangkah baiknya bapak dan ibu berdamai
mengingat anak yang sudah besar. Dalam rumah tangga bapak ibarat
pengemudi dan ibu serta anak-anak adalah penumpangnya, ditangan
bapaklah nasib rumah tangga ditentukan. Kalau bapak mengemudikan
dengan sabar dan baik, rumah tangga bapak dan ibu akan selamat
sampai tujuan begitu juga sebaliknya

Pemohon : Saya tetap pada pendirian saya buk

Termohon : Kalau saya masih berharap permasalahan ini diselesaiakan dengan


baik- baik pak tapi karena dia tetap dengan keinginanya, lanjutkan
sajalah buk
Mediator : Baiklah kalau begitu saya akan membuat laporan mediasi gagal.
Kemudian bapak dan ibu silahkan datang kepersidangan selanjutnya
sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh majelis pada
sidangsebelumnya

Pemohon : Terimakasih pak

Termohon : Terimakasih pak.


(Pemohon dan Termohon Meninggalkan Ruang Mediasi)
M
EDI
AT
OR

Dira Putri Lorenza, S.H.

Hal : Laporan Hasil Mediasi Kepada Yth.

Majelis Hakim Perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link]

Di

Pengadilan Agama Solok

Dengan Hormat,

Bersama ini saya selaku mediator dalam perkara Nomor


50/Pdt.G/2024/[Link]

Memberitahukan bahwa proses mediasi yang dilaksanakan tidak berhasil


mencapai kesepakatan
Demikianlah laporan ini disampaikan atas perhatian majelis,saya ucapkan
terimakasih

Solok,12 februari 2024

Mediator

Dira Putri Lorenza, S.

SKENARIO SIDANG KETIGA

(Laporan mediasi dan pembacaan surat pemohonan)


Ketua Majelis : Febyta Herlambang

Hakim Anggota I : Dira Putri Lorenza

Hakim Anggota II : Muhammad Al Fajri

Panitera Pengganti : Adrison

Pemohon : Udin (Ahmad khairuddin)

Termohon : Bunga (Puja hidayat)

Jurusita Pengganti : Sari Riski Laoli


(Sidang ke III, Senin 12 Februari 2024 panitera pengganti
memasuki ruangan sidang)

Panitera : Majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri.

(majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursinya


masing-masing)
Panitera : Hadirin disilahkan duduk kembali
Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah
diri kepada Allah SWT dan berdoa demi kelancaran persidangan kali
ini.
(Berdo’a)
Ketua Majelis : Pada hari ini Senin tanggal 12 Februari 2024, sidang Pengadilan
Agama

Solok dengan nomor Perkara 50/pdt.G/2024/[Link] dengan


mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sidang dibuka dan
dinyatakan terbuka untuk umum.(Ketuk palu 3 kali)
Panitera : Dipanggil para pihak dengan No. Perkara 50/Pdt.G/2024/[Link],
atas nama

Udin bin Abdul Khoir sebagai Pemohon melawan Bunga Anggela


binti

Aditya sebagai Termohon, untuk memasuki ruang sidang

Ketua Majelis : Apakah bapak dalam keadaan sehat ?

Pemohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia

Ketua Majelis : Bagaimana dengan ibuk, apakah sehat?

Temohon : Alhamdulillah saya juga sehat yang mulia


Ketua Majelis : Bapak dan ibuk apakah sudah siap untuk melanjutkan sidang hari ini?

Pemohon : Siap yang Mulia

Termohon : Saya juga siap yang Mulia

: Jadi sehubungan dengan Berita Acara Sidang minggu lalu Senin 05


Ketua Majelis Februari
2024. Laporan hasil mendiasi dari Mediator
memberitahukan bahwa proses mediasi yang
dilaksanakan tidak berhasil mencapai kesepakatan.

(Para Majlis Hakim memberikan upaya damai kepada para pihak)


Ketua Majelis : Jadi gimana nih bapak dan ibuk, kenapa mediasi tidak berhasil, udah
gak bisa di pertahankan lagi kah hubungan bapak dengan istri?
Pemohon : Tidak yang mulia, saya sudah cukup, udah gak sanggup untuk
mempertahankan yang mulia
Hakim Anggota 1 : Begini ya pak, hubungan ini masih bisa di pertahankan jika bapak dan
istri mau mempertahankan, saling memahami dan saling berkerja sama
untuk ikatan yang sudah di jalin, gimana nasib anak kalo orang tuanya
berpisah, justru anak nanti bakal sedih dan bingung kok orang tuanya
pisah rumah, merasa berbeda dari teman- temannya, coba di pikirkan
lagi bapak. Kami tanya dulu sama istrinya, jadi bagaimana tanggapan
ibuk?

Termohon : saya mau saja mempertahankan yang mulia demi anak kami

Hakim Anggota 1 : nah bapak itu istrinya masih mau loh, gimana nih pak?

Pemohon : tidak yang mulia, saya sudah cukup, saya tetap dengan keinginan saya
untuk menceraikan dia, percuma yang mulia kalo di lanjutkan, bersama
tapi ngebatin.
Hakim Anggota 2 : Baiklah, tapi sebelumnya dari pihak keluarga bapak dan ibuk apakah
sudah di bicarakan kembali untuk berupaya damai?
Pemohon : Sudah yang mulia, tapi memang tidak ada titik temu menurut saya
yang mulia.

Hakim Anggota 2 : Betul ibuk?

: gak tau lagi yang mulia, saya sudah jelaskan tapi dianya masih gak
Termohon percaya
sama saya, dan juga saya sudah bilang akan
brusaha lagi buat jadi istri yang baik.
Hakim Anggota 2 : Gimana pak dengan tanggapan istrinya.
Pemohon : udah saya bilang yang mulia percuma, berulang kali bilang begitu,
sudah cape saya.
: Baiklah bapak dan ibuk, kalau begitu apakah sidang ini kita
Ketua Majelis
lanjutkan?

Pemohon : Lanjutkan Yang Mulia

: Jadi berhubungan upaya damai tidak berhasil, sidang dilanjutkan


Ketua Majelis untuk
pembacaan surat Permohonan.

(Sidang dinyatakan tertutup untuk umum). (Ketuk Palu 1x)


Ketua Majelis : Bagaimana bapak apakah sudah siap dengan permohonannya?

Pemohon : Sudah Yang Mulia

Ketua Majelis : Silahkan antarkan salinannya kedepan

Pemohon : Baik Yang Mulia

Ketua Majelis : Ibuk silahkan maju kedepan untuk mengambil salinannya

Termohon : Baik yang mulia

Ketua Majelis : Apakah bapak ingin membaca sendiri permohonannya atau di


serahkan kepada Majelis?

Pemohon : Saya bacakan sendiri Yang Mulia

Ketua Majelis : Silahkan kepada bapak untuk membacakan surat permohonannya!

Pemohon : ( berdiri dan membacakan surat permohonan)

Ketua Majelis : Apakah masih ada yang ingin diubah atau tambahkan pak?

Pemohon : Tidak ada Yang Mulia, sudah cukup.

Ketua Majelis : Bagaimana buk, apakah sudah mengerti dengan surat permohonan
yang telah dibacakan oleh bapak?

Termohon : Sudah Yang Mulia.

Ketua Majelis : Ibuk juga memiliki hak untuk menjawab permohonan dari bapak. ibuk
memiliki dua cara untuk menjawab permohonan dari
pemohon yaitu secara tertulis dan lisan. Apakah ibuk
akan menjawab permohonan pemohon secara tertulis
atau lisan?
Termohon : Saya akan mengajukan jawaban secara tertulis yang mulia
Ketua Majelis : Jika ibuk akan menjawab secara tertulis. Apakah termohon siap
dengan jawabannya sekarang?
: Belum yang mulia, jadi saya mohon kepada majelis hakim agar
Termohon memberi
waktu dengan menunda persidangan untuk
mempersiapkan jawaban tersebut Yang Mulia.

(Majelis hakim bermusyawarah untuk penundaan sidang)


Ketua Majelis : Sidang dinyatakan terbuka untuk umum. (Ketok palu 1X)
:Untuk memberikan kesempatan kepada ibuk mempersiapkan jawaban
Ketua Majelis secara
tertulis, maka sidang ditunda dan akan dilanjutkan
pada hari Senin tanggal 19 Februari 2024 Jam 09:00
wib, diperintahkan kepada Pemohon dan Termohon
untuk hadir pada waktu tersebut tanpa dipanggil
kembali karna ini merupakan panggilan resmi. (1x
ketok Palu)

Silahkan bapak dan ibuk boleh meninggalkan ruang sidang.

Sidang dinyatakan selesai dan ditutup dengan membacakan Hamdalah. (3x ketok
Palu)
SKENARIO SIDANG KEEMPAT

(Jawaban Pemohon / Tertulis)


Ketua Majelis : Ahmad khairudin

Hakim Anggota I : Selvia Oktariani

Hakim Anggota II : Puja Hidayat

Panitera Pengganti : Sari Riski Laoli

: Udin (Sawalikal
Pemohon
Mahluli)
: Bunga (Dira putri
Termohon
lorenza)
Jurusita Pengganti : Nadhratul Marhamah
( Sidang ke IV, Senin 19 Februari 2024, Panitera memasuki ruang
sidang )

Panitera Pengganti : Majelis hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin


dimohon berdiri. ( majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk
dikursinya masing-masing )
Panitera Pengganti : Hadirin dipersilahkan duduk kembali.
Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah
diri kepada Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran persidangan kali
ini. (Berdo’a)
Ketua Majelis : Pada hari ini, senin tanggal 19 Februari 2024, sidang Pengadilan Agama
Solok dengan nomor perkara 50/pdt.g/2024/[Link] dengan mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim, dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.

( Ketuk palu 3X)


Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak dengan perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] atas
nama Udin bin Abdul Khoir sebagai pemohon dan
Bunga Anggela binti Aditya sebagai termohon,
untuk memasuki ruang sidang.

( Pemohon dan Termohon memasuki ruang persidangan )


Ketua Majelis : Bagaimana pak, hari ini sehat ?

Pemohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia.

: Bagaimana dengan ibuk, apakah


Ketua Majelis sehat ?
Termohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia.

(Upaya damai dari para Majelis Hakim).

Hakim Anggota 1 : Baiklah bapak, apakah tetap dengan keputusannya untuk


bercerai? apakah ada perubahan pikiran selama
penundaan sidang ini?
Pemohon : Tidak yang mulia, Saya tetap ingin bercerai, karena kalau dilanjutkan
saya dan Termohon akan saling tersakiti Yang Mulia.
Ketua Majelis : Baiklah bagaimana dengan ibuk, apakah ibuk siap untuk melanjutkan
sidang?

Termohon : Siap Yang Mulia

Ketua Majelis : Sidang tertutup untuk umum. (Ketuk palu 1X)


Sesuai dengan berita acara persidangan minggu lalu tanggal 12 Februari 2024
bahwa agenda hari ini yaitu memberikan kesempatan kepada Termohon untuk
menyampaikan jawabannya.

Ketua Majelis : Bagaimana ibuk, apakah jawabannya sudah siap?

Termohon : Sudah Yang Mulia

Ketua Majelis : Silahkan serahkan pada Majelis

Termohon : Baik Yang Mulia.

(Termohon menyerahkan jawaban Termohon secara tertulis kepada


Ketua Majelis)

Ketua Majelis : Bapak silahkan maju kedepan untuk mengambil


salinannya
Ketua Majelis : Apakah ibuk ingin membacakannya sendiri, atau di serahkan pada majelis
hakim?

Termohon : Di serahkan pada majelis yang mulia

: Di sini ada kovensi dan rekovensi dari Termohon silakan di dengar dan di
Ketua Majelis
pahami
Pemohon : Baik yang mulia
(Ketua Majelis membacakan jawaban dari Termohon beserta
gugatan rekonvensi)

DALAM KONVENSI ;

1. Bahwa terhadap permohonan Pemohon, Termohon


membenarkannya sepanjang tidak

Termohon bantah secara tegas dalam jawaban ini;


2. Bahwa poin 4 tidak benar, karena Termohon tidak melakukan
perselingkuhan seperti yang dikatakan oleh Pemohon. Dan
Termohon tetap melaksanakan kewajiban sebagai istri seperti
menyiapkan kebutuhan dari pemohon;

3. Bahwa tidak benar Termohon tidak perduli dengan keadaan


Pemohon, selama Pemohon dengan Termohon tinggal bersama,
Termohon tetap melayani kebutuhan Pemohon dan sampai
sekarang kalau Pemohon datang tetap disuguhi minuman;

4. Bahwa poin 6 tidak benar, karena pihak keluarga telah


berulangkali berusaha mendamaikan Pemohon dengan Termohon
dengan mendatangi rumah ibu Pemohon di Bukittinggi, baik itu
oleh keluarga Termohon maupun oleh Termohon sendiri, namun
pihak keluarga hanya bertemu dengan ibu Pemohon, sedangkan
Pemohon tidak ada di rumah, keluarga Termohon juga telah
pernah menjumpai keluarga Pemohon (paman Pemohon) untuk
mendamaikan Pemohon dengan Termohon, namun tidak berhasil ;

5. Bahwa poin 8 tidak benar, rumah tangga Pemohon dengan


Termohon sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, yang benar
apapun masalah rumah tangga yang terjadi, Termohon selalu
menghadapinya dengan sabar demi mempertahankan rumah
tangga Pemohon dengan Termohon;

6. Bahwa, pada prinsipnya Termohon tidak bersedia bercerai dengan


Pemohon, namun jika Majelis Hakim mengabulkan permohonan
Pemohon, Termohon menuntut hak-hak Termohon (rekonvensi)
sebagai berikut :

DALAM REKONVENSI ;

1. Bahwa Termohon dalam konvensi disebut sebagai Penggugat


dalam Rekonvensi dan Pemohon dalam Konvensi disebut sebagai
Tergugat dalam Rekonvensi;

2. Bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut nafkah iddah kepada


Tergugat Rekonvensi sejumlah Rp4.000.000,00 (Empat juta
rupiah);

3. Bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut nafkah muth’ah kepada


Tergugat Rekonvensi berupa uang sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga
juta rupiah);

4. Bahwa Penggugat Rekonvensi juga menuntut nafkah anak


Penggugat Rekonvensi dengan Tergugat Rekonvensi untuk masa
yang akan datang minimal sejumlah Rp2.000.000,00 (dua juta
rupiah) perbulan sampai anak tersebut dewasa atau mandiri;

5. Berdasarkan hal tersebut diatas, Penggugat memohon kepada


Majelis Hakim agar memberikan putusan sebagai berikut :
PRIMAIR:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi seluruhnya;

2. Menghukum Tergugat Rekonvensi agar membayar kepada


Penggugat Rekonvensi berupa :
- Nafkah selama masa iddah sejumlah Rp4.000.000,00
(empat juta rupiah)

- Nafkah mut‟ah sejumlah Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah)

- Nafkah satu orang anak untuk masa yang akan datang


minimal sejumlah

Rp2.000.000,- (dua juta rupiah) perbulan sampai anak tersebut dewasa atau
mandiri;

3. Biaya perkara menurut hukum;

SUBSIDAIR: Mohon putusan yang seadil-adilnya;


Ketua Majelis : Apakah ada perubahan atau tambahan dalam jawaban dan rekovensi buk?

Termohon : Tidak ada Yang Mulia

Ketua Majelis : Apakah bapak sudah mengerti atas jawaban konvensi dan gugatan rekovensi
dari ibuk?

