0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan120 halaman

RPP IPS: Perubahan Masyarakat Awal Kemerdekaan

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP NU Bahrul Ulum, yang membahas perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaan. RPP mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, dan metode pengajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif siswa. Materi pembelajaran meliputi proses proklamasi kemerdekaan, agresi militer Belanda, dan diplomasi Indonesia dalam memperoleh pengakuan kedaulatan.

Diunggah oleh

sayidah.ida87
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan120 halaman

RPP IPS: Perubahan Masyarakat Awal Kemerdekaan

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP NU Bahrul Ulum, yang membahas perubahan dan kesinambungan masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaan. RPP mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, dan metode pengajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif siswa. Materi pembelajaran meliputi proses proklamasi kemerdekaan, agresi militer Belanda, dan diplomasi Indonesia dalam memperoleh pengakuan kedaulatan.

Diunggah oleh

sayidah.ida87
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP NU BAHRUL ULUM


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.6. Perubahan dan kesinambungan
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
masyarakat Indonesia pada masa awal
kemerdekaan- Pengakuan kedaulatan
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1
NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, [Link] kembali proses
perubahan dan kesinambungan terjadinya Proklamasi kemerdekaan.
ruang(geografis,politik, [Link] peristiwa heroic pasca
ekonomi, pendidikan, sosial, proklamasi kemerdekaan
budaya) dari awal [Link] penyudunan alat
kemerdekaan sampai awal kelengkapan Negara
reformasi [Link] alasan sekutu datang ke
Indonesia
4.3.5. Menyimpulkan diplomasi Indonesia
dalam
memperoleh pengakuan kedaulatan
[Link] agresi militer belanda I &
2
[Link] peristiwa Konferensi
meja bundar
4.3.8. Menceritakan kembali peristiwa
penandatanganan piagam penyerahan
kedaulatan dari Belanda kepada
Indonesia
4.3.9. Mendiskripsikan bentuk Negara RIS,
Republik Indonesia serikat.
2 [Link] melakukan presentasi
4.4 Menyajikan hasil analisis [Link] laporan hasil kunjungan ke
kronologi, perubahan dan Museum Jogja kembali
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan
sampai awal reformasi

2
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya) masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaan-
Pengakuan kedaulatan diharapkan siswa mampu berpikir kritis,kreatif,
inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan literasiinformasidan
[Link] indikasi dapat :
1. Menceritakan kembali proses terjadinya Proklamasi kemerdekaan.
2. Menjelaskan peristiwa heroic pasca proklamasi kemerdekaan
3. Menjelaskan penyudunan alat kelengkapan Negara
4. Menganalisis alasan sekutu datang keIndonesia
5. Menyimpulkan diplomasi Indonesia dalam
6. Menganaliais proses didapatnya pengakuan kedaulatan
7. Menjelaskan agresi militer belanda I & 2
8. Mendiskripsikan peristiwa Konferensi meja bundar
9. Menceritakan kembali peristiwa penandatanganan piagam penyerahan
kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia
10. Mendiskripsikan bentuk Negara RIS, Republik Indonesia serikat.
11. Trampil dalam menyajikan hasil praktek dan membuat paparan hasil
diskusi dalam bentuk presentasi (PPT)

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Proses terjadinya Proklamasi kemerdekaan

3
(Faktual,  .peristiwa heroic pasca proklamasi kemerdekaan
konseptual,  penyudunan alat kelengkapan Negara
prosedural dan  Alasan sekutu datang ke Indonesia
metakognitif)  Diplomasi Indonesia dalam
 Proses didapatnya pengakuan kedaulatan
 Agresi militer belanda I & 2
 Peristiwa Konferensi meja bundar
 Peristiwa penandatanganan piagam penyerahan kedaulatan
dari Belanda kepada Indonesia
 Bentuk Negara RIS, Republik Indonesia serikat.
2. Mater Remidial  Proses didapatnya pengakuan kedaulatan
 Agresi militer belanda I & 2
 Peristiwa Konferensi meja bundar

3. Materi Pengayaan Diplomasi Indonesia di forum Internasional dalam mendapatkan


pengakuan kedaulatan RI

F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Picture to picture
Pembelajaran
3. Metode : Demonstrasi, (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok,
tanya jawab, peer Lessons

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media :  Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
 Foto – foto tokoh pejuang,Gambar diplomasi,gambar
peperangan

4
 Video film detik- detik proklamasi,dan Video KMB
 Perpustakaan sekolah
Alat :  Kertas Karton, spidol warna
 Laptop & LCD Projector
 Slide presentasi (ppt)

H SUMBER BELAJAR
a. Buku 30 tahun Indonesia merdekas
b. Buku di bawah Bendera revolusi
c. Buku referensi : Buku Yudistira dan erlangga
d. Sumber Internet :
[Link]/.../Sejarah_Perjuangan_Bangsa_Indonesia_Menuju_Kem
erdekaan
e. [Link]/2016/06/perjuangan-mencapai-dan
[Link]
f. Video youtube tentang kemerdekaan RI

I. KEGIATAN PEMBELAJARAN
(Langkah-langkah pembelajaran)

PERTEMUAN 3
KEGIATAN PENDAHULUAN 10 Menit
 Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai (PPK)
 Mengecek Kehadiran Peserta didik
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan memberi motivasi
kepada peserta didik melaui senam pinguin
 Melalui tanya jawab membahas kembali PPKI
 Merekam memperhatikan ungkapan yang dikemukakan peserta didik dan

5
memberi sedikit ulasan (Critical thinking)
 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
 Menyampaikan garis besar cakupan materi
 Menyampaikan metode pembelajaran (kegiatan yang akan dilakukan peserta
didik) dan teknik penilaian yang akan digunakan saat membahas materi
 Guru menanyakan tentang materi pembelajaran berkaitan dengandetik- detik
menjelang proklamasi kemerdekaan .
Sintak Model
KEGIATAN PEMBELAJARAN 60 Menit
Pembelajaran
1. Stimulation a. Peserta didik diminta untuk memperhatikan dan
(stimulasi/ merenungkan kembali kegiatan upacara bendera
pemberian memperingati HUT Kemerdekaan RI deselingi sajian
rangsangan lewat tayangan video atau mengungkapkan kejadian
yang pernah dialami peserta didik.

6
Pernahkah kalian melihat dan memperhatikan(critical
Thinking) Kegiatan para pejuang veteran kemerdekaan ?
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap tayangan video,
peserta didik diminta untuk mengungkapkan hasil amatan
terlebih dahulu sebelum melaksanakan pembelajaran
lanjutan(critical thinking, creative dan problem solving)
a. Peserta didik membagi diri (leadership) dalam beberapa
kelompok (penentuan kelompok ditetapkan oleh guru)
Tiap kelompok terdiri dari anggota 4 - 5 Orang untuk
mempersiapkan bahan-bahankegiatan bersama
kelompok untuk pembagian peran dan tanggung jawab.
(collaboration and critical thinking)
b. Guru meminta Peserta didik melakukan sosio drama
singkat dengan peserta didik lainnya. (collabroration,
Creative and Problem Solving)
b. Problem  Guru Menyajikan materi sebagai pengantar
statement  Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-
(pernyataan/ gambar yang berkaitan dengan materi
identifikasi  Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian
masalah) memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi
urutan yang logis
 Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan
gambar tersebut

7
 Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai
menanamkan konsep/materi sesuai dengan
kompetensi yang ingin dicapai
a) Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah
yang di hadapai ketika di lapangan. pertanyaan yang
berkaitan dengan masalah yang peserta didik temukan
dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :
(Criticall thinking dan problem solving)
b) Mengidentifikasi masalah tentang :
Kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan (dimulai
dari pertanyaan LOTS hingga HOTS) untuk
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis dan daya analisis, Misalnya
orientasi masalah: (Critical thinking, and problem
solving)

c. Data
collection 1) Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan
(Pengumpulan untuk menjawab temuan masalah yang di hadapi.
Data). Menemukan penyebab masalah dan Menentukan

8
penyelesaian dari masalah dengan cara: (problem
solving)
Membaca sumber lain dan buku teks untuk
mengeksplor pengetahuannya dengan membaca
buku referensi atau sharing sesama kelompok lain.
(literasi dan Communication)
2) Peserta didik terlihat aktif dalam diskusi dan
mengkaji kejadian-kejadian diluar pemikiran peserta
didik yang ditemui saat praktek kemudian
menyelesaikan masalah yang ada, peserta didik
termotivasi untuk berdiskusi dalam menggali
informasi dari berbagai sumber . Critical thinking,
creative, problem solving aand communication)
3) Peserta didik menuliskan hasil pekerjaannya (untuk
masing-masing peserta didik) dan hasil diskusi
kelompok pada kertas yang telah disediakan
dengan kreativitas jawaban masing-masing.
(Creativitas)

4)Data Processing 1. Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada lembar


(Pengolahan aktivitas peserta didik
Data) 2. Guru memantau jalannya diskusi dan membimbing
peserta didik untuk mempresentasikan hasil
diskusinya.
3. Perwakilan kelompok untuk mempresentasikan
hasilnya dengan kreativitas dan inovasi peserta
didik dengan menyajikan hasil kerja kelompok
(diskusi) menggunakan power point dan contoh
video (dari youtube). (Creativity and
communication)

9
5) Verification 1. Hasil-hasil kerja kelompok yang telah dituliskan
(Pembuktian) untuk digunakan sebagai bahan pada lamgkah
berikutnya. (creativity)
2. Perwakilan kelompok memperhatikan sajian,
Paparan serta menilai hasil diskusi dari kelompok
lain, Mencermatinya dan membandingkan dengan
hasil dari kelompok sendiri kemudian
mendiskusikan kembali pada kelompok masing-
masing. (crirical thinking, problem solving,
Communication)
3. Perwakilan kelompok untuk memberikan tanggapan
dengan mengajukan pertanyaan , meminta
konfirmasi ataupun memberikan masukan terhadap
kelompok lainnya. (Creative dan problem solving)
4. Guru mencatat hal-hal yang menyimpang atau
tumpang tindih atau unik antara kelompok yang satu
dengan yang lain.
5. Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan
kelompok) dalam kelas saat berdiskusi,
merancang/melakukan praktek sederhana maupun
presentasi berlangsung.
6) Generalization
(menyimpilkan)  Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan
hasil diskusi dalam kelmpok tentang konsep
distribusi. Creativity and critical thinking)
 Guru memberikan penguatan dengan memberikan
penjelasan pada materi baru dan berbeda pada tiap
kelompok
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang
meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah

10
tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
KEGIATAN PENUTUP 10 menit
Peserta Didik 1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan
tentang konsep distribusi dengan menghubungkan
keterkaitan dengan pengalaman hidup siswa
melalui review indikator yang hendak dicapai pada
hari itu. (critical thinking, creative, communication)
2. Membuat resume dengan bimbingan guru tentang
point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan dan salah satu
peserta didik maju untuk mempresentasikan
kesimpulan materi yang diperoleh baik dari project
atau info dari buku didampingi guru. (critical
thinking , creative and collaboration)
3. Peserta didik mengungkapkan /mengingat
pengalaman-pengalaman mereka tentang kejadian
yang dialaminya sebelum memahami materi yang
berkaitan dengan perjuangan tempo dulu.(critical
thinking and comunication)

4. Mengagendakan projek yang harus dipelajarai pada


pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau
Guru: dirumah.
5. Memeriksa pekerjaan peserta didik dan memberikan
pesan moral pada peserta didik.
6. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
7. Sebelum pelajaran di tutuup, peserta didik diminta
untuk menyanyikan lagu “Padamu Negeri” (PPK )
8. Memberi salam. (PPK)

11
J. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

a. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi
bentuk lembar observasi
b. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Mengetahui : Delanggu,02 Januari 2020


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

12
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :07

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.7. Perubahan dan
kesinambungan (geografis,
politik, ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) masyarakat

13
Indonesia pada masa
demokrasi liberal
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, [Link] Alasan Indonesia
perubahan dan kembali ke Negara kesatuan
kesinambungan 4.3.2 Menjelaskan pengertian system
ruang(geografis,politik, demokrasi liberal
ekonomi, pendidikan, sosial, 4,3,3. Mendisakripsikan karakteristik

14
budaya) dari awal pelaksanaan system demokrasi liberal di
kemerdekaan sampai awal Indonesia
reformasi 4.3.4,Menyebutkan Perdana menteri yang
pernah berkuasa semasa demokrasi liberal
[Link] hambatan terbesar dalam
pelaksanaan sisten liberal di Indonesia
[Link] pemilu 1955
N 4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.1. Trampil berdiskusi
kronologi, perubahan dan [Link] membuat karangan singkat
kesinambungan ruang tentang pemilu 1955
(geografis, politik,
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal
reformasi

C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik,
ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) masyarakat Indonesia pada masa awal
kemerdekaan- Pengakuan kedaulatan diharapkan siswa mampu berpikir
kritis,kreatif, inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan
literasiinformasidan [Link] indikasi dapat :
1. Menjelaskan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan
2. Menjelaskan pengertian sistem demokrasi liberal
3. Mengidentifikasi karakteristik pelaksanaan sistem demokrasi liberal
di Indonesia
4. Menyebutkan Perdana menteri yang pernah berkuasa semasa
Indonesia menerapkan demokrasi liberal
5. .Menganalisis hambatan terbesar dalam pelaksanaan sisten liberal di
Indonesia

15
6. Menjelaskan pemilu 1955
7. Trampil dalam menyajikan hasil praktek dan membuat paparan hasil
diskusi dalam bentuk presentasi (PPT)

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan
(Faktual,  Pengertian sistem demokrasi liberal
konseptual,  Karakteristik pelaksanaan sistem demokrasi liberal
prosedural dan di Indonesia
metakognitif)  Perdana menteri yang pernah berkuasa semasa
Indonesia menerapkan demokrasi liberal
 Hambatan terbesar dalam pelaksanaan sisten liberal
di Indonesia
 Pemilu 1955
2. Mater Remidial  Hambatan terbesar dalam pelaksanaan sisten liberal
di Indonesia
 Pemilu 1955

3. Materi Pengayaan Instabilitas dalam negeri 1950 - 1959

F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik

16
2. Model : Discovery Learning
Pembelajaran
3. Metode : (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok, tanya jawab,
peer Lessons

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media :  Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
 Foto – foto tokoh Perdana Menteri era demokrasi liberal
 Video film demonstrasi yang menuntur Negara RIS dibubarkan
 Perpustakaan sekolah
 Gambar – partai – partai peserta pemili 1955
Alat :  Kertas HVA A4
 Laptop & LCD Projector
 Slide presentasi (ppt)

H SUMBER BELAJAR
g. Buku 30 tahun Indonesia merdekas
h. Buku di bawah Bendera revolusi
i. Buku referensi : Buku Yudistira dan erlangga
j. Sumber Internet : [Link] [Link]
k. [Link]
l. Video youtube tentang pelantikan perdana menteri M Natsir

I.. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan
a. Persiapan psikis dan fisik,membuka pelajaran 10’
dengan mengucapkan salam dan berdo’a bersama

17
b. Guru menanyakan siswa yang tidak mengikuti
pelajaran hari ini
c. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai
d. Menyampaikan secara singkat garis besar materi
yang akan disajikan selama pembelajaran
e. Memberi motivasi siswa dengan menyanyikan
lagu Maju Tak Gentar ,
Inti Mengamati: 75 menit
 Melihat tayangan lewat LCD tentang gambar-gambar
Pejabat- pejabat RI masa Demokrasiliberal,Gambar
kondisi masyarakat masa demokrasi liberal di
Indonesia
 Menanya :
Siswa menanyakan dari hasil tayangan
Guru membentuk 5 kelompok,setiap kelompok terdiri
dari 5-6 siswa.
 Guru memanggil ketua-ketua kelompok untuk
satu materi tugas sehingga satu kelompok
mendapat tugas satu materi atau tugas yang
berbeda dari kelompok lain.
 Guru membagi tugas pada masing-masing
kelompok :
o kelompok 1 membahas pengertian dan
karakteristik masa demokrasi liberal
o kelompok 2 seringnya pergantian Perdana
Menteri era demokrasi liberal
o kelompok 3 membahasupaya pemulihan ekonomi
Indonesia
o kelompok 4membahasperkembangan politik era
demokrasi liberal

