0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Tata Nama Senyawa Turunan Benzena

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Kimia di SMA Negeri Bandung, yang membahas tentang tata nama senyawa turunan benzena. RPP ini mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi dan media pembelajaran, serta langkah-langkah pembelajaran yang direncanakan. Alokasi waktu untuk pembelajaran ini adalah 30 menit dengan metode diskusi.

Diunggah oleh

novyanovya27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Tata Nama Senyawa Turunan Benzena

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Kimia di SMA Negeri Bandung, yang membahas tentang tata nama senyawa turunan benzena. RPP ini mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi dan media pembelajaran, serta langkah-langkah pembelajaran yang direncanakan. Alokasi waktu untuk pembelajaran ini adalah 30 menit dengan metode diskusi.

Diunggah oleh

novyanovya27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri Bandung


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/ Semester : XII/ 2
Materi Pokok : Benzena dan Turunannya
Sub Materi Pokok : Tata Nama Senyawa Turunan Benzena
Alokasi Waktu : 30 menit

A. Kompetensi Inti
KD 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KD 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KD 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KD 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (IPK)

3.10 Menganalisis struktur, tata 3.10.1 ...


nama, sifat, dan kegunaan 3.10.2 …
benzena dan turunannya. 3.10.3 Menganalisis
3.10.4 Mengidentifikasi nama senyawa
turunan benzena
3.10.5 Menganalisis
3.10.6 …

C. Tujuan Pembelajaran

[Link] Pesertadidik dapat mengidentfikasi nama senyawa turunan benzena


dengan benar melalui metode diskusi.

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Prasyarat
a. Tata nama senyawa hidrokarbon
b. Tata nama senyawa karbon
c. Struktur senyawa benzen
d. Reaksi-reaksi yang terjadi pada benzen

2. Materi Inti
Faktual

Pernahkah kamu mengalami salah urat atau keseleo, apa yang kamu lakukan?
Ya… kamu akan mengoleskan obat gosok, misalnya balsam gosok pada bagian
tubuh yang terasa nyeri tersebut. Balsam gosok mengandung metil salisilat yang
merupakan salah satu senyawa turunan benzena.

Tentunya kamu juga sering menggunakan saos sebagai pelengkap dalam


makanan kamu kan? Nah di dalam saos kemasan juga mengandung salah satu
senyawa turunan benzena, yaitu natrium benzoat.

Dan dibawah ini adalah struktur dari seyawa turunan benzena tersebut.

Metil salisilat Natrium benzoat

Dilihat dari struktur, gugus yang terikat pada cincin benzena berbeda. Dan
karenag ugus yang terikatnya berbeda, maka senyawa turunan benzena diatas
memiliki nama yang berbeda pula. Lalu bagaimana tata cara untuk memberi nama
suatu senyawa turunan benzena? Maka dari itu, mari kita pelajari tata nama
senyawa benzena.

Konseptual
A. Monosubstitusi
1. Penamaan senyawa turunan benzena pada monosubstitusi dapat
menggunakan nama gugus, gugus yang terikat disebutkan lebih dulu
kemudian diikuti dengan benzena.
Contoh:

2. Beberapa senyawa turunan benzene mempunyai nama khusus yang lebih


lazim digunakan.
Contoh:

3. Gugus bervalensi satu yang diturunkan dari benzena disebut fenil dan
gugus yang diturunkan dari toluena disebut benzil.

B. Disubstitusi
1. Disubstitusi Sejenis
Untuk dua subtituen posisinya dapat diberi awalan: orto (o) untuk posisi 1 dan
2, meta (m) untuk posisi 1 dan 3 dan para (p) untuk posisi 1 dan 4.
Kemudian dilanjutkan dengan menyebutkan nama gugus yang terikat
beserta jumlah gugus yang terikat, dan diakhiri dengan benzene.
Contoh:

2. Disubstitusi Tidak Sejenis


Untuk dua subtituen posisinya dapat diberi awalan: orto (o) untuk posisi 1 dan
2, meta (m) untuk posisi 1 dan 3 dan para (p) untuk posisi 1 dan 4.
Kemudian menentukan prioritas gugus, prioritas tertinggi dijadikan
sebagai induk dan ditulis di akhir. Sementara gugus prioritas rendah
dituliskan setelah menuliskan posisi gugus. Kemudian dilanjutkan dengan
menuliskan induk gugus ditambah benzena, atau menggunakan nama
trivial induknya. Berikut prioritas gugus:
–– COOH, –– SO3H, –– CHO, –– CN, –– OH, –– NH2, –– R, –– NO2, –– X
Contoh:

C. Polisubstitusi
1. Polisubstitusi Sejenis
Untuk tiga substituen atau lebih, awalan orto, meta, dan para tidak
diterapkan lagi, tetapi posisi substituen yang dinyatakan dengan angka,
diikuti dengan nama gugus yang terikat beserta jumlahnya, dan diakhiri
dengan menuliskan benzena.
Contoh:

1, 2, 4, 5-tetrametilbenzena 1, 3, 5-tribromobenzena

2. Polisubstitusi Tidak Sejenis


Untuk penamaan senyawa turunan benzena polisubstitusi dengan gugus
yang terikat nya tidak sejenis dapat digunakan posisi substituen yang
dinyatakan dengan angka. Gugus dengan prioritas tertinggi dijadikan
sebagai induk dan ditulis di akhir. Nomor posisi terendah dimiliki oleh
gugus prioritas tinggi/ induk. Pertama menuliskan nomor gugus terdekat
dengan gugus induk, disertai dengan nama gugus tersebut. Selanjutnya
dituliskan nomor posisi selanjutnya beserta mana gugusnya. Dan diakhiri
dengan nama dari gugus induk. Berikut prioritas gugus:
–– COOH, –– SO3H, –– CHO, –– CN, –– OH, –– NH2, –– R, –– NO2, –– X
Contoh:

2,4,6-trinitrotoluena

Prosedural
1. Langkah penamaan monosubstitusi
 Sebutkan gugus yang terikat pada cincin benzena
 kemudian diiuti dengan benzene

2. Langkah penamaan disubstitusi


Disubstitusi sejenis:
 Menuliskan posisi gugus apakah orto, meta, atau para
 Menuliskan jumlah gugus yang terikat (-di) diikuti dengan nama gugus
yang terikat
 Diakhiri dengan benzena

Disubstitusi tidak sejenis:


 Menuliskan posisi gugus apakah orto, meta, atau para
 Menentukan prioritas gugus, prioritas tertinggi dijadikan sebagai induk,
dan dituliskan diakhir
 Menuliskan gugus dengan prioritas rendah setelah posisi gugus
 Terakhir menuliskan gugus prioritas tinggi ditambah akhiran benzena
atau bisa digunakan nama trivial induknya.
3. Langkah penamaan polisubstitusi
Polisubstitusi sejenis:
 Menuliskan posisi gugus berada pada atom C nomor berapa saja
 Menuliskan jumlah gugus yang terikat disertai dengan nama gugus
tersebut
 Diakhiri dengan menuliskan benzena

Polisubstitusi tidak sejenis


 Menentukan prioritas gugus. Gugus dengan prioritas tertinggi dijadikan
sebagai induk, dan ditulis di akhir. Dan diberi nomor 1 pada cincin
benzena.
 Menuliskan nomor gugus terdekat dengan gugus induk, disertai dengan
nama gugus tersebut
 Selanjutnya menuliskan nomor gugus selanjutnya disertai dengan nama
gugus tersebut
 Diakhiri dengan nama dari gugus induk

Metakognitif
1. Aturan penamaan senyawa turunan benzena didasarkan pada jumlah
substituen yang terikat. Penamaan pada monosubstitusi, disubstitusi dan poi
substitusi memiliki tata cara yang berbeda
2. - Orto yaitu posisi substituen pada atom C no 1 dan 2
- Meta yaitu posisi substituen pada atom C nomor 1 dan 3
- Para yaitu posisi substituen pada atom C nomor 1 dan 4
3. Gugus fungsi yang memiliki prioritas tertinggi dijadikan sebagai induk
3. Materi Pengayaan
Bila cincin benzena terikat pada rantai alkana bergugus fungsi atau rantai alkana
dengan 7 atom karbon atau lebih maka rantai alkana tersebut sebagai induk,
sedangkan cincin benzena sebagai substituen.
Contoh:

E. Strategi Pembelajaran
Model Pembelajaran : Induktif

Pendekatan Pembelajaran : Konseptual

Metode Pembelajaran : Diskusi

Alur model pembelajaran induktif:


1. Pendahuluan
2. Open-ended
3. Konvergen
4. Closure
5. Aplikasi

F. Media Pembelajaran
1. Media :
Power Point (PPT) tentang tata nama senyawa turunan
benzena dan Lembar Kerja Pesertadidik (LKP) tata
nama
senyawa turunan benzena
2. Alat/ Bahan ATK,
: laptop, proyektor, papan tulis

G. Sumber Belajar
Buku untuk siswa:
Sudarmo, U. (2013). Kimia untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. [Bab 8,
halaman 260–262]
Buku untuk guru:
Sunarya, Yayan. (2011). Kimia Dasar2. Bandung: Yrama Widya. [Bab 17, halaman
505–506].
Fessenden, R.J. dan Fessenden, J.S. (1982). Kimia Organik. Jakarta: Erlangga. [Bab
10, halaman 451–454].