Pemohon : Sudah Yang Mulia

Ketua Majelis : untuk mengatasi ini bapak memiliki hak untuk menanggapi jawaban dari ibuk
yang namanya replik konvensi dan jawaban rekonvensi, dan untuk menjawab
rekonvensi namanya jawaban rekonvensi. apakah bapak akan memberikan
Replik dan jawaban rekonvensi secara Lisan atau tertulis?
: Saya menjawabnya secara tertulis yang mulia, dan tolong sidang di tunda
Pemohon yang mulia
(Majelis Hakim Bermusyawarah)
Hakim ketua : Sidang dinyatakan terbuka untuk umum.(Ketuk Palu 1X)
Hakim Ketua : Untuk memberi waktu kepada Pemohon dalam menyiapkan Replik secara
tertulis dan jawaban atas rekovensi secara tertulis, maka sidang ditunda selama
satu minggu dan akan dilanjutkan pada hari Senin tanggal 26 Februari 2024
jam 09:00 WIB, diperintahkan kepada Pemohon dan Termohon untuk hadir
pada waktu tersebut tanpa dipanggil kembali karna ini merupakan panggilan
resmi. ( Ketok palu 1X )
Hakim Ketua : Baiklah karena tidak ada lagi perkara yang akan disidangkan, maka sidang
dinyatakan selesai dan ditutup dengan membacakan Alhamdulillahir (Ketok
palu 3X )
SKENARIO SIDANG KELIMA

(Replik Konvensi dan Jawaban Rekonvensi)


Ketua Majelis : Selvia Oktariani

Hakim Anggota I : Filzah Asyet

Hakim Anggota II : Sawalikal Mahluli

Panitera Pengganti : Puja Hidayat

Pemohon : Udin (adrison)

: Bunga (Niken
Termohon
emila)
Jurusita Pengganti : Ahmad khairuddin
(Sidang V Senin, tanggal 26 Februari 2024, Panitera memasuki
ruang sidang).

Panitera :Majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin


dimohon berdiri. ( Majelis hakim memasuki ruang sidang dan
duduk dikursinya masing-masing )
Panitera : Hadirin dipersilahkan duduk kembali.
Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah
diri kepada Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran persidangan kali
ini.
(Berdo’a hening sebentar).
Ketua Majelis : Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim sidang perkara cerai
telak hari Senin tanggal 26 Februari 2024, Pengadilan Agama Solok
perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] dengan ini sidang dibuka dan
dinyatakan terbuka untuk umum. (ketuk palu 3x).
: Dipanggil para pihak perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] atas nama
Panitera Udin
bin Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti
Aditya dipersilahkan memasuki ruang sidang.
( pemohon dan termohon memasuki persidangan )

Ketua Majelis : Apakah bapak sehat? dan siap untuk mengikuti persidangan hari ini ?

Pemohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia. Saya siap untuk mengikuti persidangan

pada hari ini.


Ketua Majelis : Bagaimana dengan ibuk, apakah ibuk dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti persidangan pada hari ini ?
Termohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia. Saya siap.

( Upaya damai dari hakim majelis di awal sidang dari Hakim


Junior-Seniorr)
Ketua Majelis : Bagaimana pak, semenjak sidang ditunda pada minggu yang lalu,
apakah ada niatan bagi pemohon untuk damai kembali dengan ibuk?

Pemohon : Tidak Yang Mulia,

Ketua Majelis : apakah masih tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan pak, selama
penundaan sidang ini?
Pemohon : Tidak Yang Mulia, saya sudah tidak bisa lagi melanjutkan hubungan
pernikahan ini ang Mulia, karena saya rasa tidak ada lagi kecocokan
diantara kami berdua.

Ketua Majelis : Bagaimana dengan ibuk?

Termohon : Lanjutkan saja persidangan ini yang Mulia.

: Karena upaya damai yang telah kami lakukan untuk mendamaikan


Ketua Majelis kembali
kedua belah pihak tidak berhasil, maka
sidang dilanjutkan. (Sidang tertutup untuk umum) ( ketuk palu 1x )
Ketua Majelis : Sesuai dengan berita acara persidangan pada minggu lalu, tanggal 19
Februari 2024 bahwa agenda hari ini adalah pembacaan replik konvensi
dan jawaban rekonvensi dari pihak pemohon, bapak sudah siap dengan
Replik dan jawabannya?

Pemohon : Sudah Yang Mulia


Ketua Majelis : Silahkan berikan salinannya kepada kami

(Pemohon Menyerahkan Replik kepada Ketua Majelis)


Ketua majelis : Ibuk silahkan maju kedepan untuk mengambil salinannya
Ketua Majelis : Apakah bapak akan membacakan sendiri atau diserahkan saja kepada
majelis?

Pemohon : saya sendiri yang akan membacakan yang mulia


Maninjau, 26 Februari 2024

Nomor Perkara 50/Pdt.G/2024/[Link]

Perihal : Replik Pemohon

Kepada yang terhormat,

Majelis Hakim Pengadilan Agama Solok

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Udin bin Abdul Khoir

Umur : 30 Tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat : Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok

Kewarganegaraan : Indonesia
Selanjutnya disebut sebagai Pemohon,

Pemohon mengajukan permohonan cerai terhadap :


Nama : Bunga Anggela binti Aditya

Umur : 28 Tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

: Tanah Garam , Kecamatan Lubuk Sikarah , Kota


Alamat
Solok
Kewarganegaraan : Indonesia
Selanjutnya sebagai Termohon

Saya selaku Pemohon dalam kesempatan ini


mengajukan dan menyampaikan Replik atas jawaban
pihak Termohon tertanggal 26 Februari 2024, yaitu
sebagai berikut :
REPLIK KONVENSI :

1. Bahwa, tidak benar Termohon tidak melakukan perselingkuhan


karena pada kenyantaannya Pemohon melihat sendiri Termohon
melakukan perselingkuhan di depan mata Pemohon sendiri.
Sepanjang yang Pemohon tau, perselingkuhan Termohon telah
berlangsung lebih kurang selama 1 tahun, dalam keseharian
Termohon tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang istri
seperti nafkah lahir dan bathin. Anak kami tidak mendapatkan kasih
sayang seorang ibu dikarenakan termohon sibuk mengurus diri
pribadi dan selingkuhannya.

2. Bahwa, tidak benar keluarga Termohon datang ke rumah pemohon


untuk menemui Pemohon dan keluarga Pemohon.
3. Bahwa, benar terjadi perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon
dangan Termohon dikarenakan Pemohon sering melihat tindakan
Termohon yang sering melakukan telfonan, video call, dan bahkan
tetangga sekitar melihat secara langsung Termohon bertemu dengan
laki-laki tersebut.

JAWABAN REKONVENSI :

1. Bahwa terhadap tuntutan Penggugat Rekonvensi mengenai nafkah


iddah, Tergugat menyatakan hanya sanggup memenuhi tuntutan
Penggugat Rekonvensi sejumlah
Rp1.000.000,- (satu juta rupiah) karena tergugat Rekonvensi tidak
memiliki uang simpanan, selama ini Tergugat Rekonvensi yang
menanggung seluruh biaya hidup dan biaya pendidikananak-anak;

2. Bahwa, terhadap tuntutan Penggugat Rekovensi mengenai nafkah


mut’ah, Tergugat Rekovensi hanya sanggup memenuhi tuntutan
Penggugat Rekovensi sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima
ratus ribu rupiah),

3. Bahwa, terhadap tuntutan Penggugat Rekonvensi mengenai


nafkah anak Penggugat

Rekonvensi dengan Tergugat Rekonvensi, Tergugat Rekonvensi


sanggup memenuhi tuntutan Penggugat Rekovensi sejumlah
Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) setiap bulan dengan
kenaikan 10 persen setiap tahunnya sampai anak tersebut dewasa
atau mandiri;

4. Maka berdasarkan hal-hal di atas, dengan ini Pemohon mohon


kiranya Majelis yang mengadili

perkara ini berkenan memutuskan, mengabulkan permohonan


pemohon seluruhnya.

Hormat,
Pemohon

Udin

Ketua Majelis : Silahkan pak duduk kembali. apakah ada perubahan atau tambahan dalam replik ini?

Pemohon : Tidak ada. Saya rasa sudah cukup Yang Mulia.


Ketua Majelis : Bagaimana ibuk apakah mengerti dengan replik dan balasan rekonvensi yang
dibacakan oleh bapak ?

Termohon : Mengerti Yang Mulia


Ketua Majelis : kita masuk ke pemeriksaan selanjutnya yaitu tahap duplik dalam konvensi dan jaw
dalam rekonvensi, apakah ibuk sudah siap dengan dupliknya?

Termohon : Belum Yang Mulia,

Ketua Majelis : Termohon akan memberikan dupliknya secara tertulis atau lisan
: Saya mohon diberi waktu untuk menyiapkan duplik ini secara tertulis dan men
Termohon sidang Yang
Mulia.

(Majelis Hakim Bermusyawarah)

( Sidang dinyatakan terbuka untuk umum ) (Ketuk Palu 1x)

Ketua Majelis : Baiklah, karena sidang hari ini Termohon belum bisa memberikan duplik
dalam konvensi dan

replik dalam rekonvensinya secara tertulis, sidang ditunda dan akan


dilanjutkan pada hari Senin tanggal 04 Maret 2024 jam 09:00 WIB,
diperintahkan kepada Pemohon dan Termohon untuk hadir pada
waktu tersebut tanpa dipanggil kembali karena itu merupakan
panggilan resmi( 1 x ketok palu )
Ketua Majelis : Baiklah karena tidak ada lagi perkara yang disidangkan, maka Sidang
dinyatakan selesai dan

ditutup dengan membacakan Hamdallah. (3xketok palu)

SKENARIO SIDANG KEENAM

(Duplik kovensi dan replik rekonvensi tertulis, duplik rekonvensi lisan)


Ketua Majelis : Sawalikal Mahluli

Hakim Anggota I : Febyta Herlambang

Hakim Anggota II : Ahmad Khairudin

Panitera Pengganti : Nadhratul Marhamah

Pemohon : Udin (Adrison)

: Bunga (Selvia
Termohon
oktariani)
Jurusita Pengganti : Muhammad Al Fajri
(Sidang VII Senin, tanggal 04 Maret 2024, Panitera memasuki ruang sidang)

Panitera :Majelis hakim memasuki ruang sidang,


hadirin dimohon berdiri
(Majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursinya masing-masing)

Panitera : Hadirin disilahkan duduk kembali


Ketua Majelis :Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah diri
kepada Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran persidangan kali ini.
(berdo‟a)
Ketua Majelis :Dengan mrngucapkan Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini senin
tanggal 04 Maret 2024, sidang Pengadilan Agama Solok dengan Nomor
Perkara: 50/Pdt.G/2024/[Link] dibuka dan dinyatakan terbuka untuk
umum (ketuk palu 3x)
Panitera : Dipanggil para pihak perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] atas Udin
bin Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti Aditya.
(para pihak memasuki ruang sidang)
Ketua Majelis : Apakah bapak dalam keadaan sehat?
Pemohon :Alhamdulillah sehat Yang Mulia.
Ketua Majelis :Apakah ibuk sehat hari ini?
Termohon : Sehat Yang Mulia

(Majlis hakim memberi upaya damai pada P dan T)


Ketua Majelis : Apakah ada perubahan pikiran dari bapak untuk berdamai saja dan
mencabut gugatannya ?
Pemohon : Tidak ada yang mulia, saya tetap pada pendiriannya

Ketua Majelis : Bagaimana dengan ibuk, apakah sidang ini dapat dilanjutkan?

Termohon : Lanjutkan saja persidangannya Yang Mulia.

Ketua Majelis : Oleh karena pemohon dan termohon tetap pada pendiriannya sidang
dilanjutkan dan dinyatakan(tertutup untuk umum) (ketok palu 1x)

Ketua Majelis : Persidangan hari ini untuk menerima duplik Termohon secara tertulis
dan replik rekovensi secara tertulis, apakah sudah disiapkan?

Termohon : Sudah Yang Mulia (diserahkan kepada majelis hakim)

Ketua Majelis : Bapak silahkan ambil salinannya ke depan


(majelis hakim mempelajari duplik pemohon)
Ketua Majelis : Apakah ibuk ingin membacakannya sendiri atau
diserahkan ke majelis hakim ?

Termohon : Sendiri yang mulia

Ketua Majelis : Silakan dibacakan

(termohon membacakan duplik konvensi dan replik rekonvensi)

DUPLIK dalam KONVENSI :

1. Bahwa, tidak benar Termohon selingkuh seperti tuduhan


pemohon

2. Bahwa, selain duplik diatas, Termohon tetap dengan jawaban


Termohon dan memberikan penambahan terhadap perlakuan
Pemohon selama ini kepada Termohon, yaitu Pemohon terlalu
cemburu kepada Termohon dan sering marah- marah;
3. Bahwa, anak Pemohon dan Termohon yang bernama
Muhammad Rendy mengalami ketakutan karena sering
melihat Pemohon dan Termohon bertengkar;
REPLIK dalam REKONVENSI :

Penggugat menyatakan tetap dengan gugatan rekonvensi


Penggugat
Ketua Majelis : Kepada bapak apakah ada tambahan terhadap duplik Kovensi dan
replik rekonvensi dari ibuk tersebut ?
Termohon : Tidak Yang Mulia, saya rasa cukup.
Ketua Majelis : Apakah bapak mengerti dengan duplik Kovensi dan replikrekovensi
yang telah dibacakan?

Pemohon : Mengerti Yang Mulia


Ketua Majelis : Oleh karena duplik konvensi dan replik rekonvensi dari ibuk telah
diterima, apakah bapak akan menyampaikan duplik rekonvensinya
secara tertulis atau lisan?
Pemohon : Lisan yang mulia

Ketua Majelis : Silakan sampaikan pak

Pemohon : Saya tetap pada jawaban rekonvensi kami yang mulia


Ketua Majelis : Oleh karena duplik rekonvensi sudah disampaikan oleh Pemohon,
maka pemeriksaan jawab menjawab dianggap cukup, dan tahap
berikutnya adalah pembuktian. Apakah bapak telah siap dengan alat-
alat bukti pada hari ini?
Pemohon : Belum siap Yang Mulia, Insyaallah pada sidang yang akan datang saya
siap. Saya mohon sidangnya ditunda untuk mempersiapkan alat-alat
bukti Yang Mulia.
Ketua Majelis : Baiklah, untuk pembuktian disidang ini bisa berupa bukti tertulis dan
bukti saksi. Kalo bukti tertulis dilegalisir dikantor pos serta
membawanya yang asli. Jika bukti saksi minimal 2 orang yang tau
masalah rumah tangga pemohon dan termohon. Bagaimana pemohon
apakah sudah jelas?
Pemohon : sudah jelas yang mulia
(Majelis Hakim Bermusyawarah)

Ketua Majelis : Sidang dinyatakan dibuka untuk umum (ketok palu 1x)

Ketua Majelis :Baiklah oleh karena Pemohon belum siap dengan alat-
alat buktinya pada hari ini, maka sidang ditunda dan
akan dilanjutkan pada hari Senin 11 Maret 2024 jam
09.00 WIB untuk pembuktian, diperintahkan kepada
Pemohon dan Termohon untuk hadir pada waktu
tersebut tanpa dipanggil kembali karena ini
merupakan panggilan resmi. (ketuk palu 1x).
Sidang dinyatakan selesai dan ditutup dengan
membacakan Hamdalah. (ketok palu 3x)
SKENARIO SIDANG KETUJUH

(Pembuktian Secara Tertulis)


Ketua Majelis : Niken Emila

Hakim Anggota I : Nadratul marhamah

Hakim Anggota II : Selvia Oktariani

Panitera Pengganti : Febyta herlambang

: Udin (Muhammad al
Pemohon
fajri)

Termohon : Bunga (Sari riski laoli)

Jurusita Pengganti : Filzah Asyet

(Sidang VII Senin, tanggal 11 Maret 2024, Panitera memasuki ruang sidang)
Panitera Pengganti : Majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin
dimohon berdiri.

(Majelis hakim memasuk i ruang sidang dan duduk di kursinya masing-masing)

Panitera Pengganti : Hadirin dipersilahkan duduk kembali

Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah

dirikepada Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran persidangan kali ini.

(berdo’a).

Ketua Majelis : Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim sidang pengadilan


agama

Solok dengan perkara No:50/Pdt.G/2024/[Link]


Pada hari ini Senin tanggal 11 Maret 2024, sidang
dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum
(ketuk palu 3x).

Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak perkara Nomor:


50/Pdt.G/2024/[Link] atas nama Udin

bin Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti


Aditya untuk memasuki ruang persidangan

(Pemohon dan Termohon memasuki


ruang sidang) Ketua Majelis : Bagaimana pak fajri,
apakah hari ini sehat?
Pemohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia.

Ketua Majelis : Bagaimana dengan ibuk, hari ini sehat?

Termohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia.

(Upaya damai dari hakim majelis dari hakim Junior-Senior)


Ketua Majelis : bagaimana pak, apakah ada perubahan pikiran untuk berdamai saja?
Pemohon : Tidak ada yang mulia, saya tetap pada pendiriannya
Ketua Majelis : Bagaimana kalau permohonannya dicabut saja dan berdamai kembali
dengan ibuk?
Pemohon : Tidak Yang Mulia, sepertinya tidak bisa lagi melanjutkan
hubungan pernikahan ini, karena kalau saya melanjutkannya,
dikhawatirkan kami saling tersakiti Yang Mulia, dan hak dan
kewajiban masing-masing tidak bisa terpenuhi lagi Yang Mulia.