18
o kelompok 5 membahaspemilihan umum 1955
 Guru meminta setiap siswa untuk memikirkan
dan mengerjakan tugas secara kelompok.
Mengumpulkan informasi:
 Setelah kerjabersama siswa diminta untuk
mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan
kelompoknya.
Mengasosiasi:
 Apabila kelompok sudah menyelesaikan
tugasnya, ketua menyampaikan hasil kelompok
dan kelompok lain menanggapi.
 Guru bersama siswa memberikan klarifikasi
Mengomunikasikan:
 Melaporkan hasil diskusi kemudian dilaporkan dalam
bentuk tulisan yang berisi tentang masa demokrasi
liberal Indonesia
Penutup  Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi 5 menit
smentara yang telah dipelajari,
 Guru meminta siswa untuk merefleksi terhadap
materi yang telah dipelajari dan proses
pembelajaran yang telah dilakukan,
 Guru memberikan pesan moral terkait materi yang
telah dipelajari
 Penilaian tes tertulis
 Tindak lanjut, guru memberi tugas rumah untuk
mempelajari materi selanjutnya
 Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

19
Pertemuan 2

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan
f. Persiapan psikis dan fisik,membuka pelajaran 10’
dengan mengucapkan salam dan berdo’a bersama
g. Guru menanyakan siswa yang tidak mengikuti
pelajaran hari ini
h. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai
i. Menyampaikan secara singkat garis besar materi
yang akan didiskusikan sebelumnya selama
pembelajaran
j. Memberi motivasi siswa dengan menyanyikan
lagu Tanah Airku
Inti Mengamati: 75 menit
 Melihat tayangan lewat LCD,video kondisi
masyarakat ekonomi masa demokrasi liberal di
Indonesia
 Menanya :
Siswa menanyakan dari hasil tayangan
Guru memerintahkan kelompok,yang belum
presentasi mempresentasikan hasilnyanamun
sebelumnya guru menyajikan feature singkat.
 Guru meminta setiap siswa untuk memikirkan

20
dan mengerjakan tugas secara kelompok.
Mengumpulkan informasi:
 Siswa mencatat point – penting penting yang
telah didiskusikan
Mengasosiasi:
 Hasil resume individual dikoroscekkan dengan
siswa yang lain dan melengkapinya bila ada yang
[Link] bersama siswa memberikan
klarifikasi
Mengomunikasikan:
 Melaporkan hasil resume kemudian dilaporkan dalam
bentuk tulisan yang berisi tentang masa demokrasi
liberal Indonesia
Penutup  Siswa bersama dengan guru menyimpulkan 5 menit
materiyang telah dipelajari,
 Guru meminta siswa untuk merefleksi terhadap
materi yang telah dipelajari dan proses
pembelajaran yang telah dilakukan,
 Guru memberikan pesan moral terkait materi yang
telah dipelajari
 Penilaian tes tertulis
 Tindak lanjut, guru memberi tugas rumah untuk
mempelajari materi selanjutnya
 Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

K. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

c. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian

21
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi
bentuk lembar observasi
d. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Mengetahui : Delanggu,02 Januari 2020


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

22
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :08

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] politik dan
ekonomi
pada masa demokrasi Terpimpin
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati

23
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


DASAR
1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1Mendiskripsikan alasan Presiden
perubahan dan mengeluarkan dekrit 5 Juli 1059.
kesinambungan 4.3.2. Menjelaskan isi dekrit presidenm 5 juli 1959
ruang(geografis,politik, 4.3.3. Mendefinisikan makna terpimpin
ekonomi, pendidikan, 4.3.4. Menganalisis situasi politik dan ekonomi
sosial, budaya) dari pada masa demokrasi terpimpin
awal kemerdekaan 4.3.4. Menjelaskan bentuk penyimpangan pada
sampai awal reformasi masa orde lama terhadap Pancasila dan UUD
1945
[Link] politik nefo-oldefo beserta
implementasinya.
4.3.6. Mendeksripsikan konfrontasi dengan
Malaysia
4.3.7. Mendeskripsikan proses pengembalian Irian
Barat ke pangkuan RI

24
4.3.8. Menceritakan kembali peristiwa G30 S PKI

2 4.4.1. Trampil presentasi


4.4 Menyajikan hasil 4.4.2. Trampil memngarang cerita sejarah orde lama
analisis kronologi,
perubahan dan
kesinambungan ruang
(geografis, politik,
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari
awal kemerdekaan
sampai awal
reformasi
[Link] PEMBELAJARAN
Setelah KBM selesai diharapkan siswa dapat
1. Mendiskripsikan alasan Presiden mengeluarkan dekrit 5 Juli 1059.
2. Menjelaskan isi dekrit presidenm 5 juli 1959
3. Mendefinisikan makna terpimpin
4. Menganalisis situasi politik dan ekonomi pada masa demokrasi terpimpin
5. Menyimpulkan bentuk penyimpangan pada masa orde lama terhadap Pancasila dan
UUD 1945
6. Mendefinisikan politik nefo-oldefo beserta implementasinya.
7. Mendeksripsikan konfrontasi dengan Malaysia
8. Mendeskripsikan proses pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI
9. Menceritakan kembali peristiwa G30 S PKI

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

25
E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Alasan Presiden mengeluarkan dekrit 5 Juli 1059.
(Faktual,  Isi dekrit presidenm 5 juli 1959
konseptual,  Makna/ Konsep terpimpin
prosedural dan  Situasi politik dan ekonomi pada masa demokrasi
metakognitif) terpimpin
 Bentuk penyimpangan pada masa orde lama
terhadap Pancasila dan UUD 1945
 Politik nefo-oldefo beserta manifestasinya
 .Konfrontasi dengan Malaysia
 Proses pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI
 peristiwa G30 S PKI
2. Mater Remidial  Politik nefo-oldefo beserta manifestasinya
 .Konfrontasi dengan Malaysia
 Proses pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI
 peristiwa G30 S PKI
3. Materi Pengayaan Ekonomi Indonesia pada abad 21

F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Group Investigation
Pembelajaran
3. Metode : (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok, tanya jawab,
peer Lessons

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN

26
Media :  Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
 Foto – foto /gambar – gambar yang sesuai dengan topik bahasan
 Video film dTrikora dan G30 SPKI
 Perpustakaan sekolah
Alat :  Kertas HVS A4
 Laptop & LCD Projector
 Slide presentasi (ppt)

H SUMBER BELAJAR
m. Buku Sejarah Nasional Indonesia,Sartono kartodirjo,[Link]
n. Buku [Link] KLS 9 Kur13,
o. Buku referensi : Buku Yudistira dan Tiga serangkai
p. Sumber Internet : [Link] [Link]
q. [Link]

I. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan  , Guru mengucapkan salam
 Guru menanyakan kabar peserta didik 10’
 Guru memandu peserta didik untuk berdo’a
 Guru menanyakan kehadiran peserta didik
 Guru memberi motivasi kepada peserta didik
 Apersepsi guru mengaitkan materi yang pernah
didapat oleh peserta didik dengan materi yang akan
disampaikan
 Guru menyampaikan indikator pembelajaran yang
akan dicapai
 Model pembelajaran yang digunakan pada
pertemuan ini yaitu Group Investigation.
 Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok heterogen

27
sesuai dengan langkah-langkah model
pembelajaran Group Investigation

Inti Mengamati 75 menit


 Peserta didik dalam kelompok mengamati
gambar-gambar pembangunan mercusuar dan
video Iainnya pada masa demokrasi terpimpin
yang ditampilkan guru lewat power poin
 Peserta didik dalam kelompok mengamati
penayangan materi secara singkat mengenai dekrit
presiden 5 Juli 1959
 Kompetensi yang dikembangkan: rasa ingin
tahu,tanggung jawab
Menanya
 Melalui tanya jawab terkait gambar-gambar dan materi
yang ditampilkan oleh guru, peserta didik diarahkan oleh
guru untuk membuat pertanyaan dengan menggunakan
5W+1H
Contoh pertanyaan:
1. Apa latar belakang dari dekeluarkannya dekrit
presiden 5 juli 1959?
2. Apa yang dimaksud dengan demokrasi
terpimpin?
3. Bagaimana kondisi politik dan ekonomi pada
masa demokrasi terpimpin?
Kompetensi yang ingin dikembangkan: rasa ingin tahu,
demokratis
Mengumpulkan informasi
 Guru memberikan tugas pada masing-masing
kelompok untuk membuat peta konsep. Pembagian

28
materi sebagai berikut:
 Kelompok 1, Politik dalam negeri pada masa
demokrasi terpimpin
 Kelompok 2, Politik luar negeri pada masa demokrasi
terpimpin
 Kelompok 3, Kebijakan ekonomi pada masa
demokrasi terpimpin
 Kelompok 4, Penyimpangan-penyimpangan terhadap
UUD 1945 pada masa demokrasi terpimpin
 Peserta didik dalam kelompok diskusi mengumpulkan
informasi terkait dengan materi yang didiskusikan
Kompetensi yang ingin dikembangkan: kerja keras,
tanggung jawab, gemar membaca, semangat
kebangsaan
Mengasosiasi/Menganalisis Data atau Informasi
 Tiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar
dari sumber-sumber informasi yang telah diperoleh
 Peserta didik menuangkan jawabannya dalam peta
konsep
 Ketua kelompok memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya dan dapat menjelaskan peta
konsep yang telah dibuat
Kompetensi yang ingin dikembangkan: toleransi,
tanggung jawab, demokratis
Mengkomunikasikan
 Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil temuannya.
 Kelompok 1 mempresentasikan peta konsep
 Peserta didik mematuhi tata cara penyajian kelompok,
seperti :
a. Mengangkat tangan sebelum memberikan pertanyaan

29
ataumenyampaikan pendapat
b. .Menyampaikan pertanyaan atau pendapat setelah
dipersilahkan oleh guru (moderator).
c. Menggunakan bahasa yang sopansaat
menyampaikan pertanyaan atau pendapat.
d. Berbicara secara bergantian dan tidak memotong
pembicaraan orang lain
 Kelompok yang presentasi mencatat peserta didik yang
bertanya, menanggapi, ikut menjawab dan merekap
jawaban yang diberikan.
 Kelompok yang sudah presentasi memperbaiki catatan
diskusinya
 Guru mengkonfirmasikan jawaban dan memberikan
penjelasan singkat mengenai materi yang belum
disebutkan dalam presentasi
Kompetensi yang ingin dikembangkan: kreatif, disiplin,
komunikatif, tanggung jawab

Penutup  Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi 5 menit
smentara yang telah dipelajari,
 Guru meminta siswa untuk merefleksi terhadap
materi yang telah dipelajari dan proses
pembelajaran yang telah dilakukan,
 Guru memberikan pesan moral terkait materi yang
telah dipelajari
 Penilaian tes tertulis
 Tindak lanjut, guru memberi tugas rumah untuk
mempelajari materi selanjutnya
 Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

30
Pertemuan ke 2
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan  Guru masuk kelas dan memberi salam kemudian
dijawab oleh peserta didik 10’
 .Guru mengecek presensi peserta didik
 Peserta didik diberi motivasi untuk terus
meningkatkan kualitas belajar dan kualitas
ibadahnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap
dirinya sendiri
 Indikator ketercapaian kompetensi disampaikan
kepada peserta didik.
 Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
disampaikan dengan pembelajaran sebelumnya,
Inti  Peserta didik berkumpul sesuai dengan 75 menit
kelompoknya masing-masing
 Peserta didik mencermati materi yang
disampaikan guru lewat presentasi powerpoint
terutama materi pokok konfrontasi dengan
Malaysia dan Pembebasan Irian Barat
 Guru menyampaikan materi tentang kebijakan
ekonomi pada demokrasi terpimpin dan
penyimpangan-penyimpangan terhadap UUD
1945 pada demokrasi terpimpin
 Peserta didik membuat catatan dari materi yang
diamati
Menanyakan
 Peserta didik membuat pertanyaan mengenai
kebijakan apa saja yang diterapkan pemerintah

31
dalam mengatasi masalah ekonomi pada masa
demokrasi terpimpin dan penyimpangan apa saja
yang terjadi pada masa itu?
 Peserta didik bertanya apabila ada yang belum
dipahami terkait materi
 Peserta didik membuat catatan pertanyaan.
Mengumpulkan Informasi
 Peserta didik mencari informasi baru, baik dari
buku pelajaran, browsing di internet sesuai
dengan materi bahasan tiap kelompok.
 Peserta didik membuat catatan terkait informasi
baru yang didapatkan.
 Peserta didik bertanya apabila ada informasi
yang belum dipahami.

Mengasosiasi
 Peserta didik menghubungkan materi yang
diperoleh dengan informasi baru yang ditemukan.
 Peserta didik bertanya apabila mengalami
kesulitan dalam menghubungkan setiap informasi.
 Peserta didik dibimbing dalam menghubungkan
setiap informasi yang diperoleh.
 Kelompok peserta didik membuat catatan berupa
peta konsep untuk dipresentasikan.
Mengkomunikasikan
a. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil temuannya.
b. Kelompok 2 dan 3 mempresentasikan peta konsep
c. Kelompok yang lain bertanya dan memberi
tanggapan kepada yang presentasi.
d. Kelompok yang presentasi mencatat peserta didik

32
yang bertanya, menanggapi, ikut menjawab dan
merekap jawaban yang diberikan.
e. Kelompok yang sudah presentasi memperbaiki
catatan diskusinya.

Penutup  Peserta didik diberikan klarifikasi terkait materi 5 menit


diskusi.
 Peserta didik diukur ketercapaian kompetensinya
 Peserta didik dan guru merefleksi proses
pembelajaran yang telah dilakukan.
 Peserta didik diberi motivasi bahwa kerjasama
yang baik akan memudahkan setiap pekerjaan.
 Peserta didik diberikan tugas untuk mempelajari
materi tentang orde baru
 Peserta didik dan guru berdoa dipimpin oleh
ketua kelas
 Menyanyikan lagu- lagu daerah
 Guru mengakhiri pembelajaran.

L. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

33
e. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal
 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi
bentuk lembar observasi
f. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Mengetahui : Delanggu,02 Januari 2020


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

34
LAMPIRAN II
MENDALAMAN MATERI
Kebijakan Politik Pada Masa Demokrasi Terpimpin
1. Kebijakan Dalam Negeri
a) Pembentukan MPRS
b) Pembentukan DPR-GR
c) Pembentukan DPAS
d) Pembentukan Kabinet Kerja
e) Pembentukan Front Nasional
f) Penataan Organisasi Pertahanan dan Keamanan
g) Penyederhanaan Partai-Partai Politik
h) Nasakom

35
2. Kebijakan Luar Negeri
a) Pengiriman Pasukan Garuda II ke Kongo
b) Indonesia berhasil melaksanakan Asian Games IV di Jakarta
c) Politik Nefo dan Oldefo
d) Politik Konfrontasi dengan Malaysia
e) Politik Mercusuar
f) Indonesia keluar dari PBB
g) Politik Gerakan Non Blok
3. Kebijakan Ekonomi
a. Pembentukan Depernas
b. Devaluasi Mata Uang Rupiah
c. Mengeluarkan Dekon
d. Mengeluarkan peraturan ekspor-impor
e. Membentuk Bamunas

36
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :09

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] disintegrasi bangsa
(antara lain: DI/TII, APRA,
Andi Aziz, , G30S/PKI)
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI
KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

37
[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, 3.1.4. Menyebutkan bentuk – bentuk
perubahan dan pemberontakan di daerah – daerah yang
kesinambungan mengancam stabilitas Nasional
ruang(geografis,politik, 3.1.5. Menjelaskan penyebab timbulnya
ekonomi, pendidikan, sosial, pemberontakan di daerah – daerah.
budaya) dari awal 3.1.6. Menceritakan kronologi peristiwa G.30
kemerdekaan sampai awal [Link]
reformasi

2 4.4.1. Menyajikan hasil kerja kelompoki dan


4.4 Menyajikan hasil analisis diskusi kelompok mengenai kaitan antara
kronologi, perubahan dan lemahnya pertumbuhan ekonomi dengan
kesinambungan ruang gangguan keamanan dalam negeri.
(geografis, politik, dan kegiatan mana yang lebih penting dan
ekonomi, pendidikan, permasalahan yang muncul serta
sosial, budaya) dari awal menentukan penyelesaiannya
kemerdekaan sampai awal
reformasi

C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari ancaman disintegrasi bangsa (antara lain: DI/TII, APRA,
Andi Aziz, , G30S/PKI) diharapkan siswa mampu berpikir kritis,kreatif,
inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan literasiinformasidan komunikasi.
1. Menjelaskan penyebab terjadinya ancaman disintegrasi bangsa

38
2. Menyebutkan contoh – contoh pemberontakan di daerah – daerah yang
mengancam disintgrasi bangsa
3. Mendiskripsikan tindakan pemerintah menghadapi ancaman disintegrasi
bangsa
4. Trampil dalam menyajikan hasil praktek dan membuat paparan hasil
diskusi dalam bentuk presentasi (PPT)