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Aspek
Langkah Pembelajaran Waktu
Pembelajaran Penilaian
(menit)
Pendahuluan Etika Pembukaan Santun 1
 Guru mengucapkan salam dan
pesertadidik menjawab salam
 Guru meminta salah satu pesertadidik Religius
untuk memimpin berdoa terlebih dahulu
sebelum memulai pelajaran.
 Guru mengecek kehadiran pesertadidik Disiplin
Apersepsi 3
 Guru menanyakan materi prasyarat yang Responsif
berkaitan dengan materi tatanama
senyawa turunan benzena kepada
pesertadidik.
 Guru: “Masih ingatkah kalian mengenai
materi yang kita bahas minggu lalu? Coba
sebutkan materi apa yang terakhir kali
kita pelajari”
Peserta didik: “Struktur benzena, sifat
fisik benzena, dan reaksi yang terjadi
pada benzena bu”
 Guru: “Coba sebutkan rumus umum dari
benzene”
Peserta didik: “C6H6 bu”
 Guru: “Ada yang bisa menuliskan struktur
benzene? Silahkan tuliskan di papan tulis”
 Guru: “Minggu lalu kita sudah membahas
mengenai reaksi-reaksi yang terjadi pada
benzena, benzena sulit mengalami reaksi
adisi tetapi dapat mengalami reaksi
substitusi. Mengapa demikian?”
Pesertadidik: “Karena ikatan rangkap
terkonjugasi yang mengalami resonansi
menyebabkan ikatan benzena sangat
stabil, sehingga sukar untuk mengalami
adisi”
 Guru: “Ya, betul ya penjelasannya, maka
dari itu bezena lebih mudah mengalami
reaksi substitusi, dimana senyawa hasil
substitusi atom hydrogen pada benzene
dikenal sebagai senyawa turunan benzene”
Motivasi
 Guru memberikan suatu fenomena
mengenai senyawa turunan benzena dalam
kehidupan sehari-hari. Guru menampilkan
gambar suatu produk (balsam/ obat goso
dan saos) yang mengandung salah satu
senyawa turunan benzena, serta
menunjukkan nama senyawa nya dan
strukturnya.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yaitu pesertadidik dapat mengidentfikasi
nama senyawa turunan benzena dengan
benar melalui metode diskusi.
Menyiapkan Pesertadidik
 Guru meminta agar pesertadidik duduk
berkelompok
 Guru membagikan LKP (Lembar Kerja
Pesertadidik) untuk masing-masing
kelompok.
Inti Pendahuluan Responsif 24
 Guru menampilkan beberapa struktur Kritis
senyawa turunan benzena. Ditampilkan
struktur yang berbeda-beda beserta dengan
nama senyawanya.
 Guru: “Sekarang perhatikan terlebih
dahulu struktur dan nama senyawa
turunan benzena yang tertera pada LKP
maing-masing”
 Guru: ”Coba amati kira-kira persamaan
dan perbedaan apa yang terdapat dari
contoh struktur beberapa senyawa
tersebut”
Pesertadidik: “Persamaannya terdiri atas
cincin benzena sedangkan perbedaannya
terletak pada gugus yang terikat pada
cincin benzena”
 Guru: “Benar ya persamaannya memiliki
cicin benzena sementara perbedaannya
terletak pada gugus yang terikat pada
cincin benzena”

Open-ended dan Konvergen


 Guru meminta siswa untuk diskusi Kolaboratif
bersama teman kelompoknya mengerjakan Jujur
soal nomor pada LKP yang telah
dibagikan Komunikatif
 Guru meminta pesertadidik untuk Tanggung
menyampaikan jawaban yang telah di jawab
diskusikan bersama teman kelomponya
 Guru dan pesertadidik mendiskusikan hasil
jawaban
Closure
 Guru membimbing pesertadidik untuk
membuat kesimpulan terkait tata nama
senyawa turunan benzena berdasarkan
pada pertanyaan-pertanyaan yang telah
dijawab pada LKP.
Aplikasi
 Guru mengajak pesertadidik untuk
merefleksikan pemahamannya melalui soal
no 9
Penutup Konfirmasi 2
 Guru memberi kesempatan kepada Disiplin
pesertadidik untuk mengonfirmasikan hal
yang masih diragukan atau masih belum
jelas
Etika Penutup
 Guru menghapus papan tulis
 Guru mematikan tayangan di layar Spiritual
 Guru meminta salah satu pesertadidik
untuk mempimpin doa Santun
 Guru mengucapkan salam dan pesertaddik
menjawab salam penutup.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran

No Aspek Teknik Bentuk Instrumen

1 Sikap Observasi Rubrik penilaian sikap Lembar observasi

2 Pengetahuan Tertulis Rubrik penilaian Soal uraian


pengetahuan

3 Keterampilan Observasi Rubrik penilaian Lembar observasi


keterampilan
J. Lampiran
- Lampiran 1: Peta konsep
- Lampiran 2: Struktur makro
- Lampiran 3: Instrumen penilaian sikap
- Lampiran 4: Instrumen penilaian pengetahuan
- Lampiran 5: Instrumen penilaian keterampilan
- Lampiran 6: Bahan ajar
- Lampiran 7: Lembar Kerja Pesertadidik (beserta jawaban)
- Lampiran 8: Media pembelajaran (PPT)

Anda mungkin juga menyukai