Ketua Majelis : bagaimana ibuk, apakah siap untuk melanjutkan sidang?

Termohon : Siap Yang Mulia.


Ketua Majelis : karna upaya damai tidak berhasil sesuai berita acara sidang minggulalu, ag
kita hari ini yaitu pembuktian. (sidang tertutup untuk umum) (ketok palu 1
Ketua Majelis : apakah bapak sudah siap dengan buktinya?

Pemohon : Sudah siap Yang Mulia

Ketua Majelis : Silahkan antarkan ke depan


Pemohon : Baik yang mulia, (lalu menyerahkan bukti surat berupa

Kutipan akta nikah lalu diberi kode (P) dan bukti Foto)

(Hakim ketua bermusyawarah dengan majelis hakim)


Hakim Ketua : saudari sari silahkan kedepan.

Termohon : (Berjalan ke depan)

Hakim Ketua : Apakah betul nama yang ada di buku nikah ini nama saudari?

Termohon : Iya benar yang Mulia.

Ketua Majelis : Apakah Foto ini dijadikan bukti pak?

Permohon : Iya Yang Mulia


Ketua Majelis : Apakah ada bukti tertulis lagi pemohon?
Pemohon : Tidak ada yang mulia
Ketua Majelis : Apakah bapak membawa saksi sekarang?

Pemohon : Tidak ada yang mulia, mohon sidangnya ditunda yang mulia
Ketua Majelis
: Kalau begitu pemohon harus menghadirkan saksi tidak boleh
anak kandungdan anak anak dan minimal 2 orang begitupun
termohon jika ingin menghadirka pembuktian .
Pemohon : Baik yang mulia
Ketua Majelis : Sidang dinyatakan terbuka untuk umum (Ketuk Palu 1 X)

Baiklah, karena sidang hari ini pemohon tidak membawa saksi,


maka sidang hari ini ditunda dan akan dilanjutkan
dengan agenda mendengarkan saksi dari pemohon pada
hari Senin 18 Maret 2024 pukul 09:00 WIB,
diperintahkan kepada Pemohon dan termohon untuk hadir
pada waktu tersebut tanpa dipanggil kembali. (ketuk palu
1x)
Hakim Ketua : Baiklah karena tidak ada lagi perkara yang disidangkan, maka
sidang dinyatakan selesai dan ditutup dengan membacakan
Hamdallah (3 x ketok palu)
SKENARIO SIDANG KEDELAPAN

(Pemeriksaan Saksi Dan Pemohon)


Ketua Majelis : Filzah Asyet

Hakim Anggota I : Muhammad Al Fajri

Hakim Anggota II : Sari Riski Laoli

Panitera Pengganti : Selvia oktariani

Pemohon : Udin (Ahmad khairuddin)

: Bunga (Nadratul
Termohon
marhamah)

Saksi I :Niken Emila

Saksi II : Dira Putri Lorenza

Jurusita Pengganti : Adrison


(Sidang VIII, Senin 18 Maret 2024, panitera pengganti memasuki ruangan sidang)

Panitera pengganti : Majelis hakim akan memasuki ruang sidang,


hadirin dimohon berdiri.

(Majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursinya masing-masing).


Panitera : Hadirin dipersilahkan duduk kembali.

Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah diri
kepada Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran persidangan kali ini.

(berdo‟a).

Ketua Majelis : Pada hari Senin 18 maret 2024, sidang Pengadilan


Agama Solok Nomor Perkara 50/Pdt.G/2024/[Link]
dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim
dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum (ketuk
palu 3x).

Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak perkara Nomor:


50/Pdt.G/2024/[Link]. Atas Nama

Udin bin Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti


Aditya

(Pemohon dan termohon memasuki persidangan )

: Bapak bagaimana kabarnya, apakah


Ketua Majelis
sehat?
Pemohon : Alhamdulillah sehat yang mulia
Ketua Majelis : Ibuk bagaimana kabarnya, apakah
sehat?

Termohon : Alhadulillah saya juga sehat yang


mulia

(Upaya Damai Oleh Majelis Hakim Junior-Senior)

Ketua Majelis : Baiklah sesuai dengan berita acara persidangan pada


minggu lalu, bahwa agenda persidangan hari ini yaitu
pembuktian dari pihak pemohon.
(Sidang ditutup untuk umum, ketuk palu 1x)

Ketua Majelis : bapak apakah ada membawa saksi?

Pemohon : Ada yang mulia


Ketua Majelis : Baik, kepada Panitera dipersilahkan untuk memanggil saksi-saksi dari
Pemohon.
Panitera Pengganti : Dipanggil saksi-saksi dari perkara Nomor: 50/Pdt.G/2024/[Link] atas
nama Niken Emila sebagai saksi I dan Dira Putri Lorenza sebagai
saksi ke II untuk memasuki ruang sidang
(Saksi-saksi Pemohon memasuki ruang sidang)

H. Anggota 1 : Bagaimana pak buk, apakah dalam keadaan sehat?

Saksi 1 : Alhamdulillah sehat yang mulia

Saksi II : Alhamdulillah saya juga sehat yang mulia

H. Anggota 1 : Baik, sebelum bapak dan ibuk dimintai keterangannya,


kami akan menanyakan identitas terlebih dahulu.

H. Anggota 1 : Benar ini dengan Niken Emila, umur 28 tahun,


agama islam, pendidikan terakhir S1?

Saksi 1 : Benar yang mulia


H. Anggota 1 : Siapa nama ayah saudari?

Saksi 1 : Abdul Khoir yang mulia

H. Anggota 1 : Dimana saudari tinggal?

Saksi 1 : saya tinggal di Batu Hampa Ujung Bukit yang Mulia

H. Anggota 1 : Pekerjaan ibuk apa?


Saksi 1 : pekerjaan saya pedagang yang mulia
H. Anggota 1 : apa hubungan ibuk dengan bapak?

Saksi 1 : saya adiknya yang mulia


H. Anggota 1 : Baiklah Selanjutnya saksi 2, benar ini dengan saudari Dira Putri
Lorenza?
Saksi 2 : benar yang mulia

H. Anggota 1 : berapa umur saudari sekarang?

Saksi 2 : sekarang umur saya 27 tahun yang mulia


H. Anggota 1 : agama islam, pendidikan terakhir SMA benar?

Saksi 2 : benar yang mulia

H. Anggota 1 : Siapa nama ayah saudari?

Saksi 2 : Hansen yang mulia

H. Anggota 1 : apa hubungan ibuk dengan bapak udin?


Saksi 2 : saya tetangga dekat rumahnya yang mulia

H. Anggota 1 : Ibuk tinggal dimana?

Saksi 2 : saya tinggal di Gurun Tanjung yang mulia


H. Anggota 1 : Pekerjaanya apa buk?
Saksi 2 : pekerjaan saya pedagang yang mulia

Ketua Majelis : Baiklah, sebelum memberikan keterangan, kalian akan kami sumpah terlebih
dahulu, Silahkan berdiri (Saksi disumpah oleh
Majelis Hakim). Ikuti apa yang saya katakan.
“Bismillahirrahmanirrahim, Wallahi, Demi Allah
saya bersumpah akan memberikan keterangan
yang benar tiada lain dari pada yang sebenarnya
di persidangan ini”
Hakim Anggota I : Silahkan duduk kembali, Baiklah saya akan memeriksa saksi I terlebih
dahulu, saksi II boleh keluar dulu

Saksi II : Baik yang mulia

Hakim Anggota 1 : Apakah saudari kenal dengan ibuk ini?


Saksi I : Kenal yang mulia, beliau istri dari kakak saya yang mulia
Hakim Anggota 1 : Setau saudari kapan bapak dan ibuk ini menikah?
Saksi I : Kakak saya menikah pada tahun 2018 di Lubuk Sikarah yang
mulia
Hakim Anggota I : Apakah saudari tau berapa anak bapak dan ibuk ini?

Saksi I : Tau yang mulia, satu orang yang mulia

Hakim Anggota I : Siapa nama anaknya buk?


Saksi I : Rendy yang mulia
Hakim Anggota 1 : Dimana bapak udin dan ibuk bunga tinggal bersama setelah
menikah? Apakah saudari mengetahuinya?

Saksi I : yang saya tahu Setelah menikah mereka


tinggal di Lubuk Sikarah selama 5 tahun yang
mulia

Hakim Anggota 1 : Bagaimanakah keadaan rumah tangga mereka yang saudari


ketahui?

Saksi I : Pada awalnya rukun-rukun saja yang mulia, namun setahun


belakangan ini tidak rukun lagi sehingga pisah
rumah yang mulia.

Hakim Anggota 1 : Apa penyebabnya tu buk? Yang ibuk ketahui

Saksi 1 : Yang saya tau isteri abang saya ini jalan sama cowo lain yang
mulia, jadi ceritanya waktu itu saya lagi di luar trus
saya liat kok ada yang mirip kak Bunga, eh
ternyata memang kak Bunga yang mulia, dia lagi
duduk di cafe berduaan sama cowo, nah mereka ini
pegangan tangan gitu yang mulia, saya foto lahkan,
saya kasih tau ke bang Udin/suaminya.
Hakim Anggota 1 : trus apa kata abang saudari?

Saksi 1 : sharerlock abang kesana katanya, trus pas sampai sana bertengkar
lah mreka yang mulia, mau tonjok-tonkokkan
mereka, di lerai sama orang-orang disana,
pokoknya bertengkar mreka disana yang mulia, adu
mulut lah abang saya
sama kak Bunga.

Hakim Anggota 1 : Saudari kenal sama cowok itu?

Saksi1 : tidak yang mulia.

Hakim Anggota 1 : kapan kejadiannya?

Saksi 1 :Tanggal 10 maret 2023 itu yang mulia, pas mereka


pulang kerumah, mereka bertengkar lagi. Trus kak
Bunga ini pergi dia dari rumah, dibawa anaknya
juga.
Hakim Anggota : Saudari tau pergi kemana isteri abang saudari? trus perginya itu kapan?

Saksi 1 : pergi kerumah orang tuanya yang mulia, pas di hari itu juga yang mulia.

Hakim Anggota 1 : Berapa lama abang saudari dan isterinya pisah rumah?
Saksi 1 : Pisahnya dari tanggal 10 Maret, berarti udah hampir 1 tahun lah yang
mulia.
Hakim Anggota 1 : Oke, sebelum-sebelumnya ada nggak mreka bertengkar yang saudari
dengar atau saudari lihat langsung?
Saksi 1 : Ada yang mulia

Hakim Anggota 1 : Nah kapan itu?, apa penyebabnya?


: Waktu itu sekitaran bulan Februari yang mulia waktu saya pergi main
Saksi I ke
rumah abang saya ini, bertengkarnya yang saya
dengar dan lihat langsung karna kak Bunga ini
sibuk main hp aja, abang saya baru pulang kerja
sore itu, makanan nggak ada. Trus kata abang saya
juga kak Bunga ini gak mau melayani dia yang
mulia, soalnya abang saya cerita apa-apa kesaya.
Hakim Anggota 1 : Jadi saudari melihat langsung nih ya
pertengkarannya, trus apakah ada usaha
perdamaian yang dilakukan oleh keluarga kedua
belah pihak agar rumah tangga abang saudari dan
isterinya ini baik kembali?

Saksi I : Ada, paman saya(paman dan famili) datang menjemput kak


bunga ke Gurun Tanjung dua kali yang mulia

Hakim Anggota 1 : Selama abang saudari ditinggalkan apakah saudari


melihat abang saudari memberi belanja kepada
isteri dan anaknya?

Saksi I : Ada yang mulia, abang saya masih memberikan belanja untuk
isteri dan anaknya yang mulia

Hakim Anggota 1 : Dari mana saudari tau?

Saksi I : Saya melihat dan mendengar sendiri yang mulia

Hakim Anggota I : Baiklah, bapak udin apakah ada yang ingin ditanyakan kepada
saksi ?
Pemohon : tidak ada yang mulia
Hakim Anggota I : Baiklah, ibuk bunga apakah ada yang ingin ditanyakan kepada
saksi 1?

Termohon : Tidak yang mulia


Hakim Anggota I : Baiklah selanjutnya pemeriksaan saksi ke II

(Saksi kedua di panggil kembali memasuki ruangan sidang)

Hakim Anggota II : Apakah saudari kenal dengan ibuk ini ?


Saksi II : Kenal yang mulia, dia isteri pak udin
Hakim Anggota II : Sejak kapan saudari menjadi tetangga beliau ?
Saksi II : Dari tahun 2018 yang mulia, saya sudah tinggal lebih dulu
disana sebelum pak udin dan ibuk bunga tinggal bersama
disana
Hakim Anggota II : Apakah saudari tau berapa orang anak pak udin dan buk
bunga?

Saksi II : Tau yang mulia, satu orang yang mulia

Hakim Anggota II : Siapa nama anaknya buk?

Saksi II : Randy yang mulia

Hakim Anggota II : saudari tau tidak pak udin dan dan isterinya pisah rumah?

Saksi II : Tau yang mulia,


Hakim Anggota II : Sudah berapa lama pisahnya?

Saksi II : Sekitar bulan Februari yang mulia, kalo sampe sekarang udah
hampir 1 tahun yang mulia.
Hakim Anggota II : Oke jadi selama ini Saudari tau tidak kalau ibuk
bunga ini selingkuh? Pernah mendengar atau
melihat secara langsung gitu
Saksi II : kalo itu bukan maksud saya nuduh ya yang mulia tapi waktu
itu saya pernah liat buk bunga ini di jemput sama
cowok pakai motor Vario Merah tapi saya gak tau
cowok itu siapa, itu kejadiannya waktu suaminya
sudah pergi berangkat kerja yang mulia.
Hakim Anggota II : Kapan itu saudari?
Saksi II : Sekitar bulan Februari yang mulia, waktu itu
sekitar jam 1 siang lah.

Hakim Anggota II : Trus apakah saudari pernah melihat atau mendengar


kalau buk bunga ini tidak melaksanakan tugasnya
sebagai seorang istri?
Saksi II : kalau itu saya kurang tau yang mulia.

Hakim Anggota II : Baiklah setau saudari Apakah tidak ada usaha


perdamaian yang dilakukan oleh keluarga kedua
belah pihak agar rumah tangga pak udin dengan
isterinya baik kembali?
Saksi II : Ada, keluarga pak udin datang untuk menyelesaikan masalah itu, berhasil atau
tidaknya saya kurang tau yang mulia.
Hakim Anggota II : Selama pak udin ditinggalkan oleh isterinya apakah saudari melihat pak
udin memberi belanja kepada isteri dan anaknya?

Saksi II : Kalau masalah itu saya tidak terlalu mengetahui yang mulia
Hakim Anggota II : Pak udin, apakah ada yang akan ditanyakan kepada saksi?
Pemohon : Tidak yang mulia, saya rasa sudah cukup yang mulia

Hakim Anggota II : Ibuk bunga, apakah ada yang akan ditanyakan kepada saksi?

Termohon : tidak yang mulia


Ketua Majelis : Oke, terimakasih atas persaksiannya kalau begitu saksi boleh keluar.

(Para saksi meninggalkan ruangan sidang)


Ketua Majelis : Sidang dinyatakan terbuka untuk umum (Ketuk Palu 1x)
Ketua Majelis : Baiklah saudari Termohon, apakah saudari Termohon akan
mengajukan bukti pada hari ini?
Termohon : Tidak, saya belum siap yang mulia. Mohon sidang ditunda untuk
pembuktian dari saya yang mulia

(Majelis Hakim Bermusyawarah)

Ketua Majelis :Karena pihak Termohon belum siap dengan alat bukti dan saksi- saksinya,
maka pemeriksaan pada hari ini di anggap cukup,
sidang di tunda dan akan dilanjutkan pada hari Senin
25 Maret 2024 diperintahkan kepada pemohon dan
Termohon untuk hadir pada waktu tersebut tanpa
dipangil kembali kara ini merupakan panggilan resmi
(1 X ketok Palu). Sidang dinyatakan selesai dan
ditutup dengan membacakan Hamdalah ( 3X ketok
Palu)

SKENARIO SIDANG KESEMBILAN

(Pemeriksaan Saksi Dan Pemohon)


Ketua Majelis : Puja Hidayat

Hakim Anggota I : Sawalikal mahluli


Hakim Anggota II : Dira putri lorenza

Panitera Pengganti : Ahmad Khairudin

: Udin (Muhammad al
Pemohon
fajri)

Termohon : Bunga (Filzah asyet)

Saksi I : Filzah Asyet

Saksi II : Selvia oktariani

Jurusita Pengganti : Febyta Herlambang

(Sidang X, Senin 25 Maret 2024, panitera pengganti memasuki ruangan sidang)

Panitera pengganti : Majelis hakim akan memasuki ruang sidang,


hadirin dimohon berdiri.

(Majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursinya masing-masing).

Panitera Pengganti : Hadirin dipersilahkan duduk kembali.

Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah
diri kepada Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran persidangan kali
ini.
(berdo‟a).
: Pada hari ini, senin tanggal 25 Maret 2024, sidang Pengadilan Agama
Ketua Majelis Solok
dengan nomor perkara: 50/Pdt.G/2024/[Link]
dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim
sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum
(ketuk palu 3x).
Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak perkara Nomor:
50/Pdt.G/2024/[Link] Atas nama

Udin bin Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti Aditya (Pemohon

dan Termohon memasuki persidangan )


Ketua Majelis : Bagaimana pak, apakah hari ini
sehat?

Pemohon : Alhamdulillah sehat yang mulia


Ketua Majelis : Bagaimana kabarnya ibuk?
Termohon : Alhamdulillah sehat yang mulia

(Upaya Damai Dari Majelis Hakim dari Junior-Senior)

Ketua Majelis : Bagaimana pak semenjak penundaan sidang minggu


lalu, apakah ada keinginan untuk mencabut
gugatannya dan kembali membina rumah tangga
dengan istrinya ?
Pemohon :Tidak ada yang mulia, saya tetap dengan pendirian dan tidak ingin lagi
melanjutkan pernikahan tersebut mulia.
Ketua Majelis : Bagaimana ibuk, apakah siap untuk melanjutkan sidang?

Termohon : Siap Yang Mulia

Ketua Majelis : Apakah ibuk sudah siap dengan alat bukti pada hari ini ?

Termohon : Sudah yang mulia

Ketua Majelis : Baik, Sesuai penundaan sidang minggu lalu maka sidang akan kita
lanjutkan dengan agenda pembuktian dari pihak Termohon.
Sidang ditutup untuk umum (ketuk palu 1x)

Ketua Majelis : Saudari Termohon alat bukti apa yang sudah disiapkan?
Termohon : Saya mempunyai alat bukti tertulis dan saksi yang mulia
Ketua Majelis : Silahkan antarkan salinannya kedepan
Termohon : Berupa akta kepemilikan yang mulia

(termohon menyerahkan berkas kepada majelis hakim)

(majelis hakim memeriksa alat bukti yang diberikan termohon)

Ketua Majelis : bapak silahkan maju kedepan untuk melihat alat bukti
ini, apakah benar kepemilikan disini milik bapak?

(pemohon maju kedepan untuk memeriksa alat bukti dari termohon)

Pemohon : b ena r ya ng mu l ia
Ketua Majelis : Baiklah, alat bukti yang diberikan oleh ibuk bunga akan dijadikan
bahan pertimbangan oleh Majelis Hakim. Bagaimana buk apakah masih
ada alat bukti tertulis lainnya?

Termohon : Alat bukti tertulisnya cukup yang mulia. Untuk pembuktian lainnya
saya membawa 2 orang saksi.

Ketua Majelis : Baik, kepada Panitera dipersilahkan untuk memanggil saksi-saksi dari
Termohon

Panitera Pengganti : Dipanggil saksi-saksi dari perkara Nomor:


50/Pdt.G/2024/[Link] atas nama Filzah asyet
sebagai saksi I dan Selvia oktariani sebagai saksi ke
II untuk memasuki ruang sidang.

(Saksi-saksi Termohon memasuki ruang sidang)

Ketua Majelis : Baik, sebelum saudari diminta keterangannya, maka kami


akan menanyakan identitas terlebih dahulu.
Ketua Majelis : Apa benar dengan Ibuk filzah?

Saksi I : benar saya Yang Mulia

Ketua Majelis : Tanggal lahir 26 April 1972, Agama Islam, apakah betul ?

Saksi I : Betul yang mulia

Ketua Majelis : Pendidikan terakhirnya apa saudari?

Saksi I : S.1 Yang mulia


Ketua Majelis : Pekerjaan?
Saksi I : Karyawan Swasta
Ketua Majelis : Dimana alamat rumahnya buk?

Saksi I : Di Gurun Tanjung yang mulia

Ketua Majelis : Hubungan ibuk dengan ibuk bunga apa?


Saksi 1 : Saya ibu kandung dari Bunga yang Mulia
Ketua Majelis : Selanjutnya , apa benar dengan saudari selvia?
Saksi II : banar yang mulia

Ketua Majelis : Apa hubungan saudari dengan buk Bunga?


Saksi II : Saya kakak kandung Bunga yang mulia

Ketua Majelis : pendidikan terakhir bapak apa?

Saksi II : S1 Yang mulia

Ketua Majelis : Pekerjaan?

Saksi II : Pedagang

Ketua Majelis : tinggal dimana pak?

Saksi II : Di Gurun Tanjung yang mulia


: sebelum memberikan keterangan, sesuai dengan aturan
Ketua Majelis perundang- undangan
saksi wajib di sumpah terlebih dahulu, siap ya?

Saksi I dan II : Siap Yang Mulia


Ketua Majelis : Ibuk dan bapak silahkan berdiri (Saksi disumpah
oleh Majelis Hakim). Ikuti apa yang saya katakan.
“Bismillahirrahmanirrahim, Wallahi, Demi Allah
saya bersumpah akan memberikan keterangan
yang sebenarnya tiada lain dari pada yang
sebenarnya dipersidangan ini.”

Hakim Anggota I : Baiklah kita periksa saksi satu persatu dulu ya, saya
akan memeriksa saksi I terlebih dahulu, saksi 2
silahkan menunggu diluar.

Hakim Anggota 1 : Ibuk filzah, apakah benar Ibuk kandung dari buk bunga?

Saksi 1 : Benar yang mulia

Hakim Anggota 1 : Apa benar anak Ibu telah menikah dengan saudara Udin di
Lubuk

Sikarah pada tanggal 09 april 2018


Saksi 1 : Benar yang mulia
Hakim Anggota 1 : Ketika menikah, apa status kedua pihak ini buk? sebagai
gadis dengan bujang atau janda dengan duda?
Saksi 1 : Gadis dengan Bujang yang Mulia

Hakim Anggota I : Apakah mereka sudah mempunyai anak buk?


Saksi 1 : Sudah yang mulia, anak mereka bernama Rendy yang
mulia
Hakim Anggota I : Setau ibuk anak dan menantu ibuk ini sekarang tinggal
serumah atau tidak ?

Saksi I : Tidak yang mulia

Hakim Anggota I : Kapan mereka pisah nya buk ?

Saksi 1 : Lebih kurang setengah tahun terakhir ini yang mulia


Hakim Anggota 1 : Apa penyebab anak ibuk berpisah dengan menantu ibuk?
Saksi 1 : Mereka sering bertengkar secara terus menerus yang
mulia
Hakim Anggota I : Kenapa mereka sering bertengkar buk? Setau ibuk apa
penyebab pertengkaran itu
Saksi I : Karena menantu saya ini pencemburu sekali yang mulia,
Hakim Anggota I : Cemburu kenapa itu buk ?
: Awalnya menantu saya ini melihat ada foto anak saya
Saksi I dengan
temannya, karena foto itulah dia cemburu
yang mulia, dia menuduh anaksaya
berselingkuh sedangkan yang di foto itu
hanya teman anak saya.

Hakim Anggota 1 : Oooh berarti awal mula pertengkaran anak ibuk


dengan menantu ibuk karena bertemu foto anak
ibuk dengan teman laki-lakinya?

Saksi 1 : Betul Yang Mulia

Hakim Anggota I : Apa ibuk kenal dengan teman laki-laki anak ibuk
tersebut?

Saksi 1 : Kenal yang mulia, dia itu sudah menjadi teman anak saya dari lama

Hakim Anggota I : Apakah ibuk melihat langsung pertengkaran


anak ibuk dan menantu ibuk ?

Saksi I : Tidak yang mulia, anak saya yang


menceritakannya ke saya yang mulia. Kalau
suaminya marah-marah

Hakim Anggota I : setau ibuk siapa yang pergi meninggalkan rumah?

Saksi 1 :Anak saya yang mulia, dia kembali kerumah karena dia
tidak tahan dengan suaminya yang selalu
cemburu, dan memaksa anak saya utuk
memilih antara mengaku berselingkuh atau
keluar dari rumah kediaman bersama
Hakim Anggota 1 :Selain permasalahan cemburu ini apakah ada
permasalahan lain yang membuat anak ibuk dan
menantunya bertengkar?

Saksi 1 : Tidak ada, cuma itu yang saya tau Yang Mulia

Hakim Anggota 1 : Apa ada upaya damai dari kedua belah pihak?

Saksi I :Sudah pernah dilakukan dulu Yang Mulia.


Tapi dari pihak udin tidak ada itikad baik untuk
berdamai Yang Mulia

Hakim Anggota I : Pekerjaan menantu ibuk apa?

Saksi I : Karyawan Swasta Yang Mulia

Hakim Anggota I : berapa gajinya perbulan buk?


Saksi 1 : 5 jutaan yang mulia
Ketua Majelis :Kepada bapak Udin apakah ada pertanyaan yang ingin
ditanyakan ke saksi?
Pemohon : Tidak ada mulia
Ketua Majelis : Baik, terima kasih buk atas keterangannya semoga bisa
membantu. Silahkan tunggu diluar dulu ya buk.

(Saksi I meninggalkan ruang sidang)

Ketua Majelis : Baiklah selanjutnya pemeriksaan saksi ke II

(panitera memanggil saksi ke 2)

Hakim Anggota II : Dengan saudari selvia?, saudari siapanya buk bunga?

Saksi II : saya kakak kandungnya yang mulia

Hakim Anggota II : Apakah saudari kenal dengan bapak ini?

Saksi : Kenal yang mulia, dia suami adik saya


Hakim Anggota II : Apa benar m e r e k a n i k a h tanggal 09 April 2018 di
Lubuk Sikarah?
Saksi 2 : Benar yang mulia

Hakim Anggota II : Ketika menikah, apa status keduanya gadis dengan bujang?

Saksi 2 : Iya, Gadis dengan Bujang yang Mulia


Hakim Anggota II : Apakah benar mereka mempunyai anak ?
Saksi 2 : Betul yang mulia
Hakim Anggota II : Setau saudari, apakah mereka masih tinggal di kediaman
bersama mereka?

Saksi 2 : Tidak yang mulia

Hakim Anggota II : Kapan mereka pisah nya ?

Saksi 1 : Lebih kurang setengah tahun terakhir ini yang mulia


Hakim Anggota II : Siapa yang pergi dari rumah kediaman bersama?
Saksi 2 : Suami adik saya yang mulia
Hakim Anggota II : Apa Yang menyebabkan m e r e k a pisah rumah ?
Saksi I : Kalau penyebabnya saya tidak tau yang mulia

Hakim Anggota II : Apakah tidak ada usaha perdamaian yang


dilakukan oleh keluarga agar rumah tangga adik
saudari dengan suaminya berbaik kembali?

Saksi II : Ada yang mulia, saya juga ikut waktu keluarga


kami pergi ke rumah keluarga udin untuk
membicarakan tentang rumah tangga mereka.

Hakim Anggota II : Sepengetahuan saudari apa saja masalah yang


terjadi dalam rumah tangga adik saudari?

Saksi II : Saya tidak terlalu mengetahui permasalahan mereka yang


mulia, namun Cuma dengar kalau udin ini terlalu
cemburu dengan adik saya

Hakim Anggota I : apakah saudari ada melihat pak udin memberi


belanja kepada adik saudari dan anaknya?

Saksi 2 : Kalau masalah itu saya tidak terlalu mengetahuinya


Hakim Anggota II : setau saudari, Apa pekerjaan dari Udin ini?

Saksi 2 : Karyawan Swasta Yang Mulia

Hakim Anggota II :saudari tau tidak, berapa gajinya perbulan?

Saksi 2 : 5 jutaan yang mulia

Ketua Majelis : Baik, terimakasih atas keterangannya

Apakah pak Udin ada pertanyaan atas keterangan


saksi?

Pemohon : Tidak Yang Mulia


: Oke, kalau begitu saksi silahkan meninggalkan
Ketua Majelis
ruang sidang
: Apakah buk bunga ada pertanyaan atas keterangan
Ketua Majelis
saksi?
Termohon : Tidak Yang Mulia
(Musyawarah majelis untuk penundaan sidang)

(Sidang dinyatakan terbuka untuk umum) (Ketuk Palu 1x)

Ketua Majelis : Baiklah karena 2 saksi telah kita periksa, dan


agenda sidang kita pada hari ini sudah
selesai, maka pemeriksaan pada hari ini
dianggap cukup, sidang akan dilanjutkan
pada hari Senin 01 April 2024 pada jam
09.00 WIB dan diperintahkan kepada
pemohon dan Termohon untuk hadir pada
waktu tersebut tanpa dipangil kembali (1 X
ketok Palu).
Dengan membaca Alhamdulillahirabbil‟alamiin
Sidang dinyatakan selesai dan ditutup (3 X ketok
Palu).

SKENARIO SIDANG KESEPULUH

(Kesimpulan Para Pihak)


Ketua Majelis : Adrison

Hakim Anggota I : Ahmad khairudin

Hakim Anggota II : Niken emila

Panitera Pengganti : Muhammad al fajri

: Udin (Sawalikal
Pemohon
Mahluli)
: Bunga (febby
Termohon
herlambang)
Jurusita Pengganti : Dira putri lorenza
(Sidang X Senin 01 April 2024, panitera pengganti memasuki ruangan sidang)

Panitera pengganti : Majelis hakim akan memasuki ruang sidang ,


hadirin dimohon berdiri.
(Majelis hakim memasuki ruang sidang dan duduk dikursinya masing-masing).

Panitera pengganti : Hadirin dipersilahkan duduk kembali.

Ketua Majelis : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita berserah diri
kepada Allah SWT dan berdo’a demi kelancaran persidangan kali ini.
(berdo‟a).
Ketua Majelis : Dengan mengucapkan Basmallah Pada hari Senin 01 April 2024,
sidang Pengadilan Agama Solok No:50/Pdt.G/2024/[Link] sidang
dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum (ketuk palu 3x).
Panitera : Dipanggil para pihak perkara Nomor: 50/Pdt.G/2024/[Link]. Atas nama

Udin Bin Abdul Khoir Melawan Bunga Anggela Binti Aditya

(Pemohon dan termohon memasuki persidangan )

Ketua Majelis : Sehat pak?

Pemohon : Alhamdulillah sehat yang Mulia.

Ketua Majelis : Bagaimana ibuk , apakah hari ini sehat?


Termohon : Alhamdulillah sehat yang Mulia

(Upaya damai dari hakim anggota)

Ketua Majelis : Bagaimana pak apakah sudah ada perubahan terhadap gugatannya?
Pemohon : Tidak Yang Mulia, saya tetap dengan pendiriannya dan tidak ingin lagi
melanjutkan hubungan pernikahan tersebut.

Ketua Majelis : Bagaimana buk bunga, apakah siap untuk sidang hari ini?

Termohon : Siap Yang Mulia


Ketua Majelis : Sesuai penundaan minggu yang lalu maka sidang akan kita lanjutkan
dengan
agenda kesimpulan para pihak.

(Hakim ketua menyatakan sidang tertutup untuk umum) (ketuk palu 1 x)

Ketua Majelis :Berdasarkan penundaan sidang minggu lalu, sepakat bahwasanya hari
ini adalah pembacaan kesimpulan dari Pemohon termohon. Apakah
sudah siap kesimpulannya pak?
Pemohon : Sudah Yang Mulia

Ketua Majelis : Bawa kedepan salinannya. bapak ingin membacakan kesimpulan- nya
sendiri atau diserahkan saja kepada majelis?