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Penyebab terjadinya ancaman disintegrasi bangsa
(Faktual,  Contoh – contoh pemberontakan di daerah – daerah
konseptual, yang mengancam disintgrasi bangsa
prosedural dan  Tindakan pemerintah menghadapi ancaman disintegrasi
metakognitif) bangsa
2. Mater Remidial Tindakan pemerintah menghadapi ancaman disintegrasi
bangsa
3. Materi Pengayaan Kebinekaan mempererat persatuan bangsa

F. MODEL PEMBELAJARAN

1. Model : Problem based Learning


Pembelajaran
2. Metode : Demonstrasi, (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok,

39
tanya jawab, peer Lessons dan penugasan

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media :  Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
 Lembar penilaian (Guru)
 Video Untuk bahan tayangan
 Perpustakaan sekolah
Alat :  Penggaris, Spidol, papan tulis
 Laptop & LCD Projector
 Slide presentasi (ppt)
 Bahan Praktek untuk mempraktekan kegiatan distribusi

H SUMBER BELAJAR

a. Buku modul siswa IPS kls IX,Sarwanta,Mahatma Press, 2017


b. Buku referensi : Buku Yudistira dan Tiga serangkai,2006
c. Sumber Internet
d. Video Pembelajaran Penumpasan DII/TII

[Link] – LNGKAH PEMBELAJARAN

PERTEMUAN 1
KEGIATAN PENDAHULUAN
[Link]
Orientasi Guru
 Memberi salam dan berdoa sebelum memulai pelajaran
 Mengecek Kehadiran Peserta didiksebagai sikap disiplin
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan melalui motivasi kepada
siswa

40
 Menyiapkan fisik dan psikis sebelum memulai pembelajaran
Apersepsi
 Mengaitkan materi/ thema/ kegiatan pembelajaran dengan pengalaman peserta
didik ketika belanja di pasar dengan materi kebutuhan
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya untuk mengukur tingkat
pengalaman siswa terkait materi ajar
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan
Motivasi
 Ice Breaking permainan “ Test warna “
 Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran
 Guru menyampaiakan gambaran kepada siswa tentang materi yang akan
diberikan

Kegiatan 60 menit
Inti
Stimultion [Link] memutarkan video Film documenter entang
Stimulasi peristiwaPRR/I PRMESTA

Ÿ Siswa diminta membuat pertanyaan sederhana


berdasarkan pengamatan video pemberontakan
Problemstate di daerah.Siswa diminta menyusun pertanyaan
ment(pertany dengan melihat sekilas tayangan gambar
aan/
identifikasi
masalah

Ÿ Peserta didik membaca pada buku pendamping

41
– serta modul dari guru selain itu mengakses
Data collection Internet tentang pergolakan di daerah sesuai
(pengumpulan website yang telah ditentukan oleh guru.
data) Ÿ Peserta didik melakukan resume kecil sesuai
topik materi.
Ÿ Peserta didik merumuskan simpulan sementara
dari hasil curah pendapat tentang Kelangkaan

Verification Ÿ Mengkomunikasikan hasil kerja melalui


( Pembuktian ) presentasi
Sesuai dengan kelompok yang telah terbentuk.
Ÿ Meptertahankan argumen ,ide,gagasan /hasil
temuan atas ajuan pertanyan dari kelompok
lain.

Ÿ Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa 10


sebagai post test. menit
Ÿ Menyelipkan kisah orang – orang terkenal
Ÿ Memerintahkan kepada siswa agar membaca
Penutup buku sumber terkait materi pada pertemuan
berikutnya.

42
Pertemuan 2
Pendahuluan Ÿ Guru membuka pelajaran dengan mengucap 10 menit
salam
Ÿ Guru melakukan presensi
Ÿ Siswa distimulasi melalui instrumentalia musik
[Link] guru membimbing olah nafas.
Ÿ Guru menyampaikan pre test.
Ÿ Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan
Kegiatan Inti Ÿ Siswa menghubungkan antara teori pada buku
paket dan modul dengan hasil pengamatan.
Ÿ Masing – masing kelompok bertanya pada 60 menit
kelompok lain secara terbatas.
Ÿ Siswa membuat tabel dan melakukan
pencatatan terhadap barang – barang yang
dibutuhkan manusia

 Generalizatio  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


n (menarik secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
kesimpulan pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama
/generalisasi) guru
Penutup 1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan 10menit
tentangkebutuhan dengan menghubungkan
keterkaitan kondisi sekarang dengan segala
persoalan melalui review indikator yang hendak
dicapai pada hari itu.

43
2. Mengakhiri pembelajaran dengan post test
dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Rayuan
Pulau Kelapa
3. .Untuk penugasan mengidentifikasi barang-
barang yang mudah dibeli dan susah dibeli oleh
konsumen
4. Melakukan refleksi atau umpan balik untuk
memberikan penguatan kepada peserta didik.
5. Menyampaikan pesan Moral.
6. Memberi salam.

M. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

g. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi
bentuk lembar observasi
h. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Mengetahui : Delanggu,03 Januari 2020

44
Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 9

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :10

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] Asia Afrika
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 1 X pertemuan ( 2 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati

45
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1. Mendiskripsikan latar belakang
perubahan dan diselenggarakannya Konferensi Asia –
kesinambungan Afrika.
ruang(geografis,politik, 4.3.2. Menyebutkan penggagas kegiatan
ekonomi, pendidikan, sosial, Konferensi Asia Afrika
budaya) dari awal 4.3.3. Mendiskripsikan manfaat Konferensi
kemerdekaan sampai awal Asia- Afrika
reformasi 4.3.4. Menjelaskan manfaat Konferensi Asia
Afrika.
2 [Link] mempresentasikan di depan kelas
4.4 Menyajikan hasil analisis [Link] lambing bendera
kronologi, perubahan dan peserta konferensi Asia- Afrika di
kesinambungan ruang Bandung
(geografis, politik,
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari awal

46
kemerdekaan sampai awal
reformasi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai diharapkan siswa dapat :

1. Mendiskripsikan latar belakang diselenggarakannya Konferensi Asia –Afrika.


2. Menyebutkan penggagas kegiatan Konferensi Asia Afrika
3. Mendiskripsikan dasa sila Bandung Konferensi Asia- Afrika
4. Menjelaskan manfaat Konferensi Asia Afrika

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E,MATERI PEMBELAJARAN
[Link] Regulair
 Latar belakang diselenggarakannya Konferensi Asia –Afrika.
 Penggagas kegiatan Konferensi Asia Afrika
 Dasa sila Bandung Konferensi Asia- Afrika
 Manfaat Konferensi Asia Afrika

E.2 Materi Remidial


 Dasa sila Bandung Konferensi Asia- Afrika
 Manfaat Konferensi Asia Afrika

47
E.3 Materi Pengayaan
Relefansi Konferensi Asia Afrika di abad 21

F. METODE PEMBELAJARAN
Methode :Metode Perancangan ( Projeck Method )
Model : Kolaborasi ( BUYING INTO THE COURSE )
G. MEDIA PEMBELAJARAN
a. Soft Media :
[Link] point
a.2 Video orang berbelanja di [Link] orang berjualan
a.3. Gambar – gambar kegiatan ekonomi
[Link] Media
b.1 LCD
b.2 Laptop
b.3 Kertas HVS ukuran A4

G. SUMBER BELAJAR
a. Buku Paket IPS Kelas VII Kurikulum 2013 edisi Revisi tahun 2016
b. [Link]
c. Modul guru IPS, KLS 7 Semester Genap, Oleh Sarwanta,M,Pd,2018
d. Sumber lain yang relevan

H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan a. Persiapan psikis dan fisik dengan membuka 10 menit
pelajaran dengan mengucapkan salam dan
berdoa bersama
b. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai

48
selama pembelajaran
c. Menyampaikan secara singkat garis besar
materi yang akan diajarkan
d. Memberi motivasi siswa dengan
menyanyikan lagu Padamu Negri.
KegiatanInti 60 menit
 Stimultion  Guru mengajak mengamati ulang tahum
(Stimulasi/Pembe Konferensi Asia Afrika
rian Rangsangan)  Siswa diminta menyususn sebuah
pertanyaan
 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat
statement pertanyaan dan guru mengarahkan
(pertanyaan/ide pertanyaan siswa ke tujuan yang ingin
ntifikasi dicapai pada kegiatan pembelajaran.
masalah)  Siswa memadukan hasil wawancara dengan
hasil pengamatan
 Siswa diminta menuliskan pertanyaan –
pertanyaan di papan tulis.
 Data collection  Guru membagi kelompok diskusi antara
(pengumpulan 5 -6 orang setiap kelompok.
data) Kelompok 1. membahas situasi global
tahun 950 - an
Kelompok II membahas latar belakang
terselenggaranya KAA
Kelompok III Membahas Negara –
Negara yang hadir dalam KAA
Kelompok IV membahas DASA SILA
BANDUNG
Kelompok V dampak KAA bagi dunia
 Peserta didik membaca buku teks
pelajaran atau internet /referensi lain

49
yang relevan
 Data processing
(pengolahan  Peserta didik diminta curah
data) pendapat/diskusi kelompok untuk
mengolah dan menganalisis data atau
informasi yang telah dikumpulkan dari
berbagai sumber
 Peserta didik juga diminta merumuskan
simpulan hasil diskusi Konferensi Asia
Afrika
 Penutup  Guru melakukan post test terbatas
 Guru menyampaikan skenario
pembelajaran selanjutnya
 Siswa dihimbau untuk menyiapkan
property sesuai dengan hasil
pengolahan data
 Guru menutp pembelajaran dengan
salam

N. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

i. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar


observasi/jurnal
 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik,
Observasi bentuk lembar observasi
j. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)

50
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan
mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Delanggu,02 Januari 2020


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 9

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

LAMPIRAN II
PENDALAMAN MATERI
Konferensi Asia Afrika Bandung 1955
Sebagai tindak lanjut dari gagasan tersebut diadakan Konferensi Bogor pada tanggal 28-29
Desember 1954. Salah satu keputusan dari Konferensi Bogor, yaitu akan diadakannya
Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tanggal 18-24 April 1955 di Bandung dengan
mengundang 23 negara dari Asia dan 7 negara dari Afrika. Dalam KAA itu ada satu negara
yang tidak hadir, yaitu Federasi Afrika Tengah (Rhodesia) karena masih dijajah Inggris.
Konferensi Asia Afrika sangat bermanfaat bagi negara-negara di Asia dan Afrika. Manfaat itu
antara lain sebagai berikut:
1. banyak negara di Asia dan Afrika yang dahulunya terjajah menjadi negara merdeka,

51
2. ketegangan dunia mulai mereda,
3. dihapuskannya politik perbedaan warna kulit.

Konferensi Asia Afrika Bandung menghasilkan beberapa keputusan penting, di antaranya:


1. memajukan kerja sama antarnegara di kawasan Asia dan Afrika dalam bidang sosial,
ekonomi, dan kebudayaan,
2. menyerukan kemerdekaan Aljazair, Tunisia, dan Maroko dari penjajahan Prancis,
3. menuntut pengembalian Irian Barat (sekarang Papua) kepada Indonesia dan Aden
kepada Yaman,
4. menentang diskriminasi dan kolonialisme,
5. ikut aktif dalam mengusahakan dan memelihara perdamaian dunia.
Deklarasi Bandung – Dasasila Bandung
Konferensi Asia–Afrika juga mencetuskan Bandung Declaration (Deklarasi Bandung) atau
yang lebih dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung yaitu sepuluh poin hasil pertemuan yang
berisi tentang “pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia”.
Isi Dasasila Bandung
1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat
dalam Piagam PBB.
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar maupun
kecil.
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan persoalan dalam negeri negara lain.
5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau
kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.
6. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak
bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukan tekanan
terhadap negara lain.
7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman-ancaman agresi terhadap keutuhan
wilayah dan kemerdekaan negara lain.

52
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, sesuai dengan
piagam PBB.
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
10. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
Dasasila Bandung merupakan salah satu dasar kebijakan politik luar negeri Indonesia untuk
mencapai tujuan nasional yaitu mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga
keselamatan negara, meningkatkan perdamaian internasional, dan meningkatkan persaudaraan
dengan semua bangsa.

53
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :11

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] NonBlok
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional

54
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, [Link] pengertian gerakan Non
perubahan dan Blok.
kesinambungan [Link] latar belakang lahirnya
ruang(geografis,politik, gerakan Non Blok.
ekonomi, pendidikan, sosial, [Link] prinsip – prinsip gerakan
budaya) dari awal Non Blok
kemerdekaan sampai awal [Link] tokoh pendiri gerakan
reformasi Non Blok
[Link] tujuan gerakan Non
Blok
4.3.6..Menyimpulkan peran serta Indonesia
dalam gerakan Non Blok.

2 [Link] membuat Makalah tentang


4.4 Menyajikan hasil analisis Gerakan Non Blok di abad 21.
kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang
(geografis, politik,

55
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal
reformasi
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan Belajar Mengajar selesai diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian gerakan Non Blok.
2. Mendiskripsikan latar belakang lahirnya gerakan Non Blok.
3. Menganalisis prinsip – prinsip gerakan Non Blok
4. Menyebutkan tokoh pendiri gerakan Non Blok
5. Mendiskripsikan tujuan gerakan Non Blok
6. Menyimpulkan peran serta Indonesia dalam gerakan Non Blok

[Link] PEMBELAJARAN
[Link] Regulair
 Pengertian gerakan Non Blok.
 Latar belakang lahirnya gerakan Non Blok.
 Prinsip – prinsip gerakan Non Blok
 Tokoh – tokoh pendiri gerakan Non Blok
 Tujuan gerakan Non Blok
 Peran serta Indonesia dalam gerakan Non Blok
[Link] Remidial
 Peran serta Indonesia dalam gerakan Non Blok
D.3.Materi8 Pengayaan
Gerakan Non Blok dalam pusaran abad 21.

E. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

56
H. METODE PEMBELAJARAN
Methode :Metode Perancangan ( Projeck Method )
Model : Kolaborasi ( BUYING INTO THE COURSE )
I. MEDIA PEMBELAJARAN
a. Soft Media :
[Link] point
a.2 Video KTT Gerakan Non Blok di Indonesia
a.3. Gambar – gambar tokoh = tokoh GNB
[Link] Dunia
[Link] Media
b.1 LCD
b.2 Laptop
b.3 Kertas HVS ukuran A4

G. SUMBER BELAJAR
e. Buku Paket IPS Kelas IX Kurikulum 2013 edisi Revisi tahun 2014
f. [Link]
g. Modul guru IPS, KLS 7 Semester Genap, Oleh Sarwanta,M,Pd,2018
h. Sumber lain yang relevan

H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan e. Persiapan psikis dan fisik dengan membuka 10 menit
pelajaran dengan mengucapkan salam dan
berdoa bersama
f. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai
selama pembelajaran

57
g. Menyampaikan secara singkat garis besar
materi yang akan diajarkan
h. Memberi motivasi siswa dengan
menyanyikan lagu Amayadori
KegiatanInti 60 menit
 Stimultion  Guru memutarkan Video perang dingin
(Stimulasi/Pembe antara USA dengan USSR
rian Rangsangan)  Siswa di minta bertanya tujuan
berjualan,materi yang telah ditulis pada
kartu dengan kertas berwarna berjualan,
 Siswa di ajak mengamati video tayangan
guru
 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat
statement pertanyaan tentang Gerakan Non Blokdan
(pertanyaan/ide guru mengarahkan pertanyaan siswa ke
ntifikasi tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan
masalah) pembelajaran.
 Siswa memadukan hasil masukan dari guru
dengan hasil pengamatan
 Siswa diminta menuliskan pertanyaan –
pertanyaan pada kertas kghusus
 Data collection  Guru membagi kelompok diskusi antara
(pengumpulan 5 -6 orang setiap kelompok.
data) Kelompok 1. Membuat Card Teks
dengan bahasan latar lahirnya belakang
gerakan Non Blok
Kelompok II mengumpulkangambar
tokoh – tokoh pendiri GNB dan
menempelkannya pada kartu kecil
Kelompok III Membahas prinsip
Gerrakan Non Blok

58
Kelompok IV membahas hubungan
antara GNB dengan Indonesia
Kelompok IV membahas peserta KTT
GNB
Kelompok V membahas efek dari
gerakan Non Blok
 Peserta didik membaca buku teks
pelajaran atau internet /referensi lain
yang relevan tentang organisasi Non
Aliigned Movement.
 Data processing
(pengolahan  Peserta didik diminta curah
data) pendapat/diskusi kelompok untuk
mengolah dan menganalisis data atau
informasi yang telah dikumpulkan dari
berbagai sumber
 Peserta didik juga diminta merumuskan
simpulan hasil diskusi .
 Penutup  Guru melakukan post test terbatas
 Guru menyampaikan skenario
pembelajaran selanjutnya
 Siswa dihimbau untuk menyiapkan
property sesuai dengan hasil
pengolahan data
 Guru menutp pembelajaran dengan
salam
 Pertemuan 2

 Pra Kondisi  Guru membuka pelajaran dengan


ucapan salam
 Guru menyampaikan tujuan

59
pembelajaran yang akan dicapai
 Motivasi dengan musik relaksasi
 Verification Ÿ Peserta didik dalam kelompok diminta
(pembuktian) mempresentasikan hasil kerjanya.
Ÿ Kelompok lain diminta memberi tanggapan
atas hasil simpulankelompok yang
dipresentasikan.
Ÿ Peserta didik bersama guru mengambil
simpulan atas jawaban dari pertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil


(menarikkesim analisis secara lisan, tertulis, atau bentuk
pulan/generalis lainnya yang dilakukan siswa bersama guru
asi)
[Link] Ÿ Peserta didik diberi kesempatan untuk 10
menanyakan hal-hal yang [Link] dipahami. me
Ÿ Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam nit

O. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

k. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar


observasi/jurnal
 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik,
Observasi bentuk lembar observasi
l. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)

60
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan
mengungkapkan pendapat.

