0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan3 halaman

Nilai Ambang Ekonomi Hama Tanaman

Dokumen ini mencantumkan berbagai jenis hama yang menyerang tanaman beserta bagian tanaman yang terpengaruh dan nilai ambang ekonomi untuk masing-masing hama. Informasi ini penting untuk pengendalian hama dalam pertanian, memberikan batasan jumlah hama yang dapat ditoleransi sebelum tindakan pengendalian diperlukan. Tabel mencakup hama seperti penggerek, wereng, ulat, dan kutu dengan detail spesifik mengenai intensitas serangan.

Diunggah oleh

nafaza nur insani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan3 halaman

Nilai Ambang Ekonomi Hama Tanaman

Dokumen ini mencantumkan berbagai jenis hama yang menyerang tanaman beserta bagian tanaman yang terpengaruh dan nilai ambang ekonomi untuk masing-masing hama. Informasi ini penting untuk pengendalian hama dalam pertanian, memberikan batasan jumlah hama yang dapat ditoleransi sebelum tindakan pengendalian diperlukan. Tabel mencakup hama seperti penggerek, wereng, ulat, dan kutu dengan detail spesifik mengenai intensitas serangan.

Diunggah oleh

nafaza nur insani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Nafaza Nur Insani

Nim: C1G021029
Tugas OPT: Nilai Ambang Ekonomi

No. Nama Hama Bagian Tanaman Nilai Ambang Ekonomi


Yang Diganggu
1. Penggerek Batang padi  1 kelompok telur/m2
batang pada stadium vegetatif
di petak sampel
 5-10% tunas mati
(sundep)
 2 ekor ngengat /m2
 5 massa telur/100 m2
pada pesemaian.
2. Wereng hijau Pelepah daun padi  10 ekor serangga
dewasa/ 4 kali ayunan
jaring di petak sampel.
 2 ekor serangga
dewasa/1 kali ayunan
jaring di petak sampel.
3. Wereng cokelat Pelepah daun padi  1 ekor imago/tunas di
petak sampel.
 10 ekor nimfa/rumpun.
 5 ekor imago/rumpun
pada stadium
vegetative.
 10 ekor imago/rumpun
pada stadium
generative.
4. Ulat grayak Daun  2 ekor/m2 di petak
sampel
5. Tikus sawah Batang padi  5% tanaman sampel
muda(sebelum bunting)
terpotong
6. Penggerek Tongkol dan  3 tongkol rusak/50
tongkol memakan biji jagung tanaman sampel pada
saat baru terbentuk buah
7. Penggerek Batang jagung  1 kelompok telur/30
batang tanaman
8. Hama bubuk Biji jagung  3 ekor/kg biji
9. Lalat kacang Keping biji/daun  1% intensitas serangan
(kedelai) pada stadium vegetatif

10. Penggerek Bagian bawah daun,  2% intensitas serangan


polong kelopak bunga atau
pada polong (kedelai)
11. Perusak daun Daun (kedelai)  12,5% intensitas
serangan pada stadium
generatif
12. Kepik hijau Permukaan bawah 3 ekor/5 tanaman
daun (kedelai) sampel umur 45 hari
13. Perusak daun Daun (kacang tahan) 12,5% intensitas
serangan
14. Kutu daun Pucuk tanaman dan 10 ekor nimfa/35 daun
persik cairan daun muda sampel
(kentang)
15. Penggerek Daun dan umbi pada 2 ekor larva/tanaman
umbi tanaman (kentang) sampel
16. Ulat plutella Permukaan bawah  1 larva/10 tanaman
daun (kubis) sampel
 40% intensitas serangan
17. Ulat croci Pangkal batang  1 larva/10 tanaman
(kubis) sampel
 40% intensitas serangan
18. Penggerek buah Buah yang sudah 5% atau 10 buah dari
matang, hijau dan 200 butir buah sampel
kering (kopi) yang diamati, terserang
19. Kutu dompolan Bunga, buah, pucuk 10 ekor kutu pada
tanaman, dan daun tangkai kuncup bunga,
muda (kopi) kuncup, dan cabang
sampel
20. Penggerek Daun muda yang 5% intensitas serangan
pucuk belum terbuka(tebu)
21. Wereng kapas Daun 2 ekor/lembar daun
muda
22. Penggerek Batang dan cabang 1 lubang gerekan basah
batang cengkeh per pohon sampel
(fasciatipennis)
23. Penggerek buah Buah 1 buah terserang/5
pohon sampel
24. Artona Permukaan bawah 5 ekor larva per
catoxantha daun (kelapa) pelepah/pohon sampel
di daerah pengamatan
25. Tetrastichus Daun muda dan 20 ekor stadium larva
brontispae belum terbuka atau pupa atau imago
(kelapa) per pucuk pohon
sampel.
26. Ulat Hidari Daun kelapa 5 ekor larva/pohon
irava sampel
27. Oryctes Pelepah  15-25% daun kelapa
Rhinoceros sampel terserang
 Lebih dari 1 ekor lundi
di bawah pohon kelapa
sampel
28. Ulat api Pelepah daun  30 larva/pelepah daun
(Darna trima) tanaman muda
 60 larva/pelepah daun
tanaman dewasa
29. Ulat api Pelepah daun  5 larva/pelepah daun
(Setora nitens) tanaman muda
 10 larva/pelepah daun
tanaman dewasa
30. Ulat api Permukaan bawah  300-400 butir telur,
(setothodes) daun dan kepompong stadiat ulat lamanya 50
pada bawah hari
permukaan tanah  Seekor ulat bisa
memakan 300-500 cm2
daun
31. Trips Menyereng tanaman  15% keusakan tanaman
dengan mengisap
cairan permukaan
bawah
32. Kepinding Biasanya menyerang  5 ekor/ rumpun
tanah bagian batang pada
tanaman itu sendiri
33. Ulat mangot Menyerang tanama  5 larva/rumpun
jagung muda
34. Ulat hongkong Memakan daun  12,5% intensitas
pisang
serapan
35. Empoasca Menyerang pucuk  Ada pupulasi
daun dan daun muda
36. Tungau Laba- Mengisap isi sel  15% kerusakan tanaman
Laba termasuk klorofil
37. Walang sangit Menghisap cairan  10 ekor/20 rumpun
tangkai bunga dan
bulir pada fase
pengisian bulir
38. Pelipat daun Daun  13% daun rusak
39. Penggulung Daun  25% daun ruak
daun

40. Busuk daun Daun  1 bercak aktif/tanaman


sample

Anda mungkin juga menyukai