Pemohon : Dibacakan sendiri yang mulia


Ketua Majelis : Baik, silahkan dibacakan kesimpulannya

(Pemohon membacakan hasil kesimpulan)

Hakim anggota 1 : Apakah ada perubahan terhadap isi dari kesimpulannya?

Pemohon : Tidak yang mulia.

Hakim anggota I :Apakah ada tambahan dari kesimpulannya?


Pemohon : Tidak ada yang mulia.

Hakim anggota 2 : Baiklah, ibuk bagaimana dengan kesimpulannya, apakah sudah ada?

Termohon : Sudah ada Yang Mulia

Hakim anggota 2 : Kesimpulannya secara tertulis/lisan buk?

Termohon : Secara tertulis yang mulia

Hakim Anggota 2 membacakan


: Bawa kedepan salinannya. Saudara ingin kesimpulannya
sendiri atau diserahkan saja kepada majelis?

Termohon : Saya bacakan sendiri yang mulia

KESIMPULAN TERMOHON

DALAM PERKARA

No.50/Pdt.G/2024/[Link] PENGADILAN

AGAMA SOLOK

Kepada Yang

TerhormatMajelis Hakim

Di

Matur

DalamPerkara antara

Udin bin Abdul Khoir sebagai Pemohon

Melawan

Bunga Anggela bin Aditya sebagai Termohon

Yang bertandatangan di bawah ini, saya :

Bunga Anggela untuk selanjutnya disebut sebagai Termohon.

Tertanggal 25 Desember 2023 yang telah terdaftar pada


Kepaniteraan Pengadilan Agama Solok. Dalam hal ini bertindak untuk
dan atas nama :

Nama : Udin bin Abdul Khoir


Umur : 30 Tahun,
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Agama : Islam
Alamat : Laing,Kec Tanjung Harapan,Kota
Solok
Untuk selanjutnya disebut sebagai PEMOHON

MELAWAN
Nama : Bunga Anggela Binti Aditya
Usia : 28 Tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


: Tanah Garam, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota
Alamat Solok

Untuk selanjutnya disebut sebagai TERMOHON

Untuk dan atas nama Termohon dengan menyampaikan kesimpulan


sebagai berikut :

1. Bahwa dalam fakta persidangan berdasarkan keterangan saksi I


dan II atas nama Dira dan Adrison dapat disimpulkan hal-hal
sebagai berikut;

1.1 Bahwa Pemohon dengan Termohon telah menikah di Lubuk


Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, pada
tanggal 09 April 2018, sesuai dengan Kutipan Akta Nikah
Nomor : 12/06/IV/2018, yang dikeluarkan oleh KUA pada
tanggal 09 April 2018;

1.2 Bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon sepakat


tinggal bersama untuk membina rumah tangga di Parak
Kubang. Keduanya membina rumah tangga selama 5 tahun,
bahwa Pemohon dengan Termohon berpisah pada tanggal 10
Maret 2023, yang mana Pemohon tetap bertempat tinggal di
rumah semula dan Termohon bertempat tinggal di rumah orang
tuanya di Lubuk Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan , Kota
Solok;

1.3 Bahwa antara Pemohon dengan Termohon telah bergaul


sebagaimana layaknya suami isteri yang sah dan telah
dikaruniai 1 (Satu) orang anak yang bernama Muhammad
Rendy, lahir tanggal 30 Juni 2019;
2. Bahwa Termohon konvensi/ Penggugat rekonvensi secara tegas
menyatakan menolak atau tidak menerima seluruh alasan
Pemohon konvensi/ Tergugat rekonvensi, kecuali yang diakuinya
secara tegas atau secara diam-diam oleh Termohon Konvensi/
Penggugat Rekonvensi;
3. Bahwa dalam fakta persidangan berdasarkan pernyataan saksi I
atas nama Dira dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
3.1 Bahwa telah terbukti dalil dari Termohon Konvensi/Pemohon
Rekonvensi pada jawabannya yang menyatakan jika sebelum
terjadi pertengkaran antara Pemohon Konvensi / Tergugat
Rekonvensi pada Bulan Maret 2023, Pemohon Konvensi/
Tergugat Rekonvensi tidak ada memberikan nafkah iddah,
Tergugat menyatakan hanya sanggup memenuhi tuntutan
penggugat Rekonvensi sejumlah Rp 1.000.000,00 (Satu juta
rupiah) karena tergugat Rekonvensi tidak memiliki uang
simpanan, selama ini Tergugat Rekonvensi yang menanggung
seluruh biaya hidup dan biaya pendidikan anak.

3.2 Bahwa terhadap tuntutan penggugat Rekovensi mengenai


mut’ah tergugat Rekovensi hanya sanggup memberikan uang
sejumlah Rp. 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah)

3.3 Bahwa terhadap tuntutan penggugat Rekovensi mengenai


nafkah anak, Tergugat Rekovensi hanya sanggup memberikan
uang sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)
34. Bahwa mengenai keterangan saksi ini Pemohon Konvensi/ Tergugat
Rekonvensi juga
membenarkan tidak ada penyangkalan. Berdasarkan hal-hal
tersebut di atas, mohon kepada yang terhormat Majelis Hakim
Pemeriksa Perkara ini berkenan untuk menerima, memeriksa dan
memutuskan Perkara ini dengan putusan sebagai berikut:

PRIMER:

- Menetapkan sah secara hukum perkawinan antara Pemohon dan


Termohon

- Menjatuhkan talak satu raj’I kepada Termohon

SUBSIDAIR:

- Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon Putusan yang


seadil – adilnya (Exaequo et bono).
Demikian kesimpulan ini dapat kami sampaikan, besar harapan kami
kesimpulan yang kami sampaikan ini dapat membantu Majelis Hakim
yang terhormat dalam memutus perkara ini dengan putusan yang adil dan
dapat dipertanggungjawabkan bagi semua pihak menurut hukum yang
berwawasan pada kebenaran dan keadilan
.

Lubuk Sikarah, 01

April 2024

Hormat Saya

Termohon
Bunga Anggela binti Aditya
Ketua majelis : apakah ada perubahan terhadap isi dari kesimpulannya buk?

Termohon : tidak yang mulia.

Ketua majelis : Apakah sudah cukup ?


Termohon : Sudah yang Mulia
(Sidang dinyatakan terbuka untuk umum) (Ketuk palu 1x)

Ketua Majelis : Baiklah kalau begitu, karena kesimpulan dari pihak


pemohon termohon telah siap dibacakan, maka
sidang ditunda untuk musyawarah majelis hakim dan
akan dibuka kembali dengan agenda pembacaan hasil
musyawarah majelis hakim pada hari Jum’at 19 April
2024 pada jam 09.00 WIB diperintahkan kepada
pemohon dan Termohon untuk hadir pada waktu
tersebut tanpa dipangil kembali karena ini pada
waktu tersebut tanpa dipangil kembali karena ini
merupakan panggilan resmi. (1 X ketok Palu).

sidang dinyatakan selesai dan ditutup dengan


mengucapkan

Alhamdulillah (3X ketok Palu).


SKENARIO SIDANG KESEBELAS

(PUTUSAN)
Ketua Majelis : Sari Riski Laoli

Hakim Anggota I : Adrison

Hakim Anggota II : Filzah asyet

Panitera Pengganti : Niken emila

: Udin (Ahmad
Pemohon
khairuddin)

Termohon : Bunga (Puja hidayat)

Jurusita Pengganti : Sawalikal mahluli


(Sidang ke XI Jum’at 19 April 2024, Panitera Pengganti memasuki sidang)

Panitera : Majelis hakim memasuki ruang sidang hadirin dipersilakan,


hadirin dimohon berdiri.

(Majelis hakim memasuki ruangan sidang dan duduk dikursinya masing-masing)

Panitera : Hadirin dipersilakan duduk kembali

Ketua Majelis :Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita


berserah diri kepada

Allah SWT dan berdo‟a demi kelancaran


persidangan kali ini. (berdo‟a).

Ketua Majelis :Dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim sidang perkara


cerai talaq hari

Jum’at 19 April 2024, Pengadilan Agama Solok


No:50/Pdt.G/2024/[Link] dengan ini Sidang dibuka
dan dinyatakan terbuka untuk umum. (ketuk palu
3x).

Ketua Majelis : Kepada panitera dipersilahkan untuk memanggil para


pihak yang berperkara.

Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak perkara Nomor: 50/Pdt.G/2024/[Link]


Atas nama Udin

bin Abdul Khoir melawan Bunga Anggela binti


Aditya untuk memasuki ruang sidang.

(Pemohon dan Termohon memasuki ruang sidang).

Ketua Majelis : Bagaimana bapak sehat? Apakah sudah siap untuk


melanjutkan sidang?
: Alhamdulillah sehat Yang Mulia, saya siap untuk melanjutkan
Pemohon
sidang.

Ketua Majelis : ibuk bagaimana keadaannya, sehat?

Termohon : Alhamdulillah sehat mulia.

(Hakim Ketua mendamaikan kedua para pihak).

Ketua Majelis :Bapak siap mendengarkan putusan?

Pemohon :Siap yang mulia.

Ketua Majelis :Ibuk bagaimana siap mendengarkan putusan ?

Termohon :Insyaallah siap yang mulia.

SELANJUTNYA KETUA MAJELIS MENYAMPAIKAN HASIL PUTUSAN DALAM

PERKARA NO:50/PDT.G/2024/[Link] (terlampir)


Hakim anggota 2 : Apa Pemohon mengerti dengan putusan yang
dibacakan tadi? atau ada yang ingin saudara
tanyakan?

Pemohon : Sudah Cukup Yang Mulia, Saya sudah mengerti.

Hakim anggota 2 : Saudara Termohon bagaimana?

Termohon : Saya sudah Mengerti juga Yang Mulia.

(Setelah putusan dibacakan oleh ketua majelis, lalu ketua majelis memberikan
penjelasan)

Hakim anggota 1 :Setelah putusan ini dibacakan terhitung 14 dan apabila


ada keberatan pemohon dan termohon, silahkan
upaya hukum dalam rentan waktu 14 hari jika tidak
ada upaya hukum maka pengadilan melalui jurusita
akan melakukan panggilan kepada pemohon dan
termohon untuk melakukan ikrar talak didepan
sidang dan pada saat ikrar talak tersebut
pemohon/tergugat rekovensi wajib membayar
segala tuntutan rekonvensi tersebut sebagaimana ini
tercantum amat putusan tersebut.
Peomohon : Baik yang mulia.
: Kapan kami datang kepersidangan lagi Yang
Termohon Mulia?

Ketua Majelis : Tunggu saja dirumah, nanti akan ada panggilan dari jurusita
kepada ibuk.

Termohon : Baik Yang Mulia

Ketua Majelis : Kedua belah pihak dipersilakan meniggalkan ruangan sidang.


(Para pihak meninggalkan ruangan sidang)

Hakim Ketua : Karena tidak ada lagi yang akan disidangkan maka sidang
dinyatakan ditutup

dengan mengucapkan
Alhamdulillahirrabbil’alamin. (ketuk palu 3x)

PUTUSAN

Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link]
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama Solok yang memeriksa dan mengadili


perkara tertentu pada tingkat pertama dalam sidang Majelis
Hakim telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalamperkara
cerai talak antara:

Udin bin Abdul Khoir, Tempat/tanggal lahir tempat dan tanggal lahir Laing

, 17 April 1993, umur 30 tahun, agama


Islam, pendidikan SLTP, pekerjaan
Karyawan Swasta, bertempat tinggal
di
Matur Mudiak, Kecamatan Tanjung
Harapan, Kota Solok.

Selanjutnya disebut Pemohon;

MELAWAN

Bunga Anggela binti Aditya, tempat dan tanggal lahir Tanah Garam,
10 Maret 1995,

umur 28 tahun, agama Islam,


pendidikan SLTA, pekerjaan Ibu
Rumah Tangga, bertempat
tinggal di Tanah Garam,
Kecamatan Lubuk Sikarah ,Kota
Solok. Selanjutnya disebut
Termohon;

Pengadilan Agama tersebut;


Telah membaca dan mempelajari berkas perkara;

Telah mendengar keterangan Pemohon Konvensi/Tergugat Rekovensi dan


Termohon Konvensi/Penggugat Rekovensi;

Telah memeriksa alat-alat bukti Pemohon Konvensi/Tergugat


Rekovensi dan TermohonKonvensi/Penggugat Rekovensi;

DUDUK PERKARA

Bahwa Pemohon dengan surat permohonannya


tertanggal 25 Desember 2023 yang terdaftar di Pengadilan
Agama Solok dengan Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link] pada
tanggal 25 Desember 2024 dengan dalil-dalil sebagai berikut:

1. Bahwa Pemohon dan Termohon telah menikah di


Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok,
Sumatera Barat, pada tanggal 09 April 2018, sesuai
dengan kutipan Akta Nikah Nomor: 12/06/IV/2018,
yang dikeluarkan oleh KUA Pada tanggal 09 April
2018.

2. Bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon


sepakat tinggal bersama untuk membina rumah tangga
di Parik Panjang Keduanya membina rumah tangga
selama5 tahun.
3. Bahwa antara Pemohon dengan Termohon telah
bergaul sebagaimana layaknya suami isteri yang sah
dan telah dikaruniai 1 (Satu) orang anak yang
bernama Muhammad Rendy, lahir tanggal 30 Juni
2019
4. Bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon
semenjak Januari tahun 2023 sering terjadi
perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus
yang disebabkan:
4.1 Termohon sibuk bermain hp sehingga melalaikan
kewajibannya sebagai seorangistri dan ibu.
4.2 Termohon berselingkuh dengan pria lain, dimana
termohon terang- terangan melakukan perselingkuhan
didepan pemohon yang mana pria tersebut tidak
dikenal oleh pemohon.
5. Bahwa puncak perselisihan dan pertengkaran antara
Pemohon dan Termohon terjadipada tanggal 10 Maret
2023, yang disebabkan Termohon tetap mengelak atas
perbuatan perselingkuhan yang dilakukan termohon,
karena itulah terjadi perselisihan dan pertengkaran
yang akibatnya termohon pergi dari rumah
kediamanbersama dan kembali kerumah orang tuanya,
sedangkan Pemohon tetap tinggal di rumah kediaman
bersama sampai sekarang;

6. Bahwa Termohon serta pihak keluarga tidak berupaya


untuk memperbaiki hubunganrumah tangga Pemohon
dan Termohon;
7. Bahwa semenjak kejadian tersebut, Pemohon dan
Termohon tidak pernah tinggal serumah lagi yang
sampai sekarang kurang lebih 10 (sepuluh) bulan
lamanya.
8. Bahwa berdasarkan alasan-alasan yang Pemohon
kemukakan di atas, rumah tangga Pemohon dan
Termohon tidak dapat dipertahankan lagi, karena
sering terjadi perselisihan dan pertengkaran secara
terus menerus.
Pemohon berkesimpulan tidak mau lagi untuk
melanjutkan tai perkawinan dengan Termohon,
Pemohon akan bercerai dari Termohon menurut
peraturan hukum yang berlaku;
Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas, Pemohon
mohon kepada Ketua Pengadilan Agama Manijau c.q Majelis
Hakim untuk memeriksa dan mengadili serta menjatuhkan
putusan sebagai berikut:

Primer :

1. Mengabulkan permohonan Pemohon;

2. Memberi izin kepada Pemohon (Udin bin Abdul Khoir)


untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Termohon
(Bunga Anggela binti Aditya) di depan sidangPengadilan
Agama Solok;
3. Membebankan biaya perkara kepada Pemohon;

Subsider :

Jika Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang


seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Bahwa pada hari dan tanggal sidang yang telah ditetapkan,


Pemohon dan Termohon telahdatang menghadap ke muka sidang;

Bahwa Majelis Hakim telah mendamaikan Pemohon dan


Termohon akan tetapi tidak berhasil, kemudian Pemohon dan
Termohon telah menempuh proses mediasi dengan mediator Dira
putri lorenza, S.H. sebaimana laporan mediator tanggal 05
Februari 2024, akan tetapi tidak berhasil;

Bahwa, selanjutnya Pemohon membacakan surat


Permohonannya di depan Majelis

Hakim dan Termohon dimana isi dan maksudnya tetap dipertahankan


oleh Pemohon;

Bahwa, terhadap permohonan Pemohon tersebut, Termohon


memberikan jawaban secaratertulis yang pada pokoknya sebagai
berikut;
DALAM KONVENSI