61
LAMPIRAN I.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDI.

62
LAMPIRAN II
PENDALAMAN MATERI POKOK.

Pengerian Gerakan Non Blok


Non-Aligned Movement adalah sebuah organisasi internasional
(NAM) / Gerakan Non-Blok (GNB) yang terdiri dari lebih dari 120 negara-

63
negara yang tidak menganggap dirinya 1. Saling menghormati integritas
bergabung dengan atau terhadap teritorial dan kedaulatan.
blokkekuatanbesarmanapun. 2. Perjanjian tidak saling melakukan
Sejarah dan Latarbelakang Gerakan agresi
Non Blok 3. Tidak melakukan intervensi urusan
Organisasi Gerakan Non Blok muncul di dalam negeri negara lain
tengah persaingan dua kekuatan besar 4. Setara dan saling menguntungkan
dunia, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. 5. Menjaga perdamaian
Persaingan kedua blok terjadi pada masa
perang dingin. Negara-negara Blok Timur Gerakan Non-Blok sendiri beawal dari
dipimpin Uni Soviet sementara negara- sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-
negara Blok Barat dipimpin oleh Amerika Afrika / Konferensi Asia Afrika yaitu
Serikat. Tiap-tiap blok berusaha menarik sebuah konferensi yang diadakan di
dukungan dari negara-negara lain. Agar Bandung, pada tahun 1955. Di sana,
negara-negara berkembang tidak terkena negara-negara yang tidak berpihak pada
pengaruh Blok Barat maupun Blok Timur, blok manapun mendeklarasikan keinginan
maka didirikanlah organisasi Gerakan Non- mereka untuk tidak terlibat dalam
Blok konfrontasi ideologi blok Barat dan blok
Timur. Pendiri / Tokoh Gerakan Non
Kata "Non-Blok" dipaparkan pertama kali Blok ini adalah 5 pemimpin dunia, yaitu:
oleh Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana  Josip Broz Tito presiden Yugoslavia
Menteri India) dalam pidatonya tahun 1954  Soekarno presiden Indonesia
di Colombo, Sri Lanka. Dalam pidato itu,  Pandit Jawaharlal Nehru perdana
Nehru menjabarkan lima pilar yang dapat menteri India
diterapkan sebagai pedoman untuk  Gamal Abdul Nasser presiden Mesir
membentuk relasi Sino-India yang disebut  Kwame Nkrumah dari Ghana.
dengan Panchsheel (lima pengendali).
Prinsip ini kemudian dipakai sebagai basis Kemudian Gerakan ini dicanangkan
dari Gerakan Non-Blok. Lima prinsip pertamakali dalam Konferensi Tingkat
tersebut ialah: Tinggi (KTT) yang diselenggarakan pada
tahun 1961 di Beograd (Belgrade),

64
Yugoslavia. Saat itu konfensi ini dihadiri ke negara-negara anggota Gerakan
25 negara dari berbagai belahan dunia Non-Blok.
yakni Yugoslavia (sebagai tuan 3. Mengembangkan rasa solidaritas di
rumah), Indonesia, India, Afghanistan, antara negara anggota. Caranya
Algeria, Yaman, Myanmar, Kamboja, Sri dengan membantu perjuangan
Lanka, Kongo, Kuba, Cyprus, Mesir, negara-negara berkembang dalam
Ethiopia, Ghana, Guinea, Irak, Lebanon, mencapai persamaan, kemerdekaan,
Mali, Maroko, Nepal, Arab Saudi, Somalia, dan kemakmuran.
Sudan, Suriah, dan Tunisia.
engan didasari oleh semangat Dasa Sila Peran Serta Indonesia dalam Gerakan
Bandung, maka pada Konferensi Tingkat Non Blok
Tinggi (KTT) yang diselenggarakan pada Peran serta Indonesia dalam Gerakan
tahun 1961 di Beograd dibentuklah Non Blok dapat dijelaskan dalam beberapa
Gerakan Non Blok oleh Josep Broz Tito poin dibawah ini:
(Presiden Yugoslavia saat itu). Hasil dari 1. Sebagai salah satu negara
konferensi tersebut juga mendaulat Josip pemrakarsa, Hal tersebut karena
Broz Tito sebagai Pimpinan pertama dalam Gerakan Non Blok sendiri bermula
Gerakan Non-Blok. dari sebuah Konferensi Asia Afrika
yang digelar di Bandung, pada
tahun 1955.
Tujuan dari gerakan non blok diatas 2. Sebagai salah satu negara
dapat kita jabarkan kedalam 3 poin utama, pengundang pada Konferensi
yaitu: Tingkat Tinggi GNB yang pertama,
1. Turut serta meredakan ketegangan Hal ini karena indonesia merupakan
dunia akibat perebutan pengaruh salah satu pendiri GNB dan
Amerika Serikat (Blok Barat) dan berperan besar mengundang /
Uni Soviet (Blok Timur) dalam mengajak negara lain untuk
perang dingin. bergabung kedalam GNB.
2. Membendung pengaruh negatif baik 3. Pernah menjadi ketua GNB pada
dari Blok Barat maupun Blok Timur tahun 1992 - 1995. Pada saat itu (1-
6 September 1992) Indonesia

65
menjadi tuan rumah penyelenggara Berdasarkan penjelasan di atas, maka
KTT X GNB di Jakarta. Peserta keberadaan Gerakan Negara Negara Non
yang menghadiri KTT X GNB Blok secara tegas mengacu pada hasil-hasil
berjumlah 106 negara. kesepakatan dalam Konferensi Asia Afrika
4. Indonesia juga turut memecahkan di Bandung pada tahun 1955. Penggunaan
masalah-masalah dunia berdasarkan istilah bangsa-bangsa non blok atau "tidak
perdamaian dunia, memperjuangkan memihak" adalah pernyataan bersama
HAM, dan tata ekonomi dunia yang untuk menolak melibatkan diri dalam
berdasarkan pada asas keadilan. konfrontasi ideologis antara blok Barat dan
Indonesia memandang GNB sebagai Timur. Lebih lanjut, bangsa-bangsa yang
wadah yang tepat bagi negara- tergabung dalam Gerakan Non-Blok lebih
negara berkembang untuk memfokuskan diri pada upaya perjuangan
memperjuangkan cita-citanya. Sikap kemerdekaan nasional, menghapuskan
ini secara konsekuen kemiskinan dan mengatasi keterbelakangan
diaktualisasikan Indonesia dalam di berbagai bidang.
kiprahnya di GNB.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :12

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU

66
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] Baru
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1. Menjelaskan pengertian Orde Baru
perubahan dan 4.3.2. Mendeskripsikan latar belakang
kesinambungan lahirnya Orde Baru.
ruang(geografis,politik, 4.3.3. Menganalisis tujuan lahirnya orde
ekonomi, pendidikan, sosial, Baru

67
budaya) dari awal 4.3.4. Menganalisis Ciri- cirri
kemerdekaan sampai awal pemerintahan orde baru
reformasi 4.3.5. Menyimoulkan sisi Positif dan
negative pemerintahan orde Baru.
2 4.4.1. Membuat makalah tentang Dwi fungsi
4.4 Menyajikan hasil analisis ABRI
kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang
(geografis, politik,
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal
reformasi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai diharapkan siswa dapat :

1. Menjelaskan pengertian Orde Baru


2. Mendeskripsikan latar belakang lahirnya Orde Baru.
3. Menganalisis tujuan lahirnya orde Baru
4. Menganalisis Ciri- cirri pemerintahan orde baru
5. Menyimpulkan sisi Positif dan negative pemerintahan orde Baru

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri, Nasionalis

68
[Link] PEMBELAJARAN
E.1. Materi regulair
 Pengertian Orde Baru
 Latar belakang lahirnya orde baru
 Ciri – cirri pemerintahan orde baru
 Sisi positif dan negative orde baru

E.2. Materi Remidial : Ciri – cirri pemerintahan orde Baru


[Link] Pengayaan : Penyederhanaan partai politik di masa orde baru.
E. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik Learning
2. Metode : Diskusi
3. Model pembelajaran : Problem solving.

F MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Gambar Demonstrasi,Gambar antri Sembako, ,Video Pengunduran
diri Presiden Soeharto setelah [Link] mengundurkan diri.
Alat : Komputer/Notebook, LCD, PPT

G SUMBER BELAJAR
1. Buku IPS Kelas IX Semester 1; penerbit : kemendikbud RI tahun 2014
2. Video Pembelajaran tentang gerakan reformasi
( lampiran 1 )
3. Worksheet ( lembar bahan ajar ), Buku referensi pendamping siswa
4. [Link]
5. Ratna Hapsari. 2013. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta: Erlangga
6. Habib Mustofa,2013 ,Sejarah Nasional Indonesia,Jakarta,Erlangga
[Link].//greatsolvingproblem/sistem-pemerintahan-negara-
[Link]?m1

69
P. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

m. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar


observasi/jurnal
 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik,
Observasi bentuk lembar observasi
n. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta
didik sebagai penilaian kompetensi keterampilan
mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Delanggu,02 Januari 2020


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

70
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :13

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] Reformasi
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

71
KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, [Link] faktor penyebab lahirnya
perubahan dan Reformasi.
kesinambungan [Link] tujuan Reformasi.
ruang(geografis,politik, 4.3.3. Menganalisis dasar filosofi reformasi
ekonomi, pendidikan, sosial, [Link] kronologi reformasi.
budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal
reformasi\
2 4.4.1. Terampil mempresentasikan di depan
4.4 Menyajikan hasil analisis kelas,
kronologi, perubahan dan 4.4.2. Membuat Kliping tentang krisis
kesinambungan ruang Moneter 1998 sebagai pendorong

72
(geografis, politik, ekonomi, Reformasi.
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan
sampai awal reformasi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Kegiatan Belajar Mengajar selesai diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan faktor penyebab lahirnya Reformasi
2. Mendeskripsikan tujuan lahirnya gerakan Reformasi
3. Menganalisis dasar filosofi reformasi
4. .Menyimpulkan
D. FOKUS kronologi reformasi
PENGUATAN KARAKTER
Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri, Nasdionalis

[Link] PEMBELAJARAN

1 Materi Reguler :
 Faktor penyebab lahirnya Reformasi
 Tujuan lahirnya gerakan reformasi
 Dasar filosofi reformasi
 Kronologi reformasi.
2 Materi Remidial :

73
 Dasar filosofi reformasi
 Kronologi reformasi
3 Materi Pengayan : Kebebasan di masa reformasi

F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN


4. Pendekatan : Saintifik Learning
5. Metode : Diskusi
6. Model pembelajaran : Problem Terbuka (OE, Open Ended)

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Gambar Demonstrasi,Gambar antri Sembako, Gambar pendudukan
gedung DPR-MPR oleh mahasiswa,Video Pengunduran diri
Presiden Soeharto
Alat : Komputer/Notebook, LCD, PPT

H SUMBER BELAJAR
7. Buku IPS Kelas IX Semester 1; penerbit : kemendikbud RI tahun 2014
8. Video Pembelajaran tentang gerakan reformasi
( lampiran 1 )
9. Worksheet ( lembar bahan ajar ), Buku referensi pendamping siswa
10. [Link]
11. Ratna Hapsari. 2013. Sejarah Nasional Indonesia.
Jakarta: Erlangga
12. Habib Mustofa,2013 ,Sejarah Nasional
Indonesia,Jakarta,Erlangga
[Link].//greatsolvingproblem/sistem-pemerintahan-negara-
[Link]?m1

I . LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

74
Pertemuan Pertama
Langkah Sintak Deskripsi Alokasi
Pembelajara Model Waktu
n Pembelajar
an
Kegiatan Pengelolaan kelas : 15
Pendahulua Kelas dipersiapkan agar kondusif (menyapa menit
n salam,berdoa,mengecek kebersihan kelas,kerapihan
dan absensi siswa)
Apersepsi:
Mengamati video tentang pidato pengunduran diri
Presiden Soeharto.
Motivasi : Menjelaskan kepada siswa akan
kebermanfaatan mempelajari kondisi pemerintahan
pada masa reformasi
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran:
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada
siswa
 Peserta didik menganalisis tayangan
pengunduran diri Soeharto

75
Kegiatan Mengamati :
Inti 1. Guru menayangkan video tentang kerusuhan 12
Basic Mei 1998 10
Concept 2. Setelah itu siswa mengamati video yang menit
ditayangkan kemudian menanggapi video
tersebut.
3. Siswa menganalisis kejatuhan Orde Baru
4. Guru mengamati dan menilai aktivitas siswa.
5. Guru mengkondisikan siswa untuk melakukan
Tanya jawab kepada siswa untuk
mengidentifikasi ada atau tidaknya kesalahan 10
konsep tentang kejatuhan Orde Baru. menit
Menanya :
6. setelah siswa menyaksikan video tersebut, apakah
siswa dapat menemukan permasalahan tentang
kronologi jatuhnya Orde Baru dihubungkan
Defining dengan penegakan HAM di Indonesia
the 7. Guru mengkondisikan siswa untuk bertanya
Problem berkaitan dengan video yang ditayangkan dan
menegaskan kembali topik yang sedang dibahas.
8. Peserta didik diberi penjelasan singkat / garis
besar materi yg akan dipelajari tentang jatuhnya
Orde Baru. 20
menit
Mengeksprolasi :
 Setiap kelompok mendapatkan tugas melakukan
eksplorasi untuk mencari mengumpulkan
informasi terkait dengan pertanyaan apakah
kronologi jatuhnya Orde baru sejalan dengan
penegakan HAM di Indonesia dengan melihat
buku referensi, artikel-artikel pada situs

76
Self jejaring/internet atau buku-buku referensi lainya 5 menit
Learning terkait materi yang sedang dibahas.
Mengasosiasi :
 Melalui kegiatan telaah literatur dari berbagai
sumber bacaan sejarah yang telah dipersiapkan
oleh guru dan siswa, guru memberikan
kesempatan selama 20 menit untuk bekerjasama 20
dalam kelompok-kelompok kecil tersebut. menit
 Setelah masing-masing kelompok sudah
mengumpulkan data dari hasil berdiskusi,
kemudian siswa menalar untuk menemukan
jawaban dari berbagai masalah tersebut dan
mereka diharuskan membuat laporan hasil
diskusi mereka dalam satu laporan diskusi.
Exchange Mengkomunikasi :
knowledge  Guru mempersilahkan setiap kelompok
menjelaskan hasil diskusi mereka dalam kalimat
mereka sendiri kepada kelompok lain secara
bergantian. Masing-masing kelompok
menyebutkan bukti/fakta dari materi yang
mereka jelaskan.
 Guru mulai mengarahkan kegiatan diskusi antar
kelompok.
 Setelah kelompok siswa selesai menjelaskan
hasil diskusi mereka kepada kelompok lain, guru
memberikan kesempatan kepada kelompok lain
untuk bertanya dan mengkritisi penjelasan dari
kelompok lain dan berusaha membuat keputusan
untuk menarik kesimpulan tentang materi yang
Assessmen sedang dibahas.
t  Guru menengahi jalannya diskusi interaktif antar

77
kelompok.
 Guru memberikan penilaian berdasarkan
keterampilan mempresentasikan hasil diskusi dan
attitude siswa saat melakukan diskusi
 Siswa membuat laporan hasil diskusi
kelompoknya dan menyimpulkan hasil persentasi
dari kelompok lain.
Kegiatan  Guru memberikan ulasan singkat tentang materi 10
Penutup yang baru saja didiskusikan menit
 Guru dan siswa memberi penekanan-penekanan
dalam bentuk materi tentang kejatuhan
pemerintahan orde Baru.
 Siswa memberikan komentar sebagai refleksi
tentang nilai-nilai apa yang didapat terhadap
kegiatan pembelajaran dalam pembahasan
materi, pelajaran apa yang diperoleh terutama
hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan
untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya.
 Tugas : siswa di minta mengumpulkan laporan
hasil diskusi kelompoknya dan kelompok lain.
Pertemuan Kedua
Langkah Sintak Deskripsi Alokasi
Pembelajara Model Waktu
n Pembelajar
an

78
Kegiatan Pengelolaan kelas : 15
Pendahulua Kelas dipersiapkan agar kondusif (menyapa menit
n salam,berdoa,mengecek kebersihan kelas,kerapihan
dan absensi siswa)
Apersepsi:
Mengamati video tentang pidato pengunduran diri
Presiden Soeharto.
Motivasi : Menjelaskan kepada siswa akan
kebermanfaatan mempelajari kondisi pemerintahan
pada masa reformasi
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran:
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada
siswa
 Peserta didik menganalisis tayangan
pengunduran diri Soeharto
Kegiatan 1. Guru menayangkan gambar tentang jajak
Inti pendapat di Timor Timur dan gambar lambang
Indosat 10
2. Guru menampilkan foto Abdurrahman Wahid menit
Basic 3. Guru menayangkan video ttg GAM dan tragedy
Concept Poso
4. Setelah itu siswa mengamati gambar dan video
yang ditayangkan kemudian menanggapi
gambar dan video tersebut.
5. Siswa menganalisis kondisi pemerintahan masa
reformasi 10
6. Guru mengamati dan menilai aktivitas siswa. menit
7. Guru melakukan Tanya jawab kepada siswa
untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya
kesalahan konsep tentang kondisi politik dan
ekonomi pada masa reformasi.