1. Bahwa terhadap permohonan Pemohon, Termohon


membenarkannya sepanjang tidakTermohon bantah
secara tegas dalam jawaban ini;

2. Bahwa poin 4 tidak benar, karena Termohon tidak


melakukan perselingkuhan seperti yang dikatakan oleh
pemohon. Dan termohon tetap melaksanakan kewajiban
sebagai istri seperti menyiapkan kebutuhan dari
pemohon;
3. Bahwa tidak benar Termohon tidak perduli dengan
keadaan Pemohon, selama Pemohon dengan Termohon
tinggal bersama, Termohon tetap melayani kebutuhan
Pemohon dan sampai sekarang kalau Pemohon datang
tetap disuguhi minuman;
4. Bahwa poin 6 tidak benar, karena pihak keluarga telah
berulangkali berusaha mendamaikan Pemohon dengan
Termohon dengan mendatangi rumah ibu Pemohon di
Gurun Tanjung, baik itu oleh keluarga Termohon
maupun oleh Termohon sendiri, namun pihak keluarga
hanya bertemu dengan ibu Pemohon, sedangkan
Pemohon tidak ada di rumah;

5. Bahwa poin 8 tidak benar, rumah tangga Pemohon


dengan Termohon sering terjadi perselisihan dan
pertengkaran, yang benar apapun masalah rumah tangga
yang terjadi, Termohon selalu menghadapinya dengan
sabar demi mempertahankan rumah tangga Pemohon
dengan Termohon;

6. Bahwa, pada prinsipnya Termohon tidak bersedia


bercerai dengan Pemohon, namun jika Majelis Hakim
mengabulkan permohonan Pemohon, Termohon
menuntut hakhak Termohon (rekonvensi) sebagai
berikut :
DALAM REKONVENSI

1. Bahwa Termohon dalam konvensi disebut sebagai Penggugat


dalam Rekonvensi dan

Pemohon dalam Konvensi disebut sebagai Tergugat dalam


Rekonvensi;

2. Bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut nafkah iddah kepada


Tergugat Rekonvensi sejumlah Rp4.000.000,00 (empat juta
rupiah);
3. Bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut nafkah muth’ah
kepada Tergugat Rekonvensisejumlah Rp3.000.000,00 (tiga
juta rupiah)
4. Bahwa Penggugat Rekonvensi juga menuntut nafkah anak
Penggugat Rekonvensi dengan Tergugat Rekonvensi untuk
masa yang akan datang minimal sejumlah Rp.
2.000.000,00 (dua juta rupiah) perbulan sampai anak tersebut
dewasa atau mandiri;

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Penggugat


memohon kepada Majelis Hakimagar memberikan putusan sebagai
berikut :

PRIMER:

5. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;

6. Menghukum Tergugat Rekonvensi agar membayar kepada


Penggugat Rekonvensi berupa

- Nafkah selama masa iddah sejumlah Rp4.000.000,00


(empat juta rupiah)
- Nafkah mut’ah sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta
rupiah)
- Nafkah 1 orang anak untuk masa yang akan datang
minimal sebesar Rp. 2.000.000,-(dua jutarupiah)
perbulan sampai anak tersebut dewasa atau mandiri
7. Membebankan biaya perkara menurut hukum

SUBSIDER:

Atau apabila Majelis berpendapat lain mohon putusan yang


seadil-adilnya;

Bahwa, atas jawaban dari Termohon tersebut dalam


konvensi dan gugatan dalam rekovensi, Pemohon telah
mengajukan replik dalam konvensi dan jawaban rekovensi secara
tertulissebagai berikut:
DALAM KONVENSI

1. Bahwa, tidak benar Termohon tidak melakukan


perselingkuhan karena pada kenyataannya pemohon
melihat sendiri termohon melakukan perselingkuhan di
depan mata pemohon sendiri. Sepanjang yang pemohon
tau, perselingkuhan termohon telah berlangsung lebih
kurang selama 1 tahun, dalam keseharian termohon tidak
melakukan kewajibannya sebagai seorang istri seperti
nafkah lahir dan bathin. Anak kami tidak mendapatkan
kasih sayang seorang ibu dikarenakan termohon sibuk
mengurus diri pribadi dan selingkuhannya.

2. Bahwa, tidak benar keluarga termohon datang ke rumah


pemohon untuk menemui pemohon dan keluarga
pemohon.
3. Bahwa, benar terjadi perselisihan dan pertengkaran antara
pemohon dangan termohon dikarenakan pemohon sering
melihat tindakan termohon yang sering melakukan
telfonan, video call, dan bahkan tetangga sekitar melihat
secara langsung termohon bertemu dengan laki-laki
tersebut.
DALAM REKONVENSI

1. Bahwa terhadap tuntutan Penggugat Rekonvensi mengenai


nafkah iddah, Tergugat menyatakan hanya sanggup
memenuhi tuntutan Penggugat Rekonvensi sejumlah Rp
1.000.000,00 (satu juta rupiah) karena tergugat

Rekonvensi tidak memiliki uang simpanan, selama ini Tergugat


Rekonvensi yang menanggung seluruh biaya hidup dan biaya
pendidikan anak-anak;

2. Bahwa, terhadap tuntutan Penggugat Rekonvensi mengenai


muth’ah, Tergugat Rekonvensi hanya sanggup memberikan
uang sebesar Rp. 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu
rupiah);
3. Bahwa, terhadap tuntutan Penggugat Rekonvensi mengenai
biaya anak Penggugat
Rekonvensi dengan Tergugat Rekonvensi, Tergugat
Rekonvensi sanggup memenuhi tuntutan Penggugat
Rekovensi sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah) setiap bulan dengan kenaikan 10 persen setiap
tahunnya sampai anak tersebut dewasa atau mandiri;

4. Maka berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan ini


Pemohon mohon kiranya Majelis yang mengadili perkara ini
berkenan memutuskan, mengabulkan permohonan
pemohonseluruhnya.
Bahwa, terhadap replik Pemohon dalam konvensi dan
jawaban dalam rekovensi, Termohon telah mengajukan duplik
dalam konvensi dan replik dalam rekovensi secara tertulis
padapokoknya sebagai berikut:
DALAM KONVENSI

1. Bahwa, tidak benar Termohon selingkuh seperti tuduhan


pemohon

2. Bahwa, selain duplik diatas, Termohon tetap dengan jawaban


Termohon dan memberikan penambahan terhadap perlakuan
Pemohon selama ini kepada Termohon, yaitu Pemohon terlalu
cemburu kepada Termohon dan sering marah-marah;

3. Bahwa, anak Pemohon dan Termohon yang bernama Rendy


mengalami ketakutankarena sering melihat Pemohon dan
Termohon bertengkar;

DALAM REKONVENSI

1. Bahwa replik rekonvensi Penggugat Rekonvensi yang


pada pokoknya tetap seperti dalil-dalil gugatan
rekonvensi Penggugat Rekonvensisemula;
2. Bahwa terhadap tuntutan Rekonvensi, Tergugat
Rekonvensi menyampaikan duplikrekonvensinya
secara tulisan yang pada pokoknya tetap dengan
jawabansemula;
3. Bahwa, untuk membuktikan dalil-dalil
permohonannya, Pemohon telah mengajukan alat-alat
buktiberupa:

A. Bukti Tertulis

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nomor


1305084101760005 atas nama Pemohon yang
dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Lubuk Sikarah
Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 16 Juni
2010,telah dinazegelen dan bermeterai cukup, lalu
diberi tanda P.1 dan diparaf;

2. Fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor 12/06/IV/2018


atas nama Pemohon dan

Termohon yang dikeluarkan pada tanggal 09 April


2018 oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan
Agama Kecamatan Guguk Panjang, telah dinazegelen
dan bermeterai cukup serta telah dicocokkan dengan
aslinya, lalu diberi tanda P.2 dan diparaf;

3. Asli Surat Keterangan Nomor


[Link]/KUA.1306041/PW.01/01/2023 yang
dikeluarkan pada tanggal 04 Januari 2023 oleh
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Lubuk
Sikarah, telah dinazegelen dan bermeterai cukup
serta telah dicocokkan dengan aslinya, lalu diberi
tanda P.3 dan di paraf;

4. Bukti Foto Termohon dan Pria lain sebagai


informasi elektronik dan/atau dokumenelektronik
yang telah dicetak, lalu diberi tanda P.4 dan diparaf;

B. Saksi-Saksi

 Saksi Pemohon

1. Saksi 1, umur 28 tahun, agama Islam, pendidikan S1,


pekerjaan pedagang, bertempat tinggal di Batu Hampa
Ujung Bukit, Kecamatan Guguk Panjang, Kota
Bukittinggi, telah memberikan keterangan dibawah
sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa saksi kenal dengan Pemohon dan Termohon karena


saksi adalah adik kandung dari Pemohon;
- Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon adalah
suami istri yang menikah sekitar tahun 2018 dan mempunyai
seorang anak bernama Insan.
- Bahwa saksi tahu setelah menikah Pemohon dan Termohon
membina rumah tangga di Parak Kubang selamakurang lebih
5 tahun, karena Termohon meninggalkankediamam bersama
yangbertempat di Gurun Tanjung.

- Bahwa saksi mengetahui permasalahan rumah tangga


sebelum Pemohon dan Termohon berpisah tempattinggal;
- Bahwa saksi juga pernah melihat dan mendengar
pertengkaran secara langsung antara Pemohon dan
Termohon;
Bahwa saksi mengetahui mengenai upaya damai sudah
dilakukan oleh keluarga agar Pemohon dan Termohon
kembali rukun dan membina rumah tangga bersama

2. Saksi 2, umur 27 tahun, agama Islam, pendidikan SMA,


pekerjaan Pedagang, bertempat tinggal di Gurun
Tanjung, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittnggi
telah memberikan keterangan di bawah sumpah yang
pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa saksi kenal dengan Pemohon dan Termohon karena
saksi adalah Tetangga
Pemohon;

- Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon adalah


suami istri yang menikah sekitar 5 tahun yang lalu dan
sekarang mempunyai seorang anak;
- Bahwa saksi tahu setelah menikah Pemohon dan Termohon
membina rumah tangga di sebuah kontrakan yang beralamat
di Parak Kubang;
- Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon telah
berpisah tempat tinggal selama kurang lebih dari 10 bulan,
namun saksi tidak mengetahui penyebabnya;
- Bahwa saksi tidak pernah bertanya langsung kepada
Permohon perihal masalah perginya Termohon dari
kediaman bersama, hanya saja saksi pernah mendengar
terjadinya keributan di rumah kediaman Pemohon dan
Termohon, namun saksi tidak tahu apakah keributan itu
pertengkaran atautidak;
- Bahwa saksi tahu keluarga sudah pernah menasehati
Pemohon untuk kembali rukun dengan Termohon dan
membina rumah tangga bersama, namun tidak berhasil;
- Bahwa Pemohon dan Termohon telah diberi kesempatan
untuk bertanya kepada saksi-saksi tersebut, namun
keduanya menyatakan tidak akan mengajukan pertanyaan
kepada saksi-saksi Pemohon;

- Bahwa atas pertanyaan Majelis hakim, Termohon


menyatakan akan mengajukan alat bukti dipersidangan yang
berupa fotocopy Sertifikat kepemilikanToko;

 Saksi Termohon

 Saksi Termohon

1. Saksi 1, umur 51 tahun, agama Islam, pendidikan S 1,


pekerjaan Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Gurun
Tanjung, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi,
telah memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada
pokoknya sebagai berikut: - Bahwa saksi kenal dengan
Pemohon dan Termohon karena saksi adalah ibu Kandung
Termohon;
- Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon adalah
suami istri yang menikah sekitar tahun 2018 danmempunyai
seorang anak;
- Bahwa saksi tahu setelah menikah Pemohon dan Termohon
membina rumah tangga di Parak Kubang, Kecamatan
Guguk Panjang, Kota Bukittinggi;
- Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon telah
berpisah tempat tinggal selama kurang lebih 1 tahun, karena
Termohon meninggalkan kediamam bersama yang
bertempat di Gurun Tanjung
- Bahwa saksi mengetahui permasalahan rumah tangga
sebelum Pemohon dan Termohon berpisah tempattinggal;

- Bahwa saksi juga pernah melihat dan mendengar


pertengkaran secara langsung antara Pemohon dan
Termohon;
- Bahwa saksi mengetahui mengenai upaya damai sudah
dilakukan oleh keluarga agar Pemohon dan Termohon
kembali rukun dan membina rumah tangga bersama;
- Bahwa, selanjutnya Pemohon dan Termohon tidak
menyampaikan sesuatu apapun lagi selain alat bukti tersebut
di atas;
- Bahwa, Pemohon telah menyampaikan kesimpulan secara
Tertulis pada tanggal 01 April 2024 yang pada pokoknya
tetap pada permohonannya dan Termohon juga telah
menyampaikan kesimpulan secara tulisan di persidangan
yang pada isinya Termohon keberatan untuk bercerai
dengan Pemohon akan tetapi jika memang harus terjadi
perceraian, maka permintaan Termohon mengenai tuntutan
rekonvensi mohon dikabulkan seluruhnya;

- Bahwa, untuk singkat dan lengkapnya uraian putusan ini


ditunjuk pada berita acara sidang yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari putusan ini

4. Saksi 2, umur 35 tahun, agama Islam, pendidikan S1,


pekerjaan pedagang, bertempat tinggal di Gurun Tanjung,
Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, telah
memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada
pokoknya sebagai berikut:
A. Bahwa saksi kenal dengan Pemohon dan Termohon karena saksi
adalah paman Termohon;
B. Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon adalah suami
istri yang menikah sekitartahun 2018 dan mempunyai
seoranganak;

C. Bahwa saksi tahu setelah menikah Pemohon dan Termohon


membina rumah tangga di

Parak Kubang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi;

D. Bahwa saksi tahu antara Pemohon dan Termohon telah berpisah


tempat tinggal selama kurang lebih 1 tahun, karena Termohon
meninggalkan kediaman bersama yang bertempat di Gurun
Tanjung

E. Bahwa saksi tidak begitu tahu permasalahan rumah tangga kedua


belah pihak, namun cuma mendengar bahwa Pemohon terlalu
cemburu;
PERTIMBANGAN HUKUM

DALAM KONVENSI

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan permohonan


Pemohon adalah sebagaimana telah diuraikan diatas;
Menimbang, bahwa terhadap permohonan Pemohon yang
menyatakan Pemohon dan Termohon adalah orang yang beragama
Islam dan perkara ini termasuk di bidang perkawinan, sehingga
sesuai dengan ketentuan pasal 49 Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan
Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2006 danperubahan kedua
dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, maka secara
hukum Pengadilan Agama Bukittinggi berwenang untuk
memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara a quo;
Menimbang, bahwa Pemohon mendalilkan telah menikah
dengan Termohon pada 09 April 2018 dan ikatan perkawinan
tersebut tidak pernah putus hingga saat ini dan dikuatkan dengan
bukti P.2 (Kutipan Akta Nikah), dengan demikian Pemohon
mempunyai legal standing untuk mengajukan perkara cerai
talakini;

Menimbang, bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 154 RBg. jo pasal 82


Undang-

Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama yang


telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan
perubahan kedua dengan Undang- Undang Nomor 50 Tahun2009,
Majelis Hakim telah berusaha mendamaikan Pemohon dan
Termohon pada setiap pemeriksaan agar kembali rukun membina
rumah tangga akan tetapi upaya perdamaian tersebuttidakberhasil;
Menimbang, bahwa sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung RepubIik
Indonesia