79
1. Guru mengkondisikan siswa untuk bertanya
berkaitan dengan video yang ditayangkan dan
menegaskan kembali topik yang sedang dibahas.
Defining 2. Peserta didik diberi penjelasan singkat / garis
the besar materi yg akan dipelajari tentang kondisi
Problem politik dan ekonomi masa reformasi.
 Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok 20
dengan masalah : menit
Kelompok 1 & 2 : bagaimana kinerja
pemerintahan BJ. Habibie apabila kita
hubungkan dengan masalah lepasnya Timor
timur dari wilayah kesatuan Republik Indonesia
Kelompok 3 & 4: bagaimana kinerja
Self pemerintahan Abdurrahman Wahid dan
Learning pernyataan pernyataan controversial beliau
terutama masalah pembekuan DRP/MPR 5 menit
Kelompok 5 & 6 : apakah kinerja Megawati SP
sudah cukup maksimal bila kita kaitkan dengan
penjualan beberapa asset Negara kepada pihak
asing
Kelompok 7 & 8 : bagaimana kondisi politik,
ekonomi terutama masalah social terkait dengan 20
konflik Poso dan GAM pada masa Susilo menit
Bambang Yudhoyono
 Setiap kelompok mendapatkan tugas melakukan
eksplorasi untuk mencari mengumpulkan
informasi terkait dengan pertanyaan apakah
system pemerintahan pada masa reformasi di
Indonesia dengan melihat buku referensi, artikel-
artikel pada situs jejaring/internet atau buku-buku
referensi lainya terkait materi yang sedang

80
dibahas.
 Melalui kegiatan telaah literatur dari berbagai
sumber bacaan sejarah yang telah dipersiapkan
oleh guru dan siswa, guru memberikan
kesempatan selama 20 menit untuk bekerjasama
dalam kelompok-kelompok kecil tersebut.
 Setelah masing-masing kelompok sudah
mengumpulkan data dari hasil berdiskusi,
kemudian siswa menalar untuk menemukan
jawaban dari berbagai masalah tersebut dan
mereka diharuskan membuat laporan hasil
diskusi mereka dalam satu laporan diskusi.
Exchange
knowledge  Guru mempersilahkan setiap kelompok
menjelaskan hasil diskusi mereka dalam kalimat
mereka sendiri kepada kelompok lain secara
bergantian. Masing-masing kelompok
menyebutkan bukti/fakta dari materi yang
mereka jelaskan.
 Guru mulai mengarahkan kegiatan diskusi antar
kelompok.
 Setelah kelompok siswa selesai menjelaskan
hasil diskusi mereka kepada kelompok lain, guru
memberikan kesempatan kepada kelompok lain
untuk bertanya dan mengkritisi penjelasan dari
Assessmen kelompok lain dan berusaha membuat keputusan
t untuk menarik kesimpulan tentang materi yang
sedang dibahas.
 Guru menengahi jalannya diskusi interaktif antar
kelompok.

81
 Guru memberikan penilaian berdasarkan
keterampilan mempresentasikan hasil diskusi dan
attitude siswa saat melakukan diskusi
 Siswa membuat laporan hasil diskusi
kelompoknya dan menyimpulkan hasil persentasi
dari kelompok lain.
Kegiatan  Guru memberikan ulasan singkat tentang materi 10
Penutup yang baru saja didiskusikan menit
 Guru dan siswa memberi penekanan-penekanan
dalam bentuk materi tentang sistem pemerintahan
pada masa reformasi.
 Siswa memberikan komentar sebagai refleksi
tentang nilai-nilai apa yang didapat terhadap
kegiatan pembelajaran dalam pembahasan
materi, pelajaran apa yang diperoleh terutama
hal-hal yang kurang berkenan sebagai masukan
untuk perbaikan dalam pertemuan berikutnya.
 Tugas : siswa di minta mengumpulkan laporan
hasil diskusi kelompoknya dan kelompok lain.

Q. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

o. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi
bentuk lembar observasi
p. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)

82
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Mengetahui : Delanggu,02 Januari 2020


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sarwanta,MPd
NIP: NIP:196512071991031009

LAMPIRAN I
LKPD 13
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

[Link] DASAR:

83
4.3Menganalisiskronologi, perubahan dan kesinambungan
ruang(geografis,politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari
awal kemerdekaan sampai awal reformasi
[Link] PEMBELAJAAN
1. Menjelaskan faktor penyebab lahirnya Reformasi
2. Mendeskripsikan tujuan lahirnya gerakan Reformasi
3. Menganalisis dasar filosofi reformasi
4. .Menyimpulkan kronologi reformasi
.
[Link] DAN BAHAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain

84
LAMPIRAN II
PENGAYAAN MATERI
MASA REFORMASI DI INDONESIA (1998 - Sekarang)
A
.Pengaruh Perang Dingin Terhadap komunis dan negara-negara Non Blok yang
Indonesia tidak memihak Blok Barat dan tidak
Setelah Perang Dunia II berakhir ternyata memihak Blok Timur.
muncul dua negara super power di dunia [Link] Kebijakan Luar Negeri Indonesia
yang saling berebut pengaruh di berbagai Pada Masa Perang Dingin
kawasan [Link] kekuatan itu adalah Pada masa Orde Baru politik luar negeri
yaitu Amerika Serikat yang berhaluan Indonesia lebih condong kepada negara-
demokrasi-kapitalis dan Uni Soviet yang negara Blok Barat dalam rangka
berhaluan sosialis-komunis. mendapatkan pinjaman dana dari negera-
Perang dingin berdampak pada peta negara tersebut untuk memperbaiki
perpolitikan dunia pada saat itu, sehingga ekonomi Indonesia yang hampir mengalami
dunia seolah terbagi menjadi tiga kelompok kebangkrutan. Dengan adanya pinjaman ini
yaitu: negara-negara Blok Barat yang secara tidak langsung Indonesia mulai
menganut paham demokrasi, negara-negara dipengaruhi oleh Blok Barat yang tercermin
Blok Timur yang menganut paham dari kebijakan-kebijakan luar negeri

85
Indonesia yang cenderung pro-Barat, Indonesia dapat melaksanakan
walaupun tetap berusaha untuk netral pembangunan sehingga mendapat
dengan tidak memihak salah satu blok yang kepercayaan dalam dan luar negeri.
ada. Mengalawai perjalannya pada dasawarsa
[Link] Lembaga Keuangan 60-an rakyat sangat menderita pelan-pelan
Internasional Terhadap Pemerintah keberhasilan pembangunan melalui tahapan
Orde Baru dalam pembangunan lima tahun (Pelita)
Pada masa Orde Baru setahap demi setahap sedikit demi sedikit kemiskinan rakyat
bisa keluar dari keterpurukan ekonomi dapat dientaskan. Sebagai tanda terima
melalui bantuan dari negara-negara Barat. kasih kepada pemerintah Orde Baru yang
Perbaikan ekonomi dilakukan dalam bentuk berhasil membangun negara, Presiden
pembangunan yang disebut dengan rencana Soeharto diangkat menjadi "Bapak
pembangunan lima tahun. Adapun negara- Pembangunan ".
negara Barat yang membantu Indonesia Temyata keberhasilan pembangunan
tersebut dalam bentuk konsorsium yang tersebut tidak merata, maka kemajuan
dinamakan IGGI (Inter-Gouvernmental Indonesia temyata hanya semu [Link]
Group on Indonesia) yang beranggotakan kesenjangan yang sangat dalam antara yang
Belanda, Amerika Serikat, Kanada, kaya dan yang [Link] mengetahui
Australia, Selandia Baru, Jepang, Inggris, bahwa hal ini disebabkan cara-cara
Perancis, Jerman Barat, Belgia, Italia, dan mengelola negara yang tidak sehat ditandai
Swiss. Negara-negara maju tersebut pada dengan merajalela korupsi, kolusi, dan
tanggal 23-24 Pebruari 1967 diadakan nepotisme (KKN).Protes dan kritik
pertemuan di Amsterdam (Belanda) masyarakat seringkali dilontarkan namun
menyepakati membentuk badan IGGI untuk pemerintah Orba seolah-olah tidak melihat,
memberi kredit kepada Indonesia dengan dan mendengar, bahkan masyarakat yang
bantuan pinjaman syarat-syarat ringan. tidak setuju kepada kebijaksanaan
pemerintah selalu dituduh sebagai "PKI",
[Link] Pemerintahan Orde Baru subversi, dan sebagainya.
[Link] Penyebab Munculnya Pada pertengahan tahun 1997 Indonesia
Reformasi dilanda krisis ekonomi, harga-harga mulai
Perjalanan panjang sejarah Orde Baru di membumbung tinggi sehingga daya beli

86
rakyat sangat lemah, seakan menjerit lebih- rupiah terhadap dolar Amerika [Link]
lehih banyak perusahaan yang terpaksa tukar rupiah turun dari Rp. 2.575,00
melakukan "PHK" menjadi Rp. 2.603,00 pada 1 Agustus 1997.
[Link] lagi dengan kurs Tercatat di bulan Desmeber 1997 nilai
rupiah terhadap dolar sangat tukar rupiah terhadap dolar mencapai R.
[Link] para mahasiswa, dosen, 5.000,00 perdolar, bahkan mencapai angka
dan rakyat mulai berani mengadakan Rp. 16.000,00 perdolar pada sekitar Maret
demonstrasi memprotes kebijakan 1997.
[Link] hari mahasiswa dan Nilai tukar rupiah semakin
rakyat mengadakan demonstrasi mencapai melemah,pertumbuhanekonomi Indonesia
puncaknya pada bulan Mei 1998, dengan menjadi 0 % sebagai akibat lesunya ikiim
berani meneriakkan reformasi bidang bisnis. Kondisi moneter mengalami
politik, ekonomi, dan hukum. keterpurukan dengan dilikuidasinya 16
Pada tanggal 20 Mei 1998 Presiden bank pada bulan Maret [Link]
Soeharto berupaya untuk memperbaiki membantu bank-bank yang bermasalah,
program Kabinet Pembangunan VII dengan pemerintah membentuk Badan Penyehatan
menggantikan dengan nama Kabinet Perbankan Nasional (BPPN) dan
Reformasi, namun tidak mendapat mengeluarkan Kredit Likuidasi Bank
tanggapan rakyat. Pada hari berikutnya Indonesia ([Link]), temyata tidak
tanggal 21 Mei 1998 dengan berdasarkan membawa hasil sebab pinjaman BLBI
Pasal 8 UUD 1945, Presiden Soeharto terhadap bank bermasalah tersebut tidak
terpaksa menyerahkan kepemimpinan dapat [Link] demikian
kepada Wakil Presiden Prof. DR. pemerintah harus menanggung beban utang
[Link]. yang cukup [Link] kepercayaan
[Link] dunia intemasional mulai [Link]
Diawali krisis moneter yang melanda Asia moneter ini akhimya berdampak pada krisis
Tenggara sejak bulan Juli 1997 berimbas ekonomi sehingga menghancurkan sistem
pada Indonesia, bangunan ekonomi fundamental perekonomian Indonesia.
Indonesia temyata belum kuat untuk [Link] Negara Republik Indonesia.
menghadapi krisis global tersebut. Krisis Penyebab krisis diantaranya adalah utang
ditandai dengan melemahnya nilai tukar luar negeri yang sangat besar, terhitung

87
bulan Pebruari 1998 pemerintah berubah menjadi masyarakat industri.
melaporkan tentang utang luar negeri Akibatnya yang terpacu hanya masyarakat
tercatat : kelas ekonomi atas, para orang kaya yang
utang swasta nasional Rp. 73,962 miliar kemudian menjadi [Link]
dolar AS + utang pemerintah Rp. 63,462 gross national product (GNP) pada masa
miliar dolar AS, jadi utang seluruhnya Orba pernah mencapai diatas US$ 1.000,00
mencapai 137,424 miliar dolar AS. Data ini tetapi GNP tersebut tidak menggambarkan
diperoleh dari pernyataan Ketua Tim pendapatan rakyat sebenamya, karena uang
Hutang-Hutang Luar Negeri Swasta yang beredar sebagian besar dipegang oleh
(HLNS), Radius Prawiro seusai sidang orang kaya dan [Link] secara
Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi umum masih miskin dan kesenjangan sosial
dan Keuangan (DPKEK) yang dipimpin ekonomi semakin besar.
oleh Presiden Soeharto di Bina Graha pada Pengaturan perekonomian pada masa Orba
6 Pebruari 1998. sudah menyimpang dari sistem
Perdagangan luar negeri semakin sulit perekonomian Pancasila, seperti yang
karena barang dari luar negeri menjadi diatur dalam Pasal 33 ayat (1), (2), dan (3).
sangat mahal harganya. Mereka tidak Yang terjadi adalah berkembangnya
percaya kepada para importir Indonesia ekonomi kapitalis yang dikuasai para
yang dianggap tidak akan mampu konglomerat dengan berbagai bentuk
membayar barang dagangannya. Hampir monopoli, oligopoli korupsi, dan kolusi.
semua negara tidak mau menerima letter of [Link], Kolusi, danNepotisme KKN.
credit (L/C) dari [Link] ini Masa Orde Baru dipenuhi dengan korupsi,
disebabkan sistem perbankan di Indonesia kolusi, dan nepotisme menyebabkan
yang tidak sehat karena kolusi dan korupsi. runtuhnya perekonomian Indonesia.
b. Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945. Korupsi yang menggerogoti keuangan
Pemerintah Orde Baru berusaha negara, kolusi yang merusak tatanan
menjadikan Indonesia sebagai negara hukum, dan nepotisme yang memberikan
industri yang kurang memperhatikan perlakuan istimewa terhadap kerabat dan
dengan seksama kondisi riil masyarakat kawan menjadi pemicu lahimya reformasi
agraris, dan pendidikan masih rendah, di [Link] praktek korupsi,
sehingga akan sangat sulit untuk segera kolusi, dan nepotisme ini telah merugikan

88
banyak pihak, termasuk negara tapi tidak Pemilihan Umum 1997 yang dinilai penuh
dapat dihentikan karena dibelakangnya ada kecurangan, Golkar satu-satunya kontestan
suatu kekuatan yang tidak tersentuhhukum. pemilu yang didukung fmansial maupun
[Link] secara politik oleh pemerintah
Pemerintahan Orde Baru menjalankan memenangkan pemilu dengan meraih suara
politik sentralistik, yakni bidang politik, mayoritas. Golkar yang pada mulanya
ekonomi, sosial dan budaya peranan disebut sebagai Sekretariat Bersama
pemerintah pusat sangat menentukan, (Sekber) Golongan Karya, lahir dari usaha
sebaliknya pemerintah daerah tidak 'punya untuk menggalang organisasi-organisasi
peran yang signifikan. Dalam bidang masyarakat dan angkatan bersenjata,
ekonomi sebagian besar kekayaan dari muncul satu tahun sebelum peristiwa
daerah diangkut ke pusat pembagian yang G30S/PKI tepatnya lahir pada tanggal 20
tidak adil inilah menimbulkan Oktober 1964. Dan memang tidak dapat
ketidakpuasan rakyat dan pemerintah disangkal bahwa organisasi ini lahir dari
[Link] mereka menuntut pusat dan dijabarkan sampai kedaerah-
berpisah dari pemerintah pusat terutama daerah. Disamping itu untuk tidak adanya
terjadi di daerah-daerah yang kaya sumber loyalitas ganda dalam tubuh Pegawai
daya alam, seperti Aceh, Riau, Kalimantan Negeri Sipil maka Korpri (Korps Pegawai
Timur, dan Irian Jaya (Papua). Republik Indonesia) yang lahir tanggal 29
Proses sentralisasi bisa dilihat adanya pola Nopember 1971 ikut menggabungkan diri
pemberitaan pers yang Jakarta ke dalam Golongan Karya. Golkar ini
[Link] banjir informasi dari kemudian dijadikan kendaraan politik
Jakarta (pusat) sekaligus dominasi opini Soeharto untuk mendukung kekuasaannya
dari pusat. Pola pemberitaan yang selama 32 tahun, karena tidak ada satupun
cenderung bias Jakarta, terutama di kritik dari infra struktur politik ini yang
halaman pertama pers. Kecenderuangan ini berani mencundangi dirinya.
sangat mewamai pola pemberitaan di K-emenangan Golongan Karya dinilai oleh
halaman pertama pers di daerah. para pengamat politik di Indonesia dan para
[Link] peninjau asing dalam pemilu yang
Krisis politik pada akhir orde baru ditandai tidakjujur dan adil (jurdil) penuh ancaman
dengan kemenangan mutlak Golkar dalam dan intimidasi terhadap para pemilih di

89
pedesaan. Dengan diikuti dukungan Gerakan reformasi menuntut pembaharuan
terhadap Jenderal (Pum) Soeharto selaku lima paket undang-undang politik yang
ketua dewan pembina Golkar untuk menjadi sumber ketidakadilan, yaitu : (1)
dicalonkan kembali sebagai presiden pada UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan
sidang umum MPR tahun 1998 temyata Umum; (2) UU No. 1 Tahun 1985 tentang
mayoritas anggota DPR/MPR mendukung susunan, kedudukan, Tugas, dan wewenang
Soeharto menjadi presiden untuk periode DPR/MPR; (3) UU No. 1 Tahun 1985
1998-2003. tentang partai politik dan Golongan Karya;
Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan (4) UUNo. 1 Tahun 1985 tentang
semestinya menimbulkan permasalahan Referendum; (5) UU No. 1 Tahun 1985
masa pemerintahan Orde Barn, kedaulatan tentang organisasi masa.
rakyat ada ditangan kelompok tertentu, [Link]\Hukum.
bahkan lebih banyak dipegang pihak Orde Baru banyak terjadi ketidak adilan
[Link] ditangan rakyat yang dibidang hukum, dalam kekuasaan
dilaksanakan sepenuhnya MPR kehakiman berdasar Pasal 24 UUD 1945
dilaksanakan de jure secara de facto seharusnya memiliki kekuasaan yang
anggota MPR sudah diatur dan direkayasa merdeka terlepas dari kekuasaan eksekutif,
sehingga sebagian besar anggotanya tapi Kenyataannya mereka dibawah
diangkat dengan sistem keluarga eksekutif. Dengan demikian pengadilan
(nepotisme). sulit terwujud bagi rakyat, sebab hakim
Rasa ketidak percayaan rakyat kepada harus melayani penguasa. Sehingga sering
pemerintah, DPR, dan MPR memicu terjadi rekayasa dalam proses peradilan.
gerakan reformasi. Kaum reformis yang Reformasi diperlukan aparatur penegak
dipelopori mahasiswa, dosen, dan rektomya hukum, peraturan perundang-undangan,
menuntut pergantian presiden, reshuffle yurisprodensi, ajaran-ajaran hukum, dan
kabinet, Sidang Istimewa MPR, dan pemilu bentuk praktek hukum [Link]
secepatnya. Gerakan menuntut reformasi kesiapan hakim, penyidik dan penuntut,
total disegala bidang, termasuk anggota penasehat hukum, konsultan hukum dan
DPR/MPR yang dianggap penuh dengan kesiapan sarana dan prasarana.
KKN dan menuntut pemerintahan yang [Link]
bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme. Pemerintahan Orde Baru yang diliputi

90
KKN secara terselubung maupun terang- merupakan formulasi menuju Indonesia
terangan pada bidang parlemen, baru dengan tatanan baru, maka diperlukan
kehakiman, dunia usaha, perbankan, agenda reformasi yang jelas dengan
peradilan, pemerintahan sudah berlangsung penetapan skala prioritas, pentahapan
lama sehingga disana-sini muncul pelaksanaan, dan kontrol agar tepat tujuan
ketidakadilan, kesenjangan sosial, rusaknya dan sasaran.
system politik, hukum, dan ekonomi [Link]
mengakibatkan timbul ketidak percayaan Atas kesadaran rakyat yang dipelopori
rakyat terhadap pemerintahan dan pihak mahasiswa, dan cendikiawan mengadakan
luar negeri terhadap Indonesia suatu gerakan reformasi dengan tujuan
memperbaharui tatanan kehidupan
[Link] masyarakat, berbangsa, bemegara, agar
Reformasi menghendaki adanya perubahan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan
kehidupan berbangsa dan bernegara kearah UUD 1945.
yang lebih baik secara konstitusional dalam [Link]
bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial Agenda reformasi yang disuarakan
budaya. Dengan semangat reformasi, rakyat mahasiswa diantaranya sebagai berikut:
menghendaki pergantian pemimpin bangsa (1)adili Soeharto dan kroni-kroninya; (2)
dan negara sebagai langkah awal, yang amandemen Undang-Undang dasar 1945;
menjadi pemimpin hendaknya (3) penghapusan dwifungsi ABRI; (4)
berkemampuan, bertanggungjawab, dan otonomi daerah yang seluas-luasnya; (5)
peduli terhadap nasib bangsa dannegara. Supermasi hukum; (6) pemerintahan yang
Reformasi adalah pembaharuan radikal bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
untuk perbaikan bidang sosial, politik, atau [Link]
agama (Kamus Besar Bahasa Kabinet Pembangunan VII dilantik awal
Indonesia).Dengan demikian reformasi Maret 1998 dalam kondisi bangsa dan
merupakan penggantian susunan tatanan negara krisis, yang mengundang
perikehidupan lama menjadi tatanan keprihatinan rakyat. Memasuki bulan Mei
perikehidupan baru secara hukum menuju 1998 mahasiswa di berbagai daerah
perbaikan. melakukan unjuk rasa dan aksi keprihatinan
Reformasi yang digalang sejak 1998 yang menuntut: (1) turunkan harga

91
sembilan bahan pokok (sembako); (2) berduka dan marah sehingga memicu
hapuskan korupsi, kolusi, dan nepotisme; kerusuhan masa pada tanggal 13 dan 14
(3) turunkan Soeharto dari kursi Mei 1998 di Jakarta dan sekitamya.
kepresidenan. Penjarahan terhadap pusat perbelanjaan,
Secara kronologi terjadinya tuntutan pembakaran toko-toko dan fasilitas lainnya;
reformasi sampai dengan turunnya (3) pada 13 Mei 1998 Presiden Soeharto
Soeharto dari kursi kepresidenan sebagai menyatakan ikut berduka cita ats terjadinya
berikut: (1) pada tanggal 10 Mei 1998 peristiwa Semanggi. Melalui Menteri Luar
perasaan tidak puas terhadap hasil pemilu Negeri Ali Alatas dan presiden menyatakan
dan pembentukan Kabinet Pembangunan atas nama pemerintah tidak mungkin
VII mewarnai kondisi politik Indonesia. memenuhi tuntutan para reformis di
Kemarahan rakyat bertambah setelah Indonesia; (4) pada 15 Mei 1998 Presiden
pemerintah secara sepihat menaikkan harga Soeharto tiba kembali di Jakarta, oleh
BBM. Namun keadaan ini tidak karena itu Angkatan Bersenjata Republik
menghentikan Presiden Soeharto untuk Indonesia menyiagakan pasukan tempur
mengunjungi Mesir karena menganggap dengan peralatannya di segala penjuru kota
keadaan dalam negeri pasti dapat diatasi; Jakarta; (5) Presiden Soeharto menerima
(2) pada 12 Mei 1998 semakin banyak ketatangan Harmoko selaku Ketua
mahasiswa yang berunjuk rasa membuat DPR/MPR RI yang menyampaikan aspirasi
aparat keamanan kewalahan, sehingga masyarakat untuk meminta mundur dari
mereka harus ditindak lebih keras, jabatan Presiden RI; (6) pada 17 Mei 1998
akibatnya bentrokan tidak dapat dihindari. terjadi demonstrasi besar-besaran di gedung
Bentrokan aparat keamanan dengan DPR/MPR RI untuk meminta Soeharto
mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta turun dari jabatan presiden Republik
yang berunjuk rasa tanggal 12 Mei 1998 Indonesia; (7) pada 18 Mei 1998 Ketua
mengakibatkan empat mahasiswa tewas DPR/MPR RI Harmoko di hadapan para
tertembak yaitu Hery Hartanto, Elang wartawan mengatakan meminta sekali lagi
Mulia Lesmana, Hendriawan Sie, dan kepada Soeharto untuk mundur dari jabatan
Hafidhin Royan serta puluhan mahasiswa presiden RI; (8) pada 19 Mei 1998
dan masyarakat mengalami luka- beberapa ulama besar, budayawan, dan
[Link] ini menimbulkan masyarakat toko cendiriawan bertemu Presiden

92
Soeharto di Istana Negara membahas ekonomi, dan [Link] tanggal 20 Mei
reformasi dan kemungkinan mundurnya 1998 Presiden Soeharto mengundang
Presiden Soeharto, mereka ini adalah : Prof. tokoh-tokoh bangsa Indonesia untuk
Abdul Malik Fadjar (Muhammadiyah), KH. diminta pertimbangan dalam rangka
Abdurrahman Wahid (PB NU), Emha membentuk "Komite Reformasi" yang
Ainun Nadjib (Budayawan), Nurcholis diketuai Presiden. Namun komite ini tidak
Madjid (Direktur Universitas Paramadina mendapat tanggapan sehingga presiden
Jakarta), Ali Yafie (Ketua MUI), Prof. Dr. tidak mampu membentuk Komite
Yusril Ihza Mahendra (Guru Besar Reformasi dan Kabinet Reformasi; (10)
Universitas Indonesia), K.H. Cholil dengan desakan mahasiswa dan masyarakat
Baidowi (Muslimin Indonesia), serta demi kepentingan nasional, tanggal 21
Sumarsono(Muhammadiyah), Ahmad Mei 1998 pukul 10.00 WIB Presiden
Bagja (NU), K.H. Ma’ruf Amin (NU). Soeharto meleetakkan kekuasaan didepan
Sedangkan di luar aksi mahasiswa di Mahkamah Agung. Presiden menunjuk
Jakarta agak mereda saat terjadi kerusuhan Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi
masa, tapi setelah kejadian itu pada tanggal pengganti presiden; (11) pada 22 Mei 1998
19 Mei 1998 mahasiswa yang pro- setelah B.J. Habibie menerima tongkat
reformasi berhasil menduduki gedung estafet kepemimpinan nasional maka
DPR/MPR untuk berdialog dengan wakil dibentuk kabinet baru yang bernama
rakyat walaupun mendapat penjagaan Kabinet Reformasi Pembangunan.
secara ketat aparat keamanan; (9) pada 20 D. Masa Pemerintahan Presiden
Mei 1998 Presiden Soeharto berencana Habibie (1998-1999)
membentuk Komite Reformasi untuk Tugas B.J. Habibie adalah mengatasi krisis
mengkompromikan tuntutan para ekonomi yang melanda Indonesia sejak
demonstran. Namun, komite ini tidak pertengahan tahun 1997, menciptakan
pernah menjadi kenyataan karena dalam pemerintahan yang bersih, berwibawa
komite yang mayoritas dari Kabinet bebas dari praktek korupsi, kolusi dan
Pembangunan VII tidak bersedia [Link] ini dilakukan oleh presiden
[Link] suasana yang panas ini kaum untuk menjawab tantangan era reformasi.
reformis diseluruh tanah air bersemangat A. Dasar Hukum Habibie Menjadi
untuk menuntur reformasi dibidang politik, Presiden.

93
Naiknya Habibie menggantikan yang meliputi perwakilan militer (TNI-
Soeharto menjadi polemik dikalangan ahli PoIri), PPP, Golkar, dan PDI.
hukum, ada yang mengatakan hal 2. Upaya Perbaikan Ekonomi.
itu konstitusional dan Dengan mewarisi kondisi ekonomi yang
[Link] mengatakan parah "Krisis Ekonomi" Presiden B.J.
konstitusional berpedoman Pasal 8 UUD Habibie berusaha melakukan langkah-
1945, "Bila Presiden mangkat, berhenti langkah perbaikan, antara lain :
atau tidak dapat melakukan kewajibannya, a) Merekapitalisasi perbankan.
ia diganti oleh Wakil Presiden sampai b) Merekonstruksi perekonomian nasional.
habis waktunya". Adapun yang c) Melikuidasi beberapa bank bermasalah.
mengatakan inskonstitusional berlandaskan d) Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap
ketentuan Pasal 9 UUD 1945, "Sebelum dolar Amerika hingga dibawahRp.
Presiden meangku jabatan maka Presiden 10.000,00
harus mengucapkan sumpah dan janji di e) Mengimplementasikan refbrmasi
depan MPR atau DPR". Secara hukum ekonomi yang disyaratkan IMF.
materiel Habibie menjadi presiden sah dan 3. Reformasi di Bidang Politik.
konstitusional. Namun secara hukum Presiden mengupayakan politik Indonesia
formal (hukum acara) hal itu tidak dalam kondisi yang transparan dan
konstitusional, sebab perbuatan hokum merencakan pemilu yang luber dan jurdil,
yang sangat penting yaitu pelimpahan sehingga dapat dibentuk lembaga tinggi
wewenang dari Soeharto kepada Habibie negara yang betul-betui representatif.
harus melalui acara resmi konstitusional. Tindakan nyata dengan membebaskan
Saat itu DPR tidak memungkinkan untuk narapidana politik diantaranya yaitu : (1)
bersidang, maka harus ada alas an yang DR. Sri Bintang Pamungkas dosen
kuat dan dinyatakan sendiri oleh DPR. Universitas Indonesia (UI) dan mantan
B. Langkah-langkah Pemerintahan anggota DPR yang masuk penjara karena
Habibie. mengkritik Presiden Soeharto. (2) Mochtar
1. Pembentukan Kabinet. Pakpahan pemimpin buruh yang dijatuhi
Membentuk Kabinet Reformasi hukuman karena dituduh memicu
Pembangunan pada tanggal 22 Mei 1998 kerusuhan di Medan dalam tahun 1994.
4. Kebebasan Menyampaikan Pendapat.