Nomor 01 Tahun 2016, Majelis Hakim telah pula memerintahkan


kepada Pemohon dan Termohon untuk menempuh mediasi, dan
untuk keperluan itu atas kesepakatan para pihak,
Ketua Majelis menunjuk mediator hakim yang bernama
Erland Ferdiansyah, S.H. akan tetapi upaya mediasi tersebut
tidak berhasil.
Menimbang, bahwa permohonan Pemohon pada pokoknya
mohon agar diberi ijin menjatuhkan talak kepada Termohon
dengan alasan rumah tangga Pemohon dan Termohon semenjak
tahun 2023 sudah mulai tidak rukun dan harmonis karena
Termohon tidak peduli dantidak memperhatikan kebutuhan
Pemohon sebagai suami, dan Termohon tidak mau dinasehati
Pemohon untuk berbicara dengan sopan kepada Pemohon dan
keluarga Pemohon, serta orang tuaTermohon selalu ikut campur
dengan urusan rumah tangga Pemohon dan
Termohon yang kemudian puncaknya pada bulan Maret tahun 2023
yang disebabkan
pertengkaran yang sering terjadi sehingga menyebabkan antara
Pemohon dan Termohon telah terjadi pisah tempat tinggalhingga
sekarang kurang lebih selama 1 Tahun lamanya;
Menimbang, bahwa terhadap dalil-dalil Pemohon,
Termohon dalam jawabannya hanyamengakui terhadap dalil
Pemohon pada posita angka 1, 2, 3, dan 4 serta angka 8 dimana
sejak bulan Maret 2003, antara Pemohon dan Termohon sudah
pisah tempat tinggal;
Menimbang, bahwa Termohon membantah dalil-dalil posita
angka 5, 6, dan 7 yakni mengenai :
- Pada tahun 2020 rumah tangga Pemohon dan Termohon
masih rukun dan harmonis, namun sejak Maret 2023
itulah mulai tidak rukunnya dimana Temohon pergi
dari rumah kediaman bersama.
Menimbang, berdasarkan jawab-menjawab Pemohon dan
Termohon, Majelis berkesimpulan bahwa sebagian dalil Pemohon
diakui oleh Termohon dan sebagian diakui dengan kualifikasi;

Menimbang, bahwa oleh karena sebagian dalil Pemohon


diakui dengan kualifikasi, oleh karena itu, sesuai dengan
ketentuan pasal 283 RBg, Pemohon harus membuktikan dalil
permohonannya dan Termohon harus membuktikan dalil
bantahannya, maka kepada kedua belahpihak dibebani wajib bukti
secara berimbang;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil–dalil
permohonannya, Pemohon telah mengajukan alat bukti surat P.1,
P.2, dan P.3 serta 2 (dua) orang saksi
Menimbang, bahwa bukti P.1 berupa fotokopi Kartu Tanda
Penduduk yang merupakan akta otentik dan telah bermeterai
cukup serta cocok dengan aslinya, isi bukti tersebutmenjelaskan
mengenai tempat tinggal Pemohon, bukti tersebut tidak dibantah
oleh Termohon, sehingga berdasarkan pasal 285 RBg. dan
Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai,
bukti tersebut telah memenuhi syarat formil dan materiil serta
mempunyai kekuatan yangsempurna dan mengikat;
Menimbang, bahwa bukti P.2 berupa Fotokopi Kutipan
Akta Nikah dan Foto yang merupakan akta otentik dan telah
bermeterai cukup serta cocok dengan aslinya, isi bukti tersebut
menjelaskan bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri
yang pernikahannya benar-benar dilangsungkan pada tahun
2018 di hadapan Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama
Kecamatan Guguk Panjang dan tercatat di Kantor Urusan
Agama tersebut, bukti tersebut tidakdibantah oleh Termohon,
sehingga berdasarkan pasal 285 RBg. dan Undang- Undang
Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, bukti tersebut telah
memenuhi syarat formil dan materiil serta
mempunyai kekuatan yang sempurna dan
mengikat;Menimbang, bahwa saksi 1 dan saksi 2Pemohon yang
masing-masing bernama Saksi 1 Pemohon dan Saksi 2
Pemohon, keduanya sudah dewasa dan sudah disumpah,
sehingga memenuhi syarat formal sebagaimana diatur dalam
Pasal 172 RBg, dimana saksi- saksi tersebut memberikan
keterangan yang diketahui sendiriyang pada pokoknya sebagai
berikut :
- Bahwa antara Pemohon dan Termohon telah berpisah tempat
tinggal selama kurang lebih10 Bulan;
- Bahwa keluarga sudah pernah menasehati Pemohon untuk
kembali rukun dengan

Termohon danmembina rumahtangga bersama, namun


tidakberhasil;

- Bahwa oleh karena itu sesuai dengan ketentuan pasal 308 dan
309 RBg. keterangan saksi yang demikian adalah telah
memenuhi syarat formil dan materiil atas suatu kesaksian dan
oleh sebab itu dapat diterima dan dinilai sebagai alat bukti yang
sah menuruthukum;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi
dipersidangan yang menyatakan bahwa antara Pemohon dan
Termohon telah pisah rumah selama kurang lebih 1 Tahun dan
juga telah ada upaya pihak keluarga untuk merukunkan kembali
rumah tangga baik melalui nasehat kepada Pemohon maupun
kepada Termohon dimana tidak berhasil, serta kemudian dikaitkan
dengan jawab-menjawab antara Pemohon dan Termohon, oleh
karena itu Majelis Hakim berpendapat rumah tangga antara
Pemohon dan Termohon sudah tidak harmonis lagi dansudah
terjadi perselisihan dan pertengkaran;
Menimbang, bahwa dalil Pemohon perihal penyebab
terjadinya perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan
Termohon ternyata tidak didukung dengan bukti yang cukup,
maka majelis berpendapat mengenai penyebab terjadinya
perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon
seperti yang didalilkan oleh Pemohon dinyatakan tidak terbukti;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dan
Termohon lalu dikuatkan dengan bukti surat P.1, P.2 dan P.3 serta
saksi-saksi dari Pemohon , maka ditemukan fakta sebagai berikut :

- Bahwa Pemohon dan Termohon adalah suami isteri sah yang


menikah pada tanggal
09 April 2018 di Parak Kubang, Kecamatan Guguk Panjang,
Kota Bukittinggi;

- Bahwa setelah menikah Pemohon dengan Termohon membina


rumah tangga di Parak Kubang
- Bahwa selama pernikahan Pemohon dengan Termohon telah
bergaul sebagai suami istridan dikaruniai 1 anak;
- Bahwa rumah tangga Pemohon dan Termohon sudah tidak
rukun dan harmonis lagi yangkemudian puncaknya pada bulan
Maret tahun 2023 yang dimana terjadi perselisihan antara
Pemohon dan Termohon akibat Pemohon terlalu cemburu
kepada teman laki-lakinya termohon, karena tidak terima akan
tuduhan tersebut, maka Termohon pergi dari rumahkediaman
bersama dan kembali ke rumah orang tuanya;
- Bahwa selama terjadinya pisah tempat tinggal telah diupayakan
oleh pihak keluarga agarPemohondan Termohon kembali rukun,
namun tidak berhasil;
- Menimbang, bahwa Pemohon dalam petitum angka 2 menuntut
agar diberi izin untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap
Termohon, akan dipertimbangkan lebihlanjut;
Menimbang, bahwa menurut Pasal 39 Undang-Undang
Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menentukan bahwa
untuk melakukan suatu perceraian harus ada cukup alasan
dimanasuami istri tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami istri
dan pengadilan telah berusaha serta tidak berhasil mendamaikan
kedua belah pihak. Selanjutnya dalam pasal 19 huruf (f) Peraturan
Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 116 huruf (f) Kompilasi
Hukum Islam menegaskan salah satu alasan perceraian yaitu
adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus
antarasuami istri dan tidak ada harapan lagi untuk rukun kembali
dalam rumahtangga;
Menimbang, bahwa dari ketentuan pasal-pasal tersebut
terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi untuk terjadinya
perceraian, baik cerai talak maupun cerai gugat yaitu:
1. Adanya alasan telah terjadi perselisihan danpertengkaran
yangterus menerus;

2. Perselisihan dan pertengkaran tersebut menyebabkan suami istri


sudah tidak ada harapan untuk rukun kembali;
3. Pengadilantelahberusaha mendamaikansuami istri, tapi tidak
berhasil;

Menimbang, bahwa unsur-unsur tersebut akan


dipertimbangkan satu persatu dengan mengaitkan fakta-fakta yang
terjadi dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon sehingga
antara Pemohon dan Termohon dipandang telah memenuhi unsur-
unsur terjadinya suatu perceraian;
Menimbang, bahwa telah terbukti antara Pemohon dan
Termohon telah terjadi perselisihan dan pertengkaran dimana
puncaknya pada Maret 2023 antara Pemohon dan Termohon telah
terjadi pisah tempat tinggal hingga sekarang dan tidak terjalin
komunikasi denganbaik, dengan demikian unsur pertama
tersebuttelah terpenuhi;
Menimbang, bahwa selanjutnya terbukti pula bahwa akibat
dari perselisihan yang terjadiantara Pemohon dengan Termohon
telah terjadi pisah tempat tinggal sejak Maret 2023 hingga
sekarang dan telah diupayakan oleh pihak keluarga dengan kedua
belah pihak agar dapat rukun kembali, tapi upaya tersebut tidak
berhasil, dengan demikian unsur kedua juga telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berupaya
mendamaikan Pemohon dan Termohonsetiap persidangan sesuai
ketentuan pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo
pasal 82 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan
Agama yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3
Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undangundang Nomor
50 Tahun 2009, bahkan Majelis Hakim telah mengoptimalkan
upaya damai melalui mediasi sesuai Peraturan
Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, namun upaya tersebut
tidakberhasil, dengan demikian maka unsur ketiga juga telah
[Link];
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas
Majelis

Hakim berkesimpulan, bahwa perselisihan dan pertengkaran yang


terjadi antara Pemohon dan Termohonsudah sedemikian parah,
sehingga rumah tangga menjadi pecah (broken marriage) dan
sudah tidakmungkin untuk dapat dirukunkan kembali, dipandang
telah memenuhi unsur– unsur terjadinya perceraian sebagaimana
ditetapkan oleh peraturan perundang- undangan tersebut di atas;
Menimbang, bahwa terhadap perkara ini dapat diterapkan
pula yurisprodensi Mahkamah Agung RI Nomor 379/K/AG/1995
tangal 26 Maret 1997 yang abstraksi hukumnya menyatakan
“apabila suami isteri terjadi perselisihan dan terjadi pisah
tempat, maka rumah tangga mereka telah pecah dan gugatan
perceraian telah memenuhi ketentuan pasal 19 huruf (f)
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo. Kompilasi
Hukum Islam pasal 19 huruf
(f)”;

Menimbang, bahwa secara sosiologis suatu perkawinan


yang di dalamnya sering terjadi perselisihan dan pertengkaran
akan sulit mewujudkan rumah tangga bahagia yang penuh
rahmahdan kasih sayang seperti yang diharapkan oleh pasangan
suami isteri, justru sebaliknya akan menimbulkan kemadharatan
dan perselisihan yang berkepanjangan salah satu pihak atau
keduabelah pihak. Hal tersebut sejalan dengan pakar Hukum Islam
dalam Kitab Madza Hurriyatuz Zaujaeni fii ath athalaq yang
diambil alih menjadi pertimbangan Majelis hakim dalam memutus
perkaraini yang menyatakan “Islam memilih perceraian ketika
rumah tangga sudah dianggap guncang / tidak harmonis dan
tidak bermanfaat lagi nasihat perdamaian dan hubungan suami
isteri sudah hilang (tanpa ruh), sebab dengan meneruskan
perkawinan berarti menghukum salah satu istri atau suami dalam
penjara yang berkepanjangan, hal tersebut adalah suatu bentuk
penganiayaan yang bertentangan dengan semangat keadilan”;

Menimbang, bahwa mempertahankan perkawinan / rumah


tangga Pemohon dengan Termohon yang sudah sedemikian rapuh
adalah suatu hal yang sia-sia, karena akan lebih banyak
mafsadatnya dari pada maslahatnya bagi kedua belah pihak, oleh
karenanya Majelis Hakim berpendapat bahwa perceraian
merupakan jalan terbaik bagi Pemohon dan Termohon agar
keduanya terlepas dari penderitaan lahir dan batin yang
berkepanjangan, sebagaimana petunjuk Syar‟i di dalam Kitab Al-
Fiqhiyatul Islamiyah wa Adillatuhu Juz VII halaman 527 :

Artinya : “Perceraian didasarkan atas adanya


pertengkaran yang tajam atau adanya madharat sebagai
pemecahan atas terjadinya persengketaan, sehingga dengan
perceraian tersebut kehidupan perkawinan tidak akan merupakan
neraka dan bencana”

Menimbang, bahwa di samping itu, rumah tangga


Pemohon dengan Termohon yang demikian sudah tidak sejalan
lagi dengan tujuan perkawinan yang suci yakni untuk membentuk
rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah sebagaimana
dikehendaki dalam rumusan pasal 3 Kompilasi hukum Islam Jo.
Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, tidak lagi
dapat terwujud, dengan demikian Majelis Hakim berpendapat
bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon sudah dalam
suasana yang tidak tentram, tidak terbina dengan baik, oleh karena
itu untuk menghindari madlarat yang lebih besar dalam hubungan
keluarga, maka perceraian merupakan pilihan yang dianggap lebih
ringan madlaratnya. Hal ini sejalan dengan qaidah fiqhiyah yaitu:
Artinya: “Apabila ada dua hal yang sama-sama mengandung madlorot, maka
harus

dipilih satu diantaranya yang lebih kecil madlorotnya”

Menimbang, bahwa memperhatikan pula keadaan rumah tangga Pemohon


dengan

Termohon sebagaimana tersebut di atas, Majelis Hakim


berpendapat bahwa, perceraian lebih maslahat dan memberi
kepastian hukum daripada meneruskan perkawinan, bahkan
meneruskan perkawinan dalam keadaan seperti tersebut di atas
dikhawatirkan akan mendatangkan madlaratyang lebih besar bagi
Pemohon dan Termohon, sedangkan kemadlaratan harus
dihapuskan, sesuaidengan qaidah fiqhiyah :
Artinya :“Mencegah kerusakan/kemadlaratan harus
didahulukan dari pada mengambil suatumanfaat”

Menimbang, bahwa oleh karena Pemohon dengan


Termohon belum pernah bercerai, maka permohonan Pemohon
dikabulkan dengan memberikan izin kepada Pemohon untuk
menjatuhkan talak satu raj’I di depan sidang Pengadilan Agama
Bukittinggi;

Menimbang, bahwa waktu pelaksanaan ikrar talak


dimaksud akan ditetapkan oleh Pengadilan Agama Maninjau
setelah putusan izin cerai ini berkekuatan hukum tetap, dengan
memanggilmasing-masingsuami-istri (in casu Pemohon dan
Termohon);

DALAM REKONVENSI

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan balik


(rekonvensi) adalah sebagaimanatelah terurai di atas;
Menimbang, bahwa pada gugatan rekonvensi, majelis hakim
juga telah mengupayakan perdamaian secara cukup, agar Penggugat
dan Tergugat menyelesaikan pokok sengketa secarakekeluargaan,
akan tetapi tidakberhasil;

Menimbang, bahwa pada jawabannya, Penggugat


Rekonvensi juga mengajukan gugatan balik dan oleh karena
gugatan rekonvensi yang diajukan terdapat hubungan yang erat
(Innerlijkesamen Hangen) dengan materi pokok perkara, maka
berdasarkan Pasal 158 RBg. secara formil dapat diterima
untukdipertimbangkan;
Menimbang, bahwa pokok gugatan rekovensi Penggugat
adalah Penggugat menuntut akibat perceraian sebagai berikut:
1. Nafkah iddah selama 3 bulan sejumlah Rp4.000.000,00 (empat juta
rupiah);
2. Mut’ah berupa sejumlah Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah)
3. Nafkah untuk dua orang anak untuk masa yang akan datang sejumlah
Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) sampai anak dewasa.

Menimbang, bahwa terkait dengan tuntutan Penggugat


Rekonvensi mengenai nafkah Iddah hanya sanggup sejumlah
Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) sedangkan Mut’ah berupa uang
sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan
untuk nafkah anak tergugat rekonvensi sejumlah Rp500.000,00
(lima ratus ribu rupiah) dengan kenaikan 10 persen pertahun.
Kemudian Penggugat Rekonvensi dalam replik
rekonvensinya tetap pada gugatannya, dan dalam duplik
rekonvensinya, Tergugat Rekonvensi juga tetap dalam jawaban
semula;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatan
rekonvensinya, Penggugat Rekonvensi telah mengajukan bukti
berupa 2 (dua) orang saksi dimana kedua saksi tersebut juga
merupakan saksi yang sama dalam materi konvensi perkara ini;
Menimbang, bahwa kedua saksi tersebut sudah dewasa dan sudah
disumpah sehingga memenuhi syarat formal sebagaimana diatur
dalam Pasal 172 RBg, dimana memberikanketerangan yang pada
pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa sekarang Tergugat Rekonvensi sebagai karyawan swasta,
mempunyai

penghasilan bersih sekitar Rp5.000.000,00 perbulan.