94
Kebebasan ini pada masa sebelumnya dari kepresidenan tapi yang paling penting
dibatasi, sekarang masa Habibie dibuka membangun kelompok sipil lebih
selebar-lebarnya baik menyampaikan berpotensi untuk membongkar praktek
pendapat dalam bentuk rapat umum dan KKN, otonomi daerah, dan lain-
unjuk rasa. Dalam batas tertentu unjuk rasa [Link] krisis multidimensi ini
merupakan manifestasi proses berkaitan dengan sistem pemerintahan Orde
demokratisasi. Maka banyak kalangan Baru yang sentralistik yaitu kurang
mempertanyakan mengapa para pelaku memperhatikan tuntutan otonomi daerah
unjuk rasa ditangkap dan diadili. Untuk sebab sebab segala kebijakan untuk daerah
menghadapi para pengunjuk rasa selalu ditentukan oleh pemerintah pusat.
Pemerintah dan DPR berhasil menciptakan 5. Masalah Dwi Fungsi ABRI
UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Gugatan terhadap peran dwifungsi ABRI
" kemerdekaan menyampaikan pendapat di maka petinggi militer bergegas-gegas
muka umum ". melakukan reorientasi dan reposisi peran
Diberlakukannya undang-undang tersebut sosial politiknya selama [Link]
bukan berarti keadaan menjadi tertib seperti melakukan reformasi diri melalui rumusan
yang [Link] terjadi paradigma baru yaitu menarik diri dari
pelanggaran oleh pengunjuk rasa maupun berbagai kegiatan politik.
aparat keamanan, akibatnya banyak korban Pada era reformasi posisi ABRI dalam
dari pengunjuk rasa dan aparat keamanan. MPR jumlahnya sudah dikurangi dari 75
Hal ini disebabkan oleh : (1) Undang- orang menjadi 38 [Link] yang semula
undang ini belum begitu memasyarakat. (2) terdiri atas empat angkatan yang termasuk
Pengunjuk rasa memancing permasalahan, Polri, mulai tanggal 5 Mei 1999 Kepolisian
dan membawa senjata tajam. (3) Aparat RI memisahkan diri menjadi Kepolisian
keamanan ada .yang terpancing oleh Negara [Link] ABRI berubah menjadi
tingkah laku pengunjuk rasa sehingga TNI yaitu angkatan darat, laut, dan udara.
tidak dapat mengendalikan diri. (4) Ada 6. Reformasi di Bidang Hukum
pihak tertentu yang sengaja menciptakan Pada masa pemerintahan Orde Baru telah
suasana panas agar negara menjadi kacau. didengungkan pembaharuan bidang hukum
Krisis ini merupakan momentum koreksi namun dalam realisasinya produk hukum
historis bukan sekedar lengsemya Soeharto tetap tidak melepaskan karakter

95
[Link] UU Ketenagakerjaan tetap Istimewa MPR pada tanggal 10-13
saja adanya dominasi penguasa. DPR Nopember 1998, diharapkan benar-benar
selama orde baru cenderung telah berubah menyuarakan aspirasi masyarakat dengan
fungsi, sehingga produk yang disahkannya perdebaaatan yang lebih segar, dan terbuka.
memihak penguasa bukan memihak Pada saat sidang berlangsung temyata
kepentingan masyarakat. diluar gedung DPR/MPR Senayan suasana
Prasyarat untuk melakukan rekonstruksi kian memanas oleh demonstrasi mahasiswa
dan reformasi hukum memerlukan dan massa sehingga anggota MPR yang
reformasi politik yang melahirkan bersidang mendapat tekanan untuk bekerja
keadaan demokratis dan DPR lebih keras, serius, cepat sesuai tuntutan
yang representatif mewakili kepentingan reformasi.
masyarakat. Oleh karena itu pemerintah Sidang Istimewa MPR menghasilkan 12
dan DPR merupaka'n kunci untuk ketetapan, yaitu :
pembongkaran dan refbrmasi hukum. a. Tap MPR No. X/MPR/1998 tentang
Target reformasi hukum menyangkut tiga : Pokok-pokok Reformasi
hal, yaitu : substansi hukum, aparatur Pembangunan dalam Rangka
penegak hukum yang bersih dan Penyelamatan dan Normalisasi
berwibawa, dan institusi peradilan yang Kehidupan Nasional sebagai Haluan
independen. Mengingat produk hukum Negara
Orde Baru sangat tidak kondusif untuk b. Tap MPR No. XI/MPR/1998
menjamin perlindungan hak asasi manusia, tentang : Penyelenggaraan Negara
berkembangnya demokrasi dan yang bersih dan bebas KKN.
menghambat kreatifitas [Link] c. Tap MPR No. XH/MPR/1998
praktek KKN sebagai imbas dari adanya tentang : Pembatasan Masa Jabatan
aturan hukum yang tidak adil dan Presiden dan Wakil Presiden
merugikan masyarakat. Republik Indinesia.
7. Sidang Istimewa MPR d. Tap MPR No. XV/MPR/1998
Salah satu jalan untuk membuka tentang : Penyelenggaraan Otonomi
kesempatan menyampaikan aspirasi rakyat Daerah.
ditengah-tengah tuntutan reformasi total
pemerintah melakasanakan Sidang

96
e. Tap MPR No. XVI/MPR/1998 Nasional sebagai Pengamalan
tentang : Politik Ekonomi dalam Pancasila.
Rangka Demokrasi Ekonomi. l. Tap MPR No. XVIII/MPR/1998
f. Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang : mencabut Tap MPR No.
tentang : Hak Asasi Manusia. II/MPR/1978 tentang Pendoman
g. Tap MPR No. VII/MPR/1998 Penghayatan dan Pengamalan
tentang : Perubahan dan Tambahan Pancasila (Ekaprasetia Pancakarsa)
atas Tap MPR Nomor : I/MPR/1983 dan penetapan tentang Penegasan
tentang Peraturan Tata Tertib MPR Pancasila sebagai DasarNegara.
sebagaimana telah beberapa kali 8. Pemilihan Umum 1999
dirubah dan ditambah dengan Faktor politik yang penting untuk
ketetapan MPR yang memulihkan krisis multidimensi di
terakhirNomor: I/MPR/1998. Indonesia yaitu dilaksanakan suatu
h. Tap MPR No. XIV/MPR/1998 pemilihan urnum supaya dapat keluar dari
tentang : Perubahan dan krisis diperlukan pemimpin yang dipercaya
Penambahan atas Tap MPR No. rakyat. Asas pemilihan urnum tahun 1999
III/MPR/1998 tentang Pemilihan adalah sebagai berikut:
Umum 1. Langsung, Pemilih mempunyai hak
i. .Tap MPR No. III/V/MPR/1998 secara langsung memberi suara
tentang : mencabut Tap MPR No. sesuai kehendak nuraninya tanpa
IV/MPR/1983 tentang referendum. perantara
j. Tap MPR No. IX/MPR/1998 2. Umum, bahwa semua warga negara
tentang : mencabut Tap MPR No. tanpa kecuali yang memenuhi
II/MPR/1998 tentang GBHN. persyaratan minimal dalam usia 17
k. Tap MPR No. XII/MPR/1998 tahun berhak memilih dan usia 21
tentang : mencabut Tap MPR No. tahun berhak dipilih.
V/MPR/1998 tentang Pemberian 3. Bebas, tiap warga negara berhak
Tugas dan Wewenang Khusus menentukan pilihan tanpa tekanan
kepada Presiden/Mandataris MPR atau paksaan dari siapapun/pihak
RI dalam Rangka Penyukseskan dan manapun.
Pengamanan Pembangunan

97
4. Rahasia, tiap pemilih dijamin Pebruari 1999 oleh Presiden B.J.
pilihannya tidak diketahui oleh Habibie yaitu : (1) UU Partai
pihak manapun dengan cara apapun Politik, (2) UU Pemilihan Umum,
5. Jujur, semua pihak yang dan (3) UU Susunan serta
terlibat dalam penyelenggaraan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD.
pemilu (penyelenggara/pelaksana, Adanya undang-undang politik tersebut
pemerintah, pengawas, pemantau, menggairahkan kehidupan politik di
pemilih, dan yang terlibat secara Indonesia, sehingga muncul partai-partai
langsung) harus bersikap dan politik yangjumlahnya cukup banyak, tidak
bertindak jujur yakni sesuai aturan kurang dari 112 partai politik yang lahir
yang berlaku. 6. Adil, bahwa dan mendaftar ke Departemen Kehakinam
pcmilili dan partai politik peserta namun setelah diseleksi hanya 48 partai
pemilu mendapat perlakuan yang politik yang berhak mengikuti pemilu.
sama, bebas dari kecurangan pihak Pelaksana pemilu adalah Komisi Pemilihan
manapun. Sebagaimana yang Umum yang terdiri atas wakil pemerintah
diamanatkan dalam ketetapan MPR, dan parpol peserta pemilu.
Presiden B.J. Habibie menetapkan Pemungutan suara dilaksanakan pada hari
tanggal 7 Juni 1999 sebagai waktu Kamis, 7 Juni 1999 berjalan lancar dan
pelaksanaan pemilihan umum. tidak ada kerusuhan seperti yang
Maka dicabutlah lima paket dikhawatirkan masyarakat. Dalam
undang-undang tentang politik yaitu perhitungan akhir hasil pemilu ada dua
UU tentang puluh satu partai politik meraih suara untuk
1. Pemilu, menduduki 462 kursi anggota DPR, yaitu :
2. Susunan, kedudukan, tugas, 1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
dan wewenang DPR/MPR, (PD1-P) : 153 kursi.
3. Parpol dan Golongan Karya, 2. Partai Golongan Karya ( Partai
4. Referendum, Golkar) : 120 kursi.
5. Organisasi Masa. Sebagai 3. Partai Persatuan Pembangunan
gantinya DPR berhasil menetapkan (PPP) : 58 kursi.
tiga undang-undang politik baru 4. Partai Kebangkitan Bangsa
yang diratifikasi pada tanggal 1 (PKB) : 51 kursi.

98
5. Partai Amanat Nasional (PAN) :
34 kursi. 9. Sidang Umum MPR Hasil Pemilu 1999
6. Partai Bulan Bintang (PBB) : Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang
13 kursi diketuai oleh Jenderal (Pum) Rudini
7. Partai Keadilan (PK) : menetapkan jumlah anggota MPR
7 kursi berdasarkan hasil pemilu 1999 yang terdiri
8. Partai Nahdiarul Ummah (PNU) : dari anggota DPR (462 orang wakil dari
5 kursi parpol dan 38 orangTNI/PoIri), 65 orang
9. Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PD : wakil-wakil Utusan Golongan, dan 135
5 kursi orang Utusan [Link] MPR
10. Partai Keadilan Persatuan melaksanakan Sidang Umum MPR Tahun
(PKP) : 4 kursi 1999tanggal 1-21 Oktober 1999. Sidang
11. Partai Demokrasi Indonesia : 2 mengesahkan Prof. DR. H. Muhammad
kursi Amin Rais, MA (PAN) sebagai Ketua
12. Partai Kebangkitan Ummat (PKU) MPR, dan Ir. Akbar Tandjung (Partai
: 1 kursi Golkar) sebagai Ketua DPR.
13. Partai Syarikat Islam Indonesia Dalam pencalonan presiden muncul tiga
(PSII) : 1 kursi nama calon yang diajukan oleh fraksi-fraksi
14. Partai Politik Islam Indonesia di MPR, yaitu KH Abdurrahman Wahid
Masyumi : 1 kursi (PKB), [Link] Soekamoputri (PDI-
15. Ikatan Pendukung Kemerdekaan P), [Link]. Yusril Ihza Mahendra, SH,
Indonesia (IPKI): 1 kursi MSc (PBB), Namun sebelum pemilihan
16. PNI-MasaMarhaen : 1 kursi Yusril mengundurkan [Link] pemilihan
17. PNIFrontMarhaen`` : 1 kursi dilaksanakan secara voting
18. PartaiPersatuan(PP) :1 kursi [Link] Wahid mendapat 373
19. Partai Daulat Rakyat (PDR) 1 kursi suara, Megawati mendapat 313 suara, dan 5
20. PartaiBhinekaTunggalIka [Link] pemilihan wakil presiden
(FBI) : 1 kursi dengan calon [Link] Soekamoputri
21. Partai Katholik Demokrat (PKD) : (PDI-P) dan DR. Hamzah Haz (PPP)
1 kursi dimenangkan oleh Megawati
22. TNI/POLRI 46 kursi Soekamoputri.

99
Pada tanggal 25 Oktober 1999 Presiden jatuh lewat Sidang Istimewa MPR akibat
KH Abdurrahman Wahid dan Wakil perseteraunnya dengan DPR dan kasus
Presiden Megawati Soekamoputri Brunaigate serta Buloggate, kemudian
menyusun Kabinet Persatuan Nasional, melalui Sidang Istimewa MPR yang
yang terdiri dari: 3 Menteri Koordinator kemudian melantik Wakil Presiden
(Menko Polkam, Menko Ekuin, dan Menko [Link] Sukamoputri menjadi
Kesra), 16 menteri yang memimpin Presiden RI ke-5 (2001 - 2004) dan DR.
departemen, 13 Menteri Negara. [Link] Haz dari Partai Persatuan
Pemerintahan Presiden [Link] Pembangunan (PPP) menjadi Wakil
Wahid (1999-2001) ini tidak dapat Presiden RI ke-9 (2001 - 2004).
berlangsung lama pada akhir Juli 2001

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :14

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : [Link] tokoh-tokohpada
masa awal kemerdekaan sampai
reformasi
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati

100
sepanjang hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan
anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, .
teknologi, . seni, dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam
konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, .
mandiri, . kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai
dengan yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

[Link] DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN


KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang
perubahan dan awal kemerdekaan.17 Agustus.1954
kesinambungan 4.3.2. Menemukan tokoh – tokoh diplomasi
ruang(geografis,politik, RI dalam rangka mencari pengakuan
ekonomi, pendidikan, sosial, kedaulatan.
budaya) dari awal [Link] tokoh yang berjasa dalam
kemerdekaan sampai awal memunculkan hukum laut
reformasi Internasional
4.3.4 Menyebutkan tokoh – tokoh penting
yang membidani lahirnya orde baru.
4.3.5. Menyebutkan tokoh – tokoh yang
mengggulirkan gerakan Reformasi.
2 4.4.1. Terampil membuat laporan ilmiah.
4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.2. Membuat kumpulan gambar peristiwa
kronologi, perubahan dan Gerakan reformasi 1998.

101
kesinambungan ruang
(geografis, politik,
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal
reformasi
[Link] PEMBELAJARAN
Setelah Kegiatan belajar Mengajar Selesai diharapkan siswa dapat :
1. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang awal kemerdekaan.17 Agustus.1945
2. Menemukan tokoh – tokoh diplomasi RI dalam rangka mencari pengakuan kedaulatan.
3. Mengelompokkan tokoh yang berjasa dalam memunculkan hukum laut Internasional
4. Meresume tokoh – tokoh penting yang membidani lahirnya orde baru.
5. Menjelaskan peran n tokoh – tokoh yang mengggulirkan gerakan Reformasi.

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,berfikir kritis ,
percayadiri,Nasionalis

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Tokoh pejuang awal kemerdekaan beserta perannya
(Faktual,  Tokoh diplomasi era 1945 – 1950
konseptual,  Tokoh – tokoh orde lama
prosedural dan  Tokoh – tokoh Orde Baru
metakognitif)  Tokoh Reformasi.
2. Mater Remidial  Tokoh Reformasi
3. Materi Pengayaan [Link] Nasional Indonesia

102
[Link] PEMBELAJARAN
Ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Model Pembelajaran : Discovery Learning
E... MEDIA PEMBELAJARAN
1. Video rapat raksasa di lapangan Ikada
2. LCD
3. Laptop
4. Power Point.
5. Peta Indonesia
[Link] BELAJAR
1. Buku IPS Kelas IX Kurikulu 2013 edisi Revisi tahun 2014
2. Modul IPS Pendamping Kelas IX ,Sarwanta,Mpd ,MPd,, Mahatma Press, 2017
3. Internet akses dengan alamat :
a [Link]
b. http: [Link] [Link]
G. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan i. Persiapan psikis dan fisik dengan 10 menit
Membuka pelajaran dengan mengucapkan
salam dan berdoa bersama bila jam pertama
j. Melakukan absensi siswa
k. Menginformasikan tujuan yang akan
dicapai selama pembelajaran
l. Menyampaikan secara singkat garis
besar materi yang akan diajarkan
m. Memberi motivasi siswa melalui musik senam

103
Pokemon Dance
n. Guru melakukan pree test / terkait dengan
tokoh – tokoh nasional
KegiatanInti 100 menit
 Stimultion  Guru Menayangkan gambar presiden dan
(Stimulasi/Pembe wakilnya dari periode 45 hingga sekarang
rian Rangsangan)  Guru menayangkan video peristiwa seputar
proklamasi kemerdekaan RI 45
 Siswa diajak mengamati video yang terkait
materi
 Guru membagi LKPD kepada siswa
selanjutnya menuliskan pertanyaan tentang
terkait tokoh
 Guru menayangkan Lembar kertas siswa
melalui aver vision.
 Guru melemparkan beberapa permasalahan
terkait tokoh – tokoh Nasional RI dari dulu
hingga sekarang.
 Problem  Peserta didik menjawab pertanyaan yang
statement dilemparkan oleh guru
(pertanyaan/ide  Siswa secara bebas mengidentifikasi pertanyaan
ntifikasi sang guru dengan teman sesuai pilihannya
masalah) masing – masing
 Sebagian siswa mencari dan mengelompokkan
tokoh – tokoh nasional yang hidup pada
zamannya..
 Peserta didik mendiskusikan kebenaran jawaban
dengan teman sebangkunya untuk menjawab
pertanyaan – sesuai dengan apa yang diketahui.
 Data collection  Guru membagi kelompok kerja sebanyak 6
(pengumpulan kelompok dan setiap group terdiri 5- 6 orang.

104
data)  Kelompok 1. Membaha tokoh awal
kemerdekaan beserta asal wilayahnya
Kelompok [Link] tokoh – tokoh ahli
diplomasi di dunia Internasional
Kelompok [Link] tokoh – tokoh orde
lama
Kelompok [Link] tokoh – tokoh Orde
Baru
Kelompok [Link] tokoh – tokoh
reformasi
Kelompok 6 Membahas tokoh – tokoh pasca
kemerdekaan hingga sekarang yang
memperoleh gelar sebagai pahlawan
Nasional
 Setelah menemukan data masing – masing
anggota kelompok melakukan kroscek data
 Data – data yang telah terkumpul kemudian
di tulis pada lembar tersendiri dan nantinya
sebagai Laporan ke guru

 Data processing Setelah meyakini Data valid maka di uji


(pengolahan kebenarannya.
data)  .Hasil kerja dikonsultasikan ke guru untuk
mendapatkan validasi
 Peserta didik juga diminta mendiskusikan di
dalam kelompokuntuk mengambil
kesimpulan atas hasil kerja yang dilakukan .
 Penutup Guru memberikan penguatan awal atas
pertanyaan yang diajukan siswa di awal
pembahasan
Guru meninggalkan ruang kelas dengan

105
mengucapkan salam.
PERTEMUAN 2
[Link] melakukan motivasi sambil
melakukan presensi
[Link] memerintahkan siswa untuk
menempelkan atas hasil kerja kelompoknya.
 Verification Ÿ Peserta didik dalam
(pembuktian) kelompokdimintamempresentasikan kerjanya.
Ÿ Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
Ÿ Peserta didik bersama guru mengambil simpulan
atas jawaban daripertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


(menarikkesim secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
pulan/generalis pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama
asi) guru
Penutup Ÿ Peserta didik diberi kesempatan untuk 10 Me
menanyakan hal-hal yang belumdipahami. nit
Ÿ Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan
yang disampaikan olehpeserta didik.
Ÿ Peserta didik diminta melakukan refleksi
terhadap proses pembelajaranterkait dengan
penguasaan materi, pendekatan dan model
pembelajaranyang digunakan.
Ÿ Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan
moral.

R. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

106
q. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal
 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk pilihan ganda
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /dalam bentuk
produk,
r. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Pilihan ganda dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Delanggu 02 Januari2020
Mengetahui
Kepala SMP N 1 Delanggu Guru Mata Pelajaran

Sarwanta,MPd
NIP. NIP.196512071991031009

107
LAMPIRAN I
LKPD 14
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

[Link] DASAR:
4.3Menganalisiskronologi, perubahan dan kesinambungan
ruang(geografis,politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari
awal kemerdekaan sampai awal reformasi
[Link] PEMBELAJAAN
5. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang awal kemerdekaan.17
Agustus.1945
6. Menemukan tokoh – tokoh diplomasi RI dalam rangka mencari
pengakuan kedaulatan.
7. Menemukan tokoh yang berjasa dalam memunculkan hukum laut
Internasional
8. Menyebutkan tokoh – tokoh penting yang membidani lahirnya
orde baru dan perannya
9. Menyebutkan tokoh – tokoh yang mengggulirkan gerakan
Reformasi.
[Link] DAN BAHAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain
 Gambar – gambar tokoh pejuang kemerdekaan hingga
kini
 Gambar presiden RI dari masa ke masa
 Kertas polio bergaris
 Bolpoin berwarna

108
[Link] PELAKSANAAN
 Bacalah dengan hati – hati sejarah perjuangan bangsa Indonesia
dari pasca Kemerdekaan hingga kini.
 Bagilah dengan teman kelompokmu per masa
 Bila memungkinkan cantumkan daerah asal tokoh tersebut
 Lakukan analisis manfaat mempelajari tokoh – tokoh Nasional
 Isikan nama – nama tokoh tersebut ke dalam kolom berikut ini!

DAERAH
NNO NAMA TOKOH PERAN
ASAL
1

LAMPIRAN II
PENDALAMAN MATERI

Tahukah kalian siapakah tokoh yang terdapat pada gambar di atas? tokoh tersebut adalah
bapak proklamator Indonesia yaitu [Link] dan [Link] Hatta. Kedua tokoh
tersebut merupakan tokoh yang sangat berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Soekarno-

109
Hatta adalah tokoh yang membacakan teks proklamasi Indonesia atas nama bangsa Indonesia.
Selain kedua tokoh tersebut masih banyak tokoh-tokoh yang berperan dalam kemerdekaan
Indonesia hingga masa reformasi.

TOKOH PADA ORDE BARU

1. Soeharto
Soeharto presiden kedua Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di sebuah dusun yamg ada di
Sedayu , Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Karier Soeharto menjelit sejak sukses membongkar
aksi PKI menggulingkan Soekarno serta menculik jenderal-jenderal TNI Ad Jakarta dan
Yogyakarta. Setelah Orde lama berakhir pada 12 Maret 1967 , Soeharto dilantik menjadi
pejabat presiden guna menggantikan Soekarno yang lengser karena sakit. Setahun kemudian
atas perintah MPR , Soeharto dilantik menjadi presiden kedua Indonesia. Setelah resmi
menjadi presiden Indonesia, pak HArto merencanakan pembangunan lima tahun atau Pelita I.
Wakil Presiden pada waktu itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa
pak Harto lebih ditekankan pada swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur dalam
pertanian. Pak Soeharto sukses memakmurkan rakyatnya dengan program swasembada
pangan dan Keluarga Berencana atau KB. Poplasi penduduk berhasil ditekan dan pendidikan
dsar dijadikan pendidikan wajib. Namun di sisi lain , kebebasan pers dikekan pada masa
pemerintahannya. Kebebasan pers dikekang selama 35 tahun sehingga terjadi KKN dalam
birokrasi pemerintahan Indonesia. Maka Soeharto diturunkan dari jabatannya oleh kekuatan
masyarakat pada tahun 1998.

2. Adam Malik
Adam Malik merupakan seorang warga Negara yang berhasil menghilangkan nilai
tawar Indonesia di mata Negara-negara lain. Adam Malik lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang
Siantar, Sumatera Utara. Awal karier Adam Malik di mulai pada saat dia menjadi jurnalis dan
sering mengikuti kegiatan – kegiatan menuju kemerdekaan bersama para pemuda. Perjuangan
Adam MAlik ditulis dalam sebuah bentuk tulisan. Adam Malik turut merintis Antara, kantor
berita nasional. Adam Malik aktif dalam kegiatan menuju kemerdeklaan, salah satunya dia
bersama para pemuda melakukan penculikan kepasa Soekarono-Hatta ke Rengasdengklok.

110
Adam Malik juga terjun ke dalam dunia politik dan menjabat sebagai ketua Partai Gerindo
Pematar Siantar. Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh politik Indonesia. Di cabinet
Soeharto, Adam MAlik menjadi menteri luar negri. Dan kemudian I diangkat menjadi wakil
presiden ketiga setelah Sri Sultan Hamengkubuwono.

3 Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Sri Sultan merupakan orang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah orang
pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sri Sultan memberikan dana pribadinya
untuk membayar para tentara Indonesia dan memberikan sebuah ruangan kosong di keratin
utnutk menjadi tempat persembunyian tentara Indonesia dari Belanda. Ketika pemerintahan
Soeharto, Sri Sultan di angkat menjadi wakil presiden kedua setelah Hatta. Sebelumnya , Sri
Sultan adalah Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan. Setelah turun dari jabatannya
Sri Sultan menjadi Gubernur di daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir khayatnya, Sri
Sultan meninggal di Amerika Serikat pada 1998 pada saat pengobatan dan dikuburkan di
Imogiri.

4 Ali Murtopo
Ali Murtopo ladir pada 23 September 1924 di Blora,
Jawa Tengah. Semasa hidupnya, Ali Murtopo menjadi tangan kananya Soeharto dalam
mengurusi politik, telik sandi maupun stabilitas dalam negri. Ali Murtopo memulai kariernya
sejak bergabung BKR. Setelah TNI terbentuk , Ali Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro ,
Jawa Tengah. Tugas operasi lapangannya antara lain adalah operasi pembasmian
oemberontakan Darul Islam, pimpinan Kartusuwiryo, operasi intelijen pemberontakan PKI.
Dalam Kabinet Soeharto, Ali Murtopo menduduki sebagai Mentri Penerangan Indonesia. Tapi
sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara.
Ali Murtopo merupakan orang yang berjasa membangun unstitusi intilijen modern di
Indonesia. Dia adalah tokoh politik INdonesai baik di depan atu nelakang panggung.

5. Sintong Hamonangan Panjaitan

111
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa dirujuk Sintong
Panjaitan (lahir di Sumatera Utara, 4 September 1940; umur 75 tahun) adalah
seorang purnawirawan TNI lulusan Akademi MiliterNasional (kini Akademi Militer)
tahun 1963.

6. Amir Machmud
Amirmachmud (lahir di Cimahi, 21 Februari 1923 – meninggal di Cimahi,21 April 1995 pada
umur 72 tahun) adalah seorang Jenderal Militer Indonesia yang merupakan saksi mata
penandatanganan Supersemar, sebuah dokumen serah terima kekuasaan dari
Presiden Sukarno kepada Jenderal Suharto.

6. Pahlawan Revolusi di Tragedi Trisakti 1998.

A. Hafidin Royan, Mahasiswa Teknik Sipil

Tak ada yang menyangka jika hari itu menjadi hari pertemuan terakhir Hafidin Royan, remaja
murah senyum yang lahir di Bandung pada 28 September 1976 lalu. Ia meninggal dan jadi
korban tragedi Trisakti, sebuah peluru tajam menembus bagian kepalanya.

Dan cita-citanya yang ingin menjadi seorang Sarjana Teknik Sipil, harus turut terkubur
bersama tubuh kakunya. Sampai hari ini pun kamar mendiang Hafidin masih terisi barang-
barang miliknya dan tak pernah tersentuh oleh siapapun apalagi dipindahkan.

B. Elang Mulia Lesmana, Mahasiswa Arsitektur

Wajahnya sangat rupawan dan ia terbilang masih sangat muda kala itu. Mahasiswa ganteng
yang mengambil jurusan Arsitektur ini juga dikenal sangat cerdas. Namun pria kelahiran
Jakarta 5 Juli 1978 yang masih berusia 19 tahun itu harus berakhir karena peluru tajam dari
aparat telah menembus dadanya.

112
Seketika jantungnya robek, bahkan botol parfum kesayangan yang ada di dalam tas milik Elang
ikut pecah berhamburan. Saat peristiwa Tragedi Trisakti, Elang tak berhasil menyelamatkan
diri ketika ratusan aparat gabungan dari TNI dan Polri menembaki massa mahasiswa yang
hendak pergi ke arah jalur Senayan.

Pada malam sebelum Elang tewas, ia sempat berkumpul bersama teman-temannya untuk
mengerjakan tugas kelompok. Dan keesokan harinya baru ia bergabung dengan mahasiswa
lainnya untuk melakukan aksi demonstrasi.

C. Heri Hertanto, Mahasiswa Teknik Mesin

Sosok pemuda Heri Hertanto dikenal bukan sebagai pegiat aktif dalam suatu gerakan di
kampus Trisakti. Ini menurut keterangan sang Ibunda Lasmiyati bahwa anaknya Heri tak
pernah sekalipun berbicara soal situasi dan kondisi politik Indonesia pada masa itu. Ia hanya
tahu Heri selalu tekun belajar di Jurusan Teknik Mesin, adapun cita-citanya agar tercapai
membuka wirausaha bengkel ditempatnya.
Namun takdir kematian manusia tiada yang bisa menebak, segala sesuatu seolah sudah
digariskan. Heri anak kesayangannya harus tewas di ujung senapan aparat, yang tak mengenal
kata kompromi. Padahal sebelum insiden Trisakti itu meletus, Heri sempat diajak pulang oleh
teman-temannya.

D. Hendriawan Sie, Mahasiswa Jurusan Ekonomi


Adalah Hendriawan Sie, remaja kelahiran 3 Maret 1978 Balikpapan. Ia adalah mahasiswa
Trisakti terakhir yang gugur menjadi pahlawan reformasi. Pada saat Tragedi Trisakti meletus ia
tertembak peluru tajam dibagian leher, saat ia sedang berdiri dibalik pagar. Mirisnya posisi
Hendriawan berada masih dalam lingkungan kampusnya sendiri.

Namun apa yang terjadi, Tuhan ternyata lebih menyayangi Hendriawan. Ia harus meninggal di
usianya yang terbilang sangat muda ketika masih berusia 20 tahun. Miris mendengarnya,
mereka sang Pahlawan Reformasi dibunuh karena Benar, namun api kebenaran itu tak kan

113
pernah bisa padam dan kita semua adalah saksinya. Dan ingatlah! kebebasan bersuara, berpikir
dan berpendapat yang bisa kita miliki saat ini adalah karena jasa-jasa mereka.

LAMPIRAN III
PENILAIAN ASPEK PENGETAHUAN

Instrumen penilaian
[Link],Kisi Soal

Jenis Sekolah : SMP N 1 Delanggu


Mata Pelajaran : IPS
Kurikulum : K-13
Alokasi waktu : 80 Menit
Jumlah Soal : 10PG,
Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Tahun Ajaran : 2019/2020

N Kemampuam yang diuji Materi Indikator Level No


o Komp So
etensi al
3Menganalisiskronologi, Mengenal Siswa dapat menyebutkan CI 1
perubahan dan tokoh- wadah perjuangan untuk
kesinambungan tokohpada mencapai Indonesia merdeka

114
ruang(geografis,politik masa awal yang digunakan oleh tokoh –
, ekonomi, pendidikan, kemerdeka tokoh kemerdekaan waktu itu.
sosial, budaya) dari an sampai Siswa dapat menjelaskan peran C2. 2
awal kemerdekaan reformasi sayuti melik dalam persiapan
sampai awal reformasi kemerdekaan.
Siswa dapat mendiskripsikan C2 3
peran Jenderal Sudirman dalam
melawan agresi Militer
Belanda.
Siswa dapat menyebutkan C2 4
Perdana menteri pertama era
Demokrasi Liberal
Siswa dapat menjelaskan C3 5
prestasi Ali Sastroamijoyo.
Siswa dapat mengapresiasi C3 6
keberhasilan PM Juanda
tentang Hukum laut
Internasional
Siswa dapat menganalisis alas C4 7
an Presiden Soekarno
mengeluarkan dekrit 5 Juli
1956
Siswa dapat menyebutkan C1 8
dalang G30 SPKI yang
terbunuh di Boyolali
Siswa dapat menyebutkan C1 9
tokoh sentral Masa Orde Baru
Siswa dapat menyebutkan 10
nama perguruan tinggi tempat
Elang Mulia Lesmana.

115
SOAL
PETUNJUK. : Berilah tanda silang untuk jawaban yang paling tepat pada soal berikut
ini!
1. Wadah perjuangan yang dipakai oleh tokoh – tokoh Kemerdekaan untuk
mempersiapkan Proklamasi yaitu … .
a. BPUPKI
b. PPKI
c. Gerakan 3A
d. PETA
2. .
3. .
4. .
5. .
6. .
7. .
8. .
9. .
10.

116
LAMPIRAN IV

117
PENILAIAN KETERAMPILAN

a. Soal Tes Praktik


1) Buatlahgambar tokoh nasionalSesuai dengan yang kamu Inginkan!
2) pada buku gambar dan cantumkan pula sekilas Biografinya
3) Siapkanlah keperluan bahan dan alat!
Aspek yang dinilai:
1. Kejelasan pesan
2. Desain (komposisi warna, tata letak, dan penggunaan huruf/karakter tulisan)
b. Lembar Penilaian Praktik
Mata Pelajaran : IPS
Materi Pokok : Tokoh – tokoh Nasional
Kelas/ Semester : IX / Dua
Waktu Penilaian : ..

Kejelasan
Desain
No Nama gambar Skor Akhir
(25-95)
1. Andi Setiawan 95

2. Bunga Palupi

3. Cinta Maharani

4. Doni Hanafi

5. dst

118
c. Rubrik Penilaian ketrampilan membuat poster tokoh Nasional
ASPEK YANG DINILAI BUTIR YANG DINILAI PEDOMAN
PENILAIAN
1. Kejelasan pesan [Link] redaksional
[Link] Indonesia Skor 91-100
yang baik dan benar dalam =Sangat
penulisan Biografinya. Baik
2. Desain a. komposisi warna Skor 82- 90 =Baik
b. tata letak/lay out Skor 2 =Cukup
Skor 1= Kurang

Nilai Akhir=
Total Perolehan
Skor
Jumlah Butir yang Dinilai

LAMPIRAN VI
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

[Link] SIKAP
1. Teknik penilaian : observasi/jurnal
2. Instrumen penilaian dan pedoman penilaian
a. Instrumen penilaian
Berupa lembar observasi dalam bentuk jurnal

Jurnal perkembangan sikap


Nama sekolah : SMP / Mts …….
Kelas/semester : IX / 1
Mata pelajaran : IPS

119
Tahun pelajaran : 20192020

No Tanggal Nama peserta Catatan perilaku Butir sikap


didik

Guru Mata Pelajaran IPS

NIP.

120

Anda mungkin juga menyukai