- Bahwa oleh karena itu sesuai dengan ketentuan pasal 308 dan
309 RBg. keterangan saksi yang demikian adalah telah
memenuhi syarat formil dan materiil atas suatu kesaksian dan
oleh sebab itu dapat diterima dan dinilai sebagai alat bukti yang
sah menurut hukum;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Penggugat
Rekonvensi dan pengakuan dariTergugat Rekonvensi serta bukti-bukti
dipersidangan, maka ditemukan fakta sebagai berikut :
- Bahwasekarang Tergugat Rekonvensisebagaikaryawanswasta;
- Bahwa memang Termohon pergidarikediamanbersamaselama 10
bulan;

Menimbang, bahwa terhadap semua petitum gugatan tersebut,


Majelis Hakim akan mempertimbangkan petitum demi petitum sebagai
berikut;

1. Nafkah Iddah

Menimbang, bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut


nafkah iddah terhadap Tergugat Rekonvensi sejumlah
Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah), akan tetapi Tergugat
Rekonvensi keberatan dengan menyatakan bahwasannya tergugat
rekonvensi tidak sanggup membayar dengan nilai tersebut dan
hanya sanggup membayar Rp1.000.000 (satu juta rupiah) karena
tergugat rekonvensi tidak punya uang simpanan, selama ini
tergugat rekonvensi yang menganggung biaya hidup selama ini;
Menimbang, bahwa pada materi pokok perkara yang telah
dipertimbangkan ditemukan fakta bahwa tidak benar Penggugat
Rekonvensi melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan
seorang ibu;
Menimbang, bahwa tidak benar Penggugat Rekonvensi
berselingkuh dengan pria lain seperti yang dituduhkan oleh Tergugat
Rekonvensi;
Menimbang bahwa tidak benar Penggugat Rekonvensi serta
pihak keluarga tidak berupayauntuk memperbaiki rumah tangga
Pengguat Rekonvensi dan Tergugat Rekonvensi;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Penggugat
Rekonvensi dan pengakuan dariTergugat Rekonvensi serta bukti-
bukti dipersidangan, maka ditemukan fakta bahwasannya
Penggugat Rekonvensi memang bertengkar dengan Tergugat

Rekonvensi yang mengakibatkan Penggugat Rekonvensi pergi


dari rumah kediaman bersama dan kembali ke rumah orang
tuanya, sedangkan Tergugat Rekonvensi tetap tinggal di rumah
kediaman bersama sampai sekarang, haltersebut dikarenakan
Tergugat Rekonvensi terus menuduh Penggugat Rekonvensi
melakukan perselingkuhan dan Penggugat Rekonvensi terus
membantah tuduhan tersebut, selain daripada itu.
dalam persidangan juga Penggugat Rekonvensi menyatakan keberatan untuk
bercerai

dengan Tergugat Rekonvensi yang kemudian ada niatan untuk


berbaikan dengan Tergugat Rekonvensinamun Tergugat
Rekonvensi bersikeras ingin menceraikan Penggugat Rekonvensi
selaku istrinya;
Menimbang, bahwa dari pertimbangan-pertimbangan di
atas Majelis Hakim berpendapat bahwa kepergian yang dilakukan
oleh Penggugat Rekonvensi tersebut dikarenakan sebelumnya
telah terjadi perselisihan dan/atau pertengkaran yang terjadi
karena kecurigaan Tergugat Rekonvensi terhadap Penggugat
Rekonvensi melakukan perselingkuhan, oleh karena itu Majelis
Hakim berpendapat belum terdapat alasan yang cukup untuk
menyatakan bahwaPenggugat Rekonvensi adalah seorang istri
yang nusyuz, maka berdasarkan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang
Nomor 1 tahun 1974 jo pasal 77 ayat (5) Kompilasi Hukum Islam
tuntutan Penggugat Rekonvensi perihal nafkah Iddah dapat
dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan hukum;
Menimbang, bahwa terhadap penetapan nominal tuntutan
nafkah Iddah, maka Majelis Hakim akan menetapkan dengan
mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi dan rasa keadilanbagi
para pihak sebagaimana terurai di bawah ini;
Menimbang, bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut
nafkah iddah sejumlah Rp.4.000.000,00 (empat juta rupiah)
selama 3 bulan, sedangkan telah terbukti bahwa pekerjaan
Tergugat Rekonvensi adalah sebagai karyawan swasta dengan
perkiraan pendapatan Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) setiap
bulannya, sehingga Majelis Hakim berpendapat nominal tuntutan
nafkah iddah tersebut terlalumemberatkan Tergugat Rekonvensi;
Menimbang, bahwa terkait dengan tuntutan nafkah iddah
tersebut, Tergugat Rekonvensi hanya sanggup membayar sejumlah
Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), sedangkan daerah Kota
setidaknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari membutuhkan
Rp25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah), oleh karena itu,
Majelis Hakim berpendapat kesanggupan nominal nafkah iddah
Tergugat Rekonvensi tersebut tidaklah cukup memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari Penggugat Rekonvensi;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-
pertimbangan diatas, maka wajar dan patut bila Majelis Hakim
menetapkan nafkah iddah yang harus dibayarkan Tergugat
Rekonvensi sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu
rupiah) kepada Penggugat Rekonvensi selama menjalani masa
iddahnya (3 bulan);
2. Nafkah Mut’ah

Menimbang, bahwa Penggugat Rekonvensi menuntut juga


agar Tergugat Rekonvensi membayar mut’ah sejumlah
Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) namun terhadap tuntutan tersebut
Tergugat Rekonvensi merasa keberatan dan hanya sanggup
membayarnya sejumlah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) maka dari
itu oleh Majelis akan dipertimbangkan sebagaimanaterurai dibawah
ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 149 huruf a Kompilasi


Hukum Islam dinyatakan bahwa bilamana perkawinan putus karena
talak maka bekas suami wajib memberikan mut’ah yang layak kepada
bekas isterinya dan penetapan mana dengan tetap mendasarkan
padapersyaratan sebagaimana perolehan atas hak isteri dimaksud
yaitu isteri ba‟da dukhul dan perceraian atas kehendak suami;
Menimbang, bahwa dalam persidangan telah ditemukan fakta
selama pernikahan antara Tergugat Rekonvensi dengan Penggugat
Rekonvensi telah melakukan hubungan suami isteri (ba’da dukhul),
dan perceraian ini atas kehendak Tergugat Rekonvensi selaku suami
sehingga Penggugat Rekonvensi berhak atas mut’ah dari suami
(Pemohon konvensi/ Tergugat Rekonvensi). Hal tersebut juga
didasarkan pada Al-Qur‟an surah Al- Baqarah ayat 241 yang
Artinya : “Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan
oleh suaminya) mut’ah menurut yang ma’ruf, sebagai kewajiban bagi
orang- orang yang bertakwa”;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan


diatas, maka majelis menilai tuntutan Penggugat Rekonvensi
mengenai mut’ah tersebut telah sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku, oleh sebab itu Penggugat Rekonvensi berhak atas mut’ahnya
sebagai seorang istri;

Menimbang, bahwa terhadap penetapan nominal tuntutan


mut’ah, Majelis akan menetapkandengan mempertimbangkan kondisi
sosial ekonomi dan rasa keadilan bagi para pihak sebagaimanaterurai
di bawah ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta dipersidangan, telah terbukti bahwa


pekerjaan

Tergugat Rekonvensi sebagai sebagai karywan swasta dengan perkiraan


pendapatan

Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) untuk setiap bulannya;

Menimbang, bahwa secara sosial dan ekonomi, dengan


memperhatikan Pasal 160 KompilasiHukum Islam dikaitkan dengan
penghasilan Tergugat rekonvensi serta lamanya masa berumahtangga
Penggugat Rekonvensi dan Tergugat Rekonvensi yakni sejak tahun
2017 hingga kuranglebih sekitar 5 tahun, maka wajar dan patut bila
Majelis menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar mut’ah
kepada Penggugat Rekonvensi berupa uang sejumlah
Rp1.500.000,00(satu lima ratus ribu rupiah);

Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat Rekonvensi


tidak dikabulkan sepenuhnya, maka gugatan Penggugat Rekonvensi
selebihnya harus dinyatakan ditolak;

Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Edaran Mahkamah


Agung RI Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pemberlakuan Rumusan
Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2017 Sebagai
Pedoman Pelaksanaan Tugas Di Pengadilan huruf C poin 1 yang
menentukan.

bahwa untuk memberikan hak-hak perempuan pasca


perceraian maka pembayaran kewajiban akibatperceraian dapat
dicantumkan dalam amar putusan dengan kalimat dibayar sebelum
pengucapan ikrar talak. Oleh karena itu, Majelis Hakim menghukum
kepada Tergugat Rekonvensi untuk memberikan kepada Penggugat
Rekonvensi sebelum pengucapan ikrar talak dilaksanakan berupa
Nafkah iddah dan mut’ah dan nafkah anak sebagaimana tercantum
dalam amar putusan;
DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI

Menimbang, bahwa oleh karena perkara ini masuk dalam


bidang perkawinan, sebagaimana dimaksudkan oleh Pasal 89 ayat (1)
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Pr\eradilanAgama
Bukittinggi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor
3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-undang Nomor
50 Tahun 2009, maka semua biaya yang timbul akibat dari
permohonan ini dibebankan kepada Pemohon/Tergugat;

Mengingat, semua peraturan perundang-undangan yang berlaku


dan hukum Islam yangberhubungan dengan perkara ini;

MENGADILI

DALAM KONVENSI :

1. Mengabulkan permohonanPemohon;

2. Memberi izin kepada Pemohon (Udin bin Abdul Khoir)


untuk menjatuhkan talak satu raj’I terhadap Termohon
(Bunga Anggela binti Aditya) di depan sidang Pengadilan
Agama Solok;

DALAM REKONVENSI

1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian;

2. Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar kepada


Penggugat Rekonvensi, berupa:
2.1. Nafkah Iddah selama Penggugat Rekonvensi menjalani
masa iddah nya(3bulan) sejumlah Rp1.500.000,00 (satu
juta lima ratus ribu rupiah);
2.2. Mut’ah berupa uang sejumlah Rp1.500.000,00 (satu juta
lima ratus ribu rupiah)
2.3. Nafkah Anak berupa uang sejumlah Rp750.000 (tujuh
ratus lima puluh ribu rupiah) 10 persen kenaikkan setiap
tahun
3. Menyatakan gugatan Penggugat selebihnya tidak dapat
diterima;

DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI

Membebankan kepada Pemohon Konvensi/Tergugat


Rekonvensi untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp.260.000,00
(dua ratus enam puluh ribu rupiah)

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis


yang dilangsungkan pada hari Jumat tanggal 16 April 2024 Masehi,
bertepatan dengan tanggal 7 Ramadhan 1445 Hijriah oleh kami Ahmad
Khairudin, S.H., M.H. sebagai Ketua Majelis, dan Sari Riski Laoli,
S.H., M.H serta Nadhratul Marhamah, S.H. masing- masing sebagai
Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka
untuk umum pada hari Jum’at tanggal 19 April 2024 Masehi, bertepatan
dengan tanggal 10 Ramadhan 1445 Hijriah, oleh Ketua Majelis tersebut
di dampingi oleh Hakim Anggota yang sama dan dibantu oleh Ahmad
Suhenri S.H,.M.H. sebagai Panitera serta dihadiri oleh Pemohon
Konvensi/Tergugat Konvensi dan Termohon Konvensi/Penggugat
Rekovensi.

Hakim Anggota I Ketua Majelis


Sari Riski Laoli, S.H., M.H Ahmad Khairudin, S.H., M.H.

Hakim Anggota II Panitera

Nadhratul Marhamah, S.H. M.H Filzah Asyet S.H,.M.H.


SKENARIO SIDANG KEDUABELAS

(Pembacaan Ikrar Talak)


Ketua Majelis : Dira Putri Lorenza

Hakim Anggota I : Puja Hidayat

Hakim Anggota II : Febbyta herlambang

Panitera Pengganti : Sawalikal mahluli

Pemohon : Udin (Adrison)

:Bunga Anggela (Nadratul


Termohon
marhamah
Jurusita Pengganti : Niken emila

(Sidang XII, Jum’at, 26 April 2024, Panitera Pengganti memasuki ruang sidang)

Panitera Pengganti : Majelis Hakim memasuki ruang sidang hadirin di


persilahkan berdiri (

Majelis hakim memasuki ruangan sidang dan duduk di


kursinya masing-masing ) Panitera

Pengganti : Hadirin disilahkan Duduk kembali

Hakim Ketua : Sebelum kita memulai persidangan, alangkah baiknya kita


berserah diri kepada

Allah SWT dan berdo’a demi kelancaran


persidangan hari ini. (Berdo’a)

Hakim Ketua : Pada hari ini Jum’at 26 April 2024, Sidang Pengadilan
Agama Solok No:50/Pdt.G/2024/[Link] dengan
mengucapkan Bismillahirahmanirrahim Sidang dibuka
dan dinyatakan terbuka untuk umum. (ketuk palu 3x).
Hakim Ketua : Kepada panitera pengganti dipersilahkan untuk memanggil para
pihak yang berperkara.

Panitera Pengganti : Dipanggil para pihak perkara Nomor 50/Pdt.G/2024/[Link]


Atas nama Udin bin

Abdul Khoir (Pemohon) melawan Bunga Anggela bin


Aditya (Termohon)

(Pemohon dan Termohon memasuki ruang sidang)

Hakim Ketua : Bagaimana pak sehat?

Pemohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia

: Ibuk bagaimana keadaannya,


Ketua Hakim
sehat?
Termohon : Alhamdulillah sehat Yang Mulia
( majelis hakim memberikan upaya damai kepada para pihak )

Ketua Hakim : Apakah bapak siap untuk sidang ikrar talak hari ini?

Pemohon : Siap Yang Mulia

Hakim Ketua : Bagaimana ibuk, apakah dalam keadaan suci?

Termohon : Iya yang Mulia.

Hakim Ketua :Baiklah Pak, sesuai dengan Amar Putusan sidang minggu
lalu, bahwa Pemohon harus membayar nafkah iddah
sejumlah Rp1.500.000,00, (satu juta lima ratus ribu
rupiah) nafkah mut’ah sejumlah Rp1.500.000,00
(satu juta lima ratus ribu rupiah) dan nafkah anak
sejmlah Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu
rupiah) kepada Termohon. Dengan jumlah seluruhnya
Rp3.750.000,00 (tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu
rupiah). Apakah sudah dibawa uangnya pak?
Pemohon : Sudah Yang Mulia.
: Pemohon silahkan berikan kepada majelis hakim. Bapak dan ibuk
Hakim Ketua : bersalam
dulu, saling memaafkan.

( para perkara disuruh berdiri untuk bersalaman saling memaafkan )


Pemohon : Iya Yang Mulia.

Termohon : Iya Yang Mulia.

Hakim Ketua : Apakah saudara sudah siap untuk mengucapkan ikrak talak kepada
Termohon?

Pemohon : Sudah yang Mulia.

Hakim Ketua : Baiklah, saudara Pemohon saya bimbing saudara. Mohon ikuti saya dan
pasang niat dalam hati untuk menceraikan istri Pemohon dengan Talak
Raj i.

Pemohon : Baik yang Mulia, (Mengikuti apa yang disebutkan Hakim Ketua)
(Pembacaan Ikrar Talak)

Hakim Ketua:

Silahkan pemohon berIstighfar 3x

Pada hari ini saya Udin bin Abdul Khoir dihadapan sidang
Pengadilan Agama Solok menjatuhkan Talak 1 Raj’i terhadap istri
saya Bunga Anggela binti Aditya.

Hakim Ketua : Baiklah Pemohon dan Termohon, simak penetapan


yang akan dibacakan, dengan ini

Menetapkan :

1. Menyatakan perkawinan antara Pemohon Udin bin abdul Khoir dengan


Termohon Bunga Anggela binti Aditya putus karena perceraian, dengan Talak
satu Raj’i
2. Menghukum Pemohon untuk membayar biaya yang ditimbulkan akibat
penetapan ini sebesar Rp260.000 ( dua ratus enam puluh ribu rupiah )

Hakim Ketua : Sidang Perkara Cerai Talak register


50/Pdt.G/2024/[Link] pada hari ini

Senin, tanggal 26 April 2024, dinyatakan ditutup dengan mengucapkan

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin. (Ketuk palu 3)

Anda mungkin juga menyukai